cover
Contact Name
Yanuarti Petrika
Contact Email
polkesppnj@gmail.com
Phone
+6285282627240
Journal Mail Official
polkesppnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober Siantan Hulu, Pontianak Utara, Kalimantan Barat, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
ISSN : 26221691     EISSN : 26221705     DOI : https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2
Core Subject : Health, Education,
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) is a national scientific journal that contains research articles in the field of nutrition and health related to aspects of clinical nutrition and dietetics, community nutrition, Maternal and Child Nutrition, Food Service Management, Food Science and Technology, sports nutrition, molecular nutrition, nutritional biochemistry, and functional food.
Articles 155 Documents
Aktivitas Fisik Berhubungan dengan Status Gizi Lebih pada Siswa di Asrama Putri Saputro, Heru; Syagata, Anindhita Syahbi; Dewi, Agil Dhiemitra Aulia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1522

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh yang dihasilkan dari keseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizi. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan berat badan berlebih dan obesitas. Selain itu, asupan zat gizi juga perlu diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan energi dan gizi yang baik melalui konsumsi makanan di sekolah. Siswa SMA yang tinggal di asrama memerlukan perhatian terhadap asupan gizinya, yang dapat dipantau melalui penyelenggaraan makanan di asrama sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi lebih pada remaja putri di asrama. Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional, Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 58 siswa putri kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data aktivitas fisik menggunakan formulir aktivitas fisik dan dihitung dengan nilai Physical Activity Level (PAL). Data status gizi diukur dengan antropometri (tinggi dan berat badan) dan dihitung menggunakan IMT/U. Uji hubungan dilakukan dengan Fisher exact 3x3. Hasil penelitian responden memiliki kategori aktivitas ringan (65,5%), gizi normal (72,4%), gizi lebih (22,4%), dan obesitas (5,17%). Hasil uji bivariat menunjukan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi lebih remaja putri (p <0,05)
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Darah Tinggi Pada Usia 25 – 60 Tahun Al Ashari, Muhammad Rasyid; Muhdar, Izna Nurdianty
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1279

Abstract

Tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan tekanan darah yang melebihi batas normal, yaitu sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg, dijuluki sebagai pembunuh diam – diam (silent killer) karena tidak memberikan gejala yang khas, tetapi bisa meningkatkan terjadinya stroke, penyakit jantung, ginjal kronik, kebutaan dan mengancam jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisi hubungan aktivitas fisik, status gizi, asupan zat gizi makro dan natrium dengan tekanan darah tinggi pada usia 25 – 60 tahun di Kampung Tenjojaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Kampungin studi cross-sectional dan menggunakan teknik Purposive Sampling. Data aktivitas fisik diperoleh dari wawancara IPAQ-SF, status gizi dari pengukuran antropometri, asupan zat gizi makro dan natrium melalui wawancara SQ-FFQ dengan sampel penelitian yaitu 66 orang usia 25 – 60 Tahun Di Kampung Tenjojaya. Proporsi yang mengalami kejadian tekanan darah tinggi sebesar 66.7%. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat (p value = 1,000) dan asupan natrium (p value = 0,600) dengan tekanan darah tinggi pada usia 25 – 60 tahun di Kampung Tenjojaya. Terdapat pula hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik (p value = 0,025), obesitas (p value = 0,030), asupan energi (p value = 0,042), asupan protein (p value = 0,028), dan asupan lemak (p value = 0,047) dengan tekanan darah tinggi pada usia 25 – 60 tahun di Kampung Tenjojaya.
Hubungan Antara Body Image dengan Perilaku Membaca Label Informasi Gizi pada Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta Sefrina, Nadila; Mustikaningrung, Fitriana
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1479

Abstract

Body image adalah evaluasi pada ukurantubuh, berat tubuh, dan kepercayaan diri yang mengarah pada penampilan fisik seseorang. Perempuan cenderung memiliki pandangannegatif terhadap body image dan memperhatikan berat badan merekadibandingkan laki-laki. Kepedulian pada body image jadi alasan mahasiswa untukmenentukan makanan dan membaca label informasi nilai gizi yang tertera pada kemasanmakanan. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi korelasi antara citra tubuhdengan kebiasaan membaca label informasigizi pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini menggunakan desaincross sectional. Sampel yang digunakansebanyak 70 responden dari mahasiswa prodiKesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta yang diambilmenggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh menggunakan body shape questionnaire yang kemudian dianalisisdengan uji chi square. Hasil studimenunjukkan bahwa mahasiswa memilikipersepsi positif terhadap body image dan patuhdalam membaca label informasi gizi pada makanan yang mereka konsumsi, serta terdapatkorelasi signifikan antara body image denganperilaku membaca label informasi gizi pada mahasiwa jurusan kesehatan masyarakatUniversitas Muhammadiyah Surakarta, denganp-value sebesar 0,02. Mahasiswa sebaiknyamulai membiasakan membaca label informasinilai gizi untuk meningkatkan kesehatan secarakeseluruhan. Sehingga dengan peningkatankesehatan baik secara mental maupun fisik, mahasiswa dapat memiliki body image yang positif. 
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Natalia, Christia Ardhila; Syahab Assegg, Syarifah Nurul Yanti Rizki; Nurmainah, Nurmainah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1365

Abstract

Masalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi perhatian dunia. Salah satu penyebab berat badan lahir rendah adalah kekurangan zat besi selama kehamilan. Data Riskesdas dan pencatatan rutin program gizi dan KIA bahwa cakupan ibu hamil yang mendapat 90 tablet zat besi masih belum mencapai target. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan penggunaan tablet tambah darah pada ibu hamil dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Puskesmas Kampung Dalam. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Data diambil dengan menggunakan rekam medis ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam. Hasil penelitian diperoleh jumlah sampel yaitu 72 ibu hamil. Pada ibu hamil yang mengkonsumsi TTD sesuai anjuran terdapat 13,9% melahirkan bayi BBLR dan ibu hamil yang mengkonsumsi TTD kurang dari anjuran terdapat 39,9% melahirkan bayi BBLR. Hasil analisis diperoleh nilai p = 0,032 (p < 0,05) dengan risiko relatif sebesar 2,8. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada ibu hamil dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur Tahun 2022
Hubungan Asupan Gizi dari Makanan Cepat Saji, Aktivitas Fisik dan Tingkat Stres dengan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja Hasnah, Nurul Hayatul
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1157

Abstract

Overnutrition status is an accumulation of excess fat that accumulates in the body, causing various health problems such as non-communicable diseases. Adolescents who experience excess nutrition have a 70% risk of experiencing overweight or obesity as adults. This study aims to determine the relationship between intake of nutrients from fast food, physical activity and stress levels with the incidence of overweight in adolescents at SMK Muhammadiyah 9 Jakarta in 2022. This study used an observational analytic study design and a cross sectional approach. This research was conducted on 96 adolescents in class X and XI at SMK Muhammadiyah 9 Jakarta. Data on fast food nutrient intake was obtained by filling out the SQ-FFQ form through interviews, physical activity data was obtained by filling out the PAQ-A questionnaire independently, and stress level data was obtained by filling out the DASS-14 questionnaire independently, and data on excess nutrition was obtained through Anthropometric measurements are then interpreted into a BMI/U z – score. Total respondents in this study were 96 people. The proportion of adolescents who experienced excess nutrition was 68.8%. Based on the results of data analysis, the results showed that there was a significant relationship between the type of fast food (p value = 0.000), the frequency of fast food (p value = 0.000), the amount of fast food nutrients, energy and fat (p value = 0.000), physical activity (p value = 0.000) and stress levels (p value = 0.000) with the incidence of overweight in adolescents at SMK Muhammadiyah 9 Jakarta.Keywords: Nutrient Intake, Fast Food, Physical Activity, Stress Level, Over nutrition
Analisis Daya Terima dan Proksimat Mie Instan Tepung Tulang Ikan Tenggiri (Scomberomorus Lineeolatus) dengan Penambahan Labu Kuning (Cucurbita Moschata) syahwa, dinda putri; Nopriantini, Nopriantini; Agusanty, Shelly Festilia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1529

Abstract

Mie merupakan salah satu jenis makanan yang berbahan dasar tepung terigu dan telah dikenal berbagai kalangan masyarakat. Mie instan sangat diminati oleh masyarakat, Untuk meningkatkan nilai gizi pada mie instan maka diperlukannya bahan alternatif dalam pengolahan mie seperti tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning. Tujuan penelitian: mengetahui daya terima mie terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur mie instan tepung tulang ikan tenggiri dengan penambahan labu kuning dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian: penelitian ini mengunakan desain penelitian eksperimen yaitu pembuatan mie instan tepun tulang ikan untuk mengetahui daya terima panelis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian: dari hasil uji organoleptik menyatakan ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur mie instan. produk mie instan yang paling diterima baik dari warna, aroma, rasa dan tekstur terdapat pada perlakuan F1 (5 : 15) dengan hasil uji proksimat kadar protein (9,65%), kadar lemak (21,13%), karbohidrat (57,05%), kadar air (6,71%), kadar abu (3,38%), kalsium (6,45%). Kesimpulan: formulasi mie yang paling diterima adalah F1, ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur pada mie instan.
Bubur Instan Ampas Tahu Dan Penambahan Kacang Merah Untuk Pencegahan Stunting Violeta, Vernanda Estu; Lusiana, Sanya Anda; Ngardita, I Rai; Raya, Maxianus K
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1340

Abstract

Tingginya angka stunting yang ada di Indonesia merupakan salah satu permasalahan gizi ganda atau dikenal dengan sebutan double burden. Stunting memiliki hubungan dengan zat gizi berupa protein. Dalam 100 gram, ampas tahu memiliki kandungan protein 10,80% Tujuan Mengetahui pemanfaatan ampas tahu dengan panambahan kecambah kacang merah sebagai bubur instan untuk pencegahan stunting. Penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian One-Shot Case Study. Hasil penelitian menunjukan F1 sebagai formulasi terpilih yang paling banyak disukai panelis pada rasa dan tekstur. Hasil Analisis Kandungan protein 14,5 gr , lemak 15,2 gr , serat 10,7 gr , karbohidrat 51,3gr , kadar air 5,6 gr , kadar abu 2,1 gr. Hasil daya terima menggunakan Comstock  50% Balita menghabiskan 50% bubur instan. Hasil analisis daya simpan bubur instan bertahan di suhu ruang selama 40 hari. Berdasarkan hasil penelitian, analisis kandungan zat gizi bubur instan ampas tahu dengan penambahan kecambah kacang merah sudah memenuhi syarat MP-ASI bubur instan (SNI 01-7111.4- 2005), tergoloh aman di konsumsi oleh Balita.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNEE HEIGHT, ULNA LENGTH, AND ARM SPAN WITH BODY HEIGHT AS AN APPLICATION OF NUTRITIONAL STATUS ASSESSMENT IN CEREBRAL PALSY CHILDREN Nur Lathifah Mardiyati; Norma Diena Amalia; Niken Asih Pangastuti
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1451

Abstract

In children with Cerebral Palsy (CP), measuring height (H) will be difficult to do in an optimal position. When measuring height in a standing position cannot be done, segmental measurements can be used, one of which is measuring knee height (KH), arm span (AS) and ulna length (UL). Based on this study, the proposer wants to research the relationship between knee height, ulna length and arm span with actual body height in healthy children so that it can then be applied to children with CP in Indonesia. This research uses an observational method with a cross-sectional design. The research subjects were 32 healthy children aged 6-12 years. The inclusion criteria are that the child has good nutritional status and is not sick. This research will use primary data which includes data on date of birth, age, gender, height, body length, knee height, ulna length and arm span. The tools used include respondents' personal data questionnaires, stadiometers, tape measure and calipers. Statistical analysis used the Shapiro-Wilk normality test. For the difference test with one-way ANOVA, it is said to be significant if p<0.05. After testing the differences between each H estimation formula from KH, AS and UL measurements and the actual H measurement results, it was discovered that these three H estimation formulas were significantly different from the actual H measurement results (p<0.000). Further research is needed to find an estimation formula that is more suitable for a larger number of subjects and considers other factors such as race, age, gender and body weight. Preparing measurement guidelines and designing special tools to measure height and/or other anthropometry in children with CP also needs to be carried out.
Efektivitas Program Sehati Terhadap Perbaikan Status Gizi Balita Program Csr PT Pertamina Patra Niaga IT Makassar Ula Saswini, Andi Ade; Pramudikta, Sandya; Muh, Dwi Jarwanto; Haris, Haris
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1552

Abstract

Gizi kurang merupakan gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidak seimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Upaya yang dilakukan agar kebutuhan balita gizi kurang tercukupi diwilayah ring 1 PT Pertamina Patra Niaga IT Makassar yaitu dengan melaksanakan program SEHATI, pada program ini dilakukan pemberian paket intervensi  pemulihan dan edukasi kepada orang tua balita terkait kesehatan dan gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah program SEHATI PT Pertamina Patra Niaga efektif terhadap perubahan status gizi  balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimen dengan desain penelitian one group pre dan post-test design. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah kerja puskesmas Tabaringan ditiga kelurahan yakni di Kelurahan Gusung, Kelurahan Tamalabba, dan Kelurahan Ujung Tanah yang juga merupakan wilayah ring 1 PT Pertamina Patra Niaga IT Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang bermasalah gizi di wilayah kerja Puskesmas Tabaringan sebanyak 21 orang, Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh Program SEHATI PT Pertamina Patra Niaga IT Makassar terhadap perubahan status gizi balita yang berarti bahwa program SEHATI PT Pertamina Patra Niaga IT Makassar efektif terhadap perbaikan status gizi balita.
Analisis Kadar Protein, Kadar Zat Besi dan Sifat Organoleptik pada Mi Kering dengan Substitusi Kacang Tolo (Vigna unguiculata) Agustin, Hanifa Ira
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1249

Abstract

Mi kering berasal dari tepung terigu yang bukan tanaman asli Indonesia. Penambahan bahan lain dapat menggantikan tepung terigu dan memperkaya kandungan gizinya. Salah satunya adalah kacang tolo (Vigna unguiculata) yang memiliki kandungan tinggi protein dan zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar protein, kadar zat besi dan sifat organoleptik pada mi kering yang disubstitusi dengan tepung kacang tolo. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan teknik Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 2 kali ulangan. Perbandingan tepung terigu dan tepung kacang tolo yaitu 100%:0%; 89%:11%; 86,25%:13,75%; 83,5%:16,5%. Metode analisis uji kadar protein dan kadar zat besi menggunakan analisis deskriptif, sedangkan sifat organoleptik menggunakan uji Kruskall Wallis dengan α=0,05 dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Kadar protein mi kering dengan penambahan kacang tolo (Vigna ungiculata) pada tiap formulasi yaitu F0 sebesar 11,77%, F1 sebesar 12,52%, F2 sebesar 12,68%, dan F3 sebesar 12,54%. Kadar zat besi mi kering dengan penambahan kacang tolo pada tiap formulasi yaitu F0 sebesar 3,025 mg/100gr, F1 sebesar 2,55 mg/100gr, F2 sebesar 2,75 mg/100gr, dan F3 sebesar 2,78 mg/100gr. Terdapat perbedaan sifat organoleptik indikator rasa (p=0,006) dan warna (p=0,001). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada penambahan kacang tolo terhadap sifat organoleptik indikator aroma (p=0,654) dan tekstur (p=0,399).