cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026" : 11 Documents clear
The Effect Of Brief Psychological Counseling On Improving The Self-Efficacy Of Postpartum Mothers Rizki, Andi Mustika Fadillah; Fitriani, Lina; Kalsum, Ummu; Sahira, Syarifah; Reviana, Riska
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.23880

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas merupakan periode penting bagi ibu dalam menyesuaikan diri dengan peran barunya, termasuk merawat bayi baru lahir. Banyak ibu, terutama yang pertama kali melahirkan, mengalami kebingungan dan kurang percaya diri sehingga membutuhkan dukungan psikologis yang tepat.Tujuan: mengetahui pengaruh konseling psikologis singkat terhadap peningkatan self-efficacy ibu nifas dalam merawat bayi baru lahir di Puskesmas Dolo.Metode: Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest, melibatkan 26 ibu nifas yang dipilih melalui purposive sampling. Tingkat self-efficacy diukur menggunakan Maternal Self-Efficacy Scale sebelum dan setelah dua sesi konseling psikologis singkat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang jelas pada self-efficacy, di mana skor rata-rata meningkat dari 47,23 pada pretest menjadi 71,15 pada posttest. Uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000, yang menandakan bahwa intervensi memiliki pengaruh signifikan. Konseling psikologis singkat terbukti mampu meningkatkan keyakinan diri ibu melalui dukungan emosional, reframing kognitif, dan penguatan positif yang diberikan selama sesi.Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa konseling singkat merupakan intervensi yang efektif, praktis, dan dapat diterapkan oleh bidan di layanan primer untuk membantu ibu nifas merawat bayinya dengan lebih percaya diri dan mandiri.Saran : Pemberian konseling psikologis singkat diterapkan sebagai bagian dari pelayanan rutin pada ibu nifas untuk meningkatkan self-efficacy dalam perawatan bayi baru lahir. Kata kunci: konseling psikologis singkat, self-efficacy ibu nifas, perawatan bayi baru lahir. ABSTRACT Background: The postpartum period is a crucial period for mothers adjusting to their new roles, including caring for a newborn. Many mothers, especially first-time mothers, experience confusion and a lack of confidence, requiring appropriate psychological support.Objective: To determine the effect of brief psychological counseling on improving postpartum mothers' self-efficacy in caring for newborns at the Dolo Community Health Center.Methods: The study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest, involving 26 postpartum mothers selected through purposive sampling. Self-efficacy levels were measured using the Maternal Self-Efficacy Scale before and after two brief psychological counseling sessions.Results: The results showed a clear increase in self-efficacy, with the average score increasing from 47.23 in the pretest to 71.15 in the posttest. A paired t-test showed a p-value of 0.000, indicating a significant effect of the intervention. Brief psychological counseling has been shown to increase maternal self-efficacy through emotional support, cognitive reframing, and positive reinforcement provided during the session.Conclusion: This study confirms that brief psychological counseling is an effective, practical, and applicable intervention for midwives in primary care to help postpartum mothers care for their babies with greater confidence and independence.Recommendation: Brief psychological counseling should be implemented as part of routine postpartum care to improve self-efficacy in newborn care. Keywords: brief psychological counseling, postpartum maternal self-efficacy, newborn care. 
The Relationship Between Knowledge About Anemia And Compliance With Iron Tablet Consumption Among Adolescents Hombing, Yuniarti Br Hombing Br; Susilawati, Susilawati; Yuviska, Ike Ate
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.22818

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi anemia di SMPN 07 Pesawaran tercatat sebesar 36,9% di kalangan siswi. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Puskesmas Roworejo di SMPN 07 Pesawaran pada Januari 2025, ditemukan bahwa 31 siswi (36,9%) didiagnosis menderita anemia, diklasifikasikan sebagai ringan atau sedang. Dampak anemia di SMPN 07 Pesawaran terlihat dari beberapa keluhan yang sering dilaporkan oleh siswi, seperti mudah lelah, kesulitan berkonsentrasi selama pelajaran, dan sering mengantuk di kelas. Beberapa guru juga melaporkan bahwa beberapa siswi sering mengalami pusing atau bahkan pingsan selama upacara bendera atau kegiatan fisik lainnya.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan konsumsi tablet Fe di kalangan remaja di SMPN 07 Pesawaran, Kabupaten Pesawaran, pada tahun 2025.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh 242 siswi di SMPN 07 Pesawaran, Kabupaten Pesawaran, dengan sampel sebanyak 151 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui metode univariat dan bivariat (uji chi-square).Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 85 responden (56,3%) memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan 119 responden (78,8%) menunjukkan kepatuhan rendah terhadap konsumsi tablet Fe. Hubungan yang signifikan diidentifikasi antara pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan terhadap konsumsi tablet Fe di kalangan remaja di SMPN 07 Pesawaran, Kabupaten Pesawaran, pada tahun 2025 (nilai p = 0,013). Disarankan agar petugas kesehatan membangun kolaborasi berkelanjutan antara puskesmas dan sekolah, khususnya melalui program PKPR (Pusat Kesehatan Remaja) dan UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Kolaborasi dengan guru sebagai pengawas dan fasilitator juga penting untuk mendukung program konsumsi tablet Fe di sekolah.Kesimpulan: Pengetahuan yang lebih baik berhubungan dengan kepatuhan yang lebih tinggi dalam konsumsi tablet Fe. Namun, secara keseluruhan kepatuhan masih rendah.Saran: Pendidikan berkelanjutan dan kolaborasi antara sekolah dan pusat kesehatan melalui program PKPR dan UKS diperlukan. Guru harus berperan sebagai pengawas dan fasilitator dalam program konsumsi tablet Fe rutin di sekolah. Kata kunci: Anemia, kepatuhan konsumsi tablet Fe, pengetahuan, remaja ABSTRACT Background: The prevalence of anemia at SMPN 07 Pesawaran was recorded at 36.9% among female students. Based on examinations conducted by health workers from the Technical Implementation Unit (UPTD) Roworejo Community Health Center at SMPN 07 Pesawaran in January 2025, it was found that 31 female students (36.9%) were diagnosed with anemia, classified as either mild or moderate. The impact of anemia at SMPN 07 Pesawaran was evident from several complaints frequently reported by students, such as easy fatigue, difficulty concentrating during lessons, and frequent drowsiness in class. Several teachers also reported that some students often experienced dizziness or even fainted during flag ceremonies or other physical activities.Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge of anemia and compliance with Fe tablet consumption among adolescents at SMPN 07 Pesawaran, Pesawaran Regency, in 2025.Methods: This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The population consisted of all 242 female students at SMPN 07 Pesawaran, Pesawaran Regency, with a sample of 151 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate methods (chi-square test).Results: The results showed that 85 respondents (56.3%) had good knowledge, while 119 respondents (78.8%) demonstrated low compliance with Fe tablet consumption. A significant relationship was identified between knowledge of anemia and compliance with Fe tablet consumption among adolescents at SMPN 07 Pesawaran, Pesawaran Regency, in 2025 (p-value = 0.013). It is recommended that health workers establish ongoing collaboration between community health centers and schools, particularly through PKPR (Youth Care Health Services) and UKS (School Health Unit) programs. Collaboration with teachers as supervisors and facilitators is also essential to support the Fe tablet consumption program in schools.Conclusion: Better knowledge is associated with higher compliance in Fe tablet consumption. However, overall compliance remains low.Suggestion: Continuous education and collaboration between schools and health centers through PKPR and UKS programs are necessary. Teachers should serve as supervisors and facilitators in routine Fe tablet consumption programs in schools. Keywords: Anemia, Fe tablet consumption compliance, knowledge, adolescents 
The Effect Of Maryam Song Therapy On Anxiety Levels Among Pregnant Women Prior To Childbirth Musni, Musni; Mutmainnahi, Mutmainnahi; Malka, St.; Mas’ud, Alfian
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24568

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan masalah psikologis yang umum terjadi dan dapat memengaruhi kesiapan mental dalam menghadapi persalinan serta berpotensi meningkatkan risiko maternal. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman, dapat diterima secara kultural, dan bernuansa spiritual untuk membantu menurunkan kecemasan pada akhir masa kehamilan. Salah satu intervensi tersebut adalah terapi Lagu Maryam yang diadaptasi dari lantunan Surah MaryamTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Lagu Maryam terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III menjelang persalinanMetode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Penelitian dilaksanakan di Desa Barebbo, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone pada bulan Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 25 ibu hamil trimester III yang memenuhi kriteria inklusi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 15 orang (60%) dan kecemasan ringan sebanyak 10 orang (40%). Setelah diberikan terapi Lagu Maryam, proporsi kecemasan sedang menurun menjadi 7 orang (28%), sedangkan kecemasan ringan meningkat menjadi 18 orang (72%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p 0,05), yang menandakan adanya penurunan tingkat kecemasan yang bermakna setelah intervensi.Kesimpulan: Terapi Lagu Maryam merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Terapi ini memberikan efek relaksasi psikologis melalui stimulasi auditif bernuansa spiritual, sehingga meningkatkan ketenangan dan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan.Saran: Terapi Lagu Maryam dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan antenatal sebagai pendekatan komplementer untuk mendukung kesehatan mental ibu hamil pada akhir masa kehamilan. Kata Kunci : Kecemasan; Ibu Hamil; Lagu Maryam; Trimester III; Terapi Nonfarmakologis ABSTRACT Background:Anxiety in third-trimester pregnant women is a common psychological problem that can affect mental readiness for childbirth and potentially increase maternal risks. Non-pharmacological interventions that are safe, culturally acceptable, and spiritually oriented are needed to help reduce anxiety during late pregnancy. One such intervention is Maryam Song therapy, adapted from the recitation of Surah Maryam.Objective:This study aimed to determine the effect of Maryam Song therapy on anxiety levels among third-trimester pregnant women prior to childbirth.Methods: This study employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The research was conducted in Barebbo Village, Barebbo District, Bone Regency, in December 2025. A total of 25 third-trimester pregnant women who met the inclusion criteria were recruited as respondents. Anxiety levels were measured using a questionnaire before and after the intervention. Data were analyzed using univariate analysis and the Wilcoxon test.Results: Before the intervention, most respondents experienced moderate anxiety (15 participants; 60%) and mild anxiety (10 participants; 40%). After the implementation of Maryam Song therapy, the proportion of moderate anxiety decreased to 7 participants (28%), while mild anxiety increased to 18 participants (72%). The Wilcoxon test revealed a p-value of 0.000 (p 0.05), indicating a statistically significant reduction in anxiety levels following the intervention.Conclusion: Maryam Song therapy is an effective non-pharmacological intervention for reducing anxiety in third-trimester pregnant women. This therapy promotes psychological relaxation through spiritually based auditory stimulation, thereby enhancing maternal calmness and readiness for childbirth.Recommendation: Maryam Song therapy may be incorporated into antenatal care services as a complementary approach to support maternal mental health during late pregnancy. tolong translate ke bahasa Indonesia Keywords: Pregnancy; Anxiety; Maryam Song; Third Trimester; Non-Pharmacological Therapy
The Relationship Between Maternal Knowledge And Husband’S Support With The Completeness Of Basic Immunization Among Toddler Aged 12–18 Months Lestari, Suci Ardianing; Evrianasari, Nita; Yuliasari, Dewi; Hermawan, Dessy
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.17451

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang terbukti sangat hemat biaya dan berdampak positif pada peningkatan status kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Imunisasi mencegah dan mengurangi morbiditas, disabilitas, dan mortalitas. Data dari Puskesmas Gedung Sari menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar pada anak-anak telah menurun selama tiga tahun berturut-turut: dari 75,9% pada tahun 2021 menjadi 72,4% pada tahun 2022 dan 69,6% pada tahun 2023.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita usia 12-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Gedung Sari pada tahun 2024.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari balita usia 12-18 bulan di Puskesmas Gedung Sari, dengan jumlah sampel sebanyak 58 balita. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Gedung Sari dari Januari hingga Juli 2024. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat (Chi-Square).Hasil penelitian: Temuan menunjukkan bahwa 33 (56,9%) ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang imunisasi dasar, 32 (55,2%) memiliki dukungan suami, dan 35 (60,3%) telah menyelesaikan imunisasi dasar.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita usia 12-18 bulan di Puskesmas Gedung Sari tahun 2024 (nilai p = 0,001). Petugas kesehatan disarankan untuk memberikan edukasi bulanan tentang imunisasi dasar. Kata kunci: balita, dukungan suami, kelengkapan imunisasi, dan pengetahuan ABSTRACT Background: Immunization is a public health intervention proven to be highly cost-effective and has a positive impact on improving maternal and child health status in Indonesia. It prevents and reduces morbidity, disability, and mortality. Data from the Gedung Sari Community Health Center indicate that basic immunization coverage among children has declined over three consecutive years: from 75.9% in 2021 to 72.4% in 2022 and 69.6% in 2023.Research objective: To determine the relationship between mothers' knowledge and husbands' support with the completeness of basic immunization in toddler aged 12-18 months in the working area of the Gedung Sari Community Health Center in 2024.Method: This study used a quantitative cross-sectional design. The population in this study consisted of toddler aged 12-18 months in the Gedung Sari Community Health Center, with a total sample size of 58 toddler. This study was conducted in the Gedung Sari Community Health Center from January to July 2024. Data were collected using questionnaires and observation sheets and analyzed using univariate and bivariate (Chi-Square) analysis.Research results: The findings showed that 33 (56.9%) mothers had good knowledge about basic immunization, 32 (55.2%) had supportive husband’s, and 35 (60.3%) had completed basic immunization.Conclusion: There is a relationship between knowledge and husband’s support with the completeness of basic immunization in toddler aged 12-18 months in the Gedung Sari Community Health Center in 2024 (p-value = 0.001). Health workers are recommended to provide monthly education on basic immunization. Keywords: toddler, husband support, completeness of immunization, and knowledge    
The Effectiveness Of Demonstration-Based Counseling In Improving Breast Care Knowledge Among Pregnant Women Zakiyah, Zakiyah; Tasnimin, Tasnimin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24464

Abstract

Latar Belakang: Perawatan payudara (breast care) selama kehamilan merupakan langkah penting dalam mempersiapkan ibu menghadapi proses menyusui. Namun, masih banyak ibu hamil yang belum memiliki pengetahuan memadai mengenai cara melakukan perawatan payudara yang benar. Edukasi kesehatan dengan metode demonstrasi dinilai lebih efektif karena memberikan pengalaman belajar langsung dan mempermudah pemahaman peserta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling berbasis demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan perawatan payudara pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas. Metode:  Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen (quasi experiment) dengan rancangan one group pretest-posttest design, yang dilaksanakan di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie. Populasi penelitian berjumlah 30 orang, yaitu seluruh ibu hamil yang berdomisili di desa tersebut, dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Guttman digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test setelah uji normalitas dan homogenitas dilakukan. Hasil: Hasil uji analisis menunjukkan nilai Z = -4,830 dengan p-value = 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah penyuluhan. Kesimpulan: Metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara, dan direkomendasikan bagi tenaga kesehatan untuk menerapkannya dalam kegiatan edukasi antenatal. Kata Kunci : Breast care, Demonstrasi, Ibu hamil ABSTRACT Background: Breast care during pregnancy is an important step in preparing mothers for breastfeeding. However, many pregnant women still lack adequate knowledge about how to perform proper breast care. Health education using the demonstration method is considered more effective because it provides a hands-on learning experience and facilitates participant understanding. This study aims to determine the effectiveness of demonstration-based counseling in improving breast care knowledge among pregnant women in the Community Health Center (Puskesmas) work area. Methods:  The type of research used was a quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design, conducted in Geulumpang Payong Village, Blangpidie District. The study population consisted of 30 people, namely all pregnant women domiciled in the village, and the sampling technique was total sampling. The research instrument, a questionnaire with a Guttman scale, was used to measure the level of knowledge of pregnant women. Data analysis was performed using the non-parametric Wilcoxon Signed Ranks Test after normality and homogeneity tests were performed. Results: The analysis test results showed a Z value of -4.830 with a p-value of 0.000 (p 0.05 ) , which means there was a significant difference between the scores before and after the counseling. Conclusion: Thus, the demonstration method has proven effective in improving pregnant women's knowledge about breast care, and it is recommended for health workers to implement it in antenatal education activitie. Keyword: Breast care, Demonstration, Pregnant  women 
Utilization Of Short Education Media (SEM) With Short Movies On Adolescents' Knowledge And Attitudes About Risky Sexual Behavior Ginting, Ade Krisna; Fitriani, Dewi Rubi; Anggraeni, Rina Dwi; Atikah, Euis; Kartika, Iin Ira; Kedaton, Anisah Sekar; Fauziah, Anisah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24608

Abstract

Latar Belakang: Kejadian HIV/AIDS terus meningkat sejak tahun 2022- 2024. Saat ini negara  Indonesia   berada di peringkat ke-14 dunia untuk jumlah total orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) dan peringkat ke-9 untuk infeksi baru HIV. Sebagian besar sebaran kasus HIV dan AIDS terdapat pada kelompok umur produktif  hal itu terlihat sebesar 5.81 % penderita HIV berada pada usia remaja yaitu 15-19 tahun. Remaja memiliki perilaku khas seperti bereksperimen, mengambil risiko, dan proses mencapai kematangan seksual dan reproduksi. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi remaja salah satunya dengan penggunaan media short movie. Tujuan:  Mengetahui efektivitas pemanfaatan Short Media Education terhadap pengetahuan dan sikap remaja  tentang perilaku seksual beresiko. Metode: Metode penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan desain penelitian pre-test post-test one group. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 16-18 tahun. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 76 orang. Pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner yang telah teruji validitas dan reabilitasnya, yang diberikan pre dan post intervensi berupa menonton short movie. Hasil: Hasil penelitian menyatakan pemanfaatan SEM efektif terhadap peningkatan pengetahuan remaja dengan p value 0,009 dan sikap  remaja dengan p value 0,000 tentang seks bebas. Kesimpulan: pemanfaatan SEM efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang seks bebas pada remaja usia 16-18 tahun. Saran : Pemanfaatan Short Movie Education disarankan sebagai alternatif media dalam memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan  dan sikap remaja terkait perilaku seksual beresiko. Kata Kunci :  Short movie;  Pengetahuan; Sikap; Remaja; Perilaku Seksual Beresiko, ABSTRACT Background: The incidence of HIV/AIDS continues to increase from 2022-2024. Currently, Indonesia is ranked 14th in the world for the total number of people living with HIV (PLHIV) and 9th for new HIV infections. Most of the distribution of HIV and AIDS cases is in the productive age group, it can be seen that 5.81% of HIV sufferers are in adolescence, namely 15-19 years old. Adolescents have typical behaviors such as experimenting, taking risks, and the process of reaching sexual and reproductive maturity. Therefore, appropriate interventions are needed to improve knowledge and attitudes about adolescent reproductive health, one of which is by using short movie media. Objective: To determine the effectiveness of using Short Media Education on adolescents' knowledge and attitudes about risky sexual behavior.. Method: This research method uses a quasi-experimental research design with a pre-test post-test one group. The sample in this study were adolescents aged 16-18 years. The sample used in the study was 76 people. Data collection by filling out a questionnaire that has been tested for validity and reliability, which was given pre and post intervention in the form of watching a short movie. Results: The results of the study stated that the use of SEM is effective in increasing adolescent knowledge with a p value of 0.009 and adolescent attitudes with a p value of 0.000 about free sex. Conclusion: The use of SEM is effective in increasing adolescent knowledge and attitudes about free sex in adolescents aged 16-18 years. Suggestion: The use of Short Movie Education is recommended as an alternative media in providing health education to increase adolescent knowledge and attitudes regarding risky sexual behavior. Keywords: Short Movie Education Media; Knowledge; Attitude; Adolescent; Risky Sexual Behavior 
Analysis Of Factors Relating To Breast Self Examination Behavior In Adolescent Women In Metro Cities Ridwan, M; Fibrila, Firda; Herlina, Herlina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24979

Abstract

 Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit dimana sel-sel abnormal pada payudara tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor dimulai di dalam lobulus penghasil susu di payudara. Kasus kanker payudara masih cukup besar tercatat pada tahun 2023 diduia sebesar  2,3 wanita terdiagnose kanker payudara.. Di Provinsi lampung ditahun yang sama sebesar 278 kasus dan di Kota Metro berdasarkan data Sadasin di Puskesmas Tejoagung terdapat 718 (44,3%) terdeteksi tomor/benjolah di payudara pada remaja putri. Salah satu upaya deteksi yang murah dan mudah dapat dilakukan remaja putri dengan melakukan Periksa Payudara Sendidi (SADARI).Tujuan: untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tejoagung Metro Timur.Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian adalah semua remaja putri di berusia 15-19 tahun di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Tejoagung berjumlah 1028 remaja putri. Berdasar perhitungan besar sampel diperoleh jumlah sampel sebanyak 97 responden menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi Square.. Hasil: dari 97 responden sebanyak 28,9% tidak melakukan perilaku sadari, 27,8% usia menarhce 12 tahun, 44,3% mengalami obesitas, 45,4% memiliki pengetahuan kurang tentang sadari, 28,9% memiliki sikap tidak mendukung perilaku sadari, 59,9% tidak mendapatkan dukungan keluarga, 42,3% teman sebaya memiliki pengaruh negatif terhadap perilaku sadari, 26,8%  tidak mendapat dukungan tenaga kesehatan, dan 46,2% akses internet/media sosial memiliki pengaruh negatif terhadap perilaku sadari. Hasil analisis uji statistik hubungan usia menarche dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,064, hubungan obesitas dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,022, hubungan pengetahuan dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,009, hubungan sikap dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,029, hubungan dukungan keluarga dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,030, hubungan pengaruh teman sebaya dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,010,.hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,043 dan hubungan pengaruh akses internet dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,043.Simpulan: Terdapat hubungan antara obesitas, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, dan dukungan tenaga kesehatan. Sedangkan variabel usia menarhe dan pengaruh internet/media sosial tidak ada hubungan dengan Perilaku Sadari. Upaya edukasi secara kontineu dengan pendampingan oleh guru dan orang tua terhadap perilaku sehat. Pembinaan kesehatan remaja perlu terus dilakukan oleh tenaga kesehatan termasuk pemeriksaan sadari pada remaja putri secara terus menerus. Kata kunci: Faktor, Perilaku Sadari, Remaja Putri ABSTRACT Background: Breast cancer is a disease where abnormal cells in the breast grow out of control and form tumors starting in the milk-producing lobules of the breast. Breast cancer cases are still quite large, recorded in 2023 in the world, 2.3 women were diagnosed with breast cancer. In Lampung Province in the same year there were 278 cases and in Metro City, based on Sadasin data at the Tejoagung Community Health Center, there were 718 (44.3%) detected tumors/lumps in the breasts in young women. One of the cheap and easy detection efforts can be done by young women by doing a Joint Breast Examination (BSE).Methods: to analyze factors related to BSE behavior in adolescent girls in the UPTD Working Area of the Tejoagung Metro East Health Center.Results: Of the 97 respondents, 28.9% did not carry out conscious behavior, 27.8% were 12 years of age at menarche, 44.3% were obese, 45.4% had less knowledge about conscious behavior, 28.9% had an attitude that did not support conscious behavior, 59.9% did not get family support, 42.3% peers had a negative influence on conscious behavior, 26.8% did not receive support from health workers, and 46.2% had access to the internet/social media. has a negative influence on conscious behavior. The results of the statistical test analysis of the relationship between menarche age and conscious behavior obtained p value = 0.064, the relationship between obesity and conscious behavior obtained p value = 0.022, the relationship between knowledge and conscious behavior obtained p value = 0.009, the relationship between attitude and conscious behavior obtained p value = 0.029, the relationship between family support and conscious behavior obtained p value = 0.030, the relationship between peer influence and conscious behavior obtained p value = 0.010, the relationship between support from health workers and conscious behavior obtained p value = 0.043 and the relationship between the influence of internet access and conscious behavior obtained p value = 0.043.Conclusion: The research results show that there is a relationship between obesity, knowledge about conscious behavior, attitudes towards conscious behavior, family support, peer support, and support from health workers. Meanwhile, the variables menstrual age and the influence of the internet/social media have no relationship with Awareness Behavior. Continuous educational efforts regarding healthy behavior and assistance by teachers and parents. Adolescent health development needs to continue to be carried out by health workers, including continuous self-examination of female adolescents. Kata kunci: Factors, Conscious Behavior, Young Women 
The Effectiveness Of Combining An Electric Belt And Paracetamol For Adolescent Girls Experiencing Mild Primary Dysmenorrhea Sumini, Sumini; Suardi, Achmad; Sastra, Herri; Anwar, Anita Deborah; Sutisna, Ma'mun; Wijayanegara, Hidayat
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.22563

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi yang cenderung disertai nyeri (dismenore) adalah kondisi yang terus dialami banyak wanita sejak masa remaja hingga dewasa. Masih dibutuhkan pengembangan lebih lanjut dalam terapi non-farmakologis untuk dijadikan pilihan pengobatan alternatif. Salah satu inovasi yang menjanjikan adalah penggunaan sabuk listrik, yang dirancang untuk memberikan sensasi menenangkan dan meningkatkan sirkulasi darah. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis efek dan efektivitas penggunaan sabuk listrik dibandingkan dengan penggunaan parasetamol pada remaja putri di Sekolah Kejuruan Kesehatan Bhakti Kencana Garut.Metode: Penelitian ini disusun sebagai investigasi kuasi-intervensional yang menggunakan kerangka kohort perbandingan yang dialokasikan secara non-acak. Partisipan penelitian terdiri dari 100 remaja putri yang diidentifikasi mengalami ketidaknyamanan menstruasi primer ringan antara tanggal 5 Juli dan 8 Agustus 2025. Partisipan dipisahkan menjadi dua kelompok: kohort pengobatan (sabuk pemanas listrik dikombinasikan dengan parasetamol) dan kohort perbandingan (parasetamol saja). Intensitas nyeri dievaluasi sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Skala Peringkat Numerik (NRS). Pemeriksaan statistik dari informasi yang dikumpulkan menerapkan uji Mann–Whitney bersama dengan skor N-gain.Hasil: Setiap kelompok dipastikan menunjukkan penurunan substansial dalam besarnya ketidaknyamanan (p 0,001). Meskipun demikian, kelompok terapi diamati menunjukkan penurunan yang lebih signifikan pada indeks Kontinum Penilaian Numerik rata-rata dibandingkan dengan kelompok pembanding (0,48 ± 0,58 versus 0,78 ± 0,68; p = 0,024). Kemajuan relatif, yang dinilai melalui indeks Pertumbuhan Standar, ditentukan lebih tinggi dalam kelompok terapi, menunjukkan adanya manfaat pereda nyeri yang lebih intensif.Kesimpulan: Kombinasi sabuk elektrik dan parasetamol dianggap memberikan pengurangan tambahan yang sederhana namun signifikan secara statistik pada nyeri dismenore primer ringan dibandingkan dengan penggunaan parasetamol saja. Meskipun besarnya perbedaan klinis dianggap relatif kecil, pendekatan multimodal ini diyakini telah berfungsi sebagai strategi pelengkap yang mudah diakses untuk meningkatkan kenyamanan dan berpotensi mengurangi kebutuhan akan asupan analgesik berulang di kalangan remaja.Saran: Studi acak berskala besar lebih lanjut direkomendasikan untuk memperkuat bukti yang ada dan mendukung penerapannya sebagai strategi manajemen nyeri pelengkap. Kata kunci: Dismenore Primer Ringan, Parasetamol, Remaja Perempuan, Sabuk Elektrik ABSTRACT Background: Menstruation that tends to have been accompanied by pain (dysmenorrhea) is a condition that many women continue to have experienced from their teenage years into adulthood. There still have to have been further developments in non-pharmacological therapies to have served as alternative treatment options. One promising innovation is the use of an electric belt, which is designed to have provided a soothing sensation and to have improved blood circulation.Objective: This study aimed to have analyzed the effect and effectiveness of using an electric belt compared to have using paracetamol for adolescent girls at Bhakti Kencana Garut Health Vocational School.Methods: This inquiry was structured as a quasi-interventional investigation employing a non-randomly allocated comparison cohort framework. The research participants comprised 100 teenage females identified as experiencing mild primary menstrual discomfort between July 5 and August 8, 2025. The participants were separated into two groups: a treatment cohort (electric heating belt combined with paracetamol) and a comparison cohort (paracetamol alone). Pain intensity was evaluated before and after the intervention using the Numerical Rating Scale (NRS). Statistical examination of the collected information applied the Mann–Whitney test along with the N-gain score.Results: Each assembly was ascertained to have manifested an inferentially substantive diminution in discomfort magnitude (p 0.001). Notwithstanding, the therapeutic assembly was observed to have demonstrated a more accentuated decrease in the mean Numerical Appraisal Continuum indices in comparison with the contrasting assembly (0.48 ± 0.58 versus 0.78 ± 0.68; p = 0.024). The relative progression, appraised through the Standardized-Growth index, was determined to have been more elevated within the remedial grouping, denoting the presence of an intensified pain-alleviating merit.Conclusion: The combination of an electric belt and paracetamol is considered to have provided a modest yet statistically significant additional reduction in mild primary dysmenorrhea pain compared to have using paracetamol alone. Although the clinical magnitude of the difference is regarded to have been relatively small, this multimodal approach is believed to have served as an accessible complementary strategy to have enhanced comfort and to have potentially reduced the need for repeated analgesic intake among adolescents.Suggestions: Further large-scale randomized studies are recommended to have strengthened the existing evidence and to have supported its application as a complementary pain management strategy. Keywords: Mild Primary Dysmenorrhea, Paracetamol, Adolescent Girls, Electric Belt
Non-Pharmacological Labor Pain Management In Midwifery Care Musdalipa, Musdalipa; Herianti, Herianti; Cahyani, Fenti Putri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24492

Abstract

Latar Belakang: Persalinan adalah proses fisiologis yang umumnya disertai rasa sakit yang disebabkan oleh kontraksi uterus, dilatasi serviks, dan tekanan janin pada jalan lahir. Penanganan nyeri persalinan yang buruk dapat meningkatkan kecemasan dan kelelahan ibu serta berdampak negatif pada kemajuan persalinan dan kenyamanan ibu. Pendekatan non-farmakologis dianggap sebagai pilihan utama dalam perawatan kebidanan karena relatif aman, memiliki efek samping minimal, dan mendukung keterlibatan aktif ibu selama persalinan.Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk meninjau berbagai bentuk manajemen nyeri persalinan non-farmakologis yang dapat diterapkan dalam perawatan kebidanan.Metode: Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur dengan menganalisis 25 artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar dan PubMed. Artikel yang ditinjau adalah publikasi teks lengkap yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2024 dan berfokus pada intervensi non-farmakologis untuk wanita selama persalinan.Hasil: Tinjauan ini menunjukkan bahwa berbagai metode non-farmakologis, termasuk teknik pernapasan dan relaksasi, pijat dan tekanan balik, perubahan posisi dan mobilisasi ibu, aromaterapi, serta musik dan dukungan psikologis, efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan dan meningkatkan kenyamanan ibu.Kesimpulan: Manajemen nyeri persalinan non-farmakologis efektif dan aman untuk diterapkan dalam praktik kebidanan. Bidan memainkan peran penting dalam mendidik dan menerapkan metode-metode ini untuk mendukung persalinan yang aman, nyaman, dan berpusat pada perempuan. Kata kunci: Nyeri persalinan; non-farmakologis; perawatan kebidanan; kenyamanan ibu ABSTRACT Background:Labor is a physiological process that is commonly accompanied by pain caused by uterine contractions, cervical dilatation, and fetal pressure on the birth canal. Poorly managed labor pain may increase maternal anxiety and fatigue and negatively affect labor progress and maternal comfort. Non-pharmacological approaches are considered a primary option in midwifery care because they are relatively safe, have minimal side effects, and support active maternal involvement during childbirth.Purpose:This article aims to review various forms of non-pharmacological labor pain management that can be applied in midwifery care.Methods:This study employed a literature review approach by analyzing 25 scientific articles obtained from the Google Scholar and PubMed databases. The reviewed articles were full-text publications released between 2015 and 2024 and focused on non-pharmacological interventions for women during labor.Results:The review showed that various non-pharmacological methods, including breathing and relaxation techniques, massage and counter pressure, maternal position changes and mobilization, aromatherapy, as well as music and psychological support, were effective in reducing labor pain intensity and improving maternal comfort.Conclusion:Non-pharmacological labor pain management is effective and safe to be implemented in midwifery practice. Midwives play an important role in educating and implementing these methods to support safe, comfortable, and woman-centered childbirth. Keywords:Labor pain; non-pharmacological; midwifery care; maternal comfort   
Factors Related To The Back Pain In Pregnant Women In The Third Trimester Martini, Sagung Dwi Rai; Maternity, Dainty; Sunarsih, Sunarsih; Farich, Achmad
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.7959

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik. Prevalensi nyeri punggung pada ibu hamil di Provinsi Lampung adalah 314.492 jiwa, dan di Kota Bandar Lampung sekitar 90,55%. Angka tertinggi terdapat di Lampung Tengah (94,01%), diikuti Lampung Timur (92,09%), Kota Metro (90,11%), Lampung Utara (88,21%), dan Lampung Barat (83,82%). Faktor-faktor penyebab nyeri punggung pada ibu hamil meliputi usia, paritas, pekerjaan, keteraturan olahraga, pendidikan, punggung, beban fisik, dukungan sosial, BMI, riwayat operasi caesar, indeks cairan amnion, dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Seputih Raman di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2022.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester ketiga, berjumlah 87 orang. Pemeriksaan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, dari Juni hingga Juli 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat (Chi-Square).Temuan penelitian menunjukkan bahwa responden dengan usia tidak berisiko berjumlah 55 (63,2%), responden dengan paritas tidak berisiko berjumlah 54 (62,1%), responden dengan BMI berisiko berjumlah 45 (51,7%), responden tanpa riwayat operasi caesar berjumlah 69 (79,3%), dan responden dengan nyeri punggung sedang berjumlah 33 (37,9%). Terdapat korelasi antara usia ibu (p-value = 0,013), paritas (p-value = 0,041), BMI (p-value = 0,006) dan riwayat operasi caesar (p-value = 0,004) dengan ibu hamil trimester ketiga yang mengalami nyeri punggung di wilayah kerja Puskesmas Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2022. Disarankan agar petugas kesehatan meningkatkan program yang mendukung kesehatan dan pengetahuan ibu hamil tentang keluhan kehamilan yang sering terjadi dan cara mengatasinya, salah satunya dengan memaksimalkan jumlah kelas untuk ibu hamil. Kata kunci: faktor nyeri punggung, ibu hamil trimester ketiga ABSTRACT Low back pain is one of the musculoskeletal disorders induced by insufficient physical activity. The prevalence of back pain during pregnancy in Lampung Province is 314,492 individuals, and Bandar Lampung City is approximately 90.55%. The highest number is in Central Lampung (94.01%), followed by East Lampung (92.09%), Metro City (90.11%), North Lampung (88.21%), and West Lampung (83.82%). Factors causing back pain in pregnant women include age, parity, occupation, regularity of exercise, education, back, physical load, social support, BMI, history of Caesarian, amniotic fluid index, and depression. This research aimed to determine the factors related to back pain in pregnant women in the third semester in the working area of Seputih Raman Health Centre in the Central Lampung Regency in 2022.This was a quantitative study type using a cross-sectional approach. The research population were pregnant women in the third semester, comprised of 87 people. The examination was performed in the Work Area of Seputih Raman Health Centre, Central Lampung Regency, from June to July 2022. The data was collected using a questionnaire and analysed using univariate and bivariate (Chi-Square).  The study's findings revealed that respondents with no risk age were 55 (63.2%), respondents with no risk parity were 54 (62.1%), respondents with BMI at risk were 45 (51.7%), respondents with no history of Caesarian history were 69 (79.3%), and respondents with moderate back pain were 33 (37.9%). There is a correlation between maternal age (p-value = 0,013), parity (p-value = 0,041), BMI (p-value = 0,006) and history of Caesarian (p-value = 0,004) pregnant woman in the third semester with back pain in the working area of Seputih Raman Health Centre, Central Lampung Regency in 2022. It is suggested that health workers improve programs that support the health and knowledge of pregnant women about frequent pregnancy complaints and how to manage them, one of which is to maximise the number of classes for pregnant women Keywords: back pain factors, pregnant women in the third trimester

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2026 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026 Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026 Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue