cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) pada saat Bencana di Desa Ciherang Kecamatan Pacet Yulia Wahyuni; Erry Yudha Mulyani; Sri Teguh Rahayu; Yuliati Yuliati; Angelina Pasaribu; Miza Mustika; Luqyyana Hanifah; Wafiq Qutrotul Aeni Soba; Muhammad Raihan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9486

Abstract

ABSTRAK Bencana merupakan kejadian baik yang bersifat alam atau non alam tanpa bisa diprediksi terlebih dahulu. Dampak bencana alam dapat berupa kerusakan lingkungan secara meyeluruh yang menimbulkan kematian manusia secara masal. Dengan demikian dibutuhkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Indonesia merupakan salah satu Negara rawan bencana. Kelompok usia yang rentan dengan masalah tersebut adalah bayi dan balita. Penanggulangan bencana terkhusus pada kelompok usia tersebut seperti program PMBA. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok usia bayi dan balita di desa Ciherang sehingga dapat mencegah masalah gizi karena bencana dan dapat menangani masalah gizi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah demonstrasikan PMBA kepada masyarakat dan juga penyuluhan PMBA ditempat bencana. Hasil yang dicapai yakni edukasi PMBA berjalan dengan lancar sehingga pelayanan makan pada kelompok bayi dan balita terlaksana dengan baik pada fase satu kedaruratan. PMBA wajib dilakukan dalam keadaan bencana untuk mencegah dan menangani masalah gizi akut pada saat bencana Kata Kunci: Bencana Alam, PMBA, Gizi  ABSTRACT Disasters are both natural and non-natural events that cannot be predicted in advance. The impact of natural disasters can be in the form of damage to the environment as a whole which causes mass human death. Thus, preparedness is needed in dealing with disasters. Indonesia is a disaster-prone country. The age group that is vulnerable to this problem is infants and toddlers. Disaster management specifically for this age group such as the feeding children program. The purpose of this activity is to meet the nutritional needs of the infant and toddler age group in Ciherang village so that they can prevent nutritional problems due to disasters and can deal with nutritional problems. The method used in community service activities is demonstrating feeding children to the community and also counseling feeding children at the disaster site. The results achieved were feeding children education that ran smoothly so that food services for infants and toddlers were carried out well in the first phase of the emergency. Feeding children must be carried out in a disaster situation to prevent and deal with acute nutritional problems during a disaster Keywords: Natural Disasters, Feeding Children, Nutrition
Jamban dan SPAL Percontohan bagi Masyarakat Swastika Buana Mei Ahyanti; Efa Trisna; Anita Anita; Aprina Aprina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9234

Abstract

ABSTRAK Jamban dan SPAL merupakan kebutuhan manusia yang penting karena dapat memutus rantai penularan penyakit. Kotoran dari manusia dan rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi tempat perkembangbiakan vektor penular penyakit seperti diare. Pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membangun jamban sederhana sehat dan SPAL, sehingga dapat meningkatkan tata nilai kesehatan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan di Kampung Swastika Buana Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah, pada bulan Juni – Agustus 2022. Sasaran kegiatan adalah seluruh masyarakat. Pengabdian ini membangun 1 unit jamban sederhana sehat dan 1 unit SPAL percontohan. Pemerintah akan meneruskan program STBM yang dituangkan dalam nota kerjasama dengan tim pengabdi. Penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan dinilai efektif, mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuangan kotoran dan air limbah yang aman. Pengabdian dapat dilanjutkan dengan memicu masyarakat yang belum memiliki sarana pembuangan limbah. Kata Kunci: Jamban, Penyuluhan, Pemicuan, SPAL, STBM  ABSTRACT Toilets and sewerage channels are important human needs because they can break the chain of disease transmission. Feces from humans and households that are not properly managed can become breeding grounds for disease-transmitting vectors such as diarrhea. This service aims to provide the understanding and improve community skills in building healthy simple latrines and SPAL, to improve public health values. Implementation of activities in Swastika Buana Village, Seputih Banyak District, Central Lampung Regency, in June - August 2022. The target of the activity is the entire community. There has been an increase in community knowledge, and 1 unit of simple healthy latrines and 1 pilot SPAL unit have been built. The government will continue the STBM program as outlined in the memorandum of cooperation with the service team. The counseling and training conducted were considered effective, and capable of increasing the community’s knowledge and skills in the safe disposal of sewage and wastewater. Community services can be continued by triggering communities that do not yet have waste disposal facilities. Key word: Latrines, counseling, triggering, SPAL, STBM
Dukungan Keluarga terhadap Pengendalian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Rw 10 Kelurahan Utan Panjang Jakarta Pusat Neneng Kurwiyah; Syamsul Anwar; Lily Herlinah; Suharsiwi Suharsiwi; Annantusia Annantusia; Shania Desi Pangerstu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9493

Abstract

ABSTRAK Fokus utama pelayanan keperawatan/kesehatan masyarakat lebih ditekankan pada upaya promotive dan preventif agar para lansia mampu menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan masalah kesehatan yang seringkali dialaminya, oleh karenanya pengetahuan keluarga dengan lansia mengenai upaya kesehatan perlu menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatan pengetahuan keluarga dengan lansia mengenai posyandu lansia dan meningkatkan kemampuan keluarga dengan masyarakat lansia khususnya dalam mengenali dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi. Metode yang digunakan yaitu  tahapan-tahapan yang akan dilakukan mulai dari membangun kemitraan, menyiapkan bahan/alat yang akan digunakan, melakukan promosi/pendidikan kesehatan kepada keluarga dengan kelompok lansia, pembentukan/pengaktifan posyandu lansia, serta pengorganisasian kelompok keluarga lansia diwilayah binaan. Hasil penelitian ini yaitu dari kuesioner pre dan posttest didapatkan hasil terjadi peningkatan pengetahuan lansia setelah dilakukan kegiatan penyuluhan sebesar 78% dan dukungan keluarga sebesar 75%. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Pengendalian Hipertensi, Lansia  ABSTRACT The main focus of public health services is more emphasis on promotive and preventive efforts so that the elderly are able to help themselves in the health sector according to their needs and health problems that they often experience, by providing knowledge to families and the elderly regarding health efforts that need to be a concern. The purpose of this research is to increase the knowledge of families with the elderly regarding the elderly Posyandu and to improve the ability of families and the elderly, especially in recognizing and dealing with health problems they face. The method used is the stages that will be carried out starting from building partnerships, preparing materials/tools to be used, conducting health promotion/education for families with elderly groups, forming/ activating elderly Posyandu, and organizing groups of elderly families in the target area. The results of this study, namely from the pre and posttest questionnaires, showed that there was an increase in the knowledge of the elderly after counseling activities by 78% and family support by 75%. Keywords: Family Support, Hypertension Control, Elderly
Pencegahan penularan Tuberkulosis (TB) melalui kegiatan skrining dan edukasi kepada penghuni lembaga permasyarakatan kelas II A Metro Wayan Aryawati; Suharman Suharman; Evi Herlinda; Angkas Mandala Putra; Fitri Ekasari Siregar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9029

Abstract

ABSTRAK WHO menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai angka kasus tuberculosis yang terbesar diantara 8 negara yaitu India (27%), China (9%), Indonesia (8%), Filipina (6%), Pakistan (5%), Nigeria (4%), Bangladesh (4%), dan Afrika Selatan (3%). Data kasus Tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2018 menyebutkan terdapat 511.873 orang dengan jumlah penderita baru pada tahun 2018 sebanyak 203.148 orang ( Kementrian Kesehatan RI, 2018). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan provinsi Lampung didapatkan jumlah penderita Tuberkulosis sebanyak 7872 orang pada tahun 2019 ( Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2019). Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pemberian edukasi berupa penyuluhan/ceramah dan pemeriksaan  Tuberkulosis serta HIV.  Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan tekanan darah pada penghuni lembaga permasyarakatan kelas II-A Metro. Evaluasi dalam kegiatan ini dilakukan dalam pemberian kuesioner yang berisi 54 butir pertanyaan. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa mayoritas peserta dalam kegiatan ini memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 65,8%. Hal ini membuktikan bahwa masih butuh kegiatan berulang agar menghasilkan pengetahuan yang baik serta perubahan perilaku yang lebih baik terkait pencegahan penularan penyakit Tuberculosis dan HIV. Kata kunci: Tuberculosis (TB), HIV, Penyuluhan, Edukasi, Skrining  ABSTRACT WHO said that Indonesia is one of the countries that has the largest number of tuberculosis cases among 8 countries, namely India (27%), China (9%), Indonesia (8%), the Philippines (6%), Pakistan (5%), Nigeria (4%), Bangladesh (4%), and South Africa (3%). Data on Tuberculosis cases in Indonesia in 2018 stated that there were 511,873 people with the number of new patients in 2018 as many as 203,148 people (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2018). Based on data from the Lampung Provincial Health Office, the number of tuberculosis sufferers was 7872 people in 2019 (Lampung Provincial Health Office, 2019). This community service is carried out by providing education in the form of counseling / lectures and tuberculosis and HIV examinations. In addition, blood pressure checks were also carried out on residents of Metro class II-A community institutions. Evaluation in this activity is carried out in the provision of a questionnaire containing 54 questions. Based on the results of the analysis, it was obtained that the majority of participants in this activity had a sufficient level of knowledge in the category of 65.8%. This proves that it still needs repeated activities to produce good knowledge and better behavior changes related to preventing the transmission of Tuberculosis and HIV. Keywords : Tuberculosis (TB), HIV, Counseling, Education, Screening
Penguatan Intervensi Edukasi Mobilisasi Pasca Bedah Sesar pada Petugas di Unit Maternal Rs Bhayangkara Tk. 1 Pusdokkes Polri Lina Ayu Marcelina; Ni Luh Putu Martini; Karina Oktaviyadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9515

Abstract

ABSTRAK Percepatan penyembuhan pasca bedah sesar dipengaruhi berbagai faktor salah satunya pada fase postoperative khususnya mobilisasi. Mobilisasi bertahap pada pasien pasca bedah sesar dilakukan melalui bantuan petugas yang terlatih dan memiliki pengetahuan yang baik. Kegiatan ini memberikan gambaran terkait penguatan intervensi edukasi mobilisasi pasca bedah sesar bagi petugas di unit maternal. Kegiatan ini dilaksanakan di RS BHAYANGKARA TK. 1 PUSDOKKES POLRI dengan melibatkan 16 petugas kesehatan. Rangkaian kegiatan diantaranya survei, analisis jurnal dan implementasi penguatan intervensi mobilisasi. Sebagian besar responden sudah bekerja lebih dari 10 tahun (62.5%) dan berdasarkan kuesioner pengetahuan didapatkan peningkatan rerata skor sebanyak 20 poin. Perawat yang memiliki pengetahuan yang baik akan melakukan intervensi optimal pada pasien. Mobilisasi bertahap diharapkan dilakukan oleh seluruh petugas untuk mempercepat penyembuhan pasien pasca bedah sesar. Kata Kunci:  Edukasi; Maternal, Mobilisasi, Pasca Bedah Sesar, Perawat  ABSTRACT Enhanced recovery after cesarean section is influenced by various factors such us postoperative phase particularly mobilization. Gradually mobilization in post cesarean section would need the role of competence and well-educated healthcare provider. This event gave representation of strengthening education of mobilization in post cesarean section healthcare provider on maternal ward. Conducted in BHAYANGKARA TK. 1 PUSDOKKES POLRI, we involved 16 healthcare providers. The event series are such as survey, journal analysis and implementation. Most of respondents have been working for more than 10 years (62.5%) and regarding to questionnaire, there are 20 points increasing score of knowledge about mobilization. Nurses had good knowledge will provide optimum intervention to patients. Healthcare provider should provide gradually mobilization for enhanced recovery after cesarean section.  Keywords: Education, Maternal, Mobilization, Post Cesarean Section, Nurses
Penyuluhan tentang Penanganan Diare pada Balita Rafiastiana Capritasari; Febriana Astuti; Erfanuzan Erfanuzan; Zahraini Nur Devrinda Putri; Salvito Salvito; Angela Angela
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9300

Abstract

ABSTRAK Di negara berkembang seperti Indonesia, diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi. Hal tersebut diakibatkan oleh mortalitas dan morbiditas yang cenderung tinggi. Terdapat beberapa faktor yang menyebaban diare, yaitu kontaminasi atau penyebaran kuman melalui minuman dan juga makanan yang tercemar tinja. Selain itu terdapat juga faktor resiko lainya adalah faktor penjamu, faktor perilaku yang tidak baik dalam mencegah diare serta faktor lingkungan. Kurangnya kesadaran masyarakat diakibatkan oleh rendahnya kebersihan lingkungan, makanan yang dikonsumsi serta kurangnya pengetahuan maysarakat. kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penanganan diare khususnya pada balita.  Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui diskusi dan penyuluhan langsung kepada ibu-ibu balita dengan memberikan leaflet edukasi tetang penanganan diare. Pelaksanaan kegiatan berjalan baik dan lancar. setelah mengikuti kegiatan ini maka pengetahuan masyarakat khususnya para ibu terkait penanganan diare semakin bertambah. Kata Kunci: Penangana, Diare, Balita,  ABSTRACT In developing countries like Indonesia, diarrhoea is a health problem that often occurs. It is caused by mortality and morbidity, which tend to be high. Several factors cause diarrhoea, namely contamination or the spread of germs through drinks and food contaminated with faeces. In addition, there are also other risk factors, namely host factors, behavioural factors that are not good at preventing diarrhoea and environmental factors. Lack of public awareness is caused by inadequate environmental hygiene, food consumption, and a lack of public knowledge.  The purpose of this activity is to increase public knowledge regarding the handling of diarrhoea, especially in toddlers.  This community service is conducted through discussions and direct counselling with mothers of toddlers by providing educational leaflets about handling diarrhoea.  The implementation of the activity went well and smoothly.  After participating in this activity, the knowledge of the community, especially mothers, regarding the handling of diarrhoea will increase Keywords: Treatment, Diarrhea, Toddlers
Pemanfaatan Kangkung Darat (Ipomoea Reptans Poir) menjadi Abon Kangkung sebagai Pangan Fungsional di Desa Cipareuan Kabupaten Garut Nurul Aulia Dewi; Mardiana Mardiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9121

Abstract

ABSTRAK Desa Cipareuan memiliki produktivitas budidaya kangkung darat yang cukup tinggi karena lahan penanaman padi dan palawija memanfaatkan sistem tumpang sari yang ditanami kangkung sehingga dapat mengefisiensi lahan dan biaya. Kangkung darat memiliki kandungan karbohidrat 5,4 gram, lemak 0,3 gram, protein 3 gram, energi 29 kal, serat 1 gram, fosfor 50 mg, kalsium 73 gram,  vitamin A 6300 IU, besi 2,5 mg, vitamin B1 0,07 mg, vitamin C 32 mg, dan air 89,7 gram. Kangkung merupakan sayuran yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan hanya dimanfaatkan sebagai lalapan atau tumis sehingga dilakukan inovasi pengembangan produk menjadi Abon Kangkung. Tujuan pemberdayaan masyarakat Desa Cipareuan adalah memanfaatkan kangkung menjadi produk pangan fungsional inovatif yang dapat memenuhi selera konsumen, memiliki nilai ekonomis dan bermanfaat bagi Kesehatan. Pengabdian kepada Kader PKK dan Posyandu ini dilakukan menggunakan metode penyuluhan pembuatan Abon Kangkung yang dilaksanakan di Desa Cipareuan pada tanggal 13 Agustus 2022. Hasil yang diperoleh setelah penyuluhan, terdapat peningkatan pengetahuan Kader PKK dan Posyandu mengenai pemanfaatan kangkung menjadi produk yang mempunyai nilai gizi dan peluang ekonomi menjanjikan sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat di Desa Cipareuan. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Kangkung Darat, Abon Kangkung, Pangan Fungsional ABSTRACT Cipareuan Village has a fairly high productivity of ground water spinach cultivation because the paddy and secondary crops cultivation utilizes an intercropping system planted with watercress so as to save land and costs. Ground kale contains 5.4 grams of carbohydrates, 0.3 grams of fat, 3 grams of protein, 29 cal of energy, 1 gram of fiber, 50 mg of phosphorus, 73 grams of calcium, 6300 IU of vitamin A, 2.5 mg of iron, 0 vitamin B1. .07 mg, 32 mg of vitamin C, and 89.7 grams of air. Kangkung is a vegetable that has not been used optimally and is only used as fresh vegetables or stir-fried so that product development innovations are carried out to become Shredded Kangkung. The aim of empowering the Cipareuan Village community is to utilize water spinach into innovative functional food products that can meet consumer tastes, have economic value and are beneficial to health. This service to PKK and Posyandu Cadres was carried out using the counseling method for making Shredded Kangkung which was carried out in Cipareuan Village on August 13, 2022. The results obtained after counseling were that there was an increase in the knowledge of PKK and Posyandu Cadres regarding the utilization of kale into products that have nutritional value and opportunities Promising economy so as to be able to increase economic value for the people in Cipareuan Village. Keywords: Community Empowerment, Ground Kangkung, Shredded Kangkung, Functional Food   ABSTRACT Cipareuan Village has a fairly high productivity of ground water spinach cultivation because the paddy and secondary crops cultivation utilizes an intercropping system planted with watercress so as to save land and costs. Ground kale contains 5.4 grams of carbohydrates, 0.3 grams of fat, 3 grams of protein, 29 cal of energy, 1 gram of fiber, 50 mg of phosphorus, 73 grams of calcium, 6300 IU of vitamin A, 2.5 mg of iron, 0 vitamin B1. .07 mg, 32 mg of vitamin C, and 89.7 grams of air. Kangkung is a vegetable that has not been used optimally and is only used as fresh vegetables or stir-fried so that product development innovations are carried out to become Shredded Kangkung. The aim of empowering the Cipareuan Village community is to utilize water spinach into innovative functional food products that can meet consumer tastes, have economic value and are beneficial to health. This service to PKK and Posyandu Cadres was carried out using the counseling method for making Shredded Kangkung which was carried out in Cipareuan Village on August 13, 2022. The results obtained after counseling were that there was an increase in the knowledge of PKK and Posyandu Cadres regarding the utilization of kale into products that have nutritional value and opportunities Promising economy so as to be able to increase economic value for the people in Cipareuan Village. Keywords: Community Empowerment, Ground Kangkung, Shredded Kangkung, Functional Food
Edukasi Kesiapsiagaan Ibu Hamil dalam Mengurangi Resiko Bencana Longsor di Desa Sitompul Kabupaten Tapanuli Utara Hetty W.A. Panggabean; Marni Siregar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9695

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau dan terletak di antara benua Asia-Australia, serta di antara dua Samudera Pasifik-Samudera Hindia. Berada di garis khatulistiwa, bentuk topografi yang beragam dan kompleks, serta sebaran permukaan laut yang luas menjadikan Indonesia memiliki variabilitas iklim yang sangat tinggi, baik berdasarkan waktu maupun tempat, salah satunya adalah curah hujan. Variabilitas iklim yang tinggi menyebabkan adanya kejadian ekstrim basah dan ekstrim kering. Saat terjadi ekstrim basah, maka potensi terjadinya bencana banjir dan longsor meningkat, begitu pun sebaliknya, apabila terjadi ekstrim kering, maka potensi kemarau berkepanjangan akan cukup besar. Kabupaten Tapanuli Utara merupakan salah satu kabupaten di Sumatera Utara secara nasional masuk dalam kategori rawan bencana tanah longsor. Kondisi geografis yang dikelilingi tanah berbukit- bukit dan dipicu dengan tingginya curah hujan termasuk Desa Sitompul merupakan kondisi yang mengkhawatirkan terjadinya bencana tanah longsor. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terhadap Edukasi Kesiapsiagaan Ibu Hamil Dalam Mengurangi Risiko Bencana Longsor di Desa Sitompul Kabupaten Tapanuli Utara. Demonstrasi cara memilih daun sirih dengan baik dan benar. Demonstrasi cara merebus daun sirih dengan baik dan benar, Demonstrasi cara membersihkan alat genitalia dengan air rebusan daun sirih dengan baik dan benar. Melakukan pengabdian masyarakat ke daerah lain dengan memperbanyak jumlah peserta dan membandingkan efektivitas penggunaan cairan pembasuh alat genitalia yang beredar di pasaran dengan yang dibuat baru. Terjadi peningkatan kemampuan ibu hamil baik dari segi pengetahuan dan keterampilan dalam mengurangi risiko bencana longsor pada ibu hamil.     Kata Kunci: Edukasi, Kesiapsiagaan, Ibu Hamil, Risiko Bencana Longsor.  ABSTRACT Indonesia is the largest archipelagic country in the world consisting of 17,508 islands and is located between the continents of Asia-Australia, and between the two Pacific Oceans-Indian Ocean. Located on the equator, various and complex topographical forms, as well as a wide distribution of sea level make Indonesia has a very high climate variability, both based on time and place, one of which is rainfall. The high climate variability causes very wet and very dry events. When there is extreme wetness, the potential for floods and landslides increases, and vice versa, when extreme drought occurs, the potential for prolonged drought will be quite large. North Tapanuli Regency is one of the districts in North Sumatra nationally included in the category of prone to landslides. Geographical conditions surrounded by hilly land and triggered by high rainfall, including Sitompul Village, are conditions that trigger landslides. Increase knowledge and skills on Education on Preparedness for Pregnant Women in Reducing the Risk of Landslides in Sitompul Village, North Tapanuli Regency. Demonstration on how to choose betel leaves properly and correctly. Demonstration on how to boil betel leaves properly and correctly, Demonstration on how to clean the genitals with boiled water of betel leaves properly and correctly. Doing community service to other areas by increasing the number of participants and comparing the effectiveness of using genital washing fluids on the market with those that are made new. Improving the ability of pregnant women both in terms of knowledge and skills in reducing the risk of landslides in pregnant women. Keywords: Education, Preparedness, Pregnant Women, Risk of Landslides.
Sistem Safe Community melalui Penerapan Basic Life Suport Berbasis Masyarakat Derison Marsinova Bakara; Fatimah Khoirini; Mulyadi Mulyadi; Almaini Almaini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9359

Abstract

ABSTRAK Kegawatdaruratan merupakan suatu kejadian yang terjadi secara tiba-tiba yang dapat disebabkan oleh kejadian alam, bencana teknologi, perselisihan atau kejadian yang disebabkan oleh manusia, dan menuntut suatu penanganan segera. Pengetahuan dalam menanggulangi penderita gawat darurat merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pertolongan kecelakaan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Safe Community melalui penerapan Basic Life Support berbasis masyarakat. Peserta pada pelatihan terdiri dari tokoh masyarakat, Ibu PKK, Kader Kesehatan, dan Karang Taruna, Yang berjumlah 40 peserta. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat menggunakan metode ceramah untuk memberikan pengetahuan dan demonstrasi untuk meningkatkan keterampilan Basic Life Support berbasis masyarakat. Pada pengabdian masyarakat ini, adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan meliputi: Bantuan Hidup Dasar, Pertolongan Korban Tersedak, Pertolongan Kejang Demam, Pertolongan Digigit Seranga, Balut dan Bidai, Pertolongan Pada Luka Bakar. Kesimpulan Sistem Safe Community Basic Life Support Dapat Diterapan Di Masyarakat. Kata Kunci: Sistem Safe Community, Basic Life Support, Masyarakat  ABSTRACT Emergency is an event that occurs suddenly which can be caused by natural events, technological disasters, disputes or incidents caused by humans, and requires an immediate handling. Knowledge in dealing with emergency patients is a very important factor in determining the success of accident relief. Objectives: The purpose of this community service activity are: to increase Safe Community knowledge and skills through the implementation of community-based Basic Life Support. Participants in the training consisted of community leaders, PKK mothers, health cadres, and youth organizations, totaling 40 participants. The method used in community service uses the lecture method to provide knowledge and demonstrations to improve community-based Basic Life Support skills. In this community service, there is an increase in knowledge and skills including: Basic Life Support, Help for Choking Victims, Relief for Fever Seizures, Help for Insect Bites, Dressings and Splints, Help for Burns. The Safe Community Basic Life Support System Can Be Applied In The Community. Keywords: Safe Community System, Basic Life Support, Community
Aksi Sosial Sisa Nasi (inspiraSI pemilihan SAmpah doNASI) Indra Maulana; Iceu Amira; Suryani Suryani; Aat Sriati; Hendrawati Hendrawati; Sukma Senjaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9494

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan efisien dalam penggunaan sumber daya alam milik bersama, dan cara kita membuang sampah beracun dan polutan adalah target penting untuk meraih tujuan ini. Selain itu mendorong industri, bisnis, dan konsumen untuk mendaur ulang dan mengurangi sampah sama pentingnya, seperti halnya juga mendukung negara-negara berkembang untuk bergerak menuju pola konsumsi yang lebih berkelanjutan pada 2030. Masih banyak penduduk dunia yang bahkan konsumsi kebutuhan dasarnya pun belum bisa dikatakan layak. Mengurangi sisa makanan perkapita global dari pedagang dan konsumen hingga setengahnya juga penting untuk menciptakan produksi dan rantai pasokan yang lebih efisien. Ini bisa membantu menjaga ketahanan pangan dan membawa kita menuju ekonomi dengan sumber daya efisien. Kegiatan pengabdiaan masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang karakteristik sampah padat rumah tangga dan sejenis rumah tangga melalui pelatihan sederhana untuk membedakan sampah padat rumah tangga berdasarkan karakteristiknya dan selanjutnya dapat ditentukan metode penanganan yang tepat sesuai dengan sifat dan ciri sampah padat tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan melakukan ceramah dan praktek langsung di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian diharapkan siswa mampu membedakan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga berdasarkan sifat, ciri dan mampu menentukan cara penanganan yang tepat sampah padat rumah tangga tersebut. Dari hasil kegiatan ini siswa SDN 01 Mekar Sari Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor dan staff paham akan cara memisahkan sampah yang dilihat dari karakteristiknya Kata Kunci: Donasi, Inspirasi, Sampah  ABSTRACT The efficient management of the common use of natural resources, and the way we dispose of toxic waste and pollutants are important targets for achieving this goal. In addition, it is equally important to encourage industry, business and consumers to recycle and reduce waste, as well as supporting developing countries to move towards more sustainable consumption patterns by 2030. worthy. Halving global per capita food waste from traders and consumers is also critical to creating more efficient production and supply chains. This can help maintain food security and lead us towards a resource-efficient economy. Community service activities aim to provide a correct understanding of the characteristics of household solid waste and similar households through simple training to distinguish household solid waste based on their characteristics and then determine the appropriate handling method according to the nature and characteristics of the solid waste. The method used in this activity is to conduct lectures and practice directly in the school environment. Results: Community service activities are expected that students are able to distinguish household waste and household-like waste based on their characteristics and be able to determine the proper handling of household solid waste. From the results of this activity students at SDN 01 Mekar Sari Sayang Village, Jatinangor District and staff understand how to separate waste based on its characteristics Keywords: Donation, Inspiration, Garbage 

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue