cover
Contact Name
Desi Sarli, S.SiT, M.Keb
Contact Email
desi_sarli@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jik@stikesalifah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN
Published by STIKES Alifah Padang
ISSN : 2580930X     EISSN : 25978594     DOI : -
Core Subject : Health,
Provides a form for original research and scholarship relevant to Ners, Midwife, Public Health and other health related professions.
Arjuna Subject : -
Articles 414 Documents
Analisis Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit di Rumah Sakit Aisyiyah Kota Padang Silvia Nengcy; Jeki Refialdinata; Fluorina Oryza Muslim; Astrina Aulia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1287

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya kesadaran mengenai hak-hak pekerja untuk mendapatkan lingkungan kerja yang aman. Di Indonesia, urgensi penerapan K3 di lingkungan rumah sakit tercermin dalam regulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2016. Merujuk darai data BPJS tahun 2020 sebanyak 104.769 kasus, tahun 2021 sampai dengan 2023 terjadi lonjakan yang signifikan kenaikan kasus kecelakaan kerja sebanyak 121.531 kasus. Tujuan penelitian yaitu menganalisis penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit di Rumah Sakit Aisyiyah Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analitik deskriptif fenomologi yang menggambarkan cara padang dan pendapat informan Rumah sakit telah memiliki kebijakan K3RS namun dalam pelaksanaannya tidak terlaksana dengan baik sesuai dengan PMK 66 Tahun 2016 tentang K3RS, Sumber Daya Manusia K3 yang ada tidak bisa mengcover kegiatan K3RS, belum melaksanakan manajemen resiko dengan baik, belum pernah dilakukan identifikasi bahaya resiko untuk meminimkan kejadian/kecelakaan kerja, masih minimnya rambu-rambu K3 serta pintu emergency dan tanda jalur evakuasi. Secara analisis, diketahui bahwa tidak baiknya pelaksanaan program kesehatan kerja.
Perilaku Merokok Dengan Aktivitas Fisik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta Alya Putri Maharani; Okti Sri Purwanti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1271

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular dan berlangsung seumur hidup. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan dalam pengaturan gula darah karena fungsi insulin yang tidak cukup. Perilaku Merokok dan kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk kondisi penderita diabetes tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Dr. Moewardi Surakarta, proses pengambilan data dilakukan dari Januari 2025 hingga Februari 2025. Studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 125 pasien yang dipilih dengan quota sampling yang memenuhi kriteria, usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lama menderita DM. Data diperoleh melalui kuesioner, tentang merokok dan aktivitas fisik. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil dari uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik pada seorang pasien yang menderita diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Nilai r adalah 0,226 dan nilai signifikansi (p-value) adalah 0,011. Nilai p di bawah 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan. Meskipun korelasinya tergolong lemah. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik yang dilakukan oleh pasien diabetes tipe 2 di rumah sakit tersebut.
Analisis Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan Dalam Penanggulangan Bencana (Studi Kasus di Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur) Ze Eza Yulia Pearlovie; Bambang Setiaji; Junita Rosa Tiurma
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1258

Abstract

Berdasarkan IRBi (Indeks Risiko Bencana Indonesia) setiap tahunnya tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang berisiko rendah terhadap bencana. Selain itu, penyakit berbasis lingkungan pun bermunculan menyelimuti para pengungsi, seperti ISPA, diare, dan penyakit kulit, yang terjadi pada gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Penanggulangan bencana harus merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan (PP Kesling).  Pada saat melaksanakan penanggulangan bencana, petugas kesehatan lingkungan tentunya dalam melaksanakan tugasnya tidak selalu berjalan lancar, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana itu sendiri dan struktur birokrasi yang ada. Namun ini perlu dibuktikan melalui penelitian dengan metoda kualitatif analisis tematik model dari George Edwar III. Informan dalam penelitian ini adalah pengelola kesehatan lingkungan di Dinas Kesehatan Kab. Cianjur sebanyak 7 orang, dan Pemegang Program Kesehatan Lingkungan di Puskesmas terdampak pengungsi sebanyak 22 orang, total informan adalah 29 orang. Data primer untuk penelitian ini diambil dari wawancara dan kuesioner langsung petugas pelaksana penanggulangan bencana, sedangkan data sekunder diambil dari laporan harian petugas kesehatan lingkungan yang melaksanakan penanggulangan bencana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari keempat faktor tersebut, faktor komunikasilah yang paling berpengaruh terhadap implementasi PP Kesling tersebut, selanjutnya sumber daya, kemudian sikap pelaksana (disposisi) dan terakhir adalah struktur birokrasi. Faktor komunikasi paling berpengaruh karena di setiap  empat faktor tersebut, memerlukan kemahiran dalam berkomunikasi, baik komunikasi antar koordinasi dengan tim maupun dengan masyarakat pengungsi, sedangkan struktur birokrasi paling kecil pengaruhnya karena dalam penanggulangan bencana, sudah dibentuk satuan komando tugas, yang sudah jelas “siapa menjalankan apa”.
Faktor Risiko Lingkungan Kejadian Stunting di Kecamatan Pemulutan dan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Rafika Oktivaningrum; Anggun Budiastuti; Sari Bema Ramdika; Laura Dwi Pratiwi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1324

Abstract

Faktor lingkungan merupakan salah satu determinan kejadian stunting pada balita. Namun, hasil penelitian terkait asosiasi faktor risiko lingkungan dengan kejadian stunting masih inkonsistensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan investigasi hubungan faktor risiko kesehatan lingkungan dengan kejadian stunting di Kecamatan Pemulutan dan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari survei cross-sectional yang dilakukan pada kegiatan Praktik Belajar Lapangan 2023. Sampel sejumlah 992 balita dipilih dengan menggunakan metode multistage sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran antropometri dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis multivariat dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menggambarkan kejadian stunting untuk kategori sangat pendek 7,4% dan kategori pendek 15,7%. Model regresi logistik menunjukkan ibu yang tidak sekolah (p=0,047; OR=1,368; CI95%=1,004-1,862) dan rumah tangga dengan sumber air minum dari sungai (p=0,004; OR=3,181; CI95%=1,449-6,986)), memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami stunting dibanding kelompok referensi. Namun, tidak ditemukan adanya asosiasi yang bermakna secara statistik untuk variabel pemberian ASI, pengolahan air dan fasilitas MCK. Kesimpulannya, sumber air minum merupakan determinan lingkungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Pemulutan dan Tanjung Batu.
Personal Hygiene dan Kejadian Flour Albus Pada Remaja di SMK Negeri 6 Kota Ambon Adriana Sainafat; Trixie Leunupun
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1282

Abstract

Perilaku personal hygiene berpengaruh terjadinya keputihan. Menurut data WHO (2021), prevalensi keputihan pada wanita di Indonesia mencapai 75% Selain itu, 45% perempuan di Indonesia telah mengalami keputihan lebih dari sekali dalam setahun. Oleh sebab itu  diharapkan para remaja putri agar menjaga kebersihan diri dan tidak menganggap bahwa terjadinya keputihan adalah hal yang sepele, karena bisa menyebabkan terganggunya sistem reproduksi sehingga kualitas hidup menurun dan memberikan efek negatif seperti infertilitas, kanker serviks bahkan sampai kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian flour albus. Jenis penelitian Cross Sectional dengan jumlah sampel 39 siswi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis bivariat. Hasil yang didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara personal higiene, pengetahuan dengan kejadian flour albus  ditunjukan dari nilai Rhitung kedua variabel tersebut 0,00 lebih kecil dari nilai Pvalue 0.05. Pengetahuan siswi tentang personal hygiene dan fluor albus memiliki keterkaitan dengan kejadian fluor albus, sehingga sangat perlu bagi tenaga kesehatan bekerja sama dengan pihak sekolah untuk memberikan edukasi kesehatan reproduksi terlebih khusus personal hygiene dalam upaya preventif keputihan.
Keterkaitan Faktor Risiko dengan Kejadian Kusta di Indonesia: A Systematic Review Mindasari, Reza; Markolinda, Yessy; Djafri, Defriman
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1255

Abstract

Kusta atau lepra adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan dapat menyebabkan cacat permanen jika tidak diobati. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, dengan prevalensi 2,5 per 100.000 penduduk pada 2021, terutama di daerah dengan prevalensi tinggi seperti Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Penelitian bertujuan untuk mengintegrasikan temuan dari berbagai studi yang tersedia guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor risiko yang memengaruhi kejadian kusta di Indonesia. Penelitian menggunakan metode systematic review dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui tiga database utama, yaitu Science Direct, PubMed, dan Google Scholar, dengan kata kunci yang relevan. Artikel yang dipilih adalah yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2024, menggunakan desain penelitian observasional yang membahas hubungan faktor risiko dengan kejadian kusta di Indonesia. Sebanyak 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa riwayat kontak dengan penderita kusta merupakan faktor risiko utama, diikuti oleh personal hygiene, kepadatan hunian, dan pengetahuan. Riwayat kontak dengan penderita kusta menunjukkan hubungan signifikan dalam sebagian besar studi. Edukasi masyarakat tentang pencegahan kusta dan perbaikan kondisi lingkungan sangat penting untuk mengurangi penyebaran penyakit ini. Upaya pengendalian kusta harus memprioritaskan pemutusan rantai penularan melalui deteksi dini dan pengobatan, serta ditunjang dengan peningkatan pengetahuan, sanitasi, dan pengurangan kepadatan hunian untuk secara efektif menurunkan angka kejadian kusta di Indonesia.
Perineal Trauma Impact on Postpartum Sexual Function: A Cross-Sectional Study Using Female Sexual Function Index Karsa, Salsa Bila; Antonius, Puja Agung; Fitria, Henni; Insani, Aldina Ayunda; Fadila, Zurraya; Dimba, Modester
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2025): JIK-OKTOBER VOLUME 9 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i2.1459

Abstract

Background: Perineal trauma resulting from vaginal delivery can negatively impact postpartum sexual function; however, data from Southeast Asian populations are still scarce.Objective: We aimed to study the relationship between perineal trauma and sexual dysfunction measured by the Female Sexual Function Index (FSFI) among postpartum women in Indonesia.Methods: A cross-sectional study was carried out at Pauh Community Health Center, Padang City, between May and June 2025. We used purposive sampling to recruit forty-six women who had a vaginal delivery within the last six months. Sexual function was measured using the Indonesian FSFI version, a tool validated for the Indonesian population, with scores below 26.55 indicating dysfunction. Perineal trauma condition was ascertained from the medical record. The chi-square test assessed the association between perineal trauma and sexual dysfunction.Results: Sexual dysfunction prevalence was 54.3% (n=25). Of the women who had perineal trauma, 82.6% were sexually dysfunctional, compared to 26.1% in the group without trauma. The relationship was statistically significant (p=0.001) with a crude odds ratio of 13.81 (95% CI: 3.46-55.12). The pain and desire domains were affected the most.Conclusion: Perineal trauma is a significant risk factor for postpartum sexual dysfunction among Indonesian women. Besides that, health care workers should promote the sexual health of their clients by regularly integrating the screening of sexual health into routine postpartum care, applying evidence-based interventions to reduce perineal injury, and providing easy access to pelvic floor rehabilitation services as a way to improve maternal quality of life.
Parental Involvement in Adolescents' Healthy Eating Through Karuni Application: A Community Study in Indonesia Baiquni, Fahmi; Hersipa, Lulung Lanova; Karuniawati, Benny; Novera, Milya; Wahid, Abdul; Safaringga, Miranie
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2025): JIK-OKTOBER VOLUME 9 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i2.1502

Abstract

Background: Female adolescents in Indonesia frequently skip breakfast and have tea after meals, which leads to iron deficiency anemia. However, only a few interventions have successfully combined parental involvement and technology to promote healthy eating.Objective: Our hypothesis was that parents' facilitation through the KARUNI mobile app would lead to healthy eating habits in adolescent girls.Methods: The mixed-methods study recruited 108 female adolescents aged 12-15 years from Gunungkidul, Indonesia (58 intervention, 50 control). The intervention group was instructed to use KARUNI for 21 days with parental involvement, followed by focus group discussions and interviews.Results: In the intervention group, the frequency of breakfast consumption significantly increased (p<0.001) and tea/coffee intake after meals was significantly reduced (p=0.001) with large effect sizes (r>0.48). KARUNI was instrumental in enhancing parental nutrition knowledge, increasing adolescents' self-efficacy, and facilitating better health communication within the family.Conclusion: The engagement of parents through KARUNI resulted in a significant improvement in the adolescents' eating behaviors, indicating that family-centered and technology-enabled interventions can effectively tackle nutritional deficiencies in resource-poor environments.
Ginger and Lemon Aromatherapy Enhances Learning Concentration in Midwifery Students: A Randomized Controlled Trial Laila, Laila; Lisa, Ulfa Farrah; Nofila, Hanifah; Taufia, Dina; Az-zahra, Salsabila; Azzahra, Halsya Zahra; Hussain, Altaf; Mehtab, Mehtab
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2025): JIK-OKTOBER VOLUME 9 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i2.1231

Abstract

Background: Focus is the main thing for learning, but students still come across distractions in their environment, anxiety, and mental fatigue. Essential oil aromatherapy may improve cognitive functions through neurophysiological mechanisms.Objective: To find out if the combination of ginger and lemon essential oils would help concentration of midwifery students during self-directed learning.Methods: 92 Andalas University midwifery students were randomly assigned to two groups; experimental (aromatherapy, n=46) and control (n=46). The ginger- lemon aromatherapy (40:60 ratio) was given to the experimental group by a ultrasonic diffuser during four weekly 90-minute tutorials. Concentration was determined through a 20-item questionnaire that was validated and which assessed motivation, sustained attention, anxiety regulation, comprehension efficiency, and distraction resistance.Results: Concentration of the experimental group raised significantly from 2.388 to 4.243 (p<0.001, Cohen's d=14.52), whereas the control group did not show any change (p=0.075). The main changes: 37% of the distraction resistance was increased, 23% of the comprehension efficiency was enhanced, and 10% of the anxiety was reduced.Conclusion: Ginger-lemon aromatherapy is an effective way to hype up concentration in learning from different angles by the synergistic anxiolytic and cognitive-stimulating mechanisms, thus giving a simple, cheap educational intervention.
Peer Support as Protective Factor Against Suicide Risk in Generation Z: Study in Indonesia Renaldi, Shefi Rivan; Alfianto, Ahmad Guntur; Yuliyanik, Yuliyanik; Muanjan, Montira; Khan, Bachal
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2025): JIK-OKTOBER VOLUME 9 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i2.1504

Abstract

Background: The mental health of Gen Z is a concern worldwide, of which suicide is one of the major causes of death. In collectivist societies such as Indonesia, the support of the peers may be a very important factor that protects the individual, however, there is still very little research evidence available to substantiate this.Objective: This study aimed to understand the association between peer support and suicide risk in Gen Z individuals from Malang City, Indonesia.Methods: A cross-sectional study was conducted on 207 Gen Z participants (mean age 21.37 years, 68.6% females) chosen through purposive sampling. Peer support was assessed by the Peer Social Support questionnaire (37 items, α=0.932), and suicide risk by the Revised Suicide Ideation Scale (10 items, α=0.941).Results: The prevalence of high suicidal ideation was 11.6%. There was a very strong correlation between peer support and suicide risk (χ2=112.847, p<0.001, Cramér's V=0.523). As many as 97.3% of those with high peer support had low levels of suicidal ideation, while 88.2% of those with low peer support showed high levels of suicidal ideation.Conclusion: There is a strong association between peer support and a decrease in the risk of suicide in Indonesian Gen Z which shows bigger effects than in the West. The results lead to the support of the implementation of culturally-appropriate peer-based interventions such as gatekeeper training and digital platforms.