cover
Contact Name
Nayda Maulidza
Contact Email
naydamaulidza1704@gmail.com
Phone
+6282154423001
Journal Mail Official
naydamaulidza1704@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kuaro, Gn. Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 20864795     EISSN : 25492594     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini diberi nama LITERASI, nama tersebut dipilih sebagai upaya untuk tetap menjadikan keterampilan berbahasa sebagai landasan pengembangan ilmu pengetahuan. Seperti sebuah pernyataan “bahasa sebagai penghela ilmu pengetahuan”. Jurnal LITERASI diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah dua kali dalam setahun. Terbitan pertama pada tahun berjalan adalah bulan Januari dan terbitan kedua adalah bulan Juli. Setiap kali terbit, jurnal ini memuat delapan artikel yang mengkaji dan membahasa masalah pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Jurnal ini memuat artikel hasil penelitian, gagasan konseptual, baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Selain secara online jurnal ini juga terbit secara cetak (ISSN 2086-4795). Diharapkan Jurnal ini mampu menjadi media informasi yang kredibel dan berdayaguna.
Articles 291 Documents
PREDIKAT KOMPLEKS BAHASA ACEH: KAJIAN TEORI X-BAR DARA MUBSHIRAH; Mulyadi
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.6792

Abstract

This study aims to analyze complex predicates in Acehnese in the sentence structure used by speakers in everyday life. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis method. The object of research is the predicate of the Acehnese language complex. The data sources for this research are three native Acehnese speakers. Data collection by observation and interview methods. Analysis was carried out during collection, reduction, presentation, and drawing conclusions/verification. Data analysis uses distributional and substitutional methods. The results of the study show that the characteristics of complex predicates in the Acehnese language are as follows. (1) Complex predicates are formed from two or three verbs, (2) complex predicates are located side by side, (3) complex predicates form one event (single predicate), and (4) have the same aspect or negation. There are four patterns for forming complex predicates in Acehnese, namely: (1) intransitive V1 + intransitive V2, (2) transitive V1 + intransitive V2, (3) intransitive V1 + transitive V2, (4) transitive V1 + transitive V2, and (5) intransitive V1 + intransitive V2 + transitive V3
IRONI VERBAL DALAM PERSIDANGAN KASUS PEMBUNUHAN BRIGADIR J : ANALISIS SEMANTIK KOGNITIF Gumarpi Rahis Pasaribu; Mulyadi
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.6856

Abstract

  Penelitian ini merupakan penelitian semantik dengan fokus pada kajian semantik kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Desain penelitian ini adalah konten analisis. Objek penelitian adalah ironi verbal dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J. Data dalam penelitian ini diambil dari empat video yang telah diklasifikasi. Berdasarkan hasil analisis mengenai ironi verbal sebagai kritik dan swift dalam kasus persidangan pembunuhan Brigadir J, bahwasanya di dalam kasus persidangan pembunuhuhan Brigadir J hakim menggunakan ironi verbal kritik dan ironi verbal swift agar para saksi berbicara jujur di pengadilan.
KEINTRANSITIFAN TERBELAH PADA BAHASA JAWA DI TAPANULI TENGAH Zainuddin Zainuddin; Mulyadi
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.6859

Abstract

Keintransitifan terbelah adalah adanya perubahan fungsi dari agen menjadi pasien ataupun sebaliknya pada verba intransitifnya. Bahasa Jawa adalah bahasa dengan tata urutan subjek predikat dan objek. Tata urutan tersebut dapat dikatakan ketat disebabkan adanya pembalikan objek di depan predikat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keintransitifan terbelah dalam bahasa Jawa di Tapanuli Tengah.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data dilengkapi menggunakan kalimat-kalimat bahasa jawa di Tapanuli Tengah. Hasil penelitian menunjukkan adanya. pergeseran objek pasien menjadi subjek pasien ditandai dengan awalan N- atau Ng-dan akhiran –I sebanyak 11 kata pada verba intransitif Bahasa Jawa. Pergeseran bukan objek menjadi objek, perubahan verba intransitif dalam bahasa jawa dapat menjadi keintransitifan terbelah dengan adanya pemarkahan pada verba intransitifnya seperti prefiks ke-, di- ne- dan akhiran –nok atau akhiran –I. di identifikasi ada delapan kata. Perbedaannya hanya pada posisi agen yang bukan objek menjadi objek sehingga terjadi pemarkahan pada verba intransitifnya. Pergeseran karena penambahan argumen baru menduduki subjek dengan akhiran –ke pada subjek. Verba intransitif dalam bahasa jawa dapat menjadi keintransitifan terbelah dengan adanya permarkahan pada verba intransitifnya seperti prefiks ke-, di- ne- dan akhiran atau akhiran –ke da teridentifikasi sebanyak dua kata. Perbedaannya hanya pada penambahan argumen baru menduduki subjek sehingga terjadi pemarkahan pada verba intransitifnya.
MEDAN MAKNA “AKTIVITAS KAKI “ DALAM BAHASA INDONESIA Gumarpi Rahis Pasaribu; Dara Mubshirah
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.6973

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komponen makna verba aktivitas kaki dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari sumber tertulis, yaitu Kamus Bahasa Indonesia. Data berupa daftar kosakata yang bermedan makna aktivitas kaki dalam bahasa Indonesia. Data dianalisis dengan teknik parafrase dan pengklasifikasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verba aktivitas kaki dalam bahasa Indonesia terdiri dari 7 (tujuh) buah leksem yaitu: menendang, melangkah, mendaki, memijak, melompat, mengayuh, dan memanjat. Berdasarkan analisis ciri semantisnya aktivitas kaki yang paling banyak adalah menendang, melompat dan memanjat. Sementara yang paling sedikit adalah mendaki.
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA BERBASIS ICT DI LAB. SCHOOL SMP UNISMUH MAKASSAR Maria Ulviani; Siti Tahir; Akram Budiman
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.7127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Guru-guru terkait pembuatan media sastra berbasis ICT menggunakan VSDS dan PPT di Lab. School Universitas Muhammadiyah Makassar. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu: ceramah bertujuan untuk menyampaikan rangkaian teori dan prosedur pembuatan bahan ajar kesastraan dengan baik dan efektif melalui Microteaching, selanjutnya metode diskusi dan tanya jawab digunakan untuk memudahkan instruktur atau pelaksana untuk menentukan strategi yang diterapkan dalam pembimbingan. Kemudian metode praktik dan penugasan, digunakan untuk memberikan latihan kepada peserta workshop dalam menyusunan media pembelajaran berbasis ICT. Proses pembuatan media pembelajaran berbasis ICT adalah menyiapkan perangkat laptop atau PC yang lengkap dengan jaringan internet, kemudin menyiapkan buku panduan yang dapat digunakan oleh guru dalam menjalankan aplikasi pembuatan media berbasis ICT menggunakan VSDC dan PPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran TIK merupakan proses pembelajaran yang memakai komputer dan multimedia. Kemudian metode tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan guru tentang prosedur pengembangan pembelajaran berbasis TIK. Melalui media ini guru akan terbantu menjelaskan cara membaca puisi yang baik sesuai yang ditampakkan oleh media audio-visual yang terkait dengan pembelajaran sastra yang terbatas pada penghafalan teori dan teks.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA BAGI GURU BAHASA INDONESIA BERBASIS VSDC EDITOR DI SMP 1 BONTO RAMBA Siti Suwadah Rimang; Maria Ulviani
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.7163

Abstract

Pengabdian ini menggunakan metode ceramah dan tanya jawab diberikan untuk menyampaikan materi yang akan diberikan kepada guru-guru SMP mitra. 1) Metode ceramah bertujuan untuk menyampaikan rangkaian teori dan prosedur pembuatan bahan ajar kesastraan, dan bagaimana proses pembelajaran daapat dilakukan dengan baik dan efektif melalui Microteaching, 2) Metode diskusi dan tanya jawab digunakan untuk memudahkan instruktur atau pelaksana untuk menentukan strategi yang diterapkan dalam pembimbingan. Sedangkan tanya jawab dilakukan untuk mengecek apakah peserta telah memahami materi pembelajaran berbasis ICT yang diberikan instruktur, selain itu sesi tanya jawab membantu peserta dalam menyesuaikan media dengan pokok bahasan yang akan diajarkan. Metode penugasan digunakan untuk melatih guru-guru membuat media pembelajaran berbasis ICT menggunakan VSDC dan PPT dan mengimplementasikan media tersebut pada siswa. 3) Metode praktik dan penugasan, digunakan untuk memberikan latihan kepada peserta workshop untuk menyiapkan dan menyusunan media pembelajaran berbasis ICT menggunakan VSDC dan PPT. 4) Proses pembuatan media pembelajaran berbasis ICT adalah menyiapkan perangkat Laptop atau PC yang lengkap dengan jaringan Internet, kemudin menyiapkan buku panduan yang dapat digunakan oleh guru dalam menjalankan aplikasi pembuatan media berbasis ICT menggunakan VSDC dan PPT. Masalah pertama yang dihadapi dalam pembelajaran sastra adalah 1) ketidakmampuan guru dalam menguasai sastra, 2)kurangnya keterampilan mengajar bagi guru, 3) kurangnya pemahaman terhadap sastra. Selanjutnya masalah kedua dalam bidang Teknologi, adalah 1) Belum dapat mengemas media dengan baik, 2)belum pernah mengikuti pelatihan pembuatan media ajar, 3) kurang termotivasi dalam meningkatkan keterampilan IT. Dengan adanya permasalahan tersebut di atas, maka solusi yang ditawarkan adalah 1) pelatihan pembuatan bahan ajar kesastraan, 2) Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran 3) pelatihan dan pendampingan pengemasan media pembelajaran sastra, 4) Pelatihan dan penguatanLiterasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13, No. 2, Juli 2023 e-ISSN 2549-2594364strategi dalam menggunakan media yang telah dibuat oleh guru, 5) Pelatihan Mempromosikan hasil karya melalui website/youtube. Melalui media ini guru akan terbantu menjelaskan cara membaca puisi yang baik sesuai yang ditampakkan oleh media audio-visual. Sekolah merupakan wadah dalam menuntut ilmu pengetahuan, namun jika sekolah itu tidak mampu membuat anak-anak bergairah, maka perlu dievaluasi Kembali apa yang kurang dalam proses belajar. Hal ini tentu terkait dengan pembelajaran sastra yang terbatas pada penghafalan teori dan teks. Sementara yang dinilai masih taraf kemampuan menghafal. Oleh karena itu, pengabdian ini dilakukan untuk membantu menyelesaikan masalah yang terjadi dalam pembelajaran sastra di SMP Negeri 1 Bontoramba.
ANALISIS MAKNA SUPERSTISI KATEGORI MATA PENCAHARIAN DAN HUBUNGAN SOSIAL PADA MASYARAKAT MELAYU RUMBAI Sri Setiarti; Erni
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.7383

Abstract

Superstition is a belief that is believed and can be proven logically and also does not necessarily happen. In this study, researchers conducted research in one of the villages in East Rumbai District, namely in the village of Tebing Tinggi Okura. The researcher conducted this research based on a deeper curiosity about the connotative and denotative meanings of the superstitions of the East Rumbai Malay community, this superstition will later lead to the values ​​of people's trust in living life in their environment, this research helps the community teach moral teachings to children and youth, so that it can be carried out in everyday life. Because this superstition is very closely related to the customs and culture of the Malay people and is the legacy of their ancestors. This study aims to analyze a meaning related to the formulation of the problem, namely the superstitious meaning of livelihoods and social relations in the East Rumbai Malay community in the village of Tebing Tinggi Okura. Researchers used a qualitative descriptive method with a type of field research, with a qualitative approach. Researchers used three stages in analyzing data, namely data editing, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study found 27 denotative and connotative meaning data. The results of the analysis found by the author can draw the conclusion that the superstition found in a Rumbai Malay community contains denotative and connotative meanings. In Malay society, especially the oldest people for generations, apply superstition in daily life because the use of superstitious can regulate the norms in society, especially in livelihoods and social relations.
BENTUK DAN STRUKTUR SUPERSTISI KATEGORI KEMATIAN DAN ADAT PEMAKAMAN PADA MASYARAKAT MELAYU RUMBAI TIMUR Robiatul Husna Siregar; Erni
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.7384

Abstract

Superstition is a belief that cannot be proven logically and does not necessarily occur. In this study the authors took one village among the villages in East Rumbai District, namely the village of Tebing Tinggi Okura. This research is also motivated by the researcher's desire to find out the structure and meaning contained in the superstitious East Rumbai Malay community which is formed by the relationship between different life values ​​and beliefs. The purpose of this study is to describe the form and structure of the superstitious categories of death and burial customs in the Malay community in Tebing Tinggi Okura Rumbai Timur Village, Pekanbaru City. The approach to this study uses a qualitative approach while the research method is a qualitative descriptive method with a type of field research. The analysis in this study was carried out in three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion. Based on the results of the analysis in this study, there were 27 superstitious forms of death category data and funeral customs. Of the 27 data that has been obtained, 23 data are classified into a two-part structure, namely cause and effect, while the other 4 data include a three-part structure, namely a sign, a change from one state to another (conversion), and a result. The East Rumbai Malay community, especially the village of Tebing Tinggi Okura, has instilled superstitious values ​​in their daily lives, because the use of this superstition can regulate the order of norms in their collective society, especially in death and funeral customs in the East Rumbai Malay community.
PERAN MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM MEMBENTUK PROFIL PELAJAR PANCASILA Frilia Shantika Regina; Andoyo Sastromiharjo
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.7410

Abstract

This study aims to describe the role of Indonesian language subjects in forming the Pancasila Student Profile. The method used in this research is descriptive qualitative method. The research data was obtained based on the results of the questionnaires which were distributed to Indonesian language subject teachers who were implementing the Mobilization School Program. Based on the results of this study, it can be concluded that each teacher has carried out a learning process that can improve the six dimensions of the Pancasila Student Profile, namely 1) fear of God Almighty, and have noble character; 2) global diversity; 3) work together; 4) independent; 5) critical reasoning; 6) creative. From the six Pancasila Student Profiles, all dimensions can be improved in Indonesian language subjects by combining several dimensions in the learning process because in essence each dimension must be related to other dimensions in a process.
Analisis Nilai-Nilai Musyawarah Pada Film Anak Indonesia “5 Elang” Sekar Arum Pramudita; Muhamad Taufik Hidayat
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v13i2.7412

Abstract

This study aimed to analyze and describe the contents of the moral values of deliberation in a movie entitled "5 Elang". The method used in this study was descriptive qualitative with a content analysis design. The data sources included scenes and dialogue among movie characters. The technique used in this study was documentation. Data were analyzed by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The assessment technique to check the validity of the data was the extension of observation. The results of this study indicated that "5 Elang" contains the moral values of deliberation, namely responsibility, fairness, mutual help, tolerance, togetherness, patience, honesty, mutual advice, exchange of opinions, freedom of thought, giving each other input, making decisions, and consensus. The implications of this study were: (1) teachers can provide students with an understanding of the inculcation of deliberative values through screening Indonesian children's films in the classroom; (2) parents must pay attention to the shows that children can watch to obtain good educational knowledge so that moral values can be applied, especially the value of deliberation in daily life. This study revealed the contents of deliberation values in elementary schools through Indonesian children's movies in a comprehensive way.

Page 10 of 30 | Total Record : 291


Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 15 No. 2 (2025): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 15 No. 1 (2025): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 14 No. 2 (2024): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 14 No. 1 (2024): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 2 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 13 No. 1 (2023): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 12 No. 2 (2022): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 12 No 1 (2022): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 11 No 2 (2021): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 11 No 1 (2021): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 10 No 2 (2020): LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 10 No 1 (2020): LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 9 No 2 (2019): LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 9 No 1 (2019): LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 8 No 2 (2018): LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 8 No 1 (2018): LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 7 No 2 (2017): LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol 7 No 1 (2017): LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah More Issue