cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 367 Documents
PEMELIHARAAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) DENGAN PEMBERIAN PAKAN TAMBAHAN DI DESA PULAU SEMAMBU, KECAMATAN INDRALAYA UTARA, KABUPATEN OGAN ILIR Retno Cahya Mukti; Mohamad Amin; Marini Wijayanti; Aldila Din Pangawikan; Yulisman Yulisman; Ria octaviani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.768 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.25-31.2020

Abstract

Desa Pulau Semambu merupakan suatu desa yang terdapat di Kabupaten Ogan Ilir yang memiliki potensial untuk dilakukan pengembangan bidang perikanan terutama dibidang budidaya ikan perairan tawar. Permasalahan dihadapi oleh pembudidaya ikan yang menjadi mitra adalah tingginya harga pakan di pasar sehingga menyebabkan keuntungan yang diperoleh oleh mitra rendah. Hal ini mendorong tim pelaksana untuk menginisiasi untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan membuat pakan tambahan. Pakan tambahan merupakan pakan yang diberikan selain pakan utama berupa pelet. Salah satu bahan yang dapat digunakan antara lain dedak dan ampas tahu. Penggunaan pakan tambahan berupa fermentasi dedak dengan ampas tahu diharapkan dapat mengurangi penggunaan pakan komersial sehingga dapat mengurangi penggunaan pakan komersil dan menghasilkan pertumbuhan ikan yang tinggi. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: (1) Tahap persiapan, (2) Tahap sosialisasi atau penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan tambahan, (3) Tahap monitoring dan evaluasi dengan pendampingan teknis pemeliharaan ikan di lokasi mitra oleh mahasiswa praktek lapang. Berdasarkan hasil yang diperoleh, kelompok pembudidaya sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dan secara aktif mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi. Berdasarkan dempot yang dilakukan diperoleh bahwa ikan yang diberikan pakan tambahan menghasilkan pertumbuhan bobot dan panjang mutlak serta efisiensi pakan ikan patin yang tinggi yaitu sebesar masing-masing sebesar 6,7 g, 5,2 cm dan 133,0 %. Hal ini membuktikan bahwa pakan tambahan berupa fermentasi dedak dengan ampas tahu dapat diterapkan dalam budidaya ikan patin. Kata kunci: Pakan tambahan, Ikan patin, Desa Pulau Semambu ABSTRACT Pulau Semambu Village located in Ogan Ilir Regency has the potential to be developed in the fisheries, especially in the freshwater fish farming. The problem faced by fish farmers who are partners is the high price of feed in the market, which causes the lowly profits obtained by the partners. This prompted the implementation team to initiate to help solve the problem by making additional feed. Additional food is feed given in addition to the main feed in the form of pellets. One ingredient that can be used namely bran and tofu dregs. The use of additional feed form of bran fermentation with tofu waste is expected to reduce the use of commercial feed. The service activities were carried out through several stages: (1) Preparation stage, (2) Counseling and training stage for making additional feed, (3) The monitoring and evaluation phase was carried out with a demonstration plot of technical assistance in maintaining fish at a partner location by field practice students. Based on the results obtained, the group of farmers is very enthusiastic about participating in the extension activities and actively asking questions at the discussion session. Based on the demonstration plot that was obtained that the fish which were given additional feed produced growth and efficiency of high catfish feed that for each of 6.7 g, 5.2 cm and 133.0%. This proves that additional feed form bran fermentation with tofu waste can be applied in catfish culture. Keywords: Supplementary feed, Catfish, Pulau Semambu Village
SOSIALISASI DAN PRAKTEK RETENSI DAN PEMUSNAHAN BERKAS REKAM MEDIS di PUSKESMAS KURANJI Sayati Mandia
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.456 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.63-68.2020

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. Dalam melaksanakan tugasnya puskesmas berwenang untuk untuk melaksanakan pencatatan dan pelaporan kesehatan pasien serta melakukan evaluasi terhadap mutu dan cakupan pelayanan kesehatan. Pencatatan dan pelaporan pasien dapat dilihat dari berkas rekam medis pasien. Rekam medis pada sarana kesehatan non rumah sakit wajib disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu dua tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat. Setelah batas waktu penyimpanan dilampaui maka rekam medis dapat dimusnahkan. Puskesmas Kuranji merupakan salah satu puskemas di kota padang yang berlamat dikecamatan Kuranji. Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas rekam medis, hingga saat ini Puskesmas Kuranji belum melakukan retensi dan pemusnahan berkas rekam medis sedangkan ruangan penyimpanan hanya ada satu. Berdasarkan pemaparan masalah di atas, maka pengabdi bermaksud untuk melakukan sosialisasi dan praktik langsung mengenai retensi dan pemusnahan berkas rekam medis di Puskesmas Kuranji Kota Padang. Target dan luaran dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan retensi dan penghancuran berkas rekam medis. Target kedepannya agar sosialisi ini dapat digunakan sebagai dasar kegiatan retensi dan penghancuran berkas rekam medis. Kata Kunci: Puskesmas, Retensi, Pemusnahan, Rekam Medis ABSTRACT Public health center (PHC) is a health service facility that organizes public health efforts and first-level individual health efforts. In carrying out its duties PHC is authorized to carry out the recording and reporting of patient health and to evaluate the quality and scope of health services. Patient recording and reporting can be seen from the patient's medical record file. Medical records in non-hospital healthcare facilities must be kept for at least two years from the date the patient was treated. After the storage time limit is exceeded, the medical record can be destroyed. The Kuranji Community Health Center is one of the public health centers in the city of Padang which is well-known in the Kuranji sub-district. Based on the results of interviews with medical record officers, up to now the Kuranji Community Health Center has not retained and destroyed medical record files while there is only one storage room. Based on the explanation of the problem above, the service intends to conduct socialization and direct practice regarding the retention and destruction of medical record files at the Kuranji Health Center in Padang City. The target and output of the implementation of community service activities is that this activity can be used as consideration for the implementation of retention and destruction of medical record files. The future target is that this socialization can be used as a basis for retention and destruction of medical records. Keywords: Puskesmas, Retention, Destruction, Medical Record
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN Nurfidah Dwitiyanti; Puji Suharmanto
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.342 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.98-103.2020

Abstract

Minyak bekas pakai (jelantah) merupakan minyak tumbuhan yang sudah digunakan untuk menggoreng. Penggunaan minyak bekas pakai mengakibatkan nilai ekonomis minyak tersebut turun dibanding minyak yang belum digunakan. Disamping itu, dengan sifat karsinogenik minyak bekas pakai sangat berbahaya bagi tubuh. Pemanfaatan minyak jelantah belum dilakukan secara optimal, karena banyaknya minyak bekas pakai yang sudah beberapa kali digunakan oleh restoran, kemudian setelahnya hanya dibuang begitu saja, tidak dimanfaatkan untuk produk lainnya. Proses pembuatan pengharum ruangan dari minyak goreng jelantah menjadi alternatif penyelesaian masalah yang patut dipertimbangkan. Pada pembuatan pengharum ruangan, minyak bekas pakai ini digunakan sebagai pengganti natural oil, yakni bahan utama untuk pengharum. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui penyuluhan pembuatan pengharum ruangan dari minyak jelantah, dilakukan terhadap Ibu-ibu PKK Perumahan Pamulang Park Residence, Pamulang Barat, Kota Tangerang, Banten. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan demo langsung di depan peserta kegiatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peserta dengan rasa suka cita ikut serta dalam demo kegiatan pembuatan minyak bekas pakai (jelantah) untuk pengharum ruangan. Peserta pun merasa senang karena bertambahnya pengetahuan tentang pemanfaatan minyak jelantah. Harapannya dengan melakukan kegiatan penyuluhan ini, maka Ibu - Ibu PKK pada perumahan tersebut dapat ikut serta dalam upaya meningkatkan daya saing wilayahnya dengan memanfaatkan minyak jelantah. Kata kunci: Limbah Minyak Jelantah, Penyuluhan, Pengharum Ruangan, ABDIMAS, Ibu-ibu PKK ABSTRACT The used oil (waste cooking oil) is a vegetable oil that has been used for frying. The use of cooking oil affects the economic value of the cooking oil lower than unused oil. Besides that, the carcinogenic nature of used oil is very dangerous for the body. Utilization of used cooking oil has not been carried out optimally, because of the amount of used oil that has been used several times by restaurants, and afterward only available just like that, is not used for other products. The process of making room air freshener from used cooking oil becomes an alternative solution to the problem raised. In the manufacture of air fresheners, used oil is used as a substitute for natural oils, which are the main ingredients for fragrances. Community service activities through counseling on the manufacture of air freshener made from used cooking oil were carried out on PKK women in Pamulang Park Residence, Pamulang Barat, Tangerang City, Banten. Counseling was conducted using the lecture and demo method directly in front of the activity participants. The results obtained from this activity were participants who liked to take part in the demonstration of used cooking oil (waste cooking oil) for air freshener. The participants were happy because they were adding knowledge about the use of used cooking oil. It is hoped that by conducting this outreach activity, PKK ladies in this housing can participate in efforts to improve the competitiveness of their region by using used cooking oil. Keywords: Used Cooking Oil, Training, Air Freshener, ABDIMAS, PKK Womens
PELATIHAN DAN SOSIALISASI TEKNOLOGI PEMETAAN DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR KOTA PANGKALPINANG irvani Fachruddin; EPSB Taman Tono; Janiar Pitulima
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.488 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.39-48.2020

Abstract

Kota Pangkalpinang memiliki topografi relatif rendah dan berbatasan dengan laut di bagian timur. Pendangkalan aliran sungai, serta alih fungsi lahan menyebabkan bencana banjir pada musim hujan. Berdasarkan permasalahan dibutuhkan peningkatan penguasaan teknologi pemetaan bagi aparatur kecamatan dan kelurahan, pembuatan peta banjir, dan mensosialisasikannya kepada kalangan pelajar. Program dimulai dengan survey pengumpulan data koordinat banjir, diskusi kelompok terarah dan pelatihan pembuatan peta, dan sosialisasi hasil. Hasil program pengabdian telah meningkatkan kapasitas para aparatur kecamatan dan kelurahan dalam penguasaan teknologi pemetaan. Pada peta banjir dan genangan air Kota Pangkalpinang menunjukkan pola sebaran banjir terdapat pada morfologi dataran rendah disepanjang aliran Sungai Rangkui. Pelajar dan mahasiswa peserta sosialisasi mitigasi bencana banjir mampu memahami materi secara optimal. Keseluruhan hasil program pengabdian secara signifikan memberikan sumbangsih dalam implemetasi teknologi pemetaan untuk mitigasi bencana banjir. Kata Kunci: Banjir, Mitigasi, Pemetaan, Pelatihan, Sosialisasi ABSTRACT Pangkalpinang City has a relatively low topography and bordered by the sea in the east. the stream siltation and land-use change cause floods during the rainy season. Based on the problem, it is needed to improve the mastery of mapping technology for district and village apparatus, making flood maps, and disseminating them to students. The program starts with collecting flood coordinate data, focus group discussions and map-making training, and socialization the result. the program has increased the capacity of the district and village apparatus in the mastery of mapping technology. On the map of floods and puddles of Pangkalpinang City shows the flood pattern distribution found in the lowland morphology along the Rangkui River. Students and scholars participating in the flood disaster mitigation socialization understood the material optimally. The overall results of the community service program significantly contributed to the implementation of mapping technology in flood mitigation. Keywords: Flood, Mitigation, Mapping, Training, Socialization
PEMANFAATAN LIMBAH USUS AYAM SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN LELE DI DESA KARANG ENDAH, KECAMATAN GELUMBANG, KABUPATEN MUARA ENIM Mohamad Amin; Dade Jubaedah; Yulisman Yulisman; Retno Cahya Mukti; Ade Dwi Sasanti; Muhammad Aulia Amri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.75 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.69-72.2020

Abstract

Permasalahan yang sering dialami oleh pembudidaya ikan termasuk yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di desa Karang Endah adalah tingginya harga pakan komersil sehingga menyebabkan biaya poduksi semakin tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengevaluasi pemanfaatan limbah usus ayam sebagai bahan baku pakan ikan lele di desa Karang Endah, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan melalui sosialisai dan diskusi serta tanya jawab, pelatihan praktek pembuatan pakan serta pendampingan demplot pemanfaatan limbah usus ayam sebagai bahan baku pakan ikan lele. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan terlaksana dengan lancar. Pembudidaya dapat membuat pakan dengan memanfaatkan limbah usus ayam dan mengaplikasikan pakan dalam kegiatan budidaya ikan lele. Kata kunci: Ikan lele, Pakan, Usus Ayam, Desa Karang Endah ABSTRACT Problems that are often experienced by fish farmers including those faced by groups of fish farmers in the village of Karang Endah are the high price of commercial feed, causing higher production costs. The purpose of this activity is to evaluate the utilization of chicken intestine waste as raw material for catfish feed in Karang Endah village, Gelumbang District, Muara Enim Regency, South Sumatra. The method used is through socialization and discussion as well as questions and answers, training in the practice of making feed and assisting with the demonstration plot of utilizing chicken intestine waste as raw material for catfish feed. Community service activities (PKM) carried out smoothly. Cultivators can make feed by utilizing chicken intestine waste and applying feed in catfish farming activities. Keywords: Catfish, Feed, Poultry offal meal, Karang Endah Village
PENERAPAN RANTAI DINGIN SERTA SANITASI DAN HYGIENE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HASIL TANGKAPAN NELAYAN DESA TAGALAYA Febrina Olivia Akerina; Femsy Kour
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.837 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.1-6.2020

Abstract

Desa Tagalaya merupakan salah satu Desa di Kecamatan Tobelo yang masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Cara penangkapan menggunakan alat tangkap sederhana dan armada penangkapanpun masih tradisional, dengan demikian proses penanganan, sanitasi dan hygiene belum dilakukan secara efektif dan efisien. Secara umum, masyarakat desa Tagalaya tidak menggunakan es karena lokasi penangkapan ikan dan penjualan dekat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan nelayan mengenai pentingnya penerapan rantai dingin (Cold Chain System) serta sanitasi dan hygiene, sehingga nilai jual hasil tangkapan tinggi dan berkualitas baik. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah melalui kegiatan penyuluhan dan diskusi. Penyampaian materi mengenai sistem rantai dingin meliputi konsep rantai dingin, dampak tidak diterapkannya rantai dingin terhadap hasil tangkapan. Sedangkan cakupan materi mengenai sanitasi dan hygiene hasil tangkapan adalah pengertian dan ruang lingkup sanitasi dan hygiene serta dampak penerapan sanitasi dan hygiene. Hasil kegiatan yakni masyarakat antusias menerima kateri yang disampaikan, beberapa diantara mereka berkomitmen untuk menerapkan materi yang didapat untuk meningkatkan nilai jual hasil tangkapan. Kata kunci: Desa Tagalaya, Rantai dingin, Sanitasi dan hygiene, Penanganan ikan ABSTRACT Tagalaya is one of the Village in Tobelo sub-district whom its inhibitants did fisheries for living. Their fishing method were simple and conventional, also their handling method, sanitation and hygiene practice were not effective and efficient. Commonly, Tagalaya inhibitants are not using ice for initial handling because fishing areas and selling location nearby. The aim of this activity was to increase the fisheries knowledge about the importance of cold chain system, sanitanion and hygiene of their catches, it can affect its selling price and quality. This activity was carried out in form of counseling and discussion. The theory about cold chain system and its impact if it cannot applied; the scope of sanitation and hygene and its positive impact were delivered. The result of this activity was the fisheries are very enthusiastic and commited to apply the theory in their fishing activity (fishing handling) to increase fish selling price. Keywords: Tagalaya, Cold Chain, Sanitation and Hygiene, Fish handling
IbDM PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN PRODUK “ATUN” SEBAGAI OLAHAN KHAS NAGARI LUBUK BESAR, KABUPATEN DHARMASRAYA Cesar Welya Refdi; Novelina Novelina; Ismed Ismed; Daimon Syukri; Felga Zulfia Rasdiana; Wellyalina Wellyalina
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.066 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.199-205.2019

Abstract

Kabupaten Dharmasraya yang terdapat hampir disepanjang jalan lintas Sumatera belum dikenal makanan khasnya. Makanan yang biasa dijadikan oleh-oleh hanya keripik tempe. Di Nagari Lubuk Besar terdapat produk olahan khas yang biasa disajikan pada acara-acara adat dan pernikahan, yaitu Atun. Sebagian ibu-ibu dari masyarakat Nagari Lubuk Besar hanya mampu menjual produk ini sesekali pada ‘hari pasa’ (jadwal pasar tradisional), karena permasalahan umur simpan produk yang singkat yaitu 1-2 hari. Hal ini juga yang menjadi kendala Atun dijadikan sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Dharmasraya. Teknologi pengemasan vakum adalah sistem pengemasan hampa udara sehingga memperpanjang umur simpan, sehingga produk akan lebih bertahan 2-3 kali lebih lama daripada produk yang yang disimpan dengan nonvakum.Selain itu, pembuatan produk Atun Instan dapat bertahan lebih lama dan menjadi inovasi agar Atun dapat dikonsumsi oleh konsumen yang lebih jauh. Tujuan dari kegiatan IbDM ini secara umum adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian dan semangat berwirausaha bagi anggota kelompok Wanita “Lubuk Besar Bersinar” yang tergabung dalam Kelompok PKK Nagari Lubuk Besar dengan aplikasi teknologi. Dalam pengembangan produk atun ini dilakukan transfer teknologi dalam bentuk pelatihan teknologi pengemasan hampa dan penyimpanan, pembuatan atun instan, serta penyuluhan pemasaran dan manajemen bisnis Atun dalam mengembangkan produk Atun sebagai oleh-oleh khas Nagari Lubuk Kabupaten Dharmasraya. Kata Kunci: Atun, Atun Instan, Pengemasan Vakum, Makanan Tradisional ABSTRACT Dharmasraya District, located almost along the trans-Sumatra road, is not yet known for its traditional food. Food that is used as gifts is only tempeh chips. At Lubuk Besar Village, a village of Dharmasraya, there are typically snack usually served at traditional events and weddings, namely Atun. Some woman from the community of Nagari Lubuk Besar are only able to occasionally sell this product on 'Pasa Day' (traditional market schedule) because of the short shelf life of the product, which is 1-2 days. It also became Atun's obstacle as a souvenir of the Dharmasraya District. Vacuum packaging technology is a packaging system without oxygen that extends shelf life so that products will last 2-3 times longer than non-vacuum stored products. Additionally, Instant Atun products' production can last longer and become an innovation so that more distant consumers can consume Atun. This IbDM program aims to increase knowledge, skills, independence, and an entrepreneurial spirit for members of the "Lubuk Besar Bersinar" Women group and the Lubuk Besar PKK Group with the application of technology. In developing Atun product, technology transfer is carried out in the form of training on vacuum packaging and storage technology, making instant Atun, and counseling on Atun's marketing and business management in developing Atun products as souvenirs from Dharmasraya District.ogy, making instant Atun, and counseling on Atun's marketing and business management in developing Atun products as souv Keywords: Atun, Instan Atun, Vacuum Packaging, Traditional Food
STRATEGI BRANDING SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PRODUK KREATIF BOLU BAYAM SUBAMIA (BOBAMIA) DI DESA SUBAMIA, TABANAN-BALI Ni Komang Yuliani; I Ketut Made Permata Hadi Putra; Moch Edy Saputro; Nuning Indah Pratiwi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.47 KB) | DOI: 10.25077/logista.4.1.32-38.2020

Abstract

Desa Subamia terdapat di Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan. Daun bayam menjadi potensi besar yang dimiliki Desa Subamia apabila dapat dioptimalkan dalam pengelolaannya. Pengelolaan daun bayam dapat digunakan produk kreatif seperti bolu. Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 2019-2020 memiliki rumusan masalah mengetahui peran logo, packaging, video toturial, brosur dan media sosial dalam proses branding. Tujuan branding ini memperkenalkan bolu bayam subamia ke kalangan masyarakat. Dan memberikan ciri lain tentunya dalam usaha bolu. Metode yang digunakan dalam laporan KKN ini yaitu wawancara, sosialisasi, evaluasi. Output yang diberikan ke desa berupa logo, packaging, video toturial, brosur, dan akun media sosial. Adanya media sosial tentunya membantu UMKM dalam membranding produk BobaMia tersebut dengan baik. Rencana lanjutan yang kami harapkan yaitu produk BobaMia ini dapat dikelola dalam meningkatkan UMKM di Desa Subamia. Selain itu, BobaMia dapat dikembangkan secara terus berkembang dan dikenal wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kata kunci: Desa Subamia, Branding, BobaMia, UMKM, Media Sosial ABSTRACT There are in Kecamatan Tabanan Subamia Village, Tabanan. The leaf of spinach into great potential owned Village Subamia when can be optimized regional. The management of the leaf of spinach can be used as creative products sponge. College work real (KKN) for the period of 2019-2020 having the formulation of a problem know what part logo, packaging, toturial video, brochures and social media in the process of branding. The purpose of this branding sponge introduce spinach subamia to the community. And give another feature of course sponge in an effort to. The methodology that was used in the report KKN this is the interview, socialization, evaluation. An output that is given to the village in the form of a logo, packaging, toturial video, brochures, and social media accounts. Has interested the use of social media as a means of creative product development sponge spinach subamia (BobaMia) through instagram, spinach subamia sponge viewable by anyone and wherever. What we hope to do advanced plan BobaMia product this can be managed in improving UMKM in subamia village. In addition, developed in BobaMia can continue to grow and known local as well as foreign tourists. Keywords: Village Subamia, Branding, BobaMia, UMKM, Social Media
PELATIHAN TEKNIK BUDIDAYA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DENGAN SISTEM MICROBUBBLE TENAGA SURYA DI NAGARI CAMPAGO SELATAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN – SUMATERA BARAT Harisjon Harisjon; Ani Leilani; Harminto Harminto; Ulfauza Ulfauza; Ainul Mardiah; Syofriani Syofriani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.502-508.2020

Abstract

Nagari Campago Selatan Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman. Masyarakatnya bekerja sebagai pedagang, petani, buruh, wiraswasta, pegawai negeri, pembudidaya ikan dan lain sebagaimya. Pada masa pandemi covid 19 ini masyarakat Nagari Campago Selatan juga merasakan dampaknya terutama masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah seperti pedagang, pembudidaya ikan dan buruh. Untuk dapat menambah penghasilan keluarga, ibu-ibu wanita tani ikut terlibat dalam kegiatan budidaya ikan yang tergabung dalam kelompok budidaya ikan. Budidaya ikan yang dilakukan oleh wanita tani masih secara tradisional dan belum ada menggunakan teknologi maka dari itu tim dosen Politeknik Kelautan dan Perikanan menjadikannya sebagai sasaran tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat tahun 2020. Bentuk kegiatan ini berupa pemberian bantuan alat dan bahan untuk pelatihan teknik budidaya ikan nila (oreochromis niloticus) dengan sistem microbubble tenaga surya yang dilakukan dengan metode andragogy yaitu sosialisasi, penyuluhan dan melakukan praktek. Kegiatan yang dilakukan adalah: 1) Survey lokasi 2) Sosialisasi tridarma perguruan tinggi Politeknik Kelautanan dan Perikanan Pariaman tentang pengabdian kepada masyarakat, 3) Pelatihan teknik budidaya ikan nila (oreochromis niloticus) dan pemberian pakan buatan, 4) Pelatihan cara penggunaan microbubble tenaga surya., 5) Monitoring dan evaluasi. Kata kunci: Ikan Nila, Pakan, Kualitas air, Microbublle, Nagari Campago Selatan ABSTRACT Nagari Campago Selatan Sub-District V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman Regency is one of the areas directly adjacent to the Pariaman Marine and Fisheries Polytechnic. The people work as traders, farmers, laborers, entrepreneurs, civil servants, fish cultivators and so on. During the Covid 19 pandemic, the people of Nagari Campago Selatan also felt the impact, especially those with middle to lower income such as traders, fish cultivators and laborers. To be able to increase family income, female farming women are involved in fish farming activities that are members of fish farming groups. Fish farming carried out by female farmers is still traditional and does not yet use technology, therefore the Marine and Fisheries Polytechnic lecturer team made it the target of Community Service activities in 2020. The form of this activity is the provision of tools and materials for training on tilapia cultivation techniques ( oreochromis niloticus) with a solar-powered microbubble system carried out by the andragogy method, namely socialization, counseling and doing practice. The activities carried out are: 1) Site survey 2) Socialization of the tridarma of the Polytechnic of Marine and Fisheries Pariaman regarding community service, 3) Training on tilapia (oreochromis niloticus) cultivation techniques and artificial feeding, 4) Training on how to use solar microbubble, 5) Monitoring and evaluation.
KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI COVID-19 DI PANTI ASUHAN BUMI RAFFLESIA KOTA BENGKULU Dian Handayani; Dwi Dominica; Oktoviani Oktoviani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.256-262.2020

Abstract

Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyuluhan kesehatan diselenggarakan untuk mengubah perilaku seseorang atau kelompok masyarakat agar hidup sehat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Berkurangnya donatur tetap dan tidak tetap akibat dari pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan pemasukan yang mengakibatkan sulit bagi panti asuhan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi anak asuh di Panti Asuhan Bumi Rafflesia Kota Bengkulu. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan anak panti tentang Covid-19 dan untuk meningkatkan kesadaran anak Panti Asuhan Bumi Rafflesia Kota Bengkulu mengenai perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan Covid-19. Metode yang digunakan pada kegiatan PKM ini adalah menggunakan media poster dan leaflet serta tanya jawab mengenai berbagai informasi tentang Covid-19. Poster dan leaflet yang ditampilkan berupa informasi tentang coronavirus dan cara pencegahannya serta cara cuci tangan yang benar. Diskusi dan tanya jawab dilakukan setelah penyuluh selesai memberikan materi. Diakhir acara akan diberikan masker dan hand sanitizer gratis kepada peserta dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan pemahaman dan kepedulian yang tinggi dari anak Panti Asuhan Bumi Rafflesia Kota Bengkulu untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan nilai rata-rata 78,55. Kata Kunci: KIE, Covid-19, Panti ssuhan Bumi Rafflesia, Kota Bengkulu, PHBS ABSTRACT Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19) is a disease caused by severe acute respiratory coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Health education is organization to change the behavior of a person or group of people to live healthily through communication, information and education (IEC). The reduction in permanent and non permanent donors as a result of the Covid-19 pandemic caused a decrease in income which made it difficult for orphanages to improve welfare for foster children in the Bumi Rafflesia Orphanage in Bengkulu City. The purpose of this activity is to determine the level of knowledge of the orphans about Covid-19 and to incraese awareness of the children of the Bumi Rafflesia Orphanage in Bengkulu City regarding clean and healthy living behavior to prevent Covid-19 transmission. The methode used in this PPM activity is to use poster and leaflet media as well as question and answer about Covid-19. Posters and leaflets that are displayed the form of information about coronavirus and how to prevent it and how to wash hands properly. Discussions take place after the instructor has finished delivering the material. At the end of the even, a free mask and handsanitizer and a post-test was carried out to know level of understanding participants. The result of yhis PKM activity show the high understanding and concern of the children of the Bumi Rafflesia Orphanage in Bengkulu to prevent and break the chain of spreading covid-19 with an average value of 78,55 Keywords: KIE, Covid-19, Bumi Rafflesia Orphanage, Bengkulu City, PHBS

Page 9 of 37 | Total Record : 367