cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 1,647 Documents
URGENSI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI BAGI GENERASI MUDA DALAM MENCAPAI INDONESIA BEBAS KORUPSI Manurung, Julpan Hartono SM; Disyahputra, Asnur; Dermawan, Ari; Sinaga, Kharina Chandra Wani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3103

Abstract

Abstract: Abstract: The state has the responsibility for education for its citizens, this responsibility has been regulated in the 1945 Constitution and Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System. The word corruption comes from the Latin corruptio or corruptus. Corruptio has various meanings, namely the act of damaging or destroying. Corruptio is also interpreted as rottenness, ugliness, depravity, dishonesty, can be bribed, immoral, deviation from holiness, words or statements that insult or slander. The problems are: The Urgency of Anti-Corruption Education for the Younger Generation in Achieving a Corruption-Free Indonesia. Challenges in Anti-Corruption Education for the Younger Generation. Corruption is part of the type of crime that can affect various interests concerning human rights, state ideology, economy, state finances, national morals, and so on, it is a criminal behavior that is difficult to overcome. This problem greatly hinders national development and is detrimental to state finances. If this problem occurs continuously, it can eliminate the sense of justice and trust in the law and regulations by the community. Anti-corruption education will be implemented at all levels of education starting from the 2012/2013 academic year. The challenge in implementing Anti-Corruption Education in preventing criminal acts is of course in terms of not yet being a mandatory subject of Anti-Corruption Education (PAK) in Higher Education. Another obstacle is the absence of special TOT training actively and integrated for lecturers in Indonesia, who are truly focused on the anti-corruption movement. Keywords: Education, Corruption, Young Generation Abstrak: Negara mempunyai taggung jawab atas Pendidikan bagi warga negaranya, tanggungjawab tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kata korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio memiliki arti beragam yakni tindakan merusak atau menghancurkan. Corruptio juga diartikan kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata  atau ucapan yang menghina atau memfitnah.  Adapun menjadi permasalah yaitu :  Urgensi Pendidikan Anti Korupsi Bagi Generasi Muda Dalam Mencapai Indonesia Bebas Korupsi.Tantangan dalam Pendidikan Anti Korupsi Bagi Generasi Muda.Tindak pidana korupsi menjadi bagian dari jenis kejahatan yang dapat mempengaruhi berbagai kepentingan yang menyangkut hak asasi, ideologi negara, perekonomian, keuangan negara, moral bangsa, dan sebagainya, hal itu merupakan perilaku jahat yang sulit di tanggulangi. Pendidikan Antikorupsi akan diberlakukan di seluruh jenjang pendidikan mulai tahun ajaran 2012/2013. Tantangan dalam Penerapan Pendidikan Anti Korupsi dalam mencegah Tindak Pidana tentu dalam hal belum menjadi mata kuliah wajib Pendidikan Anti Korupsi (PAK) di Perguruan Tinggi. Kendala lain belum adanya pelatihan khusus TOT secara aktif dan terapdu terhadap dosen di Indonesia, yang benar-benar fokus dalam gerakan antikorupsi. Kata kunci: Pendndikan,Korupsi, Generasi Muda
PERAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM TANGGUNGJAWAB LINGKUNGAN DI INDONESIA Tarigan, Hikmat Syahputra; Manurung, Abdul Aziz; Danarzi, Danarzi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.3102

Abstract

Abstract: Corporate Social Responsibility (CSR) is currently the most talked about topic in various places, both in formal and informal forums. The UN with its Global Compact is actively involved in discussing and supporting Corporate Social Responsibility (CSR) as an effort to contribute to creating welfare for the world community. More theoretically and systematically, the concept of the corporate social responsibility pyramid developed by Archie B. Carrol provides a logical justification for why a company needs to implement CSR for the surrounding community. CSR is a commitment from a company or the business world to contribute to developing a sustainable economy by paying attention to corporate social responsibility and emphasizing the balance between attention to economic, social and environmental aspects. The formulation of the problem is How is the Role of Corporate Social Responsibility in Environmental Responsibility in Indonesia. What are the obstacles in Corporate Social Responsibility in Environmental Responsibility in Indonesia? CSR is applied as a concept because it is expected to be able to provide an alternative path for new breakthroughs in empowering the poor, but the company has not been able to empower the poor or in other words has not been able to empower the poor. The budget is a factor that influences an activity that cannot be carried out properly as planned in advance. This factor can be influenced by both the company itself and those related to the company's involvement. Keywords: Responsibility; Environment Abstrak: Corporate Social Responsibility (CSR) saat ini menjadi bagian yang paling hangat dibicarakan diberbagai tempat, baik di forum formal maupun informal. PBB dengan Global Compact-nya terlibat aktif membahas dan mendukung Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai upaya turut menciptakan kemaslahatan masyarakat dunia. Secara lebih teoritis dan sistematis, konsep piramida tanggung jawab sosial perusahaan yang dikembangkan Archie B. Carrol memberi justifikasi logis mengapa sebuah perusahaan perlu menerapkan CSR bagi masyarakat di sekitarnya. CSR adalah komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan dan menitik beratkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Adapun rumusan masalahnya yaitu Bagaimana Peran Corporate Social Responsibility Dalam Tanggung jawab Lingkungan Di Indonesia. Bagaimana kendala dalam Corporate Social Responsibility Dalam Tanggung jawab Lingkungan Di Indonesia CSR diterapkan sebagai suatu konsep karena diharapkan mampu memberikan jalan alternatif terobosan baru dalam pemberdayaan masyarakat miskin, namun perusahaan belum mampu memberikan pemberdayaan masyarakat miskin atau dengan kata lain belum bisa memberdayakan masyarakat miskin. Anggaran merupakan faktor mempengaruhi suatu kegiatan tidak dapat terlaksana dengan semestinya yang telah direncanakan pada sebelumnya. Faktor ini bisa dipengaruhi baik dari perusahaan itu sendiri maupun yang menyangkut keterlibatan perusahaan. Kata kunci: Tanggung jawab; Lingkungan
PENERAPAN MEDIA VIDEO EDUKATIF BERBASIS CAPCUT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA DI MTS AL JAMA'IYAH Hasibuan, M. Ridho Julpandra; Irawan, Putri; Surbakti, Taufiqurrahman; Siagian, Meryance Viorentina
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5936

Abstract

Abstract: This study aims to develop and implement CapCut-based educational video media to enhance students’ learning creativity at MTs Al Jama’iyah. The research employed a Research and Development (R&D) method using the Borg & Gall development model. The research stages included needs analysis, media design, product development, validation by media experts and subject matter experts, and student trials. Data collection techniques consisted of observation, questionnaires, and documentation. The collected data were analyzed descriptively to determine the feasibility of the media and students’ responses to its implementation. The results showed that the CapCut-based educational video media was categorized as very feasible for use in learning based on the validation results from media experts and material experts. The implementation of the CapCut-based educational video media in the learning process was able to improve students’ learning creativity, as indicated by increased student participation, the ability to express ideas, and active involvement during learning activities. In addition, students’ responses to the use of CapCut-based educational video media were positive, with students feeling more interested, motivated, and assisted in understanding the learning materials. Based on these findings, it can be concluded that CapCut-based educational video media is effective as a learning medium and has the potential to enhance students’ learning creativity at MTs Al Jama’iyah. This media can serve as an innovative learning alternative that is relevant to technological developments and the demands of learning in the digital era. Keyword: Educational Video Media; CapCut, Learning Creativity; Research and Development; Borg & Gall Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan media video edukatif berbasis CapCut dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa di MTs Al Jama’iyah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg & Gall. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan media, pengembangan produk, validasi ahli media dan ahli materi, serta uji coba kepada siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kelayakan media dan respons siswa terhadap penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video edukatif berbasis CapCut dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran berdasarkan hasil validasi ahli media dan ahli materi. Penerapan media video edukatif berbasis CapCut dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan kreativitas belajar siswa, yang ditunjukkan melalui meningkatnya keaktifan siswa, kemampuan mengemukakan ide, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, respons siswa terhadap penggunaan media video edukatif berbasis CapCut menunjukkan hasil yang positif, di mana siswa merasa lebih tertarik, termotivasi, dan terbantu dalam memahami materi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media video edukatif berbasis CapCut efektif digunakan sebagai media pembelajaran dan berpotensi meningkatkan kreativitas belajar siswa di MTs Al Jama’iyah. Media ini dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pembelajaran di era digital. Kata kunci: Media Video Edukatif; Capcut, Kreativitas Belajar; Research and Development; Borg & Gall
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS IV SD NEGERI 013857 MEKAR BARU PADA MATERI KPK Anim, Anim; Hasibuan, Wilda Annisa; Rahmadani, Dila Oktapia; Putri, Arfika
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4999

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the mathematical communication skills of fourth-grade students of SD Negeri 013857 Mekar Baru on the Least Common Multiple (LCM) topic. This study uses a qualitative descriptive approach with 21 students as subjects. The research instrument is a written test compiled based on three indicators of mathematical communication skills, namely the ability to express mathematical ideas orally and in writing, the ability to use symbols, tables or pictures to convey mathematical ideas, and the ability to explain results and the process of solving with logical reasons. The results of the study show that in the first indicator, students' abilities are in the high category, although some students have not written complete explanations. In the second indicator, students' abilities are classified as low because there are still errors in solving using factor trees and prime factorization tables and the final results. While in the third indicator, students' abilities are in the medium category because some students have not provided appropriate reasons. Based on these results, it can be concluded that students' mathematical communication skills still need to be improved through learning activities that emphasize conceptual understanding and the ability to convey ideas clearly and structured.Keyword: mathematical communication; LCM; elementary students; descriptive qualitativeAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV SD Negeri 013857 Mekar Baru pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Penelitian ini menggunakan pendekatan desktiptif kualitatif dengan subjek sebanyak 21 siswa. Instrumen penelitian berupa tes tertulis yang disusun berdasarkan tiga indikator kemampuan komunikasi matematis, yaitu kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan matematika secara lisan dan tulisan, kemampuan menggunakan simbol, tabel atau gambar untuk menyampaikan ide matematika, dan kemampuan menjelaskan hasil dan proses penyelesaian dengan alasan yang logis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator pertama kemampuan siswa berada pada kategori tinggi, meskipun beberapa siswa belum menuliskan penjelasan secara lengkap. Pada indikator kedua, kemampuan siswa tergolong rendah karena masih terdapat kesalahan dalam penyelesaian menggunakan pohon faktor dan tabel penyusunan faktorisasi prima serta hasil akhir. Sedangkan pada indikator ketiga, kemampuan siswa berada pada kategori sedang karena sebagian siswa belum memberikan alasan yang tepat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih perlu ditingkatkan melalui kegiatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep serta kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan terstruktur.Kata kunci: kemampuan komunikasi matematis; KPK; siswa sekolah dasar; deskriptif kualitatif
MANAJEMEN KEUANGAN PENDIDIKAN ERA DIGITAL: MENDORONG TRANSPARANSI DAN EFISIENSI OPTIMAL Promovenda, Bellamorita Rahel; Panjaitan, Binur
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5128

Abstract

 Abstract: This research aims to analyze the urgency and strategic role of digitalization in transforming educational financial management, particularly in achieving optimal transparency and efficiency. Employing a Systematic Literature Review (SLR) approach on publications and policies from 2015 to 2024, this study synthesizes findings regarding the impact of digital-based financial systems (such as ARKAS) on school budget governance. The SLR results indicate that digitalization serves as a vital strategic instrument. E-budgeting and real-time reporting systems significantly enhance transparency and accountability by providing a strong audit trail and reducing the scope for fund misuse. Furthermore, digitalization drives operational efficiency by cutting down administrative workload, allowing for the reallocation of resources to core learning activities, thus supporting education as a strategic investment. Digital systems also function as an instrument of equity through accurate, data-driven decision-making. In conclusion, financial management has shifted from a passive function to an active strategic function that causally affects educational outcomes. Long-term implementation success requires continuous investment in digital financial literacy training for human resources and the integration of financial systems with academic data. Keywords: Educational Financial Management, Digitalization, Transparency, Efficiency,        School Governance. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi dan peran strategis digitalisasi dalam transformasi manajemen keuangan pendidikan, khususnya dalam mencapai transparansi dan efisiensi optimal. Menggunakan pendekatan Kajian Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap publikasi ilmiah dan kebijakan periode 2015-2024, penelitian ini mensintesis temuan mengenai dampak sistem keuangan berbasis digital (seperti ARKAS) terhadap tata kelola anggaran sekolah. Hasil SLR menunjukkan bahwa digitalisasi berfungsi sebagai instrumen strategis yang vital. Sistem e- budgeting dan real-time reporting secara signifikan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan menyediakan audit trail yang kuat dan mengurangi ruang gerak penyalahgunaan dana. Selain itu, digitalisasi mendorong efisiensi operasional melalui pengurangan beban kerja administratif, memungkinkan realokasi sumber daya ke aktivitas inti pembelajaran, dan secara efektif mendukung pendidikan sebagai investasi strategis. Digitalisasi juga berperan sebagai instrumen pemerataan melalui pengambilan keputusan berbasis data yang tepat sasaran. Disimpulkan, manajemen keuangan telah bergeser dari fungsi pasif menjadi fungsi strategis aktif yang secara kausal memengaruhi outcomependidikan. Keberhasilan implementasi jangka panjang memerlukan investasi berkelanjutan pada pelatihan literasi digital SDM dan integrasi sistem keuangan dengan data akademik.Kata Kunci: Manajemen Keuangan Pendidikan, Digitalisasi, Transparansi, Efisiensi, Tata Kelola Sekolah. Kata kunci: Manajemen Keuangan Pendidikan; Digitalisasi; Transparansi, Efisiensi; Tata Kelola Sekolah.
DAMPAK PENGGUNAAN PLASTIK SEKALI PAKAI TERHADAP LINGKUNGAN PERKOTAAN WILAYAH JALAN HIU KELURAHAN ULAK KARANG SELATAN Nasution, Aisyiah; Edinov, Sanny; Sari, Mistia; Mukhtar, Dertha
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4219

Abstract

Abstract: This study aims to describe the habit of using single-use plastics, analyze its environmental impacts, and explore public perceptions and awareness levels in Jalan Hiu, Ulak Karang Selatan Village. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving 10 purposively selected informants. The findings reveal that the use of single-use plastics remains high, driven by practicality, abundant availability, and the lack of eco-friendly alternatives. The resulting impacts include clogged drainage channels, air pollution from burning plastic waste, and a decline in environmental aesthetics. Although some community members understand the negative impacts of single-use plastics, such awareness has not been fully translated into behavioral change. Constraining factors include insufficient waste management facilities, weak enforcement of regulations, and a culture of instant consumption. This study concludes that education-based interventions, the provision of alternative packaging, and stronger policy enforcement are needed to reduce the communitys dependence on single-use plastics.Keyword: single-use plastic; habit; environmental impact; public awareness; PadangAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai, menganalisis dampaknya terhadap lingkungan, serta menggali persepsi dan tingkat kesadaran masyarakat di wilayah Jalan Hiu, Kelurahan Ulak Karang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, melibatkan 10 informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan plastik sekali pakai masih tinggi, didorong oleh faktor kepraktisan, ketersediaan yang melimpah, dan minimnya alternatif ramah lingkungan. Dampak yang ditimbulkan meliputi penyumbatan saluran drainase, pencemaran udara akibat pembakaran sampah plastik, serta menurunnya estetika lingkungan. Meskipun sebagian masyarakat memahami dampak negatif plastik sekali pakai, kesadaran tersebut belum sepenuhnya diikuti perubahan perilaku. Faktor penghambat mencakup kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, lemahnya penerapan regulasi, dan budaya konsumsi instan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi berbasis edukasi, penyediaan alternatif kemasan, dan penguatan kebijakan diperlukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap plastik sekali pakai.Kata kunci: dampak, kelurahan, lingkungan, perkotaan, plastik
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN WATER INJECTION SISTEM PADA MOTOR BAKAR 4 LANGKAH TERHADAP KINERJA MESIN Amanda, Ferda Hadi; Setiyono, Joko S
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5095

Abstract

 Abstract: This study aims to analyze the effect of adding a water injection system to a four-stroke internal combustion engine on engine performance, exhaust emissions, and fuel consumption efficiency. The experimental method was conducted by comparing engine conditions before and after the installation of water injection at a water flow rate of 15 ml/s. The results showed that the use of water injection improved engine performance, where torque increased from 14.60 Nm to 15.09 Nm and power from 11.38 hp to 12.07 hp. Furthermore, exhaust emissions were reduced, with CO decreasing from 4.86 ppm/vol to 3.89 ppm/vol and HC from 469 ppm/vol to 209 ppm/vol. These values remain well below the Euro 2 regulation limits (CO 5.5 ppm/vol and HC 2200 ppm/vol), making the system more environmentally friendly. In terms of fuel consumption, water injection significantly improved efficiency, where 1 liter of fuel that previously covered 59 km increased to 73 km, resulting in a 23% efficiency gain. Overall, the application of the water injection system proved to enhance engine performance, reduce emissions, and improve fuel consumption efficiency. Keyword: Water injection, four-stroke engine, engine performance, exhaust emissions, fuel efficiency. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sistem water injection pada motor bakar 4 langkah terhadap kinerja mesin, emisi gas buang, serta efisiensi konsumsi bahan bakar. Metode pengujian dilakukan dengan membandingkan kondisi mesin sebelum dan sesudah pemasangan water injection pada debit air 15 ml/detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan water injection mampu meningkatkan kinerja mesin, di mana torsi awal sebesar 14,60 Nm dan daya 11,38 hp meningkat menjadi 15,09 Nm dan 12,07 hp. Selain itu, terjadi penurunan kadar emisi gas buang, yaitu CO dari 4,86 ppm/vol menjadi 3,89 ppm/vol dan HC dari 469 ppm/vol menjadi 209 ppm/vol. Nilai ini masih berada di bawah ambang batas regulasi Euro 2 (CO 5,5 ppm/vol dan HC 2200 ppm/vol), sehingga lebih ramah lingkungan. Dari sisi konsumsi bahan bakar, water injection memberikan penghematan signifikan, di mana 1 liter bahan bakar yang sebelumnya menempuh jarak 59 km meningkat menjadi 73 km, dengan efisiensi penggunaan sebesar 23%. Secara keseluruhan, penerapan sistem water injection terbukti mampu meningkatkan performa mesin, menurunkan emisi, serta meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar. Kata kunci: Water injection, motor bakar 4 langkah, kinerja mesin, emisi gas buang, efisiensi bahan bakar.
PELAKSANAAN MATA KULIAH STUDI KASUS DALAM KERANGKA OUTCOME BASED EDUCATION PADA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING Trisnowati, Eli; Atika, Amelia; Warahmah, Annisa; Pagerya, Kresensia
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.5766

Abstract

Abstract: Higher education learning is required to be oriented toward the achievement of student learning outcomes in order to produce graduates with relevant professional competencies. Outcome- Based Education (OBE) is an approach that emphasizes the aligment between learning outcomes, learning processes, and assessment. This study aims to describe the implementation of the Case Study course within the OBE framework in the Guidance and Counseling Study Program. This research employed a descriptive approach involving students who attended the Case Study course. Data were collected through learning documents, assessment records, and students case study reports, and analyzed descriptively. The results indicate that the implementation of the Case Study course has refferedd to OBE principles through learning activities. Case-based learning facilitates students in developing analytical skills, problem-solving abilities, and reflective thinking related to real issues in guidance and counseling. This study provides empirical insights into the implementation of case-based learning within the OBE framework and contributes to the development of learning practices in guidances and counseling programs. Keywords: Outcome Based Education, Case Study,Guidance And Counseling, Higher Education Abstrak: Pembelajaran di pendidikan tinggi dituntut untuk berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa guna menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan profesi. Outcome Based Education (OBE) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan keselarasan antara capaian pembelajaran, proses pembelajaran, dan asesmen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan mata kuliah Studi Kasus dalam kerangka OBE pada Program Studi Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan subjek mahasiswa yang menempuh mata kuliah studi kasus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi pembelajaran, penilaian tugas, dan laporan studi kasus mahasiswa, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan mata kuliah studi kasus telah mengacu pada prinsip OBE melalui perancangan pembelajaran berbasis capaian pembelajaran dan penerapan pembelajaran studi kasus. Pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan refleksi terhadap permasalahan nyata dalam bidang bimbingan dan konseling. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai pelaksanaan pembelajaran studi kasus dalam kerangka OBE pada pendidikan tinggi. Kata Kunci: Outcome Based Education, Studi Kasus, Bimbingan Dan Konseling, Pendidikan Tinggi
THE EFFECT OF PROBLEM-BASED LEARNING AND DISCOVERY LEARNING MODELS ON STUDENTS CHRITICAL THINKING SKILLS Nasution, Irma Yuliani; Syafriani, Dewi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.5538

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model and the Discovery Learning (DL) model on students' critical thinking skills and to identify which aspects of critical thinking are most developed in the topic of reaction rates. The research employed a quasi-experimental design. The sample consisted of two experimental classes: class XI-1 as the first experimental group and class XI-4 as the second, each comprising 34 students. The research instrument was an essay test consisting of three questions. Hypothesis testing was conducted using an Independent Sample T-Test, which yielded a significance value of 0.001. Since the significance value is less than α (0.05), the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected, indicating a significant effect of the PBL and DL models on students' critical thinking skills in the topic of reaction rates. The analysis of critical thinking aspects shows that the ability to elementary clarifications was the most developed. This is evidenced by the n-gain percentage, which reached 94% for students taught using the PBL model and 86% for those taught using the DL model. Keywords: Problem-Based Learning, Discovery Learning, Critical Thinking Skills, Reaction Rate Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) model Discovery Learning (DL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan mengetahui aspek berpikir kritis yang paling terkembangkan pada materi laju reaksi. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment. Sampel penelitian terdiri dari XI-1sebagai kelas eksperimen I dan XI-4 sebagai kelas eksperimen II yang masing-masing berjumlah 34 siswa. Instrumen penelitian berupa tes esai sebanyak 3 soal . Uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan hasil penelitian diperoleh harga sig. 0,001. Nilai sig. < α (0,05) sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan kemampuan berpikir kritis siswa yang diberi pembelajaran menggunakan model PBL dan model DL pada materi laju reaksi. Hasil analisis aspek yang diperoleh indikator aspek memberikan penjelasan sederhana adalah aspek kemampuan berpikir kritis yang paling terkembangkan, terlihat dari persentase n-gain 94% untuk yang dijarkan menggunakan model PBL dan 86% untuk yang dijarkan menggunakan model DL. Kata kunci: Problem Based Learning, Discovery Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Laju Reaksi
STUDI TENTANG POTENSI MOBILE-ASSISTED LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS UNTUK MAHASISWA BARU DI UNIMED Sibuea, Hadijah Handayani; Bangun, Riza Harani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.5370

Abstract

Abstract: French language learning for first-year students at Universitas Negeri Medan (UNIMED) still faces several challenges, particularly related to the limitations of conventional teaching methods that lack flexibility and integration with technological developments. Along with the rapid advancement of information and communication technology, Mobile-Assisted Language Learning (MALL) has emerged as an innovative approach with the potential to enhance the quality of foreign language learning. This study aims to examine the potential, benefits, and challenges of using MALL in French language learning for first-year students at UNIMED. A descriptive qualitative approach was employed, involving first-year French language education students and French language lecturers as research participants. Data were collected through in-depth interviews, questionnaires, observations, and document analysis, and analyzed using thematic analysis and descriptive statistics. The findings indicate that the use of MALL increases students’ motivation, confidence, and French language proficiency, particularly in speaking and listening skills, with an average improvement of 15%. However, several challenges were also identified, including limited internet access, the dominance of English as the instructional language in some applications, and insufficient integration between mobile learning and face-to-face instruction. Therefore, more structured integration strategies and lecturer training are required to optimize the implementation of MALL in French language learning at UNIMED.Keywords: Mobile-Assisted Language Learning, MALL, French language learning, educational technology, first-year students.Abstrak: Pembelajaran bahasa Prancis bagi mahasiswa baru di Universitas Negeri Medan (UNIMED) masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan metode pembelajaran konvensional yang kurang fleksibel dan kurang terintegrasi dengan perkembangan teknologi. Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, Mobile-Assisted Language Learning (MALL) hadir sebagai alternatif inovatif yang berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi, manfaat, dan tantangan penggunaan MALL dalam pembelajaran bahasa Prancis bagi mahasiswa baru di UNIMED. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan subjek mahasiswa baru dan dosen pengajar bahasa Prancis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan MALL mampu meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, serta keterampilan berbahasa Prancis mahasiswa, khususnya pada aspek berbicara dan mendengarkan, dengan peningkatan rata-rata kemampuan sebesar 15%. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah kendala, seperti keterbatasan akses internet, ketergantungan bahasa Inggris pada aplikasi, serta kurangnya integrasi MALL dengan pembelajaran tatap muka. Oleh karena itu, diperlukan strategi integrasi yang lebih terstruktur serta pelatihan bagi dosen agar pemanfaatan MALL dapat dioptimalkan dalam pembelajaran bahasa Prancis di UNIMED.Kata kunci: Mobile-Assisted Language Learning, MALL, pembelajaran bahasa Prancis, teknologi pembelajaran, mahasiswa baru.