cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Jl. Dr. Junjunan No. 236 Bandung-40174
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Geologi Kelautan: Media Hasil Penelitian Geologi Kelautan
ISSN : 16934415     EISSN : 25278851     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geologi Kelautan (JGK), merupakan jurnal ilmiah di bidang Ilmu Kebumian yang berkaitan dengan geologi kelautan yang diterbitkan secara elektronik (e-ISSN: 2527-8851) dan cetak (ISSN: 1693-4415) serta berkala sebanyak 2 kali dalam setahun (Juni dan Nopember) oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
STRUKTUR GEOLOGI PERAIRAN MOROWALI – TELUK KENDARI DARI HASIL INTERPRETASI PENAMPANG MIGRASI SEISMIK 2D Tumpal Bernhard Nainggolan; Gusti Muhammad Hermansyah; Priatin Hadi Wijaya
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12208.779 KB) | DOI: 10.32693/jgk.15.1.2017.374

Abstract

Lokasi penelitian mencakup sebagian besar wilayah perairan Morowali sampai ke selatan ke arah Teluk Kendari bertujuan untuk mendapatkan gambaran struktur geologi dan morfologi bawah permukaan dasar laut Kepingan Benua Banggai-Sula sampai Kepingan Benua Sulawesi Tenggara. Hasil peta batimetri menunjukkan kedalaman paling dangkal sekitar 500 meter terdapat di bagian utara dengan pola kontur tertutup yang membentuk cekungan kecil yang tidak begitu curam, sedangkan kearah bagian timur dan selatan-tenggara memperlihatkan kondisi morfologi dasar laut semakin dalam mencapai 2000 meter dan curam. Dari hasil penampang seismik didapatkan informasi perairan Morowali terdapat enam sekuen dengan seismic basement disebandingkan dengan Kompleks Batuan Malihan berumur Karbon, sedangkan struktur geologi teluk Kendari secara umum menunjukkan pembagian dua zona, yaitu zona pertama di bagian timur, perlapisan sedimen sangat tipis dibandingkan dengan zona barat.Kata kunci : struktur geologi, morfologi, peta batimetri, interpretasi penampang seismik The survey covered most part of Morowali waters to the south towards Kendari Gulf aims to achieve an overview of the geological structures and morphological beneath seabed sub-surface of Banggai-Sula and Southeast Sulawesi micro-continent. The bathymetric map shows the shallowest depth about 500 meters in the north with a closed contour pattern that form a sloping basin, while towards the eastern and south-southeast part shows a deeper morphological condition up to 2000 meters and steep. Seismic cross-section interpretation of Morowali waters describe six sequences with seismic basement compared to Malihan rocks of Carbon era, while the geological structure of Kendari Gulf generally shows very thin sedimentary layers of eastern zone compared to western zone.Keywords : geological structures, morphological information, bathymetric map, seismic cross-section interpretation
SEISMIK STRATIGRAFI PERAIRAN LOMBOK LEMBAR PETA 1807, NUSA TENGGARA BARAT Nyoman Astawa; Delyuzar Ilahude; Dida Kusnida
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 3, No 3 (2005)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5029.308 KB) | DOI: 10.32693/jgk.3.3.2005.127

Abstract

Hasil studi seismik stratigrafi di perairan Lombok Lembar Peta 1807 menghasilkan empat runtunan stratigrafi A, B, C, D dan intrusi batuan volkanik. Kontak antara runtunan A dengan runtunan B adalah kontak onlap yang terletak di bagian barat laut dan utara daerah telitian. Kontak antara kedua runtunan tersebut di atas dengan runtunan C dibatasi oleh suatu reflektor yang kuat dan menerus, serta sudah mengalami perlipatan seperti terlihat di bagian baratlaut daerah telitian, tepatnya di bagian atas Pulau Bali bagian timur. Pola gambaran pantulan runtunan ini adalah paralel, diduga runtunan ini tidak terpengaruh tektonik yang terjadi di daerah telitian. Result of seismic stratigraphy study in Lombok Waters Map Sheet 1807 yielded four A, B, C, D and Volcanic rock intrusion. Contact between sequence A and sequence B is onlap, which is located in the northwestern and northerm part of the study area. Contact between both sequences mentioned above with sequence C is limited by strong continous reflector that have also underwent of fold like found in the northwestern part of the study area, precisely in eastern part of Bali. Internal reflector pattern of this sequence is parallel, which is guessed because this sequence this sequence does not influenced by tectonic activity in the study area.
APLIKASI KONSEP KRIGING PADA DATA SIMULASI GANGGUAN GEOMAGNET LOKAL John Maspupu; Lukman Arifin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 12, No 3 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.801 KB) | DOI: 10.32693/jgk.12.3.2014.255

Abstract

Makalah ini membahas aplikasi konsep Kriging pada data simulasi gangguan geomagnet lokal dari 3 (tiga) stasion geomagnet (SG). Konsep ini asal mulanya dari geostatistik dan sekarang digunakan secara luas dalam analisis spasial. Metode ini juga dikenal sebagai regresi proses Gauss, prediksi Kolmogorov-Wiener atau prediksi ketakbiasan linier terbaik. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk melakukan estimasi atau interpolasi gangguan geomagnet di sekitar tiga stasion geomagnet (lokasi observasi) tersebut. Untuk merealisasikan tujuan di atas ini mengunakan metode punctual kriging. Kontribusi hasil estimasi atau interpolasi gangguan geomagnet ini nantinya digunakan sebagai dasar pembuatan peta atau kontur gangguan geomagnet di sekitar ketiga lokasi observasi tersebut. Dengan demikian informasi gangguan geomagnet akan berguna dalam survei geologi di sekitar lokasi pengamatan. Kata kunci : Konsep kriging, data simulasi, gangguan geomagnet lokal This paper discuss about the application of Kriging concept on simulation data of local geomagnetic disturbance at three geomagnet stations (SG). This concept was derived from geostatistic and now it is widely used in spatial analysis. This method is also well known as Gaussian process regression, Kolmogorov-Wiener prediction or Best Linear Unbiased Prediction. The aim of this paper is to estimate or interpolate the geomagnetic disturbances at three observation locations. In order to realize the above purpose, it uses punctual kriging method. The contribution of estimation result of this geomagnetic disturbances will be used as a basic for contour mapping of geomagnetic disturbance around these three observation locations. Hence, the information of these geomagnetic disturbances will be useful for geological survey around observation locations. Keywords: Kriging concept, simulation data, local geomagnetic disturbance
INDIKASI LEMBAH PURBA SEBAGAI WADAH MINERAL PLASER DAN UNSUR TANAH JARANG DI PERAIRAN TANJUNG BERIKAT DAN SEKITARNYA, BANGKA TENGAH, BANGKA BELITUNG Udaya Kamiludin
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5384.288 KB) | DOI: 10.32693/jgk.16.2.2018.566

Abstract

Secara regional daerah Bangka merupakan bagian dari Jalur Granit Utama Pembawa Timah.  Daratan nya ditandai oleh intrusi Granit Klabat yang merupakan batuan penting sumber endapan plaser. Untuk mengetahui lembah purba  maka dilakukan perekaman seismik saluran tunggal. Daerah penelitian secara administratif merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bangka Tengah, Propinsi Bangka Belitung. Perairan  Tanjung Berikat dan sekitarnya dicirikan oleh kelerengan dasar laut rata-curam dengan  kedalaman terukur antara 0-45 meter. Interpretasi seismik saluran tunggal menunjukkan stratigrafi seismik dari muda ke tua yaitu Runtunan A, Runtunan B, intrusi, dan Runtunan C sebagai dasar akustik. Ketebalan sedimen Runtunan A antara  5-30 meter dari  permukaan dasar laut. Lembah purba memanjang cukup lebar dan dalam pada Runtunan B yang diduga sebagai fasies pengisian lembah berupa onlap fill.  Fasies ini memiliki internal reflektor bebas pantulan-kaotik yang ditafsirkan sebagai wadah mineral plaser dan mineral ikutan pembawa  unsur tanah jarang. Endapan plaser diperkirakan merupakan  hasil pengerjaan ulang batuan granitoid.Kata Kunci : Dasar laut, runtunan stratigrafi, lembah/alur Purba, endapan plaser, dan Perairan Tanjung Berikat dan Sekitarnya, Bangka-Belitung. Geologically regional, the Bangka area is part of the Main Tin Belt Granite. The mainland of the study area is characterized by Klabat Granite intrusion which is an important rock source of placer deposits. To find out the placer availability of deposits on Paleo channel it was carried out for the recording of single channel seismic data. The study area is administratively part of the area of Central Bangka, Bangka-Belitung Province. Tanjung Berikat waters and its vicinity are characterized by the slope of the flat sea floor to steep with a measured depth of 0-45 meters. Seismic interpretation shows seismic stratigraphic from young to old consisting of sequence A, sequence B, Intrusion, and sequence C as acoustic basement. Sediment thickness of sequence A between 5-30 meters from seafloor surface sediment. Paleo channel with an elongated shape that is wide enough and deep in sequence B is interpreted as a channel filling facies in the form of onlap fill. This facies is characterized by the free to chaotic reflector configuration which is interpreted as a place for mineral placer and accessory minerals which contain rare earth elements. The availability of placer deposits is interpreted as the result of reworking of granitoid source rock.Keywords: Sea floor, stratigraphic seismic, Paleo channel, placer deposits, and Tanjung Berikat waters and surrounding, Bangka-Belitung.
KETERKAITAN UNSUR TANAH JARANG TERHADAP MINERAL BERAT ILMENIT DAN RUTIL PERAIRAN PANTAI GUNDI, BANGKA BARAT Noor C.D. Aryanto; Joni Widodo; Purnomo Raharjo
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 1, No 2 (2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.481 KB) | DOI: 10.32693/jgk.1.2.2003.95

Abstract

Berdasarkan hasil analisa unsur terhadap 7 contoh sedimen permukaan dasar laut di Perairan Pantai Gundi, Bangka Barat, yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode Inductively Coupled Plasma (ICP) dapat diketahui konsentrasi kandungan unsur Niobium (Nb) dan unsur Tantalum (Ta). Selain itu dilakukan pula analisa mineral berat dengan menggunakan larutan pemisah bromoform (BJ 2,83) terhadap 15 contoh. Konsentrasi kandungan unsur jarang seperti Niobium dapat mencerminkan keberadaan mineral berat ekonomis, yaitu mineral berat yang resisten terhadap pelapukan dan mengandung unsur Titanium (Ti), seperti mineral Ilmenit (FeTiO3) dan rutil (TiO2). Juga dapat dibuktikan, di daerah selidikan bahwa keberadaan unsur Niobium dan Tantalum di alam hampir dapat dipastikan selalu berasosiasi. Di daerah selidikan asosiasi ini berupa mineral columbite-tantalite (Fe,Mn)Nb2O6-(Fe,Mn)Ta2O6 dan pyrochlore (Na, Ca, Ce…)2 Nb2O6F. Selain itu masih dengan memperhatikan asosiasi kedua unsur ini dapat diketahui pula asal batuan sumber dari sedimen-sedimen dimana mineral tersebut terakumulasi, karena asosiasi antara unsur Niobium dan Tantalum merupakan penciri untuk daerah pegmatis. Based on element analysis of 7 surface sediment samples from Gundi Waters, Western Bangka by using Inductively Coupled Plasm (ICP), the content of rare element Niobium (Nb) and Tantalum (Ta) can be identified. On the other hand heavy mineral analysis with float-sink method using bromoform as separator liquid has been applied for 15 samples. Based on observations the concentration of Niobium (Nb) element reflects the present of heavy minerals consisted of Titanium (Ti) element, such as Ilmenit (FeTiO2) and Rutil (TiO2). It is can also be proved that in the investigated area Niobium (Nb) and Tantalum (Ta) elements are occure in association. In the study area, this association shows as columbite-tantalite (Fe,Mn)Nb2O6-(Fe,Mn)Ta2O6 and pyrochlore (Na, Ca, Ce…)2 Nb2O6F minerals. Moreover, based on this association, it can be recognized the source rocks of the sediment where the minerals accumulate as association of these two elements are specific for pegmatic area.
KARAKTERISTIKA PANTAI DALAM PENENTUAN ASAL SEDIMEN DI PESISIR bAYAH KABUPATEN LEBAK, BANTEN Deny Setiady; Yudi Darlan
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.081 KB) | DOI: 10.32693/jgk.10.3.2012.223

Abstract

Karakteristika pantai di daerah penelitian terdiri atas pantai bertebing dan pantai landai. Pantai landai dicirikan oleh morfologi datar berupa pasir lepas, sedangkan pantai bertebing dicirikan oleh morfologi bergelombang disusun oleh batuan keras yang masif, seperi batuan intrusif, batupasir dan konglomerat. Data bor yang diperoleh dari 10 lokasi di sepanjang pantai Bayah, menunjukkan bahwa bagian atas merupakan sedimen lanau-pasirsedang dengan ketebalan antara 50 cm sampai 110 cm, sedangkan sedimen pasir kasar terdapat di bagian bawah dengan ketebalan antara 120 cm sampai 210 cm. Kata Kunci: Karakteristika pantai, sedimen, Bayah, Banten Coastal characteristics in the study area consists of the cliff and gentle coasts. The gentle coasts are characterized by flat morphology and placer sand sediments. While the cliff coasts are characterized by an undulated morphology composed by massive hard rocks. Drilled data from 10 locations along Bayah coastal area, indicate that the upper part consists of silt-sand sediments with 50-110 cm in thickness, while coarse sand sediment found at the bottom part with 120-210 cm in thickness. Keyword: coastal characteristics, sediment, Bayah, Banten
STUDI PENURUNAN SEDIMEN KUARTER DI PERAIRAN CIREBON, PROPINSI JAWA BARAT Kris Budiono; Purnomo Raharjo
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.902 KB) | DOI: 10.32693/jgk.6.1.2008.150

Abstract

Penelitian ini lebih difokuskan dalam mengaplikasikan data geologi teknik untuk menganalisis kemungkinan potensi penurunan sedimen Kuarter apabila didirikan suatu bangunan laut. Secara umum litologi daerah penelitian diperkirakan terdiri dari sedimen berumur Plistosen sampai Kuarter Data yang dipergunakan adalah data hasil pemboran teknik di laut dengan uji SPT dan hasil analisa laboratorium mekanika tanah. Berdasarkan pada perhitungan nilai SPT untuk setiap tiang pancang menunjukkan bahwa nilai daya dukung dijinkan (Qa) adalah 83,726 ton. Perkiraan nilai penurunan (St) adalah 0,992 cm atau 0,390 inci. Hasil perhitungan untuk dimensi dermaga yang direncanakan memperlihatkan bahwa beban total yang terjadi pada dermaga (q) adalah 2,18 ton/m2. Potensi penurunan lapisan tanah berdasarkan hasil uji laboratorium adalah 2,35 cm. Lamanya penurunan untuk terjadinya konsolidasi 10% adalah 94,81 hari (3,16 bulan), konsolidasi 20% adalah 367,41 hari (1,06 tahun), konsolidasi 50% adalah 2334,81 hari (6,39 tahun) dan konsolidasi 90% adalah 100503,7 hari (27,54 tahun). Berdasarkan kondisi tersebut di atas, menunjukan bahwa daerah penelitian memiliki potensi penurunan kecil dan dalam dalam waktu yang relatif lama. Kata kunci : geologi teknik, penurunan, bangunan laut, perairan Cirebon The aim of the study is mainly to apply the engineering geological data for analyzing the settlement potency of Quaternary sediments if the sea construction is built. In general, the litology in the study area consist of Plistocene to Recent sediments. The data used in this study are the offshore cores, namely, the SPT test and soil mechanic analyses. The SPT values of each pile shows that the allowable bearing capacity value is 83,726 ton. The estimation of settlement value ((St) is 0,992 cm or 0,390 inches. The total sediment loaded at the port (q) is 2,18 ton/m2, whereas based on the laboratory test analysis, it shows that the potential of soil settlement layer is 2,35 cm. The settlement period for 10% of consolidation is 94,81 days (3,16 months), 20% of consolidation is 367,41 days (1,06 years), 50% of consolidation is 2334,81 days (6.39 years), and 90% of consolidation is 100503,7 days (27.54 years). The above conditions indicate that the settlement in the study area is under going subsidence in small potential and in relatively long period. Key word : engineering geology, settlement, offshore structur, Cirebon waters
REKAM SEDIMEN INTI UNTUK MEMPERKIRAKAN PERUBAHAN LINGKUNGAN DI PERAIRAN LERENG KANGEAN Yani Permanawati; Tri Prartono; Agus Saleh Atmadipoera; Rina Zuraida; Yuanpin Chang
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3960.359 KB) | DOI: 10.32693/jgk.14.2.2016.347

Abstract

Sedimen inti dianalisis secara vertikal untuk memprediksi perubahan lingkungan saat sedimen terendapkan. Perairan segitiga Laut Jawa-Selat Makassar-Laut Flores (JMF) dilalui jalur arus lintas Indonesia/ARLINDO. Distribusi aliran ARLINDO yang masuk ke Selat Makassar terbagi dua arah aliran karena adanya Ambang Dewakang. Satu mengalir ke arah Tenggara melalui Laut Flores, sementara itu aliran lainnya bergerak ke arah Baratdaya menuju Selat Lombok melalui Laut Jawa. Penelitian ini menganalisis sedimen inti dari perairan Laut Jawa yang diwakili oleh Lereng Kangean. Metode penelitian menggunakan metode non-destructive yaitu pengamatan megaskopis dan pemindaian, dan metode destructive yaitu pencuplikan sistematis menggunakan 2 cm setiap interval 4 cm. Hasil cluster menunjukkan proses pengendapan tampak relatif seragam (88-0 cm) dari analisis sembilan variabel, antara lain: ukuran butir (mean) antara lempung–pasir sangat halus, kecerahan sedimen (L*) sekitar 40,14-44,17, kerentanan magnet (Magnetik Susceptibility/MS) sekitar 13,60-116,70, karbonat biogenik (BC) dari pengamatan mikroskopis sekitar 3-10%, karbonat sekitar 17,36-50,17%, Total Organic Carbon (TOC) sekitar 0,76-2,01%, C/N sekitar 9,11-13,57, ln K/Ti sekitar 0,58-1,09, dan ln Mn/Cl sekitar -4,97- -4,24. Interpretasi karakter sedimen dari hasil deskriptif Principal Component Analysis/PCA menunjukkan penciri utama/F1 sebesar 28,10% dicirikan oleh pengaruh kuat dari variabel MS, ln K/Ti, dan ln Mn/Cl, menggambarkan karakter sedimen dengan pengaruh yang kuat dari daratan. Kata kunci: analisis vertikal, perubahan lingkungan, arus lintas Indonesia, karakter sedimen, penciri utamaA core sediment was vertically analyzed to predict environmental changes of the sediments deposition. Triangle waters of Java Sea-Makassar Strait-Flores Sea (JMF) are traversed by the Indonesian Throughflow or ARLINDO. Distribution of  ARLINDO splited by morphological condition of the Dewakang Sill : Southeast ward of the Flores Sea and Southwest ward of the Lombok Strait through the Java Sea. The purpose of this study is to elaborate characteristics of the Kangean Slope’s core sediment corresponding to the Java Sea. The research method using non-destructive such as megaskopis and scanning method, and destructive such as sampling method which used 2 cm every interval 4 cm.  The cluster analysis showed that deposition process seemed of one kind (88-0 cm) by nine variables. They are : main of grain size between clay to lower very fine sand, lightness sediment (L*) about 40,14-44,17,  Magnetic Susceptibility (MS) about 13,60-116,70, biogenic carbonate (BC) by microscopic observation about 3-10%, carbonate about 17,36-50,17%, Total Organic Carbon (TOC) about 0,76-2,01%, C/N ratio about 9,11-13,57, ln K / Ti about 0,58-1,09, and  ln Mn / Cl about -4,97- -4,24. Sediment character by Principal Component Analysis/PCA showed principle component/F1 as 28,10% indicated Magnetic Susceptibility (MS) and ln K/Ti and ln Mn/Cl were the main character of the Kangean Slope’s sediment and suggested to very strong influence from mainland.Keywords:    vertically analysis, environmental changes, Indonesian throughflow, sediment character, principle component
POTENSI WISATA BAHARI DITINJAU DARI ASPEK GEOLOGI DAN GEOFISIKA KELAUTAN DI PERAIRAN MUARA SAMBAS, KALIMANTAN BARAT Wayan Lugra; Abdul Wahib
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 2, No 3 (2004)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.466 KB) | DOI: 10.32693/jgk.2.3.2004.118

Abstract

Perkembangan Kota Kecamatan Pemangkat tampak sangat pesat karena kota tersebut sebagai kota penyangga pelabuhan laut di Muara Sungai Sambas. Disamping sebagai kota tujuan bisnis, Pemangkat juga memiliki pantai yang indah serta unik diantaranya di sebelah utara Muara Sungai Sambas yaitu di Desa Jawae dan di Tanjung Batu di sebelah selatan Muara Sungai Sambas. Di Desa Jawae pantainya berpasir berwarna putih keabuan, dengan lebar paras muka pantai berkisar 15 - 25 meter, serta dibelakang garis pantainya ditumbuhi pohon bakau dan ketapang. Perubahan kedalaman perairan berangsur dari kedalaman 0,5 meter sampai 11 meter, dengan air laut yang masih jernih. Pelamparan pasir ke arah laut sekitar 300 meter mencapai kedalaman 2 meter. Pantai ini sangat cocok dikembangkan untuk wisata pantai. Di Tanjung Batu pantainya bertebing serta dialasi batuan yang sangat kompak dan pejal. Dibeberapa tempat batuan dasar pantainya terlihat hitam mengkilap karena gerusan ombak serta memantulkan cahaya matahari oleh mineral-mineral yang terkandung di dalam batuan tersebut. Pantai ini telah berkembang menjadi daerah tujuan wisata karena keunikannya serta letaknya yang strategis dan dekat dari jangkauan lalu lintas umum . The developing of Pemangkat City was very rapidly because that city as a buffer city of Sambas Harbour. Biside as a bisnis destination, Pemangkat city has a beautiful beach and unique such as in Jawae located in the northern of Mouth Sambas River and Tanjung Batu in the southern of Mouth Sambas River. Sand beach of Jawae is white to grey, with wide berm was about 15 to 25 meters and in the back of coastal line were growth by mangrove and ketapang trees. Depth changes of study area was very gradually from 0,5 meter to 11 metres depth and sea water was still purity. Distribution of the sand to the sea ward from coast line was about 300 metres untill 2 meters water depth. This beach is very suitable for developing to be beach tourism object. The Beach In Tanjung Batu was steeping beach wich is based by masive rocks and very campact. In some places besement rock of the beach looking black glance caused by waves eroded, and reflecting the sun shine by black minerals which is acquired within the basement rock. This beach had developed to be a beach tourism object because its unique and locally strategic, near from reaching public transportations.
KEBERADAAN SESAR DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMBENTUKAN GUNUNG BAWAH LAUT DI BUSUR BELAKANG PERAIRAN KOMBA, NUSA TENGGARA Lili Sarmili; Rainer Arief Troa
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1852.668 KB) | DOI: 10.32693/jgk.12.1.2014.246

Abstract

Lokasi penelitian terletak di busur belakang perairan timurlaut pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Di daerah ini terdapat gunung api Komba (Batutara) yang masih aktif yang letaknya agak ke utara dari jajaran gunung api aktif yang berada di sepanjang pulau-pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Pantar dan lainnya. Ke arah tenggara dari gunung api Komba ini ditemukan beberapa gunung bawahlaut. Gunung bawahlaut tersebut adalah Baruna, Abang dan Ibu Komba. Gunung bawah laut ini telah dipetakan dengan batimetri multibeam mulai dari tahun 2003 hingga tahun 2013 dan pada tahun 2010 dilengkapi dengan seismik refleksi. Berdasarkan kerangka tektonik, gunung bawah laut ini terletak di cekungan busur belakang dan sekitar 200 sampai 300 km dalamnya dari bidang penunjaman. Munculnya gunung bawah laut ini diduga disebabkan oleh sistim sesar yang dalam yang berarah barat laut – tenggara. Data seismik juga mengindikasikan bahwa gunung bawah laut tersebut terpotong oleh sesar yang lebih muda yang berarah timurlaut-baratdaya. Akibat dari sesar yang berarah barat daya – timur laut ini juga merubah arah dari sesar naik busur belakang yang umumnya berarah barat-timur. Kata Kunci : gunung bawah laut Baruna, Abang dan Ibu Komba, cekungan busur belakang, sesar-sesar dalam, Flores timur laut Nusa Tenggara Timur. The study area is located on the back arc basin of northeast Flores island, East Nusa Tenggara. The area that is an active volcano of Batutara (Komba) situated. The Komba volcano is located far to the north of normal volcanoes belt of Java, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Pantar, and others. To southeast of the Komba volcano, we found three submarine ridges. They are Baruna, Abang and Ibu Komba. These submarine ridges were mapped by multi beam bathymetry since 2003 and 2013 and at 2010 was completed by single and multi channel seismic reflection. According to their tectonic setting these ridges belong to the back arc basin and they are about 200 – 300 km depth of to the subduction slab. We interpret from the data of seismic reflection, these ridges are formed by a deeply NW-SE fault. Data from the seismic profiles also indicate that all the submarine ridges are cut by younger SW-NE faults. Inconsequently, the NE-SW faults have changed the direction of back arc thrusts those are normally E-W in direction. Keywords : Baruna, Abang and Ibu Komba submarine ridge, back arc basin, deep faults, North East Flores