cover
Contact Name
Wawan Eko Yulianto
Contact Email
wawan.eko@machung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.klausa@machung.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra)
Published by Universitas Ma Chung
ISSN : 23014822     EISSN : 26203804     DOI : -
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) is a journal of linguistics, literature, and language teaching that was published for the first time in 2012 (in print) by the Faculty of Language and Arts, Universitas Ma Chung. The journal publishes research and review articles in the fields of linguistics, literature, and language teaching twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
MULTILINGUALISM IN SOCIAL MEDIA: INDONESIAN K-POP FANS LANGUAGE CHOICES ON TWITTER Fathimah Azzahrah; Yusnita Febrianti; Nurenzia Yannuar; Evynurul L. Zen
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 6 No 1 (2022): KLAUSA Vol 6 No 1 Year 2022
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.963 KB) | DOI: 10.33479/klausa.v6i01.457

Abstract

This research paper aims to identify multilingualism and language choice by looking at types of code-switching and code-mixing techniques practiced by Indonesian K-Pop fans on Twitter. Also, it examines the rationales and functions of such practice, especially as it is done in Indonesian context. Two data collection methods are used in this research. First, data were taken from several Indonesian K-pop fanbase accounts on Twitter from September 2020 to May 2021. Additionally, we also obtained data through an open-ended questionnaire participated by Indonesian K-pop fans. Our research shows that Indonesian K-Pop fans frequently implement code-switching and code-mixing techniques by combining Indonesian, English, Korean, and Japanese into their tweets. Words, phrases, and clauses from multiple languages are used. The results also show that fans practice code- switching and code-mixing in order to project a more globalized impression, create a friendly conversation, synchronize perceptions, boost language skills, and form identity.
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF BESERTA FUNGSINYA PADA KUMPULAN CERITA PENDEK SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI Arvelia, Ika Wulan; Salsabila, Zahrah Nada; Yudi Utomo, Asep Purwo
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 6 No 2 (2022): Klausa Volume 6 No 2, 2022
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.221 KB) | DOI: 10.33479/klausa.v6i2.480

Abstract

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pragmatik mengenai tindak tutur direktif pada dalam Senyum Karyamin Kumpulan Cerita Pendek karya Ahmad Tohari. Tujuan penelitian (1) Menemukan dan menganalisis tindak tuur direktif pada Senyum Karyamin Kumpulan Cerita Pendek; (2) Membagi tindak tutur direktif yang sudah ditemukan kedalam jenis dan fungsinya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa buku Senyum Karyamin Kumpulan Cerita Pendek. Data dianalisis dengan cara identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dari tindak tutur direktif yang terkandung di dalam cerpen tersebut. Penelitian ini menemukan 23 tuturan direktif dengan 6 jenis tuturan direktif. Jenis tuturan yang paling dominan adalah tuturan bertanya. Diharapkan pembaca mampu memahami bentuk dan fungsi tindak tutur direktif pada Senyum Karyamin Kumpulan Cerita Pendek.
ANALISIS MUATAN TEMATIK DALAM KONSTRUKSI PEMBELAJARAN MENULIS PENTIGRAF PADA KOMUNITAS SASTRA 3 INDONESIA Ardi Wina Saputra; Kisyani Laksono .; Maria Mintowati; Didik Nurhadi
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 6 No 1 (2022): KLAUSA Vol 6 No 1 Year 2022
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.076 KB) | DOI: 10.33479/klausa.v6i01.488

Abstract

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu diajarkan untuk mengembangkan pola pikir kritis dan kreatif. Belajar menulis tidak hanya dilakukan pada ranah pendidikan formal, tapi juga bisa dilakukan pada ranah pendidikan non formal seperti komunitas sastra. Seiring dengan perkembangan zaman, komunitas sastra bertransformasi menjadi komunitas sastra digital. Dalam komunitas sastra digital, terdapat pembelajaran menulis kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konstruksi pembelelajaran menulis pentigraf pada Komunitas Sastra 3 Indonesia melalui analisis muatan tematik. Lokus dalam penelitian ini adalah Komunitas Sastra 3 Indonesia. Metode penelitian adalah metode cyberpragmatic. Sumber data dalam penelitian ini adalah percakapan dalam Whats App Group Komunitas Sastra Digital “Sastra 3 Indonesia”. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak. Analisis data yang digunakan adalah analisis muatan tematik dan analisis cyberpragmatic. Penelitian ini menghasilkan lima poin yang mengontsruksi pembelajaran menulis pentigraf, yaitu (1) konstruksi pembelajaran menulis pentigraf dimulai dari pembuatan misi bersama yaitu proyek kitab pentigraf, (2) adanya motivasi untuk menyelesaikan misi bersama tersebut, (3) pemberian contoh dari pengajar, dalam hal ini ketua komunitas, (4) adanya keberanian untuk mencoba menulis pentigraf dari pentigrafis, dan (5) adanya masukan berupa komentar untuk merespons pentigraf yang telah ditulis.
TIPOLOGI SINTAKSIS BAHASA SABU Maneie Bangngu Kale
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 6 No 1 (2022): KLAUSA Vol 6 No 1 Year 2022
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.606 KB) | DOI: 10.33479/klausa.v6i01.493

Abstract

Penelitian ini adalah penelitaian deskriptiv yang dilakakn dengan maksud untuk mencari tahu tata urutan kata dalam klausa verbal Bahasa Sabu. Teory yang digunakan adalah Peneliti menggunakan dua teori dalam penelitian ini yakni teori Lexical-Functional Grammar (LFG) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Tata Bahasa Leksikal-Fungsional (TLF) sebagai teori formal dan teori tipologi. Pada Bahasa Sabu (BS) ditemukan struktur dasar klausa intransitif yakni klausa yang hanya memiliki satu argumen inti yaitu SUBJ dengan pola tata urut kata VS dengan alternasi struktur yaitu SV; klausa verbal monotransitif yakni klausa dengan predikat verba yang dapat mengikat dua argumen inti, yang secara sintaktis dapat mengisi fungsi gramatikal SUBJ dan OBJ dengan pola VSO, dengan kecendrungan alternasi struktur SVO; dan klausa verbal dwitransitif yaitu klausa yang verbanya menuntut dua argumen inti yang secara sintaksis berfungsi sebagai SUBJ, OBJ1, dan OBJ2. Klausa dwitransitif adalah klausa yang meminta kehadiran tiga argumen inti.
印尼泗水黄龙体育会龙狮队的发展研究 Olivia Olivia; ShuiQing Zhu
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 6 No 1 (2022): KLAUSA Vol 6 No 1 Year 2022
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.555 KB) | DOI: 10.33479/klausa.v6i01.512

Abstract

【摘要】舞狮是源自中国的一种民间艺术活动,其形成经历了漫长的历史过程,慢慢成为了一种独特的中国传统文化。这种文化在中国得到广泛的传播,后随着华人移民到世界各地,舞狮活动也被带入,可以说是有华人的地方就有舞狮。而印度尼西亚作为一个拥有大量华人移民的国家,舞狮活动也在本国传播,舞狮活动在传播中结合吸收了当地的文化,有自己的特色,成为了印尼文化的组成部分。本文以泗水黄龙体育会舞狮团队研究对象,采用了访谈和文献研究方法,从舞狮的起源、表演动作、表演流程等对其进行了研究。研究表明:黄龙体育会舞狮团队自1978年成立到现在,经历了“新持序”时期,宗教改革,舞狮队从队员血统、舞狮仪式、训练方法到舞狮的功能都发生了很大的变化。 【关键词】舞狮,民间活动,黄龙体育会舞狮团队,印尼,泗水 Abstract The lion dance is a kind of folk art activity originated from China. Its formation has gone through a long historical process and has gradually become a unique Chinese traditional culture. This kind of culture has been widely spread in China. Later, as Chinese emigrated to all over the world, lion dance activities were also brought in. It can be said that there is lion dance where there are Chinese. As a country with a large number of Chinese immigrants in Indonesia, lion dance activities are also spread in the country. The lion dance activities incorporate local culture in the spread, have their own characteristics, and become an integral part of Indonesian culture. This article uses the research object of the lion dance team of the “Surya Naga” Sports Club in Surabaya, using interviews and literature research methods to study the lion dance's origin, performance, and performance process. Studies have shown that since the establishment of the Lion Dance Team of the “Surya Naga” Sports Club in 1978, it has gone through the "new order" period and religious reform. The lion dance team has experienced a lot of changes from the blood of the members, the lion dance ceremony, the training method to the function of the lion dance already had a big change.
INTERFERENSI BAHASA MANDARIN DALAM BAHASA INDONESIA LISAN PEMELAJAR TIONGKOK Vincentius Valiandy Jiuangga
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 6 No 1 (2022): KLAUSA Vol 6 No 1 Year 2022
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.697 KB) | DOI: 10.33479/klausa.v6i1.528

Abstract

Penelitian ini merupakan kualitatif dengan kajian studi kasus. Di dalam penelitian ini masalah yang ditemukan adalah interferensi yang terjadi saat pemelajar Tiongkok belajar bahasa Indonesia. Selain penulis sebagai instrumen kunci, instrumen tambahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kerja, table kodifikasi data, tabel analisis data, dan tabel penyimpul data. Hasil penelitian menunjukkan adanya interferensi penambahan bunyi, pengurangan bunyi, dan perubahan bunyi. Penambahan bunyi dapat ditemukan bahwa ada interferensi pada bunyi tengah, yakni bunyi /y/ dan /g/ dan pada bunyi akhir, yakni bunyi /i/ dan /a/ yang ditemukan pada akhiran bunyi konsonan. Kedua, terkait pengurangan bunyi dapat ditemukan bahwa bunyi bunyi /ń/ menjadi /n/, hal ini menunjukkan bahwa ada pengurangan bunyi konsonan /y/. Terakhir, terkait perubahan bunyi. Pada bunyi vokal, interferensi perubahan bunyi yang ditemukan adalah perubahan bunyi /a/ dan /u/ menjadi bunyi /e/ dan perubahan bunyi vokal /un/ à /uen/. Pada bunyi konsonan, interferensi yang ditemukan adalah perubahan pada bunyi hambat bilabial (/p/ à /b/, /b/ à /p/), bunyi labiodental (/f/ à /h/), bunyi hambat alveolar (/t/ à /d/, /d/ à /t/), bunyi nasal (/n/ à /l/, /l/ à/n/), getar (/r/ à /l/), bunyi hambat velar (/g/ à /k/, /k/à/g), bunyi hambat palatal (/j/ à /c/), dan bunyi afrikatif palatal (/c/à/j/).
THE STRATEGIES IN TRANSLATING SWEARING WORDS IN MARK MANSON’S THE SUBTLE ART OF NOT GIVING A FUCK INTO INDONESIAN SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT BY F. WICAKSONO Sinaga, Feby Yurista
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 6 No 2 (2022): Klausa Volume 6 No 2, 2022
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2905.715 KB) | DOI: 10.33479/klausa.v6i2.558

Abstract

This paper investigates swearing words in Mark Manson’s The Subtle Art of Not Giving a Fuck as translated into “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat” by F. Wicaksono. This paper aims to identify the translation strategies and subsequently classify them into understandable patterns. Using a qualitative approach, this study finds five strategies used in translating swearing words: paraphrasing, general words, omission, cultural substitution, and neutral words. Moreover, eight types of swearing words are also found: idiomatic set phrase, emphatic intensifier, general expletive, predicative negative adjective, cursing expletive, literal usage, pronomial form, and destinational usage. The translator mostly used paraphrasing strategies.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK BERBASIS KOPI BAGI PEMELAJAR BIPA TINGKAT PEMULA Yohanna Nirmalasari
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 6 No 1 (2022): KLAUSA Vol 6 No 1 Year 2022
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.38 KB) | DOI: 10.33479/klausa.v6i1.564

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu keterampilan reseptif dalam berbahasa yang bisa mempengaruhi kualitas keterampilan yang lain. Bahan ajar menjadi komponen penting dalam jalannya sebuah pembelajaran, termasuk pembelajaran BIPA. Sebuah bahan ajar dalam pembelajaran BIPA dapat dikembangkan sesuai kondisi, karakter pemelajar, kurikulum, dan juga pendekatan yang digunakan oleh pengajar, misalnya saja di dalam pendekatan diskret. Di dalam pendekatan diskret, keterampilan berbahasa diajarkan secara terpisah sehingga bahan ajar yang digunakan juga bisa terpisah. Namun selama ini belum banyak bahan ajar yang dikembangkan khususnya terkait dengan keterampilan menyimak sehingga hal ini perlu dilakukan. Bahan ajar yang dikembangkan menggunakan metode pengembangan 4D. Hasil data dalam metode ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa bahan ajar BIPA menyimak dengan menggunakan KoPi atau Kode Pintar sudah baik dan dapat diterapkan dalam pembelajaran BIPA. Hal ini didukung dengan presentase penilaian yang diperoleh dari tim uji ahli sebesar 97,72% dan dari tim uji lapangan sebesar 97,8%.
PENGARUH PENGGUNAAN BAHASA MANDARIN DI KELUARGA TERHADAP PENGUASAAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA MANDARIN MAHASISWA JURUSAN SASTRA CHINA MARANATHA Holic, Jessica; Budianto, Pauw
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 6 No 2 (2022): Klausa Volume 6 No 2, 2022
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.13 KB) | DOI: 10.33479/klausa.v6i2.587

Abstract

Penelitian ini membahas tentang seberapa besar pengaruh keluarga terhadap penguasaan bahasa Mandarin Mahasiswa di Sastra China Maranatha. Salah satu alasan peneliti mendalami topik ini adalah meningkatnya kepentingan berbahasa Mandarin di dunia bisnis dan banyak orang yang takut masuk ke jurusan Sastra China karena tidak memiliki dasar bahasa Mandarin di Keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan teknik analisis secara deskriptif. Peneliti melakukan wawancara terhadap mahasiswa mahasiswa yang menguasai bahasa Mandarin untuk mendalami apa saja yang menjadi faktor penguasaan bahasa mereka. Hasil data yang didapat dari wawancara lalu dikaji menggunakan teori-teori akuisisi bahasa yang relevan. Contohnya adalah artikel ilmiah yang ditulis oleh ahli bahasa yang bernama Chomsky yang mengatakan bahwa pembelajaran bahasa terjadi secara natural dan lebih mudah jika dilakukan sejak kecil. Ada juga Teori dari ahli bahasa lain yang bernama Sri Hastuti yang membagi faktor pembelajaran bahasa menjadi 4 point. Pada akhirnya peneliti menemukan bahwa keluarga memang memiliki dampak yang besar dalam penguasaan bahasa Mandarin mahasiswa di Sastra China Maranatha, namun hal itu bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi proses akuisisi bahasa seorang anak. Banyak faktor lain yang saling mendukung dan mempengaruhi proses tersebut.
REPRESENTASI PESAN MORAL DALAM FILM PENDEK LAMUN SUMELANG (KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Larasati, Emiliya; Indriyani, Jiphie Gilia
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 6 No 2 (2022): Klausa Volume 6 No 2, 2022
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.758 KB) | DOI: 10.33479/klausa.v6i2.589

Abstract

Masyarakat Gunungkidul memiliki sebuah mitos Pulung Gantung dan merupakan sebuah daerah dengan statistik kasus bunuh diri yang tertinggi. Kejadian faktual tersebut diangkat oleh rumah produksi Ravacana Films yang dikemas menjadi film pendek Lamun Sumelang pada tahun 2019. Sebuah fenomena lama yang patut diperhatikan oleh masyarakat kini, tidak untuk dikagumi. Namun, untuk dicarikan jalan keluar agar fenomena ini menjadi sejarah, bukan lagi sebuah jalan akhir para orang-orang putus asa. Banyak sekali faktor yang menyebabkan fenomena itu terjadi. Lamun Sumelang dengan apik membongkar fenomena yang ada dengan durasi 18 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana representasi pesan moral dalam film pendek Lamun Sumelang melalui makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam film tersebut. Peneliti menggunakan teori representasi Stuart Hall dan pendekatan semiotika Roland Barthes dengan alat analisis semiologi berupa pemaknaan denotatif, konotatif, dan mitos untuk menelaah objek material. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat tiga jenis pesan moral yang terkandung dalam beberapa scene berupa dialog dan adegan pada film pendek Lamun Sumelang (2019) yaitu, pesan agama, pesan psikologis, dan pesan kritik sosial.

Page 5 of 12 | Total Record : 113