cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Deteksi Tumbuh Kembang Anak dengan Buku KIA di Puskesmas Pacarkeling Surabaya Rekawati Susilaningrum; Sri Utami; Yuni Ginarsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.7674

Abstract

ABSTRAK Peran ibu dan keluarga dalam deteksi tumbuh kembang balita dengan menggunakan buku KIA belum optimal. Banyak ibu yang sudah memiliki buku KIA, namun belum diimbangi dengan pemahaman isinya. Seringkali ibu membawa buku KIA saat memeriksakan anaknya ke puskesmas, namun tidak memahami isi bukunya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan peran keluarga dalam deteksi tumbuh kembang dengan buku KIA. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan pada ibu/keluarga yang mempunyai anak balita.  Sasaran pelatihan adalah ibu yang mempunyai anak balita sebanyak 30 orang.  Hasil kegiatan ini adalah ibu sebagian besar berada dalam rentang usai reproduksi sehata 20-35 tahun (70,3%), berpendidikan SMA (80%) dan sebagai ibu rumah tangga (77%). Pengetahaun tentang pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kategori baik. Sebelum pelatihan skore pengetahuan rata-rata 60, setelah pelatihan skore rata-rata 92. Seluruh Ibu setuju (43%) dan sangat setuju (57) memantau tumbuh kembang anak dengan buku KIA. Seluruh ibu secara rutin selalu menimbangkan anak ke posyandu (100%). Dalam memantau tumbuh kembang anak dengan buku KIA, kurang dari separo ibu yang melakukan pemantauan tumbuh kembang secara rutin (43%). Selebihnya kadang-kadang saja (57%). Ada kenaikan yang bermakna pengetahuan ibu setelah diberikan pelatihan  Ibu mempunyai sikap kearah positif, yaitu setuju melakukan pemantauan tumbuh kembang dengan buku KIA. Sebagian besar ibu sangat setuju melakukan pemantauan tumbuh kembang dengan menggunakan buku KIA. Dalam praktiknya kurang dari separo yang rutin memantau tumbuh kembang anaknya. Orangtua hendaknya rutin melakukan deteksi tumbuh kembang anak dengan mengunakan buku KIA. Tenaga kesehatan dan kader perlu melakukan pendampingan pada keluarga dalam pemanfaatan buku KIA. Pada masa mendatang, perlu ada kegiatan pengabdian masyarakat dalam upaya mewujudkan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan kesehatan yang optimal bagi anggota keluarga. Kata Kunci: Peran Keluarga, Tumbuh Kembang, Buku KIA ABSTRACT The role of mothers and families in detecting the growth and development of toddlers using the MCH book is not optimal. Many mothers already have the MCH handbook, but it has not been matched with an understanding of its contents. Often mothers carry MCH handbooks when checking their children at the puskesmas, but do not understand the contents of the book. The purpose of this community service is to increase the role of the family in detecting growth and development with the MCH handbook. The form of this community service activity is to provide training to mothers/families who have toddlers. The target of the training is mothers who have 30 children under five. The results of this activity are that most of the mothers are in the range after reproductive health of 20-35 years (70.3%), have high school education (80%) and are housewives (77%). Knowledge of the growth and development of children in the good category. Before the training the average score of knowledge was 60, after the training the average score was 92. All mothers agreed (43%) and strongly agreed (57) to monitor children's growth and development with the MCH handbook. All mothers routinely always weigh their children to the posyandu (100%). In monitoring children's growth and development using the MCH handbook, less than half of the mothers did regular monitoring of growth and development (43%). The rest only occasionally (57%). There was a significant increase in mother's knowledge after being given training. Mother had an attitude towards a positive, namely agreeing to monitor growth and development with the MCH book. Most mothers strongly agree to monitor growth and development using the MCH handbook. In practice, less than half of them routinely monitor their child's growth and development. Parents should routinely detect children's growth and development by using the MCH handbook. Health workers and cadres need to provide assistance to families in the use of the MCH handbook. In the future, there needs to be community service activities in an effort to realize community empowerment in realizing optimal health for family members. Keywords: Family Role, Growth And Development, MCH Book
Program uor Empowering the Role of Religious Leaders as Renewal Agents for Community Health in the Covid-19 Pandemic Oktovina Mobalen; Elisabeth Samaran; Laurdes Situmorang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8145

Abstract

ABSTRACT The handling of Covid-19 cases must be carried out with the support of all parties, not only the responsibility of health workers because Covid-19 is a public health problem. The role of religious leaders is increasingly significant in the era of advances in information technology. The ease of influence and the role of religious leaders in controlling change significantly influence society. The primary purpose of community service activities for religious leaders is to act as an agent of health reform in the community during the Covid-19 Pandemic. This method of community service is socialization, training, and advocacy of the approach through the department of religion, and empowerment of religious leaders in the Sorong City area, Masimsa sub-district. Giving pocketbooks. The Role of Religious Leaders as Agents of Reform for Health in the Community During the Covid-19 Pandemic. Providing pocketbooks. On Empowering the Role of Religious Leaders as Agents of Reform for Health in the Community in the Covid-19 Pandemic in 2022 "Providing public health information during the Covid-19 Pandemic and what role religious leaders must play as agents of health reform in the community. Discussion with religious leaders about their understanding of health information for religious leaders. Explain the method used (e.g., counseling, training, mentoring, and others), State the number of participants, and Explain the PKM steps and implementation steps. The training method uses role-playing by providing health information to the congregation/people in the neighborhood or worship area. This activity was carried out from June to October 2022, with the target group of 50 people being religious leaders in the Malasimsa sub-district, East Sorong district, Sorong city, under the guidance of the Malasimsa Health Center. Behavioral results obtained more pre-test scores with a level of understanding of less as much as 40, enough of as much as 48%, and Good as much as 12%, while Table 4.2 level of understanding Post Test after being given a pocketbook, health education was carried out on the Covid 19 pandemic and training with methods playing a role, the results obtained are more good levels of understanding (94%) and at least less (0%), so it can be concluded that there is a difference in the results of pre-test behavior with post-test behavior. Community service results can improve the behavior of religious leaders as agents of Covid-19 renewal. Providing Pocket Books, Health Education, and training on role-playing methods are very important in increasing the role of religious leaders. Religious leaders and religious people play an essential role in public health to become agents of change in health problems in the community by providing health information to the public. Religious administrators / Daily implementation of congregational assemblies help prepare infrastructure suggestions to support the implementation of health protocols and become an example in improving public health during the Covid-19 pandemic. Keywords: Religious Leader,Ccovid-19, Reform, Health Education
Analysis of Vitamin C In UV-Vis Spectrophotometry by SMK-SMTI Students at Bandar Lampung Rudy Situmeang; Gregorius N. Susanto; Sumardi Sumardi; Posman Manurung; Miranti Syafitri; Faradilla Syani; Della M. Andini; Arya R. Syah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8103

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya guru dan siswa telah dilakukan di SMTI Bandar Lampung. Sekolah tersebut didirikan untuk menghasilkan teknisi. Salah satu persiapan utamanya adalah praktikum. Pada kesempatan ini, materi pelatihan yang diberikan sesuai dengan perkembangan teknologi untuk praktikumnya, yaitu penentuan kadar vitamin C dalam beberapa jenis buah jeruk menggunakan metode spektrofotometeri UV-Vis. Hasil analisis vitamin C pada tiga jenis buah jeruk (lemon, mandarin dan medan), masing-masing adalah 8,31; 41,86; dan 32,02 ppm. Kata Kunci : Vitamin C, Spektrofotometri UV-Vis, Jeruk Medan, Jeruk Mandarin, Lemon ABSTRACT Community service activities for teachers and students were implemented at SMTI Bandar Lampung, in which the goal of this school is to produce technicians. One of the main preparations is practice. In this activity, the training material prepared was suitable for technological developments. Therefore, the determination of vitamin C content in several types of fruit using the UV-Vis spectrophotometry method was examined. The results for those samples of lemon, mandarin orange, and medan orange were 8.31, 41.86, and 32.02 ppm, respectively. Keywords: Vitamine C, UV-Vis Spectrophotometry, Lemon, Mandarin Orange, Medan Orange
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Bidan melalui Pelatihan Yoga Kehamilan pada Kelompok Bidan di Puskesmas Mengwi I,Badung Bali Ni Gusti Ayu Pramita Aswitami; Ni Putu Mirah Yunita Udayani; Putu Dina Saraswati; Ni Made Septiari Maryani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8076

Abstract

ABSTRAK Yoga kehamilan adalah sebuah olah raga yang diformulasikan khusus untuk ibu hamil, sebagai sarana olah nafas, tubuh dan pikiran untuk memaksimalkan potensi seorang wanita melahirkan alami dengan nyaman, lancar dan minim trauma (Gentle Birth)(1). Saat ini yoga kehamilan selain dikenal memberikan dampak positif untuk ibu hamil dan janin secara fisik dan mental, yoga kehamilan juga merupakan salah satu trend olahraga yang harus dilakukan ibu hamil. Namun belum banyak fasilitas kesehatan yang mengimplementasikan yoga kehamilan sebagai salah satu asuhan pada ibu hamil termasuk salah satunya di Puskesmas Mengwi I. Hal ini dikarenakan belum banyaknya bidan-bidan yang bertugas di Puskesmas Mengwi I memiliki kompetensi untuk menjadi fasilitator yoga hamil pada ibu hamil sehingga dilaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan yoga kehamilan kepada kelompok bidan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bidan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan pada ibu hamil. Mitra PKM adalah kelompok bidan di Puskesmas Mengwi I. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan PKM ini dimulai dengan survey analisis situasi, koordinasi dengan pihak puskesmas sampai dengan evaluasi kegiatan PKM. Luaran yang dihasilkan dalam PKM ini adalah 1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok bidan dalam melakukan yoga kehamilan, 2) Video kegiatan yang akan ditayangkan pada media sosial, 3) Booklet Yoga kehamilan, 4) Artikel publikasi PKM. Kata Kunci: Kehamilan, Komplementer, Yoga Hamil  ABSTRACT Pregnancy yoga is a sport specially formulated for pregnant women, as a means of exercising the breath, body and mind to maximize a woman's potential for a comfortable, smooth, and minimally traumatized natural birth(1). Currently, pregnancy yoga is not only known to have a positive impact on pregnant women and the fetus physically and mentally, pregnancy yoga is also one of the sports trends that pregnant women must do. However, there are not many health facilities that implement pregnancy yoga as a form of care for pregnant women, including one at the Mengwi I Health Center. This is because there are not many midwives on duty at the Mengwi I Health Center who have the competence to become pregnant yoga facilitators for pregnant women. Community Partnership Program (PKM) in the form of yoga pregnancy training for midwives to increase the knowledge and skills of midwives to optimize health services for pregnant women. PKM partners are a group of midwives at the Mengwi I Community Health Center. The method used in implementing this PKM begins with a situational analysis survey, coordination with the Puskesmas to the evaluation of PKM activities. The outputs produced in this PKM are 1) increasing the knowledge and skills of the midwife group in doing pregnancy yoga, 2) Video activities that will be shown on social media, 3) Pregnancy Yoga booklets, 4) PKM publication articles. Keywords: Pregnancy, Complementer, Pregnancy Yoga
Skrining dan Edukasi Pencegahan Frambusia di SDN 10 Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Andi Akifa Sudirman; Dewi Modjo; Wiwi Susanti Piola; Lenny Ali
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8027

Abstract

ABSTRAK Penyakit Frambusia tergolong pada penyakit tropis yang sering terabaikan. Penegakkan diagnosis Frambusia dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis dan serologi. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi penyebaran frambusia di wilayah kabupaten Gorontalo Utara. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu dengan Ceramah, Diskusi dan Pelaksanaan Skrining. Hasil pelaksanaan edukasi, ada 2 materi yang disampaikan yaitu tentang penyakit frambusia dan Langkah-langkah yang benar dalam mencuci tangan menggunakan sabun. Pelaksanaan Skrining, pemeriksaan badan dilakukan pada seluruh siswa yang hadir. Siswa diperiksa dari kepala sampai pada kaki, untuk mencari apakah ada koreng atau lesi frambusia. Jika ditemukan koreng atau lesi frambusia, maka akan ditindak lanjuti dengan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Frambusia. Jika ditemukan kasus positif akan diberikan pengobatan oleh pihak puskesmas. Kesimpulan pengabdian ini adalah setelah kegiatan skrining dan edukasi pencegahan frambusia dilakukan, tidak ditemukan kasus Frambusia pada anak sekolah. Disarankan untuk dilakukan edukasi pada masyarakat terhadap faktor-faktor yang turut berperan dalam mempertahankan zero case frambusia, tidak hanya pada anak sekolah namun juga pada seluruh lapisan masyarakat Kata Kunci: Frambusia, Edukasi, Skrining  ABSTRACT Yaws disease is classified as a tropical disease that is often neglected. The diagnosis  is made based on clinical and serological examination. The purpose of this community service is to ensure that there is no longer any spread of yaws in the North Gorontalo district. The method of service carried out is by Lectures, Discussions and Screening Implementation. The results of the education implementation showed that there were 2 materials presented, namely about yaws and the correct steps in washing hands with soap. Implementation of Screening, a body examination is carried out on all students who attend. Students are examined from head to toe, to look for scabs or yaws lesions. If a yaw scab or lesion is found, it will be followed up with a Rapid pDiagnostic Test for Yaws. If a positive case is found, treatment will be provided by the healthcare center. The conclusion of this service is that after the yaws prevention screening and education activities were carried out, no case of yaws were found in school children. Suggestions for further community service, to educate the community about the factors that play a role in maintaining the yaws zero case, not only for school children but also for all levels of society. Keywords: Yaws, Education, Screening
Program Pendampingan Kader Posyandu untuk Penanganan Stunting di Kelurahan Way Gubak Bandar Lampung Dessy Hermawan; Devi Kurniasari; Vira Sandayanti; Erna Listyaningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8677

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Stunting adalah kondisi anak gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama. Stunting akan mengancam generasi bangsa, karena efeknya tidak hanya jangka pendek, namun juga jangka panjang, seperti mengganggu perkembangan intelektualitas anak di masa depan. Di sisi lain, deteksi dini adanya risiko stunting sangat diperlukan dan kader posyandu adalah ujung tombak yang diandalkan. Namun kader posyandu adalah tenaga sukarela yang pengetahuan dan ketrampilannya terbatas, sehingga diperlukan program pendampingan atau pelatihan agar para kader posyandu mampu menjalankan peran vitalnya dengan baik. Tujuan: Adapun tujuan dari kegiatan PkM ini adalah melakukan pendampingan dan pelatihan penyegaran pada kader posyandu di kelurahan Way Gubak agar mampu memahami tentang stunting serta mampu melakukan pengukuran tinggi badan anak dengan benar. Metode: Kegiatan pendampingan dan pelatihan penyegaran kader ini diikuti oleh 30 orang kader posyandu yang ada di kelurahan Way Gubak. Kegiatan diawali dengan pre test, kegiatan inti dan diakhiri dengan post test. Hasil: tampak terdapat peningkatan pemahaman para kader posyandu akan pengertian dan faktor risiko terjadinya stunting serta pencegahan stunting. Tampak pula peningkatan ketrampilan dalam pengukuran panjang badan bayi serta pengukuran tinggi badan balita pasca pelatihan. Kesimpulan: program pendampingan yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada kader posyandu sehingga perlu terus dilakukan upaya pendampingan agar para kader sehingga mampu melakukan deteksi dini adanya peningkatan risiko stunting di masyarakat. Kata kunci: Stunting, Kader Kesehatan, Posyandu ABSTRACT Introduction: Stunting is a condition of failure to thrive in children caused by a lack of nutrition over a long period of time. Stunting will threaten the next generation of our nation, because the effect is not only short term, but also long term, such as disrupting the intellectual development of children in the future. Early detection of the risk of stunting is urgently needed and Posyandu cadres are the main priority. However, posyandu cadres are volunteers with limited knowledge and skills. so a mentoring or training program is needed so that posyandu cadres are able to carry out their vital roles properly Purpose: the purpose of this PkM activity is to provide assistance and refresher training to posyandu cadres in the Way Gubak sub-district so that they are able to understand stunting and be able to measure children's height correctly. Method: The mentoring and refresher training activities for cadres were attended by 30 posyandu cadres in the Way Gubak sub-district. The activity begins with a pre test, core activities and ends with a post test. Result: There is an increase in the understanding of posyandu cadres regarding the meaning, risk factors and prevention of stunting. There was also an increase in skills in measuring the length of the baby's body and measuring the height of the toddler after the training. Conclusion: This mentoring program is able to increase the knowledge and skills of posyandu cadres so that there is a need to continue mentoring efforts so that the cadres are able to carry out early detection of an increased risk of stunting in the community. Keywords: Stunting, Health Cadre, Posyandu
Pendampingan Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris untuk Keperawatan bagi Guru Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (Smk Pk) Dian Inayati; Dian Novita Dewi; Sugeng Susilo Adi; Iswahyuni Iswahyuni; Agus Gozali
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8211

Abstract

ABSTRAK Penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMK mengharuskan adanya penyajian bahan ajar yang kontekstual dan mendukung kebutuhan dunia kerja, termasuk di industri kesehatan. Namun, hal ini terkendala dengan minimnya bahan ajar yang relevan di bidang ini khususnya di Kompetensi Keahlian Keperawatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pengembangan bahan ajar bahasa Inggris untuk keperawatan bagi guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK). Selama tiga bulan, 16 guru Bahasa Inggris dari SMK PK di suatu kota besar di Jawa Timur terlibat dalam kegiatan pendampingan ini yang meliputi lima tahapan aktifitas antara lain tahapan diskusi kelompok terpumpun, pelatihan pengembangan bahan ajar, pengembangan bahan ajar, kompilasi bahan ajar, dan evaluasi program. Dari kegiatan pendampingan ini dihasilkan bahan ajar yang diklasifikasikan ke dalam delapan topik yang berkaitan dengan keperawatan. Bahan ajar berhasil dikembangkan berdasarkan silabus yang telah disusun sebelumnya, referensi pendukung, kolaborasi antar guru dalam setiap kelompok, dan pendampingan dari anggota tim Pengabdian kepada Masyarakat. Hasil evaluasi program juga menunjukkan adanya respon positif dari para peserta pendampingan. Bahan ajar ini diharapkan akan bermanfaat dan dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar oleh seluruh guru Bahasa Inggris dan siswa SMK Kompetensi Keahlian Keperawatan di seluruh Indonesia.   Kata Kunci: Pengembangan Bahan Ajar, Bahasa Inggris, SMK, Keperawatan  ABSTRACT The implementation of “Kurikulum Merdeka” (Indonesia’s national curriculum) on English subject at vocational schools calls for contextualized learning materials catering the needs in workplace settings, including health industries. However, limited English materials in this area particularly in Nursing Skill Competency seem to hinder its implementation. The current Community Service Program aimed to provide practical guidance for English subject teachers at vocational high schools-centre of excellence (SMK PK) in developing English materials for nursing. For three months, 16 English teachers in a city in East Java had been involved in this five-stage guidance activities comprising focused group discussion, material development training, material development practice, material compilation, and evaluation. This guidance activity resulted in developed English materials classified into eight nursing-related topics. The developed materials are the product of such integrated elements as the previously developed syllabus, supporting references, teacher teamwork/collaboration, and guidance from each member of the Community Service Team. The program evaluation also revealed positive responses from the participants. The developed English materials are expected to be fruitful and used as an alternative material by all English teachers and students of Nursing Skill Competency at vocational high schools throughout Indonesia.  Keywords: Material Development, English, Vocational School, Nursing
Edukasi Kesehatan mengenai Penyakit Asam Lambung (Gerd) pada Remaja di Kel. Sangkrah, Kota Surakarta Sunaryo Joko Waluyo; Siti Nur Solikah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8100

Abstract

 ABSTRAK Di Indonesia GERD (Gastroesofageal Reflux Disease) merupakan suatu penyakit yang jarang terdiagnosa oleh dokter karena jika belum muncul keluhan yang berat seperti refluks esofagitis dokter belum bisa mendiagnosa. Refluks gastroesofagus adalah isi lambung yang masuk ke dalam rongga esofagus dan terjadi secara intermiten yang dialami oleh seseorang, terutama setelah makan (Karina et al., 2016). Remaja sebagai salah satu golongan yang produktif dan enerjik, memiliki energi yang baik dalam menjalankan rutinitas dan aktifitas sehari-hari. Remaja yang  terlalu fokus pada aktivitasnya seperti sekolah, mengerjakan tugas-tugas sekolah menjadikan kurang memperhatikan pola asupan makanan (Syam et al., 2016). Memberikan edukasi tentang pencegahan dan cara mengatasi nyeri lambung pada penyakit peningkatan asam lambung / GERD pada remaja. Melalui pemberian penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Peserta memahami dengan baik tentang penyakit peningkatan asam lambung, penyebab dan cara mengontrolnya. Peserta juga telah memahami bahwa teknik relaksasi napas dalam dengan cara yang tepat akan membantu mengurangi rasa sakit saat terjadi kekambuhan. Kegiatan berjalan dengan lancar dan tercapainya tujuan kegiatan yaitu remaja sebagai generasi muda dengan kegiatan ini memiliki pengetahuan yang meningkat khususnya tentang cara pencegahan dan penanganan penyakit peningkatan asam lambung serta mampu mendemonstrasikan teknik relaksasi dengan napas dalam untuk penanganan nyeri saat terjadi peningkatan asam lambung. Kata Kunci: Edukasi, GERD, Remaja  ABSTRACT In Indonesia, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) is a disease that is rarely diagnosed by doctors because if there are no severe complaints such as reflux esophagitis, doctors cannot diagnose it. Gastroesophageal reflux is gastric contents that enter the esophageal cavity and occurs intermittently, especially after eating (Karina, 2016). Teenagers, as one of the most productive and energetic groups, have good energy in carrying out daily routines and activities. Adolescents who are too focused on their activities, such as school, doing school assignments, pay less attention to food intake patterns (Syam, A. F., 2016). To provide education about prevention and how to overcome gastric pain in acid reflux disease/GERD in adolescents. Through the provision of health education to the community. Participants had a good understanding of acid reflux disease, its causes, and how to control it. Participants also realized that using deep breathing relaxation techniques correctly can help reduce pain during relapse. The activity went smoothly and the goal of the activity was achieved; namely, teenagers as the younger generation with this activity had increased knowledge, especially about how to prevent and treat diseases of increasing stomach acid and were able to demonstrate relaxation techniques with deep breaths for pain management when there was an increase in stomach acid. Keywords : Education, GERD, Youth
Pelatihan Pertolongan Pertama Balut Bidai pada Siswa PMR di SMKN 2 Limboto Pipin Yunus; Haslinda Damansyah; Arifin Umar; Susanti Monoarfa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8058

Abstract

ABSTRAK Pertolongan pertama adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau para medik. Pemberian pertolongan harus secara cepat dan tepat dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di tempat kejadian. Balut bidai adalah tindakan memfiksasi /mengimobilisasi bagian tubuh yang mengalami cidera dengan menggunakan benda yang bersifat kaku maupun fleksibel sebagai fiksator/imobilisator. Penelitian dilakukan untuk lebih meningkatkan wawasan siswa PMR dalam pertolongan pertama balut bidai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode pre-test dan post-tes untuk menilai pengetahuan siswa PMR sebelum diberikan pelatihan dan sesudah diberikan pelatihan. Jumblah responden dalam pelatihan ini yaitu sebanyak 13 siswa. Analisis hasil yang digunakan uji paired t-test, pada penilaian pre-test didapatkan nilai mean 1,69 dengan nilai pada standar deviasi 480 dan nilai post-test didapatkan nilai mean 185 dengan nilai standar deviasi 376 sehingga nilai P-Value didapatkan 000 dengan ɑ <0,05, Ini menunjukan adanya perubahan yang signifikan terkait pengetahuan siswa sebelum dan sesudah pelatihan itu mengalami peningkatan dengan kisaran 0,16. Kata Kunci: Pelatihan Balut Bidai, Balut Bidai  ABSTRACT First aid is an effort to help and temporarily treat accident victims before getting more help from doctors or medics. Assistance must be provided quickly and accurately by using the facilities and infrastructure available at the scene. A splint is an act of fixing or immobilizing the injured body part by using a rigid or flexible object as a fixator or immobilizer. The study was conducted to further increase the insight of PMR students in first aid with splints. The method used in this research is to use the pre-test and post-test methods to assess the knowledge of PMR students before being given training and after being given training. The number of respondents in this training is 13 students. Analysis of the results used paired t-test, in the pre-test assessment obtained a mean value of 1.69 with a standard deviation of 480 and the post-test value obtained a mean value of 185 with a standard deviation of 376 so that the P-Value value was obtained 000 with <0 0.05, this indicates a significant change in the knowledge of students before and after the training has increased in the range of 0.16. Keywords: Splint Dressing Training, Splint Dressing
Manajemen Hipertensi menggunakan Pendekatan Kearifan Lokal di Desa Golowoi Kabupaten Manggarai, NTT Leonardus Tundung; Yoseph Jerin; Yeremias Defrian Nadun; Selviana Juju
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.7723

Abstract

ABSTRAK Hipertensi masih menjadi penyebab utama kematian pada masyarakat dunia dan masih menjadi tantangan pemerintah pusat maupun daerah di Indonesia dalam berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya mengetahui faktor resiko penyebab penyakit ini. Faktor resiko penyebab hipertensi adalah konsumsi kopi, merokok dan konsumsi alkohol, dimana ketiganya merupakan pola kebiasaan yang erat dengan masyakarat Manggarai. Sebagai kabupaten yang kental dengan upacara serta kebiasaan adat, kedukaan, perkumpulan, maka merokok dan konsumsi alkohol menjadi semakin sering dilakukan. Telah banyak upaya yang dilakukan tenaga Kesehatan salah satunya dengan memberikan Pendidikan Kesehatan, namun kasus hipertensi masih sangat tinggi, karena itu penyampaian informasi melalui pendekatan kearifan lokal dirasa lebih tepat untuk diterapkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat umum terkait manajemen hipertensi dengan menggunakan pendekatan kearifan lokal agar lebih mudah di pahami. Hasil kegiatan ini meningkatkan pengetahuan tentang manajemen hipertensi, dimana 100% peserta memahami tentang informasi yang disampaikan dan mereka menjadi lebih mengerti. Pemberian Pendidikan Kesehatan seperti ini masih terus perlu dilakukan dan menjadi program wajib yang dilakukan oleh tenaga Kesehatan di berbagai tingkat pelayanan. Kata Kunci: Hipertensi,  Manajemen Hipertensi, Pendidikan Kesehatan, Kearifan Lokal  ABSTRACT Hypertension is still the cause of death in the world community, and still a challenge for the central and local governments in Indonesia in trying to provide an understanding to the public about the importance of knowing the risk factors that cause this disease. Risk factors that cause hypertension are coffee consumption, smoking, and alcohol consumption, and all three habitual patterns are closely related to the Manggarai regency. In Manggarai Regency, which is thick with traditional ceremonies and customs, mourning, associations, smoking, and alcohol consumption are becoming more frequent. There have been many efforts made by health workers, one of which is by providing health education, none the less, hypertension is still very high, so the delivery of information through a local wisdom approach is considered more appropriate to be applied. This action is to provide an understanding to the general public regarding hypertension management using local culture to make it easier to understand. The results of this activity increased knowledge about hypertension management, where 100% of participants understood the information and became more understanding. The provision of health education like this still needs to be done and is a mandatory program carried out by health workers at various levels. Keywords: Hypertension, Hypertension Management, Health Education, Local Culture

Page 85 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue