Articles
264 Documents
Pelatihan dan Edukasi Manajemen Keuangan Bagi Industri Kecil Menengah di Masa Covid-19
Muhammad Ali Al Ihsan Nasution;
Pristiyono Pristiyono;
Yudi Prayoga;
Nur’ainun Gulo;
Reni Kartika Ningsih
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1180
Pemerintah menggalakkan peningkatan Industri Kecil Menengah (IKM) yang dianggap mampu bertahan pada situasi pelemahan ekonomi global sebagai dampak Covid-19. Pengembangan daya saing IKM perlu dukungan secara nyata melalui pelatihan keuangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang penyusunan laporan keuangan dan manajemen keuangan kepada para pengusaha IKM dalam peningkatan pengetahuan mereka tentang keuangan sehingga peserta dapat menghitung biaya produksi dan membuat laporan keuangan untuk dapat mengetahui laba/rugi dari hasil usaha yang dilakukan sehingga memiliki daya saing yang tinggi. Metode yang dilakukan pada pelatihan ini adalah dengan ceramah, tutorial dan diskusi, sebelum dilakukan pelatihan peserta terlebih dahulu dilakukan pre test yang hasilnya 77% dari 25 orang pelaku IKM belum mengetahui tentang laporan keuangan dan manajemen keuangan. Dalam metode ceramah peserta diberikan modul tentang penyusunan laporan keuangan IKM dan pada metode tutorial peserta diberikan simulasi dan pendampingan pada pembahasan kasus, sedangkan metode diskusi diberikan kesempatan kepada peserta untuk mendiskusikan permasalahan yang berkaitan dengan perhitungan biaya produksi atas produk kue yang belum dibahas. Sebelum kegiatan selesai kembali dilakukan post test yang hasilnya 83% peserta sudah memahami tentang laporan keuangan dan manajemen keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelatihan 21 orang peserta sudah mampu membuat laporan keuangan IKM masing-masing
Pendampingan Psikologis Pada Masyarakat Terdampak Keraton Agung Sejagat
Wanodya Kusumastuti;
Widyaning Hapsari;
Patria Jati Kusuma
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1289
Perkembangan Kerajaan Agung Sejagat (KAS) mulai terdengar di wilayah Kabupaten Purworejo pada akhir tahun 2019. Dua orang pendirinya mengklaim bahwa KAS merupakan kerajaan penerus Majapahit yang merekrut ratusan anggota dan meminta iuran jutaan rupiah per bulan untuk melakukan ritual dan kirab budaya. Munculnya fenomena kerajaan fiktif didukung dengan penguasaan psikologi massa, dimana pendirinya mampu mempengaruhi atau meyakinkan orang lain. Selain itu bisa juga disebabkan karena delusi keagungan (grandiose delusion) serta faktor post power syndrome. Keterlibatan masyarakat Purworejo sebagai abdi dalem KAS menimbulkan kerugian baik secara materiil maupun non materiil. Selain harus memberikan iuran, masyarakat juga diminta untuk mengikuti perintah yang disampaikan pimpinan Keraton. Akibatnya banyak masyarakat yang akhirnya membenarkan keyakinannya bahwa KAS merupakan Keraton yang akan mengembalikan lagi tradisi leluhur dan menjaga tatanan kehidupan masyarakat. Penyimpangan pemikiran pada masyarakat terdampak KAS itu merupakan distorsi kognitif yang menyebabkan masyarakat memiliki persepsi yang salah. Dampak yang dirasakan masyarakat terdampak KAS adalah masalah psikologis, seperti rasa malu, tidak percaya diri, khawatir tidak diterima keluarga atau masyarakat sehingga membatasi interaksi dengan lingkungan sosial. Tujuan kegiatan pendampingan ini adalah memberikan konseling individual dan/atau konseling kelompok pada masyarakat terdampak KAS untuk mengatasi gangguan psikologis yang muncul. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: (1) distorsi kognitif mulai berkurang sehingga masyarakat terdampak KAS kembali mampu berpikir rasional, (2) berkurangnya rasa khawatir, memiliki kepercayaan diri untuk bersosialisasi kembali di tengah masyarakat
Pemberdayaan Warga Panti Asuhan di Bidang Pertanian Dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian Melalui Budidaya Tanaman Herbal Andrograpis Paniculata
Shafora Nurmala Devi;
Aisyiah Aisyiah;
Much Firman Nasirudin;
Zaenal Robidin;
Ade Septiyo;
Didik Widiyantono
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1304
Pergeseran pola hidup di dalam masyaratak yang saat ini cenderung back to nature menyebabkan semakin meningkatnya permintaan obat herbal organik. Namun demikian, budidaya tanaman herbal secara organik masih jarang dilakukan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Warga panti asuhan memperoleh keterampilan dan pengetahuan baru tentang peluang usaha tanaman hernal sambiloto (Andrograpis Paniculata) serta mengembangkan rumah bibit herbal organik yang berfungsi sebagai area pembibitan tanaman herbal dan meningkatkan minat generasi milenial dalam sektor pertanian. Pengabdian masyarakat dilakukan bersama Panti Asuhan Yatim Dhuafa Kaligesing, Purworejo. Perlunya pemberdayaan anak-anak panti asuhan menuju kemandirian melalui wirausaha menjadi alasan terselenggaranya kegiatan pengabdian ini. Adapun metode yang dilakukan berupa workshop dan pelatihan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, partisispasi petani milenial terhadap pengembangan budidaya herbal organik semakin meningkat dan dapat meningkatkan taraf ekonomi warga panti asuhan.
Intervensi Webinar : Cara Mengatasi Stres Kerja Pada Pekerja Wanita Yang Memiliki Peran Ganda
Qiftiyah Darmiati Putro;
Linda Pradita;
Lutfiyyah Zahra;
Mustika Ema Linda Siregar;
Novika Grasiaswaty
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1327
Sejak WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi, pemerintah di dunia membuat upaya pencegahan peneluran virus tersebut. Di Indonesia sendiri, pemerintah memberlakukan PSBB guna mencegahnya penularan virus Covid-19. PSSB itu sendiri berdampak pada berbagai pihak salah satunya pada pekerja wanita yang memiliki peran ganda yang rentan mengalami stres kerja karena memliki beban kerja yang lebih banyak di masa pandemi. Untuk mereduksi stres yang dialami oleh pekerja wanita tersebut, peneliti melakukan intervensi dalam bentuk webinar dengan menggunakan metode lecture dan discussion dengan meberikan materi mengenai wok stress serta tips dan trik untuk menghadapi dan mereduksi stres kerja yang di alami oleh pekerja wanita yang memiliki peran ganda. Webinar dihadiri oleh 35 peserta. Hasil analisis deskripsi ditemukan peningkatan antara rata-rata skor pre-test dan post-test yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan pada webinar efektif untuk meningkatkan pemahaman mengenai work stress serta tips dan trik untuk menghadapi dan mereduksi stres kerja dengan teknik time management dan mindfulness.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Industri Rumah Tangga Melalui Batik Bakau
Tito Aditya Perdana;
Febrianur Ibnu Fitroh Sukono Putra;
Risanda Alirastra Budiantoro
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1328
Batik sudah lama dikenal sebagai karya bangsa Indonesia. Ditinjau dari sumber diperolehnya zat warna tekstil dibedakan menjadi dua yaitu zat warna sintetis dan zat warna alam. Batik Mangrove merupakan batik yang menggunakan pewarna alam dikarenakan bagian mangrove yang dimanfaatkan sebagai pewarna adalah limbah atau bagian tanaman yang sudah tidak terpakai. Persoalan utama yang dihadapi oleh Batik Bakau sebagai industri rumah tangga mitra sasaran kami adalah belum adanya awareness produk yang diproduksi oleh produsen kepada konsumennya. Permasalahan berikutnya adalah kurang optimalnya penggunaan platform market place yang sudah dimiliki untuk memasarkan produk yang sudah dibuat oleh industri rumah tangga Batik Bakau. Diperlukan juga pembuatan desain media sosial yang baik dan menarik bagi konsumen agar bisa membuat usaha rumah tangga ini lebih berdaya. Atas permasalahan mitra sasaran kami, maka kegiatan yang akan dilakukan antara lain: Penyuluhan dan sosialisasi program kemitraan masyarakat, Pelatihan pembentukan mindset potensi pemanfaatan pemasaran digital, Penguatan platform digital guna memfasilitasi pelaku usaha batik bakau memasarkan produknya, Pelatihan branding dan packaging guna meningkatkan kualitas SDM pelaku usaha industri rumah tangga batik bakau, Pelatihan pemasaran digital melalui platfom digital yang telah disediakan guna meningkatkan awareness, minat, dan penjualan batik bakau.
Rumah Siap Kerja: English For Jobseekers Pelatihan Bahasa Inggris Daring Untuk Persiapan Mencari Kerja di Masa PHK Massal Saat Pandemi Covid-19
Ince Dian Aprilyani Azir
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1331
Tingginya angka pengangguran saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia merupakan dasar ide pengabdian masyarakat ini dilakukan. Meningkatnya angka pengangguran ini sebagai dampak dari banyaknya pekerja yang dirumahkan dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Rumah Siap Kerja telah banyak menyelenggarakan pelatihan keterampilan dalam upaya menambah kualitas sumber daya manusia. Harapannya, agar angka pengangguran bisa diturunkan melalui keterampilan yang diberikan selama pelatihan. Penulis menginisiasi kegiatan pelatihan secara daring ini sebagai solusi persiapan mencari kerja yang membekali peserta pengetahuan praktis dalam berkomunikasi Bahasa Inggris secara tertulis dan secara lisan. Para peserta dalam pelatihan daring ini dibekali pemahaman terkait tata cara penulisan lamaran kerja yang tidak hanya tertulis tetapi juga secara elektronik. Tak sekedar persiapan dokumen kerja tertulis yang diperoleh peserta selama pelatihan, peserta juga mengikuti simulasi wawancara kerja dalam Bahasa Inggris. Hasil akhir dari pelatihan ini menunjukkan antusiasme dan umpan balik positif dimana peserta mengalami peningkatan keterampilan komunikasi berbahasa Inggris yang dibutuhkan saat proses pencarian dan rekrutmen pekerja walaupun digelar secara daring di masa pandemi.
Peningkatan Usaha Jual Bibit Bunga di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Legalitas Usaha dan Digital Marketing
Kukuh Dwi Kurniawan;
Agustin Dwi Haryanti;
Thaufan Nur
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1337
Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan sosial, ekonomi, dan budaya dimasyarakat. Termasuk pada sektor ekonomi dimana pembeli akan mengurangi tindakan jual beli secara tatap muka sebagai sikap antisipasi terpapar virus Covid-19. Ada pembatasan kegiatan keluar rumah, mayoritas masyarakat melaksanakan kegiatan mandiri di rumah masing-masing yang salah satunya dengan memelihara tanaman hias. Dewasa ini, harga tanaman menjadi mahal dikarenakan permintaan yang tinggi. Kondisi ini juga dialami oleh mitra, namun dikarenakan lokasi usaha kurang strategis sehingga kurang dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya selain itu usaha yang dijalankan oleh mitra tidak memiliki legalitas usaha sehingga dalam menjalan usahanya tidak dapat maksimal dikarenakan keterbatasan legalitas tersebut. Berdasarkan masalah mitra tersebut dilakukan kegiatan untuk mengoptimalisasikan omset penjualan bunga melalui pemanfaatan digital marketing dan legalisasi usaha. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan pendampingan beberapa pembuatan akun penjualan di marketplace, yakni whatsapp bisnis, Instagram dan shopee dan legalitas usaha berupa perusahaan perorangan usaha dagang. Solusi atas permasalahan tersebut diharapkan dapat menjadi evaluasi kegiatan usaha tersebut menjadi kegiatan usaha yang terpercaya sehingga dapat menjalankan penjualan secara online dapat meningkatkan kredibilitas penjual.
Mewujudkan Sistem Pendidikan Sekolah Ramah Anak Melalui Sosialisasi Komunikasi Organisasi di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Mathla`Ul Anwar Kabupaten Tangerang
Nita Komala Dewi;
Nasruddin Siregar;
Hasyim Purnama;
Sari Endah Nursyamsi
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1351
Sekolah selain mengatur para pendidik dan tenaga pendidik juga harus memperhatikan sistem pendidikan yang diberikan kepada para siswa sehingga dapat berperilaku terpelajar. Salah satu sekolah yang sudah menerapkan sistem tersebut yakni Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Mathla`Ul Anwar Kelurahan Cisauk, Kampung Cicayur, Kabupaten Tangerang akan tetapi belum sesuai dengan sistem pendidikan sekolah ramah anak sesuai ketentuan pemerintah yang mana adanya kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua siswa untuk bisa mewujudkan sistem pendidikan sekolah ramah anak. Oleh karena itu maka perlu diberikan informasi tambahan mengenai sistem sekolah ramah anak dari segi komunikasi organisasi pihak sekolah dan peran guru serta orang tua siswa. Metode kegiatan abdimas dilaksanakan dengan tiga tahapan yakni melakukan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi dalam penerapan komunikasi organisasi kepada guru dalam mewujudkan sistem sekolah ramah anak dan membantu meningkatkan peran guru dan orang tua dalam mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kreatifitas anak untuk mewujudkan cita citanya. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta bersikap antusias dalam menerima materi. Hasil kegiatan memberikan informasi tambahan kepada peserta mengenai komunikasi organisasi yang efektif dan efisien dalam lingkup sekolah dan pentingnya peran guru serta orang tua siswa dalam mewujudkan sekolah ramah anak. Kurangnya waktu dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk lebih banyak memberikan informasi kepada peserta dalam pelaksanaan sehingga pemberian materi masih dirasakan kurang untuk itu diperlukannya kegiatan diskusi berkelanjutan agar lebih banyak lagi informasi yang didapat oleh peserta mengenai sistem sekolah ramah anak
Pelatihan Penggunaan Laboratorium Virtual Bagi Guru IPA
Irdalisa Irdalisa;
Gufron Amirullah;
Husnin Nahry Yarza;
Tuti Marjan Fuadi;
Mega Elvianasti
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1352
Pembelajaran daring diakibatkan Covid-19 menuntut guru harus dapat mengadakan praktikum dalam pembelajaran IPA, namun keterbatasan keterampilan guru dalam mendesain praktikum di saat PJJ merupakan suatu permasalahan rumit yang harus dihadapi guru. Pelatihan penggunaan Laboratorium Virtual bertujuan untuk memberikan bekal dan keterampilan bagi guru IPA dalam memanfaatkan laboratorium virtual pada pembelajaran berbasis praktikum. Peserta dari kegiatan ini adalah guru IPA binaan Majelis Dikdasmen PWM DKI Jakarta. Kegiatan pelatihan dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi laboratorium virtual yang bernama “Laboratorium Maya-Rumah Belajar-Kemendikbud dan penggenalan aplikasi Labster. Peserta pelatihan berjumlah 54 orang. Kegiatan pelatihan terdiri dari tiga kegiatan diantaranya kegiatan pemberian materi, kegiatan praktik penggunaan laboratorium virtual, dan kegiatan evaluasi (tugas). Hasil dari kegiatan ini peserta sangat senang dengan diadakannya pelatihan pengenalan lab virtual, dan berharap kedepannya akan ada lagi pelatihan yang bermanfaat untuk membantu pembelajaran disaat pandemi.
Pendirian Bank Sampah Sebagai Wujud Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Masyarakat Desa Singoyudan, Mirit, Kebumen
Sakir Sakir;
Reni Budi Setianingrum
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1355
Sampah merupakan salah satu masalah utama masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang sampai saat ini belum memiliki solusi penanganan yang tepat. Hal ini karena kebiasaan masyarakat yang masih menerapkan kumpul, angkut dan buang dalam pengelolaan sampah, serta belum tersedianya lokasi yang layak pada setiap desa yang dapat digunakan sebagai tempat pengelolaan sampah. Permasalahan sampah ini juga dialami oleh warga desa Singoyudan, Mirit, Kebumen, sampah yang diproduksi warga biasanya dibuang di sungai atau dikumpulkan lalu dibakar. Permasalahan pengelolaan sampah ini harus segera diatasi karena dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kualitas lingkungan desa. Upaya yang ditempuh adalah bukan dengan menyediakan atau membuat area pembuangan sampah, melainkan dengan mengajak masyarakat untuk mulai peduli dan sadar akan pentingnya mengelola sampah dengan bijak dan benar. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan dengan mengadakan sosialisasi untuk merubah pola pikir masyarakat tentang sampah, pendampingan, pelaksanaan workshop, serta membentuk Bank Sampah untuk mengelola sampah sehingga dapat bernilai ekonomis. Bank Sampah Bhakti Eling desa Singoyudan, Mirit Kebumen diharapkan kedepannya akan menjadi ujung tombak dalam pengelolaan sampah.