cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dewaruci@isi-ska.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Nomor 19, Kentingan, Jebres, Surakarta 57126, Indonesia.
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdi Seni
ISSN : 20871759     EISSN : 27232468     DOI : 10.33153
urnal Abdi Seni memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN yang dilakukan oleh mahasiswa dalam bidang seni. Cakupan jurnal Abdi Seni memiliki ranah keilmuan di bidang seni rupa dan desain ataupun seni pertunjukan (Tari, Karawitan, Pedalangan, Teater, Etnomusikologi, dll), yang mampu memberikan banyak manfaat untuk masyarakat serta menambah literasi dalam berkesenian.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2023)" : 10 Documents clear
Pengembangan Desain Produk Happa Zome dan Steam serta Sistem Pelayanan pada On-line Shop di PPSA Taruna Yodha Sukoharjo Ratna Endah Santoso; Lira Anindita Utami; Tiwi Bina Affanti; Sarwono Sarwono; Adji Isworo Josef
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4539

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Taruna Yodha Sukoharjo meneruskan program kegiatan sebelumnya. Program ini bertujuan untuk mendukung keberhasilan  PPSA Taruna Yodha dalam mengembangkan keahlian pembuatan produk lain dengan teknik Happa Zome  dan steam serta sistem pelayanan on-line yang akan dijalankan untuk para siswa. Pengetahuan tentang desain pada produk  sangat  diperlukan guna  meningkatkan  pengetahuan dan sebagai bekal penerapan secara visual, sehingga dapat menghasilkan produk dengan teknik happa zome dan steam yang lebih baik. Sistem pelayanan on-line shop tidak kalah pentingnya dalam pengembangan ini. On-line shop yang mulai dijalankan oleh PPSA Taruna Yodha masih memerlukan sistem yang strategis dalam menawarkan produk yang dihasilkan. Program kegiatan pendampingan yang di berikan selain desain dan Teknik Happa Zome dan steam juga  tentang sistem pelayanan on-line shop yang mencakup pengetahuan produk yang berkualitas, product knowledge/story telling product, sistem kemasan pada produk.            Program kegiatan pengabdian ini dilaksanakan  dalam wujud pendampingan dan pelatihan kepada 20 orang penerima manfaat dan pemberian wawasan selama 7 kali pertemuan yakni diawali dengan pemberian wawasan dan praktek tentang desain serta bagaimana mulai membuat sebuah perancangan produk teknik happa zome dan steam secara sederhana, pemberian wawasan material atau bahan, sistem pelayanan secara on-line dengan pemberian wawasan tentang product knowledge, produk yang berkualitas, packaging untuk menyampaikan layanan komunikasi secara tepat.Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah melalui metode pendampingan, pelatihan  tentang pengembangan desain dengan teknik Happa zome dan steam serta system online shop untuk memasarkan produk yang telah dibuat oleh para siswa yang ada di PPSA Taruna Yodha. Hasil yang di capai dalam kegiatan ini adalah para siswa di PPSA Taruna Yodha mendapatkan wawasan dan tambahan keahlian dalam bidang olah tekstil teknik Happa Zome dan steam serta mempu mengenal produk yang baik,  memanange produksinya, serta memanage strategi sistem pelayanan online shop nya secara maksimal dan mandiri.  
PELATIHAN PEMBUATAN POUCH ANYAMAN DENGAN TEKNIK DECOUPAGE BAGI GURU SLBN 1 YOGYAKARTA Laila Nurul Himmah; Chytra Mahanani; Resi Sepsilia Elvera; Gina Eka Putri
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4687

Abstract

Educators have a very important role in the process of determining the potential development of children with special needs according to the conditions and needs of referrals of children with special needs, extraordinary school teachers (SLB) are professional teachers in the field of knowledge of children with special needs. This is inseparable from the creativity of teachers to always provide an innovation, for example by utilizing a pandan woven pouch as a product with a decoupage technique so that it has a high selling value. The purpose of this activity is to increase creativity in making woven pouch decorations that have a selling value, provide knowledge of making woven pouches with decoupage techniques and instill the entrepreneurial spirit of SLB N 1 Yogyakarta teachers so that they are able to produce products that are in great demand by consumers, provide knowledge about the fashion business including calculation of selling prices, and marketing strategies. This activity is carried out by the method of lectures, demonstrations, training and practice. Based on the results of product manufacturing during practice, participants were very enthusiastic about practicing the material provided. The results of the participants' practice also varied, namely each participant made different motif creations by combining various kinds of tissue decoupage motifs. Participants Increase knowledge of decoupage techniques through a process of creativity and innovation in order to increase income and be able to disseminate to students and students of SLB. Through this training, teachers have the skills to improve the quality of human resources which can be used as a provision for opening a business while creating jobs.
PELATIHAN BATIK KREATIF: LILIN DINGIN UNTUK MEMBATIK MELALUI MGMP SENI BUDAYA- KCD WILAYAH XI KABUPATEN GARUT Ariesa Pandanwangi; Belinda Sukapura Dewi; Ismet Zainal Effendi; Wawan Suryana; Dieni Nuraini
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4726

Abstract

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA yang berada di wilayah 11 Kabupaten Garut, menaungi 20 SMA. Mata pelajaran seni budaya, merupakan mata pelajaran yang masuk ke dalam kurikulum di tingkat SMA. Mata pelajaran ini mengajarkan menggambar, melukis di luar ruangan, hingga mengelola pameran dalam skala lokal. Materi yang belum diberikan adalah pengelolaan material ramah lingkungan sebagai bahan untuk membuat karya seni rupa. Materi tersebut setelah ditelusuri adalah membatik dengan material yang ramah lingkungan. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kompetensi guru seni budaya dalam proses pembelajaran seni rupa di sekolah-sekolah Kabupaten Garut. Permasalahan yang dihadapi mitra untuk dicarikan solusinya adalah bagaimana cara meningkatkan kompetensi guru seni budaya di daerah Kabupaten Garut dalam proses pembelajaran seni rupa dengan menggunakan material eco green. Metoda yang dipergunakan adalah asset-based community development (ABCD). Peserta pelatihan ini berjumlah 33 orang guru seni budaya. Hasil kegiatan para peserta dapat membuat batik kreatif dengan menggunakan material dari olahan bubuk asam jawa yang dibuat menjadi lilin dingin, sedangkan objek didominasi oleh motif flora fauna, dan warna-warna yang pergunakan adalah warna kontras seperti merah, kuning, hijau, teknik pewarnaannya menggunakan teknik colet.
PELATIHAN PEMBUATAN WAYANG JERAMI SEBAGAI MEDIA AJAR KREATIF BAGI KELOMPOK PKK KABUPATEN BOYOLALI Putri Sekar Hapsari; Anisa Putri Cahyani
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4946

Abstract

Jerami adalah limbah sisa pemanenan padi yang belum termanfaatkan secara optimal. Volume limbah jerami yang luar biasa dan nilai manfaatnya yang rendah oleh karena itu pemanfaatan limbah jerami penting untuk dilakukan. Pemanfaatan merujuk pada karakteristik jerami atau batang padi, memungkinkan untuk dimanfaatakn dalam bentuk serat.  Tujuan dari penelitain ini adalah untuk mengolah jerami menjadi bahan produk kerajinan dan mebel; desain dan perwujudan produk kerajinan dan mebel berbasis serat jerami; perlindungan inovasi produk dan uji pasar. Proses kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan daan pertimbangan aspek desain dan manufaktur. Sumber data terdiri dari sumber utama, literatur dan informan sedangkan analisis data yakni dengan model analisis interaktif, meliputi reduksi data, data display dan verifikasi data. Luaran atau target penelitian meliputi penemuan hasil hutan non-kayu sebagai bahan produk kerajinan, dan pencatatan kekayaan intelektual. Pemanfaatan jerami sebagai limbah sisa pemanenan menjadi produk jadi maupun produk setengah jadi merupakan upaya untuk memberdayakan petani dan kelompok-kelompok industri kreatif.
PENERAPAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI VIDEO PROFIL “KAMPUNG BUNGA” MOJOSONGO Amir Gozali; Wisnu Adisukma
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4947

Abstract

“Kampung Bunga” Mojosongo memiliki kekhasan, karena sejak tahun 2017 warga digerakkan untuk mencirikan wilayah RT-nya dengan bunga. Ketua RW.XXIX, bersama tiga ketua RT-nya, bersemangat menggagas “Kampung Bunga” dalam kerangka program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tetapi Ketua RT.02. RW. XXIX, Ari Kusworo, prihatin terhadap keberadaan sebuah taman yang mestinya asri dengan bebungaan, area bermain, dan sebuah Gazebo, mangkrak tidak terpelihara.  Pengurus RT memahami kondisi pandemi Covid-19 serta tingkat pemahaman dan pendidikan yang dominan rendah menjadi penyebab kekurangberhasilan penerapan program PHBS ini. Pada sisi yang lain, permasalahan ekonomi;  anak-anak sebagai generasi penerus yang perlu dibekali keterampilan tambahan; kondisi taman yang perlu ditingkatkan keandalannya; beberapa dinding rumah di tepi jalan yang polos dan kurang mendukung tampilan “kampung bunga”; serta belum adanya media yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana bina warga sekaligus penarik minat masyarakat luar agar datang dan meramaikan geliat ekonomi rakyat yang ingin dikembangkan. Pengabdian Kepada Masyarakat mencoba mengentaskan sebagian permasalahan melalui metode pendekatan 1) Komunikasi persuasif; 2) Wawancara; 3) Pengamatan; 4) Curah gagasan, dan 5) Kaji Tindak Partisipatoris. Adanya produk kreatif berupa video profil “Kampung Bunga” Mojosongo yang merangkum kegiatan-kegiatan solutif Pihak Mitra dapat dijadikan sebagai bagian strategi pengembangan masyarakat. Melalui video profil warga masyarakat diharapkan dapat termotivasi untuk mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sembari terus mengembangkan potensi dan kekhasan lokal di tingkat RT-nya dan mereproduksinya untuk kepentingan pemajuan kampungnya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYUSUNAN TARI BOTHOKLO SEBAGAI IKON DESA WISATA LEMBAH DUNGDE DESA MLILIR, KALURAHAN GENTUNGAN, KEC. MOJOGEDANG, KABUPATEN KARANGANYAR Dwi Wahyudiarto; Anggono Kusumo Wibowo; Dwi Rahmani
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4951

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyusunan Tari Bothoklo Sebagai Ikon Desa Wisata Lembah Dungde Desa Mlilir, Kalurahan Gentungan, Kec. Mojogedang, Kabupaten Karanganyar merupakan program pendampingan kepada masyarakat sebagai wujud nyata dari implementasi Visi Institut Seni Indonesia Surakarta. Penyusunan Tari Bothoklo sebagai ikon desa wisata, bersumber dari budaya tradisi masyarakat Desa Mlilir. Proses penyusunan dilakukan bersama masyarakat, hal ini sebagai bentuk edukasi cipta kreatif agar masyarakat terbangun jiwa krasinya. Metode yang digunakan dalam penyusunan tari Bothoklo adalah metode tiga R, yaitu Re- visiting, Re- Questioning dan Re- Interpreting. Hasil penyusunan Tari Botoklo kemudian dilatihkan kepada masyarakat sebagai sebagai penguatan daya tarik wisatawan. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan di Desa Wisata Lembah Dungde, Desa Mlilir, Kalurahan Gentungan. Hal ini dimaksudkan dapat lebih mendekatkan dan lebih mengenalkan kampus Institut Seni Indonesia Surakarta di masyarakat. Selain itu, bentuk pelatihan bersama masyarakat juga dapat sebagai daya tarik masyarakat / wisatawan yang datang di Lembah Dungde.Hasil pemberdayaan masyarakat ini adalah tersusunnya Tari Bothoklo dengan mengangkat tema binatang mitologi Desa Mlilir, dikemas dalam bentuk tari kelompok Musik yang digunakan adalah ragam etnik di daerah Mlilir, sedangkan busana menggunakan artistik batang mendong dengan kemasan kini. Tari Bothoklo diajarkan kepada masyarakat Mlilir untuk dikembangkan sebagai ikon desa wisata.
REAKTUALISASI MUSIK TONGLING BERSAMA SANGGAR SENI PRINGGOWULUNG DESA WONOMULYO, KELURAHAN GENILANGIT, KECAMATAN PONCOL, KABUPATEN MAGETAN Darno Darno; Muriah Budiarti; Sutriyanto Sutriyanto; Sigit Setiawan
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4964

Abstract

Kegiatan PKM Karya Seni ini merupakan penjelasan dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan team PKM yang berjudul “Reaktualisasi Tongling Bersama Sanggar Seni Pringgowulung Desa Wonomulyo, Kelurahan Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Terdapat berbagai permasalahan di dunia kesenian daerah, adalah minimnya bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan para pelaku senu tentang musik bambu baik yang berkaitan dengan prinsip-prinsip dasrnya dalam konsep musik tradisi maupun inovasi.Berdasarkan permasalahan tersebut kemudian, maka dalam kerjasama ini team PKM dosen melakukan langkah-langkah strategis yakni melakukan langkah solutif yakni membuat tahapan kegiatan-tahapan kegiatan yang dimulai dari pemetaan permaslahan, perancangan kegiatan, aksi kegiatan, hingga hasil luaran kegiatan. Untuk menghadapi mempermudah dalam memahami prinsip-prinsip garap gamelan dalam karawitan tradisi, digunakanlah dua langkah kegiatan yakni seminar dan workshop yang meliputi: ceramah, diskusi, dan pelatihan, dan pergelaran hasil pelatihan. Obyek materi yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah musik bambu tongling bentuk aransmen. Alat-alat musik bambu tradisi (tongling) dan bentuk inovasi dieksplorasi dengan berbagai teknik yang melalui tahapan-tahapan secara progresif yakni dengan menggunakan langkah 4N yaitu: niteni, nirokke, nentokke, dan nemokke.
PENGEMBANGAN VISUAL DRAMA TARI PANJI PADA VIDEO KLIP MUSIK METAL KELOMPOK DJIWOASTRA Bondan Aji Manggala; Kiswanto Kiswanto
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4984

Abstract

Kegiatan pengembangan visual Drama Tari Panji bertujuan untuk merealisasikan konsep dan gagasan visual dalam pertunjukan musik (konser) kelompok Djiwoastra pada karya lagu terakhir yang berjudul “Panji”. Keterlibatan penulis dalam proyek ini adalah sebagai salah satu produser video klip musik, serta  berperan menjadi fasilitator gagasan visual Drama Tari Panji untuk pertunjukan musik kelompok Djiwoastra. Kegiatan dilakukan melalui metode partisipatoris yang berfokus pada upaya penemuan model pendekatan proses dan hasil (produk) kekaryaan seni pertunjukan yang berbasis pada internalisasi keberagaman pengalaman, selera, gaya, dan kompetensi dari para personil dan pendukung karya. Pengembangan visual Drama Tari Panji diharapkan dapat merepresentasikan musik metal Nusantara yang berwujud dalam simbol-simbol visual. Hasil dari kegiatan kekaryaan ini dapat membentuk pengalaman kreatif bagi penguatan ketrampilan kelompok Djiwoastra yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan dan tantangan kreativitas dalam pengembangan visual video klip pertunjukan musik metal Nusantara yang memperpadukan antara estetika Timur dan Barat.
PENGENALAN BUDAYA NUSANTARA LEWAT TARI DI SEKOLAH Dewi Wulandari
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.5017

Abstract

Pengenalan Tari Nusantara di ranah Sekolah Menengah Atas (SMA) sangat kurang, terlebih pada sekolah di daerah Jawa Tengah yang cenderung mengutamakan tari kreasi Jawa. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi dalam bentuk pelatihan untuk mengenalkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kegiatan pelatihan Tari Nusantara dengan materi Tari Piring di SMAN 2 Salatiga. Asset Based Communities Development (ABCD) digunakan sebagai pendekatan dalam program pelatihan ini, sedangkan metode pelatihan menggunakan metode dialogis, drill, dan demonstrasi. Setelah mengikuti pelatihan Tari Piring, peserta pada awalnya bingung dengan pola iringan tari di luar Tari Jawa, namun setelah tiga hari pelatihan, mulai terbiasa. Pada evaluasi latihan peserta mampu menarikan Tari Piring tanpa dibimbing/dipandu oleh pelatih.
PEMBINAAN PELATIHAN PAKELIRAN WAYANG JAWA GAYA SURAKARTA BAGI PESERTA DIDIK SANGGAR PARIPURNA DESA BONA, KECAMATAN BELAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR Dru Hendro; Saptono Saptono; Wahyu Sriwiyati
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.5496

Abstract

ABSTRAKKeberadaan Sanggar Paripurna semakin eksis dengan berbagai karya seni kreatif dan inovatif tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisional budaya Bali sebagaimana ditanamkan oleh I Made Sidja. Hasil-hasil karya Made Sidia bersama Sanggar Paripurna telah ditampilkan dalam berbagai acara penting, baik yang bertaraf lokal, nasional, maupun internasional. Bahwa Sanggar Paripurna tidak hanya mementingkan jenis seni lokal bali saja, namun juga peduli dengan perkembangan seni yang berasal dari daerah lain seperti Jawa. Pada kesempatan tahun ini, pimpinan sanggar paripurna memohon kepada pembina untuk melakukan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dengan materi pakeliran Wayang Jawa untuk membina siswa-siswa dari golongan usia remaja.  Dengan adanya kegiatan ini, dari pihak sanggar sangat antusias karena anak didiknya kembali mengenal Wayang jawa sebagai pembanding secara estetis antara wayang Jawa dan Wayang Bali. Kegiatan ini, disamping kerjasama dengan sanggar paripurna, kami juga melibatkan mahasiswa yang masih aktif, yaitu semester VI prodi pedalangan, yang berdomisili dekat dengan sanggar paripurna, disamping untuk ikut membina, juga menambah perbendaharaan materi dari mahasiswa yang pernah mendapatkan matakuliah Praktek wayang Jawa di kampus ISI Denpasar. Kegiatan PKM ini Pembina menerapkan metode yang sederhana yang mudah dipahami oleh siswa Sanggar Paripurna disesuaikan dengan materi yang akan diberikan pada pelatihan, karena mayoritas siswa ataupun peserta belum memahami pengetahuan mengenai teknik dasar pakeliran wayang Jawa. Adapun metode yang digunakan adalah; metode ceramah, metode imitasi dan demonstrasi, metode evaluasi dan metode Tanya jawab.Kata Kunci; Sanggar Paripurna, Pembinaan, PKM, Pakeliran Jawa ABSTRACTThe existence of Sanggar Paripurna increasingly exists with various creative and innovative works of art without ignoring the traditional values of Balinese culture as instilled by I Made Sidja. Made Sidia's work with Sanggar Paripurna has been displayed at various important events, both local, national and international. That Sanggar Paripurna is not only concerned with local types of Balinese art, but also cares about the development of art originating from other regions such as Java. On this year's occasion, the leadership of the plenary studio asked the supervisors to carry out community service activities with Javanese Wayang puppet material to develop students from the teenage age group. With this activity, the studio is very enthusiastic because their students are getting to know Javanese wayang again as an aesthetic comparison between Javanese wayang and Balinese wayang. In this activity, apart from collaborating with the plenary studio, we also involve students who are still active, namely sixth semester of the puppetry study program, who live close to the plenary studio, in addition to taking part in coaching, also adding to the repertoire of material from students who have received the Javanese wayang practice course on campus ISI Denpasar. In this PKM activity, the supervisor applies a simple method that is easy for Sanggar Paripurna students to understand, adapted to the material that will be provided in the training, because the majority of students or participants do not yet understand the basic techniques of Javanese wayang puppetry. The methods used are; lecture method, imitation and demonstration method, evaluation method and question and answer method.Keywords; Plenary Studio, Development, PKM, Pakeliran Java

Page 1 of 1 | Total Record : 10