cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 24069582     EISSN : 25812564     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir: is a peer review of a national journal published by the Tarbiyah Department of Al Hidayah Islamic High School in Bogor in an Islamic Education study program. This journal focuses on issues of Qur'anic science and interpretation.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
KARAKTERISTIK ORANG MUNAFIK DI ERA MODERN: ANALISIS WACANA KRITIS INTERPRETASI USTAZ ADI HIDAYAT DI YOUTUBE Aljabbar, Muhammad Muslich
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.6492

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh semakin samarnya karakteristik orang munafik seiring berkembangnya zaman. Secara ringkas artikel ini berisi analisis kritis terhadap karakteristik orang munafik di era modern yang disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat di kanal YouTube-nya Adi Hidayat Official. Tujuan dari artikel ini adalah memahami bagaimana Ustaz Adi Hidayat mengkontruksi ulang karakteristik orang munafik di era modern bedasarkan interpretasinya terhadap surah al-Nisa’ [4]: 107. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Teun A. Van Djik. Penelitian ini menemukan bahwa struktur teks wacana (makro, super struktur, dan mikro) berisi makro/tema karakteristik orang munafik di era modern perspektif Ustaz Adi Hidayat. Super struktur/skema video diawali dengan salam, penjelasan, contoh, dan diakhiri dengan nasihat. Mikro/penyampaian menggunakan diksi yang komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami. Adapun kognisi sosialnya dilatarbelakangi oleh; 1) Samarnya sifat munafik seiring berkembangnya zaman 2) Sebagai pengetahuan objektif 3) Sebagai introspeksi diri. Terakhir, konteks sosialnya terkait karakter orang munafik yang suka berdebat dan berselisih namun lawan bicaranya adalah orang yang benar adalah seperti kasus Panji Gumilang terkait bercampurnya saf salat antara pria dan wanita di Pondok Pesantren Al Zaytun dimana Panji Gumilang bersikukuh bahwa tindakannya itu benar. Padahal itu bertentangan dengan syariat Islam dan tradisi salat di Indonesia.
SOSIONEUROSAINS PERSPEKTIF AL-QUR`AN Triono, Ari; Lubis, Zakaria Husin; Kamaluddin, Ahmad
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.6560

Abstract

Studi analisis ini, bertujuan untuk mengetahui dan menguji cara kerja atau mekanisme pendekatan sosioneurosains terhadap perilaku sosial manusia. Melalui metode penelitan kualitatif dan metode tafsir tematik (maudhu’I), penelitian ini mendapati hasil bahwa perilaku sosial manusia, pengaruhnya didominasi oleh intensi (niat)-nya, yang-mana terbentuknya intensi tersebut melalui elemen persepsi, sikap dan kontrol subjektif dalam bingkai ilmu pengetahuan yang ada pada manusia. Sosioneurosains perspektif al-Qur`an pembicaraannya berputar pada istilah al-Nashiyah, al-Fikr dan al-‘Aql, yang diimpelementasikan pada perilaku manusia dalam konteks sosial.
Problematika dan Solusi Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Dalam Surat Al-Kahfi Wahid Hasyim, Abd
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 02 (2021): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul problematika dan solusi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam surat al-kahfi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna tersembunyi dalam hubungan keempat kisah dalam surat al-kahfi. Teori yang digunakan adalah teori semiotika Charles Sander Pierce dengan konsep triodik semiotik yang terdiri dari Representamen, Object dan Interpretant. Metode yang digunakan adalah analisis isi. Hasil dan Kesimpulan pada tulisan ini adalah adanya hubungan timbal balik dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat. Yaitu aspek kepemimpinan, aspek ekonomi, aspek manusia, aspek ilmu pengetahuan dan aspek keikhlasan tanpa pamrih dalam berbuat. Hubungan yang terjadi diantara setiap aspek tersebut adalah hubungan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS AL-DAKHIL DALAM QIRA’AT Hakim, Lukman
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.6616

Abstract

Tradisi penafsiran Al-Qur’an yang sudah dimulai sejak masa Nabi Muhammad mengalami perkembangan hingga memunculkan corak yang beragam, seperti syiah dan khawarij yang dipastikan terdapat unsur al-dakhil di dalamnya. Namun demikian, al-dakhil juga terjadi pada riwayat-riwayat, termasuk riwayat pada qira’at Al-Qur’an yang berimplikasi pada penafsiran. Sehingga, tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi dan analisis terhadap qira’at yang masuk dalam kategori al-dakhil. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan motede pendekatan deskriptif-analitis. Jika diidentifikasi, qira’at yang masuk dalam kategori al-dakhil, dapat diklasifikasi menjadi empat yaitu ahad, shadh, maudu’ dan mudraj. Keempat qira’at ini masuk dalam kategori dakhil karena tidak memenuhi tiga syarat qira’at sahih yakni sanad yang sahih, sesuai rasm utsmani dan sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Sehingga, tidak boleh dijadikan sebagai bacaan al-Qur’an atau shalat. Jika dianalisis qira’at-qira’at tersebut dapat ditemukan dalam tafsir klasik ataupun kontemporer, namun sebagian ulama’ tafsir tidak menjelaskan rincian statusnya mana yang sahih dan mana yang dhaif. Hal ini sangat penting memandang qira’at memiliki implikasi dalam penafsiran.
KEADILAN SOSIAL: KONSEP KEADILAN DAN PERAN MANUSIA DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN PERSPEKTIF AL-QUR'AN Ihsanniati, Nurlina Sari; Ramadhan, M. Nur Gema; Thobroni, Ahmad Yusam; Yaqin, Achmad Ainul; Qisom, Shobikhul
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.6661

Abstract

Keadilan sosial adalah konsep yang mendasar dalam masyarakat yang adil dan seimbang. Konsep ini menekankan penghapusan disparitas sosial, ekonomi, dan politik serta pemberian hak yang sama kepada semua individu. Keadilan sosial merupakan aspek penting dalam pembangunan masyarakat yang adil dan harmonis.  pemahaman tentang keadilan dalam Islam dan bagaimana manusia dapat berperan aktif dalam memperjuangkannya dalam konteks sosial. Fokus penelitian ini adalah pada bagaimana Al-Qur'an memandang konsep keadilan dan peran individu dalam memperjuangkan keadilan dalam  konteks kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pandangan Al-Qur'an tentang keadilan serta untuk menyoroti pentingnya peran manusia dalam mewujudkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks Al-Qur'an dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an  menggarisbawahi  pentingnya  keadilan sosial  dan  menegaskan   bahwa  setiap  individu  memiliki  tanggung  jawab untukberkontribusi dalam menciptakan keadilan atau masyarakat yang adil. Pemahaman yang mendalam tentang konsep keadilan dalam Al-Qur'an dapat membimbing individu dan masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, sesuai dengan ajaran agama Islam. Temuan ini memiliki implikasi yang signifikan untuk pengembangan pemikiran dan praktik yang berorientasi pada keadilan sosial dalam masyarakat yang beragam.
STUDI METODOLOGI BUKU ‘ULUMUL QUR’AN KARYA ABAD BADRUZAMAN Maya, Rahendra; Sarbini, Muhammad; Heryanto, Budi; Aini, Farah; Yuliyanti, Yuliyanti
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah sekian lama didominasi oleh penggunaan referensi dan literatur berbahasa Arab, sehingga tidak jarang menimbulkan kesulitan dalam pemahaman terutama bagi para pemerhati kajian ‘Ulumul Qur’an yang berlatar belakang dari pendidikan umum, kini semakin banyak karya ‘Ulumul Qur’an berbahasa Indonesia yang berasal dari para ilmuwan Indonesia sendiri, terutama dari para dosen-akademisi. Penulisan dan penyajian Abad Badruzaman dalam karya-karya ‘Ulumul Qur’annya menarik dan memberikan minat untuk mengkajinya, terutama melalui sub pembahasannya yang diberi judul “Tawaran Penelitian” yang belum ditemukan dalam karya semisal. Oleh karena itu, artikel ini berupaya mengkaji dan menganalisis metodologi penulisan buku-buku ‘Ulumul Qur’an karya Abad Badruzaman. Penelitian dalam artikel ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan basis penelitian studi pustaka. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif untuk mendeskripsikan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat sehingga kesimpulan yang dibuat berdasarkan tujuan yang telah dirumuskan, dan juga dengan menggunakan metode analisis interpretatif berdasarkan data alamiah yang ada
A ANALISIS HUBUNGAN NABI ISA DAN BANI ISRAEL DITINJAU DARI PANGGILAN “YA BANI ISRAEL” Dwi Lestari, Wiwin
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.6711

Abstract

Penelitian ini akan membahas fenomena kebahasaan di dalam kisah Nabi Isa dan Bani Israel. Nabi Isa tidak memanggil kaumnya dengan panggilan “Kaumku” sebagaimana yang dilakukan Nabi Musa ketika memanggil Bani Israel. Penelitian ini merupakan library research dengan metode deskriptif-analisis menggunakan dua sudut pandang, yakni pemilihan redaksi atau diksi dengan menekankan unsur-unsur sintaksis dan psikologi sastra. Analisis sintaksis digunakan untuk mengupas alasan penggunaan redaksi “Wahai Bani Israel” yang selalu digunakan Nabi Isa untuk memanggil kaumnya. Sementara psikologi sastra digunakan untuk mengetahui kondisi psikologi Nabi Isa dan Bani Israel dalam proses interaksi sosial. Hasil penelitian adalah pertama Nabi Isa memanggil kaumnya dengan sebutan “Bani Israel” bukan panggilan akrab seperti “Kaumku.” Panggilan Bani Israel digunakan Al-Qur’an untuk menegaskan bahwa Nabi Isa tidak memiliki kedekatan nasab dengan kaumnya karena nasab Nabi Isa disandarkan kepada ibunya. Hal ini sangat berbeda dengan tradisi masyarakat Arab yang menyandarkan nasab kepada ayah. Kedua, Surah al-Ma’idah  ayat 72 dan As-Saff ayat 6 merupakan contoh interaksi sosial yang dibangun Nabi Isa dengan cara berdakwah. Interaksi Nabi Isa dan Bani Israel sebenarnya telah dimulai sejak masa kecil Nabi Isa yaitu ketika Bani Israel memberikan penolakan pertama kalinya untuk Maryam dan Isa. Sebagai manusia, Nabi Isa tetap merasakan berbagai emosi, seperti kebahagiaan dan ketenangan, kesedihan, serta ketakutan. Kata kunci: Nabi Isa, Bani Israel, Sintaksis, Psikologi sastra
URGENSI AIR DALAM PERSPEKTIF MUFASSIR DAN SAINTIS S., Abdillah
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.6775

Abstract

Air merupakan sendi kehidupan, tanpa keberadaannya kehidupan di alam semesta bisa dipastikan tidak akan berlangsung sampai saat ini. Allah swt telah menginformasikan di dalam al-Qur’an, segala sesuatu yang hidup dan berkembang di dunia merupakan manifestasi air. Al-Qur’an dan Sains merupakan integrasi pengetahuan yang saling mendukung, melengkapi dan merespon. Keduanya bagaikan mata uang yang saling berkaitan, tanpa kehadiranya satu sama lain, yang lain pun tidak berarti apa-apa. “perkawinan” kedua ilmu ini, salah satu jalan yang harus ditempuh dalam merespon ruang dan waktu yang terus berkembang dinamis. Air dan lautan telah digambarkan dengan jelas di dalam al-Qur’an, namun penjelasannya belum sedetail dengan apa yang telah ditemukan oleh para saintis, sehingga dengan hadirnya penemuan-penemuan para ahli, sinergi al-Qur’an dan ilmu pengetahuan semakin membawa manfaat bagi alam, manusia dan kehidupan. Al-Qur’an hadir memberikan signal untuk diteliti, diobservasi pengetahuan yang terkandung di dalamnya, kemudian sains datang untuk membedah, sehingga keduanya dapat melahirkan pengetahuan yang baru yang sesuai dengan pancaran cahaya al-Qur’an. Hal itulah yang dibutuhkan oleh makhluk di alam semesta ini untuk melanjutkan kehidupan mereka.
KAIDAH ZIYĀDATUL HURUF DAN MAḤẒŪFATUL HURUF PADA RASM ‘UŚMĀNI (Studi Komparatif Kitab Samīr Aṭ-Ṭālibīn Fī Ar-Rasm Wa Ḍabṭ Al-Kitāb Al-Mubīn dan Jāmi’ Al-Bayān Fī Ma’rifati Rasm Al-Qur’ān) Herman, Herman; Fathoni, Ahmad; Naelul Huda, Ade
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i01.7073

Abstract

Rasmul Al-Qur’an merupakan salah satu bagian disiplin ilmu Al-Qur’an yang mana di dalamnya mempelajari tentang penulisan Mushaf Al-Qur’an yang dilakukan dengan cara khusus, baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakan. Penelitian ini termasuk menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini termasuk dalam kategori kajian (library risearch) atau kepustakaan yang di mana sumber datanya dihasilkan melalui studi pustaka atau literatur yang terkait, lalu dianalisa, diungkapkan, dan dikaitkan relevansinya juga aktualisasinya. Hasil dari peneitian ini menunjukkan di antaranya: pertama, adanya keselarasan dalam istilah atau kaidah iśbat atau ziyādah, dan kaidah maḥẓūfatul huruf pada rasm uśmani, namun berbeda pandangan dalam menyikapi kalimat dan kata yang dihilangkan (ḥaẓf) atau ditulis (iśbat atau ziyādah) menurut ulama perawi rasm; kedua, pada tetma-tema tertentu selaras dengan menggnakan ungkapan (ittafaqa atau jāa ‘an) namun pada jumlah rawi yang disebutkan masing-masing berbeda jumlah, di mana ‘Ali Handāwī menyebutkan tiga perawi dengan (jāa ‘an syuyukh atau ittafaqa asy-syuykh) sedangkan ‘Alī Ḍabā’ menyebutkan dua perawi (ittafaqa syaikhan); ketiga, terdapat perbedaan pendapat pada kalimat-kalimat yang sama namun berbeda hukumnya antara hazf atau ziyādah (iśbat); dan keempat perbedaan jumlah yang dikecualikan iśbat pada wazan-wazan, di mana ‘Alī Handāwī menyebutkan enam wazan yang dikecualikan ḥaẓf, sedangkan ‘Alī Ḍabā’ menyebutkan tujuh wazan, namun sepakat peletakan pada tema ḥaẓf
PENAFSIRAN YUNAHAR ILYAS TENTANG POSISI PEREMPUAN DALAM ISLAM Nahar, Muhammad Hasnan; Hariani, Hidayah
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 02 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v9i02.6540

Abstract

Yunahar Ilyas adalah seorang mufasir yang konsen terhadap pembahasan gender dan perempuan. Tidak lepas dari latar belakang sebagai orang Minangkabau yang menerapkan sistem matrilineal menjadikan Yunahar Ilyas tumbuh sebagai sosok yang mendukung kesamaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. Tulisan ini termasuk dalam jenis studi tokoh tafsir atau al-bahts fi al-rijal al-tafsir, yang membahas tokoh Yunahar Ilyas. Dikenal sebagai seorang ulama dan juga intelektual yang karismatik. Ketohohannya diakui secara nasional maupun internasional. Dalam dunia akademik, Yunahar Ilyas telah mendapatkan gelar tertinggi, yakni Guru Besar di bidang Ulumul Qur’an di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Menggunakan metode deskriptif-analitis mencoba mendeskripsikan dan menganalisa penafsiran Yunahar Ilyas tentang posisi perempuan dalam Islam, seperti kebolehan perempuan untuk memimpin, kesetaraan dalam hak kenabian, reposisi perempuan dalam rumah tangga dan peran perempuan di ruang domestik dan ruang publik.