cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,353 Documents
Pengaruh Buah Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Kekuatan Otot, Vital Sign Dan Glukosa Al-Ikhsan, Abdul Hafidh; Candra, Aditya; Rahmad, Rahmad
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16855

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) adalah buah yang tumbuh di iklim tropis yang tersebar di seluruh daerah di indonesia. Tanaman ini merupakan tanaman serba guna dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Sangat banyak Masyarakat yang mengkonsumsi buah ini karena dalam buah pepaya yang sudah matang mengandung vitamin A, vitamin C dan kadar serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh buah pepaya terhadap kekuatan otot, vital sign dan glukosa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (experimental) dengan desain one group pretest posttest. Dengan cara melakukan pemeriksaan kekuatan otot, vital sign, dan glukosa darah terlebih dahulu, kemudian diberikan intervensi berupa jus buah pepaya dan memperhatikan efek dari pemberian jus buah pepaya tersebut pada setiap sampel. Data yang diperoleh akan diuji normalitasnya menggunakan uji statistik Shapiro-wilk yang menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal pada masing-masing variabel dengan nilai p > 0.05. Oleh karena itu, untuk analisis selanjutnya, menggunakan uji Parametrik, yaitu Uji T berpasangan (paired sample T-test). Berdasarkan hasil uji Paired Sample T Test diperoleh nilai T-Hitung > T-Tabel (> 1.69726) dan p-value = 0,000 < (α) 0,05 ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian jus buah pepaya terhadap kekuatan otot, vital sign dan kadar glukosa.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Terhadap Level Keseimbangan Lansia Di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Putri, Siti Nadiyah; Ma’rufa, Siti Ainun; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i11.15695

Abstract

Semua orang akan mengalami proses degeneratif yang menyebabkan terjadinya perubahan pada semua sistem tubuh. Orang yang sudah berusia lanjut sebagian besar tidak lagi melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Selain karena memang adanya gangguan kesehatan, sebagian dari lansia merasa malas untuk beraktivitas menggerakkan tubuhnya seperti saat mereka di usia produktif. Faktanya, aktivitas fisik pada lansia dapat memperlambat penurunan sistem organ yang ada di tubuh, seperti otak, persendian, otot, jantung dan lainnya. Seiring bertambahnya usia, level keseimbangan yang dimiliki seseorang juga semakin menurun. Penelitian ini analitik korelasional pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 30 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Untuk mengukur aktivitas fisik digunakan instrumen International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan keseimbangan diukur dengan Time up & Go Test (TUG). Hasil analisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik terhadap level keseimbangan lansia dengan uji pearson correlation, didapatkan hasil p=0,002 (p <0,05) dengan nilai keeratan hubungan (-,544) berkorelasi sedang yang arah hubungannya negatif, yaitu artinya semakin tinggi aktivitas fisik yang dilakukan seseorang maka semakin rendah risiko jatuh yang dialami atau semakin baik level keseimbangan yang dimiliki seseorang tersebut. Hal ini dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara tingkat aktivitas fisik terhadap level keseimbangan lansia di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Perbandingan Pemberian Krim Feniletil Resorsinol dan Krim Hidrokuinon 2% dalam Memperbaiki Derajat Pigmentasi Melasma Angeline, Stephanie; Jasaputra, Diana Krisanti; Ratnawati, Hana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i9.15755

Abstract

Melasma adalah kondisi hiperpigmentasi epidermis dan dermis yang ditandai oleh makula kecoklatan pada wajah, sering ditemukan pada wanita usia 30-70 tahun di negara tropis seperti Indonesia. Hidrokuinon 2% adalah regimen topikal efektif untuk melasma, namun penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi dapat menyebabkan okronosis dan dermatitis kontak. Feniletil resorsinol, senyawa pencerah alami yang menghambat aktivitas enzim tirosinase, dianggap lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas krim feniletil resorsinol dan krim hidrokuinon 2% dalam menurunkan derajat pigmentasi melasma. Uji klinik double blind dilakukan pada wanita menopause dengan melasma wajah, dibagi menjadi dua kelompok (masing-masing 27 subjek): kelompok A (krim feniletil resorsinol) dan kelompok B (krim hidrokuinon 2%). Krim digunakan setiap malam, diikuti dengan sunscreen SPF 20 setiap pagi hingga siang. Derajat pigmentasi diukur menggunakan skin analyzer Tab A One sebelum dan setelah 30 hari. Hasil menunjukkan penurunan derajat pigmentasi yang signifikan pada kedua kelompok (p=0,000), dengan rerata skor pasca-perlakuan kelompok A (6,41) lebih rendah dibandingkan sebelum perlakuan (13,33), dan kelompok B dari 13,23 menjadi 7,37. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p=0,326). Simpulan: krim feniletil resorsinol dan hidrokuinon 2% sama-sama efektif menurunkan derajat pigmentasi melasma.
Hubungan Motivasi Terhadap Kesiapan Belajar Mandiri Pada Mahasiswa Angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Mulyani, Indy; Anggraini, Marisa; Sani, Nopi; Utari, Elitha M
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.15077

Abstract

Hakikat belajar yang sesungguhnya adalah belajar secara mandiri, yang berarti memberi kebebasan untuk mencari, menemukan, dan memecahkan masalah sehingga dapat menambah pengetahuan, pengalaman, dan mengubah sikap ataupun perilaku. Tujuanya untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan kesiapan belajar mandiri pada mahasiswa Angkatan 2023 fakultas kedokteran universitas malahayati. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah 175 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2023. Sampel yang digunakan sebanyak 130 mahasiswa yang sudah dipilih melalui metode total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner MSLQ da SDLRS, dan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan motivasi yang paling banyak dimiliki oleh responden yaitu motivasi tinggi (91,5%) dan tingkat kesiapan belajar mandiri tinggi (80,0%), dan hasil uji statistic menunjukkan bahwa nilai p = 0,027 atau < 0,05. Kesimpulan terdapat hubungan antara motivasi terhadap kesiapan belajar mandiri pada mahasiswa angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. 
Hubungan Lama Periode Menyusui Dengan Kejadian Kanker Payudara Pada Wanita Multipara Di Rsud Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung Herita, Sri Intan; Siswandi, Andi; Arisandi, Syafik; Prasetyo, Wien Wiratmoko Guritno Tedjo
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i9.15063

Abstract

Kanker payudara adalah penyakit ganas yang dimulai pada sel payudara dengan perubaan sinyal dan metabolism mengakibatkan transformasi yang tidak terkendali. Penyebab kanker payudara masih belum diketahui, tetapi ada beberapa factor yang menyebabkan seseorang mengidap kanker payudara, yaitu, usia, genetic, jenis kelamin, asupan dan aktifitas fisik.
Uji Efektivitas Biolarvasida Pada Minyak Atsiri Daun Tembelekan (Lantana camara) Terhadap Larva Anopheles sp. Sebagai Upaya Pengendalian Vektor Malaria Marcellia, Selvi; Ramdini, Dwi Aulia; Setiawan, Gigih; Septiani, Linda; Setyaningrum, Endah; Rosa, Emantis; Annasya, Benazhir Saninah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.18425

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus malaria yang tertinggi di dunia. Penyakit malaria merupakan jenis penyakit yang penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. yang mengandung protozoa Plasmodium sp. Daun lantana (Lantana camara L.) memiliki kandungan senyawa aktif lantadine, minyak atsiri, flavonoid, alkaloid, saponin, dan tannin. Penggunaan biolarvasida merupakan upaya untuk mengurangi preventif Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas minyak atsiri daun lantana sebagai biolarvasida terhadapvektor penyakit Malaria.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah destilasi untuk proses ekstraksi, dan menghitung jumlah kematian dari larva yang telah diberi perlakuan dengan konsentrasi minyak atsiri daun lantana 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25% sehingga didapatkan nilai persen mortalitas dan dilanjutkan dengan menghitungan nilai LC50 dan LC90 menggunakan uji probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun lantana (Lantana camara) efektif sebagai biolarvasida. LC50 yang di dapat yaitu0,505% pada jam ke-21. Untuk uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada masing-masing konsentrasi 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25%, control negative dan control positif karena nilai p-value 0,000<0,05. Dari hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa senyawa yang terkandung pada minyak atsiri daun lantana (Lantana camara) berpotensi sebagai biolarvasida terhadap larva Anopheles sp.
Perbandingan Kepuasan Pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tentang Mutu Pelayanan Antar Kelas Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak (RSIA) Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar Hajar, Besse Sitti; Anma, Rezkiawati; Hamzah3, Zakiyah Ramdlani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.18891

Abstract

Kepuasan pasien merupakan hal terpenting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.Tujuannya untuk melihat perbandingan kepuasan pasien JKN tentang mutu pelayanan antar kelas di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cab.Makassar. Metode yang digunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Respondennya adalah pasien di instalasi rawat inap RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cab. Makassar. Teknik proportional stratified random sampling digunakan dalam pengambilan sampel dengan total 108 responden. Alat pengumpulan data adalah kuesioner kepusan pasien yang diadopsi dari kuesioner Sower,V DuffynThe dimensions of service quality for hospitals: development and use of the KQCAH scale tahun 2001. Penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan program Statistical Package for the Sosial Sciences (SPSS). Hasilnya menunjukkan bahwa dimensi Aprropriateness tingkat kepuasan pasien paling rendah di kelas 2 sebanyak 31 (86,1%). Dimensi countinue of Care tingkat kepuasan pasien paling rendah di kelas 3 sebanyak 33 (91,7%) responden. Dimensi Safety tingkat kepuasan pasien paling rendah di kelas 1 yaitu sebanyak 33 (91,7%) responden. Dimensi Timeless  tingkat kepuasan pasien paling rendah di kelas 3 sebanyak 35 (97,2%) responden dan dimensi availability, effectiveness,respect and caring tergolong puas sebanyak 36 (100,0%). Kesimpulannya kepuasan pasien tentang mutu pelayanan paling rendah pada dimensi Appropriateness di kelas 2 yaitu sebanyak 31 (86,1%) responden. 
Pengaruh Hair Tonic Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinesis L.) Terhadap Pertumbuhan Rambut Kelinci Jantan Larasati, Shela Ajeng; Saputri, Gusti Ayu Rai; Angin, Martianus Perangin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i11.17101

Abstract

Hair tonic merupakan salah satu perawatan kulit kepala dan rambut yang memiliki fungsi untuk meningkatkan pertumbuhan rambut dan mencegah rambut rontok. Bunga Kembang Sepatu mengandung senyawa flavonoid yang    mampu memperkuat akar rambut, mencegah rambut rontok dan sebagai penumbuh rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hair tonic ekstrak bunga kembang sepatu terhadap pertumbuhan rambut kelinci. Metode penelitian secara in vivo dan eksperimental. Pemberian hair tonic ekstrak bunga kembang sepatu pada kelinci jantan New Zealand yang diberikan  perlakuan blanko tanpa penyemprotan, kontrol positif, kontrol negatif (tanpa ekstrak), F1(2,5%), F2 (5%), F3(10%) selama 21 hari. Hasil penelitian untuk evaluasi sediaan. Hair tonic ekstrak bunga kembang sepatu dengan  konsentrasi 10% memiliki panjang rambut tertinggi. Hasil penelitian untuk evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji bobot jenis, uji viskositas, uji iritasi, dan uji kesukaan. Data hasil pengukuran rambut diuji statistik dengan metode uji ANOVA di lanjutkan  dengan uji LSD (Least Significant Difference). Dari hasil one way ANOVA didapatkan nilai signifikan P Value < 0,05 sehingga disimpulkan adanya perbedaan signifikan antar perlakuan dan dilanjutkan dengan uji LSD (Least Significant Difference) didapatkan kontrol positif tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 10%.
Hubungan Usia dan Fraksi Ejeksi Ventrikel Kiri dengan Kadar Kreatinin Pada Penderita Penyakit Jantung Koroner Tumenggu, Auliya Rizky; Magdaleni, Agustina Rahayu; Furqon, Muhammad; Sawitri, Endang; Putra, Indra Sukmana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i10.15880

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit akibat pembentukan plak yang menyebabkan oklusi arteri koroner. PJK masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Usia dan fraksi ejeksi ventrikel kiri sangat memengaruhi perjalanan dan perkembangan PJK. PJK sendiri tidak hanya memengaruhi jantung, tetapi juga dapat memengaruhi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan fraksi ejeksi ventrikel kiri dengan kadar kreatinin pada penderita PJK di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan 96 sampel. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan bermakna jika p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 62 penderita PJK dengan risiko tinggi (64,6%), 49 penderita PJK berjenis kelamin laki-laki (51%), 53 penderita PJK memiliki fraksi ejeksi ventrikel kiri yang menurun (55,2%), dan 60 penderita PJK memiliki kadar kreatinin yang normal (62,5%). Hubungan usia dengan kadar kreatinin menunjukkan p=0,021 (p<0,05) dengan PR 3,390 (95%CI= 1,286-8,937). Hubungan fraksi ejeksi ventrikel kiri dengan kadar kreatinin menunjukkan p=0,000 (p<0,05) dengan PR 6,214 (95%CI= 2,347-16,453). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan usia dan fraksi ejeksi ventrikel kiri dengan kadar kreatinin pada penderita PJK.
Efektivitas Krim Kombinasi Anti Akne (Retinyl Palmitate 0,2%, Potassium Azeloyl Diglycinate 3%) Dibandingkan Krim Tretinoin Untuk Terapi Akne Vulgaris Pada Pasien di Klinik “X” Kota Bandung Gabriella, Raissa; Jasaputra, Diana Krisanti; Ratnawati, Hana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.16201

Abstract

Akne vulgaris merupakan penyakit umum pada unit pilosebasea yang disebabkan oleh meningkatnya produksi sebum, hiperkeratinisasi folikel, kolonisasi bakteri dan inflamasi. Berbagai panduan tatalaksana akne vulgaris terbaru menganjurkan penggunaan obat-obatan untuk akne vulgaris dengan mekanisme kerja yang berbeda yang menargetkan aspek-aspek patogenesis akne vulgaris secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas krim kombinasi anti akne (retinyl palmitate 0,2%, potassium azeloyl diglycinate 3%) dibandingkan krim tretinoin 0,025% untuk terapi akne vulgaris pada pasien akne vulgaris derajat ringan hingga sedang. Penelitian kuantitatif intervensional ini dilakukan pada 50 pasien pria berusia 18-30 tahun dengan akne vulgaris derajat ringan hingga sedang yang dibagi dengan tabel randomisasi menjadi dua kelompok (masing-masing 25 subjek) : kelompok 1 (krim kombinasi anti akne) dan kelompok 2 (krim tretinoin 0,025%). Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran derajat akne vulgaris sebelum dan setelah perlakuan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan penurunan derajat akne vulgaris yang signifikan pada kedua kelompok, dengan rerata skor derajat akne vulgaris pasca perlakuan kelompok 1 (0,16) lebih rendah dibandingkan sebelum perlakuan (1,72) dan pada kelompok 2 dari 1,60 menjadi 0,20. Uji T tidak berpasangan menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua kelompok perlakuan. Krim kombinasi anti akne dan tretinoin 0,025% memiliki efektivitas yang setara dalam menurunkan derajat akne vulgaris.

Page 85 of 136 | Total Record : 1353


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue