cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
The Relationship Of Fatigue And Husband's Support To Mother's Motivation In Breastfeeding The First 24 Hours To Postpartum Mothers Mardawiyah, Mardawiyah; Masyita, Gita; Anam, Khoirul; Meihartati, Tuti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14567

Abstract

Latar Belakang : Keletihan merupakan keluhan yang sering dialami ibu setelah melahirkan, dan dapat berpengaruh terhadap motivasi ibu dalam memberikan ASI dalam 24 jam pertama postpartum. Untuk itu ibu postpartum memerlukan dukungan dari keluarga terutama dukungan suami sebagai keluarga terdekat karena akan memberikan dampak positif terhadap pengalaman ibu dalam menyusui Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara keletihan ibu dan dukungan suami terhadap motivasi ibu dalam pemberian ASI 24 jam pertama pada ibu pospartum.di Ruang Nifas RSUD Akhmad Berahim.Metode : Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 42 orang ibu postpartum normal dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Postpartum Fatigue Scale (PFS), kuesioner dukungan suami, dan breastfeeding motivational instructional measurement scale (BMIMS). Uji statistik univariat, bivariat dengan menggunakan uji Spearman Rho, dan uji multivariat dengan regresi logistik ordinal.Hasil : Penelitian  ini menunjukkan bahwa ada korelasi antara keletihan dan dukungan suami terhadap motivasi pemberian ASI 24 jam pertama postpartum dengan p value  < 0,05.Kesimpulan : dari penelitian ini diketahui terdapat hubungan yang bermakna antara keletihan dan dukungan suami terhadap pemberian ASI 24 jam pertama postpartum. Dengan kekuata hubungan pada kategori cukup kuat dan arah hubungan korelasi positif. Kata kunci : Dukungan Suami, Kelelahan, Motivasi pemberian ASI 24 jam pertama ABSTRACT Background: Fatigue is a complaint that is often experienced by mothers after giving birth, and can affect the motivation of mothers in giving milk in the first 24 hours postpartum. For this reason, postpartum mothers need support from the family, especially the support of the husband as the closest family because it will have a positive impact on the mother's experience in breastfeeding The purpose of this study was to determine the relationship between maternal fatigue and husband support for maternal motivation in breastfeeding the first 24 hours for postpartum mothers.Method: This study used an analytical survey with a cross sectional approach conducted on 42 normal postpartum mothers with total sampling techniques. The instruments used in this study were Postpartum Fatigue Scale (PFS), husband support questionnaire, and breastfeeding motivational instructional measurement scale (BMIMS). Univariate, bivariate statistical tests using the Spearman Rho test, and multivariate tests with ordinal logistic regression.Results: This study showed that there was a correlation between fatigue and husband support for breastfeeding motivation in the first 24 hours postpartum with a p value of < 0.05.Conclusion: from this study it is known that there is a significant relationship between fatigue and husband support for breastfeeding in the first 24 hours postpartum. With the strength of the relationship in the category is quite strong and the direction of the relationship is positively correlated. Keywords: Fatigue, Husband Support, Motivation for breastfeeding the first 24 hours  
Determinants Of Delays In Seeking Care In Maternal Referrals In Indonesia (Ecological Studies) Rudiyanti, Novita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i2.14094

Abstract

Latar belakang: Keterlambatan rujukan dapat terjadi pada semua ibu hamil. Keterlambatan tahap pertama yaitu terlambat mencari perawatan. Penyebabnya yaitu kondisi social ekonomi, budaya, akses ke fasilitas kesehatan dan kualitas perawatan.Tujuan: Mengidentifikasi determinan sosial dari individu dan lingkungan yang mempengaruhi keterlambatan mencari perawatan di Indonesia.Metode: Desain yaitu studi ekologi menggunakan Laporan Riset Kesehatan Dasar 2018 dan Laporan Statistic Potensi Desa 2018 dengan unit analisis 34 Provinsi di Indonesia. Analisis bivariat menggunakan Scatter plot dan uji korelasi Pearson.Hasil: Variasi keterlambatan rujukan antar Provinsi sangat lebar dengan rentang 33,50% - 73,6%. Hasil uji bivariat membuktikan semakin tinggi prevalensi ibu hamil dengan eklampsia, biaya BPJS, budaya persalinan dukun bayi dan tinggal diwilayah puncak atau lereng gunung maka semakin tinggi prevalensi keterlambatan rujukan. Sebaliknya semakin tinggi prevalensi kunjungan K4 ANC dan kemudahan akses ke Fasilitas kesehatan maka semakin rendah prevalensi keterlambatan rujukan.Kesimpulan: Jenis komplikasi, kunjungan ANC, peserta BPJS, budaya persalinan dukun, akses ke fasilitas kesehatan dan topografi wilayah mempengaruhi keterlambatan rujukanSaran: Fasilitas kesehatan lebih intensif melakukan deteksi dini pre-eklampsia , edukasi tanda bahaya pada keluarga, dan persiapan persalinan dalam pelayanan ANC agar komplikasi cepat ditemukan dan keluarga cepat mencari perawatan serta mencapai fasilitas kesehatan. Kata Kunci: Maternal, Mencari perawata, Keterlambatan rujukan, ABSTRACT Background: Delays in referral can occur in all pregnant women. The first stage of delay is late seeking care. The causes are socio-economic conditions, culture, access to health facilities and quality of care.Objective: To identify social determinants specifically individual and environmental factors that influence delays in seeking care in Indonesia.Methode: Design is an ecological study using  Basic Health Research 2018 Report  and  Village Potential Statistics 2018 Report with analysis units from 34 Provinces in Indonesia. Bivariate analysis used Scatter plot and Pearson correlation test.Result: Variations in referral delays between provinces are very wide with a range of 33.50% - 73.6%. The bivariate test results that the higher the prevalence of pregnant women experiencing eclampsia, National health insurance participants, the culture of birth to TBAs and living in mountain peaks or slopes, the higher the prevalence of delay in referrals. On the other hand, the higher the prevalence of ANC visits (K4) and the ease of access to health facilities, the lower the prevalence of delay in referrals.Conclusion: Types of complications, ANC visits, BPJS participants, culture TBAs, access to health facilities and regional topography influence referral delaysSuggestion: Health facilities are more intensive in carrying out early detection of pre-eclampsia, educating families about danger signs, and preparing for childbirth in ANC services so that complications are discovered quickly and families quickly seek care and reach health facilities Keywords: Delay in referral, maternal, seeking care 
Knowledge Of Balanced Nutrition And Nutritional Status Of Pregnant Women In Efforts To Prevent Stunting Aliah, Nur; Ratnasari, Eka; Nurhasanah, Nurhasanah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i8.17183

Abstract

Latar Belakang : Gizi ibu waktu hamil sangat penting untuk pertumbuhan janin yang dikandungnya. Pada umumnya, ibu hamil dengan kondisi kesehatan yang baik yang tidak ada gangguan gizi pada masa pra-hamil maupun saat hamil, akan menghasilkan bayi yang lebih besar dan lebih sehat daripada ibu hamil yang kondisinya memiliki gangguan gizi. Kurang energi kronis akan menyebabkan lahirnya anak dengan bentuk tubuh stunting. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan sikap dan tindakan seorang ibu dalam pemilihan makanan yang sehat bagi balita dapat dilakukan dengan program kesehatan masyarakat salah satunya dengan memberikan pendidikan kesehatan yaitu melalui penyuluhan kesehatan ataupun edukasi.Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang gizi seimbang dan menganalisia hubungan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi ibu hamil. Penelitian dilakukan di wilayah Kampung Adat Argasunya Kota Cirebon selama bulan Januari-Agustus 2024.Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini akan melihat masing-masing variabel dan selanjutnya dilakukan uji Pearson Chi-Square untuk menjawab hipotesis penelitian, ada hubungan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil trimester I-III di wilayah Kampung Adat Argasunya Kota Cirebon. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan bantuan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi ibu hamil diperoleh p-value = 0,500 (≥ 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi ibu hamil.Saran: Gizi ibu pada saat hamil sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembnagan janin selama di dalam kandungan. Status gizi ibu hamil dipengaruhi oleh asupan makanan yang dikonsumsi. Perilaku ibu dalam pemilihan bahan makanan yang benar dapat diperoleh dari pengetahuan. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan sikap dan tindakan seorang ibu dalam pemilihan makanan yang sehat dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan yaitu melalui penyuluhan kesehatan ataupun edukasi. Akan tetapi di berbagai tempat tertentu perilaku ibu hamil juga dipengaruhi oleh adat istiadat serta keyakinan akan mitos yang masih kental di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penting kiranya agar tenaga kesehatan dapat bersinergi dengan tokoh masyarakat untuk meluruskan mitos yang dapat merugikan bagi kesehatan ibu hamil dan janinnya. Kata kunci: Gizi seimbang, Kehamilan, Pengetahuan, Status gizi ABSTRACT Background: Maternal nutrition during pregnancy is very important for the growth of the fetus she is carrying. In general, pregnant women with good health conditions who do not have nutritional disorders during pre-pregnancy or during pregnancy will produce bigger and healthier babies than pregnant women who have nutritional disorders. Chronic energy deficiency will cause the birth of children with stunted body shapes. Increasing knowledge and awareness of a mother's attitude and actions in choosing healthy food for toddlers can be done through public health programs, one of which is by providing health education, namely through health counseling or education.Research Objectives: This research aims to determine the knowledge of pregnant women about balanced nutrition and analyze the relationship between knowledge about balanced nutrition and the nutritional status of pregnant women. The research was conducted in the Argasunya Traditional Village area, Cirebon City during January-August 2024.This research method is analytical research with a cross sectional approach. This research will look at each variable and then carry out the Pearson Chi-Square test to answer the research hypothesis, that there is a relationship between knowledge about balanced nutrition and nutritional status. This research was conducted on pregnant women in the I-III trimester in the Argasunya Traditional Village area, Cirebon City. The sampling technique used was Accidental Sampling. The data analysis technique used is univariate and bivariate analysis with the help of SPSS. The research results showed that knowledge about balanced nutrition and the nutritional status of pregnant women obtained p-value = 0.500 (≥ 0.05).The conclusion of this study is that there is no relationship between knowledge about balanced nutrition and the nutritional status of pregnant women. Kata kunci: balanced nutrition, pregnancy, knowledge, nutritional status
Factors Associated With Diaper Rash In Infants Aged 0-12 months Stianto, Mitayakuna; Fatimah, Siti; Fitriana, Alfira
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.15467

Abstract

Latar Belakang : Kulit bayi  relatif  tipis sehingga lebih rentan terhadap infeksi, peradangan, dan alergi. Ruam popok merupakan masalah kulit yang umum terjadi pada bayi. Data epidemiologi menunjukkan bahwa ruam popok atau diaper rash terjadi di 65% populasi anak-anak. Kejadian ruam popok dapat dimulai sejak periode neonatus, sejak bayi mulai menggunakan popok (Putri & Ludiana, 2021). Namun, insidensi lebih sering ditemukan pada bayi yang lebih tua, sebab frekuensi penggantian popok lebih jarang dibandingkan neonatus.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ruam popok pada bayi.Metode : Penelitian Strategi dalam mencari jurnal yang digunakan dalam literature review, pertanyaan yang digunakan untuk melakukan review jurnal yang disesuaikan dengan PICOT dan istilah pencarian jurnal melalui MESH, batasan mengambil jurnal dan hal lainnya. Jurnal yang digunakan dalam literature review didapatkan melalui database google scholar. Populasi : Bayi yang mengalami ruam popok. Sampling : Sebagian dari bayi yang mengalami ruam popok.Hasil : Berdasarkan 10 penelitian terdapat 4 jurnal penelitian tentang ruam popok terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu, terdapat 4 jurnal penelitian tentang ruam popok dikarenakan personal hygiene, terdapat 1 jurnal penelitian tentang ruam popok karena lama pemakaian popok sekali pakai dan terdapat 1 jurnal penelitian tentang ruam popok karena penggunaan bedak tabur pada area genetal. Kesimpulan : dengan penatalaksanaan memberikan edukasi kepada ibu untuk menggunakan popok kain yang memiliki daya serap tinggi dan mengganti sesering mungkin. Masalah teratasi setelah diberikan perawatan selama 5 hari dengan intervensi yang diberikan, kemudian dilakukan pendokumentasian dengan menggunakan manajemen SOAP.Saran : Dalam kasus ruam popok akan sembuh dengan penanganan penggunaan popok tidak lebih dari 4 jam, setelah BAK/BAB segera dibersihkan dengan air atau kapas DTT, menjaga kelembaban area genetal. Kata kunci : bayi, personal hygiene, ruam popok. ABSTRACT Background.Babies' skin is relatively thin, making it more susceptible to infection, inflammation and allergies. Diaper rash is a common skin problem in infants. Epidemiological data shows that diaper rash occurs in 65% of the paediatric population. The incidence of diaper rash can start as early as the neonatal period, from the time an infant starts wearing nappies. However, the incidence is more common in older infants, as the frequency of nappy changes is less frequent compared to neonates.Objective: To determine the factors associated with diaper rash in infants.Methods: Research strategy in finding journals used in the literature review, questions used to review journals tailored to PICOT and journal search terms through MESH, journal retrieval limitations and other matters. Journals used in the literature review were obtained through the google scholar database. Population: Infants with diaper rash. Sampling: Some of the babies who have diaper rash.Results: Based on 10 studies, there are 4 research journals on diaper rash due to lack of maternal knowledge, there are 4 research journals on diaper rash due to personal hygiene, there is 1 research journal on diaper rash due to long use of disposable diapers and there is 1 research journal on diaper rash due to the use of powder on the genetal area. Conclusion: with the management of providing education to the mother to use cloth diapers that have high absorption and change as often as possible. The problem was resolved after being given treatment for 5 days with the interventions provided, then documentation was carried out using SOAP managemenSuggestion: In the case of diaper rash, it will heal by handling the use of diapers for no more than 4 hours, after BAK / BAB immediately cleaned with water or DTT cotton, keeping the genetal area moist. Keywords:baby, diaper rash, personal hygiene. 
Effectiveness Of Date Palm Juice With Hemoglobin Levels In Postpartum Mothers Ulyanisa, Fajriza; Purwanti, Heni; Astutik, Widya; Sulistyorini, Chandra
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14445

Abstract

Latar Belakang : Anemia pada masa nifas adalah suatu komplikasi yang dapat terjadi pada ibu setelah melahirkan karena kadar haemoglobin kurang dari normal, Akibat dari anemia yang tidak tertangani pada ibu nifas  biasa nya dapat terjadi atonia uteri, serta dapat menimbulkan perdarahan post partum yang memudahkan infeksi puerperium, pengeluaran ASI berkurang dan mudah terjadi infeksi mamae serta mengurangi persentasi kerja, Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia ibu nifas secara non farmakologi untuk menangani anemia dapat dilakukan dengan mengkonsumsi sari kurma.Tujuan : Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma terhadap kadar hemoglobin ibu nifas Di RSUD Akhmad Berahim.Metode : Penelitian jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian  Quasy Eksperimen dengan pendekatan  pretest–posttest  with control group. Sampel sebanyak 15 responden pada masing – masing kelompok, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat (Uji Paired T-Test).  Hasil  : Penelitian kadar hemoglobin ibu nifas sebelum diberikan sari kurma pada kelompok intervensi dengan mean 10,400 gr/dl nilai min 9,5 gr/dl dan nilai max 11,7 gr/dl, setelah setelah diberikan sari kurma dengan mean 11,333 gr/dl nilai min 10,5 gr/dl dan nilai max 12,4 gr/dl. Kadar hemoglobin ibu nifas pada kelompok control hari ke 1 dengan mean 10,473 gr/dl nilai min 9,3 gr/dl dan max 11,5 gr/d, Hari ke 14 dengan Mean 10,947 gr/dl nilai min 10,3 gr/dl dan nilai max 11,7 gr/dl.Kesimpulan : Hasil uji statistik didapatkan nilai  P value = 0,000 (<0,05) yang artinya terdapat efektivitas pemberian sari kurma dengan kenaikan kadar hemoglobin pada ibu nifas di RSUD Akhmad Berahim. Saran Diharapkan bidan dapat melaksanakan praktik kebidanan berupa pemberian KIE tentang pentingnya untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi serta konsumsi makanan yang kaya akan gizi dan mengandung vitamin C seperti sari kurma. Kata kunci: anemia, hemoglobin, ibu nifas, sari kurma ABSTRACT Background: Anemia during the puerperium is a complication that can occur in mothers after childbirth because haemoglobin levels are less than normal, As a result of untreated anemia in puerperal mothers can usually occur uterine atony, and can cause postpartum bleeding which facilitates puerperium infection, reduced milk expenditure and easy mammary infection and reduces the percentage of work,  Efforts to prevent and overcome anemia of postpartum mothers in a non-pharmacological manner to deal with anemia can be done by consuming date palm essence.Objective: Research to determine the effect of giving date palm juice on hemoglobin levels of postpartum mothers at RSUD Akhmad Berahim.Method: Quantitative research type research with Quasy research design Experiment with pretest-posttest approach with control group. A sample of 15 respondents in each group, the sampling technique used was purposive sampling. Univariate and bivariate data analysis (Paired T-Test). Results: Research on hemoglobin levels of postpartum mothers before being given date palm juice in the intervention group with a mean of 10,400 gr/dl min value of 9.5 gr/dl and max value of 11.7 gr/dl, after being given date palm juice with a mean of 11,333 gr/dl min value of 10.5 gr/dl and max value of 12.4 gr/dl. Hemoglobin levels of puerperal mothers in the control group day 1 with a mean of 10.473 gr/dl min value of 9.3 gr/dl and max 11.5 gr/d, Day 14 with a mean of 10.947 gr/dl min value of 10.3 gr/dl and max value of 11.7 gr/dl.Conclusion: The results of statistical tests obtained P value = 0.000 (<0.05) which means that there is effectiveness in giving date palm juice with an increase in hemoglobin levels in postpartum mothers at Akhmad Berahim Hospital. Suggestion It is hoped that midwives can carry out midwifery practices in the form of giving IECs about the importance of consuming foods that contain iron and consumption of foods that are rich in nutrients and contain vitamin C such as date palm essence. Keywords : anemia, hemoglobin, puerperal mother, date palm juice 
The Effect Of Animated Ibiskus Media On The Motivation To Execute Pregnancy Exercises Stellata, Alyxia Gita; Winengsih, Ecih; Yulihartini, Dwi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.12202

Abstract

Latar Belakang: Partus lama memberikan kontribusi pada angka kematian ibu dan angka kematian bayi baru lahir. Salah satu solusi untuk mengatasi partus lama adalah dengan melaksanakan senam hamil. Namun terdapat kendala dalam kontinuititas pelaksanaan yang disebakan oleh rendahnya motivasi sehingga dibutuhkan suatu media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi ibu hamil yaitu Ibiskus animasi.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media Ibiskus animasi terhadap motivasi ibu hamil dalam pelaksanaan senam hamil.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen two groups pre and post test dengan sample yang berjumlah 30 orang yang diambil dengan cara accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer berupa kuesioner. Analisis data menggunakan Wilcoxon dan Mannwhitney  p < 0,05.Hasil: Hasil uji wilcoxon pada kelompok Ibiskus adalah p=0.001 dan kelompok leaflet adalah p=0.026. Hasil uji Mannwhitney antar kedua kelompok adalah p=0.004.Kesimpulan: terdapat perbedaan efektivitas penggunaan Ibiskus  dan leaflet dalam meningkatkan motivasi ibu hamil dengan media Ibiskus animasi lebih efektif daripada leaflet (difference mean 2.33).Saran: Diharapkan bagi bidan mampu menggunakan media Ibiskus animasi untuk meningkatkan motivasi ibu hamil dalam pelaksanaan senam hamil yang komprehensif. Kata  kunci: Ibiskus Animasi; Leaflet; Motivasi, Senam hamil; ABSTRACT Background: Prolonged labor contributes to maternal mortality and newborn mortality. One solution to overcome prolonged labor is to carry out pregnancy exercises. However, there are obstacles to the continuity of implementation caused by low motivation. Thus, learning media is needed to increase the motivation of pregnant women named Ibiskus animation.Purpose: The purpose of this study was to determine the effect of animated Ibiskus media on pregnant women's motivation to implement pregnancy exercise.Methods: This type of research uses quantitative methods with a quasi-experimental design of two groups pre and post-test with a sample of 30 people taken by accidental sampling. The data collection technique used primary data in the form of a questionnaire. Data analysis using Wilcoxon and Mann-Whitney p < 0.05.Results: The Wilcoxon test result in the Ibiskus group was p=0.001 and the leaflet group was p=0.026. The Mann-Whitney test result between the two groups was p=0.004.Conclusion: In conclusion, there are differences in the effectiveness of using Ibiskus and leaflets in increasing the motivation of pregnant women with animated Ibiskus media more effectively than leaflets (difference mean 2.33).Suggestion: It is expected that midwives will be able to use animated Ibiskus media to increase pregnant women's motivation to implement comprehensive pregnancy exercises. Keywords : Prolonged Labour; Pregnancy exercise; Animated Ibiskus; Leaflet; Motivation  
The Effectiveness Of The Combination Of Effleurage Massage And Warm Compresses In Reducing Back Pain In The Third Trimester Pregnant Women Daniati, Octaviana; Sulistyorini, Chandra; Puspitasari, Dwi Ida; Meihartati, Tuti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14562

Abstract

Background: Back pain in pregnant women is one of the discomforts felt by pregnant women, especially in the third trimester of pregnancy. Back pain is a condition where pain is felt in the lumbosacral, which is caused by several factors, including enlargement of the uterus, changes in body pos, tension, and increased hormones. This back pain is a physiological thing felt by pregnant women, but it will turn pathological if not treated properly and will have a fatal impact on both the mother and the fetus in the womb. Back pain in pregnant women can be treated non-pharmacologically by applying a combination of effleurage massage and warm compresses.Purpose: This study aimed to determine the effectiveness of a combination of effleurage massage and warm compresses in reducing back pain in third-trimester pregnant women at UPT Tideng Pale Health Center.Method: This study used a quasi-experiment design with a pre-test and post-test approach with a control group. The number of participants in this study was 34, and they met the inclusion criteria, consisting of 17 respondents in the intervention group and 17 in the control group. The pain assessment instrument used the Numeric Rating Scale (NRS). Results: Based on the Wilcoxon test, the P-value was 0.000 <     α (0.05), so Ha was accepted.Conclusion: This indicates a difference in the results of the post-test in the intervention group and the control group because there is a very significant difference; it shows that the combination of effleurage massage and warm compress is effective in reducing back pain for pregnant women in the third trimester at UPT Tideng Pale Health Center Tana Tidung Regency.Suggestion It is expected that pregnant women in the third trimester continue to apply a combination of effleurage massage and warm compresses to reduce back pain during pregnancy. Midwives and research sites should provide information to pregnant women about the use of this method as an alternative solution for back pain. Educational institutions are expected to use the results of this research as a reference in the development of midwifery science to improve the quality of midwifery care. In addition, researchers can further make the results of this study as a reference for further research Keywords: Effleurage Massage, Warm Compress, Back Pain ABSTRAK : EFEKTIVITAS KOMBINASI PIJAT EFFLEURAGE DAN KOMPRES HANGAT DALAM MENURUNKAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Latar Belakang : Nyeri punggung pada ibu hamil merupakan salah satu ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu hamil secara khusus pada ibu hamil Trimester ke III. Nyeri punggung merupakan kondisi dimana nyeri yang dirasakan pada daerah lumbosakral yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya pembesaran rahim, berubahnya postur tubuh dan juga peningkatan hormon. Nyeri punggung ini merupakan hal fisiologis yang dirasakan oleh ibu hamil namun akan berubah menjadi patologis jika tidak ditangani dengan tepat akan berdampak fatal baik bagi ibu maupun janin dalam kandungan. Nyeri punggung pada ibu hamil dapat ditangani secara non farmakologis yaitu dengan menerapkan kombinasi effleurage massage dan kompres hangat.Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas kombinasi effleurage massage dan kompres hangat terhadap pengurangan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di UPT Puskesmas Tideng Pale.Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasy-eksperiment dengan pendekatan pre-test and post-test with control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 34 orang yang memenuhi kriteria inklusi yang terdiri dari 17 responden pada kelompok intervensi dan 17 orang pada kelompok kontrol. Instrumen penilaian nyeri menggunakan Numeric Raiting Scale (NRS) Hasil: Berasarkan uji Wilcoxon menujukan nilai-Pvalue sebesar 0.000 < dari      α (0.05), sehingga Ha diterima. Kesimpulan: Ada perbedaan hasil  post test pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, karena ada perbedaan yang sangat signifikan.Kesimpulan : Kombinasi effleurage massage dan kompres hangat efektif terhadap pengurangan nyeri punggung ibu hamil trimester III di UPT Puskesmas Tideng Pale Kabupaten Tana Tidung.Saran Diharapkan bagi ibu hamil trimester III untuk tetap menerapkan kombinasi pijat effleurage dan kompres hangat untuk mengurangi nyeri pinggang saat hamil. Bidan dan tempat penelitian hendaknya memberikan informasi kepada ibu hamil tentang penggunaan metode ini sebagai alternatif solusi nyeri punggung. Instansi pendidikan diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan dalam pengembangan ilmu kebidanan untuk meningkatkan mutu pelayanan kebidanan. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya Kata kunci : effleurage massage, kompres hangat, nyeri punggung 
Relationship Between The Duration Of Contraceptive Implant Use And Menstrual Cycle Sugar Ratna, Desi Susanti; Rosmiyati, Rosmiyati; Astriana, Astriana; Ermasari, Anisa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.11863

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan keluarga berencana terbukti efektif dalam menurunkan angka kematian ibu melalui penjarakan kehamilan dan penurunan kelahiran berisiko tinggi. Data BKKBN menunjukkan peserta KB aktif di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 57,4%, di Provinsi Lampung 68,7%, dan di Kabupaten Lampung Barat 70% pada tahun 2022. Data Puskesmas Kebun Tebu di Lampung Barat menunjukkan bahwa 70% peserta KB dari 2.754 pengguna layanan aktif. Namun angka tersebut masih jauh dari target sebesar 75%. Pemilihan metode kontrasepsi, khususnya implan, masih relatif rendah yaitu sebesar 11,9%, karena perubahan siklus menstruasi terkait dengan kontrasepsi implan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan alat kontrasepsi implan dengan siklus menstruasi.Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan survei analitik dengan jangka waktu cross-sectional. Populasi yang diteliti adalah seluruh akseptor kontrasepsi implan di wilayah kerja Puskesmas Kebun Tebu Lampung Barat. Besar sampel terdiri dari 114 individu yang dipilih melalui teknik proporsional random sampling. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji chi-square.Temuan Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (59,6%) telah menggunakan alat kontrasepsi implan selama ≤ 1 tahun, dan 52,6% diantaranya mengalami siklus menstruasi yang normal. Analisis statistik menghasilkan nilai p sebesar 0,003 dan rasio odds (OR) sebesar 3,438.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lama penggunaan alat kontrasepsi implan dengan siklus menstruasi. Kata Kunci: Durasi Pemakaian Implan Kontrasepsi, Siklus Menstruasi. ABSTRACT Background: Family planning services have proven effective in reducing maternal mortality rates by spacing pregnancies and decreasing high-risk births. BKKBN data indicates that the active family planning participants in Indonesia in 2021 were 57.4%, in Lampung Province 68.7%, and in West Lampung Regency 70% in 2022. Data from Kebun Tebu Health Center in West Lampung shows that 70% of family planning participants out of 2,754 service users are active. However, this number still falls short of the target of 75%. The selection of contraceptive methods, specifically implants, remains relatively low at 11.9%, due to the menstrual cycle changes associated with implant contraception.Objective: The aim of this study is to determine the relationship between the duration of contraceptive implant usage and the menstrual cycle.Research Methodology: This study employs a quantitative research design, utilizing an analytical survey approach with a cross-sectional timeframe. The population of interest encompasses all contraceptive implant acceptors in the working area of Kebun Tebu Health Center in West Lampung. The sample size consists of 114 individuals, selected through proportional random sampling technique. Statistical analysis is conducted using the chi-square test.Research Findings: The study results reveal that the majority of respondents (59.6%) have been using contraceptive implants for ≤ 1 year, and 52.6% of them experience normal menstrual cycles. The statistical analysis yields a p-value of 0.003 and an odds ratio (OR) of 3.438.Conclusion: There is a correlation between the duration of contraceptive implant usage and the menstrual cycle. Keywords: Duration of Contraceptive Implant Usage, Menstrual Cycle.
Determinants Of Infant Massage Therapy In Optimizing Toddler Development Adiesti, Ferilia; Khasanah, Nurun Ayati; Safitri, Citra Adityarini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.11517

Abstract

Latar  Belakang  :  Pijat bayi sudah lama dilakukan oleh masyarakat di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Pijat bayi secara teratur akan meningkatkan hormon katekol (epinefrin dan norepinefrin) yang memiliki manfaat untuk menstimulasi tumbuh kembang sehingga dapat meningkatkan nafsu makan, menambah berat badan, serta merangsang perkembangan struktur dan fungsi otak. Salah satu faktor yang mempengaruhi terapi pijat bayi adalah dukungan keluarga.Tujuan : Untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan terapi pijat bayi di PMB Nur Khasanah Amd.Keb .Metode : Penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik. Desain penelitian cross sectional. Uji Fisher Exact menggunakan tingkat signifikan 0,05. Populasi sebanyak 85 responden dan menggunakan sampel  sebanyak 54 responden. Pengumpulan data melalui kuesioner dan lembar observasi.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (74,1%) ibu mendapat dukungan keluarga dan sebagian besar (72,2%) ibu melakukan pijat bayi, dan terdapat hubungan yang signifikan. meningkatkan pelayanan atau penyuluhan pijat bayi, sehingga diharapkan terapi pijat bayi menjadi tindakan yang rutin dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan terapi pijat bayi pada ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan di PMB Nur Khasanah Amd.Keb.Saran : Bagi ibu dan keluarga ibu sebagai referensi stimulasi tumbuh kembang dan tambahan wawasan tentang pentingnya pijat pada bayi agar bayi mengalami pertumbuhan yang optimal Kata kunci : Dukungan Keluarga, Pijat Bayi, PerkembanganBackground:  Infant massage has long been practised by people around the world, especially in Indonesia. Regular infant massage will increase catechol hormones (epinephrine and norepinephrine) which have the benefit of stimulating growth and development to increase appetite, gain weight, and stimulate the development of brain structure and function. One of the factors that influence infant massage therapy is family support.Objective: To analyze the relationship between family support and infant massage therapy at PMB Nur Khasanah Amd.Keb.Methods: Quantitative research with analytic observational type of research. Cross-sectional research design. Fisher Exact test using a significant level of 0.05. The population was 85 respondents and used a sample of 54 respondents. Data collection through questionnaires and observation sheets.Results: The results showed that most (74.1%) mothers received family support and most (72.2%) mothers did baby massages, and there was a significant relationship. improve baby massage services or counselling, so it is hoped that baby massage therapy will become a routine action as one of the efforts to prevent stunting.Conclusion: There is a significant relationship between family support and baby massage therapy in mothers who have babies aged 0-12 months at PMB Nur Khasanah Amd.Keb.Suggestion: For mothers and their families as a reference for growth and development stimulation and additional insight into the importance of massage in infants so that babies experience optimal growth. Keywords: Family Support, Baby Massage, Development   
The Effect Of Effleurage Massage On Reducing 1st Stage Labor Pain Mariyah, Nur; Rachmawati, Fijri; Sunarsih, Sunarsih; Evrianasari, Nita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.11852

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH PIJAT EFFLEURAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN TAHAP 1 Pendahuluan: Nyeri persalinan merupakan kondisi berupa perasaan yang tidak menyenangkan, apabila tidak diatasi dengan baik akan menimbulkan masalah lain yaitu meningkatkan kecemasan. Data di Indonesia didapatkan 21% menyatakan bahwa persalinan yang dialami merupakan persalinan yang menyakitkan karena merasakan nyeri. Salah satu pijatan dalam proses persalinan dengan menerapkan teknik effleurage. Stimulasi kulit dengan effleurage ini menghasilkan pesan yang dikirim lewat serabut A-δ, serabut yang menghantarkan nyeri cepat, yang mengakibatkan gerbang tertutup sehingga korteks serebri tidak menerima sinyal nyeri dan intensitas nyeri berubah/berkurang.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pijat effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh tahun 2023.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan rancangan pre experiment dan desain one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu  bersalin kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh jumlah Juni-Juli dengan sampel yang berjumlah 30 orang. Teknik sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrumen pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan skala NRS (Numeric Rating Scale). Analisis data yang digunakan adalah wilcoxon.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nyeri persalinan kala 1 sebelum dilakukan pijat effleurage adalah 5,30 dan sesudah dilakukan pijat effleurage menurun menjadi 2,5. Hasil uji wilcoxon didapatkan p value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh pijat effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh tahun 2023.Kesimpulan: Ada pengaruh pijat effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Negeri Suoh tahun 2023.Saran: Dapat menerapkan asuhan dalam penatalaksanaan nyari kontraksi berupa pijat effleurage. Kata kunci: Nyeri Persalinan, Effleurage, Postpartum ABSTRACT Introduction: Labor pain is a condition characterized by unpleasant sensations. If not properly managed, it can lead to other issues, such as increased anxiety. The data from Indonesia indicates that 21% of women consider painful labor due to experiencing pain. One of the massage techniques used during labor is effleurage, which involves stimulating the skin. Effleurage stimulates the A-fibers, which transmit pain signals quickly, leading to a closed gate mechanism that prevents the cortex from receiving pain signals, ultimately altering or reducing the pain intensity.purpose: To determine the effect of effleurage massage on the reduction of pain during the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2023.method: This research was a quantitative study with a pre-experimental design and a one-group pretest and posttest design. The population of this study included all mothers experiencing the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care during June and July, with a sample size of 30 participants. A purposeful sampling technique was used for sample selection. The data collection instrument in this study was the Numeric Rating Scale (NRS), and the data analysis employed the Wilcoxon test.Results: The results of this study revealed that the average pain score during the first stage of labor before undergoing effleurage massage was 5.30, and after the massage, it decreased to 2.5. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 <0.05, indicating a significant effect of effleurage massage on the reduction of pain during the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2023.Conclusion: An effect of effleurage massage on the reduction of pain during the first stage of labor in the working area of Bandar Negeri Suoh Primary Health Care in 2023.Suggestion Can apply care in the management of painful contractions in the form of effleurage massage.  Keywords: Labor Pain, Effleurage, Postpartum

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue