cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dewaruci@isi-ska.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Nomor 19, Kentingan, Jebres, Surakarta 57126, Indonesia.
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdi Seni
ISSN : 20871759     EISSN : 27232468     DOI : 10.33153
urnal Abdi Seni memiliki fokus pada hasil pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat, baik itu pengabdian dosen maupun KKN yang dilakukan oleh mahasiswa dalam bidang seni. Cakupan jurnal Abdi Seni memiliki ranah keilmuan di bidang seni rupa dan desain ataupun seni pertunjukan (Tari, Karawitan, Pedalangan, Teater, Etnomusikologi, dll), yang mampu memberikan banyak manfaat untuk masyarakat serta menambah literasi dalam berkesenian.
Arjuna Subject : -
Articles 276 Documents
PENERAPAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI VIDEO PROFIL “KAMPUNG BUNGA” MOJOSONGO Gozali, Amir; Adisukma, Wisnu
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4947

Abstract

“Kampung Bunga” Mojosongo memiliki kekhasan, karena sejak tahun 2017 warga digerakkan untuk mencirikan wilayah RT-nya dengan bunga. Ketua RW.XXIX, bersama tiga ketua RT-nya, bersemangat menggagas “Kampung Bunga” dalam kerangka program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tetapi Ketua RT.02. RW. XXIX, Ari Kusworo, prihatin terhadap keberadaan sebuah taman yang mestinya asri dengan bebungaan, area bermain, dan sebuah Gazebo, mangkrak tidak terpelihara.  Pengurus RT memahami kondisi pandemi Covid-19 serta tingkat pemahaman dan pendidikan yang dominan rendah menjadi penyebab kekurangberhasilan penerapan program PHBS ini. Pada sisi yang lain, permasalahan ekonomi;  anak-anak sebagai generasi penerus yang perlu dibekali keterampilan tambahan; kondisi taman yang perlu ditingkatkan keandalannya; beberapa dinding rumah di tepi jalan yang polos dan kurang mendukung tampilan “kampung bunga”; serta belum adanya media yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana bina warga sekaligus penarik minat masyarakat luar agar datang dan meramaikan geliat ekonomi rakyat yang ingin dikembangkan. Pengabdian Kepada Masyarakat mencoba mengentaskan sebagian permasalahan melalui metode pendekatan 1) Komunikasi persuasif; 2) Wawancara; 3) Pengamatan; 4) Curah gagasan, dan 5) Kaji Tindak Partisipatoris. Adanya produk kreatif berupa video profil “Kampung Bunga” Mojosongo yang merangkum kegiatan-kegiatan solutif Pihak Mitra dapat dijadikan sebagai bagian strategi pengembangan masyarakat. Melalui video profil warga masyarakat diharapkan dapat termotivasi untuk mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sembari terus mengembangkan potensi dan kekhasan lokal di tingkat RT-nya dan mereproduksinya untuk kepentingan pemajuan kampungnya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYUSUNAN TARI BOTHOKLO SEBAGAI IKON DESA WISATA LEMBAH DUNGDE DESA MLILIR, KALURAHAN GENTUNGAN, KEC. MOJOGEDANG, KABUPATEN KARANGANYAR Wahyudiarto, Dwi; Wibowo, Anggono Kusumo; Rahmani, Dwi
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4951

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyusunan Tari Bothoklo Sebagai Ikon Desa Wisata Lembah Dungde Desa Mlilir, Kalurahan Gentungan, Kec. Mojogedang, Kabupaten Karanganyar merupakan program pendampingan kepada masyarakat sebagai wujud nyata dari implementasi Visi Institut Seni Indonesia Surakarta. Penyusunan Tari Bothoklo sebagai ikon desa wisata, bersumber dari budaya tradisi masyarakat Desa Mlilir. Proses penyusunan dilakukan bersama masyarakat, hal ini sebagai bentuk edukasi cipta kreatif agar masyarakat terbangun jiwa krasinya. Metode yang digunakan dalam penyusunan tari Bothoklo adalah metode tiga R, yaitu Re- visiting, Re- Questioning dan Re- Interpreting. Hasil penyusunan Tari Botoklo kemudian dilatihkan kepada masyarakat sebagai sebagai penguatan daya tarik wisatawan. Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan di Desa Wisata Lembah Dungde, Desa Mlilir, Kalurahan Gentungan. Hal ini dimaksudkan dapat lebih mendekatkan dan lebih mengenalkan kampus Institut Seni Indonesia Surakarta di masyarakat. Selain itu, bentuk pelatihan bersama masyarakat juga dapat sebagai daya tarik masyarakat / wisatawan yang datang di Lembah Dungde.Hasil pemberdayaan masyarakat ini adalah tersusunnya Tari Bothoklo dengan mengangkat tema binatang mitologi Desa Mlilir, dikemas dalam bentuk tari kelompok Musik yang digunakan adalah ragam etnik di daerah Mlilir, sedangkan busana menggunakan artistik batang mendong dengan kemasan kini. Tari Bothoklo diajarkan kepada masyarakat Mlilir untuk dikembangkan sebagai ikon desa wisata.
REAKTUALISASI MUSIK TONGLING BERSAMA SANGGAR SENI PRINGGOWULUNG DESA WONOMULYO, KELURAHAN GENILANGIT, KECAMATAN PONCOL, KABUPATEN MAGETAN Darno, Darno; Budiarti, Muriah; Sutriyanto, Sutriyanto; Setiawan, Sigit
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4964

Abstract

Kegiatan PKM Karya Seni ini merupakan penjelasan dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan team PKM yang berjudul “Reaktualisasi Tongling Bersama Sanggar Seni Pringgowulung Desa Wonomulyo, Kelurahan Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Terdapat berbagai permasalahan di dunia kesenian daerah, adalah minimnya bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan para pelaku senu tentang musik bambu baik yang berkaitan dengan prinsip-prinsip dasrnya dalam konsep musik tradisi maupun inovasi.Berdasarkan permasalahan tersebut kemudian, maka dalam kerjasama ini team PKM dosen melakukan langkah-langkah strategis yakni melakukan langkah solutif yakni membuat tahapan kegiatan-tahapan kegiatan yang dimulai dari pemetaan permaslahan, perancangan kegiatan, aksi kegiatan, hingga hasil luaran kegiatan. Untuk menghadapi mempermudah dalam memahami prinsip-prinsip garap gamelan dalam karawitan tradisi, digunakanlah dua langkah kegiatan yakni seminar dan workshop yang meliputi: ceramah, diskusi, dan pelatihan, dan pergelaran hasil pelatihan. Obyek materi yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah musik bambu tongling bentuk aransmen. Alat-alat musik bambu tradisi (tongling) dan bentuk inovasi dieksplorasi dengan berbagai teknik yang melalui tahapan-tahapan secara progresif yakni dengan menggunakan langkah 4N yaitu: niteni, nirokke, nentokke, dan nemokke.
PENGEMBANGAN VISUAL DRAMA TARI PANJI PADA VIDEO KLIP MUSIK METAL KELOMPOK DJIWOASTRA Manggala, Bondan Aji; Kiswanto, Kiswanto
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.4984

Abstract

Kegiatan pengembangan visual Drama Tari Panji bertujuan untuk merealisasikan konsep dan gagasan visual dalam pertunjukan musik (konser) kelompok Djiwoastra pada karya lagu terakhir yang berjudul “Panji”. Keterlibatan penulis dalam proyek ini adalah sebagai salah satu produser video klip musik, serta  berperan menjadi fasilitator gagasan visual Drama Tari Panji untuk pertunjukan musik kelompok Djiwoastra. Kegiatan dilakukan melalui metode partisipatoris yang berfokus pada upaya penemuan model pendekatan proses dan hasil (produk) kekaryaan seni pertunjukan yang berbasis pada internalisasi keberagaman pengalaman, selera, gaya, dan kompetensi dari para personil dan pendukung karya. Pengembangan visual Drama Tari Panji diharapkan dapat merepresentasikan musik metal Nusantara yang berwujud dalam simbol-simbol visual. Hasil dari kegiatan kekaryaan ini dapat membentuk pengalaman kreatif bagi penguatan ketrampilan kelompok Djiwoastra yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan dan tantangan kreativitas dalam pengembangan visual video klip pertunjukan musik metal Nusantara yang memperpadukan antara estetika Timur dan Barat.
PENGENALAN BUDAYA NUSANTARA LEWAT TARI DI SEKOLAH Wulandari, Dewi
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.5017

Abstract

Pengenalan Tari Nusantara di ranah Sekolah Menengah Atas (SMA) sangat kurang, terlebih pada sekolah di daerah Jawa Tengah yang cenderung mengutamakan tari kreasi Jawa. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi dalam bentuk pelatihan untuk mengenalkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kegiatan pelatihan Tari Nusantara dengan materi Tari Piring di SMAN 2 Salatiga. Asset Based Communities Development (ABCD) digunakan sebagai pendekatan dalam program pelatihan ini, sedangkan metode pelatihan menggunakan metode dialogis, drill, dan demonstrasi. Setelah mengikuti pelatihan Tari Piring, peserta pada awalnya bingung dengan pola iringan tari di luar Tari Jawa, namun setelah tiga hari pelatihan, mulai terbiasa. Pada evaluasi latihan peserta mampu menarikan Tari Piring tanpa dibimbing/dipandu oleh pelatih.
PEMBINAAN PELATIHAN PAKELIRAN WAYANG JAWA GAYA SURAKARTA BAGI PESERTA DIDIK SANGGAR PARIPURNA DESA BONA, KECAMATAN BELAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR Hendro, Dru; Saptono, Saptono; Sriwiyati, Wahyu
Abdi Seni Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i2.5496

Abstract

ABSTRAKKeberadaan Sanggar Paripurna semakin eksis dengan berbagai karya seni kreatif dan inovatif tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisional budaya Bali sebagaimana ditanamkan oleh I Made Sidja. Hasil-hasil karya Made Sidia bersama Sanggar Paripurna telah ditampilkan dalam berbagai acara penting, baik yang bertaraf lokal, nasional, maupun internasional. Bahwa Sanggar Paripurna tidak hanya mementingkan jenis seni lokal bali saja, namun juga peduli dengan perkembangan seni yang berasal dari daerah lain seperti Jawa. Pada kesempatan tahun ini, pimpinan sanggar paripurna memohon kepada pembina untuk melakukan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dengan materi pakeliran Wayang Jawa untuk membina siswa-siswa dari golongan usia remaja.  Dengan adanya kegiatan ini, dari pihak sanggar sangat antusias karena anak didiknya kembali mengenal Wayang jawa sebagai pembanding secara estetis antara wayang Jawa dan Wayang Bali. Kegiatan ini, disamping kerjasama dengan sanggar paripurna, kami juga melibatkan mahasiswa yang masih aktif, yaitu semester VI prodi pedalangan, yang berdomisili dekat dengan sanggar paripurna, disamping untuk ikut membina, juga menambah perbendaharaan materi dari mahasiswa yang pernah mendapatkan matakuliah Praktek wayang Jawa di kampus ISI Denpasar. Kegiatan PKM ini Pembina menerapkan metode yang sederhana yang mudah dipahami oleh siswa Sanggar Paripurna disesuaikan dengan materi yang akan diberikan pada pelatihan, karena mayoritas siswa ataupun peserta belum memahami pengetahuan mengenai teknik dasar pakeliran wayang Jawa. Adapun metode yang digunakan adalah; metode ceramah, metode imitasi dan demonstrasi, metode evaluasi dan metode Tanya jawab.Kata Kunci; Sanggar Paripurna, Pembinaan, PKM, Pakeliran Jawa ABSTRACTThe existence of Sanggar Paripurna increasingly exists with various creative and innovative works of art without ignoring the traditional values of Balinese culture as instilled by I Made Sidja. Made Sidia's work with Sanggar Paripurna has been displayed at various important events, both local, national and international. That Sanggar Paripurna is not only concerned with local types of Balinese art, but also cares about the development of art originating from other regions such as Java. On this year's occasion, the leadership of the plenary studio asked the supervisors to carry out community service activities with Javanese Wayang puppet material to develop students from the teenage age group. With this activity, the studio is very enthusiastic because their students are getting to know Javanese wayang again as an aesthetic comparison between Javanese wayang and Balinese wayang. In this activity, apart from collaborating with the plenary studio, we also involve students who are still active, namely sixth semester of the puppetry study program, who live close to the plenary studio, in addition to taking part in coaching, also adding to the repertoire of material from students who have received the Javanese wayang practice course on campus ISI Denpasar. In this PKM activity, the supervisor applies a simple method that is easy for Sanggar Paripurna students to understand, adapted to the material that will be provided in the training, because the majority of students or participants do not yet understand the basic techniques of Javanese wayang puppetry. The methods used are; lecture method, imitation and demonstration method, evaluation method and question and answer method.Keywords; Plenary Studio, Development, PKM, Pakeliran Java
Aplikasi Teknik Paper Stamp dan Pewarnaan Smock untuk Pengembangan Produk Batik Bonjer Magetan Sarwono, Sarwono; Hidayat, Sujadi Rahmat; Affanti, Tiwi Bina; Santoso, Ratna Endah; Rudianto, M
Abdi Seni Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v16i2.5597

Abstract

Batik Bonjer is a business group of low-income families engaged in batik production. The business has only been running for two years, and with members who have no background or experience in the field of batik, it is challenging to develop products. The ability to create products is often limited by initial training, which can result in underdeveloped products that are difficult to compete in the market. To overcome this problem, the PKM-UNS 2023 Team from RG Crafts and Innovation organized a program to enhance the capacity of Batik Bonjer's human resources in product development, utilizing paper stamp and smock coloring techniques. The activities carried out involve increasing human resource capacity and expanding and diversifying product offerings. This program successfully enhanced human resource capabilities in the production process, expanded product diversification, and increased sales. Keywords: batik, paper stamp, smock coloring, batik bonjer magetan
Penciptaan Karya Tari Birama Morse Tubuh Ku sebagai Pilot Project Mencipta Tari Bersama Anak-Anak Tuna Rungu Jonet Sri Kuncoro; Supendi, Eko; Wijayanto, R. Danang Cahyo; Suroto, Suroto
Abdi Seni Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v16i2.6501

Abstract

The creation of the Morse Code Body dance, as a pilot project to create dance with deaf children, is a community service activity in partnership with the Karanganyar State Special Needs School (SLB Negeri Karanganyar). This work focuses on children with hearing impairments (deaf) in the form of developing movements and beats of the feet, hands, and body. The movements are elaborated with a Morse Code reading system that uses dots (.) and dashes (-) to send and receive messages. This training system uses a demonstration learning method by providing examples directly in front of children supported by a four-step training system. This form of dance work can inspire SLB teachers to create dances and develop the potential and self-confidence of children with hearing impairments in the principle of equality as learning applied to other "normal" children. This program is expected to provide solutions to problems in Karanganyar State Special Needs School and pragmatically to class teachers and children so that they can experience the process of creating dance works and provide performance experiences outside of school. Keywords: creation, dance, morse, stomp, demonstration, training, experience.
Pemberdayaan Perempuan melalui Pelatihan Membatik di Kelurahan Lengkong Gudang Kota Tangerang Selatan Pahala, Agam Akbar; Hazmi, Fariz Al; Oetopo, R.A Ataswarin
Abdi Seni Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v16i2.6639

Abstract

Enhancing creativity and skills is a crucial aspect of economic and welfare improvement initiatives. Batik, as a work of art with high value, has its own market that is in great demand by the community. Currently, Lengkong Gudang Village, South Tangerang City does not have a superior craft product that is competitive. The purpose of this batik training is to target participants from the Family Welfare Development women's group in Lengkong Gudang Village, providing them with batik skills. The activities are carried out in stages, starting with preparation, which includes creating teaching materials in the form of handouts and preparing tools and materials. This is followed by core activities, such as batik making training using cotton fabric, and the final stage of evaluation through discussion. The training method is a demonstration method that is more focused on the process of making the work. The results of this training, the participants were able to produce batik works with stamping and writing techniques. Although there were several obstacles, the participants seemed enthusiastic about completing the entire series of activities. The demonstration method also makes it easier for participants to understand the steps in batik because the instructor provides explanations and practices the method. Keywords: Training, Batik Making, Family Welfare Development, Women Empowerment, Fine Arts
Desain Rontek Banner Ramadhan untuk Masjid Baiturrahim Jakarta Timur Alberd, Ahmad; Nazari, Fahuzi; Hadiprawiro, Yulianto; Muntazori, Ahmad Faiz; Nadilah, Salwa
Abdi Seni Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v16i2.7068

Abstract

The author conducts discussions with the Management of the Baiturrahim Mosque Prosperity Council (DKM) regarding what media needs are needed. DKM Baiturrahim needs to make visual media to welcome the holy month of Ramadan. DKM needs attractive persuasive media, to attract residents to come to the mosque. Based on the needs of DKM Baiturrahim, the author created a Rontek Banner design that contains an invitation to come to the mosque and optimize worship in the holy month of Ramadan. At the stage of the work-making process, the author uses the Design Design Thinking method for the work-making process. Design Thinking is a human-centered approach to innovation that consists of five iterative stages: empathize, define, ideate, process and test. Each stage plays an important role in developing solutions that effectively address user needs. As a result, the team created a rontek design with the topic of congregational prayer and the virtues of fasting in the month of Ramadan. The author produced 10 designs that were submitted and installed in the inner and outer areas of the mosque. Keywords: rontek banner dakwah; visual dakwah; visual media ramadhan