cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pkm Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Desa Batu Jong Jong Yayuk Yuliana; Wan Dian Safina; Minda Sari Lubis; Slamet Indarjo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8529

Abstract

ABSTRAK Budidaya lebah madu adalah salah satu kegiatan usaha yang tidak berbasis lahan, sehingga tidak menjadi pesaing bagi usaha pertanian pada umumnya. Perlebahan berperan dalam optimalisasi sumber daya alam dan sumber daya ekonomi. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan peningkatan pendapatan dari budidaya Trigona Batu Katak. Pasca ditutupnya Ekowisata Batu Katak karena adanya pandemi COVID-19, budidaya lebah Trigona yang telah dilakukan di Dusun Batu Katak terbukti bisa membantu menopang perekonomian pembudidaya lebah jenis ini. Madu dari Trigona menjadi salah atau suplemen yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga permintaan pasar meningkat. Permasalahan dalam budidaya lebah Trigona Batu Katak adalah terkait jumlah produksi yang belum optimal. Masalah produksi meliputi keterbatasan peralatan yang dimiliki petani seperti belum memadainya alat pemanen madu. Masalah selanjutnya adalah adanya  serangan hama beruang dan monyet yang merusak stup-stup madu sehingga kapasitas produksi menurun. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah penyuluhan atau edukasi, pelatihan implementasi teknologi dari tim Pengabdian Kepada Masyarakat. Hasil dari Kegiatan pengabidan kepada masyarakat ini telah meningkatkan iptek mitra Kelompok Budidaya Trigona Batu Katak.Terdapat  Peningkatan pendapatan dari hasil panen madu setelah implementasi teknologi tepat guna dalam budidaya Trigona.  Kata Kunci: Teknologi, Perekonomian, Kesejahteraan  ABSTRACT Honey bee cultivation is a business activity that is not based on land, so it does not become a competitor for agricultural businesses in general. Beekeeping plays a role in optimizing natural resources and economic resources. Community service aims to improve people's welfare by increasing income from cultivating Trigona Batu Katak. After the closure of the Batu Katak Ecotourism due to the COVID-19 pandemic, Trigona beekeeping which has been carried out in Batu Katak Hamlet has proven to be able to help support the economy of this type of bee cultivator. Honey from Trigona is either a supplement or a supplement that can increase the body's resistance so that market demand increases. The problem in Trigona beekeeping in Batu Katak is related to the amount of production that has not been optimal. Production problems include limited equipment owned by farmers such as inadequate honey harvesting tools. The next problem is the attacks by bears and monkeys which damage the honey stup so that production capacity decreases. The method used in this activity is counseling or education, technology implementation training from the Community Service team. The results of this community service activity have increased the science and technology of the partners of the Trigona Batu Katak Cultivation Group. There has been an increase in income from honey harvest after implementing appropriate technology in Trigona cultivation. Keywords: Technology, Economy, Welfare
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Penanaman dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Antidiabetik Cecilya Kustanti; Linda Widyarani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9005

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya. Penatalaksanaan DM dengan mengkombinasikan obat sesuai petunjuk dokter dan tanaman obat dapat menjadi alternatif antidiabetik bagi penderita DM. Tanaman obat yang dapat digunakan sebagai antidiabetik adalah daun salam (syzygium polyanthum). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan tingkat pengetahuan mitra tentang penanaman dan pemanfaatan TOGA sebagai antidiabetik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan melalui media poster/flyer, dengan program-program yaitu a) program edukasi kesehatan tentang penyakit DM dan tatalaksananya, b) program pembentukan Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (ASMAN TOGA) penyakit DM, dan c) program pemberdayaan mitra melalui program pelatihan Cek Kadar Gula Darah Sendiri (CERDAS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan yaitu a) program edukasi kesehatan tentang penyakit DM dan tatalaksananya, skor pretest adalah 67,22±8,90 dan skor posttest adalah 78,57±3,45, b) program pembentukan Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (ASMAN TOGA) penyakit DM, skor pretest adalah 52,34±3,39 dan skor posttest adalah 82,32±2,37, c) program pemberdayaan mitra melalui program pelatihan Cek Kadar Gula Darah Sendiri (CERDAS), skor pretest kemampuan kognitif adalah 25,57±5,77 dan skor posttest kemampuan kognitif adalah 72,34±5,47 sedangkan skor pretest kemampuan ketrampilan/skill adalah 25,89±5,89 dan skor posttest kemampuan ketrampilan/skill adalah 72,44±4,57. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang penanaman dan pemanfaatan TOGA sebagai antidiabetik dengan kombinasi obat sesuai petunjuk dokter perlu digalakkan secara optimal di masyarakat. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, TOGA, Antidiabetik, Daun Salam   ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is regarded as a silent killer because it often goes undetected until it has caused serious health problems. Management of DM using medicinal plants in combination with antidiabetic agents for glycemic control  and related beneficial effects in managing diabetes are. The use of medicinal plants that can be used as an alternative treatment for DM is an Indonesian bay leaf (syzygium polyanthum) containing antidiabetic. Indonesian bay leaf (syzygium polyanthum) has potential as an antidiabetic drug for patients with DM. The  purpose  of  this  activity  is  to  improve  understanding of families about planting and utilization of Indonesian bay leaf (syzygium polyanthum) as medicinal plants for management of DM. The methods used in this activity are providing health education through poster/flyer, with program : a) health education program about DM, b) program of planting and utilization of Indonesian bay leaf (syzygium polyanthum) as medicinal plants for management of DM, and c) program of self-monitoring blood glucose training. This activity showed that with program : a) health education program about DM, the average knowledge score an increase, from 67,22±8,90 to 78,57±3,45, b) program of planting and utilization of Indonesian bay leaf (syzygium polyanthum) as medicinal plants for management of DM, the average knowledge score an increase, from 52,34±3,39 to 82,32±2,37, and c) program of self-monitoring blood glucose training, the average skills score an increase, from 25,57±5,77 to 72,44±4,57. Management of DM using an Indonesian bay leaf (syzygium polyanthum) in combination with antidiabetic agents for glycemic control  and related beneficial effects in managing diabetes are. Keyword : Diabetes Mellitus, Family Medicinal Plants (FMP), Antidiabetic, Bay Leaf
Pelatihan Pemanfaatan Propolis dalam Menjaga Kesehatan Gigi pada Warga Lansia Rt 001/011 Pamulang Caroline Caroline; Esa Bella; Tri Erri Astoeti; Abdul Gani Soulisa; Yenny Pragustine; Deviyanti Pratiwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8877

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan masyarakat yang berusia 60 tahun atau lebih dan pada umumnya telah memiliki masalah Kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan dan kesadaran serta pemahaman yang kurang terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta kekhawatiran dalam menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan telah berpengaruh terhadap kesehatan lansia. Propolis merupakan bahan alam yang berperan sebagai antibakteri dan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesehatan gigi. Pemanfaatan propolis dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, khususnya pada lansia diharapkan dapat berperan sebagai alternatif untuk menghindari efek samping dari penggunaan obat-obatan yang mengandung bahan kimiawi. Pelatihan ini diharapkan mampu mengubah pemahaman dan menumbuhkan perubahan perilaku dalam pemanfaatan bahan alam khususnya propolis dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan  ini  dilakukan  secara langsung  tatap  muka  dengan  tetap memperhatikan  protokol  kesehatan.  Penyampaian materi dilakukan dengan metode aktif dua arah dan diperagakan langsung terhadap penggunaan propolis dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta kemampuan  peserta  dalam  memperagakan secara langsung  hasil pemaparan dan pelatihan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta pemahaman mengenai propolis dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan tingkat keberhasilan yang baik karena pemilihan materi dan metode pelaksanaan yang sesuai dengan permintaan warga lansia RT 001/011 Pamulang, Tangerang Selatan. Kata Kunci: Lansia, Propolis, Kesehatan Gigi dan Mulut, Bahan Alam  ABSTRACT Elderly are people aged 60 years or more and generally have health problems, especially dental and oral health. Knowledge and awareness and lack of understanding of the importance of maintaining healthy teeth and mouth and worries about using or consuming drugs have affected the health of the elderly. Propolis is a natural ingredient that acts as an antibacterial and can be used to treat dental health problems. The use of propolis in maintaining dental and oral health, especially in the elderly, is expected to serve as an alternative to avoid side effects from the use of drugs containing chemicals. This training is expected to be able to change understanding and foster changes in behavior in the use of natural materials, especially propolis in maintaining healthy teeth and mouth. This activity is carried out face-to-face while still observing health protocols. Submission of material is carried out using a two-way active method and demonstrated directly on the use of propolis in dental and oral health care. This activity shows an increase in the knowledge and ability of participants in demonstrating directly the results of exposure and training. This community service activity shows an increase in knowledge and understanding of propolis in maintaining healthy teeth and mouth. This activity can be carried out with a good level of success because the selection of materials and implementation methods is in accordance with the requests of elderly residents of RT 001/011 Pamulang, South Tangerang. Keywords: Elderly, Propolis, Oral Health, Natural Ingredients
Analisis Asuhan Keperawatan Jiwa dengan Resiko Perilaku Kekerasan melalui Intervensi Latihan Fisik 2: Terapi Pukul Bantal pada Nn A dan Nn D di Pandeglang Banten Nur Fajariyah; Dian Ayu Tresna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8893

Abstract

ABSTRAK Resiko Perilaku Kekerasan adalah suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis. Perilaku kekerasan terjadi karena adanya hasil akumulasi frustasi yang berulang dan dikarenakan keinginan individu yang tidak tercapai atau bahkan gagal, sehingga individu berperilaku agresif (Suerni & Livana, 2019). Menurut data dari Departemen kesehatan RI (2018), jumlah penderita skizofrenia tahun 2017 yang melakukan perilaku kekerasan adalah sebanyak 80% dari 2,5 juta jiwa penderita skizofrenia. Menganalisis asuhan keperawatan melalui intervensi terapi pukul bantal pada Nn. A dan Nn. D dengan diagnosa medis Resiko Perilaku Kekerasan di Pandeglang Banten. Tindakan keperawatan pada Nn. A pada tanggal 20-23 Desember 2022, dan pada Nn. D pada tanggal 24 - 27 Desember 2022. Implementasi pada masalah keperawatan utama Resiko Perilaku Kekerasan yaitu dengan terapi pukul bantal untuk mendemonstrasikan perasaannya agar tidak melukai dirinya, keluarga dan lingkungan. Hasil evaluasi tindakan keperawatan yang dilakukan selama tiga hari terbukti bahwa terapi pukul bantal dapat mengalihkan dan membuat tenang klien karena sapat meluapkan emosinya melalui terapi pukul bantal tersebut, Nn. A menjadi lebih lega dan menghindari mencelakai dirinya, dan Nn. D menjdi lebih tenang dan ketakutannya berkurang. Setelah dilakukan praktek profesi di Pandeglang Banten dengan melakukan tindakan keperawatan pada klien dengan diagnosa resiko perilaku kekerasan : Masalah utama pada klien yaitu resiko perilakun kekerasan dengan memberikan terapi pukul bantal sebagai salah satu cara klien mendemonstrasikan perasaannya agar tidak melukai dirinya, keluarga dan lingkungan. Diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan mengenai asuhan keperawatan dan dapat menerapkan terapi pukul bantal sebagai tempat melampiaskan emosi agar tidak merugikan diri sendiri. Kata Kunci: Resiko, Perilaku kekerasan, Terapi Pukul Bantal  ABSTRACT Risk of Violent Behavior is a form of behavior that aims to injure someone physically or psychologically. Violent behavior occurs due to repeated accumulation of frustration and due to individual desires that are not achieved or even fail, so that individuals behave aggressively (Suerni & Livana, 2019). According to data from the Indonesian Ministry of Health (2018), the number of people with schizophrenia in 2017 who committed violent behavior was as much as 80% of the 2.5 million people with schizophrenia. Analyzing nursing care through pillow hitting therapy intervention on Ms. A and Ms. D with a medical diagnosis of Risk for Violent Behavior in Pandeglang, Banten. Nursing action on Ms. A was on December 20-23, 2022, and on Ms. D on December 24 - 27 2022. Implementation of the main nursing problems Risk of Violent Behavior, was by hitting pillow therapy to demonstrate his feelings so as not to hurt himself, his family and the environment. The results of the evaluation of nursing actions carried out for three days proved that pillow hitting therapy can distract and calm clients because they can express their emotions through pillow hitting therapy, Ms. A becomes more relieved and avoids harming himself, and Ms. D became calmer and less afraid. After professional practice at Pandeglang Banten by carrying out nursing actions on clients with a risk diagnosis of violent behavior: The main problem for clients is the risk of violent behavior by giving pillow hitting therapy as a way for clients to demonstrate their feelings so as not to injure themselves, their families and the environment. It is hoped that it can develop knowledge about nursing care and can apply pillow hitting therapy as a place to vent emotions so as not to harm oneself. Keywords: Risks, Violent Behavior, Applications, Therapy Pillow Hitting
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Berbahan Minyak Kelapa Produk Lokal Di Desa Utaurano Kec. Tabukan Utara, Kab. Kepulauan Sangihe Elisabeth Natalia Barung; Elvie Rifke Rindengan; Djois Sugiaty Rintjap; Donald Emilio Kalonio
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8518

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Desa Utaurano menghasilkan produk usaha mikro berupa minyak kelapa. Proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional menghasilkan produk sampingan berupa ampas kelapa dengan nilai ekonomis rendah. Oleh karena itu perlu upaya untuk memanfaatkan sumber daya lokal. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahun dan keterampilan masyarakat dalam menfaatkan sumber daya lokal untuk pembuatan sabun berbahan minyak dan ampas kelapa serta tata cara perijinan produksi dan pemasaran kosmetik produk usaha mikro. Solusi pemecahan permasalahan yang ditawarkan adalah participatory approach dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Indikator target capaian dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta tersedianya produk sabun homemade. Hasil kegiatan ini bahwa melalui kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahun dan keterampilan masyarakat Desa Utaurano dalam menfaatkan sumber daya lokal untuk pembuatan sabun berbahan minyak dan ampas kelapa serta tata cara perijinan produksi dan pemasaran kosmetik produk usaha mikro. Kata Kunci: Sabun Dari Minyak dan Ampas Kelapa, Pelatihan, Sumber Daya Lokal, Desa Utaurano  ABSTRACT The Utaurano Village community produced coconut oil from micro-enterprise products. Coconut oil which was produced traditionally produces a by-product of coconut dregs with low economic value. Therefore it was necessary to make efforts to utilize local resources. This community service activity was aimed to increase the knowledge and skills of the community in utilizing local resources for the production of handmade soap made from oil and coconut dregs as well as procedures for licensing and marketing of cosmetics for micro-enterprise products. The problem-solving offered was a participatory approach with counselling and training methods. The target achievement indicators for this activity were increased community knowledge and skills as well as the availability of homemade soap products. The results of this activity are that through training, the knowledge and skills of the people of Utaurano Village could be increased in utilizing local resources for the production of soap made from oil and coconut dregs as well as procedures for license and marketing of cosmetics for micro-enterprise products   Keywords: Soap From Coconut Oil and Coconut Dregs, Training, Local Resources, Utaurano Village
Penyuluhan tentang Skrining Pranikah pada Wanita Usia Subur di UPTD Puskesmas Kuta Selatan Ni Kadek Neza Dwiyanti; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9123

Abstract

ABSTRAK Skrining pra nikah merupakan beberapa kelompok tes yang dirancang untuk  mengidentifikasi  adanya  masalah  kesehatan saat ini atau masalah kesehatan yang akan muncul di kemudian hari saat pasangan hamil dan  memiliki  anak. Skrining pranikah dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan terlebih dahulu, dimana diselipkan informasi dan praktik kesehatan (Hasan, 2009).Penyebab utama kematian ibu adalah hipertensi dalam kehamilan,gangguan sistem peredaran darah, perdarahan dan lainnya. Penyebab tersebut dapat diminimalisir sebelum terjadinya kehamilan seperti meningkatkan  pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku ibu untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat (Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 2020). Wanita Usia Subur (WUS) memahami dan melaksanakan skrining pranikah di fasilitas kesehatan terdekat sebelum terjadinya pernikahan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan memberikan penyuluhan tentang skrining pranikah pada WUS dengan memberikan kuesioner pre dan post tes (Profil UPT Puskesmas Kuta Selatan, 2021). Hasil Uji T Pre dan Post Test Skrining Pranikah didapatkan bahwa ada peningkatan yang signifikan antara hasil pre test dan post test, hal ini dapat dilihat dari nilai Sig. (2-tailed) 0.000 <0.05 sehingga terdapat perbedaan skor point yang berarti antara pre dan post. Hasil lain yang dapat dilihat dari tabel di atas adalah terdapat peningkatan yang signifikan antara nilai sebelum diberikan penyuluhan (pre test) dan sesudah mendapatkan penyuluhan (post test) dimana dapat dilihat  nilai lower pada pre test adalah 41.82 dan upper 49.22. Sedangkan pada post test, nilai lower 76.64 dan upper 82.08. Peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang skrining pranikah sebanyak 25 orang dengan Pemberian penyuluhan skrining pranikah diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan minat wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan atau skrining pranikah. Saran dari kegiatan penyuluhan skrining pranikah ini hendaknya dilanjutkan kedepannya dengan sasaran seluruh WUS  yang ada di Indonesia atau khususnya di Bali sehingga informasi tentang skrining atau pemeriksaan sebelum menikah dapat diketahui secara merata oleh masyarakat khususnya para wanita usia subur. Kata Kunci: Penyuluhan, Pengetahuan, Skrining Pranikah, WUS     ABSTRACT Premarital screening is a group of tests designed to identify current health problems or health problems that will arise in the future when a couple is pregnant and has children. Premarital screening can be done by providing health education first, where health information and practices are inserted (Hasan, 2009). The main causes of maternal death are hypertension in pregnancy, circulatory system disorders, bleeding and others. These causes can be minimized before the onset of pregnancy such as increasing knowledge, changing attitudes and behaviors of mothers to prepare for a healthy pregnancy (Bali Provincial Health Office, 2020). Women of Childbearing Age (WUS) understand and carry out premarital screening at the nearest health facility before the onset of marriage. Method: The method of implementing this community service activity is by providing counseling on premarital screening at WUS by providing pre- and post-test questionnaires (Profile of UPT Puskesmas Kuta Selatan, 2021). Pre Screening T Test and Post Test Results Premarital Screening found that there was a significant improvement between the pre test and post test results, this can be seen from the Sig. (2-tailed) 0.000 <0.05 so there is a significant difference in point scores between pre and post. Another result that can be seen from the table above is that there is a significant increase between the value before being given counseling (pre test) and after getting counseling (post test) where it can be seen that the lower value in the pre test is 41.82 and upper 49.22. While in the post test, the lower values are 76.64 and the upper is 82.08. Participants who took part in community service activities on premarital screening as many as 25 people with the provision of premarital screening counseling are expected to be able to increase the knowledge and interest of women of childbearing age to conduct premarital examinations or screenings. Suggestions from this premarital screening counseling activity should be continued in the future with the target of all WUS in Indonesia or especially in Bali so that information about screening or examination before marriage can be known equally by the public, especially women of childbearing age. Keywords: Counseling, Knowledge, Premarital Screening, WUS
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Manajemen Hipovolemia pada Pasien An. A dan An. R dengan Dengue Hemoragic Fever di RS Marinir Cilandak Maulidiya Fadila; Diah Argarini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8950

Abstract

ABSTRAK  Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Di Indonesia DHF lebih banyak terjadi pada anak. Anak dengan DHF dapat mengalami kekurangan cairan atau hipovolemia dalam tubuhnya. Hipovolemia terjadi akibat terinfeksinya tubuh oleh virus dengue yang menyebabkan virus membentuk kompleks virus antibody, kemudian terjadi peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah, sehingga membuat kebocoran plasma ke extravaskuler, dan penurunan cairan pada intravascular. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Manajemen Hipovolemia Pada anak A dan anak R dengan masalah keperawatan Hipovolemia. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif, sampel yang diambil sebanyak 2 orang pasien dengan memberikan tindakan keperawatan Manajemen Hipovolemia. Tindakan keperawatan dilakukan mulai tanggal 6 – 8 Desember 2022 pada pasien An. A dan An. R di Ruang Rawat Inap Anak Rumah Sakit Marinir Cilandak. Hasil dalam penelitian ini, tindakan keperawatan Manajemen Hipovolemia yang diberikan kepada pasien An. A dan An. R di RS Marinir Cilandak, terjadi perubahan kondisi yang sangat baik. Pada hari ketiga didapatkan Masalah Keperawatan Hipovolemia telah teratasi pada kedua pasien, dimana hal tersebut di dukung dengan data bahwa sudah tidak ada tanda dan gejala Hipovolemia pada An. A dan An. R yaitu, keluhan lemas sudah tidak ada, wajah pasien tampak lebih segar, nadi teraba kuat, turgor kulit meningkat, membrane mukosa membaik, tekanan darah dan frekuensi nadi membaik, asupan cairan pasien memenuhi kebutuhan cairan harian pasien, dan hasil balance cairan , menunjukkan status cairan pasien tercukupi. Melakukan intervensi Manajemen Hipovolemia selama 3 x 24 jam memiliki hasil yang efektif untuk mengatasi masalah Hipovolemia pada anak dengan diagnosa medis DHF. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebuah motivasi perawat ruang rawat inap anak dengan DHF untuk menerapkan manajemen hipovolemia pada anak, serta menjadi pengetahuan bagi keluarga pasien agar dapat memantau cairan pada anak yang sedang mengalami penyakit DHF.  Kata Kunci:Dengue Hermorrhagic Fever, Hipovolemia, Manajemen Hipovolemia    ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus. In Indonesia DHF is more common in children. Children with DHF can experience a lack of fluids or hypovolemia in their bodies. Hypovolemia occurs due to infection of the body by the dengue virus which causes the virus to form virus antibody complexes, then there is an increase in the permeability of the blood vessel walls, thus causing plasma leakage to the extravascular, and a decrease in intravascular fluid. Purpose of this research is to analyze nursing care through hypovolemia management interventions in children A and children R with hypovolemia nursing problems. This case study uses a descriptive method, sampels taken as many as 2 patients by carrying out Hypovolemia Management. Nursing actions were carried out from 6 – 8 December 2022 for patient chidren. A and children. R at the Pediatric Inpatient Room of Cilandak Marine Hospital. Hypovolemia Management nursing actions was given to patients children.A and children. R at the Cilandak Marine Hospital, there was a very good change in conditions. On the third day, it was found that the Hypovolemia Nursing Problem had been resolved in both patients, which was supported by data that there were no signs and symptoms of Hypovolemi such as complaints of weakness are gone, the patient's face looks fresher, the pulse feels strong, skin turgor increases, mucous membranes improve, blood pressure and pulse rate improved, the patient's fluid intake meets the patient's daily fluid needs, and the results of fluid balance, indicate status the patient's fluids are sufficient. Conducting Hypovolemia Management interventions for 3 x 24 hours has effective results in overcoming the problem of Hypovolemia in children with a medical diagnosis of DHF. It is hoped that the results of this study can be used as a motivation for nurses in pediatric inpatient rooms with DHF to implement hypovolemia management in children, as well as become knowledge for patient families so they can monitor fluids in children who are experiencing DHF.  Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Hypovolemia, Management of Hypovolemia
Penyuluhan tentang Kesehatan Jiwa Remaja di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Kelurahan Lebakjaya Kecamatan Karangpawitan Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Indra Maulana; Sukma Senjaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9479

Abstract

ABSTRAK  Kesehatan jiwa menurut WHO (World Health Organization) adalah ketika seseorang tersebut merasa sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup serta dapat menerima orang lain sebagaimana seharusnya serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.Kesehatan jiwa sangat penting untuk menunjang produktivitas dan kualitas kesehatan fisik. Gangguan mental atau kejiwaan bisa dialami oleh siapa saja, baik usia muda maupun lanjut usia. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa pondok pesantren tentang kesehatan  tentang kesehatan jiwa. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan  untuk mencegah terjadinya gangguan mental di Kelurahan Lebakjaya  Kecamatan Karangpawitan .  Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan Kesehatan mental yang dilakukan pada usia remaja. Sebelum pelaksanaan penyuluhan diberikan pre test terlebih dahulu untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang kesehatan jiwa, setelah itu pemberian materi dan tanya jawab, serta diakhiri dengan pemberian post test untuk menilai keberhasilan dari penyuluhan ini. Dalam pengabdian ini hasil yang dicapai ada perubahan pengetahuan tentang Kesehatan jiwa dibuktikan dengan hasil pre dan post tests ada peningkatan. Kata Kunci: Jiwa,  Kesehatan, Penyuluhan, remaja  ABSTRACT Mental health according to WHO (World Health Organization) is when a person feels healthy and happy, is able to face life's challenges and can accept others as they should and has a positive attitude towards themselves and others.Mental health is very important to support the productivity and quality of physical health. Anyone can experience mental or psychiatric disorders, both young and old. The purpose of this activity is to find out the knowledge possessed by Islamic boarding school students about mental health. The implementation of this community service aims to prevent mental disorders in the Lebakjaya Village, Karangpawitan District. The method used in this activity is mental health counseling which is carried out at the age of adolescents,. Prior to the implementation of the counseling, a pre-test was given to find out how far the community's knowledge of mental health was, after that the material was given and questions and answers were given, and ended with the giving of a post-test to assess the success of this counseling. In this service, the results achieved are changes in knowledge about mental health, as evidenced by the results of the pre and post tests, there is an increase. Keywords: Soul, Health,  Counseling, teenager
Program Penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Lokasi Pengungsian Korban Gempa Bumi Cianjur Febriana Astuti; Delfi Iskardyani; Kurnia Ageng Miracle Gumilang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9358

Abstract

ABSTRAK Di Ciajur tepatnya pada tanggal 21 November 2022 terjadi gempa bumi yang menimbulkan adanya keusakan fasilitas umum maupun rumah tinggal warga yang pada akhirnya menuntut warga untuk tinggal di tenda pengungsian. Kondisi tenda darurat, kesulitan air bersih dan fasilitas MCK yang terbatas berpotensi mengakibatkan munculnya beberapa permasalahan kesehatan seperti alergi dan gatal-gatal. Kegiatan penyuluhan tentang PHBS di lokasi pengungsian dilaksanakan untuk memberikan edukasi sebagai bentuk pencegahan terserang penyakit. Penyuluhan dilaksanakan dengan mendatangi langsung tenda pengungsian, ceramah dengan bantuan media leaflet. Penyuluhan yang telah dilaksanakan memberikan informasi tentang 5 poin penting tentang PHBS di lokasi darurat sesuai dengan Pedoman Promosi Kesehatan pada Situasi Darurat dari Kementrian Kesehatan. Lima poin penting tersebut antara lain tentang pemberian ASI, bijak menggunakan air bersih, buang air kecil atau besar, serta membuang sampah pada tempatnya dan demonstrasi cara mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Penyuluhan yang dilakukan mampu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pengungsi akan pentingnya menerapkan PHBS di lokasi pengungsian supaya mengindari beragam penyakit baik yang tidak menular hingga menular. Kata Kunci: Gempa Bumi, Pengungsian, PHBS  ABSTRACT In Ciajur, on November 21, 2022, there was an earthquake that caused damage to public facilities and residents' homes which, in the end, required residents to live in evacuation tents. The condition of emergency tents, the difficulty of clean water, and limited toilet facilities can cause several health problems, such as allergies and itching.  Counseling activities about PHBS in evacuation sites are carried out to provide education as a form of disease prevention.  Counseling was carried out by visiting the evacuation tents directly and lectures with the help of leaflets.  The counseling that has been carried out provides information about 5 crucial points about PHBS in emergency locations according to the Guidelines for Health Promotion in Emergency Situations from the Ministry of Health. The five essential points include breastfeeding, demonstrating how to urinate or defecate wisely, using clean water wisely and disposing of trash in its place, and washing hands with soap.  The counseling conducted increased the awareness and knowledge of refugees about the importance of implementing PHBS in evacuation sites to avoid various diseases, both non-communicable and contagious. Keywords: Earthquake, Evacuation Site, PHBS
Aplikasi Bank Sampah Berbasis Android untuk Mengoptimalkan Pengelolaan Sampah di Desa Sumbersuko Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Bagus Dwi Cahyono; Evy Aristawati; Nurul Huda; Supangat Supangat; Lantin Sulistyorini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8367

Abstract

ABSTRAK Sampah yang dibuang sembarangan menjadi sumber penularan berbagai penyakit, sementara itu persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir belum dapat dikatakan berjalan dengan optimal. Karenanya diperlukan pengelolaan sampah yang baik melalui bank sampah yang sesuai dengan Permen LHK 14 tahun 2021. Sejak tahun 2019 saat disosialisaikan satu desa satu bank sampah oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan, telah terbentuk bank sampah di Desa Sumbersuko, namun terkendala COVID-19 sehingga belum bisa berfungsi dan beroperasional. Pengabdian ini bertujuan untuk implementasi MBKM di Universitas Jember dan solusi dalam mengatasi permasalahan mitra adalah dengan re-aktifasi bank sampah dan penggunaan teknologi digital melalui aplikasi bank sampah berbasis android. Metode pelaksanaan pengabdian ini adalah melalui ceramah (brain storming), tanya jawab dan diskusi, simulasi dan evaluasi serta tindak lanjut. Setelah melalui kesepakatan bersama antara Kepala Desa beserta perangkat desa dan tokoh masyarakat Desa Sumbersuko Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, kepengurusan bank sampah telah diaktifkan kembali dan setelah dilakukan sosialisasi penggunaan aplikasi bank sampah berbasis android, pengurus dan masyarakat dapat mengoperasikan aplikasi bank sampah tersebut. Aplikasi pengelolaan bank sampah berbasis android ini cocok dipakai dalam pengelolaan sampah di Desa Sumbersuko Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, masyarakat antusias menyambut aplikasi bank sampah digital ini.Tindak lanjut dari pengabdian ini adalah meneliti kembali tentang kemudahan penggunaan dan kepuasan terhadap produk digital bank sampah.  Kata Kunci: Bank Sampah, Digitalisasi, Aplikasi, Android  ABSTRACT Garbage that is disposed of carelessly is a source of transmission of various diseases. Meanwhile, the issue of waste management from upstream to downstream cannot be said to be running optimally. Therefore, good waste management is needed through a waste bank by Permen LHK 14 of 2021. Since 2019, when the Pasuruan Regency Government socialized one village and one waste bank, a waste bank has been formed in Sumbersuko Village. Still, due to COVID-19 constraints, it cannot function and be operational. This service aims to implement MBKM at the University of Jember, and the solution to overcome partner problems is to re-activate waste banks and use digital technology through an android-based waste bank application. The method of implementing this service is through lectures (brainstorming), question and answer and discussion, simulation and evaluation, as well as follow-up. After going through a mutual agreement between the Village Head and village officials and community leaders in Sumbersuko Village, Purwosari District, Pasuruan Regency, the management of the waste bank has been reactivated, and after socializing the use of the Android-based waste bank application, administrators and the community can operate the waste bank application. This android-based waste bank application is suitable for waste management in Sumbersuko Village, Purwosari District, Pasuruan Regency. The community is enthusiastic about welcoming this digital waste bank application. The follow-up of this service is to re-examine the ease of use and satisfaction with digital waste bank products Keywords: Waste Bank, Digitization, Application, Android

Page 98 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue