cover
Contact Name
Desi Sarli, S.SiT, M.Keb
Contact Email
desi_sarli@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jik@stikesalifah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN
Published by STIKES Alifah Padang
ISSN : 2580930X     EISSN : 25978594     DOI : -
Core Subject : Health,
Provides a form for original research and scholarship relevant to Ners, Midwife, Public Health and other health related professions.
Arjuna Subject : -
Articles 414 Documents
Pelvic Floor Muscle Training Reduces Urinary Incontinence Severity in Perimenopausal Women: A Pre-Post Intervention Study Yulita, Defi; Intani, Trya Mia; Mehtab, Mehtab
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2025): JIK-OKTOBER VOLUME 9 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i2.1300

Abstract

Background: As one of the major factors that seriously impact perimenopausal women's quality of life, urinary incontinence is at the same time an area where evidence for a short-term intensive pelvic floor muscle training protocol is still scarce in Southeast Asian populations.Objective: The present study assessed the effectiveness of a short intensive pelvic floor muscle training of 10 days in perimenopausal women with urinary incontinence.Methods: The researchers used a one-group pretest-posttest design with 30 perimenopausal women (aged 40-49 years) suffering from urinary incontinence at Dadok Tunggul Hitam Health Center, Padang, Indonesia. The participants accomplished a 10-day intensive pelvic floor muscle training program (4-5 sessions daily, 10 repetitions per session). The International Consultation on Incontinence Questionnaire-Urinary Incontinence Short Form (ICIQ-UI-SF) was used to measure incontinence severity before and after the intervention. Collected data were processed using the Wilcoxon signed-rank test.Results: The program successfully brought about a statistically significant reduction of the average ICIQ-UI-SF scores by 31.7% (4.275 to 2.921, p=0.00). As a result, the number of moderate urinary incontinence cases dropped by 38.5% (from 43.3% to 26.7%), whereas mild cases increased three times (from 6.7% to 20.0%).Conclusion: A 10-day intensive pelvic floor muscle training program is capable of dramatically reducing the severity of urinary incontinence in perimenopausal women, and hence, the intervention constitutes a potential resource-limited primary healthcare setting first-line solution. 
Survival Rate of Hepatocellular Carcinoma Patients with Varying Individual Characteristics: A Retrospective Cohort Study Mardhiyah, Imalatul; Masrizal, Masrizal; Pradipta, Yudi; Novirsa, Randy; Soko, Wilson
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2025): JIK-OKTOBER VOLUME 9 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i2.1408

Abstract

Background: There is a continuous demand for an integrated survival analysis that takes into account clinical biomarkers and socio-demographic factors in Hepatocellular carcinoma (HCC) patients from Southeast Asia. This study figured out the mortality predictors that were independent of HCC patients at a major tertiary referral center in Indonesia.Methods: This retrospective cohort study looked into 123 HCC patients who were admitted to Dr. M. Djamil General Hospital, Padang (2018-2023). These patients were selected by simple random sampling. Survival analysis was conducted using Kaplan-Meier curves, log-rank tests, and multivariate Cox regression.Results: Median survival was 284 days with mortality at 24.4%. Univariate analysis showed that albumin <3.5 g/dL (HR=7.67, p=0.045), AFP ≥20 ng/mL (HR=2.16, p=0.044), age ≥59 years (HR=2.38, p=0.018), and obesity (HR=3.43, p=0.013) were significantly associated factors. Multivariate Cox regression indicated that AFP level was the leading factor (adjusted HR=3.94, 95%CI: 1.67-9.33, p=0.002), followed by age ≥59 years (adjusted HR=3.52, p=0.002) and education (adjusted HR=0.36, p=0.014).Conclusions: AFP level, old age, and education were the independent factors of HCC deaths in Central Sumatra. Besides, the conjunction of clinical and socio-demographic factors may be utilized for prognostic risk stratification to pinpoint the most at-risk groups and hence direct the targeted interventions that are most compatible with resource-limited settings predominately HBV-related HCC.
Quick Of Blood Terhadap Penurunan Kadar Ureum Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Sedang Menjalani Terapi Hemodialisa Sihombing, Melisa; Marbun, Yesa Meliana; Sitompul, Mutiara Rolika Putri; Ambarita, Sarah Emma Tiovani; Halawa, Kurniawati; Kaban, Karmila Br
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1262

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah suatu proses fisiopatologi yang disebabkan berbagai faktor, yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara bertahap dan pada akhirnya menjadi penyakit gagal ginjal. Hemodialisis merupakan suatu prosedur penyaringan darah menggunakan mesin khusus guna menopang kehidupan pasien penyakit GGK. Ureum merupakan hasil dari metabolit utama yang berasal dari pergantian protein jaringan dan protein makanan didalam tubuh. Quick of blood adalah volume darah (ml/menit) yang melewati mesin hemodialisis dalam satu menit. Tercapainya efektivitas dalam terapi hemodialisis tergantung pada pemenuhan volume hemodialisis yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh  Quick of blood terhadap penurunan kadar ureum pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah  91 responden dengan teknik pengambilan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di RSU Royal Prima Medan. Teknik analisa data penelitian ini menggunakan uji  Wilcoxon didapatkan bahwa p – value  0,000 menunjukkan adanya pengaruh  dalam penentuan Quick of blood terhadap penurunan kadar ureum pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa.
Lama Hemodialisis dan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronis dengan Pendekatan Adaptasi Roy Veriyallia, Vera; Maramis, Grace Nastiti; Ghofar Abdulloh, Ahmad Abdul
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1311

Abstract

Tidak mudah bagi pasien CKD beradaptasi dengan terapi hemodialisis. Stresor psikologis, fisiologis, hingga terganggunya hubungan sosial akibat mengikuti terapi tersebut secara simultan dapat mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama hemodialisis dengan kualitas hidup pasien CKD. Sebanyak 37 pasien CKD yang melakukan terapi dialisis turin diikutsertakan dalam penelitian ini. Kualitas hidup pasien diukur menggunakan kuesioner KDQOLSF-36, sedangkan lama hemodialisis dilihat dari data rekam medis pasien. Mayoritas pasien telah lama menjalani hemodiliasis (68%). Lebih dari separuh kualitas hidup pasien adalah sedang (54%). Hasil anailisa chi square membuktikan adanya hubungan antara lama hemodialisis dengan kualitas hidup. Semakin lama periode hemodialisis pasien, semakin bagus pula adaptasi pasien terhadap proses hemodialisis yang sarat akan efek samping. Penelitian ini menemukan pasien yang memiliki periode hemodialisis yang lebih lama menampilkan kualitas hidup berkategori baik. Kualitas hidup pasien hemodialisis sebaiknya diukur secara berkala untuk memastikan kondisi kesejahteraan pasien selama periode terapi.
Peningkatan Resiliensi Perawat Generasi Z Melalui Model Sosial Spiritual Berbasis Web di Rumah Sakit Wardhani, Utari Christya; Muharni, Sri; Haeruddin3, Haeruddin
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1194

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat sangat erat kaitannya dengan pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit. Fenomena turnover perawat Gen Z menjadi hal yang perlu diperhatikan karena akan menjadi penerus keperawatan di masa mendatang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model sosial spiritual berbasis web dalam meningkatkan resiliensi perawat generasi Z di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain mixed method dengan pendekatan eksplanatori sekuensial. Sampel dalam penelitian berjumlah 50 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara resiliensi perawat gen Z sebelum dan sesudah terpapar model sosial spiritual berbasis web di rumah sakit (α<0,05). Peneliti berharap agar penelitian ini dapat dijadikan sebagai landasan strategi untuk meningkatkan resiliensi perawat gen Z, agar peran perawat sebagai salah satu landasan yang dibutuhkan rumah sakit dalam proses penunjang pemberian pelayanan kesehatan terutama dalam hal perawatan pasien semakin meningkat.
Determinan Kepatuhan Peserta Mandiri dalam Membayar Iuran JKN Nursya, Febriyanti; Ulva, Fadillah
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1309

Abstract

BPJS Kesehatan Kantor Cabang Padang mencatat tunggakan iuran peserta program JKN mencapai 68,94 miliar per Mei 2024. Kecamatan X menjadi Kecamatan dengan jumlah tunggakan terbanyak yaitu sebesar 15,5 miliar per Mei 2024 dengan jumlah peserta menunggak  itu sebanyak 20.691 peserta. Rendahnya kepatuhan peserta dalam membayar iuran akan mengakibatkan defisit program JKN. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan kepatuhan  peserta mandiri dalam membayar iuran JKN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  dengan desain studi cross sectional dan populasi adalah semua peserta mandiri di Wilayah Kerja Puskesmas X Kota Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square dengan program komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 59% peserta tidak patuh membayar iuran JKN, 51,4% peserta memiliki pengetahuan yang tinggi tentang JKN, 84,8% peserta tidak memiliki riwayat penyakit katastropik, 50,5% peserta memiliki jumlah anggota keluarga yang kecil, 55,2% peserta memiliki pendapatan yang tinggi dan 52,4% peserta memiliki motivasi yang rendah terhadap kepatuhan pembayaran JKN. Terdapat hubungan yang antara tingkat pengetahuan (p = 0,001), riwayat penyakit katastropik (p = 0,001), jumlah anggota keluarga (p = 0,001), jumlah pendapatan (p = 0,001), motivasi (p = 0,001) dengan kepatuhan peserta mandiri membayar iuran JKN. Saran diharapkan kepada BPJS Kesehatan untuk pengoptimalan fungsi kader dalam upaya sosialisai, dan kepada Perangkat Pemerintah Lubuk Buaya disarankan melakukan pendataan kembali dengan mengutamakan masyarakat yang tidak mampu agar masuk ke dalam jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah.
Perilaku Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dengan Gejala Anemia pada Siswi SMP di Kecamatan Boyolali Khoirunnisa, Salma; Umaroh, Ayu Khoirotul
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1279

Abstract

Salah satu masalah nutrisi yang paling umum di dunia adalah anemia. Anemia diperkirakan mempengaruhi hampir sepertiga populasi dunia. Di Indonesia, prevalensi anemia relatif tinggi. Remaja dengan anemia mengalami keterlambatan perkembangan kognitif dan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku konsumsi tablet tambah darah dengan gejala anemia pada siswi SMP di kecamatan Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode cross-sectional dan metodologi analisis observasional. Siswa sekolah menengah pertama yang tinggal di wilayah layanan Puskesmas Boyolali 1 merupakan populasi penelitian. 245 gadis remaja membentuk sampel penelitian, yang dipilih menggunakan proportionate random sampling. Uji korelasi digunakan untuk menganalisis data. Terdapat korelasi antara konsumsi tablet tambah darah dan gejala anemia pada siswa SMP di wilayah kerja Puskesmas Boyolali 1, menurut hasil Uji Bivariat Momen Produk Pearson antara kedua variabel tersebut. Nilai p untuk pengujian ini adalah 0,045 (<0,05), yang berarti bahwa H0 ditolak. Mengingat bahwa koefisien korelasi adalah -0,128, itu termasuk dalam kelompok kekuatan hubungan yang lemah. Selain itu, ini menunjukkan bahwa arah korelasi adalah negatif. Diharapkan bahwa penggunaan tablet penambah darah akan mencegah dan menurunkan kejadian anemia pada remaja perempuan. Korelasi negatif menunjukkan bahwa remaja putri cenderung tidak mengalami gejala anemia semakin baik mereka berperilaku dengan mengonsumsi obat penambah darah.
Hubungan Spiritualitas dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung Kongestif Muliantino, Mulyanti Roberto; Afriyanti, Esi; Jihan, Elga
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1153

Abstract

Kualitas hidup pada pasien gagal jantung kongestif rentan mengalami penurunan karena keterbatasan dalam beraktivitas akibat perjalanan penyakit, kondisi psikologis, dan hubungan sosial dengan yang lain. Untuk mempertahankan kualitas hidup pasien gagal jantung kongestif tetap baik, diketahui bahwa spiritualitas menjadi salah satu cara untuk mempertahankan dan meningkatkan makna hidup yang dimiliki pasien. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan spiritualitas dengan kualitas hidup pasien gagal jantung kongestif. Penelitian ini merupakan studi korelasi dengan desain cross-sectional yang melibatkan 39 sampel pasien gagal jantung kongestif rawat jalan di poli klinik jantung RSUP Dr. M. Djamil Padang. Teknik sampling menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen menggunakan Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire dan Spiritual Well-being Scale. Analisis menggunakan uji korelasi Pearson, t independent dan ANOVA. Hasil penelitian menemukan adanya korelasi positif antara spiritualitas dengan kualitas hidup pasien gagal jantung kongestif dengan kekuatan korelasi sangat kuat (r=0,793, p<0,001). Spiritualitas memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup. Berbagai edukasi, kajian berkelompok dan terapi dapat dilakukan perawat sebagai upaya dalam memperkuat spiritualitas pasien gagal jantung kongestif.
Determinan Faktor yang Berhubungan dengan Produktivitas Kerja Bagian Produksi Yanti, Meyi; Alkafi, Alkafi; Yuliza, Wilda Tri
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1302

Abstract

Produktivitas kerja merupakan indikator utama untuk mengukur efisiensi tenaga kerja dalam suatu perusahaan. Berdasarkan laporan internal PT Abaisiat Raya tahun 2023, lebih dari 55% tenaga kerja bagian produksi tidak mencapai target produksi harian yang telah ditetapkan perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas kerja masih menjadi permasalahan yang signifikan di lingkungan kerja tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan produktivitas kerja pada bagian produksi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 156 orang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebanyak 59% karyawan mengalami produktivitas rendah, 60% mengalami beban kerja berat, dan 52% mengalami stres kerja tinggi. Beban kerja (p=0,000) dan stres kerja (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan produktivitas kerja. Oleh karena itu, perlu adanya strategi manajemen beban kerja dan manajemen stres yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas kerja.
Identifikasi Determinan Tingginya Stunting di Lelak Manggarai Trisnawati, Reineldis Elsidianastika; Manggul, Makrina Sedista; Centis, Maria Conchita Leyla
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1104

Abstract

Hingga saat ini, permasalahan stunting masih menjadi persoalan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Secara global, pada tahun 2020 terdapat sekitar 149 juta anak yang mengalami stunting, dengan prevalensi tertinggi terjadi di benua Asia menyumbang 55% dari total kasus. Berdasarkan data yang diperoleh dari Riskesdas 2018 diketahui prevalensi stunting secara nasional mencapai 30,8%, dari data tersebut Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan Provinsi yang memiliki prevalensi stunting tertinggi yaitu 42,6%. Prevalensi stunting di Lelak 38,1%. Tingginya prevalensi balita stunting di Kecamatan lelak Kabupaten Manggarai, menjadi salah satu yang melatarbelakangi bahwa penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisi faktor determinan yang menyebabkan tingginya masalah stunting di Kecamatan Lelak Kabupaten Manggarai. Penelitian ini termasuk dalam analitik observasional dengan desain case control study. Jumlah sampel penelitian sebanyak 58 balita yang terdiri kelompok kasus 29 balita dan kelompok control 29 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ibu dengan status gizi KEK saat hamil sebagian besar anaknya mengalami stunting (66,7%), balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sebagian besar mengalami stunting (67,9%), balita yang diberikan MP-ASI <6 bulan sebagian besar mengalami stunting (70,4%), status ekonomi rendah sebagian besar anaknya mengalami stunting (64,7%). Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square diketahui ada hubungan KEK (p=0,013), pemberian ASI (0,007), pemberian MP-ASI (0,003), pendapatan (0,006) dengan kejadian stunting.