cover
Contact Name
Yanuarti Petrika
Contact Email
polkesppnj@gmail.com
Phone
+6285282627240
Journal Mail Official
polkesppnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober Siantan Hulu, Pontianak Utara, Kalimantan Barat, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
ISSN : 26221691     EISSN : 26221705     DOI : https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2
Core Subject : Health, Education,
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) is a national scientific journal that contains research articles in the field of nutrition and health related to aspects of clinical nutrition and dietetics, community nutrition, Maternal and Child Nutrition, Food Service Management, Food Science and Technology, sports nutrition, molecular nutrition, nutritional biochemistry, and functional food.
Articles 155 Documents
Analisis Ketahanan Pangan Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2020 – 2024 Handini, Karina Dwi; Ratmawati, Ratmawati; emilia, emilia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i1.1769

Abstract

Food security develops with the concept of ensuring that every individual and at all times can access food as the staple food needed both physically and economically. Food and nutritional security is the fourth pillar in the strategy to accelerate stunting prevention. The 2020 Food Security Index (FSI) of Provinsi Kepulauan Bangka Belitung is in the resilient category with an index of 71.21. In 2021 it has increased to 73.22 (resistant category). From 2022 to 2024 there will be a decrease respectively to 71.71, 71.14 and 70.21. This research aims to analyze the food security situation in Provinsi Kepulauan Bangka Belitung from 2020 to 2023 which includes aspects of food availability, accessibility and utilization. This research is a literature study using secondary data. The food security situation in Provinsi Kepulauan Bangka Belitung is seen based on the aspects of food availability, food acessibility and food utilization. The food availability aspect is at very vulnerable status. The food accessibility aspect is at very food secure status. The food utilization aspect is at a stable status with indicators that are still not optimal, namely the average length of schooling for women of more than 15 years and the prevalence of stunting.
Analisis Formulasi Enteral Bubuk Berbasis Tepung Tempe Dan Tepung Wortel Sebagai Inovasi Untuk Pasien Stroke Nur'faizah, Hana; Reski, Sepsina; Widajati, Endang
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i1.1798

Abstract

Stroke is the leading cause of death and disability worldwide. One important nutritional intervention is the provision of enteral formulas, which can be made from local food ingredients such as tempeh and carrots. This study aims to evaluate the organoleptic aspects, nutritional content, and viscosity of enteral powder formulas based on tempeh flour and carrot flour. The method used is an experiment with three treatments: F1 (22:7), F2 (17:12), and F3 (19:10). The statistical analysis applied includes One Way ANOVA for energy, fat, and carbohydrate variables, as well as the Kruskal-Wallis test for protein variables and organoleptic tests. The results show significant differences in organoleptic tests (aroma: p=0.000; taste: p=0.000), viscosity (flowability: p=0.006), and nutritional content (energy: p=0.007; carbohydrates: p=0.029) with p < 0.05. However, there were no significant differences in organoleptic tests (color: p=0.847; texture: p=0.174) and protein (p=0.102) with p > 0.05. The formulation with the best organoleptic test is found in F2, while the formula with the highest energy density is found in F3
Paritas Berhubungan dengan Riwayat Pemberian ASI eksklusif pada Balita Stunting Purwanti, Rachma; Tantri, Ignas Fawwaz; Widyastuti, Nurmasari; Probosari, Enny
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i1.1799

Abstract

Stunting adalah permasalahan gizi yang persentase angka kejadiannya masih tergolong tinggi. ASI eksklusif berkontribusi memenuhi kebutuhan asupan gizi bayi, yang berefek pada tumbuh kembang serta imunitas tubuh bayi. Balita yang mengalami stunting cenderung tidak menerima ASI eksklusif. Faktor yang mempengaruhi terlaksanya pemberian ASI eksklusif adalah paritas dan jenis persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan jenis persalinan dengan riwayat pemberian ASI eksklusif pada balita stunting. Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah 50 ibu dengan balita stunting di wilayah Kota Semarang. Data yang diambil berupa riwayat pemberian ASI Eksklusif, paritas, jenis persalinan, usia ibu, pekerjaan, dan pendidikan. Analisis dilakukan dengan uji fisher exact untuk mengetahui hubungan antar variabel. Sejumlah 13 ibu (26,0%) tidak memberikan ASI eksklusif, 34 ibu (68,0%) seorang multipara, 20 ibu (40,0%) melahirkan secara caesar, 16 ibu (32,0%) usia berisiko, 36 ibu (72,0%) tidak bekerja, dan 14 ibu (28,0%) berpendidikan rendah. Terdapat hubungan paritas dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,002), sedangkan jenis persalinan, usia, pendidikan, dan pekerjaan tidak berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dan riwayat pemberian ASI eksklusif pada balita. Tidak ada hubungan antara jenis persalinan normal dan persalinan caesar dengan pemberian ASI eksklusif pada balita.
Identifikasi Kandungan Zat Besi Produk Es Krim Berbahan Buah Bit Sebagai Pencegahan Anemia Azizy, Sylfira Qothrunnada; Putri, Nasva Fadila Eltari; Fadhila, Yusyrifa; Authar, Nada Nailul; Azami, Darasyifa; Kisnawaty, Sudrajah Warajati
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i1.1687

Abstract

Buah bit merupakan salah satu buah yang mengandung zat besi yang cukup tinggi dibandingkan buah naga atau melon. Penambahan buah bit pada es krim merupakan salah satu alternatif pangan fungsional untuk meningkatkan kadar zat besi yang dapat berperan dalam mencegah anemia. Anemia adalah kondisi yang ditandai oleh jumlah sel darah merah kadar hemoglobin yang lebih rendah dari kadar normal dalam darah. Pada remaja putri dikatakan anemia apabila kadar hemoglobin <12 g/dl. Metode: Penelitian ini adalah true experiment dengan Rancangan Acak Lengkap dengan pengulangan dua kali. Terdapat empat variasi penambahan buah bit pada es krim buah bit yaitu 0%, 15%, 30%, dan 45%. Kadar zat besi dianalisis menggunakan One Way Anova dilanjutkan uji LSD sebagai post Hoc Test. Hasil Penelitian: Kadar zat besi rata – rata pada es krim buah bit variasi 0% yaitu 1,127 mg; 15% yaitu 1,867 mg; 30% yaitu 2,532 mg; dan 45% yaitu 3,219 mg. Variasi penambahan buah bit memiliki perbedaan yang jelas terhadap kadar zat besi (p-value = 0,000). Ada pengaruh variasi penambahan buah bit terhadap kadar zat besi pada es krim buah bit.
Hubungan Asupan Purin dan Lingkar Pinggang dengan Kadar Asam Urat Pada Pralansia dan Lansia di Puskesmas Gamping Ii Sleman Widodo, Monicha Wenny Pertiwi; Fayasari, Adhila
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i1.1654

Abstract

Background: Hyperuricemia is still a problem in the elderly in Yogyakarta, ranking 23rd out of 34 provinces. The causes are high purine foods, obesity, alcohol, physical activity, gender, and genetics. So it is necessary to conduct research on purine intake and waist circumference with uric acid levels in the elderly and elderly. Objectives: To analyze the relationship between waist circumference and purine intake with uric acid levels in the elderly and the elderly in the working area of Puskesmas Gamping II. Methods: This study used a cross-sectional design on 103 pre-elderly and elderly people in Gamping, Yogyakarta. The data taken were primary data in the form of respondent identity, high purine food data, waist circumference data and uric acid level data. The instruments used were SQ-FFQ questionnaire, metline tape, and Auto Check tool, Data were analyzed using chi-square with α 5%. Results:  Results of univariate analysis of waist circumference at risk 71.8%, high purine intake 41.7%, and high uric acid levels 43.7%. There is no relationship between waist circumference waist circumference with uric acid levels p = 0.461 and there is a relationship between purine intake and uric acid levels p = 0.036. with uric acid levels p = 0.036. Conclusion: There is a relationship between purine intake and uric acid levels. Need education about high purine foods.
Perbedan Pola Pemberian Makan dan ASI Eksklusif pada Balita Stunting dan Non-Stunting Usia Usia 6-59 Bula Desa Wedoroanom Driyorejo Gresik Mauliya, Maghfiroh Izzatul
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.2019

Abstract

Stunting adalah bentuk kekurangan gizi kronis yang dapat berpengaruh padatumbuh kembang anak. Pola pemberian makan dan riwayat ASI Eksklusifdiduga berperan penting terhadap terjadinya kondisi tersebut. Penelitian inidilakukan dengan tujuan untuk menganalisis perbedaan pola pemberian makan dan riwayat ASI Eksklusif pada balita stunting dan non-stunting usia 6-59 bulan di Desa Wedoroanom, Driyorejo, Gresik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain case control. Populasi terdiri dari anak stunting (kasus) dan anak non stunting (kontrol). Jumlah sampel sebanyak 50 masing-masing terdiri dari 25 anak stunting dan 25 anak non stunting, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan data dari Puskesmas Driyorejo Gresik. Data pola pemberian makan dan riwayat ASI Eksklusif diperoleh melalui Child Feeding Questionnaire (CFQ) dan kuesioner ASI Ekslusif. Data dianalisis menggunakan uji Fhishers Exact Test dan uji Chisquare. Ditemukan sebanyak 8 (32%) balita stunting dengan pola pemberianmakan tidak tepat dan 25 (100%) balita non stunting dengan pola pemberianmakan tepat. Sementara itu, ditemukan sebanyak 19 (76%) balita stunting tidak mendapatkan ASI Eksklusif dan 17 (68%) balita non stunting mendapatkan ASI Eksklusif. Temuan pada penelitian ini mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara balita stunting dan non stunting dalam hal pola pemberian makan (p = 0,004), serta ASI Eksklusif (p = 0,002). Hasil ini menekankan bahwa pola pemberian makan dan ASI Eksklusif termasuk ke dalam determinan penting yang berperan menentukan status gizi balita.
Hubungan Pengeluaran Pangan, Tingkat Stres dengan Status Gizi Petani Padi Desa Jayamulya, Indramayu Habeahan, Nelly Refina
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.2053

Abstract

Petani padi merupakan pelaku utama sektor pertanian yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional, namun sering menghadapi tantangan ekonomi dan psikologi yang dapat berdampak pada kesejahteraan dan status gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengeluaran pangan dan tingkat stres dengan status gizi petani padi di Desa Jayamulya, Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional , melibatkan 90 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Variabel yang dianalisis mencakup pengeluaran pangan, tingkat stres, dan status gizi yang diukur menggunakan kuesioner PPG 2018 dan PSS-10 serta pengukuran antropometri (IMT). Analisis penelitian ini meliputi analisis univariat dan bivariat yaitu Uji Chi-Square . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,9% petani memiliki pengeluaran pangan rendah, 47,8% mengalami stres berat, dan 66,7% memiliki status gizi kurang. Uji Chi-Square mengungkapkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengeluaran pangan dan status gizi (p=0,05) serta antara tingkat stres dan status gizi (p=0,001). Intervensi gizi yang tepat dan edukasi mengenai pengelolaan tingkat stres diperlukan untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas petani secara berkelanjutan.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja Haru, Aprianus; Gambe, Fransis Pieta; Zogara, Asweros Umbu; Demu, Yohanes Don Bosko; Awang, Mariana Ngundju; Sine, Juni Gressilda L.; Loaloka, Meirina Sulastri
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.2060

Abstract

Masa remaja adalah proses peralihan dari masa kanak-kanak menuju usia dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, mental, dan sosial. Remaja memerlukan asupan zat gizi yang cukup, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, untuk mendukung pertumbuhannya. Salah satunya adalah vitamin dan mineral yang diperoleh dari sayur dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah pada remaja. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai April 2025 di SMA Kristen Mercusuar Kupang. Responden dalam penelitian ini sebanyak 121 orang. Variabel bebas yang diteliti adalah jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan orang tua, serta pengetahuan gizi remaja. Data penelitian diuji menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik menemukan ada hubungan antara pekerjaan ayah dengan konsumsi sayur (p-value = 0,005), sedangkan variabel-variabel yang tidak berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah, yaitu pengetahuan gizi, pendidikan orang tua dan pekerjaan ibu. Remaja perlu dukungan orang tua agar mampu memenuhi konsumsi sayur dan buah dalam sehari.
Daya Terima Donat Kentang Dengan Penambahan Tepung Cangkang Telur Ayam Sagita, Rada; Sari, Endah Mayang; Sutyawan, Sutyawan
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.1977

Abstract

Meningkatnya konsumsi telur di Indonesia mengakibatkan limah cangkang telur yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Cangkang telur diketahui mengandung 97% kalsium. Salah satu cara agar masyarakat dapat memanfaatkan cangkang telur adalah dengan cara melakukan penambahan cangkang telur yang telah dihaluskan ke dalam makanan yaitu donat kentang. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini untuk mengetahui daya terima donat kentang dengan penambahan tepung cangkang telur ayam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan melakukan penambahan tepung cangkang telur ayam pada donat kentang sebanyak 0 g, 10 g, 15 g dan 20 g kemudian dilakukan uji Organoleptik pada 30 panelis terlatih. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif mengunakan uji Kruskal Wallis. Didapatkan nilai p (p-value) sebesar 0,000 yang artinya terdapat pengaruh antara penambahan tepung cangkang telur dengan daya terima rasa, warna, aroma, tekstur, dan keseluruhan donat kentang pada setiap formulasi. Formulasi dengan nilai rata-rata daya terima tertinggi adalah dengan penambahan sebanyak 10 g. 
Analisis Daya Terima Dan Proksimat Mie Instan Tepung Tulang Ikan Tenggiri (Scomberomorus Lineeolatus) Dengan Penambahan Labu Kuning (Cucurbita Moschata Syahwa, Dinda Putri; Nopriantini, Nopriantini; Agusanty, Shelly Festilia; Purba, Jonni Syah R; Hariyadi, Didik
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.2075

Abstract

Mie merupakan salah satu jenis makanan yang berbahan dasar tepung terigu dan telah dikenal berbagai kalangan masyarakat. Mie instan sangat diminati oleh masyarakat, Untuk meningkatkan nilai gizi pada mie instan maka diperlukannya bahan alternatif dalam pengolahan mie seperti tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning. Tujuan penelitian: mengetahui daya terima mie terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur mie instan tepung tulang ikan tenggiri dengan penambahan labu kuning dengan konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian: penelitian ini mengunakan desain penelitian eksperimen yaitu pembuatan mie instan tepun tulang ikan untuk mengetahui daya terima panelis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian: dari hasil uji organoleptik menyatakan ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur mie instan. produk mie instan yang paling diterima baik dari warna, aroma, rasa dan tekstur terdapat pada perlakuan F1 (5 : 15) dengan hasil uji proksimat kadar protein (9,65%), kadar lemak (21,13%), karbohidrat (57,05%), kadar air (6,71%), kadar abu (3,38%), kalsium (6,45%). Kesimpulan: formulasi mie yang paling diterima adalah F1, ada pengaruh penambahan formulasi tepung tulang ikan tenggiri dan labu kuning terhadap aroma,rasa,tekstur pada mie instan.