cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Factors That Influence The Incidence Of Chronic Energy Deficiency In Pregnant Women Ariendha, Dian Soekmawaty Riezqy; Hardaniyati, Hardaniyati; Setyawati, Irni; Utami, Kusniyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20488

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan keadaan dimana ibu menderita kurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu hamil. Kondisi ini ditandai dengan Lingkar Lengan Atas (LILA) <23,5 cm. Berdasarkan data jumlah ibu hamil yang mengalami KEK di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 12,9%. KEK pada ibu hamil perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terhadap kejadian kejadian CEDurangan energi kronik pada ibu hamil  di Puskesmas Gunungsari Tahun 2023.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam peneitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 663 ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 250 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunkan purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data skunder. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariate.Hasil: Tidak ada pengaruh usia terhadap kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Gunungsari dengan hasil uji statistik ��-value=0,480. Ada pengaruh jarak kehamilan terhadap kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Gunungsari dengan hasil uji statistik ��-value=0,041. Tidak ada hubungan paritas terhadap kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Gunungsari dengan hasil uji statistik ��-value=0,168..Kesimpulan: Faktor Jarak Kehamilan berpengaruh terhadap kejadian KEK pada ibu hamil sedangkan faktor Umur, Paritas  tidak berpengaruh terhadap kejadian KEK pada ibu hamil.Saran : Diharapkan dapat mengetahui factor-faktor tentang keurangan energi kronik agar dapat mempersiapkan kehamilan dengan baik agar terhindar dari KEK. Kata Kunci : Ibu Hamil, Jarak Kehamilan, Keurangan Energi Kronik, Paritas, Usia ABSTRACT Background: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a condition where the mother suffers from chronic food deficiency which causes health problems in pregnant women. This condition is characterized by Upper Arm Circumference (MUAC) <23.5 cm. Based on data on the number of pregnant women experiencing CED in the province of West Nusa Tenggara (NTB) as much as 12.9%. CED in pregnant women needs special attention because it can cause maternal and infant death.Objective: This study aims to determine the factors that influence the incidence of CED chronic energy deficiency in pregnant women at the Gunungsari Health Center in 2023.Method: The type of research used in this study is quantitative with a descriptive research design. The population in this study was 663 pregnant women. The sample in this study was 250 pregnant women. The sampling technique used purposive sampling. The type of data used is secondary data. Data analysis in this study used univariate and bivariate analysis.Results: There is no effect of age on the incidence of CED in pregnant women at the Gunungsari Health Center with the results of the statistical test -value = 0.480. There is an effect of pregnancy spacing on the incidence of KEK in pregnant women at the Gunungsari Health Center with the results of the statistical test -value = 0.041. There is no relationship between parity and the incidence of CED in pregnant women at the Gunungsari Health Center with the results of the statistical test-value = 0.168.Conclusion: The Pregnancy Spacing factor affects the incidence of CED in pregnant women while the Age and Parity factors do not affect the incidence of CED in pregnant womenSuggestion  : It is hoped that we can identify factors related to chronic energy deficiency so that we can prepare for pregnancy well to avoid CED. Keywords: Age ; Chronic Energy Deficiency; Parity; Pregnant , Pregnancy Spacing.
The Effect Of Field Trip To The Delivery Room In Primigravida On Anxiety And Length Of Labor Ekawati, Siti Nuraini; Ahmad, Mardiana Nuraini; Syamsuddin, Saidah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20493

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan menjelang persalinan merupakan respons emosional dan kognitif akut yang dialami ibu hamil, dan dapat memengaruhi proses persalinan.Tujuan: menganalisis pengaruh field trip kamar bersalin pada primigravida terhadap kecemasan dan lama persalinan.Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian two group pre test-post test design dengan menggunakan kelompok intervensi dan kelompok kontrolHasil: Kelompok intervensi diberikan kunjungan lapangan ke ruang bersalin yang dipandu oleh bidan dengan 4x intervensi, dimulai pada usia kehamilan 32-33 minggu. Terdapat 60 responden yang akan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Pada pre-test (T1), kuesioner GAD-7 digunakan untuk menilai kecemasan kehamilan, dan post-test dilakukan untuk menilai kecemasan setelah kunjungan rumah bersalin selama 4 minggu. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik (p 0,05) pada tingkat kecemasan pada T1 dan T2 atau sebelum dan sesudah intervensi antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi.Kesimpulan: Intervensi field trip kamar bersalin berpotensi menjadi strategi non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil pertama kali.Saran :Bagi peneliti selanjutnya disarankan menambahkan pemeriksaan laboratorium sebagai biomarker indikator kecemasan, menguji pemberian field trip kamar bersalin pada tingkat Klinik hingga rumah sakit dengan fasilitas dan ruangan yang lebih besar dibandingkan penelitian ini. Kata Kunci : Field trip, Kecemasan, Lama Persalinan, Primigravida. ABSTRACT Background: Prenatal anxiety is an acute emotional and cognitive response experienced by pregnant women, and can affect the labor process.Aim: To analyze the effect of a birthing room field trip for primigravida on anxiety and duration of labor.Methodology: This research design uses quantitative research methods with a two group pre test-post test design using an intervention group and a control group.Results: The intervention group was given a field visit to the delivery room guided by a midwife with 4x interventions, starting at 32-33 weeks of gestation. There are 60 respondents who will be divided into 2 groups, namely the control group and the intervention group. At pre-test (T1), the GAD-7 questionnaire was used to assess pregnancy anxiety, and post-test was conducted to assess anxiety after the 4-week maternity home visit. There was a statistically significant difference (p 0.05) in anxiety levels at T1 and T2 or before and after the intervention between the control group and the intervention group.Conclusion: The maternity ward field trip intervention has the potential to be an effective non-pharmacological strategy to reduce anxiety in first-time pregnant women.Suggestions: Future researchers are advised to add laboratory tests as biomarkers of anxiety indicators, test the provision of maternity room field trips at the Clinic level to hospitals with larger facilities and rooms than this study. Keywords: : Anxiety, Field trip, Length of labor, Primigravida.
The Effect Of Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) On Anxiety In Postpartum Women 1 - 14 Days Sari, Vianty Mutya; Tonasih, Tonasih; Widayanti, Wiwin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i4.20033

Abstract

Latar Belakang: Terapi komplementer dalam masa nifas merupakan salah satu alternatif non farmakologi yang dapat dimanfaatkan oleh ibu dalam mengatasi keluhan dan pemulihan selama nifas karena dapat menghindari efek samping. Adapun terapi komplementer dalam masa nifas diantaranya SEFT, teknik relaksasi seperti SEFT didasarkan pada cara kerja sistem saraf simpatis serta parasimpatis terbukti mampu menghambat stres dan kecemasan yang dialami seseorang.. Di Indonesia prevalensi gangguan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan pada ibu setelah melahirkan sekitar 19,8% dari 14 juta orang populasi penduduk Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Terapi SEFT terhadap kecemasan pada ibu nifas 1 – 14 hari di wilayah Kota Cirebon Tahun 2024. Metode:  Penelitian menggunakan desain pra experimental dengan menggunakan one group pretest posttest design. Hasil: Hasil Penelitian yang dilakukan didapatkan gambaran tingkat kecemasan ibu nifas sebelum dilakukan SEFT terapi adalah 11 orang mengalami kecemasan ringan, dan 4 orang mengalami cemas sedang, dan gambaran tingkat kecemasan ibu nifas setelah dilakukan SEFT terapi adalah 14 menjadi tidak cemas, dan 1 masih cemas ringan. Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Pemberian Terapi SEFT terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Nifas di wilayah kerja Puskemas Majasem Kota Cirebon Tahun 2024. Saran: Penelitian ini dapat diterapkan dalam kelas ibu nifas secara berkelanjutan sehingga mengurangi kecemasan ibu dalam menjalani masa nifas dan dapat dijadikan sebagai informasi dalam melakukan penelitian selanjutnya. Kata Kunci : Kecemasan, Nifas, SEFT ABSTRACT Background: Complementary therapy in the puerperium is one of the non-pharmacological alternatives that can be utilized by mothers in overcoming complaints and recovery during puerperium because it can avoid side effects. The complementary therapies in the postpartum period include SEFT, relaxation techniques such as SEFT are based on the workings of the sympathetic and parasympathetic nervous systems and have been shown to be able to inhibit the stress and anxiety experienced by a person. In Indonesia, the prevalence of mental disorders such as depression and anxiety disorders in mothers after childbirth is around 19.8% of the 14 million Indonesian population. Objective: To determine the effect of SEFT Therapy on anxiety in postpartum women 1 - 14 days in the Cirebon City area in 2024. Methods:  The study used a pre experimental design using a one group pretest posttest design. Results: The results of the research conducted obtained a description of the anxiety level of postpartum women before SEFT therapy was 11 people experiencing mild anxiety, and 4 people experiencing moderate anxiety, and a description of the anxiety level of postpartum women after SEFT therapy was 14 became not anxious, and 1 was still mildly anxious. Conclusion: There is an effect of giving SEFT therapy on the anxiety level of postpartum women in the working area of Majasem Community Health Center, Cirebon City in 2024. Suggestion: This research can be applied in postpartum women's classes on an ongoing basis so as to reduce maternal anxiety in undergoing the postpartum period and can be used as information in conducting further research. Keywords: Anxiety, Postpartum, SEFT 
Analysis Of Parents' Smoking Behavior With Incidents Stunting In Toddlers Esem, Odilia; Ernestin, Meri Flora
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20650

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak dalam jangka panjang. Salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian stunting adalah paparan asap rokok dari orang tua. Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan dan gangguan penyerapan nutrisi pada anak, yang berkontribusi terhadap stunting.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku merokok orang tua dengan kejadian stunting pada anak balita Di Desa Penfui Timur Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 24–59 bulan yang tinggal bersama orang tua laki-laki (ayah kandung) di Desa Penfui Timur. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil : Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara perilaku merokok orang tua dengan kejadian stunting pada balita, dengan nilai p = 0,036 (p < 0,05). Dari hasil distribusi, didapatkan bahwa balita yang orang tuanya merokok aktif di dalam rumah memiliki proporsi stunting paling tinggi, yaitu sebanyak 18 anak dari 34 (52,9%). Sebaliknya, pada kelompok orang tua yang tidak merokok, hanya terdapat 2 balita yang mengalami stunting dari total 13 anak (15,4%).Kesimpulan :  Temuan ini mengindikasikan perlunya intervensi kesehatan masyarakat untuk mengurangi paparan asap rokok dalam rumah tangga guna mencegah stunting pada anak. Kata Kunci : Anak Balita, Perilaku merokok, Orang Tua, Stunting ABSTRACT Background :  Stunting is a serious health problem that affects children's growth and development in the long term. One of the risk factors that contributes to stunting is exposure to cigarette smoke from parents. Exposure to cigarette smoke can increase the risk of respiratory tract infections and impaired nutrient absorption in children, which contributes to stunting.Objective : This study aims to analyze the relationship between parental smoking behavior and the incidence of stunting in toddlers in Penfui Timur Village, Kupang Regency, East Nusa Tenggara.Method : This study is a quantitative study with a cross-sectional approach. The population in this study were all toddlers aged 24–59 months who lived with their male parents (biological fathers) in Penfui Timur Village. The sample was determined using a purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires and anthropometric measurements, then analyzed using the Chi-Square statistical test.Results : There is a statistically significant relationship between parental smoking behavior and the incidence of stunting in toddlers, with a p value = 0.036 (p <0.05). From the distribution results, it was found that toddlers whose parents actively smoked at home had the highest proportion of stunting, which was 18 children out of 34 (52.9%). In contrast, in the group of parents who did not smoke, there were only 2 toddlers who experienced stunting out of a total of 13 children (15.4%).Conclusion : In conclusion, this finding indicates the need for public health interventions to reduce exposure to cigarette smoke in households to prevent stunting in children. Keywords: Parents, Stunting, Smoking behavior, Toddlers  
The Effect Of Black Cumin Extract On Breastfeeding Sufficiency In Postpartum Mothers Rahayu, Rahayu; Anggraini, Anggraini; Rachmawati, Fijri; Evrianasari, Nita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11689

Abstract

Latar Belakang: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, persentase pemberian ASI eksklusif bayi berusia 0-5 bulan sebesar 71,58% pada 2021. Angka ini menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 69,62%. Namun, sebagian besar provinsi masih memiliki persentase pemberian ASI Eksklusif di bawah rata-rata nasional. %. Di Kabupaten Lampung Tengah persentasenya 77,99%. Sedangkan di Puskesmas Seputih Banyak capaian ASI Eksklusif hanya mencapai 50,40 %, angka tersebut belum mencapai target. Berdasarkan wawancara awal yang dilakukan peneliti dengan 10 ibu nifas didapatkan 6 orang tidak tau cara memperbanyak ASI selain dari sayuran hijau, 4 orang tidak tahu penggunaan obat-obatan pelancar ASI atau kandungan pada makanan lain yang dapat memperlancar ASI. Tujuan: diketahui pengaruh ekstrak jintan hitam terhadap kecukupan ASI pada ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023.Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas 0-42 hari yang menyusui bayinya dengan estimasi pada 1 Janurai s/d 31 Juni dengan jumlah rata-rata setiap bulan sejumlah 50 orang di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik Purposive sampling.Sehingga kelompok dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Analisa data univariate dan bivariate menggunakan uji t-dependen.Hasil: Kelancaran produksi ASI yang dilihat dari berat badan bayi sebelum diberi ekstrak jintan hitam dengan mean 3795,33gr sedangkan pada kelompok kontrol dengan mean 3586,67gr. Kelancaran produksi ASI yang dilihat dari berat badan bayi sesudah diberi ekstrak jintan hitam pada pengukuran ke delapan dengan mean 3886,00gr sedangkan pada kelompok kontrol dengan mean 3590,00gr. Hasil uji statistik menggunakan tes- independen didapat nilai p-value 0,000 (α<0.05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh ekstrak jintan hitam terhadap kecukupan ASI pada ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023. Diharapkan untuk para kelompok kelas ibu atau ibu kader di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak dapat mengkonsumsi ekstrak jintan hitam sebagai alternatif non farmakologi untuk memperlancar produksi ASI pada kelompok ibu post partum dan menyusui melalui media poster. Kata Kunci : Ekstrak Jintan Hitam, Kecukupan ASI, Ibu Postpartum ABSTRACT Background: The Ministry of Health (MoH) recorded the percentage of exclusive breastfeeding for infants aged 0-5 months at 71.58% in 2021. This figure shows an improvement compared to the previous year, which was 69.62%. However, most provinces still have a percentage of exclusive breastfeeding below the national average. In Central Lampung Regency, the percentage is 77.99%. Meanwhile, in Seputih Banyak Primary Health Care, the achievement of exclusive breastfeeding is only 50.40%, which has not reached the target. Based on the initial interviews to 10 postpartum women, it was found that 6 of them did not know how to increase breast milk production other than consuming green vegetables. 4 of them were not aware of the use of medications or other foods that can enhance breast milk production. Purpose: determine the effect of black cumin extract on breastfeeding sufficiency in postpartum mothers in the working area of Seputih Banyak Primary Health Care of Central Lampung Regency in 2023.Methods: This study was a quantitative research. The experimental design used quasiexperimental with a pretest-posttest control group design. The population in this study consists of all postpartum women (0-42 days) who are breastfeeding their babies, taken from January 1 to June 31, with an average number of 50 women in the working area of Seputih Banyak Primary Health Care. The sampling technique used in this study is purposive sampling, resulting 30 respondents in the research group. Univariate and bivariate data analysis were conducted using the dependent t-test.Result: The continuance of breast milk production, as seen from the baby's weight before being given black cumin extract had a mean of 3795.33 grams, while in the control group, the mean was 3586.67 grams. The continuance of breast milk production, as seen from the baby's weight after being given black cumin extract on the eighth measurement, had a mean of 3886.00 grams, while in the control group, the mean was 3590.00 grams. The results of the statistical test using the independent t-test obtained a p-value of 0.000 (α<0.05).Conclusion: There is an effect of black cumin extract on breastfeeding sufficiency in postpartum mothers in the working area of Seputih Banyak Primary Health Care of Central Lampung Regency in 2023. It is recommended that the maternal class or women cadres in the working area of Seputih Banyak Primary Health Care can consume black cumin extract as a non-pharmacological alternative to enhance breast milk production in the postpartum and breastfeeding group through poster media. Keywords : Black Cumin Extract, Breastfeeding sufficiency, Postpartum women
Factors That Cause Anemia In Adolescent Girls Pusparini, Tyas Septiana; Sunarsih, Sunarsih; Sary, Lolita; Rosmiyati, Rosmiyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.16912

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi anemia di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan data Riskesdas 2018, sekitar 23% remaja mengalami anemia yang berarti 3 sampai 4 dari setiap 10 remaja menderita kondisi ini. Sementara itu, prevalensi anemia pada remaja putri di Provinsi Lampung (24,8%) melebihi angka kejadian anemia pada remaja putri di seluruh Indonesia (23,9%). Keadaan ini menunjukkan bahwa anemia masih merupakan masalah kesehatan yang cukup besar dan perlu mendapat perhatian khusus, sehingga ada beberapa faktor penyebab anemia yang perlu dikaji.Tujuan : Untuk mengetahui faktor penyebab anemia pada remaja putri di SMPN 1 Merbau Mataran, Lampung Selatan tahun 2024. Metode : Desain penelitian survei analitik, dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan data primer, penelitian dilakukan pada bulan Februari - Juli 2024 terhadap 145 responden, teknik pengumpulan data menggunakan data primer (kuesioner) dan data sekunder (laporan). Laboratorium Puskesmas Triwulan I). Variabel bebas status gizi, siklus menstruasi, lama menstruasi, dan pengetahuan tentang anemia. Variabel terikat. Anemia pada remaja Putri. Analisis univariat menggunakan uji distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan uji chi squareHasil: Ditemukan distribusi frekuensi anemia yang tidak anemia sebesar 60,7%, status gizi normal sebesar 64,1%, siklus menstruasi normal sebesar 79,3%, lama menstruasi normal sebesar 53,2%, dan pengetahuan baik tentang anemia sebesar 69%. Ada hubungan antara status gizi (p-value 0,02; OR value = 2,268), siklus menstruasi (p-value 0,01; OR = 0,314), lama menstruasi (p-value 0,03; OR = 2,082), pengetahuan tentang anemia dengan (p-value 0,03; OR = 0,444). Kesimpulan: Ada hubungan antara status gizi, siklus menstruasi, lama menstruasi, pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia. Saran: Bagi pihak sekolah untuk membentuk agen perubahan seperti mengangkat remaja putri menjadi pelopor, seperti membentuk kader pemuda di sekolah untuk membantu remaja putri lainnya untuk menambah pengetahuan tentang anemia yang selama ini masih dibantu oleh tenaga kesehatan. Kata kunci: Anemia, lama menstruasi, pengetahuan remaja, siklus menstruasi, status gizi. ABSTRACT Background : The prevalence of anemia in Indonesia is still quite high . Based on Riskesdas 2018 data, around 23% of adolescents experience anemia, which means that 3 to 4 out of every 10 adolescents suffer from this condition While the prevalence of anemia in adolescent girls in Lampung Province (24.8%) exceeds the incidence rate of anemia in adolescent girls throughout Indonesia (23.9%). This situation shows that anemia is still a significant health problems and needs special attention , so there are several factors that causes anemia that need to be researched .Objective : To find out the factors that causes of anemia in adolescents girls at SMPN 1 Merbau Mataran South Lampung in 2024.Methods : Design of analytical survey research , with a cross sectional approach . Using primary data, the study was conducted from February to July 2024 on 145 respondents , the data collection technique used primary data ( questionnaire ) and secondary data (Puskesmas Laboratory report in the first quarters ). Independent variables of nutritional status, menstrual cycle , menstruation duration , and knowledge about anemia. Dependent variables . Anemia in adolescents girls ... Univariate analysis using frequency distribution test , bivariate analysis using chi square testResults : It was found that the frequency distribution of anemia that was not anemia was 60.7%, normal nutritional status was 64.1%, normal menstruation cycle was 79.3%, normal menstruation duration was 53.2%, and good knowledge about anemia was 69%. There was a relationship between nutritional status ( p- value 0.02; OR value = 2.268), menstrual cycle ( p- value 0.01; OR=0.314), menstrual duration ( p- value 0.03; OR=2.082), knowledge of anemia with ( p- value 0.03; OR=0.444).Conclusion : There is a relationship between nutritional status, menstrual cycle , menstruation length , knowledge about anemia and the incidence of anemia.Suggestion : For schools to form agents of change such as appointing young women to be pioneer such as forming youth cadres in schools to help others young women to increase knowledge about anemia that is still assisted by health workers Keywords: Anemia, menstrual duration, adolescent knowledge, menstrual cycle, nutritional status .
Analysis Of The Relationship Between Mother’s Age And Abortion Incidents At Kaur Regional Hospital Elvina, Ade; Widyaningsih, Sari; Herlinda, Herlinda; Royani, Eda
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20530

Abstract

Latar Belakang: Kematian ibu pada umumnya disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan, infeksi, preeklampsia/eklampsia, persalinan macet dan abortus. Abortus menjadi masalah yang penting dalam kesehatan masyarakat karena berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas maternal. Abortus merupakan salah satu penyebab kematian langsung pada ibu hamil karena adanya perdarahan yang terjadi pada kehamilan trimester pertama dan kedua. Perdarahan ini dapat menyebabkan berakhirnya masa kehamilan atau kehamilan masih terus berlanjut. Perdarahan pada kehamilan muda yang merupakan salah satu penyebab kematian neonatal dan maternal. Hasil studi pendahuluan di Ruang VK Rumah Sakit Umum Daerah Kaur pada bulan Januari – September tahun 2024 sebanyak 32 orang (abortus iminens 17 orang, abortus inkomplit 6 orang, abortus komplit 1 orang dan abortus insipiens 1 orang) dari 32 orang ibu yang mengalami abortus terdapat 16 orang dengan usia < 20 tahun atau >35 tahun dan 16 orang dengan usia 20 – 35 tahun. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan usia dengan kejadian abortus di RSUD Kaur Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami abortus yang tercatat pada buku register ruang VK bulan September tahun 2024 sebanyak 32 orang dengan menggunakan Teknik total sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan uji chi-square. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil Analisa dengan chi square diperoleh p value sebesar 0,014 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara statistika adanya hubungan yang bermakna antara usia ibu hamil dengan kejadian abortus di RSUD Kaur tahun 2024. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas muara maras. Saran: Untuk peneliti selanjutnya agar mengembangkan variable lainnya yang menjadi penyebab abortus pada ibu hamil. Kata Kunci: Abortus, Usia, ABSTRACT Background: Maternal deaths are generally caused by postpartum hemorrhage, infection, preeclampsia/eclampsia, obstructed labor and abortion. Abortion is an important problem in public health because it affects maternal morbidity and mortality. Abortion is one of the direct causes of death in pregnant women due to bleeding that occurs in the first and second trimesters of pregnancy. This bleeding can cause the pregnancy to end or the pregnancy to continue. Bleeding in early pregnancy is one of the causes of neonatal and maternal death. The results of a preliminary assessment in the VK Room of Kaur Hospital in January - September 2024 there were 32 people (17 imminent abortions, 6 incomplete abortions, 1 complete abortion and 1 incipient abortion) of the 32 mothers who experienced abortion, 16 people were aged <20 years or >35 years and 16 people were aged 20 - 35 years. Objective: This study was conducted to determine the relationship between age and the incidence of abortion at Kaur Regional Hospital. Method: This study uses an analytical survey design approach with a cross-sectional approach. The sample of this study was pregnant women who experienced abortions recorded in the VK room register book in September 2024 as many as 32 people using the total sampling technique. Data analysis used in the study using the chi-square test. Data collection in this study used secondary data. Data analysis was carried out using the Chi-Square test. Results: The results of the analysis using chi square obtained a p-value of 0.014 (<0.05) so it can be concluded that statistically there is a significant relationship between the age of pregnant women and the incidence of abortion at Kaur Regional Hospital in 2024.Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and exclusive breastfeeding in infants in the Muara Maras Health Center work area. Suggestion: For further researchers to be able to develop other variables that cause abortion in pregnant women. Keywords: Abortion, Age
Monitoring Of Contraception Pill Consumption Based On Application To Improve Contraception Success In Contraception Pill Acceptors Noriani, Ni Ketut; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Rahayuni, Ni Wayan Sri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20828

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi adalah upaya mencegah kehamilan yang bersifat sementara atau menetap, yang dapat dilakukan tanpa menggunakan alat, secara mekanis, menggunakan alat/ obat, atau dengan operasi. Tujuan dari penggunaan kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur dengan sel sperma. Berdasarkan maksud dan tujuan kontrasepsi, maka yang membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan seks dan kedua-duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan. Kontrasepsi terbagi menjadi dua macam yaitu kontrasepsi hormonal dan kontrasepsi nonhormonal (Zettira & Nisa, 2015).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan alat kontrasepsi pil KB terhadap kesehatan wanita.Metode Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 100 subjek penelitian yang terdiri dari wanita yang sedang atau pernah menggunakan pil KB. Pemilihan subjek dilakukan melalui teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan mengenai efek penggunaan pil KB melalui penggunaan aplikasi KB. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program kesehatan reproduksi yang lebih baik penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan, kepuasan, dan kepatuhan pengguna terhadap aplikasi kontrasepsi pil KB. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 100 subjek yang terdiri dari wanita yang sedang atau pernah menggunakan pil KB, penelitian ini menerapkan metode non-probability sampling melalui accidental sampling.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 60% responden memiliki pengetahuan tinggi, yang berkontribusi pada pengambilan keputusan yang lebih baik.Kesimpulan: Pendidikan dan penyuluhan yang efektif terbukti penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tingkat kepuasan pengguna aplikasi juga tinggi, dengan 40% responden sangat puas, sementara 45% merasa puas. Kepuasan ini dapat meningkatkan loyalitas pengguna dan reputasi layanan. Sebanyak 60% responden menggunakan aplikasi setiap hari, menunjukkan bahwa layanan ini menjadi bagian penting dari rutinitas mereka.Saran: Penelitian ini menekankan perlunya program intervensi untuk kelompok dengan pengetahuan rendah serta strategi untuk meningkatkan pengalaman pengguna bagi mereka yang kurang puas dan jarang menggunakan layanan. Kata Kunci:Pengetahuan, Kepatuhan, Aplikasi KB pilABSTRACT Background: Contraception is an effort to prevent pregnancy that is temporary or permanent, which can be done without using tools, mechanically, using tools/drugs, or by surgery. The purpose of using contraception is to avoid or prevent pregnancy as a result of the meeting between the egg cell and the sperm cell. Based on the intent and purpose of contraception, those who need contraception are couples who are sexually active and both have normal fertility but do not want pregnancy. Contraception is divided into two types, namely hormonal contraception and non-hormonal contraception (Zettira & Nisa, 2015).Objective: This study aims to analyze the impact of the use of birth control pills on women's health.Method The method used is quantitative with a cross-sectional design, involving 100 research subjects consisting of women who are or have used birth control pills. Subject selection was carried out through a non-probability sampling technique with an accidental sampling method. The results of the study are expected to provide insight into the effects of using birth control pills through the use of the KB application. These findings are expected to be the basis for the development of better reproductive health programs. This study aims to evaluate the level of knowledge, satisfaction, and compliance of users with the birth control pill contraceptive application. This study uses a cross-sectional design with 100 subjects consisting of women who are or have used birth control pills, this study applies a non-probability sampling method through accidental sampling.Results: The results show that 60% of respondents have high knowledge, which contributes to better decision making.Conclusion: Effective education and counseling have proven important in increasing public knowledge. The level of satisfaction of the application users is also high, with 40% of respondents very satisfied, while 45% are satisfied. This satisfaction can increase user loyalty and service reputation. As many as 60% of respondents use the application every day, indicating that this service is an important part of their routine.Suggestion: This study emphasizes the need for intervention programs for groups with low knowledge as well as strategies to improve user experience for those who are less satisfied and rarely use the service. Keywords: Knowledge, Compliance, Birth control pill application 
Analysis Of Factors Causing Low Birth Weight (Lbw) Incidents Afriani, Nasita; Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Kurniasari, Devi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.18224

Abstract

Latar Belakang Data World Health Organization (WHO) menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencapai 111.719 kasus pada tahun 2019. Kasus kematian bayi di Kota Bandar Lampung tahun 2022 sebanyak 56 kasus atau 3,1 per kelahiran hidup. Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin menunjukkan terdapat 1.197 bayi yang lahir pada tahun 2021-2023. Berdasarkan observasi ada 30 (0,02%) bayi yang mengalami BBLR.  Dampak bayi BBLR yaitu rentan stunting, IQ rendah, disabilitas permanen, gangguan kognitif, gangguan perkembangan syaraf, dan rentan infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2021-2023. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bintang Amin dilakukan pada bulan Maret-juli. Populasi bayi lahir di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin 2021-2023 sebanyak 1.197 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden. Variabel independent dalam penelitian ini adalah usia ibu, paritas, anemia, status gizi ibu dan ketuban pecah dini dengan variabel dependent kejadian bayi BBLR. Teknik sampling purposive sampling, Analisa data univariate dan bivariate menggunakan uji chi square. Hasil analisis dari 60 bayi, BBLR sebanyak 30 responden (50,0%) dan tidak BBLR sebanyak 30 (50,0%) responden. Faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah usia ibu p-value 0,000 (<0,05), paritas p-value 0,000 (<0,05), anemia p-value 0,000 (<0,05), status gizi p-value 0,000 (<0,05), ketuban pecah dini p-value 0,004(<0,05). Sehingga usia ibu, paritas, anemia, status gizi, dan ketuban pecah dini berhubungan dengan kejadian BBLR. Diharapkan dapat diberikan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan BBLR sedini mungkin. Kata Kunci : BBLR, Usia, Paritas, Gizi, Anemia ABSTRACT Background World Health Organization (WHO) data shows that the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia reached 111,719 cases in 2019. Cases of infant mortality in Bandar Lampung City in 2022 were 56 cases or 3.1 per 100,000 live births. Pertamina Bintang Amin Hospital showed that there were 1,197 babies born in 2021-2023. Based on observations, there were 30 (0.02%) babies who experienced LBW. The impact of LBW babies is prone to stunting, low IQ, permanent disability, cognitive disorders, neurodevelopmental disorders, and susceptibility to infection. The purpose of the study was to determine the factors that influence the occurrence of LBW at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2021-2023. Quantitative research with a cross-sectional research design. The study was conducted at Bintang Amin Hospital in March-July. The population of babies born at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2021-2023 was 1,197 people. The sample in this study was 60 respondents. Independent variables in this study were maternal age, parity, anemia, maternal nutritional status and premature rupture of membranes with dependent variables of LBW infants. The sampling technique was purposive sampling, Univariate and bivariate data analysis using the chi square test. The results of the analysis of 60 infants, LBW as many as 30 respondents (50.0%) and non-LBW as many as 30 (50.0%) respondents. Factors related to the incidence of LBW are maternal age p-value 0.000 (<0.05), parity p-value 0.000 (<0.05), anemia p-value 0.000 (<0.05), nutritional status p-value 0.000 (<0.05), premature rupture of membranes p-value 0.004 (<0.05). So that maternal age, parity, anemia, nutritional status, and premature rupture of membranes are related to the incidence of LBW. It is expected that public knowledge can be provided about preventing LBW as early as possible. Keywords : LBW, Age, Parity, Nutrition, Anemia 
Utilization Of The E-Kescatin Application By Prospective Brides: A Review Of Demographic, Socio-Cultural, And Organizational Support Perspectives Indrasari, Nelly; Risneni, Risneni; Nurlaila, Nurlaila; Aliyanto, Warjidin; Trianingsih, Indah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20537

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja usia nikah dan calon pengantin masih tergolong rendah. Pendidikan kesehatan reproduksi memegang peranan penting bagi calon pasangan pengantin sehingga harus dipersiapkan dengan baik. Kesehatan reproduksi menjadi titik awal perkembangan kesehatan ibu dan anak yang dapat dipersiapkan sejak dini, bahkan sebelum seorang perempuan hamil dan menjadi ibu. Aplikasi E-Kescatin merupakan inovasi digital dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang ditujukan untuk meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam aspek kesehatan reproduksi. Keberhasilan implementasi aplikasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang bersifat individu, sosial, organisasi, hingga budaya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan aplikasi E-Kescatin oleh calon pengantin di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 13 calon pengantin yang telah menggunakan aplikasi E-Kescatin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis secara tematik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor demografi seperti usia dan tingkat pendidikan memengaruhi pemahaman dan kemudahan penggunaan aplikasi. Dukungan sosial dari tenaga kesehatan, keluarga, serta komitmen organisasi terbukti memperkuat adopsi aplikasi. Pengetahuan, motivasi pribadi, dan persepsi manfaat juga menjadi faktor penting dalam keberlanjutan penggunaan. Faktor budaya memiliki pengaruh beragam, di mana norma budaya cenderung mendukung, namun mitos dan kepercayaan tradisional masih menjadi hambatan bagi sebagian responden.Kesimpulan: Pemanfaatan aplikasi E-Kescatin dipengaruhi oleh kombinasi faktor demografi, sosial, pengetahuan, dan budaya. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi oleh tenaga kesehatan, peningkatan sosialisasi kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat penerimaan dan efektivitas program secara berkelanjutan. Kata Kunci: E-Kescatin, Calon Pengantin, Kesehatan Reproduksi, Inovasi Digital, Faktor Sosial Budaya ABSTRACT Background: Knowledge about reproductive health among adolescents of marriageable age and prospective brides is still relatively low. Reproductive health education plays an important role for prospective bridal couples so that it must be well prepared. Reproductive health is the starting point for the development of maternal and child health that can be prepared early, even before a woman becomes pregnant and becomes a mother. The E-Kescatin application is a digital innovation from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia aimed at improving the readiness of prospective brides in the aspect of reproductive health. The successful implementation of this application is influenced by various individual, social, organizational, and cultural factors.Objective: This study aims to identify and analyze the factors that influence the utilization of the E-Kescatin application by prospective brides in the working area of the Pringsewu District Health Office.Methods: This study used a descriptive quantitative approach with a sample of 13 prospective brides who had used the E-Kescatin application. Data were collected through questionnaires and structured interviews, then analyzed thematically.Results: The results showed that demographic factors such as age and education level influenced the understanding and ease of use of the app. Social support from health workers, family, and organizational commitment were shown to strengthen app adoption. Knowledge, personal motivation and perceived benefits were also important factors in continued use. Cultural factors had a mixed influence, with cultural norms tending to be supportive, but myths and traditional beliefs still posing barriers for some respondents.Conclusion: E-Kescatin application utilization is influenced by a combination of demographic, social, knowledge, and cultural factors. This study recommends strengthening education by health workers, increasing policy socialization, and cross-sector collaboration to strengthen program acceptance and effectiveness in a sustainable manner. Keywords: E-Kescatin, Bride-to-be, Reproductive Health, Digital Innovation, Socio-Cultural Factors

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue