cover
Contact Name
Yanuarti Petrika
Contact Email
polkesppnj@gmail.com
Phone
+6285282627240
Journal Mail Official
polkesppnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober Siantan Hulu, Pontianak Utara, Kalimantan Barat, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
ISSN : 26221691     EISSN : 26221705     DOI : https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2
Core Subject : Health, Education,
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) is a national scientific journal that contains research articles in the field of nutrition and health related to aspects of clinical nutrition and dietetics, community nutrition, Maternal and Child Nutrition, Food Service Management, Food Science and Technology, sports nutrition, molecular nutrition, nutritional biochemistry, and functional food.
Articles 155 Documents
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dengan Balita Terkait MP-ASI Astuti, Puji; Yanti, Syarifah Nurul; Zakiah, Mistika; Rahmayanti, Sari
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1243

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang masih menjadi perhatian khusus di Indonesia. Stunting dapat memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. Ibu sebagai penyedia makan dalam keluarga berperan penting dalam kecukupan gizi anak. Pengetahuan ibu yang baik dapat membuat perubahan perilaku sehingga mencegah stunting pada anak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang pencegahan stunting setelah diberikan penyuluhan. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang terdiri dari pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan responden berupa pilihan ganda. Sampel berjumlah 59 responden. Mayoritas ibu berusia 17-25 tahun dengan Pendidikan SMP dan sebagai ibu rumah tangga. Tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan “baik” sebanyak 28.81%, “cukup” sebanyak 67.8%, dan “kurang” 3.39%. Sedangkan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 72.88% untuk “baik”, 23.73 untuk “cukup” dan 3.39% untuk kurang. Uji statistik menunjukkan perbedaan pengetahuan bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan (p< 0.00). Kesimpulan: Penyuluhan terbukti meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting secara signifikan pada ibu dengan balita di Desa Sungai Batu Kabupaten Mempawaah, Kalimantan Barat.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen di Warung Seblak Mamang Ndut Malang Setyaningrum, Yahmi Ira; Choirunisa, Ratnani; Nirbaya, Arindra
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.908

Abstract

Kepuasan konsumen penting untuk menumbuhkan loyalitas konsumen. Oleh karena itu dilakukan analisis terhadap faktor yang berpengaruh. Tujuan penelitian untuk menganalisa pengaruh faktor perilaku konsumen, penampilan makanan, cita rasa, harga makanan, kualitas pelayanan, dan lokasi terhadap kepuasan konsumen. Desain penelitian cross sectional, dengan sampel sebanyak 119 konsumen. Kriteria inklusi sampel yaitu usia 17-50 tahun, membeli hidangan dan dimakan di tempat serta dalam keadaan sehat. Instrument pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil uji statistik dengan Gamma d’Somers adalah semua variabel yang diteliti berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Nilai koefisien korelasi (r) perilaku konsumen (0,365), penampilan makanan (0,580), cita rasa (0,605), harga makanan (0,472), kualitas pelayanan (0,619) dan lokasi (0,527). Dari hasil tersebut faktor yang memiliki pengaruh dominan adalah variabel kualitas pelayanan, dimana nilai (r) 0,619 (hubungan kuat) dan variabel cita rasa dengan nilai (r) 0,605 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor yang dominan yang mempengruhi kepuasan konsumen pada variabel kualitas pelayanan dan cita rasa.
Perbedaan Perilaku Membaca Label Informasi NIlai Gizi berdasarkan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Kurniawati, Lintang; Mustikaningrum, Fitriana; Kurnia, Pramudya; Mardiyati, Nur Lathifah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1354

Abstract

Status gizi dapat dipengaruhi oleh pola makan dan pola makan dipengaruhi oleh perilaku membaca label informasi nilai gizi. Perempuan lebih memperhatikan pola makan sehat atau menjalani diet dibanding laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan perilaku membaca label informasi nilai gizi berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dengan cara random sampling didapat jumlah sampel sebanyak 64 perempuan dan 46 laki-laki. Data perilaku membaca label informasi nilai gizi diperoleh dari kuesioner yang berisi 27 pertanyaan dengan skala likert yang mencakup skor 1 hingga 4 (tidak pernah, jarang, sering, dan selalu. Analisis data menggunakan uji mann whitney dengan hasil nilai p sebesar 0,00. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa ada perbedaan perilaku membaca label informasi nilai gizi berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian selanjutnya perlu diteliti lebih luas terkait variabel lain yang berkaitan dengan perilaku membaca label informasi nilai gizi.
Pengaruh Jus Jambu Biji Merah (Psidium guajava Linn) Terhadap Kadar Glukosa Darah Milviniva, Lia Risiska; Widhi, Anisa Sekar
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1202

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah jenis yang paling banyak terjadi dan selalu meningkat setiap tahunnya. Penatalaksanaan secara non farmakologi dapat memperbaiki kualitas hidup dan mengurangi risiko komplikasi salah satunya dengan jus jambu biji merah. Pada 100 gram jambu biji merah terkandung 87 mg vitamin C, 80,38 mg flavonoid, dan 5,2 gram serat. Kandungan antioksidan tersebut dapat menangkal radikal bebas, anti-diabetes dan anti-inflamasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar glukosa darah puasa pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kartasura dengan rancangan penelitian one group pretest postest design terhadap 15 sampel. Jenis glukosa darah yang diuji adalah glukosa darah puasa 10 jam dengan metode GOP-PAP. Intervensi diberikan jus jambu biji merah sebanyak 300 mL/hari selama 12 hari. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Rata-rata nilai glukosa darah puasa pretest 178,67 mg/dL dan postest 168 mg/dL. Hasil uji statistik terdapat pengaruh pemberian jus jambu biji merah terhadap kadar glukosa darah puasa dengan nilai P= 0,030 (<0,05). Disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat mengendalikan faktor lain yang dapat meningkatkan  resiko diabates melitus.Type 2 diabetes mellitus is the most common type and always increases every year. Non-pharmacological management can improve quality of life and reduce the risk of complications, one of which is with red guava juice. In 100 grams of red guava contained 87 mg of vitamin C, 80.38 mg of flavonoids, and 5.2 grams of fiber. The content of these antioxidants can ward off free radicals, anti-diabetic and anti-inflammatory. The purpose of the study was to determine the effect of giving red guava juice on fasting blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. The study was conducted in the working area of the Kartasura Health Center with a research design of one group pretest postest design on 15 samples. The type of blood glucose tested was 10-hour fasting blood glucose by the GOP-PAP method. The intervention was given red guava juice as much as 300 mL/day for 12 days. Statistical analysis using the Wilcoxon test. The average fasting blood glucose value of pretest 178.67 mg/dL and postest 168 mg/dL. The results of statistical tests showed the effect of giving red guava juice on fasting blood glucose levels with a value of P = 0.030 (<0.05). It is recommended that researchers can further control other factors that can increase the risk of diabetes mellitus.
Hubungan Body Image dan Kebiasaan Makan dengan Status Gizi Lebih pada Remaja Putri di SMA Negeri 11 Yogyakarta Shalita, Alika Widya; Noviani, Nor Eka; Hariawan, Muhammad Hafizh
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1619

Abstract

Salah satu masalah gizi yang banyak dialami remaja adalah status gizi lebih, baik kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas. Status gizi lebih dapat diakibatkan oleh faktor jenis kelamin, pengetahuan gizi, aktivitas fisik yang rendah, kebiasaan dan pola makan yang tidak baik, dan stres psikososial. Masalah gizi lebih pada remaja dapat mempengaruhi body image remaja atau puas tidaknya remaja terhadap bentuk tubuhnya. Body image sendiri juga dapat mengubah kebiasaan makan remaja, baik itu membatasi atau meningkatkan asupan makannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara body image dan kebiasaan makan dengan status gizi lebih pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah remaja putri usia 16-17 tahun yang duduk di kelas XI di SMA Negeri 11 Yogyakarta. Besar sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 82 responden dengan teknik purposive sampling. Data body image diambil dengan kuesioner Body Shape Questionnarie (BSQ), data kebiasaan makan diambil dengan kuesioner Adolescent Food Habits Checklist (AFHC), dan data status gizi remaja diambil dengan menggunakan indeks massa tubuh menurut usia (IMT/U). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat yang digunakan untuk mengetahui karakteristik variabel. Hasil uji hubungan pada variabel body image dan status gizi lebih dengan Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan  dengan nilai p = 0,002 (<α = 0,05). Sedangkan, hasil uji hubungan pada variabel kebiasaan makan dan status gizi lebih dengan Spearman’s Correlation Rank menunjukkan adanya hubungan yang searah dengan nilai p = 0,0062. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa semakin baik kebiasaan makan seseorang, maka akan mengarah pada status gizi yang normal.
Analisis Kepuasan Citra Tubuh dengan Pemilihan Makanan pada Remaja Mahfida, Silvi Lailatul; Nurmaulina, Siti
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1635

Abstract

Perubahan pada fase remaja mulai menilai diri, dan mengubah citra diri, yang dapat mengarah pada penilaian yang positif dan negatif. Persepsi yang negatif ini dapat mempengaruhi perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan citra tubuh dengan pemilihan makanan pada remaja. Penelitian ini berupa observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 3 Kabupaten Tangerang yang berusia 15-17 tahun, sebanyak 114 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive Sampling. Data citra tubuh dikaji menggunakan Kuesioner Multidimensional Body Self Relation Questionnaire Appearance Scales (MBSRQ-AS), dan data pemilihan makan menggunakan Food Choice Quesioner (FCQ), secara online. Korelasi kedua variabel dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Sebanyak 85 orang ( 74,6%) memiliki citra tubuh normal, 19 orang (16,7%) dengan citra tubuh positif, dan sebanyak 10 orang (8,8%) memiliki citra tubuh negatif. Terdapat hubungan citra tubuh dengan pemilihan makanan pada dimensi bahan alami (p=0,037; r=0,196), dimensi kesehatan (p=0,012; r=0,235) dan dimensi control berat badan (p=0,033; r=0,200). Dapat disimpulkan bahwa remaja dengan pemilihan makan yang bersifat alami, bermanfaat untuk kesehatan, serta dapat mengontrol berat badan berpotensi sebagai penentu perkembangan citra tubuh. Edukasi gizi bagi remaja sebaiknya diarahkan untuk dengan pendekatan citra tubuh untuk membentuk perilaku makan yang baik.
Pemberian Susu Kambing Prebiotik terhadap Kadar Hb pada Anak Stunting Sungkawa, Hendra Budi; sopiyandi, sopiyandi; Jaladri, Iman; R Purba, Jonni Syah; Festilia, Shelly; Suaebah, Suaebah; Mulyanita, Mulyanita
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1320

Abstract

Kalimantan Barat adalah provinsi di Indonesia yang memiliki masalah prevalensi stunting yang tinggi dibandingkan dengan prevalensi stunting nasional yaitu sebesar 29,8%. Kabupaten di Kalimantan Barat yang memiliki prevalensi kasus stunting yang tinggi pada tahun 2021 yaitu terdapat di Kabupaten Melawi sebesar 37,2% dan di Kabupaten Sintang sebesar 38,2%. Asupan protein menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Asupan protein dapat diperoleh dari konsumsi susu setiap hari sebagai alternatif. Konsumsi jenis susu yang berasal dari hewani dapat diperoleh dari susu sapi dan susu kambing. Susu kambing lebih tidak menyebabkan alergi dan mudah dicerna dibandingkan dengan susu sapi. Susu kambing dengan penambahan probiotik pada kasus stunting dapat meningkatkan sintesis dan penyerapan mikronutrien, memediasi inflamasi, dan menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, memengaruhi nafsu makan, dan meningkatkan penyerapan mineral. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cohort study dimana penelitian akan dilakukan dengan membandingkan antara dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok control dengan rasio 1:1.  Tujuan untuk memantau perbedaan pertumbuhan anak stunting dengan asupan susu kambing dan susu kambing fortivikasi (susu kambing probiotik) di Kabupaten Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, yang akan dilaksanakan selama 90 hari dengan melakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan kadar tiroid, dan kadar seng serta standar antropometri.
Hubungan Asupan (Protein, Lemak, Zat Besi, Kalsium) dan Tingkat Stress dengan Siklus Menstruasi Remaja Putri Utami, Yuliani Tri; Vidyarini, Andra
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i2.1467

Abstract

Menstruation is the discharge of blood from the uterus that occurs at a certain time. The menstrual cycle is very important in the female reproductive system because it influences circuit changes, however, many women experience menstrual cycle disorders which can have an impact on health. The research aims to analyze the relationship between intake (protein, fat, iron, calcium) and stress levels with the menstrual cycle of adolescent girls at SMA PGRI 1 Bekasi City. The method used is quantitative research with a cross-sectional design. This research involved 101 respondents using Purposive Sampling technique. Protein, fat, iron and calcium intake was obtained using the 2 x 24 hour recall method. The questionnaires and interviews used were the menstrual cycle and the DASS (Depression Anxiety Stress Scale) stress level. Analysis was carried out using the Chi-Square statistical test. Based on the research results, it can be seen that the majority of respondents have normal menstrual cycles, normal macro intake (protein, fat), low micro intake (iron, calcium) and moderate stress levels. The results of bivariate analysis showed that there was no relationship between intake (protein, fat, iron, calcium) and stress levels with the menstrual cycle (p>0.05). Conclusion There is no relationship between intake (protein, fat, iron, calcium) and stress levels with the menstrual cycle of adolescent girls at SMA PGRI 1 Bekasi City.
Uji Intensitas Warna, pH dan Kesukaan Minuman Fungsional Teh Bunga Telang Kurma Anwar, Khoirul; Khoirunnisaa, Tasya
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1356

Abstract

Minuman fungsional merupakan minuman yang mengandung unsur-unsur zat gizi atau non zat gizi dan dapat memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan tubuh. Polifenol merupakan salah satu komponen minuman fungsional yang memiliki fungsi fisiologis bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar polifenol pada produk minuman teh bunga telang kurma. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor dan lima taraf tiga kali ulangan. Faktor perlakuannya yaitu perbandingan teh bunga telang dan sari kurma 70:30, 60:40, 50:50, 40:60, dan 30:70 (v/v).   Bahan yang digunakan untuk pembuatan produk yaitu bunga telang, kurma dan air. Pengujian yang dilakukan pada produk teh bunga telang kurma yaitu uji intensitas warna, uji pH, uji total polifenol dan analisis sensori. Penelitian menggunakan uji statistik ANOVA dengan signifikansi ρ=0,05. Hasil uji kadar polifenol menunjukkan bahwa formulasi teh bunga telang kurma dengan perbandingan 40:60 memiliki kadar polifenol paling tinggi dengan nilai 375,7 mg/kg. Formulasi minuman fungsional teh bunga telang kurma dengan perbandingan 70:30 merupakan formula terbaik dengan nilai L* 5,178, nilai a* -1,688, nilai b* 1,185, nilai pH 7,47, kadar polifenol 203,7 mg/kg, berwarna hijau kebiruan pekat, beraroma telang kuat, dan rasa yang sedikit manis.
Gambaran Pengetahuan Hipertensi dan Kepatuhan Diet pada Penderita Hipertensi Rawat Jalan RSUD dr Rubini Mempawah Devanti, Tania Putri; Ginting, Martinus; Desi, Desi; Dahliansyah, Dahliansyah; Hariyadi, Didik; Puspita, Widyana Lakshmi
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1057

Abstract

Hipertensi  merupakan penyakit yang tidak dapat dianggap remeh, dan sering dijuluki sebagai penyakit silent disseas karena tanda dan gejala yang tidak terlihat dari penderitanya. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Pengetahuan tentang hipertensi memiliki pengaruh sangat penting. Prevalensi orang yang memiliki pengetahuan baik mengenai hipertensi mempunyai peluang 45 kali melaksanakan diet dan terhindar dari penyakit hipertensi. Beberapa faktor-faktor resiko yang dapat mempengaruhi hipertensi adalah pengetahuan, usia, genetic/keturunan, jenis kelamin, tingkat pendidikan, obesitas, asupan makan dan pola makan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan hipertensi dan kepatuhan diet pada penderita hipertensi rawat jalan di RSUD dr Rubini Mempawah.Jenis penelitian ini menggunakan observasional dengan metode survey melalui pendekatan cross sectional untuk mempelajari gambaran antara pengetahuan hipertensi dan kepatuhan diet di RSUD dr Rubini Mempawah.Penderita hipertensi rawat jalan di RSUD dr Rubini Mempawah memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 18 orang (64,3%) dan kepatuhan diet yang tidak patuh sebanyak 18 orang (64,3%).                Disarankan agar peningkatan pengetahuan responden difokuskan pada penyebab hipertensi dan makanan yang harus dihindariKata Kunci : Hipertensi, Pengetahuan, Kepatuhan Diet

Page 11 of 16 | Total Record : 155