cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 45 No. 2 (2025)" : 11 Documents clear
The impact of cultural interaction on the effectiveness of muslimah da'wah communication in Indonesia Ulfa, Fadillah; Solihu, Abdul Kabir Hussain; Saari, Che Zarrina
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.2.27718

Abstract

Purpose – The study is to explore how cultural factors influence the delivery and reception of Islamic teachings by Muslimah da’wah practitioners and the communities they engage with. Method – This study employs a qualitative research design, collecting data through in-depth interviews with Muslimah da'wah activists, community leaders, and recipients of da'wah messages in various regions of Indonesia. The study found that cultural values and traditions significantly shape the way da'wah messages are communicated and accepted, with regional variations influencing the effectiveness of these communications. Result  -  The results indicate that Muslimah da'wah practitioners who incorporate local cultural elements into their messages are more successful in engaging their audiences. This study emphasizes the significance of cultural sensitivity in da'wah practices and provides valuable insights into enhancing the effectiveness of Muslimah da'wah in Indonesia. The findings suggest that understanding and adapting to cultural contexts is essential for improving communication strategies in religious outreach. Implication – The implications of this research are significant for both da’wah practitioners and scholars of Islamic communication, emphasizing the need for a culturally informed approach to religious communication. Originality / Value – The study examines the impact of cultural interaction on the effectiveness of da'wah in Indonesia, providing unique insights into how cultural factors influence Muslimah da'wah communication strategies and highlighting the importance of cultural sensitivity in religious outreach. *** Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana faktor budaya memengaruhi penyampaian dan penerimaan ajaran Islam oleh para praktisi da’wah Muslimah serta masyarakat yang mereka jangkau. Metode – Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan aktivis da’wah Muslimah, pemimpin komunitas, dan penerima pesan da’wah di berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa nilai dan tradisi budaya secara signifikan membentuk cara pesan da’wah disampaikan dan diterima, dengan variasi regional yang memengaruhi efektivitas komunikasi tersebut. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktisi da’wah Muslimah yang mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal dalam pesan mereka lebih berhasil dalam melibatkan audiens mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya sensitivitas budaya dalam praktik da’wah dan memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan efektivitas da’wah Muslimah di Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman dan penyesuaian terhadap konteks budaya sangat penting untuk memperbaiki strategi komunikasi dalam penyuluhan agama. Implikasi – Implikasi dari penelitian ini sangat signifikan bagi praktisi da’wah dan akademisi komunikasi Islam, dengan menekankan perlunya pendekatan komunikasi agama yang peka terhadap budaya. Orisinalitas / Nilai – Penelitian ini menggali dampak interaksi budaya terhadap efektivitas da’wah di Indonesia, memberikan wawasan unik tentang bagaimana faktor budaya membentuk strategi komunikasi da’wah Muslimah dan menekankan pentingnya sensitivitas budaya dalam penyuluhan agama. 
Phenomenon of digital da’wah: Analysis of religious moderation and the ethics of da’wah communication on social media Nase, Nase; Holina, Holina; Syah, Yoshy Hendra Hardiyan
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.2.27992

Abstract

Purpose – This study analysis the phenomenon of digital da'wah, focusing on religious moderation and the ethics of da'wah communication using a virtual ethnographic approach. Two controversial case studies are presented in this study: Gus Miftah and an iced tea seller, as well as da'wah in unconventional spaces (Bethel Indonesia Church and a nightclub). Method – This study uses a qualitative, virtual ethnographic approach to analyse the phenomenon of digital da'wah on social media. Result – The research findings show that, First, the implementation of religious moderation in digital da'wah requires a more careful approach in balancing freedom of expression with social responsibility. Second, Preachers need to develop digital competencies that include not only technical skills, but also an understanding of digital communication ethics and the social impact. Third, the role of social media algorithms in shaping public perception of da'wah messages is crucial. Implication – This research contributes to the development of a framework for ethical and moderate digital da'wah. Originality/Value – This study examines the phenomenon of digital da'wah in the era of social media with a focus on religious moderation (digital wasathiyyah) and ethics of da'wah communication. *** Tujuan – Studi ini menganalisis fenomena da'wah digital, dengan fokus pada moderasi agama dan etika komunikasi da'wah menggunakan pendekatan etnografi virtual. Dua studi kasus yang kontroversial dipresentasikan dalam studi ini: Gus Miftah dan penjual teh es, serta da'wah di ruang-ruang tidak konvensional (Gereja Bethel Indonesia dan klub malam). Metode – Studi ini menggunakan pendekatan etnografi virtual kualitatif untuk menganalisis fenomena da'wah digital di media sosial. Hasil – Temuan penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, implementasi moderasi agama dalam da'wah digital memerlukan pendekatan yang lebih hati-hati dalam menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab sosial. Kedua, para da'wah perlu mengembangkan kompetensi digital yang mencakup tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman tentang etika komunikasi digital dan dampaknya terhadap masyarakat. Ketiga, peran algoritma media sosial dalam membentuk persepsi publik terhadap pesan dakwah sangat krusial. Implikasi – Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka kerja untuk dakwah digital yang etis dan moderat. Orisinalitas/Nilai – Studi ini mengkaji fenomena dakwah digital di era media sosial dengan fokus pada moderasi agama (digital wasathiyyah) dan etika komunikasi dakwah.
Creative content production strategies for religious outreach materials on social media Khusairi, Abdullah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.2.28022

Abstract

Purpose – This study formulates a strategic framework for religious counselors in producing creative and effective da’wah content on social media. It responds to the urgent need for transitioning from conventional sermon-based communication to multiplatform strategies that align with digital audience behavior and algorithmic engagement. Method – An exploratory, qualitative design was employed, utilizing van Dijk's Critical Discourse Analysis (CDA). The dataset comprises 50 short videos purposively collected from TikTok, YouTube Shorts, and Instagram Reels (January–June 2025), selected based on their thematic relevance and audience engagement (more than 10,000 views or 100 likes). Each video was examined at macro (theme), mezzo (narrative), and micro (language) levels to identify meaning construction and ideological framing. Result – The findings reveal that audience engagement in digital da'wah is primarily driven by brevity, emotional proximity, and contextual themes rather than clerical authority. Religious messages that employ informal storytelling, humor, and local language tend to achieve a stronger connection with the audience. These dynamics reflect a transformation of religious authority from institutional to participatory and algorithmic forms. Implication – The study provides a practical model for religious counselors to enhance digital literacy, narrative creativity, and ethical awareness in content production. It encourages the institutionalization of digital training within religious outreach programs under the Ministry of Religious Affairs. Originality/Value – This research fills a conceptual gap in the existing literature by integrating critical discourse analysis with creative media production. It contributes to the emerging scholarship on digital religion through a model that bridges theological communication, media literacy, and participatory culture. *** Tujuan – Studi ini merumuskan kerangka kerja strategis bagi konselor agama dalam menghasilkan konten da’wah yang kreatif dan efektif di media sosial. Studi ini menanggapi kebutuhan mendesak untuk beralih dari komunikasi berbasis khotbah konvensional ke strategi multiplatform yang selaras dengan perilaku audiens digital dan keterlibatan algoritmik. Metode – Desain eksploratif kualitatif digunakan, dengan memanfaatkan Analisis Diskursus Kritis (CDA) van Dijk. Data set terdiri dari 50 video pendek yang dikumpulkan secara purposif dari TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels (Januari–Juni 2025), dipilih berdasarkan relevansi tematik dan keterlibatan audiens (lebih dari 10.000 tayangan atau 100 suka). Setiap video dianalisis pada tingkat makro (tema), mezzo (narasi), dan mikro (bahasa) untuk mengidentifikasi konstruksi makna dan bingkai ideologis. Hasil – Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan audiens dalam da'wah digital terutama dipengaruhi oleh kesederhanaan, kedekatan emosional, dan tema kontekstual, bukan otoritas keagamaan. Pesan keagamaan yang menggunakan cerita informal, humor, dan bahasa lokal cenderung membangun koneksi yang lebih kuat dengan audiens. Dinamika ini mencerminkan transformasi otoritas keagamaan dari bentuk institusional menjadi partisipatif dan algoritmik. Implikasi – Studi ini menyediakan model praktis bagi konselor agama untuk meningkatkan literasi digital, kreativitas naratif, dan kesadaran etis dalam produksi konten. Hal ini mendorong institusionalisasi pelatihan digital dalam program penyebaran agama di bawah Kementerian Agama. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini mengisi celah konseptual dalam literatur yang ada dengan mengintegrasikan analisis wacana kritis dengan produksi media kreatif. Hal ini berkontribusi pada perkembangan kajian tentang agama digital melalui model yang menghubungkan komunikasi teologis, literasi media, dan budaya partisipatif.
Revitalization of irsyad's da'wah: Transformation of Santri through riyadhah an-nafs Nihayah, Ulin; Wibowo, Mungin Eddy; Sugiharto, Dwi Yuwono Puji; Formen, Ali
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.2.28291

Abstract

Purpose – The purpose of this study was to examine the revitalization of Irsyad’s da’wah through the implementation of riyadhah an-nafs as a means of transforming the character and spirituality of santri in Islamic boarding schools Method – The population of this study consisted of santri from a modern Islamic boarding school in Indonesia. The study employed a qualitative approach, utilizing phenomenological methods. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data analysis employed thematic analysis to identify patterns of spiritual transformation. Result – The results showed that the practice of riyadhah an-nafs, including self-discipline, muhasabah, and spiritual exercises, significantly contributed to santri’s moral awareness, self-regulation, and da’wah orientation. These changes reinforced the essence of Irsyad’s da’wah as a guidance-based, transformative process. Implication – This method suggests that integrating Riyadhah an-nafs into pesantren curricula can effectively enhance the spiritual resilience and leadership capacity of santri in carrying out da'wah missions. Originality/Value – This study offers a novel integration between classical Islamic spiritual training and contemporary da’wah revitalization, emphasizing the role of inner transformation as a foundation for sustainable character development. *** Tujuan – Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji revitalisasi da’wah Irsyad melalui penerapan riyadhah an-nafs sebagai sarana transformasi karakter dan spiritualitas santri di pesantren Islam. Metode – Populasi penelitian ini terdiri dari santri dari sebuah pesantren Islam modern di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola transformasi spiritual. Hasil – Hasil menunjukkan bahwa praktik riyadhah an-nafs, termasuk disiplin diri, muhasabah, dan latihan spiritual, secara signifikan berkontribusi pada kesadaran moral, pengaturan diri, dan orientasi dakwah santri. Perubahan ini memperkuat esensi dakwah Irsyad sebagai proses transformatif berbasis bimbingan. Implikasi – Metode ini menyarankan bahwa integrasi Riyadhah an-nafs ke dalam kurikulum pesantren dapat secara efektif meningkatkan ketahanan spiritual dan kapasitas kepemimpinan santri dalam melaksanakan misi da’wah. Orisinalitas/Nilai – Studi ini menawarkan integrasi baru antara pelatihan spiritual Islam klasik dan revitalisasi da’wah kontemporer, dengan menekankan peran transformasi batin sebagai landasan untuk pengembangan karakter yang berkelanjutan.
Yanṭiq: A proposed concept in philosophy of islamic communication Muslih, Mohammad; Latifi, Yulia Nasrul; Taqiyuddin, Muhammad
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.2.28401

Abstract

Purpose – This study aims to understand the nature of speaking from the perspective of philosophical anthropology and communication ethics, with particular emphasis on its role in reflecting human identity as al-insān al-nāṭiq (the rational and speaking being). Method – This study employed a reflective-philosophical approach, analyzing classical and contemporary perspectives on language philosophy, communication ethics, and the degradation of speech in the context of social media and instant expression culture. The method consisted of a critical literature review and conceptual analysis rather than empirical sampling. Result – The results showed that speaking is not merely a biological function or impulsive response but a conscious act that integrates reason, emotion, and moral responsibility. In the modern era, however, speech tends to lose depth, control, and ethical awareness, leading to risks such as misinformation, social fragmentation, and symbolic violence. Implication – This study suggests the need to revive reflective, ethical, and intentional communication practices to strengthen social harmony, protect human dignity, and ensure that speech continues to serve as a medium of truth and genuine dialogue. Originality/Value – This research provides a novel reinterpretation of the act of speaking within the framework of Islamicate philosophical anthropology and communication ethics, offering a critical alternative to contemporary communication practices dominated by speed and superficiality. *** Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk memahami sifat berbicara dari perspektif antropologi filosofis dan etika komunikasi, dengan penekanan khusus pada perannya dalam mencerminkan identitas manusia sebagai al-insān al-nāṭiq (makhluk rasional dan berbicara). Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan reflektif-filosofis, menganalisis perspektif klasik dan kontemporer tentang filsafat bahasa, etika komunikasi, dan degradasi berbicara dalam konteks media sosial dan budaya ekspresi instan. Metode ini terdiri dari tinjauan literatur kritis dan analisis konseptual, bukan pengambilan sampel empiris. Hasil – Hasil menunjukkan bahwa berbicara bukan sekadar fungsi biologis atau respons impulsif, melainkan tindakan sadar yang mengintegrasikan akal, emosi, dan tanggung jawab moral. Namun, dalam era modern, ucapan cenderung kehilangan kedalaman, kontrol, dan kesadaran etis, yang berpotensi menimbulkan risiko seperti disinformasi, fragmentasi sosial, dan kekerasan simbolis. Implikasi – Studi ini menyarankan perlunya menghidupkan kembali praktik komunikasi yang reflektif, etis, dan sengaja untuk memperkuat harmoni sosial, melindungi martabat manusia, dan memastikan bahwa ucapan tetap berfungsi sebagai medium kebenaran dan dialog yang sejati. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini menawarkan reinterpretasi baru tentang tindakan berbicara dalam kerangka antropologi filosofis Islam dan etika komunikasi, memberikan alternatif kritis terhadap praktik komunikasi kontemporer yang didominasi oleh kecepatan dan kedangkalan. 
Lived da'wah: Temporal structuring of religious practice in Tabligh jamaat's daily congregation Busral, Busral; Rambe, Khairul Fadli; Gunawan, Rizky; Jaafar, Azhar; Habibi, Usman Arif; Engkizar, Engkizar
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.2.28479

Abstract

Purpose - The main objective of this study is to understand the daily routine of Jemaah Tabligh deeply and to analyze how they integrate various aspects of da'wah (proselytizing) into their daily practices. Method - This research employs a qualitative method, specifically phenomenology, and the data source consists of individual in-depth interviews. All data were analyzed using the Miles and Huberman technique. Result - The analysis shows that the khuruj activities carried out by the Tabligh Jamaat group are divided into four daily routines: from early morning to morning, with seven activities; in the afternoon, with six activities; in the evening, with four activities; and at night, with six activities. This demonstrates that the Jamaah Tabligh group is a highly structured, disciplined, and organized entity in its missionary work. Implication – Based on studies of the Tabligh Jamaat movement, da'wah in the modern era can adopt several key strategies. First, it is important to establish consistent, structured routines, as demonstrated by the Tabligh Jamaat, to maintain the enthusiasm and commitment of members. Second, participatory learning methods such as halaqah should be intensified so that congregants can actively engage in discussions rather than merely passively receiving information. Third, focus on self-improvement (ishlah diri) and setting a good example (uswah hasanah), which are essential points, as da'wah must begin with oneself and be demonstrated through daily behavior. Fourth, the use of symbolic values through simple activities such as eating together can be an effective way to strengthen brotherhood and Islamic values. Originality/Value - The originality of this study lies in its in-depth analysis of Jemaah Tabligh's daily lifestyle and da'wah routines, which emulate the Prophet Muhammad's da'wah practices, providing a unique insight into the implementation of traditional da'wah in the modern era. *** Tujuan - Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami rutinitas harian Jemaah Tabligh secara mendalam dan menganalisis bagaimana mereka mengintegrasikan berbagai aspek da'wah (penyebaran agama) ke dalam praktik harian mereka. Metode - Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, khususnya fenomenologi, dan sumber data terdiri dari wawancara mendalam individu. Semua data dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Hasil - Analisis menunjukkan bahwa aktivitas khuruj yang dilakukan oleh kelompok Tabligh Jamaat dibagi menjadi empat rutinitas harian: dari pagi buta hingga pagi hari, dengan tujuh aktivitas; siang hari, dengan enam aktivitas; sore hari, dengan empat aktivitas; dan malam hari, dengan enam aktivitas. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok Jamaah Tabligh merupakan entitas yang sangat terstruktur, disiplin, dan terorganisir dalam pekerjaan misionarisnya. Implikasi – Berdasarkan studi tentang gerakan Tabligh Jamaat, dakwah di era modern dapat mengadopsi beberapa strategi kunci. Pertama, penting untuk menetapkan rutinitas yang konsisten dan terstruktur, seperti yang ditunjukkan oleh Tabligh Jamaat, untuk mempertahankan antusiasme dan komitmen anggota. Kedua, metode pembelajaran partisipatif seperti halaqah harus ditingkatkan agar jamaah dapat aktif berpartisipasi dalam diskusi daripada hanya menerima informasi secara pasif. Ketiga, fokus pada perbaikan diri (ishlah diri) dan memberikan teladan yang baik (uswah hasanah), yang merupakan poin penting, karena dakwah harus dimulai dari diri sendiri dan ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari. Keempat, penggunaan nilai-nilai simbolis melalui aktivitas sederhana seperti makan bersama dapat menjadi cara efektif untuk memperkuat persaudaraan dan nilai-nilai Islam. Orisinalitas/Nilai - Keaslian studi ini terletak pada analisis mendalamnya terhadap gaya hidup sehari-hari dan rutinitas da'wah Jemaah Tabligh, yang meniru praktik da'wah Nabi Muhammad, memberikan wawasan unik tentang implementasi da'wah tradisional di era modern.
The The nexus of management model and social transformation: A case study of da'wah strategy at the Jogokariyan mosque Arsam, Arsam; Majid, Nik Suhaida Nik Abdul; Amaludin, Asep
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.2.28483

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the da'wah strategy implemented by the Jogokariyan Mosque management in driving social transformation within the community of Mantrijeron, Yogyakarta. Method – Using a qualitative approach with a case study design, the research explores the Mosque's da'wah strategy in depth through interviews, participatory observation, and documentation studies. Result  –  These findings reveal that the success of the Mosque lies in synergizing modern management with da’wah through a comprehensive strategy that integrates three main approaches: sentimental, rational, and sensory-based. This approach is built upon three core pillars: transparent financial management using a ‘zero-balance’ principle, community economic empowerment through business capital programs and food assistance, and the restoration of the Mosque’s function as a diverse community activity center. Implication – The study implies that Mosques can serve as effective and sustainable catalysts for socioeconomic development. The research result demonstrates that religious institutions can be relevant and solution-oriented agents of change in the modern era. Originality/Value – This research addresses a gap in the existing literature regarding the Mosque's role as an agent of holistic change, especially given the persistent structural challenges, such as poverty and destructive social behaviors, prevalent in the area. Its originality lies in the integrated. *** Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah yang diterapkan oleh pengurus Masjid Jogokariyan dalam mendorong transformasi sosial di lingkungan masyarakat Mantrijeron, Yogyakarta. Metode - Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi strategi dakwah Masjid secara mendalam melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil - Temuan ini mengungkapkan bahwa keberhasilan Masjid adalah mensinergikan antara manajemen modern dan dakwah dan strategi dakwah komprehensif yang mengintegrasikan tiga pendekatan utama: sentimental, rasional, dan berbasis sensorik. Pendekatan ini dibangun di atas tiga pilar inti: pengelolaan keuangan yang transparan dengan prinsip 'zero-balance', pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program modal usaha dan bantuan pangan, serta restorasi fungsi Masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat yang beragam Implikasi - Studi ini menyiratkan bahwa Masjid dapat berfungsi sebagai katalis yang efektif dan berkelanjutan untuk pembangunan sosial-ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga keagamaan dapat menjadi agen perubahan yang relevan dan berorientasi pada solusi di era modern. Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini membahas kesenjangan dalam literatur yang ada mengenai peran Masjid sebagai agen perubahan holistik, terutama mengingat tantangan struktural yang terus-menerus seperti kemiskinan dan perilaku sosial yang merusak yang lazim di daerah tersebut. Orisinalitasnya terletak pada yang terintegrasi. 
Gratitude and resilience among muslim students in Indonesia Umriana, Anila; Sugiharto, Dwi Yuwono Puji; Mulawarman; Mahfud, Ashari
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.2.28710

Abstract

Purpose – This study aims to determine the level of gratitude and resilience among students;  to examine the effect of gratitude on the resilience of students at State Islamic Universities in Indonesia Method – This study is quantitative. The number of respondents was 571 from 18 PTKIN in Indonesia. The resilience scale used the Adult Personal Resilience Scale (APRS-20), and the gratitude scale used the Islamic Gratitude Scale (IGS-10). The construct validity and reliability tests used Confirmatory Factor Analysis (CFA). Resilience and gratitude levels were analyzed using descriptive statistics, while the effect test used simple linear regression analysis with the Jamovi application. Result  -  The results of the study show that student gratitude is in the very high category (67.78%), and resilience is in the high category (60.07%). Gratitude has a positive and significant effect on student resilience. The higher the level of student gratitude, the higher the level of resilience. The coefficient of determination (R² = 0.295) indicates that gratitude accounts for 29.5% of the variance in resilience, while the remaining 70.5% is attributed to other factors beyond the scope of this study. Implication – reinforces previous theories and findings that gratitude is closely related to psychological well-being and resilience; universities can develop gratitude-based guidance and counseling programs to improve student resilience; the campus community can create a culture of gratitude that encourages students to be more optimistic, supportive of one another, and able to face difficulties with a positive attitude. Originality/Value – This study is novel in terms of its respondent coverage, comprising PTKIN students from 18 universities in Indonesia. *** Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat rasa syukur dan resiliensi di kalangan mahasiswa;  untuk menganalisis pengaruh rasa syukur terhadap ketahanan mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia Metode – Penelitian ini bersifat kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 571 orang dari 18 PTKIN di Indonesia. Skala ketahanan menggunakan Adult Personal Resilience Scale (APRS-20), sedangkan skala rasa syukur menggunakan Islamic Gratitude Scale (IGS-10). Uji validitas konstruk dan reliabilitas menggunakan Analisis Faktor Konfirmatory (CFA). Tingkat ketahanan dan rasa syukur dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan uji pengaruh menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan aplikasi Jamovi. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat rasa syukur mahasiswa berada pada kategori sangat tinggi (67,78%), sedangkan tingkat ketahanan berada pada kategori tinggi (60,07%). Rasa syukur memiliki efek positif dan signifikan terhadap ketahanan mahasiswa. Semakin tinggi tingkat rasa syukur mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat ketahanan mereka. Koefisien determinasi (R² = 0,295) menunjukkan bahwa rasa syukur menjelaskan 29,5% varians dalam ketahanan, sementara 70,5% sisanya disebabkan oleh faktor lain di luar lingkup penelitian ini. Implikasi – memperkuat teori dan temuan sebelumnya bahwa rasa syukur erat kaitannya dengan kesejahteraan psikologis dan ketahanan; perguruan tinggi dapat mengembangkan program bimbingan dan konseling berbasis rasa syukur untuk meningkatkan ketahanan mahasiswa; komunitas kampus dapat menciptakan budaya rasa syukur yang mendorong mahasiswa untuk lebih optimis, saling mendukung, dan mampu menghadapi kesulitan dengan sikap positif. Orisinalitas/Nilai – Studi ini bersifat inovatif dalam hal cakupan respondennya, yang meliputi mahasiswa PTKIN dari 18 universitas di Indonesia. 
Da'wah communication strategy for strengthening wasathiyah Islam in Surabaya: A case study of NU, Muhammadiyah, and Al-Irsyad Pardianto, Pardianto; Syam, Nur; Nurdin, Ali
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.2.28779

Abstract

Purpose - This study aims to describe the communication strategies used by Islamic social organizations, NU, Muhammadiyah, and Al-Irsyad, in strengthening Islam wasathiyah in the city of Surabaya. Method - Employing a qualitative phenomenological approach and using in-depth interviews with Islamic organizational figures. Result - The research identifies five key strategies of da'wah communication: an integrated cultural strategy, a curriculum-based educational strategy, a social synergy strategy, a media-based strategy, and a collaborative strategy. Implication – This study could encourage the activists of da’wah within Islamic organizations in Indonesia to a synergize their approach in disseminating wasathiyah Islam teachings as well as inclusive religious understanding. Originality/Value - The novelty of this study lies in the up-to-date description of the dynamics of Islamic organizations’ da’wah communication strategies in Surabaya, particularly to strengthen Islam wasathiyah. Moreover, this study led to the discovery of “a synergistic moderate da'wah communication strategy”, which proposes that harmony between Islamic social organizations’ approach to disseminating moderate da'wah messages will create an inclusive religious understanding, thereby strengthening wasathiyah Islam in society. *** Tujuan  - Studi ini bertujuan untuk menguraikan strategi komunikasi dakwah organisasi sosial keislaman dalam memperkuat  Islam wasathiyah di Kota Surabaya. Metode - Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi, dan wawancara mendalam dilakukan kepada para tokoh dari ketiga organisasi keagamaan. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah organisasi sosial keislaman  dalam memperkuat Islam wasathiyah di kota Surabaya mencakup beberapa strategi yaitu; strategi kultural terintegrasi, strategi pendidikan berbasis kurikulum, strategi sinergi sosial, strategi  melalui media, dan strategi kolaborasi. Implikasi– Penelitian ini dapat mendorong para pegiat dakwah antar organisasi sosial keagamaan di Indonesia untuk melakukan pendekatan komunikasi dakwah yang sinergis dalam upaya menyebarluaskan ajaran Islam wasathiyah sekaligus pemahaman keagamaan yang inklusif. Orisinalitis/Nilai – Kebaruan studi ini terletak pada deskripsi terkini tentang dinamika strategi komunikasi dakwah organisasi sosial keagamaan di Surabaya, khususnya dalam memperkuat Islam wasathiyah. Lebih lanjut, studi ini menghasilkan temuan "strategi komunikasi dakwah moderat bersinergi", dengan proposisi bahwa keselarasan antara pendekatan Ormas Islam dalam menyebarkan pesan dakwah moderat akan menciptakan pemahaman keagamaan yang inklusif, sehingga memperkuat Islam wasathiyah di masyarakat.
Digital innovation in islamic guidance: Fuzzy mamdani-based stress level detection for muslim adolescents Amal, Muhammad Niltal; Handayani, Maya Rini
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.2.28875

Abstract

Purpose - The purpose of this study is to address the urgent need for a reliable and accessible preliminary assessment tool for mental health issues among Indonesian adolescents, a demographic significantly impacted by recent societal changes and showing high rates of psychological distress (e.g., 34.9% experiencing mental problems per I-NAMHS 2022) Method - The methodology employed is the design and development of a web-based expert system utilizing Fuzzy Logic to diagnose stress symptoms. The system is structured with four core components (User Interface, Knowledge Base, Inference Mechanism, Working Memory) and incorporates Fuzzy Tsukamoto/Mamdani/Sugeno principles for mapping firm numerical symptom inputs to linguistic variables through Fuzzification and Defuzzification processes. Result  -  The result (anticipated/achieved) is a functional, dual-role web system (Admin/User) capable of providing objective, preliminary stress categorization, thereby serving as a first step toward early intervention. Implication – The implication of this work is twofold: clinically, it provides an immediate, non-expert-dependent tool for initial screening; ethically and religiously, it supports the collective obligation (fard kifayah) to safeguard youth mental well-being and maintain their fitrah. Originality/Value - The originality of this research lies in the specific integration of Fuzzy Logic reasoning within a web-based expert system tailored explicitly to the Indonesian adolescent context for stress awareness and preliminary diagnosis.*** Tujuan - Tujuan studi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan mendesak akan alat penilaian awal yang andal dan mudah diakses untuk masalah kesehatan mental di kalangan remaja Indonesia, kelompok demografis yang sangat terdampak oleh perubahan sosial terkini dan menunjukkan tingkat gangguan psikologis yang tinggi (misalnya, 34,9% mengalami masalah mental menurut I-NAMHS 2022) Metode - Metode yang digunakan adalah desain dan pengembangan sistem pakar berbasis web yang memanfaatkan Logika Fuzzy untuk mendiagnosis gejala stres. Sistem ini terdiri dari empat komponen inti (Antarmuka Pengguna, Basis Pengetahuan, Mekanisme Inferensi, Memori Kerja) dan mengintegrasikan prinsip-prinsip Fuzzy Tsukamoto/Mamdani/Sugeno untuk memetakan masukan numerik gejala yang pasti ke variabel linguistik melalui proses Fuzzifikasi dan Defuzzifikasi. Hasil - Hasil (diperkirakan/tercapai) adalah sistem web fungsional dengan dua peran (Admin/Pengguna) yang mampu memberikan kategorisasi stres awal yang objektif, sehingga berfungsi sebagai langkah awal menuju intervensi dini. Implikasi – Implikasi dari penelitian ini dua arah: secara klinis, menyediakan alat skrining awal yang segera dan tidak bergantung pada ahli; secara etis dan agama, mendukung kewajiban kolektif (fard kifayah) untuk melindungi kesejahteraan mental remaja dan menjaga fitrah mereka. Orisinalitas/Nilai - Keaslian penelitian ini terletak pada integrasi spesifik logika fuzzy dalam sistem pakar berbasis web yang dirancang khusus untuk konteks remaja Indonesia dalam kesadaran stres dan diagnosis awal.

Page 1 of 2 | Total Record : 11