cover
Contact Name
Desi Sarli, S.SiT, M.Keb
Contact Email
desi_sarli@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jik@stikesalifah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN
Published by STIKES Alifah Padang
ISSN : 2580930X     EISSN : 25978594     DOI : -
Core Subject : Health,
Provides a form for original research and scholarship relevant to Ners, Midwife, Public Health and other health related professions.
Arjuna Subject : -
Articles 414 Documents
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa Sekolah Dasar: Systematical Review Vani Safithri; Nur Alam Fajar; Anita Rahmiwati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.974

Abstract

Penting untuk mengenalkan pendidikan, termasuk perilaku hidup bersih dan sehat, kepada anak sejak dini agar kebiasaan tersebut terbawa hingga dewasa. Salah satu wadah untuk menerapkan hal ini adalah di lingkungan sekolah, yang dikenal sebagai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penting bagi orangtua untuk mengetahui apakah program PHBS diterapkan dengan baik di sekolah agar anak terbiasa menjaga kesehatan, mengurangi risiko penyakit, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah literatur mengenai penyuluhan perilaku PHBS pada siswa sekolah dasar sebagai upaya peningkatan pengetahuan dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan PHBS sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan mengikuti alur Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data dihimpun dari database Google Scholar, PubMed, dan Science Direct menggunakan kata kunci "Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar”.
Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Pasien Dalam Perawatan Diri Secara Mandiri pada Penderita Diabetes Melitus Lahagu, Sarina; Berutu, Lidya Afriani Br; Gaho, Chandra Siswanto; Telaumbanua, Gloria Agnes Monica; Buulolo, Samahuwu; Nurhayati, Evalatifah
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1278

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis yang bisa menimbulkan gangguan multisistem dan mempunyai karakteristik hiperglekimia yang diakibatkan oleh defisiensi insulin yang tidak adekuat. Dengan adanya dukungan keluarga pasien merasa lebih termotivasi untuk menjalani pengobatan dan melakukan perawatan diri. Perawatan diri diabetes ini bertujuan untuk mengembalikan kadar gula darah normal sehingga komplikasi dapat dicegah Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pasien dalam perawatan diri pada penderita diabetes melitus., Desain cross-sectional digunakan dalam studi penelitian kuantitatif ini untuk mengumpulkan data dari partisipan mengenai mekanisme dan penyebab kejadian. Dari 30 responden yang diteliti pada table chi square, terdapat nilai p-vallue sebesar 0.000 dari sampling jenuh, yang menunjukkan lebih kecil jika dibandingkan pada taraf signifikasi 0.05. Hasil yang peroleh terdapat hubungan antara dukungan emosional, instrumental, informasi, dan penilaian keluaarga dengan perawatan diri p value 0,000 (<0,005). Saran yang diharapkan kepada respondent dapat lebih meningkatkan kepatuhan akan perawatan diri, sehingga dapat mencengah naiknya glukosa darah.
Baby Spa dan Baby Massage Terhadap Panjang Badan Bayi Usia 3-6 Bulan di Praktek Mandiri Bidan Kabupaten Rejang Lebong Andini, Indah Fitri; Puspita, Yenni
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1150

Abstract

Stimulus merupakan faktor penting dalam tumbuh kembang bayi. Stimulus yang diteliti berupa Baby Spa dan Baby massage yang sangat penting diberikan pada masa tumbuh kembang anak. Selain optimalisasi pertumbuhan anak, seperti meningkatkan panjang badan dan meningkatkan imunitasnya, Baby Spa juga dapat mempengaruhi aspek perkembangan motorik kasar bayi. Pada saat pemijatan bayi akan menstimulasi hormone endorphine yang dapat meningkatkan hormon  bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh Baby SPA (Intervensi) dan Baby Massage (Kontrol) Terhadap Kenaikan Panjang Badan Bayi Usia 3-6 Bulan. Desain penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimen design dengan rancangan two grup pretest-posttest design with control group. Pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 42  bayi, 21 bayi kelompok intervensi dan 21 bayi kelompok kontrol. Data dianalisa menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini diketahui bahwa rata rata Panjang badan bayi usia 3-6 bulan pada kelompok intervensi didapatkan selisih peningkatan sebesar  1.957 Cm  dan kelompok kontrol rata-rata peningkatan sebesar 1.328 Cm. Hasil uji Wilcoxon  p-value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh pemberian Baby spa maupun Baby Massage terhadap Panjang badan bayi usia 3-6 Bulan hasil uji Mann-Whitney  p-value 0,004 < 0,05 artinya ada perbedaan signifikan antara Baby Spa dengan Baby Massage terhadap Panjang Badan Bayi Usia 3-6 Bulan, dimana pemberian Baby Spa lebih baik dibandingkan dengan Baby Massage. Saran diharapkan Baby Spa dapat menjadi salah satu upaya tenaga kesehatan untuk meningkatkan Panjang badan bayi.
Determinan Pelaksanaan Tes HIV Mandiri Pada Populasi Kunci: Systematic Literature Review Rahma, Gusni; Yulia, Yulia; Welly, Welly
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1342

Abstract

Jumlah orang dengan HIV/AIDS di Indonesia sekitar 543.100 orang, namun hanya sekitar 66% dari mereka yang mengetahui status HIVnya. Populasi kunci yang bersisiko tinggi terhadap infeksi HIV diperikirakan lebih dari 5,5 juta orang. Tes HIV mandiri dapat menjadi upaya penting untuk meningkatkan deteksi dini HIV. Pelaksanaan tes HIV mandiri pada populasi kunci dipengaruhi beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan tes HIV mandiri pada populasi kunci. Metode penelitian adalah systematic literature review dengan menelusuri literatur melalui media internet pada database PubMed, Google Scholar, dan Porta Garuda. Terdapat 5 artikel yang ditelaah dengan systematic review. Hasil penelitian menemukan beberapa determinan pelaksanaan tes HIV mandiri pada populasi kunci adalah faktor intrinsik (lama bekerja sebagai pekerja seks lebih dari 5 tahun, usia saat pertama kali berhubungan seksual lebih dari 19 tahun, tinggal sebelumnya di daerah perkotaan, pengetahuan, sikap, usia responden pendidikan, riwayat IMS, rasa malu, perasaan ketakutan dengan hasil diagnosis, status perkawinan, dan kedua orangtua yang telah meninggal), faktor perilaku (melakukan seks anal dalam 1 bulan terakhir, menggunakan narkoba sebelum/saat berhubungan seks melakukan  suntik narkoba dalam 6 bulan terakhir pernah, pernah melakukan tes IMS dalam 6 bulan terakhir, dan pernah melakukan tes HIV sebelumnya), dan faktor ekstrinsik (dukungan teman, dukungan tenaga kesehatan, dan layanan kesehatan tes HIV).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Imunisasi Dasar Lengkap pada Anak di Nagari Muara Panas Banowo, Agus Sri; Ananda, Yuanita; Adrul, Rahmi Aulia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1189

Abstract

Sekitar 5% anak di Indonesia, atau 240.000 anak, masih belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status imunisasi dasar lengkap pada anak di Nagari Muara Panas. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah 92 orang ibu yang mempunyai anak usia 12-24 bulan dengan pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner status pekerjaan ibu, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga. Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan nilai (p<0,000), serta tidak terdapat hubungan antara status pekerjaan ibu (p=0,930) dengan status imunisasi dasar lengkap pada anak di Nagari Muara Panas. Diharapkan puskesmas meningkatkan edukasi tentang pentingnya imunisasi dan dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi pada anak.
Marketing Mix dengan Loyalitas Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Yuliza, Wilda Tri; Gusrianti, Gusrianti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1303

Abstract

Dinas Kesehatan Kota Padang menyebutkan bahwa beberapa rumah sakit di Kota Padang mengalami penurunan dan kenaikan jumlah kunjungan pasien rawat jalan setiap bulannya selama satu tahun terakhir. Salah satu penyebab ketidakstabilan jumlah kunjungan yaitu menurunnya loyalitas pasien. Seiring perkembangan era bisnis perumahsakitan dan banyaknya pesaing membuat rumah sakit mulai bergeliat untuk melakukan kegiatan pemasaran (marketing mix). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan marketing mix dengan loyalitas pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Kota Padang. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dimana pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara kepada pasien rawat jalan yang berkunjung ke Rumah Sakit X Padang selama periode pengumpulan data (Juni 2024). Penelitian ini menggunakan teknik Quota Sampling dengan jumlah sampel 110 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian pasien rawat jalan memiliki nilai loyalitas rendah (56,6%), 36,4% pasien menyatakan product kurang baik, 34,5% menyatakan people kurang baik, 41,8% menyatakan promotion kurang baik, dan 28,2% menyatakan process kurang baik di Rumah Sakit X Kota Padang. Hasil uji statistik diketahui bahwa terdapat hubungan product (p= 0,007), people (p= 0,012), promotion (p= 0,016), dan process (p= 0,001) dengan loyalitas pasien rawat jalan di Rumah Sakit X Kota Padang.
Training Needs Assessment (TNA) Untuk Peningkatan Kompetensi Anggota PMR Madya di Boyolali 1 Frahestina Frahestina; Ayu Khoirotul Umaroh
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1274

Abstract

Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peranan yang penting bagi kesehatan masyarakat, salah satunya yaitu sebagai upaya promotif dan preventif. Untuk pengoptimalan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, anggota PMR perlu didukung dengan SDM yang berkualitas yaitu dengan diberikannya pelatihan. Sebelum dilakukannya pelatihan, perlu adanya Training Needs Assessment atau analisis kebutuhan pelatihan. Training Needs Assessment (TNA) merupakan langkah awal yang dapat dilakukan sebagai langkah identifikasi kebutuhan pelatihan yang dilakukan sebelum suatu pelatihan diberikan. Jumlah populasi penelitian yaitu 170 dengan minimal sampel yakni 118 dengan kuesioner yang terisi sebanyak 139. Sumber data yaitu data primer yang dikumpulkan melalui instrumen kuesioner TNA. Analisis data menggunakan analisis univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari setiap variabel. Hasil penelitian sebagai berikut: nilai tertinggi penguasaan 6 mata tataran kompetensi secara individual yakni 97 dan terendah yakni 10, rerata nilai mata tataran terendah adalah Donor Darah (43%) dan tertinggi adalah Sanitasi dan Kesehatan (69%). Rerata tingkat keterampilan seluruh sampel sebesar 56% yang masuk ke dalam kategori SK (Should Know) atau banyak isi materi belum dikuasai sehingga tingkat kebutuhan pelatihan yaitu dibutuhkan. Hasil analisis rekomendasi program pelatihan oleh peneliti adalah pelatihan dapat dilakukan selama 3 hari, per hari 4 jam sehingga total waktu pelatihan yang dibutuhkan yaitu selama 12 jam.
Peningkatan Pengetahuan Siswa Madrasah Tentang Malaria Melalui Program Penyuluhan di Pulau Banyak Langkat Nanda, Meutia; Bintang, Ahsan Abdul Aziz; Ardiani, Githa Wahyu; Sari, Kyky Sartika; Hasibuan, M. Rizky; Damanik, Riska Handayani; Purba, Siti Khadijah
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1012

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular Plasmodium yang ditularkan melalui nyamuk Anopheles. Efek samping penyakit usus dapat muncul atau digambarkan dengan demam, menggigil, pucat dan splenomegali yang terjadi pada tubuh manusia. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, Langkat merupakan salah satu daerah yang masih memiliki kasus malaria. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui informasi tentang malaria dan seberapa besar perubahan total siswa Madrasah Tsanawiyah Tarbiyah Waladiyah Pulau Banyak, Langkat saat sesudah diberikan edukasi. Jenis riset yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen. Dalam penelitian ini dilakukan konfigurasi pre test post test, hasil pre-test menunjukkan adanya peningkatan sebesar 310 poin dari sebelum adanya penyuluhan. Kemudian dilakukan uji bivariat dengan uji-t paired test dengan hasil 0,000 maka disimpulkan ada pengaruh penyuluhan malaria pada tingkat pengetahuan responden.
Pola Pengasuhan Matrilineal Terhadap Karakter Remaja Minang: A Systematic Literature Review Afriyenti, Lenny Utama; Rahma, Gusni
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1257

Abstract

Orang tua memegang peran penting dalam pembentukan kepribadian anak, terutama melalui penerapan nilai agama dan budaya. Salah satunya budaya Minangkabau yang menganut sistem matrilineal. Namun, modernisasi menyebabkan pergeseran nilai tradisional, yang tercermin pada meningkatnya masalah sosial di kalangan remaja di Indonesia. Data tahun 2021 menunjukkan 6.325 kasus kenakalan remaja, dengan peningkatan sebesar 10,7% dari tahun 2018. Fenomena ini meliputi tindakan kriminal, perilaku asusila, pergaulan berisiko, hingga degradasi moral seperti kurangnya rasa hormat, kejujuran, dan sopan santun. Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat pengaruh pola pengasuhan matrilineal terhadap karakter remaja minang. Metode penelitian adalah systematic literature review dengan menelusuri literatur melalui media internet pada database Portal Garuda dan Google Schoolar. Terdapat 7 artikel yang ditelaah dengan systematic literature review. Hasil penelitian menemukan pola asuh dalam budaya Minangkabau, termasuk pengaruh sistem matrilineal, tradisi merantau, dan peran mamak, secara signifikan membentuk karakter remaja, dengan pola asuh seimbang dan berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam pengembangan kepribadian positif. Selain itu, pola asuh otoriter, demokratis, dan dinamika keluarga juga berkontribusi pada asertivitas, kebebasan, dan struktur kekuasaan dalam keluarga remaja Minangkabau dalam mendukung perkembangan perilaku remaja.
Efektifitas Isometric Handgrip Exercise dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Yendrial, Vania Aresti; Deski, Febby Irianti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1285

Abstract

Hipertensi merupakan permasalahan kesehatan yang memiliki tingkat bahaya yang signifikan pada skala global, karena hipertensi adalah salah satu faktor utama dalam timbulnya penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Salah satu intervensi yang dapat menurunkan hipertensi adalah isometric handgrip exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isometric handgrip exercise dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 11 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data diolah menggunakan uji paired T-test, menunjukkan penurunan rata-rata nilai tekanan darah dari 144,2  mmHg (sistolik) dan 134,6 mmHg (diastolik) sebelum intervensi menjadi 92,2 mmHg (sistolik) dan 91,3 (diastolik) setelah intervensi dengan p-value=0,003 (sistolik) dan 0,005 (diastolik) (P<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi efektif dalam menurunkan tekanan darah , sehingga dapat direkomendasikan sebagai perawatan mandiri pada pasien hipertensi.