cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
The Effect Of Giving Soy Milk To Public Women Increasing Baby Weight Nofita, Lira Dian; Yusman, Reni; Netri, Yulia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.15206

Abstract

Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar bayi baru lahir mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi dan melanjutkan menyusui untuk waktu dua tahun, karena ASI sangat seimbang memenuhi kebutuhan nutrisi bayi baru lahir, dan merupakan satu-satunya makanan yang dibutuhkan sampai usia 6 bulan, serta nutrisi yang baik untuk diteruskan hingga masa usia dua tahun pendampingan. Meskipun banyak sekali manfaat dan keuntungan pemberian ASI, namun WHO memperkirakan hanya (40%) dari seluruh bayi di dunia yang mendapat ASI untuk jangka waktu enam bulan.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai pada ibu nifas terhadap peningkatan berat badan bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman.Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen (quasi experiment). Desain penelitian ini menggunakan rancangan Two Group Pre and Post Test Design yaitu penelitian yang dilakukan pada dua kelompok, kelompok intervensi yang diberikan susu kedelai selama 7 hari dan diukur peningkatan berat badan bayi sebelum dan sesudah intervensi , pada kelompok kontrol dengan perlakuan konsumsi sari kacang hijau selama 7 hari dan diukur peningkatan berat badan bayi sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat.Hasil Penelitian: Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata skor peningkatan berat badan bayi pada kelompok intervensi nilai pre test dari 3176.47 meningkat menjadi 3705.88 (nilai post test), dengan selisih rata-rata 529,41 sedangkan pada kelompok kontrol nilai pre test dari 3320.59 meningkat menjadi 3726.47 (nilai post test) dengan selisih rata-rata 404,88. Hasil Uji value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh pemberian susu kedelai pada peningkata berat badan bayi. Ini membuktikan bahwa pemberian susu kedelai dapat meningkatkan berat badan bayi lebih tinggi dari pada sari kacang hijau.Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian susu kedelai pada peningkata berat badan bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman.Saran: Saran untuk wilayah kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman agar dapat memanfaatkan susu kedelai untuk meningkatkan berat badan bayi di wilayah kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman. Kata Kunci : Susu Kedelai, Peningkatan berat badan bayi ABSTRACT Background: According to the World Health Organization (WHO) recommends that newborns get exclusive breastfeeding for the first 6 months of the baby's life and continue breastfeeding for two years, because breast milk is very balanced to meet the nutritional needs of newborns, and is the only food needed until the child's age. 6 months, as well as good nutrition to be continued until the age of two years of mentoring. Despite the many benefits and advantages of breastfeeding, WHO estimates that only (40%) of all babies in the world are breastfed for a period of six months.Purpose: Knowing the effect of giving soy milk to postpartum mothers on increasing infant weight in the Working Area of Naras Health Center in Pariaman City.Method :This research uses experimental research method (quasi experiment). The design of this study used a Two Group Pre and Post Test Design, which was a study conducted in two groups, the intervention group was given soy milk for 7 days and the baby's weight gain was measured before and after the intervention, the control group was treated with green bean juice consumption for 7 days. 6 days and measured the baby's weight gain before and after the intervention. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analysis.Results: The results showed that the average score of the increase in infant weight in the intervention group, the pre test value from 3176.47 increased to 3705.88 (post test value), with an average difference of 529.41 while in the control group the pre test value from 3320.59 increased to 3726.47 ( post test scores) with an average difference of 404.88. The test results value 0.000.Conclusion: There is an effect of soy milk on infant weight gain in the Working Area of Naras Health Center in Pariaman City.Suggestion: Suggestions for the work area of the Telaga Dewa Health Center in Bengkulu City to be able to use soy milk to increase baby weight in the Naras Health Center work area Pariaman City.Keywords: Soy milk, increase in baby weight 
The Effect Of The Medication And Food Monitoring Program (Mfmp) On Anemia In Pregnant Women Nuroni, Nuroni; Yantina, Yuli; Isnaini, Nurul; Kurniasari, Devi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.11708

Abstract

Latar Belakang: Anemia dianggap sebagai faktor risiko dan dapat mengakibatkan komplikasi yang mengancam kehidupan ibu dan janin . Program Pemantau Minum Obat Dan Makanan merupakan program yang bertanggung jawab dalam mengawasi ibu hamil dalam mengkonsumsi obat serta makanan yang diperbolehkan.Tujuan: Mengetahui pengaruh Program Pemantau Minum Obat Dan Makanan terhadap anemia pada ibu hamil di Puskesmas Pinang Jaya Tahun 2023.Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimental. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Pinang Jaya Tahun 2023. Variabel independen adalah Program Pemantau Minum Obat Dan Makanan dan variabel dependen adalah kadar Hb Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji T Independen.Hasil: skor pengetahuan sebelum (tidak PMOM) yaitu 10.175, dan standar deviasi .5475. Sedangkan rerata pengetahuan sesudah (tidak PMOM) yaitu 10.204, dan standar deviasi .5507 dari 56 responden . Sedangkan rerata skor pengetahuan sebelum (PMOM) yaitu 10.114, dan standar deviasi .7006 .Sedangkan rerata pengetahuan sesudah (PMOM) yaitu 10.514, dan standar deviasi .6047 dari 56 responden.Kesimpulan: Ada pengaruh PMOM terhadap anemia pada ibu hamil.Saran: Bagi Puskesmas Pinang Jaya diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak puskesmas dalam membuat kebijakan yang berkaitan dengan pencegahan anemia pada ibu hamil. Kata kunci : PMOM, Anemia, Ibu Hamil ABSTRACT Background: Anemia is considered a risk factor and can lead to complications that threaten the life of the mother and fetus. The Medication and Food Monitoring Program (MFMP) is a program that is responsible for supervising pregnant women in consuming permitted drugs and food.Objective: To determine the effect of the Medication and Food Monitoring Program on anemia in pregnant women at the Pinang Jaya Health Center in 2023.Methods: The design used in this study was pre-experimental. The population in this study were all pregnant women at the Pinang Jaya Health Center in 2023. The independent variable was the Medication and Food Monitoring Program and the dependent variable was Hb levels. Data collection used an observation sheet. Data analysis used the Independent T test.Results: Knowledge score (not MFMP) is 10.175, and standard deviation is 0.5475. While the average knowledge after (not MFMP) is 10.204, and the standard deviation is 0.5507 from 56 respondents. Meanwhile, the mean score of prior knowledge (MFMP) was 10.114, and the standard deviation was 0.7006. Meanwhile, the average post knowledge (MFMP) was 10.514, and the standard deviation was 0.6047 from 56 respondents.Conclusion: There is an effect of MFMP on anemia in pregnant women.Suggestion: It is hoped that the Pinang Jaya Community Health Center can provide useful information for the community health center in making policies related to the prevention of anemia in pregnant women. Keywords: MFMP, Anemia, Pregnant Women 
Improving Self-Care Behaviors Of Pregnant Women Using M-Health Hanim, Busyra; Anita D. Anwar, Anita; Muniarti, Vita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.13662

Abstract

Latar Belakang: Perilaku self-care dalam kehamilan berhubungan dengan pengetahuan tentang self-care dan efikasi diri. Pengetahuan dan perilaku self-care yang kurang baik selama kehamilan dapat membahayakan ibu maupun janin, dan ini menjadi penyebab paling umum kesakitan dan kematian ibu. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, efikasi diri, dan perilaku self-care ibu hamil adalah dengan pemanfaatan m-Health dalam bentuk Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH) berbasis android.Tujuan: untuk menganalisis pengaruh penggunaan Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH) terhadap peningkatan pengetahuan tentang self-care, efikasi diri dan perilaku self-care ibu hamil.Metode: Metode penelitian secara quasi eksperimen dengan pretest-posttest with control group design. Subyek penelitian adalah ibu hamil trimester III pada wilayah kerja Puskemas Garuda Kota Bandung sebanyak 60 orang, yang dibagi kedalam kelompok perlakuan yang menggunakan aplikasi Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH) sebagai panduan self-care dalam kehamilan dan kelompok control menggunakan Buku KIA. Pengambilan sampel berdasarkan teknik Simple Random Sampling. Instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner. Hasil: Penggunaan aplikasi ASIH berpengaruh meningkatkan pengetahuan ibu hamil dibandingkan dengan yang menggunakan Buku KIA dengan nilai p<0,05, nilai RR 2,62(1,39-4,97), dan nilai NTT (Number Needed to Treat) 2,30; meningkatkan efikasi diri ibu hamil dibandingkan dengan yang menggunakan Buku KIA dengan nilai p<0,05, nilai RR 2,00 (1,14-3,52), dan nilai NTT 3; dan meningkatkan perilaku self-care ibu hamil dibandingkan yang menggunakan Buku KIA  dengan nilai p<0,05, nilai RR 2,75 (1,46-5,17), dan nilai NTT 2,14  yang berarti dibutuhkan 2 orang bu hamil menggunakan aplikasi ASIH untuk meningkatkan perilaku self-care 1 orang ibu hamil.Kesimpulan: Penggunaan Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH) berpengaruh meningkatkan pengetahuan, efikasi diri, dan perilaku self-care ibu hamil.Saran: Tenaga kesehatan perlu melakukan berbagai inovasi untuk mengembangkan teknologi digital guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH), efikasi diri dalam self-care, pengetahuan tentang self-care, dan perilaku self-care ibu hamil. ABSTRACT Background: Self-care behaviour in pregnancy is related to knowledge about self-care and self-efficacy. Poor self-care knowledge and behaviour during pregnancy can harm both mother and fetus, and this is the most common cause of maternal morbidity and mortality. One effort to increase the knowledge, self-efficacy and self-care behaviour of pregnant women is by using m-Health inform of the form of the Android-based Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH) application.Purpose: to analyse the effect of using the ASIH application on increasing knowledge about self-care, self-efficacy and self-care behaviour of pregnant women.Method: The research method is quasi-experimental with pretest-posttest with control group design. The research subject were 60 pregnant women in the 3rd trimester in the working area of the Garuda Community Health Center at Bandung, who were divide into a treatment group that used ASIH application as a self-care guide in pregnancy and a control group that used the KIA Book. Sampling was based on the Simple Random Sampling technique. The instrument used is a questionnaire sheet.Results: The use of ASIH application has the effect of increasing the knowledge of pregnant women compared to those who use KIA Book with a p<0,05, an RR value of 2.62 (1.39-4.97), and an NTT (Number Needed to Treat) value of 2.30; increase the self-efficacy of pregnant women compared to control group with a p value <0.05, an RR value of 2.00 (1.14-3.52), and an NTT value of 3; and increase the self-care behaviour of pregnant women compared to those who use the KIA Book with a p value <0.05, an RR value of 2.75 (1.46-5.17), and an NTT value of 2.14 which means that 2 pregnant women are needed to use ASIH application to improve the self-care behaviour of 1 pregnant women.Conclution: Using of ASIH application has the effect of increasing the knowledge, self-efficacy and self-care behaviour of pregnant women.Suggestions: Innovation is needed in health workers to develop digital technology to improve health status. Keywords: Aplikasi Sahabat Ibu Hamil (ASIH) application, self-efficacy in self- care, knowledge about self-care, and self-care behaviour of pregnant women. 
Analysis Of Factors Related To The Incident Of Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women Sulistianingrum, Lely; Octaviana, Amrina; Risneni, Risneni; Delia Suja, Monica Dara
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i8.16928

Abstract

Latar Belakang : Kurang energi kronis (KEK) pada kehamilan merupakan masalah gizi di Indonesia. Kontribusi dan terjadinya KEK pada ibu hamil akan memengaruhi tumbuh kembang janin. Ibu hamil dengan masalah gizi dan kesehatan berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan. Prevalensi risiko KEK di kota Bandar Lampung pada wanita hamil sebesar 17,36% dan wanita tidak hamil 17,02%. Salah satu puskesmas di Kota Bandar Lampung yakni Puskesmas Way Kandis di tahun 2022, terdapat ibu hamil dengan KEK sebanyak 48 ibu hamil.Tujuan : Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung.Metode : Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel ibu hamil KEK di Wilayah Puskesmas Korpri. Analisis statistik yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square.Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling berhubungan dengan kejadian KEK yaitu ibu hamil dengan Paritas > 2 anak dengan nilai p 0,001<0,05, kemudian ibu hamil dengan gizi kurang nilai p 0,001<0,05, dan ibu hamil dengan infeksi penyakit, nilai p 0,004 <0,05. Untuk variabel yang tidak berhubungan adalah umur, jarak kelahiran, serta usia kehamilan.Kesimpulan : variabel yang paling berhubungan dengan kejadian KEK yaitu ibu hamil dengan Paritas > 2 anak dengan nilai p 0,001<0,05.Saran : Pentingnya pendidikan kesehatan mengenai asupan gizi pada ibu hamil dalam mencegah terjadinya kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil, dapat memengaruhi tumbuh kembang janin, sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi pada saat persalinan. Kata kunci : Ibu hamil, KEK, malnutrisi ABSTRACT Background: Chronic energy deficiency (CED) in pregnancy is a nutritional problem in Indonesia. The contribution and occurrence of CED in pregnant women will affect the growth and development of the fetus. Pregnant women with nutritional and health problems have an impact on the health and safety of the mother and baby, as well as the quality of the baby born. The prevalence of CED risk in the city of Bandar Lampung in pregnant women is 17.36% and in non-pregnant women is 17.02%. One of the community health centers in Bandar Lampung City is the Community Health Center Way Kandis. In 2022, there were 48 pregnant women with CED.Objective: To analyze factors related to the incidence of CED in pregnant women in the Way Kandis Community Health Center area, Bandar Lampung City.Method: This research was conducted using a cross-sectional approach with a sample of KEK pregnant women in the Korpri Community Health Center area. The statistical analysis that will be used in this research is the chi-square test.Results: The results of the study show that the variables most related to the incidence of CED are pregnant women with parity > 2 children with a p value of 0.001<0.05, then pregnant women with malnutrition with a p value of 0.001<0.05, and pregnant women with infectious diseases. with a p value of 0.004<0.05. Unrelated variables are age, birth interval, and gestational age.Conclusion: The variable most related to the incidence of CED is pregnant women with parity > 2 children, with a p value of 0.001 <0.05.Suggestion: The importance of health education regarding nutritional intake for pregnant women in preventing the occurrence of chronic energy deficiency (KEK) in pregnant women can affect the growth and development of the fetus so that it can prevent complications during childbirth. Keywords: pregnant women, KEK, malnutrition 
The Influence Of Maternal And Child Health (KIA) Book Assistance On Increasing The Knowledge Of Pregnant Women Islamiyati, Islamiyati; Yuliwati, Nanik; Sadiman, Sadiman
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i2.14109

Abstract

Latar Belakang: Penyebab rendahnya pengetahuan ibu mengenai tanda bahaya kehamilan salah satunya adalah rendahnya proporsi kepemilikan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan bagi ibu yang memiliki buku KIA, kurangnya kesadaran membaca apalagi mempelajari isinya. Hal ini bisa menimbulkan banyaknya kasus yang dialami ibu hamil bahkan berujung pada kematian ibu.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendampingan buku KIA terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang pelayanan kesehatan ibu hamil di Kota Metro tahun 2023..Metode: Penelitian kuantitatif jenis praeksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design, populasi penelitian yaitu seluruh ibu hamil di Kota Metro pada bulan September – November 2023 dengan sampel sebesar 37 ibu hamil. Pengumpulan data meinggunakan kuisioneir dan analisis data meinggunakan uji t teist deipeindein.Hasil: Terdapat peiningkatan peingeitahuan ibu deingan rata-rata seibeisar 19,03 poin dan hasil uji bivariat deingan meinggunkan uji t teist indeipeindein didapatkan p valuei seibeisar 0,000.Kesimpulan: Ada peingaruh peindampingan buku KIA deingan peingeitahuan ibu hamil teintang peilayanan keiseihatan ibu seilama hamil di wilayah Kota Meitro tahun 2023.Saran : Kadeir keiseihatan diharapkan agar leibih aktif meindampingi dan meimbeirikan informasi keipada ibu hamil teintang peilayanan keiseihatan seilama keihamilanKata Kunci : Buku KIA, Ibu Hamil, Pendampingan, Pengetahuan  ABSTRACTBackground: Onei of thei causeis of low mateirnal knowleidgei reigarding thei dangeir signs of preignancy is thei low proportion of owneirship of Mateirnal and Child Heialth (KIA) books and for motheirs who own MCH books, a lack of awareineiss of reiading and studying thei conteints. This has an impact on thei many caseis eixpeirieinceid by preignant womein and eivein leiads to mateirnal deiath.Purpose: To find out thei eiffeict of KIA book assistancei on increiasing motheirs' knowleidgei about heialth seirviceis for preignant womein in Meitro City in 2023.Methods: Prei-eixpeirimeint typei quantitativei reiseiarch with a onei group preiteist-postteist deisign approach, thei reiseiarch populatiion iis all preignant womein iin Meitro Ciity iin Seipteimbeir - Noveimbeir 2023 as many as 230 preignant womein wiith a samplei of 37 preignant womein. Data colleictiion useid a queistiionnaiirei and data analysiis useid thei deipeindeint t teist.Results: theirei was an iincreiasei iin mateirnal knowleidgei wiith an aveiragei iincreiasei of 19.03 poiints and thei reisults of thei biivariiatei teist usiing thei iindeipeindeint t teist obtaiineid a p valuei of 0.000.Conclusion: Theirei iis an iinflueincei of KIiA book assiistancei on preignant womein's knowleidgei about mateirnal heialth seirviiceis duriing preignancy iin thei Meitro Ciity areia iin 2023.Suggestions: Heialth cadreis should bei morei actiivei iin assiistiing and proviidiing iinformatiion to preignant womein about heialth seirviiceis duriing preignancy Keyword: KIA Books, Pregnant Women, Assistance, Knowledge.
The Relationship Between Obesity, Menstrual Cycle, And Polycystic Ovary Syndrome Cases Syamsiah, Siti; Adelin, Christina; Kundaryanti, Rini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i9.17492

Abstract

Latar belakang: Kesehatan reproduksi pada wanita merupakan suatu hal yang sangat penting karena tidak hanya berfungsi sebagai alat reproduksi saja, namun juga menjadi salah satu faktor penentu status kesehatan pada wanita. Salah satu masalah yang cukup sering terjadi pada reproduksi wanita adalah polycystic ovary syndrome (PCOS). WHO (2023) memperkirakan ada sekitar 8-13% wanita usia subur yang mengalami PCOS di seluruh dunia. Di Indonesia terdapat peningkatan angka kejadian PCOS, dari 4%-6% pada tahun 1990 (Amelia, 2020) menjadi 5-10% (Sari et al., 2023). Penyebab pasti PCOS masih terus di selidiki dari banyaknya riset yang telah di lakukan PCOS, obesitas cukup memiliki peranan penting dalam kasus PCOS. Dampak buruk yang akan timbul jika kondisi PCOS tidak di perbaiki adalah sebanyak 53% wanita diperkirakan mengalami infertilitas, 28% mengalami obesitas, 13% mengalami penyakit jantung, dan 6% menimbulkan diabetes tipe 2 (Ajmal, Khan, & Shaikh, 2019).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dan siklus mesntruasi terhadap kasus PCOS di RS “BS” tahun 2023.Metodelogi: Jenin penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain case control dengan perbandingan 1:1. Sampel penelitian ini berjumlah 52 responden baik pada case maupun control. Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan sampel jenuh. Data di analisis dengan menggunakan statistik chi square untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil penelitian: Hasil uji statistik didapatkan p-value ≤ α (0,05) sehingga menunjukan bahwa terdapat hubungan obesitas dan siklus menstruasi terhadap kasus PCOS di RS “BS” tahun 2023.Simpulan: Obesitas dan siklus menstruasi memiliki hubungan dengan kasus PCOS.Saran: Diharapkan edukasi terkait dengan PCOS dapat di galakkan mengingat dampak buruk bagi kesehatan wanita. Kata kunci : Obesitas, siklus menstruasi, PCOS ABSTRACT Background: Reproductive health in women is a very important thing because it not only functions as a reproductive tool, but also becomes one of the determining factors of health status in women. One of the most common problems in female reproduction is polycystic ovary syndrome (PCOS). It is estimated that there are about 8-13% of women of childbearing age who experience PCOS worldwide. In Indonesia there has been an increase in the incidence of PCOS, from 4%-6% in 1990 to 5- 10%.  The exact cause of PCOS is still being investigated from the many studies that have been conducted on PCOS, obesity plays an important role in PCOS cases. The adverse effects that will arise if the PCOS condition is not corrected are as many as 53% of women are estimated to experience infertility, 28% are obese, 13% experience heart disease, and 6% cause type 2 diabetes.Aim: This study aims to determine the relationship of obesity and menstrual cycle to PCOS cases in "BS" Hospital in 2023.Methods: This type of research is quantitative with a case control design with a ratio of 1: 1.  The sample of this study amounted to 52 respondents in both case and control.   The sampling technique is to use saturated samples. Data were analyzed using chi square statistics to determine the relationship between variables.Results:  The statistical test results obtained p-value ≤ α (0.05) thus indicating that there is a relationship between obesity and menstrual cycle to PCOS cases in "BS" Hospital in 2023.Conclusion:  Obesity and menstrual cycle have an association with PCOS cases.Recommendation: It is hoped that education related to PCOS can be encouraged considering the negative impact on women's health. Key words: obesity, menstruation cycle, PCOS 
Identification Of Vitamin C Content In Red Guava (Psidium Guajava L) Juice For Treatment Of Anemia In Pregnant Women Ariendha, Dian Soekmawaty Riezqy; Hardaniyati, Hardaniyati; Setyawati, Irni; Hartika, Loli
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.15702

Abstract

ABSTRAK: IDENTIFIKASI KANDUNGAN VITAMIN C DALAM JUS JAMBU MERAH (Psidium guajava L) UNTUK MENGATASI ANEMIA PADA IBU HAMIL Latar Belakang: Organisasi Kesehatan Dunia WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) 40% melaporkan kematian ibu di negara berkembang berhubungan dengan anemia pada kehamilan. Prevalensi anemia pada ibu hamil adalah 33-75% di negara berkembang. Kekurangan zat besi adalah penyebab umum anemia. Penyerapan zat besi dapat dicapai dengan memperbanyak kandungan makanan yang mengandung vitamin C seperti pada sayur dan buah salah satunya buah jambu biji merah.Tujuan: identifikasi kandungan vitamin C pada jus psidium guajava l untuk pengobatan anemia pada ibu hamilMetode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, penelitian ini hanya didasarkan pada fakta-fakta positif yang diperoleh di lapangan penelitian. Data berupa angka-angka yang telah dirumuskan digunakan sebagai informasi yang akurat dalam penelitian. Pembuatan dan identifikasi zat besi pada jus jambu biji dilakukan dalam 2 tahap. Pembuatan pertama, daun jambu biji dibuat jus dengan di blender dan disaring. Tahap kedua adalah identifikasi vitamin C dengan titrasi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus jambu biji merah mengandung vitamin C yang ditunjukkan dari hasil uji laboratorium terbentuk larutan berwarna coklat kemerahan.Kesimpulan: Identifikasi vitamin C pada sampel 100 ml jus jambu biji merah untuk mengatasi anemia pada ibu hamil. Diketahui sampel jus jambu biji merah mengandung 13,4% vitamin C.Saran ibu hamil dapat menggunakan jus jambu biji merah dapat meningkatkan hemoglobin karena mengandung FE dan vitamin C Kata Kunci : Anemia, ibu hamil, Jambu biji merah, vitamin C                                                                                          ABSTRACT                          Background: World Health Organization WHO (WHO) 40% of maternal deaths in developing countries are related to anemia in pregnancy. The prevalence of anemia among pregnant women is 33-75% in developing countries. Iron deficiency is a common cause of anemia. Absorption of iron can be achieved by increasing the content of diets containing vitamin C such as those in vegetables and fruit one of them is red guava fruit.Objective: identification of vitamin C content in psidium guajava l juice for treatment of anemia in pregnant womenMethod: The type of research used in this research is quantitative, this research is only based on positive facts obtained in the research field. Data in the form of numbers that have been formulated are used as accurate information in research. The manufacture and identification of iron in guava juice is carried out in 2 stages. The first manufacture, leaves make guava juice with in a blender and filtered. The second stage is identification of vitamin C with titrasi.Results: The research results showed that red guava juice contained vitamin C, which was indicated by the results of laboratory tests which formed a reddish brown colored solutionConclusion: Identification of vitamin C in a 100 ml sample of red guava juice for treating anemia in pregnant women. It was found that the sample of red guava juice contained 13.4% vitamin C. Suggestions for pregnant women to use red guava juice can increase hemoglobin because it contains FE and vitamin C Keywords: Anemia , pregnant, Red guava, Vitamin C 
The Effect Of Counseling On Adolescent Girls’ Knowledge And Attitude Toward Anemia Prevention Syswianti, Desy; Roslan, Dian
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14957

Abstract

Latar Belakang: Tingginya prevalensi anemia pada remaja dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap sikap terhadap pencegahan anemia. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan anemia adalah dengan melakukan penyuluhan kesehatan.Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan anemia pada remaja putri.Metode:  Penelitian  merupakan kuasi eksperimen dengan the one-group pre-test-post-test design. Populasi adalah remaja putri usia 10 – 19 tahun di Puskesmas Wanaraja Kabupaten Garut. Sampel sejumlah 40 remaja putri, diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur sikap pencegahan anemia dan soal pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan tentang anemia. Teknik analisis yang dipergunakan uji sampel berkorelasi.Hasil: Penyuluhan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia, dengan selisih rata-rata skor sebesar -2,025 dan p-value sebesar 0,000 (p<0,01). Pengetahuan remaja putri tentang anemia meningkat setelah mendapat penyuluhan. Penyuluhan berpengaruh terhadap peningkatan sikap remaja putri terhadap pencegahan anemia, dengan selisih rata-rata skor sebesar -3,300 dan p-value sebesar 0,000 (p<0,01). Sikap remaja putri terhadap pencegahan anemia meningkat setelah mendapat penyuluhan.Kesimpulan: Penyuluhan berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pencegahan anemia.Saran: Puskesmas Wanaraja Kabupaten Garut hendaknya dapat memberikan edukasi secara berkesinambungan tentang anemia kepada remaja putri di wilayahnya dengan bekerjasama dengan kader desa setempat, sehingga dapat menjangkau seluruh remaja putri di wilayahnya. Kata Kunci : Pengetahuan, Penyuluhan, Sikap pencegahan anemia ABSTRACT Background: The high prevalence of anemia in adolescents can be caused by a lack of knowledge and attitudes towards preventing anemia. One effort to increase knowledge and attitudes towards preventing anemia is by providing health counseling.Objective: To determine the effect of counseling on knowledge and attitudes towards anemia prevention in adolescent girls in the working area of the Wanaraja Community Health Center, Garut Regency.Method: The research is a quasi-experiment with the one-group pre-test-post-test design. The population is adolescent girls aged 10 – 19 years at the Wanaraja Community Health Center, Garut Regency. A sample of 40 adolescent girls was taken using purposive sampling. Data collection was carried out using a questionnaire to measure attitude toward anemia prevention and multiple choice questions to measure knowledge about anemia. The analysis technique used is paired-sample t-test.Results: Counseling had an effect on increasing adolescent girls’ knowledge about anemia, with an average score difference of -2.025 and a p-value of 0.000 (p<0.01). Adolescent girls' knowledge about anemia increased after receiving counseling. Counseling had an effect on improving the adolescent girls’ attitude toward anemia prevention, with an average score difference of -3.300 and a p-value of 0.000 (p<0.01). The adolescent girls’ attitude toward anemia prevention improved after receiving counseling.Conclusions: Counseling has an effect on adolescent girls’ knowledge and attitude toward anemia prevention.Suggestions: Wanaraja Community Health Center, Garut Regency should be able to provide continuous education about anemia to adolescent girls in its area by collaborating with local village cadres, so that it can reach all adolescent girls in its area. Keywords: Knowledge, Counseling, Attitude toward anemia prevention
Analysis Of Factors Influencing Exclusive Breastfeeding In Amurang Community Health Center Punuindoong, Frila Abuno; Alfitri, Rosyidah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i9.15860

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan adalah salah satu intervensi paling efektif untuk meningkatkan kesehatan bayi dan mencegah berbagai penyakit. Namun, tingkat pemberian ASI eksklusif di banyak wilayah masih rendah. Di Puskesmas Amurang, angka pemberian ASI eksklusif juga belum mencapai target yang diharapkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Amurang.Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI EkslusifMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 18 ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan yang terdaftar di Puskesmas Amurang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup faktor-faktor seperti pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, umur ibu, dan pendidikan ibuHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 responden. Faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi pemberian ASI eksklusif meliputi pengetahuan ibu tentang manfaat ASI (p=0,005), umur ibu (p=0,001), dan pendidikan ibu (p=0,000).Kesimpulan: Faktor-faktor penting yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Amurang. Intervensi yang fokus pada peningkatan pengetahuan ibu dan memperkuat dukungan dari keluarga serta tenaga kesehatan dapat meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif (Rahmawati et al., 2020).Saran: ASI Eksklusif penting bagi bayi Kata Kunci: ASI Eksklusif, Pengetahuan Ibu ABSTRACT Background: Exclusive breastfeeding during the first six months of life is one of the most effective interventions to improve infant health and prevent various diseases. However, the level of exclusive breastfeeding in many areas is still low. At the Amurang Community Health Center, the rate of exclusive breastfeeding has also not reached the expected target. Therefore, this study aims to analyze the factors that influence exclusive breastfeeding at the Amurang Community Health Center.Objective: Analyze the factors that influence exclusive breastfeedingMethod: This study used a cross-sectional design with a sample of 18 mothers with babies aged 0-6 months who were registered at the Amurang Community Health Center. Data was collected through a questionnaire that included factors such as mother's knowledge about exclusive breastfeeding, mother's age, and mother's educationResults: The results showed that out of 18 respondents. Factors that significantly influence exclusive breastfeeding include maternal knowledge about the benefits of breastfeeding (p=0.005), maternal age (p=0.001), and maternal education (p=0.000).Conclusion: Important factors influencing exclusive breastfeeding at the Amurang Community Health Center. Interventions that focus on increasing maternal knowledge and strengthening support from families and health workers can increase exclusive breastfeeding rates (Rahmawati et al., 2020).Suggestion: Exclusive breastfeeding is important for babies Keywords: Exclusive breastfeeding, Mother's Knowledge           
The Effect Of Oxytocin Massage On The Adequacy Of Breast Milk In Babies In The Working Area Of The Kedurang Health Centersouth Bengkulu Selvianti, Dita; Widyaningsih, Sari; Elvina, Ade; Lensy, Lensy
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.15134

Abstract

Latar Belakang : Penurunan kecukupan ASI pada bayi pada hari-hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormone prolaktin dan oksitosin yang tidak dapat mengalir lancar. Sehingga banyak ibu memberikan susu formula pada bayinya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi tersebut.Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pijat Oksitosin Pada Ibu Nifas terhadap kecukupan ASI pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Kedurang tahun 2023.Metode : Penelitian yang digunakan quasi eksperiment dengan pendekatan pretest & postest without kontrol group desain,  Metode pengambilan sampel total sampling.Hasil : Hasil analisa univariat sebelum diberikan pijat oksitosin hampir seluruh 28(93,3%) pengeluaran ASI tidak cukup. Sesudah diberikan pijat oksitosin sebagian besar 23(76,7%) kecukupan ASI pada bayi cukup. Hasil analisa bivariat menunjukkan ada pengaruh pijat oksitosin pada ibu nifas terhadap kecukupan ASI pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Kedurang Tahun 2023Kesimpulan : ada Pengaruh Pijat Oksitosin Pada Ibu Nifas terhadap kecukupan ASI pada Bayi di Puskesmas Kedurang (p value < 0,050)Saran: Diharapkan Bidan bisa mengoptimalkan pemberian informasi mengenai upaya-upaya peningkatan kecukupan ASI pada bayi dengan cara melakukan pijat oksitosin. Kata Kunci : Pijat Oksitosin, Kecukupan ASI ABSTRACT Background: The decrease in the adequacy of breast milk for babies in the first days after giving birth can be caused by a lack of stimulation of the hormones prolactin and oxytocin which cannot flow smoothly. So many mothers give formula milk to their babies to meet the baby's nutritional needs.Purpose: this research is to determine the effect of oxytocin massage for postpartum mothers on the adequacy of breast milk for babies in the Kedurang Community Health Center working area in 2023.Method: The research used a quasi-experimental approach with a pretest & posttest without control group design, total sampling method.Results: The results of univariate analysis before being given oxytocin massage, almost all 28 (93.3%) expressed insufficient breast milk. After being given oxytocin massage, the majority of 23 (76.7%) babies had enough breast milk. The results of bivariate analysis show that there is an influence of oxytocin massage for postpartum mothers on the adequacy of breast milk for babies in the Kedurang Community Health Center Work Area in 2023Conclusion: There is an effect of oxytocin massage for postpartum mothers on the adequacy of breast milk for babies at the Kedurang Community Health Center (p value < 0.050)Suggestion: It is hoped that midwives can optimize the provision of information regarding efforts to increase breast milk adequacy for babies by carrying out oxytocin massage. Keywords: Oxytocin Massage, Sufficiency of breast milk

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue