cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 24069582     EISSN : 25812564     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir: is a peer review of a national journal published by the Tarbiyah Department of Al Hidayah Islamic High School in Bogor in an Islamic Education study program. This journal focuses on issues of Qur'anic science and interpretation.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
CRAB MENTALITY DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI ANALISIS TAFSIR TEMATIK) Sopyan Sauri; Ahmad Syukron; M. Ziyadul Haq
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 02 (2023): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v8i02.5353

Abstract

Crab Mentality didalam lingkungan masyarakat sudah merebak, bisa terjadi dari teman dekat, teman kerja, bahkan keluarga. Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini membahas tentang Fenomena Crab Mentality dalam perspektif Al-Qur'an, serta mengupas bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi penyakit hati tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Penyajian Tafsir menggunakan Tafsir Tematik. Pendekatan ini digunakan untuk menguraikan isi dari ayat-ayat Al-Qur'an secara komprehensif dengan mengumpulkan ayat-ayat yang memiliki makna yang serupa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Crab Mentality berasal dari perasaan iri hati dan dengki. Dengki adalah perasaan iri hati yang timbul ketika seseorang melihat orang lain memiliki kebahagiaan atau nikmat tertentu, yang juga diiringi dengan harapan agar nikmat tersebut hilang dari orang tersebut, Tindakan iri hati terhadap hal-hal yang dilarang akan menghasilkan konsekuensi negatif. Crab Mentality ini dapat secara nyata ditampakan melalui perilaku agresi atau tindakan yang disengaja melukai orang lain. Agresi ini berpotensi menyebabkan kerugian bagi individu yang menjadi pendengki atau orang yang didengki, baik dalam aspek psikis maupun fisik.
TAFSIR AYAT DAN HADITS RIBA DAN KAITANNYA DENGAN BUNGA BANK Muhammad Furqon Almurni; Rosihon Anwar; Ending Solehudin
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 02 (2023): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v8i02.5430

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana tafsir ayat-ayat riba dan penjelasan hadits-haidts riba dan bagaimana kaitannya dengan bunga yang banyak dipakai oleh bank-bank konvensional pada saat ini. Jenis penelitian artikel ini adalah kualitatif. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu dengan menjelaskan ayat-ayat riba melalui buku-buku tafsir baik tafsir klasik maupun tafsir kontemporer. Melalui tafsir peneliti mengetahui sebab turunnya ayat riba dan menghubungkannya dengan bunga bank pada saat ini. Hasil dari penelitian ini adalah riba secara bahasa memiliki arti tambahan sedangkan menurut istilah riba terbagi menjadi dua, yaitu riba nasiah dan riba fadhl. Bunga bank menurut mayoritas ulama kontemporer adalah riba yang diharamkan oleh Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.
TAFSIR ILMI DAN GEOLOGI; ANALISA USIA BUMI Achmad Zubairin
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 8 No 02 (2023): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v8i02.5466

Abstract

This paper is an attempt to connect the interpretation of the Qur'an with science. This paper agrees with the interpreters/ulama who agree with scientific interpretation, both with inductive and deductive approaches. Among the scholars who agree with scientific/scientific interpretations are Al-Ghazali, Muhammad Abduh, Al-Maraghi, Thantawi Jauhari, Sa'id Hawa. Their argument is that verses that talk about the universe must be approached from a scientific perspective. This paper disagrees with Al-Syathibi and Ibn Taimiyyah who oppose this scientific/'ilmi interpretation, those who are too concerned about the Al-Qur'an will lose its miracle if the scientific theory adopted into the interpretation of the Al-Qur'an changes. By using qualitative methods in research, this paper aims to apply scientific analysis in interpretation. Based on the results of scientific experiments conducted, it turns out that many scientific hints were found in the Al-Qur`an, so that the continuity of life on this earth is maintained.
MENELISIK DIMENSI KONTEMPORER DARI TAFSIR AL MANAR KARYA MUHAMMAD ABDUH DAN MUHAMMAD RASYID RIDHA Afifi, Mansur; Syauqani, Syamsu
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.5862

Abstract

Kehadiran Al-Qur’an dalam bentuk tertulis (teks) memberikan peluang terjadinya perbedaan pemahaman terutama oleh pembacanya. Perkembangan situasi dan perubahan kondisi masyarakat di mana tantangan dan persoalan kehidupan sosial yang dihadapi makin kompleks dan rumit memunculkan berbagai ide, metode, dan pendekatan untuk menafsirkan Al-Qur’an. Tafsir Al Manar kemudian muncul sebagai tanggapan atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dan sekaligus membawa pembaharuan pemikiran keislaman. Melalui corak penafsiran adabul ijtima’i (sosial budaya kemasyarakatan) sebagai salah satu ciri tafsir kontemporer Muhammad Abduh dan Muhammad Rasyid Ridha menyajikan pemahamannya atas ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan akal pikiran dan mengkontekstualisasikannya dengan kondisi sosial masyarakat di zamannya. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis isi (content analysis) artikel ini membedah tafsir Al Manar dan mengkritisi beberapa hasil penafsirannya. Data yang digunakan diperoleh dari studi kepustakaan berupa buku, jurnal, dan artikel dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al Manar lebih menekankan tafsirannya berlandaskan akal dan mengkontekstualisasikannya dengan kondisi sosial masyarakat. Selain itu, ditemukan beberapa inkonsistensi dalam penafsirannya terutama disebabkan oleh komitmen penafsir yang kuat dalam menerapkan pembuktian secara logika.
Perbandingan Standar penetapan Rasm Dan Dhabt Dalam Mushaf Utsmani Indoenesia Dan Malaysia Romziana, Luthviyah; Wati, Vera Purnama
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.5951

Abstract

Al-Qur’an adalah kalam suci yang harus terjaga, upaya pengkodifikasiannya telah dilakukan pada masa Nabi Muhammad hingga masa Khalifah Utsman bin Affan, yang kini dikenal dengan sebutan mushaf utsmani. Mushaf utsmani memiliki kaidah-kaidah (aturan) tersendiri, yakni kaidah penulisan (rasm) dan penandaan (dhabt). Namun meski demikian, setiap negara juga memiliki standar rasm serta dhabt untuk memudahkan para pembaca mushaf al-Qur’an, seperti negara Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kaidah asli rasm dan dhabt mushaf utsmani, serta hasil perbandingan dari dua standar mushaf utsmani yang berada di Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berjenis komparatif atau muqaran. Oleh sebab itu, hasil pembahasan menyimpulkan bahwa, mushaf rasm utsmani adalah mushaf yang dibukukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan, dengan pola penulisan yang khusus dari Utsman dan sahabat yang lain. Standarisasi mushaf utsmani dari dua negara ini memiliki perbedaan juga persamaan. Persamaannya terletak pada kaidah rasm, sedangkan perbedaannya terdapat pada kaidah dhabt. Mushaf utsmani standar Malaysia, berupaya mengambil penuh pada dua aspek kaidah mushaf utsmani yang asli. Sedangkan mushaf utsmani standar Indonesia, lebih banyak merubah kaidah dhabt untuk mnyelaraskan bacaan dengan keadaan masyarakat Indonesia.
MODEL PENAFSIRAN APRESIATIF INKLUSIF FAZLUR RAHMAN TENTANG AHLU KITAB Hakam, Muhammad Haris
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.5994

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang penafsiran inklusif Fazlur Rahman terhadap ayat ahlu kitab, yang secara tegas menyatakan bahwa apresiasi terhadap tradisi dan agama lain itu sama dengan mengapresiasi agama sendiri, karena setiap agama memiliki kemungkinan adanya kebenaran. Model penafsiran Fazlur Rahman merupakan model tafsir apresiatif terhadap keimanan agama lain dan ahlu kitab juga bakal mendapatkan jaminan keselamatan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode riset kepustakaan (library research) melalui pencarian dan pengumpulan literatur heterogen yang dibutuhkan. Tulisan ini berkesimpulan bahwa penafsiran Fazlur Rahman tentang ahlu kitab yang berkaitan dengan petunjuk dan keselamatan bukan monopoli agama dan kelompok tertentu. Petunjuk Tuhan bersifat universal bagi siapa saja dan agama apa saja. Yang terpenting adalah melakukan kebaikan. Fazlur Rahman tetap mengakui Islam sebagai agama yang paling benar dan tetap mengapresiasi keberadaan agama-agama lain.
PENELUSURAN BAHAN PUSTAKA PENELITIAN AL-QUR’AN DAN TAFSIR SERTA PERUMUSAN HIPOTESIS Robbi, Mochammad Asep; Ahmadi, Ahmadi; Aminullah, Aminullah; 'Ulumiyah, Savinatul; Izzah, Robchatul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.6233

Abstract

Suatu penelitian dapat dilakukan dengan alat dan bahan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam penelitian juga dibutuhkan teknik dan metode yang tepat sehingga penelitian dapat dilakukan secara terarah dan akurat. Bebrapa unsur yang sangat penting dalam kegiatan penelitian adalah pertama, bahan pustaka sebagai bahan utama dan pendukung untuk mencapai tujuan penelitian dan kedua, perumusan hipotesis yang akan dibahas dalam penelitian ini khususnya terkait penelitan Al-Qur’an dan tafsir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif dan jenis penelitian library research. Penelusuran bahan pustaka terkait penelitian A-Quran dan tafsir dapat dilakukan dengan beberapa cara mulai dari penelusuran katalog perpustakaan hingga penelusuran melalui media elektronik seperti internet. Hipotesis dalam pengertian, syarat-syarat dan kegunaan serta perumusannya secara umum berlaku untuk semua penelitian termasuk penelitian Al-Qur’an dan tafsir. Untuk mendapatkan rumusan hipotesis yang baik dan benar, tentu harus mengikuti langkah-langkah yang baik dan benar pula karena hipotesis yang baik dan benar akan memudahkan proses jalannya penelitian. Hipotesis dalam penelitian Al-Qur’an dan tafsir berperan sebagai pernyataan sementara atas hasil penelitian yang akan dilakukan.
RESEPSI EKSEGESIS MUSLIM TIONGHOA TERHADAP AYAT-AYAT IBADAH DI MASJID LAUTZE PASAR BARU JAKARTA PUSAT Syarifah, Zulfi Ida; Ulinnuha, Muhammad; Syukron, Muhammad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.6338

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya keragaman pemahaman Muslim Tionghoa di Masjid Lautze Pasar Baru Jakarta Pusat terhadap ayat-ayat ibadah dalam Al-Qur`an sehingga berakibat pada berbagai exkspresi yang berimbas pada keberagaman agama mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mencari bentuk-bentuk resepsi mereka sekaligus implementasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi adanya resepsi pada ayat-ayat ibadah. Karena itu, penelitian ini akan mengkorfirmasi, resepsi eksegesis, Muslim Tionghoa terhadap ayat-ayat ibadah di Masjid Lautze Pasar Baru Jakarta Pusat. Metode penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yakni dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi langsung di Masjid Lautze, ini menjadi data primer, sedangkan untuk data sekunder berdasarkan kitab tafsir, buku, jurnal, internet yang sesuai dengan tema pokok kajian tesis ini.  Hasil temuan resepsi pada ayat-ayat ibadah menunjukkan bahwa resepsi eksegesis Muslim Tionghoa menerima Islam sebagai agamanya dengan mengucapkan ikrar syahadah, QS. Al-Māidah ayat 6, QS. Hūd ayat 114 dan QS. Al-Fātiḥah dihafalkan dan diajarkan serta adanya pembelajaran membaca Al-Qur`an.
PENAFSIRAN AT-TAHRIR IBNU ‘ASYUR TERHADAP NILAI-NILAI KARAKTER KEPEMIMPINAN YANG TERDAPAT DALAM SURAT YUSUF 50-56 Fatimatuzzahro, Itsna; Hidayat, Syarif
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.6350

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran At-Tahrir Ibnu ‘Asyur terhadap nilai-nilai karakter kepemimpinan yang terdapat dalam surat yusuf 50-56. Melalui metode penelitian library research penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis literatur yang relevan termasuk penelitian terkait, untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tertang penafsiran tersebut. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa nilai kepemimpinan yang dicerminkan dalam penafsiran At-Tahrir Ibnu ‘Asyur. Pertama, sabar  menjadi karakteristik penting bagi seorang pemimpin, seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Yusuf dalam menghadapi cobaan berat dan tetap teguh dalam menjalankan tugasnya. Kedua ‘iffah sifat yang dimiliki oleh Nabi Yusuf untuk menjaga kesucian diri dengan mengendalikan diri dari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah. Ketiga, kejujuran juga menjadi nilai karakter kepemimpinan yang ditemukan dalam penafsiran ini. Nabi Yusuf memegang teguh nilai kejujuran meskipun beliau menduduki kekuasaan yang tinggi. Selain itu, amanah salah satu karakter yang terdapat dalam penafsiran ini. Sifat amanah merupakan sifat keteladanan yang dimiliki Nabi Yusuf.
TRILOGI PROSES INTEGRASI SOSIAL DAN IMPLIKASI TERHADAP KEMULIAAN BERDASARKAN SURAH AL-HUJURAT (49):13 Fadjrul Hakam Chozin; Aziz, Azalia Wardha
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.6489

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna maupun pesan yang terkandung dalam surah al-Hujurat (49): 13 dalam perspektif sosiologi melalui beberapa penafsiran mufassir terhadap ayat. Penelitian terhadap surah al-Hujurat (49): 13 sebelumnya telah banyak dilakukan dalam beberapa perspektif. Namun sebagian besar penelitian hanya berfokus pada satu term atau kata kunci sebagai perwakilan keseluruhan makna ayat. Kajian dalam penelitian ini berupaya mengungkap dan menganalisis surah al-Hujurat (49): 13 dengan berfokus pada tiga term sebagai kata kunci dalam ayat, meliputi penciptaan (khalaqna), kenal-mengenal (ta’aruf) dan paling mulia (akram). Ketiga term tersebut, menggambarkan trilogi unsur yang memiliki relevansi makna terhadap kesatuan makna dalam ayat. Penciptaan (khalaqna) sebagai realitas pluralitas menjadi dasar kesadaran untuk kenal-mengenal (ta’aruf) melalui tindakan. Tindakan kenal-mengenal berupa saling memahami satu sama lain, kerja sama, pemenuhan hak satu sama lain, saling mewarisi satu sama lain dan saling mengakui maupun menghargai satu sama lain. Relevansi antara term penciptaan (khalaqna) dan kenal-mengenal (ta’aruf), mencerminkan fase atau tahapan terwujudnya integrasi sosial sebagai cita-cita dalam ayat yang berimplikasi pada pencapaian kemuliaan (akram). Kemuliaan dapat dicapai dengan konsistensi sebagai bentuk takwa dalam melaksanakan perintah Allah Swt, melalui tindakan upaya kenal-mengenal (ta’aruf) yang berdasar pada realitas pluralitas (khalaqna).