cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 476 Documents
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) DAN KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) Saputra Yasir, Angga; Maria Ulfa, Ade; Raihannisa, Cantika Raysa
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.11766

Abstract

Abstrak: Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Dan Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia). Penggunaan antioksidan sintetik mulai dibatasi karena ternyata dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa antioksidan sintetik seperti BHT (Butylated Hydroxy Toluena) dan BHA (Butyl hidroksi anisol) dapat menimbulkan karsinogenik. karena itu, tubuh memerlukan antioksidan alami sebagai sumber antioksidan dengan tingkat aktivitas dan keamanan yang tinggi. Salah satu sumber antioksidan alami yaitu daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan tunggal daun kelor, jeruk nipis dan kombinasinya. Sampel daun kelor dan kulit jeruk nipis dikombinasi variasi perbandingan ((1:0) (0:1) (1:1) (1:2) (2:1)) dengan konsentrasi 20, 40, 60, 80, 100 mg/mL sedangkan asam askorbat sebagai pembanding dibuat konsentrasi 2, 4, 6, 8, 10 mg/mL. Tiap seri konsentrasi ditambahkan DPPH 40 ppm dan diinkubasi 30 menit, diukur absorbansinya menggunakan Spektrofotometri Visibel dengan Panjang gelombang 516 nm. Nilai IC50 untuk ekstrak tunggal daun kelor (1:0) 14,37 ppm, ekstrak kulit jeruk nipis (0:1) 37,92 ppm, kombinasi (1:1) 51,12 ppm, kombinasi (1:2) 75,57 ppm, kombinasi (2:1) 49,34 ppm sedangkan asam askorbat nilai IC50 0,47 ppm. Hasil uji statistik menunjukan semua sampel memiliki aktivitas antioksidan yang tidak berbeda signifikan dengan asam askorbat kecuali kombinasi ekstrak (1:2) dengan Sig. P<0,05 dan sampel yang paling efektif yaitu ekstrak tunggal daun kelor.
PANDANGAN WALI MURID TERHADAP VAKSINASI COVID-19 PADA ANAK USIA 6-11 TAHUN DI SD NEGERI 13 BANDA ACEH Nabila, Siti Sarah; Abdullah, Fuadi; Martafari, Cut Ana
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i2.10923

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis Coronavirus dan bisa terjangkit pada setiap orang, baik ibu hamil, bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, maupun ibu menyusui. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di SD Negeri 13 Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2023. Berdasarkan hasil dari perhitungan statistika didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden lebih banyak pada kategori pandangan cukup dengan jumlah persentase mencapai 49.6% atau berjumlah 67 responden. Hasil terendah terdapat pada kategori pandangan buruk dengan jumlah persentase 2.2 % atau berjumlah 3 responden. Pandangan wali murid terhadap vaksinasi COVID-19 lebih besar pada pandangan cukup berjumlah 67 responden dengan persentase (49.6%). Anak dengan usia 6-11 tahun yang sudah melakukan vaksinasi COVID-19 lebih banyak dibandingkan tidak divaksinasi. Jumlah anak yang telah divaksinasi COVID-19 sebanyak 121 anak (89.6%) dan yang belum divaksinasi COVID-19 berjumlah 14 anak (10.4%). Jenis kelamin responden lebih banyak dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 77 responden (57.0%). Usia responden lebih besar pada usia 36-45 tahun berjumlah 65 responden (48.1%).
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN REFLEKSI DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN Tanujaya, Jefferson Claude Chen; Widjaja, Yoanita
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.10790

Abstract

Abstrak : Hubungan Antara Kemampuan Refleksi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Kedokteran. Prokrastinasi akademik merupakan masalah yang sering dijumpai pada mahasiswa. Terdapat macam-macam bentuk prokrastinasi seperti penundaan pengerjaan tugas, memulai sesuatu, maupun menyelesaikan sesuatu. Penyebab dari prokrastinasi akademik dapat didasari dengan rasa malas, memilih untuk melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan, maupun memiliki kemampuan yang buruk dalam mengatur waktu. Hal tersebut menunjukkan kurangnya dalam sebuah perencanaan, pengaturan dan pencapaian tujuan seseorang untuk mengatur proses belajar, yang disebut sebagai self-regulation. Salah satu ciri seorang self regulated learner adalah memiliki kemampuan untuk refleksi diri, yang mencangkup mereview, mengevaluasi, menganailisis dari pengalaman-pengalaman yang didapat, dan membuat rencana mengenai hal apa yang dapat dilakukan jika berada diposisi yang sama. Hal ini dapat membantu mahasiswa untuk menghindari maupun mengurangi dari prokrastinasi-prokrastinasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan refleksi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dan dilakukan pada 202 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk g-form secara offline (ditempat) dan dianalisa menggunakan uji statistik chi-square. Penelitian ini didapatkan hasil, mahasiswa yang memiliki kemampuan refleksi diri terbatas sebanyak 31 orang (15,3%), cukup 133 orang (65,8%), dan maksimal sebanyak 38 orang (18,8%). Pada mahasiswa yang memiliki tingkat prokrastinasi akademik rendah sebanyak 31 orang (15,3%), sedang 134 orang (66,3%), dan tinggi sebanyak 37 (18,3%). Temuan ini secara statistik didapatkan p-value sebesar 0,00  sehingga dapat disimpulkan bahwa  terdapat hubungan antara kemampuan refleksi diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap akademik dan memiliki prevalence ratio sebesar 9,5.
KEJADIAN KLAUSTROFOBIA PADA PASIEN YANG MENJALANI MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI): TINJAUAN LITERATUR Kenwa, Komang Wiswa Mitra; Ayu Surya Kanti, Luh Dindi
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i1.13467

Abstract

Abstrak: Kejadian Klaustrofobia Pada Pasien Yang Menjalani Magnetic Resonance Imaging (MRI): Tinjauan Literatur. Pencitraan Magnetic Resonance Imaging (MRI) Merupakan Salah Satu Alat Diagnostik Yang Sering Digunakan Dalam Praktik Klinis Saat Ini. Penggunaan Mesin MRI Dapat Memicu Klaustrofobia Atau Kecemasan Pada Pasien. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Membahas Lebih Lanjut Mengenai Kejadian Klaustrofobia Pada Pasien Yang Menggunakan MRI. Pencarian Pubmed Dilakukan Dengan Kata Kunci ‘Claustrophobia’ AND ‘Magnetic Resonance Imaging’ Dari Database Selama 25 Tahun Terakhir. Kriteria Inklusi Yang Digunakan Adalah Full Paper Yang Dapat Diakses, Artikel Dalam Bahasa Inggris, Menggunakan Metode Penelitian Kohort Prospektif Atau Retrospektif, Uji Observasi, Atau Uji Acak Yang Diteliti Dalam Kurun Waktu 25 Tahun Terakhir (2013 Hingga 1998). Data 7 Penelitian Didapatkan Berdasarkan Kriteria Inklusi Dan Eksklusi. Berdasarkan Tabel Tersebut Didapatkan Penelitian Terlama Adalah Pada Tahun 1998 Dan Penelitian Terbaru Adalah 2017. Sebanyak 5 Penelitian Merupakan Penelitian Kohort, 1 Penelitian Merupakan Observasional Dan 1 Penelitian Merupakan Penelitian Sampingan Dari Uji Klinis Acak Terkontrol. Insiden Klaustrofobia Bervariasi Dari 0,54% Sampai 14% Tergantung Dari Jenis Alat MRI Yang Digunakan Dan Demografis Sampel.
PENGARUH EDUKASI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI MELALUI MEDIA ELEKTRONIK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA SMK PELITA ALAM BEKASI Febriani, Risa Erfina; Hardiati, Iis Sri
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i1.10749

Abstract

Abstrak: Pengaruh Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri Melalui Media Elektronik Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja SMK Pelita Alam Bekasi. SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri, adapun hal ini dilakukan setelah masa menstruasi selesai pada hari ke 7 dan 10. Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan guna untuk mengetahui secara dini gejala kanker payudara terutama pada wanita usia 16-18 tahun keatas rutin melakukan SADARI. Untuk mengetahui pengaruh edukasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) melalui media elektronik terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja SMK Pelita Alam Bekasi. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan lembar kuesioner pretest dan posttest, desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif, dengan pendekatan probability sampling. Uji stastitic yang digunakan adalah uji paired T test, adapun hasil pengetahuan saat dilakukan pretest sebesar 47% bernilai baik dan hasil posttest menunjukan peningkatan pengetahuan menjadi 83%. Terdapat pengaruh setelah diberikan edukasi SADARI terhadap pengetahuan dan sikap siswa dengan nilai p value 0.000 (sign <0.05). 
ANALISIS EFEKTIVITAS PENANGANAN LIMBAH B3 RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA KENDARI Munawir, Abdillah
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i2.14528

Abstract

The fundamental problem regarding waste is its management and the impacts that will occur if the waste is not managed well or even not managed at all. Effectiveness of sustainable waste management at Bhayangkara Hospital, Kendari City. The aim of this study is to analyze the effectiveness of managing hazardous and toxic waste, organic wet waste and inorganic dry waste at the Bhayangkara hospital. The study method used was descriptive qualitative by conducting observations and in-depth interviews. Based on the data collected, Bhayangkara Kendari Hospital is strategically located in the eastern part of the city, so it can be accessed by public transportation from anywhere in Kendari. As a result of its operations, hospitals cause four main types of pollution: 1. Liquid waste management; 2. Management of air pollution; 3. Management of Hazardous and Toxic Materials; 4. Management of hazardous and toxic waste. The Bhayangkara hospital management has carried out intensive routine activities including management aspects of potential pollutants, especially hazardous and toxic waste, organic wet waste and inorganic dry waste.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA ANAK USIA 6-24 BULAN Asrithari Dewi, Made Yudha; Kapti, I Nengah
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i1.13100

Abstract

Abstrak : Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Ibu Tentang Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) Pada Anak Usia 6-24 Bulan. Saat bayi berusia 6 bulan, bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Masih banyak ibu yang memiliki pemahaman dan pandangan yang masih kurang mengenai pemberian MP- ASI. Selain itu, tidak tepatnya pemberian MP-ASI dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi bahkan gangguan pertumbuhan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku ibu mengenai pemberian MP-ASI. Penelitian ini dilakukan di Desa Tulikup, Gianyar pada tahun 2016, tepatnya bulan Oktober-Desember. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian berjumlah 96 orang dipilih melalui metode systematic random sampling yaitu ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan. Melalui wawancara menggunakan instrumen kuesioner, data kemudian dikumpulkan dan dijabarkan secara deskriptif. Hasil yang diperoleh yaitu sebanyak 46,9%, 57,3%, dan 66,7% responden berpengetahuan cukup, memiliki sikap yang cukup dan berperilaku baik, secara berurutan. Kesimpulannya, kebanyakan ibu memahami dan memiliki pandangan serta perilaku yang cukup baik. Tenaga medis hendaknya dapat melangsungkan konseling khususnya sosialisasi tentang makanan pendamping kepada anggota keluarga bahkan suami yang turut serta merawat bayi. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA USIA LANJUT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKOPOSO KABUPATEN MESUJI Damayanti, Septiyana; Amirus, Khoidar; Aji Perdana, Agung
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.12371

Abstract

Abstrak: Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Usia Lanjut Di Wilayah Kerja Puskesmas Bukoposo Kabupaten Mesuji. Lansia merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita gizi kurang. Kondisi tersebut diperburuk dengan ditemukannya penyakit degeneratif yang diderita. Diketahui bahwa dua pertiga dari seluruh penyakit yang diderita lansia ternyata berhubungan erat dengan gizi, dimana 30-50% faktor gizi berperan penting dalam mencapai dan mempertahankan keadaan sehat yang optimal pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei analitik menggunakan pendekatan Cross-Sectional, teknik yang digunakan adalah accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat hubungan antara asupan gizi dengan status energi dengan p-value=0,000. Terdapat hubungan antara aktifitas fisik dengan status gizi lansia dengan p-value=0.009 dan tidak terdapat hubungan antara riwayat penyakit dengan status gizi dengan p-value=0,844. Faktor dominan pada penelitian adalah asupan energi dengan nilai OR sebesar 22,675 kali terhadap status gizi pada lansia, yang berarti bahwa variabel asupan energi merupakan variabel dominan yang mempengaruhi status gizi lansia. Saran untuk tempat penelitian agar memberikan edukasi lebih lanjut tentang asupan energi harian bagi para lansia untuk memenuhi angka kecukupan energi dan protein berdasarkan rata-rata kebutuhan orang dewasa yang ditentukan oleh usia, jenis kelamin dan berat badan seseorang adalah 1600 kkal energi untuk wanita di atas 60 tahun dan 2050 kkal untuk laki-laki diatas 60 tahun, sedangkan angka kecukupan protein untuk wanita dan laki-laki diatas 60 tahun adalah 50 gram dan 60 gram.
KORELASI MASSA OTOT DAN MASSA LEMAK TOTAL DENGAN RESPON BARORESEPTOR : STUDI CROSS SECTIONAL PADA KOMUNITAS SENAM WANITA Nasrullah, Bintang Tatius
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i2.14005

Abstract

Rendahnya tingkat aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Kontrol sistem kardiovaskular diperankan oleh respon baroreseptor. Respon baroreseptor dapat diukur menggunakan metode schellong test, dengan mengevaluasi selisih tekanan darah dan denyut nadi pada posisi berbaring dan berdiri. Selain itu, respon baroreseptor dipengaruhi oleh komposisi tubuh dan indeks massa tubuh (IMT). Tujuan dari penelitian untuk mengetahui korelasi komposisi tubuh dan indeks massa tubuh dengan respon baroreseptor. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah peserta senam Klinik Pratama Unimus dan Yayasan Baitul Nur Muqorrobin Demak yang berjenis kelamin wanita. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling yang menggunakan data primer. Data yang diambil antara lain, komposisi tubuh diukur dengan BIA, IMT dengan microtoise dan timbangan digital, dan respon baroreseptor menggunakan schellong test yang diukur dengan sphygmomanometer digital. Analisis data untuk uji hipotesis menggunakan rank spearman. Hasil menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara massa otot dengan respon baroreseptor terhadap selisih denyut nadi (p=0,004) dan (r=-0,401), massa lemak total dengan respon baroreseptor terhadap selisih sistolik (p=0,038) dan (r=-0,298), massa lemak total dengan respon baroreseptor terhadap selisih denyut nadi (p=0,004) dan (r=0,403), dan lemak subkutan dengan respon baroreseptor terhadap selisih denyut nadi (p=0,009) dan (r=0,367). Respon baroreseptor secara signifikan berkorelasi dengan massa otot, massa lemak total, dan lemak subkutan.
DETERMINAN PENYEBAB DIABETES MELITUS (DM) PADA REMAJA DI SMAN 3 TAMBUN SELATAN KABUPATEN BEKASI Sartika, Mila; Armi, Armi; Susanti, Dwi Puji
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i1.12783

Abstract

Abstrak: Determinan Penyebab Diabetes Melitus (DM) Pada Remaja Di Sman 3 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. Di Indonesia, berdasarkan diagnosis dokter penderita Diabetes Melitus (DM) dengan kategori usia 15-24 tahun berjumlah 159.014 orang. Beberapa penelitian membuktikan bahwa masa remaja sebagai periode penting dalam pengembangan penyakit tidak menular di usia dewasa. Secara global dapat diketahui peningkatan prevalensi penyakit tidak menular pada remaja meskipun tidak sebanyak usia dewasa, 25% remaja dengan kelebihan berat badan memiliki tanda-tanda diabetes melitus, begitu juga dengan keluarga yang memiliki riwayat. Tujuan: untuk menganalisis determinan penyebab DM pada remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 124 responden. Analisa data menggunakan Uji Regresi Logistik Ganda. Hasil peneliitian menunjukkan bahwa Regresi IMT dan Riwayat DM dengan penyebab DM pada remaja, bahwa IMT (β: 4,085; 95% CI: 4.879 – 723.811) dan Riwayat DM (β: 5.037, 95% CI: 13.178 – 1801.542) IMT, dengan OR pada variabel riwayat DM sebesar 241,665, artinya remaja yang memiliki riwayat DM akan menyebabkan DM optimal sebesar 242 kali lebih tinggi dibandingkan variabel jenis kelamin dan IMT. Faktor resiko penyebab DM pada seseorang pada keluarga yang mempunyai riwayat DM dan berat badan berlebih (obesitas). Oleh karena riwayat keluarga menjadi factor resiko DM, maka para remaja yang memiliki orang tua yang menderita DM harus melakukan antisipasi untuk pencegahan dan deteksi dini munculnya DM. Simpulan: Besarnya peluang riwayat keluarga dengan DM dan IMT menyebabkan terjadinya DM pada remaja sehingga perlunya pengelolaan Kesehatan dengan menjaga gaya hidup yang sehat sehingga terhindar dari DM bahkan bisa mengelola DM dengan baik tanpa komplikasi.