cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12" : 24 Documents clear
Hubungan Usia Dan Jenis Kelamin Terhadap Derajat Tonsilitis Di Rumah Sakit Bintang Amin Alfandi, Muhammad Bagus; Suprayitno, Barra Ade Wijaya; Lestari, Sri Maria Puji; Arief, Tan’im
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20618

Abstract

Tonsilitis ialah suatu inflamasi pada tonsil palatina yang umum terjadi, terutama pada usia anak dan remaja. Dengan tingkat keparahan yang dapat dipengaruhi oleh faktor demografis seperti usia dan jenis kelamin. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan derajat keparahan tonsilitis pada pasien di Rumah Sakit Bintang Amin selama tahun 2024. Desain penelitian yang dipakai ialah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, pada 112 pasien yang dipilih dengan metode purposive sampling dari total populasi sejumlah 154 pasien. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis melalui uji Chi-Square. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 1–18 tahun (84,8%), berjenis kelamin laki-laki (57,1%), dan mengalami tonsilitis dengan derajat berat (grade 3–4) sebanyak 58%. Namun, hasil analisis statistik menghasilkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,255) maupun jenis kelamin (p = 0,658) dengan derajat tonsilitis. Maka disimpulkan jika derajat keparahan tonsilitis tidak dipengaruhi secara signifikan oleh faktor usia maupun jenis kelamin.
Uji Efektifitas Antiinflamasi Sediaan Ko-Amorf Ketoprofen-L-Arginin Dengan Metode Paw Edema Pada Tikus Wistar Jantan Firdaus, Wahyu Alfath; Umar, Salman; Zaini, Erizal
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.23675

Abstract

Inflamasi merupakan suatu bentuk respon terhadap kerusakan jaringan pada tubuh. Ketoprofen merupakan golongan senyawa antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang memiliki kelarutan yang rendah dalam air. Formulasi ko-amorf ketoprofen dan l-arginin dengan perbandingan molar 1:1 mampu memperbaiki kelarutan dan disolusi ketoprofen. Ko-amorf ketoprofen-l-arginin diuji aktifitasnya dengan metode Paw Edema. Sediaan diujikan kepada tikus jantan galur Wistar dengan bobot sekitar 200 g. Penelitian dilakukan terhadap 15 tikus yang dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan; suspensi CMC-Na 0,5%; suspensi ketoprofen murni dengan dosis 3,6 mg/200 gBB; suspensi ko-amorf ketoprofen-l-arginin 5,3 mg Kg/200 gBB (setara 3,6 mg/200 gBB ketoprofen murni). Pemberian obat diberikan secara per oral, 30 menit kemudian diikuti induksi karagenan 1% secara intraplantar untuk memicu edema. Pengukuran volume edema dilakukan setiap 60 menit selama 360 menit menggunakan alat plethysmometer. Data volume udem diubah menjadi persentase rata-rata volume udem dianalisis secara statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan suspensi ko-amorf ketoprofen – L-arginin 1:1 mampu menurunkan volume edema pada kaki tikus Wistar jantan dibandingkan suspensi ketoprofen murni dan CMC-Na 0,5%.
Gambaran Sarkopenia Pada Lansia Di Desa Bukit Napuh Kabupaten Oku Timur Putri, Ryona Anisa; Gunawan, Paskalis Andrew
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20818

Abstract

Sarkopenia merupakan sindrom geriatri yang ditandai dengan penurunan massa otot rangka, kekuatan otot, dan performa fisik akibat proses penuaan, yang berdampak pada penurunan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi sarkopenia pada lansia di Desa Bukit Napuh, Kabupaten OKU Timur. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 125 lansia berusia ≥60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Penilaian sarkopenia dilakukan berdasarkan kriteria Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS) 2019, yang meliputi pengukuran massa otot, kekuatan genggam tangan, dan performa fisik. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26,4% responden mengalami sarkopenia, dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan (16,8%) dan kelompok usia 60–69 tahun (13,6%). Sebanyak 78,4% responden memiliki kekuatan otot tangan rendah, 26,4% memiliki massa otot rendah, dan 80,0% menunjukkan performa fisik yang buruk. Sarkopenia lebih sering ditemukan pada lansia dengan status gizi kurang, aktivitas fisik yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari, serta riwayat penyakit kronis; namun, penelitian ini tidak melakukan analisis statistik inferensial untuk menentukan hubungan kausal. Keterbatasan utama penelitian ini adalah desain potong lintang dan analisis deskriptif yang membatasi penarikan kesimpulan kausal. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sarkopenia merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada lansia di wilayah perdesaan. Diperlukan skrining dini serta intervensi berbasis komunitas yang berfokus pada aktivitas fisik, perbaikan gizi, dan pengelolaan penyakit kronis untuk mencegah penurunan fungsi lebih lanjut.
Perbandingan Efektivitas Transfusi Darah Prc Segar Dengan PRC Simpan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di UTD RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Basir, Azzahra Lailatul; Syuhada, Syuhada; Hadiarto, Rinto; Muliasih, Mulat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20593

Abstract

Salah satu terapi anemia pada pasien gagal ginjal kronis adalah transfusi Packed Red Cell (PRC), baik PRC segar maupun PRC simpan, namun perbedaan efektivitas keduanya masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas transfusi PRC segar dan PRC simpan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada Februari–Maret 2025. Sampel penelitian berjumlah 36 pasien gagal ginjal kronis yang menerima transfusi PRC, terdiri dari 18 pasien yang mendapatkan PRC segar dan 18 pasien yang mendapatkan PRC simpan. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan 8 jam setelah transfusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan kadar hemoglobin pada kelompok PRC segar sebesar 1,22 g/dL, lebih tinggi dibandingkan kelompok PRC simpan sebesar 0,95 g/dL. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna secara signifikan antara kedua kelompok (p = 0,009). Dapat disimpulkan bahwa transfusi PRC segar lebih efektif dibandingkan PRC simpan dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada pasien gagal paired t-test ginjal kronis.
Karakteristik Habitat Perkembangbiakan Nyamuk Anopheles Sp. Sebagai Vektor Malaria Di Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Pratiwi, Lisda Ageng; Putri, Devita Febriani; Triwahyuni, Tusy; Utari, Elitha Martharina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.21001

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan yang masih signifikan dan termasuk penyakit parasit tropis penting di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung. Kabupaten Pesawaran dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat endemisitas malaria yang relatif tinggi. Kondisi lingkungan fisik, kimia, dan biologi berperan penting dalam menentukan keberadaan habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat perkembangbiakan Anopheles sp. sebagai vektor malaria di Desa Cilimus tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengamatan dilakukan pada empat titik habitat yang ditentukan secara purposive sampling, meliputi kolam, genangan air, tepi sungai, dan selokan. Data dikumpulkan melalui survei langsung terhadap karakteristik fisik, kimia, dan biologi habitat serta kepadatan larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air berkisar antara 27–28°C dengan kedalaman 9,5–60 cm, pH air 6–7, dan salinitas 0‰. Secara biologis, habitat didominasi oleh tumbuhan air seperti lumut (Bryophyta) dan alga (Spirogyra sp.) serta fauna air berupa serangga air (Gerris sp.). Kepadatan larva tertinggi ditemukan pada habitat kolam sebesar 1,6 ekor/cidukan, diikuti genangan air sebesar 0,6 ekor/cidukan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik habitat perkembangbiakan Anopheles sp. di Desa Cilimus berpotensi mendukung perkembangan larva nyamuk. Temuan ini memiliki implikasi praktis sebagai dasar penentuan lokasi prioritas pengendalian vektor malaria, khususnya melalui pengelolaan lingkungan dan eliminasi habitat perindukan yang berisiko.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar Terhadap Motivasi Dalam Menolong Pasien Henti Jantung Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2021 Farouk, Faisal; Wulandari, Mardheni; Hadiarto, Rinto; Utari, Elitha Martharina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20619

Abstract

Pengetahuan dan motivasi merupakan faktor penting dalam penatalaksanaan henti jantung, khususnya bagi calon tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan Basic Life Support (BLS) dengan motivasi mahasiswa kedokteran dalam memberikan pertolongan pada pasien henti jantung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Subjek penelitian berjumlah 125 mahasiswa angkatan 2021 yang telah menyelesaikan Blok Trauma dan Gawat Darurat, dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan BLS yang baik (71,2%) dan motivasi yang tinggi (56,8%). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan BLS dengan motivasi (p = 0,016), di mana pengetahuan yang baik berhubungan dengan motivasi yang tinggi (45,6%), sedangkan pengetahuan yang kurang berhubungan dengan motivasi yang rendah (2,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan BLS melalui pelatihan berulang dan simulasi dapat meningkatkan kesiapan psikologis serta motivasi mahasiswa dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Oleh karena itu, integrasi pelatihan BLS secara praktis dan pendekatan psikososial direkomendasikan untuk memperkuat motivasi intrinsik mahasiswa.
Hubungan Kelainan Hematologi Dan Jumlah Virus Terhadap Lama Penggunaan Terapi Arv Pada Pasien Human Immunodeficiency Virus Di RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK Azzahra, Anggun Hayajihan; Hidayat, Hidayat; Hasbie, Neno Fitriyani; Kurniati, Mala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.21849

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) mengganggu sistem kekebalan tubuh dan sering dikaitkan dengan kelainan hematologis seperti anemia, neutropenia, limfopenia, dan trombositopenia. Meskipun terapi antiretroviral (ARV) penting untuk menekan replikasi virus, hubungannya dengan parameter hematologis seiring waktu tetap signifikan secara klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kelainan hematologis dan viral load dengan lama penggunaan terapi ARV pada pasien HIV di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 42 pasien HIV. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman, dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 pasien (66,7%) mengalami anemia, 21 pasien (50%) limfopenia, 13 pasien (31%) neutropenia, dan 1 pasien (2,4%) trombositopenia, sementara 29 pasien (69%) memiliki viral load yang tidak terdeteksi. Analisis statistik tidak menemukan korelasi yang signifikan antara kelainan hematologis dengan lama terapi ARV, maupun antara viral load dengan lama pengobatan (p 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi ARV jangka pendek (6–12 bulan) mungkin belum cukup untuk memperbaiki profil hematologis atau memastikan supresi virus secara konsisten, sehingga menekankan pentingnya pemantauan rutin parameter darah dan intervensi klinis dini dalam tata laksana HIV. Studi longitudinal lebih lanjut direkomendasikan untuk mengevaluasi hasil hematologis dan virologis jangka panjang dari terapi ARV.
Pengaruh Teknik 4-7-8 Breathing Exercise Terhadap Nyeri Pasien Post Operasi Dengan General Anestesi Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Pratiwi, Nesa Anggun; Azizah, Aisyah Nur; Purnamasari, Vita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20948

Abstract

Nyeri post operasi merupakan respons fisiologis umum yang dapat memengaruhi proses pemulihan pasien, terutama jika tidak ditangani dengan baik, karena dapat menimbulkan gangguan tidur, kecemasan, keterbatasan mobilitas, hingga perlambatan penyembuhan luka. Penatalaksanaan nyeri secara farmakologis memiliki risiko efek samping dan ketergantungan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih aman. Teknik 4-7-8 breathing exercise merupakan salah satu metode non-farmakologis yang bertujuan untuk mengurangi intensitas nyeri melalui mekanisme relaksasi dan pengaturan sistem saraf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik 4-7-8 breathing exercise terhadap nyeri post operasi dengan general anestesi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental nonequivalent control group. Sampel terdiri dari 34 responden yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar NRS (Numeric Rating Scale), dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan teknik 4-7-8 breathing exercise terhadap penurunan tingkat nyeri post operasi dengan nilai p = 0,000 ( 0,05), yang berarti Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa teknik 4-7-8 breathing exercise efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien post operasi dengan general anestesi.
Hubungan Jumlah Leukosit Dengan Kadar HS-CRP (High Sensitivity C- Reactive Protein) Pada Pasien Talasemia Beta Mayor Anak Dirumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Birrahma, Rafi’a Shinta; Nur, Muhammad; Anggraeni, Selvia; Muliasih, Mulat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.20600

Abstract

Inflamasi kronis di penderita talasemia beta mayor diakibatkan karena peningkatan kadar zat besi akibat transfusi darah yang berulang, yang dapat mengaktifkan sistem imun serta memicu mediator inflamasi. Inflamasi ini dapat dinilai dengan parameter inflamasi, termasuk jumlah leukosit dan hs-CRP (high sensitivity c- reactive protein). Tujuan studi ini adalah menganalisis keterkaitan antara jumlah leukosit dan hs-CRP pada anak yang menderita talasemia beta mayor. Penelitian ini termasuk dalam jenis kuantitatif dengan metode analitik observasional dan desain cross-sectional. Populasi pada studi ini ialah semua pasien anak penderita talasemia beta mayor di RSUD Pringsewu, yaitu 53 pasien. Sampel penelitian terdiri dari 43 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling.Data diuji dengan program SPSS menggunakan analisis univariat berupa deskriptif serta analisis bivariat yakni uji korelasi Spearman. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar leukosit pada sampel  normal, yaitu 7,54395 mm  dan rata-rata nilai hs-CRP sedikit meningkat, yaitu 1,1216 mg/L. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,667 lebih besar dari hasil signifikansi 0,05. Hal ini menandakan tidak ada hubungan antara jumlah leukosit dengan hs-CRP pada pasien talasemia beta mayor anak di RSUD Pringsewu. Inflamasi kronis di penderita talasemia beta mayor diakibatkan karena peningkatan kadar zat besi akibat transfusi darah yang berulang, yang dapat mengaktifkan sistem imun serta memicu mediator inflamasi. Inflamasi ini dapat dinilai dengan parameter inflamasi, termasuk jumlah leukosit dan hs-CRP (high sensitivity c- reactive protein). Tujuan studi ini adalah menganalisis keterkaitan antara jumlah leukosit dan hs-CRP pada anak yang menderita talasemia beta mayor. Penelitian ini termasuk dalam jenis kuantitatif dengan metode analitik observasional dan desain cross-sectional. Populasi pada studi ini ialah semua pasien anak penderita talasemia beta mayor di RSUD Pringsewu, yaitu 53 pasien. Sampel penelitian terdiri dari 43 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling.Data diuji dengan program SPSS menggunakan analisis univariat berupa deskriptif serta analisis bivariat yakni uji korelasi Spearman. Hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar leukosit pada sampel  normal, yaitu 7,54395 mm  dan rata-rata nilai hs-CRP sedikit meningkat, yaitu 1,1216 mg/L. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,667 lebih besar dari hasil signifikansi 0,05. Hal ini menandakan tidak ada hubungan antara jumlah leukosit dengan hs-CRP pada pasien talasemia beta mayor anak di RSUD Pringsewu.
Hubungan Antara Konsumsi Junk Food Dengan Obesitas Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Bandar Lampung Angkatan 2021, 2022, Dan 2023 Padisha, Afnan Naufal; Shariff, Fonda Octarianingsih; Alfarisi, Ringgo; Hermawan, Dessy
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.21164

Abstract

Obesitas merupakan akumulasi lemak berlebih yang berisiko terhadap kesehatan dan sering dikaitkan dengan pola konsumsi makanan tak sehat, termasuk junk food. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara konsumsi junk food dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Bandar Lampung angkatan 2021, 2022, dan 2023. Studi ini ialah studi kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Studi ini memakai 211 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data didapatkan melalui kuesioner tingkat konsumsi junk food dan pengukuran indeks massa tubuh (IMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tergolong obesitas (52,6%) dan konsumsi junk food terbanyak berada pada kategori rendah (45,0%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara tingkat konsumsi junk food dengan status obesitas (p = 0,000). Distribusi data memperlihatkan bahwa seluruh responden dengan konsumsi junk food tinggi tergolong obesitas, sedangkan responden dengan konsumsi rendah mayoritas tidak obesitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumsi junk food memperbesar risiko obesitas di kalangan mahasiswa kedokteran, yang dapat menjadi perhatian dalam upaya promosi gaya hidup sehat pada kelompok usia produktif.

Page 2 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue