cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Promosi Kesehatan Mengenai Pengelolaan Sampah di Rw 13 Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut Umar Sumarna; Udin Rosidin; Nina Sumarni; Iwan Shalahuddin; Rohmahalia M Noor; Anggi Putri Ariyani; Nida Luthfiyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9024

Abstract

ABSTRAK Saat ini persoalan sampah menjadi persoalan masyarakat dunia. Di Indonesia juga sampah merupakan masalah yang cukup serius berhubungan dengan jumlah penduduk yang banyak akan menimbulkan timbunan sampah yang banyak juga. Bermunculannya industri disertai teknologi yang semakin canggih di Indonesia juga dapat merusak lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah berkaitan dengan jumlah sampah tersebut berikut dengan segala karakteristiknya. Sementara cara mengelola sampah di Indonesia masih belum sesuai dengan cara mengelola sampah yang benar dengan mengingat dampaknya pada kesehatan lingkungan. Sistem pengelolaan sampah yang tergolong maju di Indonesia adalah Provinsi Jawa Barat, dimana setiap elemen terkait baik pemerintah maupun masyarakat dilibatkan dalam menangani persoalan sampah. Namun di Garut, salah satu kabupaten di Jawa Barat, terutama di RW 13 Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota, sistem pengelolaan sampahnya yang belum sesuai dengan undang-undang. Tenyata masalahnya adalah rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat di area tersebut tentang cara mengelola sampah yang berwawasan lingkungan. Kondisi tersebut berimbas pada perilakunya dalam menangani persoalan sampah tersebut. Berdasarkan hal itu, Tim PPM bertujuan meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat RW 13 Kelurahan Sukamentri mengenai cara mengelola sampah yang berwawasan lingkungan, dilanjutkan dengan mendampingi masyarakat melaksanakan perbaikan kesehatan lingkungan di area tersebut. Untuk menangani hal tersebut, metode yang dilakukan adalah penyuluhan berupa pendidikan kesehatan tentang pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Setelah dilakukan penyuluhan, didapatkan hasil pretes sebesar 43,28 dan postes sebesar 59,38. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang cara mengelola sampah yang berwawasan lingkungan sebesar 16,10 angka. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Perilaku, Kesehatan Lingkungan, Pengelolaan Sampah    ABSTRACT Currently the problem of waste is a problem for the world community. In Indonesia, waste is also a serious problem, related with a large population will also cause a lot of landfills. The emergence of industries accompanied by increasingly sophisticated technology in Indonesia can also damage the environment caused by waste related to the amount of waste along with all its characteristics. Meanwhile, the way to manage waste in Indonesia is still not in accordance with the correct way in managing waste by considering the impact on environmental health. The waste management system that is classified as advanced in Indonesia is West Java Province, where each related elements to both the government and the community are involved in dealing with waste problems. However, in Garut, a regency in West Java, especially in 13th Hamlet, Sukamentri Village, Garut Kota District, the waste management system is not in accordance with the law. In fact the problem is the low level of people knowledge in the area about how to manage waste in an environmentally sound manner. This condition has an impact on his behavior in dealing with the waste problem. Based on this, the PPM Team aims to increase the knowledge level of the 13th Hamlet Sukamentri Village community regarding how to manage waste in an environmentally sound manner, followed by accompany the community in carrying out environmental health improvements in the area. To deal with this, the method used is counseling in the form of health education about environmentally sound waste management. After counseling, the pretest results were 43.28 and the posttest was 59.38. There was an increase in the knowledge level of the counseling participants about how to manage waste in an environmentally sound manner by 16.10 points. Keywords:  Knowledge Level, Behavior, Environmental Health, Waste Management
Pemberdayaan Kader PKK dalam Pengenalan dan Pembuatan Minuman Sirup Kombinasi Bunga Telang dan Rempah di Kelurahan Kauman Kota Malang Luluk Anisyah; Ani Riani Hasna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8928

Abstract

ABSTRAK  Zat  yang  dinilai  dapat memberi banyak manfaat dalam tubuh yaitu zat antioksidan. Antioksidan berdasarkan sumbernya dibagi menjadi dua yaitu antioksidan sintetik  dan antioksidan alami. Salah satu zat yang berpotensi sebagai antioksidan alami, yaitu antosianin mempunyai manfaat pada tubuh dalam berbagai penyakit degenerative  (anti-hipertensi, penyakit jantung coroner, mencegah adanya gangguan fungsi hati, kanker). Upaya untuk mencegah  terjadinya  penyakit  yaitu dengan memanfaatkan bunga telang sebagai obat   tradisional. Penggunaan bunga telang saat ini masih terbatas sehingga perlu adanya pengolahan modifikasi bunga telang guna memperoleh zat gizi yang seimbang, yaitu dengan menjadikan bunga telang sebagai bahan dasar pembuatan sirup yang dikombinasi dengan bahan rempah. Sediaan sirup tersebut selain memberikan warna yang menarik juga rasa, aroma, dan khasiat yang baik pula juga dapat menjaga imunitas tubuh. Pemberdayaan kader PKK dengan jumlah 23 orang di Kelurahan Kauman Kota Malang dalam pemanfaatan pembuatan sirup kombinasi bunga telang dan rempah sebagai minuman di masa New normal melalui pemberian edukasi dan pelatihan pembuatan sediaan secara tatap muka sehingga imunitas kesehatan dapat terjaga. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kepada kader PKK meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sediaan minuman kombinasi tersebut; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi kesehatan dan evaluasi persepsi terkait manfaat, cara penyajian, cara pembuatan; Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner Pre-Post Test terhadap tingkat pengetahuan terkait manfaat dan khasiat dari 71,74% menjadi 92,75% dan terhadap peningkatan keterampilannya rata-rata awal 78,98% dan rata-rata setelah dilakukan pelatihan adalah 92,03%. Kesimpulan untuk peningkatan tingkat pengetahuan terkait manfaat dan khasiat minuman kombinasi bunga telang dan rempah sebesar 29,28% dan evaluasi persepsi keterampilannya kepada para kader PKK sebesar 16,52%, sehingga dapat dikatakan telah tercapai. Kata Kunci: Sirup, Antioksidan, Rempah-rempah, Bunga Telang       ABSTRACT Substances that are considered to provide many benefits in the body are antioxidants. Antioxidants based on their sources are divided into two, namely synthetic antioxidants and natural antioxidants. One substance that has the potential as a natural antioxidant, namely anthocyanin, has benefits for the body in various degenerative diseases (anti-hypertension, coronary heart disease, preventing impaired liver function, cancer). Efforts to prevent the occurrence of disease is by utilizing the butterfly pea flower as a traditional medicine. The use of butterfly pea flowers is currently still limited, so it is necessary to modify the butterfly pea flower in order to obtain a balanced nutrition, namely by making the butterfly pea flower the basic ingredient for making syrup combined with spices. Apart from providing an attractive color, this syrup preparation also has good taste, aroma, and benefits, it can also maintain the body's immunity. Empowerment of PKK cadres with a total of 23 people in Kauman Sub-District, Malang City in the use of making syrup of a combination of butterfly pea flowers and spices as a drink in the New normal period through providing education and training in making preparations face to face so that health immunity can be maintained. The implementation method used in community service to PKK cadres includes 3 activities, including: Preparatory stage: making an approach, preparing materials and tools used to make the combined beverage preparation; Implementation stage: providing health education and evaluation of perceptions related to benefits, ways of serving, ways of making; The evaluation stage was carried out using the Pre-Post Test questionnaire on the level of knowledge related to the benefits and efficacy from 71.74% to 92.75% and on the increase in skills the initial average was 78.98% and the average after training was 92.03 %. The conclusion for increasing the level of knowledge related to the benefits and efficacy of a combination of butterfly pea flowers and spices is 29.28% and evaluating the perception of skills for PKK cadres is 16.52%, so it can be said that it has been achieved. Keywords: Syrup, Antioxidant, Spices, Butterfly Pea Flower
Analisis Intervensi Keperawatan sebagai Chloramphenicol Zalf Sebagai Primary Dressing pada Fase Proliferasi Luka pada Pasien Nn. D dan Ny. F dengan Diagnosis Medis Post OP Appendicitis di RS Uki Jakarta Timur Wilda Tamara Sagala; Naziyah Naziyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8894

Abstract

ABSTRAK Apendisitis menurut Smeltzer & Barre (2018) adalah inflamasi akut pada kuadran bawah dari rongga abdomen dan penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat. Salah satu komplikasi dari apendisitis adalah perforasi apendiks, peritonitis, dan abses. Luka pascabedah apendisitis harus ditangani dengan baik dan benar, metode perawatan luka yang berkembang saat ini adalah menggunakan prinsip moisture balance (Angriani, 2020). Kloramfenikol salep berfungsi untuk menghambat pembentukan ikatan peptida. ( Katzung, 2018). Menganalisis asuhan keperawatan luka pascabedah apendisitis pada Nn. D dan Ny. F dengan penggunaan kloramfenikol salep sebagai pengobatan primer di Ruang Bougenville RS UKI. Tindakan keperawatan di mulai tanggal 20 September dan 05 Oktober 2022 di Ruang Bougenville RS UKI. Implementasi pada diagnosa keperawatan gangguan integritas kulit dilakukan perawatan luka modern dressing. Kloramfenikol salep adalah antibiotik broad-spectrum yang berkhasiat bakteriostik terhadap gram positif aerob maupun anaerob dan bakteri gram negatif, sehingga sering digunakan pada keadaan luka yang terinfeksi oleh bakteri. Perawatan luka modern dengan kloramfenikol salep terbukti mempercepat proses penyembuhan luka pada Nn. D dan Ny. F, terlihat efek yang signifikan dikarenakan proses penyembuhan luka akut yang sesuai dengan waktu penyembuhan luka. Perawatan luka harus diimbangi dengan aktivitas yang terkontrol dan nutrisi yang baik sehingga diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan agar lebih memperhatikan lagi hal tersebut. Kata Kunci: Apendisitis, Luka Pascabedah, Modern Dressing, Kloramfenikol Salep  ABSTRACT Appendicitis according to Smeltzer & Barre (2018) is an acute inflammation of the lower quadrant of the abdominaxl cavity and the most common cause for emergency abdominal surgery. One of the complications of appendicitis is appendix perforation, peritonitis, and abscess. Postoperative appendicitis wounds must be handled properly and correctly, the method of wound care that is currently developing is to use the principle of moisture balance (Angriani, 2020). Chloramphenicol ointment functions to inhibit the formation of peptide bonds.(Katzung, 2018). To analyze postoperative wound care for appendicitis in Ms. D and Mrs. F with the use of chloramphenicol ointment as primary treatment in the Bougenville Room at UKI Hospital. Nursing actions started on September 20 and October 5, 2022 at the Bougenville Room of UKI Hospital. The implementation of nursing diagnoses of impaired skin integrity was carried out by modern wound dressings. Chloramphenicol ointment is a broad-spectrum antibiotic which has bacteriostic properties against gram-positive aerobic and anaerobic and gram-negative bacteria, so it is often used in conditions where wounds are infected by bacteria. Modern wound care with chloramphenicol ointment has been proven to speed up the wound healing process in Ms. D and Mrs. F, there is a significant effect due to the acute wound healing process which is in accordance with the wound healing time. Wound care must be balanced with controlled activities and good nutrition so it is hoped that health care workers will pay more attention to this. Keywords: Appendicitis, Postoperative Wounds, Modern Dressing, Chloramphenicol Ointment
Sosialisasi PHBS dan Cara Menyikat Gigi yang Benar sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Kesehatan Sejak Dini Nadya Cyndi; Braven Armando; Trinaifa Ardianti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.8535

Abstract

ABSTRAK Kesehatan adalah salah satu aspek paling penting dalam kehidupan manusia. Dengan kesehatan yang terjaga, individu dapat melangsungkan kegiatan dalam kehidupan dengan lancar dan tidak terhambat. Kesadaran akan kesehatan dasar dan kemampuan untuk mengaplikasikannya tentu sangat penting untuk ditanamkan kepada individu terutama sejak masih berada dalam usia dini. PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan sebuah perilaku serta upaya dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang. Edukasi PHBS dan cuci tangan yang baik dan benar kemudian diajarkan kepada anak-anak di MI Ash-Shibyan Desa Dampaan, Cerme, Gresik, Jawa Timur sebagai bagian dari pengabdian masyarakat di institusi pendidikan. Sosialisasi ini dilakukan atas dasar kurangnya edukasi dasar mengenai kesehatan terutama pada anak usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta mengajarkan kepada anak-anak mengenai tata cara menyikat gigi dan mencuci tangan yang baik dan benar. Metode dalam kegiatan ini yaitu sosialisasi berupa pemberian materi dengan menggunakan melodi lagu serta mempraktekkan secara langsung agar anak dapat lebih memahami materi yang sudah diberikan. Peserta mengikuti kegiatan sosialisasi dengan antusias yang berdampak pada meningkatnya pemahaman mengenai PHBS dan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Dengan begitu, sosialisasi ini dapat menjadi awal yang baik dalam meningkatkan angka kesehatan khususnya di Desa Dampaan. Kata Kunci: Sosialisasi, PHBS, Sikat Gigi, Anak  ABSTRACT Health is one of the most important aspects of human life. With good health, individuals can carry out activities in life smoothly and without being hampered. Awareness of basic health and the ability to apply it is certainly very important to be instilled in individuals, especially from an early age. PHBS or Clean and Healthy Living Behavior is a behavior and an effort to improve quality of life. PHBS education and good and proper hand washing were taught to children at MI Ash-Shibyan in Dampaan Village, Cerme, Gresik, East Java as part of community service in educational institutions. This socialization was carried out on the basis of a lack of basic education regarding health, especially in early childhood. This activity aims to raise awareness and teach children about proper and correct procedures for brushing their teeth and washing their hands. The method in this activity is socialization in the form of providing material using song melodies and practicing directly so that children can better understand the material that has been given. Participants enthusiastically took part in socialization activities which resulted in increased understanding of PHBS and how to brush their teeth properly. Therefore, this socialization can be a good start in increasing health rates, especially in Dampaan Village. Keywords: Socialization, Healthy Behavior, Teeth, Children
Penyuluhan Pola Asuh Ibu dalam Menghadapi Perilaku Anak Tantrum di Desa Rimba Balai Kabupaten Banyuasin Elvina Arosya; Dwi Hurriyati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9497

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Desa Rimba Balai dirundung oleh pemahaman yang kurang mendalam tentang bagaimana menghadapi anak yang rawan tantrum sebagai orang tua. Diharapkan dengan melakukan observasi, masyarakat memahami dan menerapkan pola asuh yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Strategi pendampingan ini adalah pembinaan terkemuka yang berkaitan dengan pemahaman pengasuhan dalam mengelola remaja yang sakit di Posyandu Kota Rimba Balai. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh delapan orang dengan sasaran ibu-ibu PKK. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penyuluhan tentang pentingnya penerapan good parenting practice saat menghadapi anak yang tantrum dapat mencegah dampak negatif bagi perkembangan dan kepribadian anak. Ini termasuk anak-anak menjadi lebih terbuka kepada orang tua mereka, menjadi bahagia, dan merasa percaya diri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pemberian konseling parenting diharapkan dapat membantu para ibu, khususnya yang memiliki anak di bawah usia lima tahun dapat menghadapi anak yang sedang tantrum secara positif, lebih sabar, dan memahami berbagai pola perilaku anak. Kata Kunci: Penyuluhan, Pola Asuh, Tantrum  ABSTRACT   The people of Rimba Balai Village are plagued by a lack of deep understanding of how to deal with children who are prone to tantrums as parents. It is hoped that by making observations, the community understands and applies good parenting in everyday life. This mentoring strategy is leading coaching related to understanding parenting in managing sick youth at Posyandu Kota Rimba Balai. This counseling activity was attended by eight people with the target of PKK women. Based on the research that has been done, counseling about the importance of implementing good parenting practices when dealing with children with tantrums can prevent negative impacts on children's development and personality. This includes children being more open to their parents, being happy, and feeling confident in everyday life. Thus, parenting counseling is expected to help mothers, especially those with children under the age of five, be able to deal positively with children who are having tantrums, be more patient, and understand the various patterns of children's behavior. Keywords: Counseling, Parenting, Tantrums
The Use of Booklet Media in Health Counseling about Stunting Prevention in Children Ita Susanti; Nur Aisyah Putri Helnasari; Jeny Riska Vatica; Riska Nurrahmah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9279

Abstract

ABSTRAK Pemeliharaan kesehatan anak dimulai sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, sepenuhnya bayi mendapatkan asupan dari orang tua hingga usia kehamilan sembilan bulan. Asupan makanan yang sehat dan bergizi selama kehamilan dapat menciptakan generasi anak yang sehat dan cerdas. Disamping itu, asupan zat gizi juga dapat mencegah berbagai macam kelainan maupun gangguan tumbuh kembang pada anak. Salah satu masalah yang kerap terjadi pada balita yaitu kegagalan atau terhambatnya pertumbuhan tinggi badan anak sehingga tinggi anak tidak sesuai dengan usianya, keadaan ini dinamakan dengan balita pendek (kerdil) atau stunting. Data dunia menunjukkan bahwa sebanyak 150,8 juta anak atau 22,2% mengalami stunting. Angka kejadian stunting di Provinsi Aceh menduduki urutan pertama paling tinggi di Indonesia. Kejadian stunting di Aceh Besar pada tahun 2017 yaitu sebanyak 31,2%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase kejadian stunting di Aceh Besar melebihi toleransi yang ditetapkan WHO yaitu maksimal 20%. Pada dasarnya stunting dapat dicegah sejak kehamilan melalui pemberian makanan tambahan pada orang tua selama kehamilan, yaitu dengan pemberian Fe, asam folat, yodium dan perlindungan dari malaria. Adapun kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan stunting pada anak. Kegiatan tersebut dilakukan di Desa Lam Batee, Simpang Tiga, Aceh Besar pada tanggal 11 Agustus 2022, dengan memberikan penyuluhan kesehatan pada orang tua yang memiliki bayi dan balita sebanyak 36 orang, dimana kegiatan tersebut diawali dengan pre test dan diakhiri dengan post test. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua meningkat dengan kategori baik yaitu sebanyak 58%. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting, akan memberikan kesadaran kepada masyarakat. Dengan demikian, perubahan perilaku yang didasari oleh kesadaran diri sendiri dan tidak dikarenakan paksaan dari orang lain akan bersifat tahan lama.    Kata Kunci: Penyuluhan, Pencegahan Stunting, Anak  ABSTRACT Child health care begins in the womb. Therefore, the baby is fully fed from the mother until the age of nine months of pregnancy. Healthy and nutritious food intake during pregnancy can create a generation of healthy and intelligent children. In addition, the intake of nutrients can also prevent various kinds of disorders and disorders of growth and development in children. One of the problems that often occurs in toddlers is the failure or inhibition of the child's height growth so that the child's height does not match his age, this situation is called stunting or stunted. World data shows that as many as 150.8 million children or 22.2% are stunted. The incidence of stunting in Aceh Province is the highest in Indonesia. The incidence of stunting in Aceh Besar in 2017 was 31.2%. This shows that the percentage of stunting in Aceh Besar exceeds the tolerance set by WHO, which is a maximum of 20%. Basically, stunting can be prevented from pregnancy by giving additional food to the mother during pregnancy, namely by giving Fe, folic acid, iodine and protection from malaria. The community service activities aim to increase public knowledge about efforts to prevent stunting in children. The activity was carried out in Lam Batee Village, Simpang Tiga, Aceh Besar on August 11, 2022, by providing health education to 36 mothers with babies and toddlers, where the activity began with a pre test and ended with a post test. After being given health education, the results showed that mother's knowledge increased in the good category as many as 58%. With increasing public knowledge about stunting prevention, it will provide awareness to the public. Thus, behavioral changes that are based on self-awareness and not due to coercion from others will be durable. Keywords : Counseling, Prevention of stunting, Children.
Pendidikan Dukungan Keluarga terhadap Pencegahan Preeklamsia pada Ibu Hamil di Rw 10 Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat Syamsul Anwar; Neneng Kurwiyah; Hamidah Hamidah; Irma Irma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9765

Abstract

ABSTRAK Masalah utama angka  kematian ibu (AKI) termasuk masalah negara berkembang di Indonesia salah satunya adalah preeklamsia, bila masalah ini tidak ditangani maka akan menyebabkan risiko hipertensi, penyakit jantung iskemik, stroke, dan thrombo embolic vena pada ibu dengan riwayat preeklampsia. Meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga pada ibu hamil mencegah terjadinya komplikasi preeklamsia.  Pendidikan Kesehatan dengan memberikan gambaran secara luas terhadap perubahan prilaku ibu hamil dengan preeklamsia, support system yang baik dari keluarga memberikan perubahan psikologis yang baik, dan pemeriksaan antenatal sangat penting untuk ibu hamil. Sebelas ibu hamil di rw 10 kelurahan utan Panjang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Pengetahuan Ibu hamil sebelumnya dengan nilai mean: 6,27 dan sesudahnya dengan nilai mean: 8,67. Hasil uji T diperoleh P value 0,0005 yang menunjukan ada peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah di berikan Pendidikan. Pengetahuan ibu hamil menunjang perubahan prilaku ibu hamil untuk pencegahan komplikasi terhadap preeklampsia. Peran dukungan keluarga memberikan support system yang baik dalam memberikan ketenangan dan perlindungan yang diberikan keluarga akan sangat membantu ibu hamil untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan baik berupa sesuatu yang mengancam keselamatan fisiknya maupun jiwanya. Kata Kunci: Ibu Hamil Preeeklamsia, Pendidikan dan Dukungan Keluarga  ABSTRACT Maternal mortality rate (MMR) is one of the major problems in developing countries in Indonesia, one of which is pre-eclampsia. Left untreated, this problem increases the risk of hypertension, ischemic heart disease, stroke, and venous thromboembolism in women with a history of preeklamsia. How to prevent complications of pre-eclampsia: Health education with a broad overview of behavioral changes in pregnant women with pre-eclampsia, good family support systems ensure positive psychological changes, and prenatal screening is very important for pregnant women. A pregnant woman in RW 10, Kemayoran District, Central Jakarta. Average prior knowledge of pregnant women: 6, 27, and on average:8.67. The t-test resulted in a p-value of 0.0005, indicating that pregnant women's knowledge increased before and after training. Conclusion: pregnant women's knowledge supports changes in pregnant women's behavior to prevent complications of preeklamsia. The role of family support is to provide a good support system to ensure peace and protection provided by the family, which greatly helps pregnant women to avoid unwanted things in the form of something that affects their physical and mental safety.  Keywords: Pregnant Women with Pre-Eclampsia, Education and Family Support 
Asuhan Keperawatan Anak dengan Masalah Keperawatan Hipertermia menggunakan Tepid Sponge di Desa Batang Harjo Kecamatan Batanghari Lampung timur Mutia Ade Dea; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Rilyani Rilyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8579

Abstract

ABSTRAK Banyaknya angka kejadian demam di atas, sebagai tenaga keperawatan perlu melakukan penatalaksanaan demam untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada pasien. Salah  satu tindakan yang dapat dilakukan adalah kompres. Kompres tepid sponge adalah suatu prosedur untuk meningkatkan kontrol kehilangan panas tubuh melalui evaporasi dan konduksi, yang biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami demam pada pasien yang mengalami hipertermia. Melakukan analisa jurnal, penerapan intervensi jurnal, pembahasan hasil asuhan keperawatan  asuhan keperawatan komprehensif dengan tepid sponge terhadap hipertermi di Desa Batang Harjo Kecamatan Batanghari  Lampung Timur. Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk  penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Dalam asuhan keperawatan ini ada 3 pasien yaitu An.F, An.S dan An.T mengalami penurunan suhu tubuh setelah melaksanakan pemberian tepid sponge. Evaluasi pada pasien 2 selama 3 hari  diagnosa seperti hipertermi, defisit nutrisi, gangguan pola tidur, dapat  teratasi dengan berdasarkan kriteria hasil. Kata Kunci: Demam, Tepod Sponge, Anak  ABSTRACT The number of incidences of fever above, as nursing staff need to carry out fever management to reduce discomfort in patients. One of the actions that can be taken is compressing. Perid sponge compress is a procedure to improve the control of body heat loss through evaporation and conduction, which is usually performed on patients who have fever in patients who have hyperthermia. Conduct journal analysis, apply journal interventions, discuss results nursing care comprehensive nursing care with tepid sponge against hyperthermia in Batang Harjo Village, Batanghari District, East Lampung. Student oral case analysis (SOCA) design uses a case study design in the form of an application by approaching it according to the descriptive method, this method is to collect data first, analyze the data and then draw data conclusions. The unit that became the case was further analyzed and given a therapeutic action. In this nursing care, there were 3 patients namely An.F, An.S and An.T who experienced a decrease in body temperature after administering the tepid sponge. Conclusion of patient 2 for 3 days for diagnoses such as hyperthermia, nutritional deficits, sleep pattern disturbances, can be resolved based on the outcome criteria. Keywords: Fever, Tepod Sponge, Children
Pendampingan Ibu Hamil dalam Pencegahan Anemia Defisiensi Besi (ADB) dan Kek di Kelas Prenatal Wilayah Kerja Puskesmas Bebesen Sri Wahyuni MS; Idwar Idwar; Hasritawati Hasritawati; Barirah Madeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9578

Abstract

ABSTRAK Defisiensi zat besi, terhitung lebih dari separuh kasus adalah penyebab paling umum anemia  selama  kehamilan.  Seorang ibu  hamil  dengan  berat  badan  55  kg diperkirakan membutuhkan  sekitar  1200  mg zat  besi  selama  kehamilan.  Kebutuhan  zat  besi harian meningkat dari sekitar 0,8 mg pada trimester pertama menjadi 4-5 mg selama trimester kedua dan >6 mg pada trimester ke-3 . World Health Organization (WHO) mendefinisikan anemia sebagai tingkat hemoglobin (Hb) <11 g/dl pada kehamilan dan 10 g/dl postpartum. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka penanggulangan  Anemia dan KEK dalam kehamilan, namun prevalensi kejadiannya masih tinggi. Salah satu dugaan yang menyebabkan kegagalan pemberian tablet besi pada ibu hamil adalah ketersediaan cadangan besi  tubuh.  Pemberian  makanan  tambahan  pada  ibu  hamil  dengan  KEK dan  pemberian suplementasi besi folat selama kehamilan menjadi upaya dalam penurunan permasalahan gizi dalam kehamilan di Indonesia. Meningkatnya pengetahuan masyarakat terutama Ibu Hamil tentang pentingnya pemeriksaan dini terjadinya anemia defisiensi besi dan KEK. identifikasi pengetahuan dan penyuluhan Anemia defisiensi besi dan KEk  pada pada ibu hamil di Puskesmas Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Ibu hamil sudah menyadari betapa pentingnya mencegah Anemia defisiensi besi dan KEK melalui kelas pranatal dalam mencegah dan mengurangi angka kematian Ibu dan Anak. Pencegahan anemia defisiensi besi dapat dilakukan melalui kelas prenatal Kata Kunci: Anemia Defisiensi Zat Besi, KEK, Ibu Hamil  ABSTRACT Iron deficiency, accounting for more than half of cases, is the most common cause of anemia during pregnancy. A pregnant woman weighing 55 kg is estimated to need about 1200 mg of iron during pregnancy. Daily iron requirements increase from about 0.8 mg in the first trimester to 4-5 mg during the second trimester and >6 mg in the 3rd trimester The World Health Organization (WHO) defines anemia as a hemoglobin (Hb) level <11 g/dl in pregnancy and 10 g/dl postpartum. Various efforts have been made in the context of overcoming anemia and CED in pregnancy, but the prevalence is still high. One of the allegations that causes the failure of giving iron tablets to pregnant women is the availability of body iron reserves. The provision of additional food to pregnant women with SEZ and the provision of iron folate supplementation during pregnancy is an effort to reduce nutritional problems in pregnancy in Indonesia. Increasing public knowledge, especially pregnant women about the importance of early examination of iron deficiency anemia and CED. The method used in this activity is to identify knowledge and counseling on iron deficiency anemia and KEK in pregnant women at the Bebesen Health Center, Kab. Central Aceh. Pregnant women are aware of how important it is to prevent iron deficiency anemia and CED through prenatal classes in preventing and reducing maternal and child mortality. Prevention of iron deficiency anemia can be done through prenatal classes Keywords: Iron Deficiency Anemia, CED, Pregnant Women
Cegah Kanker Payudara Sejak Dini dengan Melakukan Sadari” di SMA Al-Ma’soem Nina Sumarni; Udin Rosidin; Umar Sumarna; Iwan Sholahhudin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9557

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia, kanker payudara menjadi penyumbang tertinggi penyebab kematian. Menurut Kemenkes angka kematian akibat kanker payudara telah mencapai lebih dari 22.000 kasus. Strategi yang direkomendasikan untuk menurunkan angka kematian akibat kanker tersebut mencakup 3 pilar: promosi kesehatan untuk deteksi dini; diagnosis tepat waktu; dan manajemen kanker payudara yang komprehensif. Salah satu metode skrining kanker payudara yang dinilai paling efektif untuk diterapkan di Indonesia adalah SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Jawa Barat memiliki jumlah penderita kanker payudara terbanyak dibandingkan Profinsi lain. Pengetahuan memiliki peranan penting dalam upaya penekanan angka kanker payudara dan berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap keyakinan seseorang mengenai kesehatan. Tujuan kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan pada remaja putri tentang  Sadari (periksa payudara sendiri) untuk deteksi dini kanker payudara. Metode yang digunakan ialah metode ceramah dan demonstrasi dengan media PPT, poster dan video. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ialah sebanyak 38 siswa. Sebelum belajar demontrasi SADARI, dari pre test yang dilakukan didapatkan nilai skor rata rata 67,5. Setelah dilakukan demonstrasi SADARI terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi (15,5 poin). Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang “Cegah Kanker Payudara Sejak Dini dengan SADARI” SMA AL Al-Ma’some. Kata Kunci: Cegah Kanker, Sadari, Remaja  ABSTRACT In Indonesia, breast cancer is the highest cause of death. According to the Ministry of Health, the death rate from breast cancer has reached more than 22,000 cases. The recommended strategy to reduce mortality from cancer includes 3 pillars: health promotion for early detection; timely diagnosis; and comprehensive breast cancer management. One of the most effective breast cancer screening methods to be implemented in Indonesia is BSE (Breast Self-Examination). West Java has the highest number of breast cancer sufferers compared to other provinces. Knowledge has an important role in efforts to reduce breast cancer rates and has a significant and positive effect on one's beliefs about health. The aim of this activity is to provide health education to young women about awareness (breast self-examination) for early detection of breast cancer. The method used is the lecture and demonstration method with PPT media, posters and videos. The number of participants who took part in the activity was 38 students. Before learning the BSE demonstration, the pre-test conducted obtained an average score of 67.5. After the BSE demonstration there was an increase in knowledge after education (15.5 points). There is an increase in knowledge after conducting health education about "Preventing Early Breast Cancer with BSE" SMA AL Al-Ma'some. Keywords: Prevent Cancer, Realize, Adolescents

Page 99 of 240 | Total Record : 2400


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue