cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Perbaikan Daya Hasil Varietas Lokal Cabai Melalui Persilangan Antar-Varietas Rinda Kirana
Zuriat Vol 17, No 2 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i2.6741

Abstract

Lima belas genotip hasil persilangan antar-varietas cabai telah dievaluasi di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA), Lembang pada bulan Mei−Desember 2006 untuk melihat penampilan fenotipik karakter hasil dan beberapa karakter lainnya. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 22 perlakuan dan dua ulangan. Sebagai kontrol digunakan enam tetua dan Tanjung-2. Berdasarkan hasil uji LSI, beberapa genotip hasil persilangan memperlihatkan penampilan karakter melebihi salah satu dan atau kedua tetuanya. Terdapat empat genotip hasil persilangan yang memiliki daya hasil melebihi kedua tetuanya, bahkan satu diantaranya yaitu G5 memiliki karakter ideal/harapan seperti berumur genjah, tinggi tanaman sedang, tipe kompak, bobot buah per tanaman dan hasil per plot melebihi kontrol. Selanjutnya genotip ini dapat ditelaah lebih lanjut untuk dipertimbangkan menjadi genotip harapan.
Peningkatan Buah Kelapa Sawit (Elaeis Guinensis Jacq) Dengan Memanfaatkan Ukuran Pollen Dan Waktu Dalam Penyerbukan Buatan Enceng Sobari; Ahmad Akmal Hasibuan; M. Subandi; M. Dodi Rusli
Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.317 KB) | DOI: 10.24198/zuriat.v29i2.15823

Abstract

Penyerbukan merupakan faktor terpenting dalam pembentukan buah kelapa sawit. Pembentukan buah kelapa sawit mengalami penurunan yang mengakibatkan berkurangnya produksi Tandan Buah Segar (TBS) akibat proses penyerbukan secara alami yang kurang begitu efektif.  Tujuan penelitian untuk menemukan solusi meningkatkan jumlah buah kelapa sawit dengan penyerbukan buatan. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimental berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 kali ulangan; a1 = ukuran serbuk sari 10 mesh dan a2 = ukuran serbuk sari 12 mesh dengan waktu penyerbukan (09:00-10:00 WIB), (12:00-13:00 WIB), dan (16:00-17:00 WIB). Pengujian menggunakan Anova dan Uji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian memperlihatkan pemanfaataan ukuran serbuk sari ukuran 10 mesh dan 12 mesh dalam penyerbukan buatan berpengaruh nyata terhadap pembentukan jumlah buah dalam satu tandan. Hal itu dijelaskan berdasarkan persentase keberhasilan pembentukan buah lebih dari 80% dengan rata-rata bentuk yang normal. Kata kunci : Buah, Elaeis Guinensis Jacq, Kelapa Sawit, Pollen, Penyerbukan, 
Seleksi Hibrida Topcross Jagung Manis SR Unpad Di Tiga Lokasi Di Jawa Barat Berdasarkan Stabilitas dan Adaptabilitas Tri Hastini; Anggia E. P.; R. Y. Putra; , Farida; S. Ruswandi; N. Rostini; D. Ruswandi
Zuriat Vol 19, No 1 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i1.6705

Abstract

Uji multilokasi merupakan merupakan tahapan penting dalam menyeleksi hibrida yang konsisten berpenampilan baik di semua lokasi pengujian ataupun yang berpenampilan baik spesifik lokasi. Dua puluh lima hibrida jagung manis SR diuji penampilannya dari bulan September 2008 sampai dengan Maret 2009 di tiga lokasi di Jawa Barat, yaitu: Jatinangor - Sumedang, Lembang – Bandung, Wanayasa - Purwakarta. Penelitian bertujuan untuk: mengidentifikasi adanya interaksi G x E pada karakter hasil; menyeleksi hibrida SR yang stabil di beberapa lokasi pengujian, dan atau yang adaptif pada lingkungan yang spesifik di Jawa Barat. Materi genetik tersebut ditanam di tiga lokasi berdasarkan rancangan tata ruang Rancangan acak kelompok dengan menggunakan 23 jagung manis hibrida SR Unpad dan dua kultivar cek sebagai perlakuan dengan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data dianalisis dengan analisis varians, analisis varians gabungan, analisis model AMMI (additive main effect and multiplicative  interaction). Berdasarkan hasil pengujian hibrida jagung manis SR di tiga lokasi di Jawa Barat terdapat interaksi G x E pada karakter hasil. Hibrida jagung manis SR 4, SR 27, SR15, dan SR 24 merupakan hibrida yang paling stabil, namun SR 4 dan SR 24 merupakan hibrida yang memiliki hasil di atas rata-rata yang stabil di beberapa lokasi pengujian. Hibrida jagung manis SR 9, SR 25, SR 22, SR 20, SR 30, SR 28, SR 32, SR 31, SR 43, SR 47, SR 52, SB beradaptasi baik di Jatinangor dan Purwakarta, namun kurang beradaptasi di Lembang. Disarankan melakukan pengujian pada lokasi yang lebih luas kisarannya serta musim yang berbeda untuk mengetahui stabilitas dan adaptabilitas hibrida jagung manis SR secara lebih akurat.
KERAGAMAN DAN KONTRIBUSI PLASMA NUTFAH KACANG TANAH VARIETAS LOKAL DALAM PEMBENTUKAN VARIETAS UNGGUL Astanto Kasno; , Trustinah
Zuriat Vol 22, No 2 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i2.6850

Abstract

Keragaman genetik berbanding langsung dengan kemajuan seleksi. Keragaman genetik varietas lokal dan kontribusinya dalam pembentukan varietas unggul telah disadari oleh pemulia kacang tanah. Varietas Schwartz 21 merupakan varietas lokal pertama yang di rilis di Indonesia pada tahun 1937 untuk mengatasi wabah penyakit layu. Varietas Schwartz 21 merupakan varietas lokal Tuban. Varietas Gajah, Kidang, Macan dan Banteng yang dilepas tahun 1950 merupakan turunan varietas Schwartz 21. Varietas tersebut masih dikenal petani kacang tanah hingga kini, dan merupakan kacang tanah tipe spanish. Adanya keragaman plasma nutfah varietas lokal kacang tanah terlihat dari karakteristik polong, biji, ketahanan terhadap penyakit layu dan adaptasi terhadap lingkungan abiotik. Pemanfaatan  varietas lokal dan kontribusi perbaikan varietas terlihat dari  dilepasnya varietas Jepara, varietas Tuban, varietas Bima, varietas Garuda 1 dan Garuda 2. Peningkatan keunggulan varietas lokal terus dilakukan hingga kini. Kacang tanah varietas Jerapah, Sima, Domba, dan varietas Talam 1 merupakan perbaikan varietas lokal. GH 5 galur sedang diusulkan dilepas  merupakan turunan silangan varietas lokal Muneng dengan ICGV 92088.
Pewarisan Karakter Kandungan Klorofil pada Kedelai Neni Rostini; A. Baihaki; R. Setiamihardja; G. Suryatmana
Zuriat Vol 11, No 2 (2000)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v11i2.6673

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pewarisan kandungan klorofil pada kedelai telah dilakukan di Kebun Percobaaan SPLPP Fakultas Pertanian UNPAD Unit Arjasari sejak Januari 1997 sampai Oktober 1998. Penelitian menggunakan tetua, dua populasi F1, F1 resiprokdan F2. Pengukuran kandungan klorofil menggunakan klorofilmeter Minolta SPAD 502 yang dikonversi dengan persamaan regresi linier sederhana (Y = 0.11496 + 0.05351 X, r2 = 0.94) untuk mendapatkan angka kandungan klorofil mg g-1 daun. Pengamatan dilakukan terhadap kandungan klorofil maksimum (Kmaks), lama kandungan klorofil maksimum (LKmaks) dan retensi klorofil maksimum (RKmaks). Pengaruh sitoplasmatik hanya ditemukan pada LKmaks dan RKmaks. Karakter Kmaks, LKmaks dan RKmaks paling sedikit dikendalikan oleh dua pasang gen inti.
Pewarisan Karakter Umur Berbunga dan Ukuran Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Ilma Hilmayanti; Winny Dewi W.; Murdaningsih H. K.; Mulyadi Rahardja; Neni Rostini; R. Setiamihardja
Zuriat Vol 17, No 1 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i1.6805

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari pewarisan karakter umur berbunga dan ukuran buah cabai merah dari populasi P1, P2, BCP1, BCP2, F1 dan F2 yang berasal dari persilangan cabai genotip nomor 605 dan RMG. Percobaan dilakukan di kebun Percobaan Fakultas Pertanian UNPAD Jatinangor dari Januari 2001 sampai Juli 2001, ditata dalam rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter umur berbunga dan ukuran buah cabai yang terdiri dari diameter dan panjang buah tidak dipengaruhi oleh tetua betina. Umur berbunga diwariskan secara kualitatif. Pada karakter ini didapat adanya pengaruh gen sederhana yang bersifat duplikat resesif epistasis yang didukung oleh distribusi frekuensi populasi F2 yang diskontinyu. Heritabilitas arti luas karakter ini tergolong sedang dan heritabilitas arti sempitnya tergolong tinggi. Karakter ukuran buah (diameter dan panjang), diwariskan secara kuantitatif. Kedua karakter ini dikendalikan oleh banyak gen (poligenik) yang ditunjukkan oleh distribusi frekuensi F2 yang kontinyu. Heritabilitas arti luas untuk diameter dan panjang buah masing masing tergolong rendah dan sedang. Heritabilitas arti sempit diameter dan panjang buah adalah sedang.
Eksplorasi dan Analisis Kekerabatan Amorphophallus Blume Ex Decaisne di Sumatera Barat A. Natawijaya; A. Karuniawan; C. Bhakti
Zuriat Vol 20, No 2 (2009)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v20i2.6638

Abstract

Eksplorasi merupakan tahap awal dalam program pemuliaan tanaman untuk pencarian sumber genetik dan peningkatan variabilitas genetik. Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah Center of Origin untuk tanaman Amorphophallus. Hasil eksplorasi di Sumatera Barat didapatkan 54 aksesi dari 6 species Amorphophallus; Amorphophallus beccarii, Amorphophallus titanum, Amorphophallus viridis, Amorphophallus sp. Amorphophallus sparsiflorus, Amorphophallus manta. Pola penyebaran Amorphophallus sangat terkait dengan lokasi wilayah/kabupaten, ketinggian tempat, habitat dan species diversity. Terdapat 2 cluster utama pengelompokkan kekerabatan genetik dengan dendogram dan terdapat 4 kluster utama pengelompokkan kekerabatan genetik berdasarkan analisis komponen utama.
KARAKTERISASI GEN -LAKTOGLOBULIN DAN HUBUNGANNYA DENGAN SIFAT PRODUKSI SUSU PADA SAPI HISSAR , Maskur; Cece Sumantri; , Muladno
Zuriat Vol 16, No 2 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i2.6773

Abstract

Karakteristik gen-laktoglobulin dan hubungannya dengan sifat produksi susu pada 42 sapi Hissar dianalisis menggunakan teknik PCR-RFLP. Fragmen DNA-produk CPR dan hasil pemotongan menggunakan enzim restriksi Hae III dipisahkan menggunakan elektroforesis gel poliarkrilamid (PAGE) kemudian dideteksi dengan pewarnaan perak. Jumlah allel gen-laktoglobulin yang terdeteksi ada dua macam yaitu alel-A dan B dengan frekuensi masing-masing 0.19 dan 0.81. Uji signifikansi Chi-Square menunjukkan bahwa distribusi genotip gen-laktoglobulin dalam populasi sapi Hissar di Moyo Hilir Sumbawa-NTB berada dalam ketidakseimbangan dimana frekuensi genotip BB 69.05%; AB 23.81% dan AA 7.14%. Tingkat produksi susu memiliki korelasi yang kuat dengan genotip gen -laktoglobulin. Rata-rata produksi susu sapi Hissar dengan genotip AA, AB dan BB berturut-turut: 4.30 lt/hr; 3.11 lt/hr, dan 2.17 lt/hr.
Inheritance of Pedicel Characters and Their Association to Fruit Characters in Capsicum annuum L. Ridwan Setiamihardja
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6593

Abstract

Fruit detachment force (FDF) has shown highly correlated to the pedicel size of Capsicum annuum L. The inheritance of pedicel size (length and diameter) and their correlation to the fruit size (length and diameter) were evaluated from the cross 'Serrano' x 'KRG'. Pedicel length and diameter apparently were inherited as quantitative characters, mainly in additive manner, with very low heritability estimates, 4.4% and 8.5%, respectively. Correlation coefficient between fruit diameter and pedicel diameter was positive and significant at 1% level. There was an indication of linkage or pleiotropy between fruit diameter and pedicel diameter. 
Variabilitas Genetik Tanaman Gambir Berdasarkan Marka RAPD Hamda Fauza; Istino Ferita; Murdaningsih H. Karmana; Neni Rostini; Ridwan Setiamihardja
Zuriat Vol 18, No 2 (2007)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v18i2.6696

Abstract

Budidaya gambir selama ini belum menggunakan varietas unggul. Permasalahan utama dalam mendapatkan varietas unggul gambir melalui program pemuliaan tanaman adalah belum diketahui bagaimana variabilitas genetik tanaman gambir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabilitas genetik gambir berdasarkan profil pita DNA menggunakan teknik RAPD (Random Amplified Polymorphysm DNA). Hasil penelitian diharapkan akan dapat digunakan sebagai informasi dasar dalam program pemuliaan tanaman gambir ke depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara genetik, baik antar tipe tanaman gambir maupun dalam tipe yang sama. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar yang berasal dari berbagai lokasi dan menggunakan lebih banyak primer dalam analisis RAPD.

Page 6 of 30 | Total Record : 298