cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
PENGARUH EKSTRAK RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria Rosc.) TERHADAP KARSINOGENESIS PARU YANG DIINDUKSI OLEH BENZO[]PIREN Murwanti, Retno; Meiyanto, Edy; Nurrochmad, Arief; Alexxander, .
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 3, No 2 (2006)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v3i2.71

Abstract

This experiment was aimed to investigate the influence of Curcuma zedoaria Rosc. ethanol extract on the growth of benzo[a]pyrene-induced lung tumor in male Balb/c mice. New born miced were induced with 0,2 mmol, 0,4 mmol, and 0,8 mmol benzo[a]pyrene intraperitoneally at day 1, 8, and 15 after born. On day 25 after born, the male mice were distributed into 5 groups. Group 1, 2 and 3 were treated with Curcuma zedoaria Rosc. ethanol extract consecutively 250 mg/kgBW, 500 mg/kgBW and 750 mg/kgBW. Group 4 was treated with DMSO (solvent) and group 5 was B[a]P induced tumor positive control.  Mice were sacrificed at 4 month age, and lung were collected for examination of tumor nodules macroscopic and microscopically. Intensity of carcinogenicity was expressed as number of  tumor bearing mice in each group, and number of of tumor nodules per mouse lung. From the result it was concluded that  Curcuma zedoaria Rosc. ethanol extract dose 250-750 mg/kgBW can inhibit the growth of lung tumor in male mice up to 18,75%. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol rimpang temu putih terhadap pertumbuhan  tumor paru pada mencit jantan galur Balb/c yang diinduksi benzo[a]piren. Anak mencit yang baru lahir diinduksi secara intraperitoneal dengan benzo[a]piren pada hari ke-1, ke-8, dan ke-15 setelah kelahiran dengan dosis masing-masing sebesar 0,2 mmol, o,4 mmol, dan 0,8 mmol. Pada hari ke-25 setelah kelahiran, mencit jantan dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok pertama sampai ke-3 diberi ekstrak etanol rimpang temu putih dengan dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB, kelompok  ke-4 diberi pelarut DMSO dan kelompok ke-5 sebagai kelompok kontrol positif kanker B[a]P. Mencit dikorbanan pada umur 4 bulan dan diambil organ paru, untuk diamati adanya nodul tumor secara makroskopis dan mokroskopis. Intensitas karsinogenesitas dinyatakan sebagai jumlah mencit yang terkena tumor paru dalam setiap kelompok, dan jumlah tumor per mencit dalam setiap organ paru. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis Non parametrik Test (Kruskal-Wallis Test) dan diteruskan dengan Mann-Whitney Test. Dari penelitian ini diambil kesimpulan bahwa ekstrak etanol rimpang temu putih dengan dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan dosis 750 mg/kgBB mampu menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit jantan pada fase post inisiasi dengan prosentase penghambatan berturut-turut 28,5%, 83,5%, dan 18,75%.
Aktivitas Senyawa Isolasi Daun Surian terhadap Disfungsi Sel Endotel Hiperkholesterolemia Suhatri, .; Yanwirasti, .; Dachriyanus, .; Ellyza, .
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.529 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v6i2.128

Abstract

The protective effects of isolated compounds of ethylacetate fraction of surian's leaf (Toona sureni BL Merr) towards endothelial cell dysfunction on hypercholesterolemia have been investigated. Hypercholesterolemia was induced by atherogenic cocktail for the duration of 60 days. The protective effect was determined by Endothelia Derivate Relaxing Factor 9EDRF/NO) concentration. The result showed that isolated compounds oe ethyl acetate fraction of surian's leaf was able to protect the endothelia cell damage in hypercholesterolemia that can be seenn by increasing the bioavailability of NO serum (P<0.05).Keywords : flavonoid, cocktail, hypercholesterol and nitrogen mono oxide (EDRF)
Pengaruh Penggunaan Fenilpropanolamin (PPA) terhadap Preeklampsia Virginia, Dita Maria; Dasuki, Djaswadi; Wibowo, Tunjung
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.54 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v7i2.163

Abstract

Preeclampsia causes high morbidity and morta lity among maternal in a worldwide. The condition such as influenza make them to consume decongestant to relief their  flu. Phenylpropanolamine (PPA) is decongestant which widely used in Indonesia and include over the counter (OTC) medicine. PPA is a sympathomitetic agent. Somehow, it can constricts uterine blood vessels and makes hipoxia in placental areas then itâ??s possible to get preeclampsia. To examine the association between the PPA used during pregnancy and preeclampsia. a matched case-control study of 68 maternal with an equal number of preeclampsia and non-preeclampsia was conducted among women who delivered infants between November 2012 and February 2013. Data were obtained from medical report and questionnaire and analized using McNemar, and conditional logistic regression to calculate odds ratio (OR) and 95% confidence intervals (CI) of potential risk factors associated with preeclampsia. Maternal who used PPA > 25 mg a day get preeclampsia/eclampsia 5,28 greater than maternal who consume PPA <12,5 mg a day (p=0,05). Bivariat analysis then multivariat result showed no correlation between frequency, duration, and trimester of PPA used with preeclampsia. The used of phenylpropanolamine (PPA) during pregnancy is greater on maternals who get preeclampsia than maternals who do not get preeclampsia.Keywords:  Preeclampsia, phenylpropanolamine, risk factors Preeklampsia merupakan salah satu penyebab tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu di dunia. Kondisi seperti influenza menyebabkan ibu hamil mengkonsumsi dekongestan untuk mengurangi gejala flu. Fenilpropanolamin (PPA) merupakan dekongestan yang banyak digunakan di Indonesia dan termasuk obat over the counter (OTC) yang dapat menimbulkan vasokonstriksi. Hal itu dapat menimbulkan konstriksi pada vaskuler uterus dan hipoksia plasenta sehingga memungkinkan timbulnya preeklampsia. Untuk mengetahui hubungan penggunaan PPA selama masa kehamilan terhadap terjadinya preeklampsia digunakan rancangan matched case-control dengan jumlah maternal pada kelompok kasus dan kontrol sebesar 68 maternal yang melahirkan antara bulan November 2012 sampai Februari 2013. Data diperoleh dari rekam medis, catatan kepe rawatan, dan kuesioner lalu dianalisis menggunakan McNemar, dan regresi logistik kondisional untuk menghitung odds ratio (OR) dan 95% confidence intervals (CI) dari faktor risiko yang berpotensi terkait dengan preeklampsia. Maternal yang menggunakan fenilpropanolamin (PPA) >25 mg sehari memiliki risiko 5,28 kali lebih besar (p=0,05) mengalami preeklampsia dari pada maternal yang mengkonsumsi dosis <12,5 mg per hari. Hasil analisis bivariat dilanjutkan dengan mulitivariat menunjukkan frekuensi, durasi, dan trimester penggunaan PPA tidak menunjukkan hubungan dengan preeklampsia. Fenilpropanolamin (PPA) lebih banyak digunakan selama kehamilan pada ibu hamil yang mengalami preeklampsia daripada ibu hamil yang tidak mengalami preeklampsia.Kata kunci: Preeklampsia, fenilpropanolamin, faktor risiko 
SINTESIS SORBENT EKSTRAKSI FASE PADAT DENGAN TEKNIK MOLECULAR IMPRINTING DENGAN MONOMER AKRILAMID UNTUK EKSTRAKSI GLIBENKLAMID DARI SERUM DARAH Hasanah, Aliya Nur; Kartasasmita, Rahmana Emran; Ibrahim, Slamet
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.131 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v7i4.255

Abstract

Glibenklamid merupakan obat yang digunakan dalam penanganan diabetes melitus dan digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Efisiensi pemisahan glibenklamid dibutuhkan untuk monitoring kadar obat dalam darah dalam upaya memastikan efektivitas obat. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh sorben Molecular Imprinted Solid Phase Extraction (MI-SPE) untuk pemisahan glibenklamid dari sampel serum. Penelitian dilakukan dengan tahapan sintesis metode polimerisasi ruah,karakterisasi MI-SPE yang dihasilkan dan aplikasinya pada sampel serum. Sintesis MI-SPE dilakukan menggunakan dua komposisi rasio template:monomer:cross linker dalam kloroform sebagai porogen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adsorpsi MI-SPE dengan rasio 1:6:70 menghasilkan persentase adsorpsi 88,47% pada Molecular Imprinted Polymer (MIP) dan 54,33% terhadap Non Imprinted Polymer (NIP). Aplikasi sorben MIP dalam ekstraksi fase padat dilakukan menggunakan 200 mg polimer pada cartridge 3 mL. Sampel serum yang ditambahkan glibenklamid kemudian dilewatkan ke dalam MIP menghasilkan nilai persen perolehan kembali 89,67;93,75;92,64 dan 82,82% untuk konsentrasi 0,5;2;4 dan 6 mg L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI-SPE yang dibuat dari monomer akrilamid dengan komposisi 1:6:70 dapat digunakan sebagai pretreatment untuk ekstraksi glibenklamid dari serum darah.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS MASKER GEL PEEL OFF SEBAGAI ANTIAGING Khaeri, Nur; Nursamsiar, Nursamsiar
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4076.791 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v9i1.558

Abstract

ABSTRAK : Antiaging merupakan proses untuk mencegah, memperlambat atau mengembalikan efek penuaan. Faloak telah banyak digunakan masyarakat secara empiris untuk mengobati penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat masker gel peel off ekstrak batang faloak yang stabil secara fisik dan mengetahui efektifitas antioksidan sebagai antiagingnya.  Pada penelitian ini batang faloak dibuat ekstrak etanol dengan metode maserasi. Selanjutnya ekstrak faloak diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel off dengan menggunakan variasi basis film polivinil alkohol (PVA). Masker gel peel off diuji kestabilan fisiknya yang meliputi pengamatan oganoleptis, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan kecepatan pengeringan menggunakan metode accelerate. Pengukuran efektivitas antioksidan masker gel peel off ekstrak batang faloak dilakukan pada formula yang stabil menggunakan metode peredaman DPPH.
8-HIDROKSIISOKAPNOLAKTON-2',3'-DIOL, KUMARIN BIOAKTIF DARI Micromelum minutum Susidarti, Ratna Asmah; Rahmani, Mawardi; Sukari, Mohd. Aspollah; Ali, Abdul Manaf; Mustofa, .; Yasmina, Alfi; Handayani, Sri; Mintarsih, Betty; Ikawati, Muthiâ??; Septisetyani, Endah Puji
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 4, No 3 (2009)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v4i3.18

Abstract

Separation of leaves chloroform extract of Micromelum minutum (Rutaceae) yielded a new coumarin, 8-hydroxyisocapnolactone-2¢,3¢-diol. The structure of this compound was characterized by UV, IR, MS and NMR spectroscopic methods, including 1H, 13C, HSQC, COSY, HMBC dan NOESY experiments. This compound is significantly toksisk towards several cancer cell lines (CEM-SS, HL60, HeLa, HepG2, MCF7, T47D and NS1), active against chloroquin sensitive (D10) and resistance (FCR3) Plasmodium falciparum and showed strong antibacterial activity against Bacillus Subtilis mutan, Bacillus. Subtilis wild type, Pseudomonas Aeruginosa dan Staphylococcus aureus resisten meticilin).  ABSTRAK Pemisahan ekstrak kloroform daun Micromelum minutum (Rutaceae) menghasilkan suatu kumarin baru, 8-hidroksiisokapnolakton-2Î?,3Î?-diol yang strukturnya diidentifikasi secara spektroskopi UV, IR, MS dan NMR termasuk 1H, 13C, HSQC, COSY, HMBC dan NOESY. Senyawa tersebut secara signifikan toksik terhadap beberapa sel kanker (CEM-SS, HL60, HeLa, HepG2, MCF7, T47D dan NS1), aktif terhadap Plasmodium falciparum yang sensitif (D10) maupun resisten (FCR3) kloroquin dan mempunyai aktivitas antibakteri yang kuat terhadap Bacillus Subtilis mutan, Bacillus. Subtilis wild type, Pseudomonas Aeruginosa dan Staphylococcus aureus resisten meticilin).
EFEK ANTIDIABETES HERBA CIPLUKAN (Physalis angulata LINN.) PADA MENCIT DIABETES DENGAN INDUKSI ALOKSAN Sutjiatmo, Afifah B.; Sukandar, Elin Yulinah; Ratnawati, Yulia; Kusmaningati, Suswini; Wulandari, Asri; Narvikasari, Suci
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5, No 4 (2011)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v5i4.52

Abstract

Antidiabetic effects of water extract of ciplukan (Physalis angulata L.) herbs has been done with the test method of alloxan diabetes induction. Water extract was fractionated using n-hexane, ethyl acetate and water.The results showed that ciplukan water extract dose of 10 mg/kgbw and the water fraction dose of  4.84 mg/kgbw have similar effect with glibenclamide dose of  0.65 mg/kgbw. The phytochemical screening showed that ciplukan water extract contains alkaloids, flavonoids, saponins, polyphenols, steroids and triterpenoids, monoterpenoids and sesquiterpenoids. ABSTRAK Telah dilakukan uji efek antidiabetes ekstrak air herba Ciplukan (Physalis angulata L.) dengan metode uji diabetes induksi  aloksan. Selanjutnya ekstrak air difraksinasi dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Hasil uji membuktikan bahwa ekstrak air herba ciplukan dosis 10 mg/kgbb dan fraksi air 4,84 mg/kgbb mempunyai efek antidiabetes yang sama dengan pembanding glibenklamid dosis 0,65mg/kgbb. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak air herba ciplukan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, polifenol, steroid dan triterpenoid, monoterpenoid dan seskuiterpenoid.
PROFIL TRANSPOR PERKUTAN PENTAGAMAVUNON MELEWATI KULIT MENCIT IN VITRO Nugroho, Akhmad Kharis; Respati, Anindita Kresna; Laksitorini, Marlyn Dian; Harsanti, Dian Dwi; Supraptiyah, Cicilia; Isdwiani, Renita; Suwarto, Tiekha Kencanasari
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 3, No 4 (2007)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v3i4.84

Abstract

Although pentagamavunon (PGV-0) is one potential curcumin derivative, its intensive first pass metabolism leads difficulties on the delivery via peroral route. Alternative route of delivery is therefore of crucial important, and one of great candidate is transdermal delivery. This research was aimed to examine the feasibility of transdermal delivery of PGV-0, based on in vitro diffusion study using a static-vertical-diffusion cell across the fresh mouse skin as the barrier membrane. Transport of two formulas of PGV-0  from the donor compartment, either as a suspension or as a solution in a solvent mixture was examined. Results indicated a time function reduction in the slope of the cumulative transport. As a consequence the lag time method cannot be used for the transport data analysis. Alternatively, compartmental-based transport model was applied. Curve fitting analysis indicated diffusion of PGV-0 can be adequately described by a model assuming a mass transport from the donor to the skin following a first order kinetic process. Based on this modeling consideration, in vivo flux and Cp profiles of PGV-0 could be simulated. Results indicated  the feasibility of transdermal delivery of PGV-0. ABSTRAK Sistem penghantaran peroral pentagamavunon (PGV-0), senyawa turunan kurkumin yang sangat potensial, dilaporkan tidak efektif karena tingkat metabolisme lintas pertama yang intensif. Sistem penghantaran alternatif oleh karenanya sangat diperlukan, dimana rute transdermal menjadi salah satu kandidat prospektif. Penelitian ini bertujuan menguji potensi tersebut secara in vitro melalui uji transpor pada sel difusi tipe statis-vertikal dengan kulit mencit segar sebagai model membran. Dua macam formula PGV-0 diujikan. dan ditempatkan pada fase donor. Larutan dapat fosfat pH 6,2 (mengandung 4% tween 80, volume: 16,5 ml) diisikan pada fase aseptor. Jumlah obat tertranspor ke aseptor pada interval waktu tertentu dianalisis secara spektrofotometri UV pada panjang gelombang 427nm. Hasil penelitian ini menunjukkkan slope data transpor kumulatif menurun dengan waktu sehingga metode lag time tidak dapat digunakan untuk menganalisis data difusi. Model transpor berbasis kompartemen diaplikasikan sebagai metode alternatif. Analisis curve fitting menunjukkan bahwa data difusi pada kedua formulasi bersesuaian dengan model transpor yang mengasumsikan perpindahan massa obat dari donor menuju kulit sebagai proses orde pertama. Berdasarkan pendekatan ini profil flux in vivo dan Cp dapat disimulasikan. Jika digunakan sebuah patch berukuran 20cm2 maka Cp pada kisaran 20 â?? 40 ng/ml diprediksikan akan dicapai yang dapat menjadi indikasi prospek baik sediaan transdermal PGV-0
Pola Terapi pada pasien Kanker Servik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo, Purwokerto Alfiyah, Hasani Siti; Setiawan, Didik; Soedarso, .
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.484 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v6i4.141

Abstract

The morbidity and mortality of cervical cancer is high in the world. To improve the outcome of cervical cancer therapy, an appropriate approach should be given to the patients. The study purpose was to describe the pattern of treatment in cervical cancer patients in Prof. Dr. Margono Soekardjo Public Hospital. A cross sectional descriptive study was done in 150 patients data which was collected from patients medical records. The patterns of treatment in cervical cancer patients of Prof. Dr. Margono Soekardjo Public Hospital was dissection therapy 0.67% in stadium III-IIIB, radiotheraphy 59.32 % in stadium II-IVB, chemotherapy 12.0% in stadium III-IIB and chemoradiation 10.01% in stadium I-IIIB. Many of chemotherapy drugs given to cervic cancer were the combination of cisplatin-doksorubisin-siklofosfamid in 66.6% and attached diseases were anemia 66.29%. Conclussion, most of cervical cancer patients in Prof. Dr. Margono Soekardjo Public Hospital was treated with radiotherapyKeywords : cervic cancer, patterns treatment, stadium
Pengembangan, Evaluasi, dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Akut Sediaan Nanoemulsi Spontan Minyak Jintan Hitam Olii, Audia Triani; Pamudji, Jessie Sofia; Mudhakir, Diky; Iwo, Maria Immaculata
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.215 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v7i2.219

Abstract

Nigela sativa is the plant in which the seeds have a strong anti inflammatory effect. The compound that responsible to perform anti inflammation effect is thimoquinon, that contained in volatile constituents of Nigella sativa oil. Later it was found that even the fixed oil of Nigella sativa has greater anti inflammation ef-fect than thimoquinon. Limited usage of oil or powder have a problems in bioavailability. To overcome this problem, the self nanoemulsion formula development is done to enhance the bioavailability. Nanoemulsion contain 200μL Nigella sativa oil per 1 g mixture of oil phase made by VCO, Cremophor RH40,  polietilen glikol 400 rasio 1:7:2. Disper sibility test showed that SNEDDS is rapidly form a transparent mixture within 9,17 ± 0,015 minutes in HCl 0,1 N, the rate of stirage at 50 rpm, mean globules diameter of 57,6 ± 13.04 nm, polydispersity index of 0,288 ± 0,033, and zeta potential of 0,243 ± 0,136 mV. Stability test of centrifuge test showed that SNEDDS is stable, although at the third cycle of freeze thaw cycle showing a significant difference in polydispersity index and zeta potensial with the previous cycle. Result of anti inflammation acute activity test of Nigella sativa oil which is incorporate in SNEDDS of VCO has no antiinflammation. Keywords:  Nigella sativa oil, Self Nanoemulsion, anti inÏ?lammation   Nigella sativa, tanaman dengan biji yang memiliki efek antiinflamsi yang cukup kuat. Senyawa yang bertanggung jawab memberikan  efek antiinflamasi adalah thimokuinon, senyawa yang terkandung dalam minyak  menguap dari minyak jintan hitam. Namun ditemukan bahwa  bahkan minyak lemak jintan hitam memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih besar dari thimokuinon. Penggunaan yang terbatas pada minyak atau serbuk jintan hitam mempunyai  masalah dalam bioavailabilitas. Untuk mengatasi masalah ini, maka dilakukan pengembangan formula sediaan nanoemulsi  spontan (SNES) dalam usaha meningkatkan bioavailabilitas minyak jintan hitam. Nanoemulsi yang mengandung 200 μL minyak jintan hitam per 1 g fase minyak dibuat dengan menggunakan VCO, Cremophor RH 40 dan polietilen glikol 400 dengan perbandingan 1:7:2. Hasil uji dispersibilitas menunjukkan sediaan teremulsi dengan cepat membentuk campuran transparan dalam waktu 9,17 ± 0,015 menit dalam medium HCl 0,1 N dengan kecepatan pengadukan 50 rpm, dengan ukuran diameter globul 57,6 ± 13.04 nm, indeks polidispersitas  0,288 ± 0,033,  dan zeta potensial 0,243 ± 0,136 mV. Hasil uji stabilitas pada uji sentrifugasi menunjukkan SNES minyak jintan hitam stabil secara fisik, walaupun pada siklus ketiga freeze thaw menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan siklus sebelumnya pada indeks polidispersi dan zeta potensial. Hasil uji aktivitas antiinflamasi akut minyak jintan hitam yang diinkorporasikan dalam SNES VCO tidak memberikan efek antiinflamasi.Kata kunci: minyak jintan hitam, nanoemulsi spontan, antiinϐlamasi akut Â