cover
Contact Name
ASKHABUL KIROM
Contact Email
multicultural@yudharta.ac.id
Phone
+6285646426434
Journal Mail Official
pasca@yudharta.ac.id
Editorial Address
Jln. Yudharta No. 07 Sengonagung Purwosari Pasuruan 67162 Jawa Timur, Indonesia. Email: pasca@yudharta.ac.id
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Multicultural of Islamic Education
ISSN : 25985957     EISSN : 2598506X     DOI : 10.35891/ims.v8i1.5401
Core Subject : Religion, Education,
Development and implementation of innovative learning models in classrooms filled with multicultural values Development and implementation of products / prototypes related to multicultural learning technology Study of phenomena that occur in the studio or analysis of government policies on multicultural education
Articles 101 Documents
DERADIKALISASI PENAFSIRAN AL QURAN DAN KESETARAAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Saifulah, Muh. Saiful Ma’ruf

Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.794 KB)

Abstract

Dalam konteks kehidupan multicultural di butuhkan paradigma penafsiran ayat-ayat Al-Quran yang bisa merepresentasikan visi dan misi Al-Quran yaitu Rahmatal lil ‘alamin yaitu “Deradikalisasi Penafsiran Al-Quran”.Kesetaraan dalam kehidupan multicultural memiliki banyak dimensi yaitu keseimbangan, keadilan dan moderat yang harus di munculkan kepermukaan kembali dalam kehidupan multicultural. Karena nilai kesetaraan merupakan visi yang revolusioner untuk mengentaskan diskriminasi, seperti penjajahan dan penindasan (ekonomi, pendidikan dan faslitas public).
MUNTIKULTURALISME DI INDONESIA: SUKU, AGAMA, BUDAYA M. Anang Sholikhudin, Ahmad Zainuri

Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.559 KB)

Abstract

Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai macam suku yang masing-masing mempunyai struktur budaya (culture) yang berbeda-beda. Ciri-ciri masyarakat multikultural yaitu :Terjadi segmentasi, Memilki struktur, Konsensus rendah, Relatif potensi ada konflik, Integrasi dapat tumbuh dengan paksaan dan Adanya dominasi politik terhadap kelompok lain. Penyebab timbulnya masyarakat multikultural sbb: Faktor geografis, Pengaruh budaya asing, Kondisi iklim yang berbeda, Keanekaragaman Suku Bangsa,Keanekaragaman Agama danKeanekaragaman Ras.
POTRET MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI INDONESIA Munif, Afandi

Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.523 KB)

Abstract

Negara Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia. Negara yang masih memiliki banyak kekurangan untuk menjadi negara maju. Namun, dibalik kekurangan yang dimiliki oleh negara Indonesia, Indonesia memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh negara lain dimana ciri tersebut melambangkan sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang luar biasa tersebut adalah budaya yang ada di Indonesia. Budaya Indonesia adalah budaya yang memiliki keunikan dan keberagaman yang sering disebut dengan Multikultural. Sebenarnya, multikulturalisme itu adalah sebuah acuan timbulnya masalah yang besar. Mengapa demikian?  Kita tahu dengan banyaknya kebudayaan di Indonesia maka negara Indonesia belum tentu bisa menyatukan semua kebudayaan tersebut dengan baik dan menjamin setiap kebudayaan menjalin hubungan yang baik antara budaya yang satu dengan budaya yang lainnya. Bisa saja, ada konflik antara budaya yang satu dengan budaya yang lain dikarenakan beberapa hal. Contohnya kita lihat konflik poso konflik yang terjadi karena perbedaan budaya dari segi agama. Konflik tersebut penyebabnya adalah perbedaan kebudayaan dan ideologi masyarakatnya. Masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama pun masih bisa terjadi konflik. Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi masalah tersebut agar negara Indonesia dengan multikulturalismenya bisa disatukan tanpa adanya konflik antar individu, antar golongan atau kelompok, antar etnis dan antar kebudayaan? Melihat kondisi tersebut, negara Indonesia memiliki prinsip yang dapat mempersatukan setiap kebudayaan yang ada di Indonesia. Prinsip tersebut adalah“Bhineka Tunggal Ika”. Apa itu Bhineka Tunggal Ika ? Bhineka Tunggal Ika adalah walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua. Maka keberagaman kebudayaan yang ada di Indonesia bisa disatukan dan bisa menghindari konflik antar kebudayaan. Tidak hanya itu saja, Indonesia memiliki prinsip “Bersatu kita Teguh, Bercerai kita Runtuh”. Prinsip tersebut adalah prinsip yang sangat fatal. Dalam artian, bersatu kita teguh berarti apapun masalah yang dihadapi, apapun yang menghalangi, kalau kita bersatu, bersama-sama maju, dan bergotong royong untuk menyelesaikan suatu masalah, maka masalah tersebut akan bisa diatasi dengan mudah dan dengan bersatu, kita menjadi teguh. Sedangkan bercerai kita runtuh, kalau kita menghadapi sesuatu sendirian, tanpa bantuan orang lain, maka masalah tersebut akan sulit untuk diselesaikan. Maka dari itulah, manusia disebut makhluk sosial. Makhluk yang hidup bersama dan saling berhubungan satu sama lain.
BANGUNAN TASAWWUF FALSAFI IBNU ARABI TERHADAP KONSEP MULTIKULTURALISME M. Anang Sholikhudin, Makhfud Syawaludin

Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.423 KB)

Abstract

sikap kita terhadap keberagaman menentukan kemajuan Islam itu sendiri. “Kalau Islam ingin dijadikan mencusuar nusantara dan dunia, tergantung bagaimana kita (Islam) melihat keberagaman.” Tegas Prof. H. Hariyono dalam Seminar dan Bahtsul Masail dengan tema “Islam Nusantara: Meneguhkan Moderatisme dan Mengikis Ekstrimisme dalam Kehidupan Beragama” yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur di Universitas Negeri Malang (13/02/2016). Gagasan Islam Nusantara memberikan deskripsi berbeda tentang Islam yang selama ini direduksi oleh Islam Timur Tengah. Sehingga, gagasan Islam Nusantara menjadi benteng Islam Rahmatan lil ‘Alamin itu sendiri.
ISLAMISASI NUSANTARA DAN PROSES PEMBENTUKAN MASYARAKAT MUSLIM Muhammad Nur Hadi, Miftakhul Jannah

Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.536 KB)

Abstract

Penyebaran Islam di Indonesia di indikasikan dibawa oleh para pedagang dari berbagai Negara, pertumbuhan komunitas Islam bermula diberbagai pelabuhan-pelabuhan penting di Sumatera, jawa, dan daerah-daerah pesisir lainnya. Kerajaan-kerajaan Islam yang pertama berdiri didaerah pesisir, seperti kerajaan samudra pasai, Aceh, Demak,Banten, dan Cirebon. Sejarah Islamisasi di nusantara juga tidak terlepas dari aspek kehidupan raja-raja terdahulunya yang telah memberikan banyak kebudayaan yangtetap kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik dalam penyebaran agama Islam itu sendiri. Adapun salah satu contoh peninggalan zaman kerajaan yang tetap berdiri kokoh sampai sekarang adalah dengan berdirinya masjid kudus yang merupakan kolaborasi kehidupan antara agama hindu dan Islam.
TASAWUF AMALI QODIRIYAH (SYAIKH ABD. QODIR ALJAILANI) Saifulah, Muh. Saiful Ma’ruf

Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.166 KB)

Abstract

Pendidikan berbasis sufistik sangat efektif untuk menangkal degradasi moral generasi bangsa. Yaitu dengan internalisasi nilai-nilai keimanan, keislaman, dan ihsan mulai sejak dini. Dengan mengemplementasikan ajaran-ajaran tarekat Qodiriyah wanaqsabandiyah dalam dalam kehidupan maka derajat manusia akan mencapai Ahsan al-taqwim, bukan justru sebbaliknya asfal al safilin. Manusia harus meyeimbangkan antara jasmani dan rohani yaitu dengan mengamalkan ajaran-ajaran tarekat “Qodiriyah wa naqsabandiyah”. Pondok pesantren adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan Sufisme diri oleh setiap individu.
ISLAMISASI NUSANTARA DAN PROSES PEMBENTUKAN MASYARAKAT MUSLIM M. Nasir, Miftakhul Jannah

Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.061 KB)

Abstract

Proses Islamisasi tidak mempunyai awal yang pasti, juga tidak berakhir. Islamisasi lebih merupakan proses berkesinambungan yang selain mempengaruhi masa kini, juga masa yang akan datang. Islam telah dipengaruhi oleh lingkungannya, tempat Islam ber-pijak dan berkembang. Di samping itu, Islam juga menjadi tra-disi tersendiri yang tertanam dalam konteks sosio-ekonomi dan politik.
PERENCANAAN KURIKULUM BERBASIS PESANTREN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Zainal Abidin; Nur Rokhmatulloh; Moh. Wardi
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/ims.v4i2.2612

Abstract

Curriculum planning is an idea that is agreed upon and used as a standing reference in an organization for the process of achieving the goals of the institution. Therefore, the curriculum needs to be carefully planned so that it can answer the needs of all parties and the expectations of educational institutions from all levels and types of education. This paper tries to make the concept of pesantren-based curriculum planning in Vocational High Schools. The planning concept begins with identifying philosophical principles, sociological principles and psychological principles. These three principles serve as a basis for formulating student output, determining subjects, teaching resources, designing learning experiences and determining evaluation tools.
EFEKTIVITAS PENYUSUNAN RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DI UPT SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR NEGERI PURWODADI III Ardianto Ramadhani; Khumaidi
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/ims.v4i2.2614

Abstract

This study aims to explain the effectiveness of the implementation of the BOS program in planning activities, namely the preparation of school activity plans and budgets (RKAS) in the UPT education unit of the Purwodadi III Public Elementary School. This research is based on the fact that the implementation of the BOS program can be effective when the RKAS is compiled and determined jointly by the school management team, teachers and school committee. This research is a qualitative descriptive study, where data is collected through observation, interviews and document collection. Then analyzed with an interactive model. To further strengthen the results of this study a triangulation model is used.
MANAJEMEN PEMBIAYAAN DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Djuwairiyah; Abd. Muqit; Heni Listiana
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/ims.v4i2.2615

Abstract

Educational institutions are institutions that allow to organize a structured and traditional learning process. In order to improve the quality of education, educational institutions must not only meet the standard criteria for providing education, but also must be supported by adequate administration costs. The management of this education fund must be based on the principles of fairness, efficiency, transparency, and accountability. Regarding the implementation of responsible and professional duties, Allah swt. Affirmed: verily Allah has commanded all of you to give a mandate to his members.

Page 2 of 11 | Total Record : 101