cover
Contact Name
Yanuarti Petrika
Contact Email
polkesppnj@gmail.com
Phone
+6285282627240
Journal Mail Official
polkesppnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober Siantan Hulu, Pontianak Utara, Kalimantan Barat, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
ISSN : 26221691     EISSN : 26221705     DOI : https://doi.org/10.30602/pnj.v4i2
Core Subject : Health, Education,
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) is a national scientific journal that contains research articles in the field of nutrition and health related to aspects of clinical nutrition and dietetics, community nutrition, Maternal and Child Nutrition, Food Service Management, Food Science and Technology, sports nutrition, molecular nutrition, nutritional biochemistry, and functional food.
Articles 147 Documents
Hubungan PMT dengan Status Balita Gizi Kurang di Puskesmas Mlati 1 Sleman Rahma, Ferris Aulia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.2048

Abstract

Masalah gizi kurang dan gizi buruk pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu upaya pemerintah mengatasi masalah ini adalah menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara pemberian PMT dan perubahan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Mlati 1. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 88 balita berusia 6–59 bulan yang menerima intervensi PMT selama 56 hari. Data terkait praktik pemberian PMT diperoleh dari observasi dan laporan kader posyandu mengenai kepatuhan balita dalam mengonsumsi PMT di rumah. Status gizi balita diukur menggunakan indikator antropometri Z-score berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB) yang didasarkan pada data medis sebelum dan setelah intervensi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada status gizi balita, nilai rata-rata Z-score BB/TB -2,37 sebelum intervensi menjadi -1,45 setelah intervensi (p = 0,000). Temuan ini mengindikasikan bahwa PMT efektif memperbaiki status gizi balita. Disarankan agar program PMT dilaksanakan dengan lebih optimal melalui peningkatan peran kader, edukasi bagi orang tua, serta pemantauan rutin agar perbaikan status gizi dapat berlanjut dan memberikan dampak yang positif dalam jangka panjang.
Analisis Formulasi Enteral Bubuk Berbasis Tepung Tempe Dan Tepung Wortel Sebagai Inovasi Untuk Pasien Stroke Nur'faizah, Hana
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.1796

Abstract

Penyakit stroke adalah penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Salah satu intervensi gizi yang penting adalah pemberian formula enteral, yang dapat dibuatdaribahanpanganlokalsepertitempedanwortel.Penelitianinibertujuan untuk mengkaji aspek organoleptik, kandungan gizi, dan viskositas padaformula enteral bubuk berbasis tepung tempe dan tepung wortel. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga perlakuan: F1 (22:7), F2 (17:12), dan F3(19:10).AnalisisstatistikyangditerapkanmeliputiujiOneWayAnovauntuk variabel energi, lemak, dan karbohidrat, serta uji Kruskal-Wallis untuk variabel proteindanujiorganoleptik.Hasilpenelitianmenunjukkanperbedaansignifikan pada uji organoleptik (aroma: p=0.000; rasa: p=0.000), viskositas (daya alir: p=0.006),dankandungangizi(energi:p=0.007;karbohidrat:p=0.029)denganp < 0.05. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan pada uji organoleptik (warna: p=0.847; tekstur: p=0.174) dan uji proksimat (protein: p=0.102; lemak: p=0.058)  dengan p > 0.05. Formulasi dengan uji organoleptik terbaik terdapat pada F2, sedangkan formula dengan densitas energi tertinggi terdapat pada F3
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Anak 24-59 Bulan Varentina, Andrea
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.1652

Abstract

Stunting atau tubuh pendek adalah kondisi yang menunjukan balita dengan panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Tahun 2023 angka prevalensi stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pakem merupakan prevalensi stunting tertinggi diKabupaten Sleman yaitu sebesar 10,44%. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko stunting yaitu tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengankejadian stunting anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pakem. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 dengan teknik penarikan sampel yaitu purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pengukuran antropometri anak dan pengisian kuesioner oleh ibu balita. Alat yang digunakan adalah microtoise untuk pengukuran antropometri anak serta kuesioner untuk pengukiuran pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu. Analisis data menggunakan STATA ver14 dengan Uji Korelasi Pearson dengan p-value <0,05. Hasil penelitian mayoritas pengetahuan ibu dalam kategori baik (65%), sikap ibu dalam kategori baik (45%), perilaku ibu dalam kategori baik (50%). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan (p-value 0,26 ; 0,36 ; 0,64). Saran kepada pemerintah melalui kader kesehatan untuk melakukan pendampingan dan penyuluhan terkait kesehatan denganmetode yang berbeda dan lebih menarik.
Hubungan Asupan Vitamin B6, Asam Folat, dan Vitamin B12 dengan Demensia pada Pra Lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo Gresik Puspita, Bunga; Aulia, Salma Shafrina; Sholikhah, Desty Muzarofatus; Mayasari, Noor Rohmah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.1975

Abstract

Demensia menyerang sekitar 50 juta orang di seluruh dunia, yang mencakup sekitar 5% dari populasi lansia global. Diperkirakan jumlah individu yang mengalami demensia akan mengalami peningkatan signifikan mencapai sekitar 82 juta pada tahun 2030. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga mencapai 152 juta pada tahun 2050. Masa pra lansia merupakan masa krusial untuk dilakukan intervensi yang dapat menurunkan risiko demensia di usia lanjut. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan asupan vitamin B6, asam folat, dan vitamin B12 dengan demensia pada individu pra lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo, Gresik. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian cross-sectional yang melibatkan 88 individu pra lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo, Gresik. Pengumpulan data tentang asupan zat gizi vitamin B6, asam folat, dan vitamin B12 dilakukan dengan menggunakan kuesioner SQ-FFQ (Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire). Sementara itu, penilaian terhadap demensia dilaksanakan dengan menggunakan instrumen MMSE (Mini Mental State Examination). Temuan dari penelitian ini mengindikasikan asupan vitamin B6 cukup pada 61,4% responden, sedangkan 38,6% mengalami defisiensi. Asupan asam folat cukup pada 6,8% responden, sedangkan 93,2% mengalami defisiensi. Asupan vitamin B12 cukup pada 15,9% responden, dan 84,1% mengalami defisiensi. Hasil dari uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan vitamin B12 (p = 0,034) dengan demensia, sementara tidak ada hubungan yang signifikan yang ditemukan antara asupan vitamin B6 (p = 0,762) dan asam folat (p = 0,333) dengan demensia.
HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI MAKANAN KEMASAN DENGAN STATUS GIZI SISWA DI SMPN 1 PASONGSONGAN Rosalinda, Herliana; Nugraheni, Fitriana
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.2016

Abstract

Status gizi merupakan refleksi asupan yang berasal dari konsumsi makanan sumber energi, karbohidrat, protein, dan lemak secara keseluruhan. Konsumsi makanan tinggi kalori namun rendah kandungan zat gizi seperti makanan kemasan dapat mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat konsumsi makanan kemasan dengan status gizi siswa di SMPN 1 Pasongsongan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan metode pengambilan data menggunakan convenience sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 1 Pasongsongan dengan jumlah sampel sebanyak 58 siswa. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan lembar SQ-FFQ untuk tingkat konsumsi makanan kemasan serta pengukuran tinggi badan dan berat badan secara aktual menggunakan microtoise dan timbangan digital untuk status gizi. Analisis bivariat diuji dengan uji korelasi spearman rho. Rata-rata konsumsi energi, karbohidrat dan lemak dari makanan kemasan responden berada dalam kategori tinggi (>25%). Status Gizi mayoritas responden berada pada kategori gizi baik (63,8%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat konsumsi makanan kemasan dengan status gizi siswa di SMPN 1 Pasongsongan (p-value >0,05).
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 6-11 Bulan di Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik Valeryna, Deyvinta Dinda
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.1969

Abstract

Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan fase penting bagi tumbuh kembang bayi karena gangguan gizi pada masa ini dapat berdampak negatif terhadap perkembangan otak, pertumbuhan fisik, dan fungsi metabolisme tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6-11 bulan di Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif observasional analitik. Responden penelitian ini sebanyak 47 ibu bayi beserta bayi berusia 6-11 bulan menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh antara faktor riwayat ASI eksklusif, riwayat kelahiran BBLR, pemberian MP-ASI, dukungan suami, dukungan keluarga, pengetahuan gizi ibu, dukungan tenaga kesehatan, dan kondisi psikologis ibu dengan pertumbuhan bayi. Sedangkan, terdapat pengaruh antara faktor kondisi psikologis ibu (p=0,033), pengetahuan gizi ibu (p=0,027), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,029) dengan perkembangan bayi.  
Daya Terima dan Kandungan Gizi Biskuit Daun Katuk dan Talas sebagai Makanan Tambahan Ibu Menyusui Suaebah, Suaebah; Santika, Wiwie; Mulyanita, Mulyanita; Puspita, Widyana Lakshmi
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.2085

Abstract

Biskuit merupakan jenis produk yang dinilai memenuhi persyaratan meningkatkan produksi ASI. Dengan menambahkan bahan pangan tertentu seperti tepung daun katuk dan tepung talas dalam pembuatan biskuit, dapat dihasilkan biskuit dengan nilai tambah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima dan analisis zat gizi biskuit substitusi tepung daun katuk (Sauropus Androgynus L. Merr) dan tepung talas (Colocasia Esulenta L. Schott) sebagai makanan tambahan pada ibu menyusui pada formulasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang terdiri dari 3 perlakuan, yaitu F1 (5% : 95%), F2 (10% : 90% ) dan F3 (15% : 85%). Uji yang dilakukan melalui 2 tahap yaitu uji organoleptik untuk melihat tingkat kesukaan panelis terhadap biskuit dan uji proksimat untuk mengetahui kandungan biskuit yaitu karbohidrat, protein, lemak, kadar air, kadar abu, serat, dan kalsium. Berdasarkan hasil uji friedman menunjukan bahwa ada pengaruh penambahan tepung daun katuk dan tepung talas terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur pada daya terima panelis. Hasil uji organoleptik, dari 3 perlakuan dilihat dari tingkat kesukaannya paling tertinggi adalah F1 (5% : 95%) dengan kandungan karbohidrat (62,86%), protein (12,89%), lemak (20,16%), kadar serat (1,28%), kadar abu (0,96%), kadar air (1,85%), dan kalsium (0,647). Ada pengaruh penambahan tepung daun katuk dan tepung talas pada konsentrasi yang berbeda terhadap daya terima biskuit tepung daun katuk dan tepung talas.