cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
Karakterisasi Kompleks Inklusi Simvastatin – β-Siklodekstrin yang Dibuat dengan Metoda Kneading Octavia, Maria Dona; Zaini, Erizal; Halim, Auzal
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.425 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v7i3.179

Abstract

ABSTRACT : Characterization of Inclusion Complex Simvastatin - β - cyclodextrin prepared by Kneading Method" has been done . This study aims to improve the dissolution rate and characterize inclusion complexes simvastatin - β - cyclodextrin developed into 3 formula , the ratio between the simvastatin and β - cyclodextrin following formula I ( 1 : 1 ), the formula II ( 1 : 2 ), and the formula III ( 2 : 1 ). Inclusion complex prepared by adding water solvent to form a paste and then dried at room temperature. The results of the inclusion complexes were characterized by analysis Differential Thermal Analysis ( DTA ), X-ray diffraction, IR spectrophotometry, Scanning Electron Microscopy ( SEM ), and dissolution rate . The results of this analysis indicate that the inclusion complex formed, characterization and dissolution profiles better than the pure simvastatin and mixed physics simvastatin and β - cyclodextrin.   Key words : Inclusion complex, Simvastatin, β-Cyclodextrin, Kneading Methods   ABSTRAK : Telah dilakukan penelitian dengan judul "Karakterisasi Kompleks Inklusi Simvastatin - β-Siklodekstrin yang dibuat dengan Metoda Kneading". Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan laju disolusi serta mengkarakterisasi kompleks inklusi Simvastatin - β-Siklodekstrin yang dikembangkan menjadi 3 formula, dengan perbandingan antara simvastatin dan β - siklodekstrin sebagai berikut formula I (1 : 1), formula II (1 : 2), dan formula III (2 : 1). Komplek inklusi dibuat dengan cara menambahkan pelarut air hingga terbentuk masa seperti pasta dan kemudian dikeringkan pada suhu kamar. Hasil komplek inklusi ini dikarakterisasi dengan analisa Differensial Thermal Analysis (DTA), Difraksi Sinar X, Spektrofotometri Infra Red, Scanning Electron Microscopy (SEM), dan disolusi. Hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa kompleks inklusi yang terbentuk memberikan karakterisasi dan profil disolusi yang lebih baik dibandingkan dengan simvastatin murni dan campuran fisika simvastatin dan β-siklodekstrin yang dibuat dengan penggerusan biasa. Kata Kunci : Kompleks inklusi, Simvastatin, β-Siklodekstrin, Metoda Kneading
Penilaian Pelayanan Kefarmasian Program Rujuk Balik Jaminan Kesehatan Nasional di Kotamadya Denpasar Bersadarkan Sudut Pandang Pasien Wirasuta, I Made Agus Gelgel; Wistari, Ni Made Ayu; Kosasih, Diah Ayu Nirmala; Cahyadi, Maria Fiani; Sari, Ni Putu Latsartika; Sudarni, Ni Made Rai; Sarasmita, Made Ary; Larasanty, Luh Putu Febryana
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.043 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i1.290

Abstract

ABSTRACT: The aim of this study was to evaluate the implementation of pharmaceutical care in pharmacies from patientâ??s point of view. The questioner assessment based on expectations, perceptions and level of satisfaction of patients. The questions were grouped into universal pharmaceutical care aspect, infrastructure and medicine management, drug auditing practice and dispensary waiting time, dispensing practice, drug information and drug counseling, and drug monitoring. The patients have a very high expectation of the pharmaceutical care in aspects of universal pharmaceutical care, infrastructure and medicine management, drug auditing practice and dispensary waiting time, and dispensing practice. The patients expressed a high expectation of drug information and counseling care, and a medium expectation in the drug monitoring. The patients have very high perception only at universal pharmaceutical care along with the infrastructure and medicine management aspects, while the drug auditing practice and dispensary waiting time along with dispensing practice aspects have medium perception. The drug information and counseling care along with drug monitoring aspects have poor perception. The comprehensive assessment showed that patient satisfaction levels were low on pharmaceutical care on community practice. The high expectation of patients to pharmaceutical care was a challenge to pharmacist to improve their role in better patient care. Keywords: pharmaceutical care, pharmacy, patient expectation, perception, satisfaction ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menilai implementasi pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek dari sudut pandang pasien. Penilaian didasarkan pada aspek harapan, persepsi dan tingkat kepuasan pasien terhadap praktek kefarmasian menggunakan kuisioner tertutup dengan penilaian berdasarkan skala Likert. Kuisioner disusun berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di apotek tahun 2014. Pernyataan dalam kuisioner dikelompokkan ke dalam 6 aspek yaitu aspek layanan umum, sarana prasarana dan pengelolaan perbekalan Kefarmasian, pengkajian resep dan waktu tunggu, dispensing, layanan Pusat informasi obat (PIO) dan konseling, serta monitoring. Secara umum pasien memiliki harapan yang sangat tinggi pada aspek layanan umum, sarana prasarana dan perbekalan kefarmasian, pengkajian resep dan waktu tunggu, serta pada aspek dispensing, harapan pelayanan yang tinggi pada aspek layanan pusat informasi obat (PIO) dan konseling, serta harapan yang sedang pada aspek monitoring. Namun demikian, pasien memiliki persepsi yang tinggi hanya pada aspek layanan umum serta sarana prasarana dan perbekalan kefarmasian, sedangkan pada pelayanan pengkajian resep dan waktu tunggu serta dispensing memiliki tingkat persepsi sedang, serta persepsi yang sangat rendah pada pelayanan PIO dan konseling serta monitoring. Secara menyeluruh pasien memberikan tingkat kepuasan yang rendah pada pelayanan kefarmasian. Tingginya harapan pasien pada pelayanan kefarmasian yang sesuai dengan standar menunjukkan tuntutan dan peluang bagi apoteker khususnya dalam peningkatan praktek asuhan kefarmasian di apotek. Kata kunci: JKN, pasien rujuk balik, asuhan kefarmasian, apotek, persepsi, kepuasan .  
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT DARI DAUN DAN RIMPANG Zingiber ottensii Val. Noverita, .; Fitria, Dinah; Sinaga, Ernawati
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 4, No 4 (2009)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v4i4.26

Abstract

Endophytic fungi is cluster of fungi lives in the plant tissues for a few time or entire of its life. This kind of fungi usually produces secondary metabolites which have significant bioactivity, such as anti cancer, anti virus, or antibacterial agents. Endophytic fungi can be isolated from many kinds of plants, especially medicinal plant such as Zingiber ottensii Val. (Ghost Bangle), which is abundant in Indonesia. The objective of this research is to isolate endophytic fungi from leaves and rhizomes of Zingiber ottensii Val. and investigate its antibacterial activity towards Escherichia coli and Staphylococcus aureus. From the experiments we could obtain 10 endophytic fungi isolates from leaves and rhizomes of Zingiber ottensii Val., and experiments showed that all of the endophitic fungi have significant antibacterial activity towards Escherichia coli and Staphylococcus aureus.   ABSTRAK Jamur endofit merupakan  sekelompok jamur  yang sebagian atau seluruh hidupnya berada dalam jaringan tumbuhan hidup dan biasanya tidak merugikan pada inangnya. Jamur-jamur endofit umumnya memproduksi metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis yang bermanfaat seperti misalnya senyawa-senyawa anti kanker, anti virus, atau antibakteri. Jamur endofit dapat ditemukan pada berbagai jenis tumbuhan, terutama pada tumbuhan obat, seperti misalnya Zingiber ottensii Val. (Bangle hantu), salah satu tumbuhan obat yang banyak terdapat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat jamur endofit dari daun dan rimpang Zingiber ottensii Val., serta menguji aktivitas antibakteri dari isolat jamur yang diperoleh terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh 10 isolat jamur endofit dari daun dan rimpang Zingiber ottensi Val. Kesepuluh  isolat jamur endofit tersebut  memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan kedua jenis bakteri uji, dengan kekuatan yang berbeda-beda.
PROFIL PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS WILAYAH SURABAYA TIMUR DAN PUSAT Athijah, Umi; Wijaya, I Nyoman; Soemiati, .; Faturrohmah, Azza; Sulistyarini, Arie; Nugraheni, Gesnita; Setiawan, Catur Dian; Rofiah, .; Rahmah, Lidya
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5, No 4 (2011)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v5i4.58

Abstract

The aim of this research was to know the profile of drug storage in Primary Health Center of East and Central Surabaya. Descriptive study was done to all Primary Health Centre, using a validated structured questionaire and a check list. There were 20 store rooms and pharmacy rooms observed at the Primary Health Centre and their staff was interviewed. The result showed that 40% (8/20) of store rooms and 35% (7/20) of pharmacy rooms met qualification, the door in 95% (19/20) of store rooms and 90% (18/20) of pharmacy rooms were locked when not in use. In arranging activity, there was 25% (5/20) of store rooms arranged the drug according to therapeutic categories, dosage forms, and alphabetics. Fourty five percent (9/20) of store rooms use FIFO and FEFO systems in stock rotation. In monitoring of physical quality of drugs, 25% (5/20) of store rooms and 35% (7/20) of pharmacy rooms monitored the physical stability of drugs by identifying the change of color, smell, purity, and form. To conclude, drug storage activities was established but they still need some improvements to reach the optimal drug storage especially in arranging the drugs and monitoring the quality of drugs. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat di puskesmas wilayah Surabaya Timur dan Pusat. Penelitian bersifat deskriptif, dengan seluruh populasi sebagai sampel penelitian, menggunakan instrumen berupa kuesioner dan check list. Sebanyak 20 puskesmas diobservasi dan penanggung jawab pengelolaan obat diwawancara. Dari data pengaturan ruangan didapatkan bahwa luas gudang obat yang sudah memenuhi persyaratan Departemen Kesehatan RI sebesar 40% (8/20). Dalam rangka penjaminan keamanan obat yang disimpan didapatkan bahwa sebanyak 95% (19/20) gudang obat dan 90% (18/20) kamar obat selalu terkunci apabila tidak digunakan. Dari kegiatan penyusunan obat didapatkan penyusunan berdasarkan kelas terapi, bentuk sediaan, dan alfabetis hanya ada pada 25% (5/20) gudang obat dan 15% (3/20) kamar obat. Selain itu, 45% (9/20) puskesmas menerapkan sistem FIFO dan FEFO. Pengamatan mutu fisik obat dilakukan oleh  25% (5/20) gudang obat dan 35% (7/20) kamar obat. Penyimpanan obat telah diselenggarakan namun masih harus dilakukan perbaikan khususnya dalam penyusunan dan pengamatan mutu fisik obat. Apabila penyimpanan obat dilakukan dengan tepat sesuai standar maka mutu obat akan terjamin sehingga efektivitas terapi menjadi optimal dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
EVALUASI PENGGUNAAN ACE INHIBITOR PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA Diantari, Putu Wahyu; Harjaningsih, Woro
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 3, No 4 (2007)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v3i4.90

Abstract

Chronic Renal Failure (CRF) is defined as abnormality of renal function indicated by proteinuria and renal dysfunction at least in periode of 3 months or more progressively toward Terminal Renal Failure. The most common cause was diabetic and hypertension condition. Angiotensin Converting Enzyme Inhibitors (ACE Inhibitors) are drug of choice for hypertension in CRF patients with benefit of decresing proteinuria, used as single medication or in combination with other antihypertension drugs.  The objective of the present study was to evaluate the use of ACE Inhibitors in CRF patient in Dr. Sardjito Hospital in 2005, based on NKF-K/DOQI 2002 and other related literatures. This study was non-experimental research with evaluative-descriptive analysis, and data was retrospectively collected. Result revealed that there were 40 cases (7,83%) of CRF patient using ACE Inhibitors out of total 511 cases diagnosed with CRF.  Evaluation of ACE Inhibitors usage showed that 100% of right indication, 95% right patient, 100% right medication, 95% right dosing, while only 32,26% of right dosing in haemodialytic patients. The effectiveness of ACE Inhibitors in lowering blood pressure was only 7,5% meet the target. ABSTRAK Gagal Ginjal Kronik (GGK) didefinisikan sebagai keabnormalan fungsi ginjal yang ditandai dengan adanya protein dalam urin (proteinuria) dan penurunan fungsi ginjal selama 3 bulan atau lebih yang progresif ke Gagal Ginjal Terminal. Penyebab GGK yang paling umum adalah diabetes dan hipertensi. Penghambat Enzim Pengkonversi Angiotensin (Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor / ACEI) adalah obat antihipertensi pilihan pada pasien GGK dengan keuntungan menurunkan proteinuria yang dapat digunakan baik secara tunggal maupun kombinasi dengan antihipertensi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan indikasi, penderita, obat, dan dosis penggunaan ACEI pada pasien GGK di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr Sardjito Yogyakarta tahun 2005 berdasarkan NKF-K/DOQI tahun 2002 dan literatur lain terkait. Di samping itu untuk mengetahui efek ACEI dalam menurunkan tekanan darah pasien. Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan analisis deskriptif evaluatif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 40 kasus (7,83%) pasien GGK yang menggunakan ACEI dari keseluruhan 511 kasus dengan diagnosa GGK. Evaluasi penggunaan ACEI menunjukkan ketepatan indikasi 100%, ketepatan pasien 95%, ketepatan obat 100%, ketepatan dosis 95% dan ketepatan dosis pada penderita hemodialisis 32,26%. Evaluasi efek ACEI dalam menurunkan tekanan darah menunjukkan pasien yang tekanan darahnya mencapai target sebesar 7,5%.
Analisis Pengaruh Country of Origin dan Foreign Branding Terhadap Persepsi Kualitas dan Sikap Konsumen pada Produk Kosmetika Pemutih Sianturi, Elfride Irawati
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.32 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v6i4.147

Abstract

It has been done a consumersâ?? behavior research with the aim to help marketer to predict consumer reaction to various kind of promotion and as a way ti understand consumerâ??s decision to buy. This research conducted experimentally using questionnaires as a primary data which were collected from participant. This research aimed to investigate how is the effect of country of origin and foreign branding towards perception and consumerâ??s attitude. This research has been done into three steps, i.e. preliminary test, manipulation check and main research. The results showed that country of origin affect perceptions and consumer attitudes. Consumer with a high level of country of origin has a higher perceptions and attitudes than a low country of origin Keywords : country of origin and foreign branding, quality perception, consumer behavior
Aktivitas Antelmintik Ekstrak Air Daun Puguntano Curanga fel-terrae (Lour.) Merr. Patilaya, Popi; Husori, Dadang Irfan
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v7i4.195

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan aktivitas antelmintik ekstrak air daun puguntano (Curanga fel-terrae). Daun puguntano diekstraksi dalam air suling dengan pendidihan selama 10 menit. Cacing Pheretima posthuma dipaparkan ke dalam ekstrak air daun puguntano konsentrasi 10, 20, 30, dan 40 mg/ml selama 5 jam. Larutan albendazol 10 mg/ml dan salin masing-masing digunakan sebagai kontrol positif dan kontrol negatif. Aktivitas antelmintik ditentukan dengan mengamati waktu paralisis dan kematian Pheretima Posthuma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun puguntano konsentrasi 20 - 40 mg/ml menyebabkan paralisis dan kematian Pheretima Posthuma masing-masing antara 14,27 - 36,82 menit dan 18,69 - 42,47 menit. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air daun puguntano memiliki potensi aktivitas antelmintik.
Formulasi Krim Tipe A/M dari Ekstrak Rimpang Cyperus rotundus L. Untuk Pengobatan Nyeri Sendi Yenti, Revi; Rahim, Farida; Firmansyah, Firmansyah; Syayuni, Aziza
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.687 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i2.519

Abstract

The purpose of this study were to formulate and determined the effect of the cream type W/O ethanolic extract of the rhizome of teki (Cyperus rotundus L) as join paint medicine. This research were uses three formulas (F1, F2,and F3) with concentration 3%, 5% and 7% of ethanol extract. The formulas were evaluated for their organoleptic, homogenity, cream type, pH, washability, stability of temperature, particle size distribution, skin irritation. The test of curing the join pain effect has done to the white male rats which induced by AgNO 3 1% as the pain inductor via intra articular. The parameter that we have seen is amount of sweaking in 30 minutes, an hour, 1,2,4,6 and 8 hours. The cream formula of ethanol extract of the rhizome of teki was consistant in allconcentrations. Based on the result of statistical, group V (Formula 3) was gave faster reaction in fourth time of observation than other formula.
KAJIAN KEAMANAN PEMAKAIAN OBAT ANTI-HIPERTENSI DI POLIKLINIK USIA LANJUT RS DR. SARDJITO Ikawati, Zullies; Djumiani, Sri; P.S, I Dewa Putu
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v4i1.7

Abstract

Hypertension is one of diseases that its prevalence increases along with increasing age. This study aimed to identify and study the safety of anti-hypertension drug use at the elderly polyclinic of Dr. Sardjito Hospital Outpatient Installation by identifying and evaluating contraindication, interaction and side effect of anti-hypertension drugs. This was a descriptive study with data taken prospectivelly from 80 patients from November 14 to December 13, 2005. Data were obtained from medical records, interviews and questionnaires. The study on contraindication, interaction and side effect of drugs which happened was based on a guideline book. There was 27.5% of patients took antihypertension drugs which were not beneficial to patients' clinical condition, as much as 41.3% of patients took combined drugs potential to cause interaction, 8.7% of which had clinical symptoms presumed to be related with possibility of increasing drug interaction effect. As much as 33.8% of patients had at least one drug side effect considered to be related or possibly related with anti-hypertension medication. It was concluded that the use of anti-hypertension drugs among the elderly at Dr. Sardjito Hospital Outpatient Installation had not been relatively safe so that monitoring of anti-hypertension drugs use was needed. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji keamanan pemakaian obat anti-hipertensi di Poliklinik usia lanjut Instalasi rawat jalan RS Dr. Sardjito Yogyakarta, dengan mengkaji kontraindikasi, interaksi dan efek samping obat anti-hipertensi yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara prospektif dari 80 pasien poliklinik usia lanjut instalasi rawat jalan RS Dr. Sardjito periode 14 November - 13 Desember 2005. Data diambil dari rekam medik, wawancara dan mengajukan kuesioner kepada pasien. Kemudian mengkaji kontraindikasi, interaksi dan efek samping obat yang terjadi berdasarkan buku pedoman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 27,5 % pasien menerima obat anti-hipertensi yang tidak menguntungkan terhadap kondisi klinis pasien, sehingga pemakaiannya diperlukan pengawasan. Terdapat 41,3 % pasien menerima kombinasi obat yang potensi terjadi interaksi, 8,7 % diantaranya mempunyai gejala klinis yang diperkirakan berkaitan dengan kemungkinan berkembangnya efek interaksi obat. Sebanyak 33,8 % pasien mengalami sedikitnya satu efek samping obat yang dipertimbangkan berkaitan atau kemungkinan berkaitan dengan pengobatan antihipertensi.
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KETAN HITAM UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL Fajrin, Fifteen Aprila
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v5i2.39

Abstract

Cardiovascular disease has become a number one causing of death in Asia Pasific. From Sudarmanto research (2006), frying oil consumption that was used for 27 times can affect to serum total cholesterol levels. Black glutinous rice have chemical compound such as anthocyanin that have hipolipidemic activity. This research was an experimental study, using the post test only group design. The samples are 28 male wistar rats, were divided into 7 groups, 4 rats for each group. The control group, given by CMC-Na 1%. The negative control group, given by frying oil used and CMC-Na 1%. The treatment group, given by frying oil used and ethanol extract dose 150,300,600 and 1200 mg/kgBW. The positive control group, given by frying oil used and simvastatin 0,5 mg/kgBW. The results :show ethanol extract of black glutinous rice dose 1200 mg/kgBW have the greatest anticholesterol effect. ethanol extract of black glutinous rice can decrease cholesterol serum 54,40 mg/dL±3,98 and havenâ??t significant differences with simvastatin.Conclusion of this research show: ethanol extract of black glutinous rice have an anticholesterol effect on male wistar rats. ABSTRAK Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan penelitian Sudarmanto (2006) menyatakan bahwa konsumsi minyak goreng bekas pakai 27 kali dapat mempengaruhi kadar kolesterol total. Ketan hitam memiliki kandungan senyawa kimia yaitu antosianin yang diduga mempunyai kemampuan sebagai agen hipolipidemik. Penelitian eksperimental ini berdesain post test only control group, menggunakan 28 tikus Wistar jantan yang dibagi 7 kelompok, masing-masing kelompok 4 tikus. Kelompok kontrol, diberi CMC-Na 1%. Kelompok kontrol negatif diberi diet minyak goreng bekas pakai dan CMC-Na 1%.  Kelompok perlakuan, diberi diet minyak goreng bekas pakai dan ekstrak etanol ketan hitam dosis 150,300,600 dan 1200 mg/kgBB. Kelompok kontrol positif diberi diet minyak goreng bekas pakai dan simvastatin. Perlakuan diberikan selama 14 hari. Hasil penelitian berupa kadar kolesterol serum total diuji dengan menggunakan one way anova (p<0,05).Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol ketan hitam dengan dosis 1200 mg/kgBB memberikan efek antikolesterol dengan penurunan kadar kolesterol total serum paling besar yaitu sebesar 54,40±3,98 dan tidak berbeda signifikan dengan simvastatin. Kesimpulan dari penelitian ini Pemberian ekstrak etanol ketan hitam menurunkan kadar kolesterol total serum pada tikus putih jantan yang diberi perlakuan minyak goreng bekas pakai.