cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285345477070
Journal Mail Official
jjfoodtech@ung.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Food Technology
ISSN : 26549034     EISSN : 27746054     DOI : https://doi.org/10.37905/jjft
Core Subject : Agriculture,
postharvest process and technology food commodities, food processing food process engineering interaction of machinery and food materials chemical and functional food biochemistry and food microbiology nutrition and health local and industrial food management industrial of food processing food safety food security
Articles 182 Documents
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK KUE KERING GLUTEN FREE BERBAHAN DASAR MOCAF (Modified Cassava Flour) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH Fikri Kurniawan Abdullah; Yoyanda Bait; Ardiyanto Saleh Modjo; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.25187

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan kue kering bebas gluten dengan formulasi bahan mocaf dan tepung kacang merah, serta menghasilkan kue kering dengan karekteristik dan nilai organoleptik terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yang terdiri dari 3 kali pengulangan yakni formulasi mocaf dan tepung kacang merah dengan total 4 perlakuan masing-masing P1:100% : 0%; P2:95% : 5%; P3: 90% : 10%; dan P4: 85% : 15%. Parameter pengujian yang akan dilakukan meliputi pengujian analisis protein, analisis lemak, analisis kadar air, analisis kadar abu, kadar karbohidrat, analisis tekstur dan organoleptik. Data dianalisis dengan uji statistik Analysis of variance (ANOVA) menggunakan Statistical Package for the Social Sciences 16 (SPSS) dan bila terdapat perbedaan nyata antar perlakuan maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range (DMRT). Perlakuan terbaik dalam penelitian ini ditentukan dengan mengacu pada nilai kadar protein tertinggi. Hasil penelitian menunjukan sifat fisikokimia kue kering dengan kandungan kadar air 3,25%-4,17%; kadar lemak 23,70%-25,52%; kadar protein 6,87%-11,30%; kadar abu 0,69%-1,99%; kadar karbohidrat 59,76%-62,74%; tekstur 26417,2 g/f-36952,0 g/f. Jadi kacang merah dapat merubah tekstur kue kering jadi lebih renyah karena faktor protein. Hasil pengujian organoleptik panelis rata-rata menyukai meskipun pada skala agak suka. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini terdapat pada perlakuan P4 (85% mocaf : 15% tepung kacang merah. Hasil lain organoleptik menunjukan kacang merah tidak merubah rasa; warna; dan aroma.
STUDI PEMBUATAN CUKA (Acetic acid) BERBAHAN DASAR PISANG DENGAN VARIETAS BERBEDA MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae dan Acetobacter aceti Siti Saliha Ali; Musrowati Lasindrang; Zainudin Antuli; Rahmiyati Kasim; Adnan Engelen
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.18448

Abstract

Produksi cuka buah memerlukan fermentasi alkohol dan asam asetat. Pada fermentasi pertama ditambahkan  aktivitas Saccharomyces cerevisiae yang merubah etanol  menjadi alkohol dalam lingkungan anaerob, sedangkan pada fermentasi kedua ditambahkan aktivitas Acetobacter aceti dalam lingkungan aerobik. Standar mutu cuka yang utama adalah kandungan asam asetatnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jenis pisang yang berbeda khususnya pisang susu, pisang tanduk dan pisang barangan dalam hubungannya dengan sifat fisik cuka pisang yang dihasilkan (Kadar Alkohol, Total Asam Tertitrasi, pH, Total Padatan Terlarut dan Organoleptik). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal menggunakan pisang varites berbeda dengan tiga kali ulangan. Data analisis dengan uji statistik Analisa Of Variance (ANOVA). Bila terjadi uji nyata (p0,05) pada setiap perlakuan, maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa cuka sari buah pisang tanduk dengan kadar alkohol 4,43%, total asam tertitrasi 9,00%, pH 4,81, dan TPT 6,40ºbrix, pisang barangan dengan kadar alkohol 3,53%, total asam tertitrasi 10,93%, pH 4,13, dan TPT 4,30ºbrix, dan pisang susu dengan kadar alkohol 4,30%, total asam tertitrasi 7,80%, pH 5,23, dan TPT 5,27ºbrix. Perlakun terbaik diperoleh dari pisang barangan dengan nilai kadar alkohol 3,53%, total asam tertitrasi 10,93%, pH 4,13, dan TPT 4,30ºbrix. Sedangkan pada uji organoleptik warna, aroma dan rasa pisang susu mendapat respon terbaik dengan nilai rata-rata 6 atau suka.Kata kunci : Cuka buah, Fermentasi, Pisang Tanduk, Pisang Barangan, Pisang Susu
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PENSTABIL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK SIRUP BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) Ririn Abjul; Suryani Une; Lisna Ahmad; Widya Rahmawaty Saman
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.20784

Abstract

Sirup buah adalah sirup yang bahan baku pembuatannya berasal dari buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi penstabil terhadap karakteristik fisik dan organoleptik sirup buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yaitu jenis penstabil (karagenan, gum arab, pektin) dan konsentrasi penstabil (0,25%, 0,50%, 0,75%). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter pengamatan terdiri dari viskositas, stabilitas dan organoleptik. Data analisis dengan uji statistic Analisis of Variance (ANOVA). Bila terdapat pengaruh nyata antara perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan jenis dan konsentrasi penstabil memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap sirup buah naga merah pada uji viskositas dan stabilitas. Namun tidak memberikan pengaruh nyata (p0,05) pada uji organoleptik. Perlakuan penambahan penstabil pektin konsentrasi 0,75% memberikan hasil terbaik pada viskositas yaitu 6131,10cP dan stabilitas 1,00. Perlakuan penambahan penstabil gum arab konsentrasi 0,75% memberikan hasil terbaik pada oraganoleptik rasa dan overall. Sedangkan organoleptik warna, hasil terbaik diperoleh pada penambahan penstabil karagenan konsentrasi 0,25%
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polirhyzus) DALAM PEMBUATAN TEH CELUP DENGAN PENAMBAHAN BUBUK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb) Hermawan Hermawan; Lisna Ahmad; Siti Aisa Liputo; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.20806

Abstract

Kulit buah naga super merah (Hylocereus polyrhizus) dapat dimanfaatkan  sebagai produk yang bisa dikonsumsi seperti teh herbal, dan dapat menjadi alternative produk yang bermanfaat untuk kesehatan. Formulasi yang digunakan pada penelitian ini adalah bubuk kulit buah naga kering (Hylocereus polyrhizus) dan bubuk daun pandan wangi (Pandanus amarillifolius Roxb) karena memiliki kandungan minyak atsiri sehingga mampu menutupi aroma langu yang berasal dari kulit buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk daun pandan terhadap karakteristik kimia dan organoleptik teh kulit buah naga merah. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 3 perlakuan yaitu P0: 4,3 g bubuk teh kulit buah naga merah + 0,7 g bubuk daun pandan, P1: 4,2 g bubuk teh kulit buah naga + 0,8 g bubuk daun pandan, P2: 4,1 g bubuk teh kulit buah naga merah + 0,9 g bubuk daun pandan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA). Data diolah menggunakan aplikasi SPSS v.16 dan Microsoft excel 2007. Daun pandan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap aktivitas  antioksidan (39,06 s.d 67,49 ppm) , kadar air (7,28% s.d 10,03%) dan kadar abu (1,29% s.d 2,22%). Kosentrasi penambahan bubuk daun pandan memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat kesukaan panelis terhadap rasa dan aroma teh kulit buah naga, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap warna teh kulit buah naga. Dari hasil penelitian menunjukkan bahawa perlakuan terbaik yaitu konsentrasi 18%.
Karakterisasi Cookies Berbasis Tepung Jagung (Zea Mays Ssp.) dan Tepung Ampas Minyak Sacha Inchi (Plukenetia Volubilis L.) Riyanti Utina; Yuszda K Salimi; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Rahmiyati Kasim
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.35910

Abstract

 Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik kimia dan organoleptik Cookies berbasis tepung jagung dan tepung ampas minyak sacha inchi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktorial. Yaitu Substitusi tepung jagung dan tepung ampas minyak sacha inchi (P1 100g : 0g, P2 80g :20g, P3 60g : 40g, P4 40g : 60g). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Data yang diperoleh dari Hasil pengujian, disajikan dalam bentuk grafik dan dianalisis dengan menggunakan Analisis of Variant (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji banding  DMRTdengan taraf signifikasi 5%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa cookies berbasis tepung jagung dan tepung ampas minyak sacha inchi memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kadar air, kadar abu, kadar lemak, protein, karbohidrat, kalori, dan uji organoleptik warna, rasa, aroma, dan tekstur. Berdasarkan Hasil pengujian kadar air diperoleh hasil 4,55%-6,07%, kadar abu 1.33%-2,36%, kadar lemak 13,18%-19,13%, protein 9,80%-14,86%, karbohidrat 63,77%-76,55%, kalori 439%-464%, kemudian uji organoleptik warna (suka-netral), rasa (suka-agak tidak suka), aroma, (suka–netral) tekstur (suka–agak tidak suka). 
PENGARUH PERBEDAAN VARIETAS TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA LINN) (STUDI KASUS DI UMKM MAFAHIM GORONTALO) Firmansyah Mokodompit; Yoyanda Bait; Marleni Limonu; Agus Bahar Rachman; Sakinah Ahyani Dahlan
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.27997

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata Linn) merupakan salah satu bagian tanaman yang dapat di olah menjadi teh herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pangaruh varietas daun sirsak terhadap karakteristik fisik, kimia, dan Organoleptik (rasa, aroma, dan warna) teh herbal daun sirsak. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dari hasil pengujian diamati dan dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variant (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji banding Duncan's Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikasi 5%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan diperoleh 45,46 – 65,85 ppm, total fenol 10,49 – 14,54 mg GAE/g, teh herbal dari keempat varietas daun sirsak positif mengandung tanin, warna (Colour meter) varietas daun sirsak segar L* 36,04 – 39,17, a* -7,47 – (-10,05, b* 8,28 – 10,40. Analisis uji organoleptik tingkat kesukaan panelis terhadap rasa (agak tidak suka - agak suka), aroma (agak suka) dan warna agak suka - suka. Perlakuan terbaik yaitu teh herbal varietas daun sirsak Bali.Kata Kunci: Daun sirsak, Teh Herbal, Varietas.
PENGARUH JENIS BAHAN PENGISI KEMASAN PADA TRANSPORTASI DARAT TERHADAP MUTU PEPAYA(Carica papaya L.) SELAMA PENYIMPANAN Sriwahyuni R Arif; Marleni Limonu; Vivien Novarina A. Kasim; Sakinah Ahyani Dahlan
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.29029

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kadar hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan jus buah naga merah dengan penambahan ekstrak jahe pada remaja putri, untuk mengetahui karakteristik mutu dan kimia jus buah naga merah yang ditambahkan ekstrak jahe sebagai minuman fungsional. Penelitian menggunakan Metode Eksperimen yang terdiri dari 4 (Penambahan ekstrak jahe 0%, 10%, 20%, 30%), tiap perlakuan menggunakan 200 gram buah naga merah. Pre eksperimen dengan one group pretest-posttest control design. Sampel: Remaja putri berusia 12-15 tahun, tidak dalam keadaan sakit, dan tidak mengonsumsi suplemen kesehatan selama penelitian berlangsung. Jumlah sampel sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-msing kelompok dibagi menjadi 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus buah naga merah dengan penambahan ekstrak jahe 30% mampu meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri sebesar 1,96 g/dL yang diberi setiap hari selama 7 hari. Pada perlakuan 30% menghasilkan nilai antioksidan tertinggi Inhibisi 92,95%, nilai IC 50 terendah 23,57 ppm, Kadar air 89,8%, pH 6,47, dan nilai organoleptik rasa (2,90), warna (5,27), aroma (3,80) dan tekstur (4,50).
PEMANFAATAN DAUN SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L) DALAM PEMBUATAN TEH HERBAL DENGAN VARIASI SUHU DAN LAMA PENGERINGAN Moh Fahri Mooduto; Rahmiyati Kasim; Yuszda K Salimi; Widya Rahmawaty Saman
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.32705

Abstract

Daun Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L) merupakan tanaman rambat yang tumbuh dengan baik di daerah tropis dan subtropis. Daun sacha inchi terkenal dengan kandungan nutrisinya yang tinggi dan banyak senyawa bioaktif yaitu asam lemak, omega-3, serat, alkaloit,flavonoid, triterpenoid,tanin,saponin,dan aktivitas antioksidan.daun sacha inchi memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, antikanker, dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan terhadap karakteristik kimia dantingkat kesukaan panelis terhadap teh herbal daun sacha inchi. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 Faktor yang perbedaan suhu dan waktu pengeringan dan 3 ulangan di setiap perlakuan. Data analisis dengan uji statistik Analisis of variance (ANOVA) dan hasil ini menunjukan bahwa, Hasil penelitian nilai kadar air yaitu 4,4%– 9,7%. Pada teh harbal daun sacha inchi mengendung positif tanin, total fenol 6,36–13,27 mgGAE/g. Aktivitas antioksidan 42,81–120,65 ppm. analisis uji organoleptik warna 4,23–5,80 aroma 3,40–5,63, dan rasa 4,40–5,70.maka dilanjutkan dengan uji Dunce Multiple Range Test (DMRT). bahwa Teh Herbal Daun Sacha Inchi memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, total fenol, uji organoleptik warna, aroma, dan rasa tetapi tak berpengaruh nyata terhadap kadar airDaun Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L) merupakan tanaman rambat yang tumbuh dengan baik di daerah tropis dan subtropis. Daun sacha inchi terkenal dengan kandungan nutrisinya yang tinggi dan banyak senyawa bioaktif yaitu asam lemak, omega-3, serat, alkaloit,flavonoid, triterpenoid,tanin,saponin,dan aktivitas antioksidan.daun sacha inchi memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, antikanker, dan antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan terhadap karakteristik kimia dantingkat kesukaan panelis terhadap teh herbal daun sacha inchi. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 Faktor yang perbedaan suhu dan waktu pengeringan dan 3 ulangan di setiap perlakuan. Data analisis dengan uji statistik Analisis of variance (ANOVA) dan hasil ini menunjukan bahwa, Hasil penelitian nilai kadar air yaitu 4,4%– 9,7%. Pada teh harbal daun sacha inchi mengendung positif tanin, total fenol 6,36–13,27 mgGAE/g. Aktivitas antioksidan 42,81–120,65 ppm. analisis uji organoleptik warna 4,23–5,80 aroma 3,40–5,63, dan rasa 4,40–5,70.maka dilanjutkan dengan uji Dunce Multiple Range Test (DMRT). bahwa Teh Herbal Daun Sacha Inchi memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, total fenol, uji organoleptik warna, aroma, dan rasa tetapi tak berpengaruh nyata terhadap kadar air
PEMBUATAN BISKUIT BERBASIS TEPUNG AMPAS SUSU KACANG SACHA INCHI (PLUKENETIA, VOLUBILIS), DENGAN FORTIFIKASI TEPUNG JAGUNG (ZEA MAYS SACCHARATA) Aditya Abdullah; Adnan Engelen; Sakinah Ahyani Dahlan; Widya Rahmawaty Saman; Muhammad Isra
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.35917

Abstract

Biskuit, merupakan salah satu produk yang, bernilai gizi tinggi, mudah untuk dikonsumsi, dan memiliki, umur simpan yang, lebih lama., Tujuan dari penelitian  ini yaitu untuk mengetahui, Untuk mengetahui pengaruh, subtitusi tepung ampas kacang sacha inchi dan, tepung jagung manis terhadap nilai karakteristik, kimia,, fisik, dan organoleptik biskuit. Rancangan, yang, digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, yaitu, perbandingan tepung, ampas kacang, sacha inchi dan tepung, jagung manis ( 100 : 0 g, 70 : 30 g, 50 :50 g, 30 : 70 g). Setiap, perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan. Analisis data yang digunakan, brupa Analysis, Of variant (ANOVA) dan, di uji, banding Duncan’s Multiple Test (DMRT). Hasil penelitian, Menunjukkan nilai kadar air diperoleh 3.934 – 6.910, kadar lemak 24.923 – 16.293, kadar protein 14.427 – 8.135, kadar serat 1.040 – 0.459, uji fisik warna L* berkisar 51.00 – 25.49, a* 11.37 – 17.26, b* 19.11 – 8.33  kerenyahan 208.33 – 226.23, kemudian dilakukan uji organoleptik dengan parameter warna yang mengHasilkan nilai berkisar 4.67 – 5.03, (Agak Suka), aroma, 4.03 – 5.73 (Netral – ,Suka), rasa 4.03 – 6.03 (Netral – Suka), tekstur 5,73  – 3,73 (Suka - Netral).Kata Kunci: Ampas Susu Kacang Sacha Inchi, Biskuit, Jagung manis, Tepung
PERAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DALAM MENINGKATKAN TARAF EKONOMI KELUARGA DI DESA TUPA KECAMATAN BULANGO UTARA Rahma Melana; Agustinus Moonti; Delvi Suleman
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.38396

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha tani kelompok wanita tani di desa tupa kecamatan bulango utara, mendeskripsikan peran kelompok wanita tani dalam meningkatkan taraf ekonomi keluarga di desa tupa kecamatan bulango utara. Jenis penelitian yang digunakan Adalah deskritif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang terdiri dari kelompok wanita tani. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara kepada kelompok wanita tani menggunakan kuisoner dengan skala likert kemudian diberikan skor sehingga mendapatkan kategori sangat berperan, berperan, cukup berperan, dan tidak berperan. Dan di analisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan tujuh indicator, yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan, akses terhadap informasi dan teknologi, penguatan kerja sama dan jejaring, peningkatan pendapatan, pemenuhan kebutuhan rumah tangga, kestabilan ekonomi keluarga, peningkatan aset dan produktifitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani kelompok wanita sebesar Rp 2.292.000 per musim tanam. Pendapatan ini berasal dari kegiatan budidaya berbagai jenis tanaman hortikultura/luar sektor pertanian seperti cabai, tomat, kangkung, terong, dan sayuran lainnya yang dikelola oleh anggota kelompok. Setiap anggota menerima Rp76.400 atau sekitar 3,8% dari pendapatan rumah tangga. Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, Pendapatan, Ekonomi Keluarga