cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
Adaptation of Wayang Mahabharata characters and stories to Islamic dakwah Abdul Malik, Hatta
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.22066

Abstract

Purpose - This research aims to find out what adaptations in the characters and stories of the Mahabharata wayang towards Islamic da’wah which have unwittingly become the culture of all Indonesian people and not just followers of IslamMethod - The research approach is through a historical approach, namely an approach to investigate, understand, and critically explain the past, considering quite carefully the validity of historical sources and the interpretation of historical information sources.Result - This research shows that there are two forms of adaptation, namely first, character adaptation from the meaning of the five Pandawa characters, namely Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, and Sadewa, to the addition of characters with unique characters called Punakawan with Semar, Gareng, Petruk, and Bagong. Second, changing the storyline regarding changing several stories that are contrary to dakwah Islam, namely polyandry, women resembling men, the arrangement of gods, and the addition of stories that do not yet exist.Implication - The implications of this research can provide insight into the adaptation of the Mahabarata wayang story in Islamic da'wah.Originality/Value - The adaptation of Wayang Mahabharata characters and stories to Islamic da'wah illustrates a creative synthesis between Javanese cultural heritage and Islamic teachings, enabling the transmission of religious values through familiar narrative forms. This cultural integration not only preserves traditional art forms but also makes Islamic principles more accessible and relatable to the local population.
Analyzing big data of da'wah manuscripts based on Dimensions: Mapping research on da'wah on social media Karim, Abdul; Riyadi, Agus
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.22073

Abstract

Purpose – This study aimed to explore big data analysis on social media da'wah manuscripts to understand and gain deeper insights into the phenomenon of da'wah in the digital era.Method – Using the big data analysis method, this study describes the main trends, interaction patterns, and impact of da'wah-themed texts on social media. Data was collected from the Dimension indexer as it is one of the platforms recognized by Arjuna (a national journal accreditation agency), and it is able to identify the most discussed and cited articles as well as other interaction analyses.Result – This big data analysis provides a deep understanding of the dynamics of the study of da'wah on social media. This allows us to see how da'wah messages on social media are adapted, accepted, and used by society in a digital context.Implication – This article details the implications of big data analysis findings for developing da'wah studies in social media. It presents potential future research directions to enrich our understanding of the dynamics of da'wah in the digital age.Originality/Value – This article makes a new contribution by examining extensive data from da'wah manuscripts through the Dimensions platform to track da'wah research on social media. This study stands out for its fresh method of merging big data analysis with Dimensions-indexed data, an area that has not been thoroughly investigated.***Tujuan – Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi analisis big data pada naskah dakwah di media sosial sebagai sarana untuk memahami dan mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang fenomena dakwah di era digital.Metode – Dengan menggunakan metode analisis big data, penelitian ini mendeskripsikan tren utama, pola interaksi, dan dampak dari teks-teks bertema dakwah di media sosial. Data dikumpulkan dari pengindeks Dimensions karena merupakan salah satu platform yang diakui oleh Arjuna (lembaga akreditasi jurnal nasional), dan mampu mengidentifikasi artikel yang paling banyak dibicarakan, paling banyak dikutip, serta analisis interaksi lainnya.Hasil – Hasil dari analisis big data ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang dinamika studi dakwah di media sosial, yang memungkinkan kita untuk melihat bagaimana pesan-pesan dakwah di media sosial diadaptasi, diterima, dan digunakan oleh masyarakat dalam konteks digital.Implikasi – Artikel ini merinci implikasi dari temuan analisis big data untuk pengembangan studi dakwah di media sosial dan menyajikan potensi arah penelitian di masa depan untuk memperkaya pemahaman kita tentang dinamika dakwah di era digital.Orisinalitas/Nilai – Artikel ini memberikan kontribusi baru dengan mengkaji data ekstensif dari naskah dakwah melalui platform Dimensions untuk melacak penelitian dakwah di media sosial. Penelitian ini menonjol karena menggunakan metode optimum dalam menggabungkan analisis data besar dengan data yang diindeks oleh Dimensions.
Tuan Guru's communication strategy in resolving religious ideological conflict in Lombok, Indonesia Pardi, Muh. Habib Husnial
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.22165

Abstract

Purpose – This article attempts to explain Tuan Guru's communication strategy in conflict resolution between Islamic groups in Lombok, namely between communities affiliated with the Nahdlatul Wathan organization versus the Sunnah (Wahhabi) group.Method – This article uses a qualitative method-case study. Data were collected through observation, documentation, and interviews and then analyzed through the stages of condensation, display, interpretation, and conclusion.Result  – The results of this study show that the source of conflict that occurs in the community is the difference in religious ideology between Aswaja Islam and Wahhabi Islam. Second, the master teacher was able to mediate the conflict by using religious and cultural communication strategies. He campaigned for peace values derived from Islamic teachings and strengthened socio-cultural capital as a tool for harmony, such as silaturrahim in the tradition of begawe (feast) of marriage, birth, and death.Implication – This article contributes to the study of Tuan Guru employs a communication strategy that emphasizes dialogue and mutual understanding, facilitating open discussions to bridge gaps between differing religious ideologies. By fostering a respectful exchange of perspectives, he creates a platform for resolving conflicts and promoting religious harmony.Originality/Value – This research exploration of tuan guru not only as a leader of the pesantren but also as a "peacemaker" This shows that the guru's leadership is quite strategic in terms of conflict and peace.***Tujuan - Artikel ini bertujuan menjelaskan strategi komunikasi Tuan Guru dalam penyelesaian konflik antara kelompok-kelompok Islam di Lombok, yaitu antara komunitas yang terafiliasi dengan organisasi Nahdlatul Wathan versus kelompok Sunnah (Wahabi). Metode - Artikel ini menggunakan metode kualitatif-studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara kemudian dianalisis melalui tahapan kondensasi, tampilan, interpretasi, dan kesimpulan. Hasil - Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa sumber konflik yang terjadi dalam masyarakat adalah perbedaan ideologi agama antara Islam Aswaja dan Islam Wahabi. Kedua, guru besar mampu memediasi konflik dengan menggunakan strategi komunikasi agama dan budaya. Dia melakukan kampanye untuk nilai-nilai perdamaian yang bersumber dari ajaran Islam dan memperkuat modal sosial-budaya sebagai alat untuk keharmonisan, seperti silaturrahim dalam tradisi begawe (persilatan) pernikahan, kelahiran, dan kematian. Implikasi - Artikel ini memberikan kontribusi pada studi tentang Tuan Guru yang menggunakan strategi komunikasi yang menekankan dialog dan pemahaman saling, memfasilitasi diskusi terbuka untuk menjembatani kesenjangan antara ideologi agama yang berbeda. Dengan mendorong pertukaran pandangan yang saling menghormati, dia menciptakan platform untuk penyelesaian konflik dan mempromosikan harmoni agama. Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini mengeksplorasi Tuan Guru bukan hanya sebagai pemimpin pesantren tetapi juga sebagai "peacemaker." Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan guru cukup strategis dalam hal konflik dan perdamaian.
Altruism and javanese wisdom as the basic values of the millennial da’i personality: Indigenous counseling perspective Lur Rochman, Kholil; Basit, Abdul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024): Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.22352

Abstract

Purpose - This research explores and interprets the altruistic values embedded in K.H. Sa'dullah Majdi's Sun Ngawiti and Bulughotut Thulab texts, and relates them to the behavioral traits of the millennial generation. Method - This research uses a qualitative methodology. It relies on data interpretation through a literature-based approach to comprehensively analyse the texts. Result  -  The research findings reveal that the texts emphasize core altruistic values, including diligence in learning, self-reflection, virtuous character, and compassion. In Islamic teachings, altruism is aligned with the concept of itsar - prioritizing the needs of others over personal interests. Implication –This study underscores the importance of indigenous knowledge in shaping ethical and culturally responsive counseling approaches. Originality/Value - These values are highly relevant for millennials, especially da'wahists, offering a basic framework for becoming agents of social change who champion justice, equality and moderation. *** Tujuan - Penelitian ini mengeksplorasi dan menafsirkan nilai-nilai altruistik yang terkandung dalam teks Sun Ngawiti dan Bulughotut Thulab karya K.H. Sa'dullah Majdi, serta mengaitkannya dengan ciri-ciri perilaku generasi milenial. Metode - Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Penelitian ini mengandalkan interpretasi data melalui pendekatan berbasis literatur untuk menganalisis teks secara komprehensif. Hasil - Temuan penelitian mengungkapkan bahwa teks-teks tersebut menekankan nilai-nilai altruistik inti, termasuk ketekunan dalam belajar, refleksi diri, karakter yang berbudi luhur, dan kasih sayang. Dalam ajaran Islam, altruisme disejajarkan dengan konsep itsar - memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kepentingan pribadi. Implikasi -Studi ini menggarisbawahi pentingnya pengetahuan asli dalam membentuk pendekatan konseling yang etis dan responsif secara budaya. Orisinalitas/Nilai - Nilai-nilai ini sangat relevan bagi generasi milenial, terutama para pendakwah, yang menawarkan kerangka kerja dasar untuk menjadi agen perubahan sosial yang memperjuangkan keadilan, kesetaraan, dan moderasi.
Implications of the Meeting of religion and new media for contemporary da'wah in Indonesia Mudhofi, M; Adeni, Adeni; Karim, Abdul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.1.22433

Abstract

Purpose - The transformative power of new media has revolutionized the practice of Islamic da'wah. This article examines the implications of the intersection of religion and new media for contemporary da'wah practices.Method - This study uses qualitative research with a new media and da'wah approach. Data was obtained by online observation of da’wah social media that featured or involved several da’wah figures in Indonesia.Result - This study found that testing the 5 Cs (Communication, Collaboration, Community, Creativity, and Convergence) that characterize new media shows a different form of da'wah in new media from the construct of da'wah in the conventional era. In the new media era, for example, da'wah is understood as open communication that allows the preacher and the recipient to exchange messages simultaneously. In new media, da'wah is also a collaborative activity that allows everyone to collaborate to support a da'wah idea. New media-based da'wah is also characterized by the existence of various da'wah communities spread across multiple platforms, the creativity of various actual content that is by various issues developing in society, as well as the combination of numerous media which makes da'wah content in new media available completely, openly, and easily accessed.Implication - Academically, this study has implications for enriching preaching theories in the contemporary world, while practically, this study has implications for the importance of preachers in adapting to the dynamics produced by new media.Originality/Value - The originality of this research lies in its novelty, which focuses on changes in preaching due to new media that have received little attention from previous researchers.***Tujuan - Media baru telah mengubah praktik dakwah Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implikasi pertemuan agama dan media baru terhadap praktik dakwah kontemporer.Metode - Studi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan media baru dan dakwah. Data diperoleh melalui observasi online terhadap website dan media sosial dakwah yang menampilkan atau melibatkan beberapa tokoh dakwah di Indonesiat.Hasil - Studi ini menemukan bahwa pengujian 5 C (Communication, Collaboration, Community, Creativity, dan Convergence) yang menjadi ciri media baru menunjukkan adanya bentuk dakwah yang berbeda dalam new media dengan konstruk dakwah pada era konvensional. Di era media baru misalnya, dakwah dipahami sebagai komunikasi terbuka yang memungkinkan pendakwah dan penerimanya bertukar pesan secara simultan. Selain itu, dalam media baru, dakwah juga dipahami sebagai kegiatan kolaboratif yang memungkinkan semua orang bekerja sama untuk mendukung suatu gagasan dakwah. Dakwah berbasis media baru juga ditandai dengan adanya berbagai komunitas dakwah yang tersebar di berbagai platform, kreativitas berbagai konten aktual yang sesuai dengan berbagai isu yang berkembang di masyarakat, serta perpaduan berbagai media yang menjadikan dakwah di media baru bekerja dalam mode yang utuh, terbuka, dan mudah diaskses.Implikasi - Secara akademis studi ini berimplikasi pada pengayaan teori-teori dakwah dalam dunia kontemporer sedangkan secara praktis studi ini berimplikasi pada pentingnya pendakwah dalam beradaptasi dengan dinamika yang dihasilkan oleh media baru.Orisinalitas/Nilai - Keaslian penelitian ini terletak pada kebaruannya yang berfokus pada perubahan dakwah akibat media baru yang belum banyak mendapat perhatian dari peneliti sebelumnya.
Government communication strategy in building the image of Batam as a civilised world city: A social construction theory approach and city image elements Irwansyah Rezeki, Syailendra Reza; Kholil, Syukur; Harahap, Nursapia
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024): Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose – Tujuan penelitian ini untuk mengulas tentang strategi komunikasi pemerintah dalam mengkontruksi citra kota Batam Sebagai Bandar Dunia Madani, khususnya strategi komunikasi Pemerintah dalam mengkontruksi citra kota presfektif teori Lynch dengan lima elemennya.Method – Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk lapangan atau field research. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dan dinamika strategi komunikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam di tengah masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dengan Walikota dan kepala dinas terkait. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif.Result – Pemerintah kota Batam menerapkan 2 (dua) klasifikasi strategi komunikasi, yakni human communication dan Media communication. Strategi komunikasi manusia terdiri dari government public relations, Walikota menerapkan semua Aparat Sipil Pemerintahan (ASN) adalah public relations agent selanjutnya menggunakan kelompok masyarakat dalam berbagai komponen dengan mitra dan pemangku kepentingan seluruh perangkat daerah Kota Batam. Strategi komunikasi media dilakukan melalui media cetak, media elektronik, media baru dan media luar ruang. Realisasi pencapaian visi dan misi yakni tercapainya indeks pembangunan manusia, terciptanya kota layak anak dan pembangunan infrastruktur yang massif serta pembagian insentif kepada masyarakat. Sinergitas terlihat dari elemen pentahelix kota Batam antara lain, Pemerintah, Pengusaha, Akademisi, Media dan Komunitas (masyarakat) dalam memberi support penuh dengan pembangunan yang dilakukan Walikota tanpa menghilangkan akar budaya melayu yang madani..Implication – Pemerintah Kota Batam dalam mengkontruksi Citra Kota tanpa menghilangkan sentuhan budaya Melayu dan menyesuaikan strategi komunikasinya dengan komunikasi kemanusiaan dan komunikasi media yang menyentuh semua aspek masyarakat, sehingga pengkonstruklsian citra kota berjalan dengan lancar. Selain itu, Pemerintah Kota Batam tidak lupa juga meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia serta pemberian insentif bagi masyarakat.Originality – Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang mengkaji tentang pengkontruksian Citra Kota Batam dalam presfektif Visi dan Misi dengan 5 elemen dalam teori Lyinch.AbstractPurpose – Tujuan penelitian ini untuk mengulas tentang strategi komunikasi pemerintah dalam mengkontruksi citra kota Batam Sebagai Bandar Dunia Madani, khususnya strategi komunikasi Pemerintah dalam mengkontruksi citra kota presfektif teori Lynch dengan lima elemennya.Method –Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk lapangan atau field research. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dan dinamika strategi komunikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam di tengah masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dengan Walikota dan kepala dinas terkait. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif.Result – Pemerintah kota Batam menerapkan 2 (dua) klasifikasi strategi komunikasi, yakni human communication dan Media communication. Strategi komunikasi manusia terdiri dari government public relations, Walikota menerapkan semua Aparat Sipil Pemerintahan (ASN) adalah public relations agent selanjutnya menggunakan kelompok masyarakat dalam berbagai komponen dengan mitra dan pemangku kepentingan seluruh perangkat daerah Kota Batam. Strategi komunikasi media dilakukan melalui media cetak, media elektronik, media baru dan media luar ruang. Realisasi pencapaian visi dan misi yakni tercapainya indeks pembangunan manusia, terciptanya kota layak anak dan pembangunan infrastruktur yang massif serta pembagian insentif kepada masyarakat. Sinergitas terlihat dari elemen pentahelix kota Batam antara lain, Pemerintah, Pengusaha, Akademisi, Media dan Komunitas (masyarakat) dalam memberi support penuh dengan pembangunan yang dilakukan Walikota tanpa menghilangkan akar budaya melayu yang madani..Implication – Pemerintah Kota Batam dalam mengkontruksi Citra Kota tanpa menghilangkan sentuhan budaya Melayu dan menyesuaikan strategi komunikasinya dengan komunikasi kemanusiaan dan komunikasi media yang menyentuh semua aspek masyarakat, sehingga pengkonstruklsian citra kota berjalan dengan lancar. Selain itu, Pemerintah Kota Batam tidak lupa juga meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia serta pemberian insentif bagi masyarakat.Originality – Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang mengkaji tentang pengkontruksian Citra Kota Batam dalam presfektif Visi dan Misi dengan 5 elemen dalam teori Lyinch.
Behavioral psychology of men and women in Islam Abdillah, Aufa
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024): Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose - This research aims to explore gender roles in the context of behavioral psychology from an Islamic perspective, focusing on the neuropsychological differences between men and women. Method - The methodology employed is a qualitative library-based approach, involving the analysis of relevant literature sources, including journals, books, and Islamic texts. This study collects data from reputable academic sources and Islamic texts to build a comprehensive understanding of gender roles and the associated neuropsychological aspects. Result - The findings indicate that the gender roles described in Islam may reflect certain neuropsychological function differences, which can influence the quality of life and dynamics of social interactions. It is important to note that while biological and psychological differences between men and women exist, both are often viewed as having equal social responsibilities within religious and moral contexts. Implication - This study implies that there is a need for Muslim men and women to be aware of their obligations according to sharia and nature . Originality/Value - The specialty of this study is that it explains neuropsychological concepts to understand the psychological behavior of women and men. *** Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran gender dalam konteks psikologi perilaku dari perspektif Islam, dengan fokus pada perbedaan neuropsikologis antara pria dan wanita. Metode - Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan, yang melibatkan analisis sumber-sumber literatur yang relevan, termasuk jurnal, buku, dan teks-teks Islam. Penelitian ini mengumpulkan data dari sumber-sumber akademis terkemuka dan teks-teks Islam untuk membangun pemahaman yang komprehensif tentang peran gender dan aspek-aspek neuropsikologis yang terkait. Hasil - Temuan menunjukkan bahwa peran gender yang dijelaskan dalam Islam dapat mencerminkan perbedaan fungsi neuropsikologis tertentu, yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan dinamika interaksi sosial. Penting untuk dicatat bahwa meskipun terdapat perbedaan biologis dan psikologis antara laki-laki dan perempuan, keduanya sering dipandang memiliki tanggung jawab sosial yang sama dalam konteks agama dan moral. Implikasi - Penelitian ini menyiratkan bahwa ada kebutuhan bagi pria dan wanita Muslim untuk menyadari kewajiban mereka sesuai dengan syariah dan kodrat. Orisinalitas/Nilai - Nilai dari penelitian ini adalah mampu menjelaskan konsep neuropsikologi untuk memahami perilaku psikologis perempuan dan laki-laki.
The latest religious practices of da’i influencer and content creator in digital da’wah Aida, Bakhita; Supena, Ilyas; Sulthon, Muhammad
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024): Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23378

Abstract

Purpose - The aim of this research is to describe new religious practices in digital media. Method - Digital ethnography and literature review are the methods used in this research. Result - A new form of religious practice has emerged, conducted by influencers (A'yun, Ulfi, and Hijrapedia). This includes online muroja'ah, online Quran waqf, and online umrah substitutes. All three clearly indicate the existence of negotiations between offline and online spaces. Implication - This research definitively shows the shift from conventional preaching to digital methods without diminishing traditional religious authority. It is a definitive reference point for other new religious practices. Originality/Value - This research offers originality by revealing how digital media reshapes religious practices, introducing unique forms such as online muroja’ah, Quran waqf, and umrah substitutes led by influencers. It bridges the gap between traditional and digital spaces, challenging conventional sociological views and providing new insights into the evolution of religion in the digital age. *** Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktik-praktik keagamaan baru di media digital. Metode - Etnografi digital dan tinjauan literatur adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil - Bentuk praktik keagamaan baru telah muncul, yang dilakukan oleh para influencer (A'yun, Ulfi, dan Hijrapedia). Hal ini mencakup muroja'ah online, wakaf Alquran online, dan pengganti umrah online. Ketiganya dengan jelas menunjukkan adanya negosiasi antara ruang luring dan daring. Implikasi - Penelitian ini secara definitif menunjukkan pergeseran dari da’wah konvensional ke metode digital tanpa mengurangi otoritas keagamaan tradisional. Penelitian ini merupakan titik referensi yang pasti untuk praktik-praktik keagamaan baru lainnya. Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini menawarkan orisinalitas dengan mengungkapkan bagaimana media digital membentuk kembali praktik keagamaan, memperkenalkan bentuk-bentuk unik seperti muroja'ah daring, wakaf Alquran, dan pengganti umrah yang dipimpin oleh influencer. Penelitian ini menjembatani kesenjangan antara ruang tradisional dan digital, menantang pandangan sosiologis konvensional dan memberikan wawasan baru tentang evolusi agama di era digital
Reification of religious figures in azab genre religious sinetron: An interpretative phenomenological analysis Haroni, Nanang; Arianti, Gusmia; Weaham, Muhammadroflee; Hamid, Abdul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024): Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose - To examine the phenomenon of reification in the presence of religious figures in Indonesian "azab" genre religious television series through the lens of Axel Honneth's theory of recognition. Method - This study employs an interpretative phenomenological analysis (IPA) and collects data through in-depth interviews with six informants (religious figures/actors, TV producers, directors, scriptwriters) involved in the production of "azab" genre religious television series. Results - This study indicates that individuals involved in the production of "azab" genre television series tend to neglect the antecedents of recognition—as per Honneth's concept of reification—such as the formation of identity and the role of media as a platform for da'wah. This neglect of recognition is influenced by interpersonal dynamics among workers and the market-driven pressures of the production environment. Implications -  This article offers a deeper understanding of the reality of the commodification of religion (Islam) and the perspectives of audiences who consume religious television, which is often positioned as a means of da'wah. Originality/Value - Theoretically, this article offers a new perspective on the dynamics and representation of religion (Islam) in the media. Through this, it is possible to develop academic critical strategies towards media and stakeholders who have a responsibility to improve religious broadcasting on television. *** Tujuan - Mengkaji fenomena reifikasi dalam kehadiran tokoh agama pada sinetron religi genre "azab" di Indonesia melalui lensa teori pengakuan Axel Honneth. Metode – Penelitian menggunakan metode Analisis Fenomenologi Interpretatif dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan enam informan (tokoh agama/pemain, produser TV, sutradara, penulis skenario) yang terlibat dalam produksi sinetron religi genre "azab." Hasil – Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang terlibat dalam produksi serial televisi bergenre "azab" cenderung melupakan pengakuan anteseden—seturut konsep reifikasi Axel Honneth-- terkait makna dan identitas diri,  juga tentang aspek lain seperti  media sebagai platform dakwah, serta peran tokoh agama di dalamnya. Kondisi melupakan pengakuan ini dipengaruhi dinamika interpersonal di antara pekerja dan tekanan lingkungan produksi yang digerakkan pasar. Implikasi – Artikel ini menyuguhkan kedalaman realitas pemaknaan isu-isu agama (Islam) dari perspektif pelaku industri sinetron religi yang secara umum diklaim sebagai sarana dakwah untuk melengkapi perspektif yang relatif populer dalam kajian media dan agama seperti komodifikasi. Orisinalitas/ Nilai – Artikel ini menampilkan cara pandang baru dalam melihat dinamika hubungan sekaligus representasi agama (Islam) di media. Melalui ini, dimungkinkan pengembangan strategi kritik akademik terhadap media dan stakeholder yang memiliki kaitan tanggungjawab dengan pentingnya memperbaiki siaran agama di televisi.
Personal and leadership competencies of hajj and umrah mentors: A quantitative and qualitative analysis Rahman, Arif; Solahudin, Dindin; Herman, Herman; Alawiyah, Tuti; Ahmad, Zaidi bin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024): Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23507

Abstract

Purpose - The main objective of this study is to understand how different aspects of Hajj and Umrah mentors' personal and leadership competencies influence pilgrims' experiences and the success of the mentoring process. Method- This research will make a significant contribution to the development of more effective and holistic Hajj and Umrah mentoring theory and practice. It combines objective and in-depth data analysis using a mixed methods design that combines the benefits of quantitative and qualitative approaches in a comprehensive study.The research participants consisted of 20 Hajj and Umrah mentors who were selected based on their experience, knowledge, or position relevant to the research topic. Information from the research participants was obtained through in-depth interviews and focus group discussions to explore their views, experiences and perceptions related to the research topic. Result - Based on quantitative and qualitative analysis of data obtained from research participants, it can be concluded that for personal competence consisting of five aspects where for the four categories the mentor is in the very high and high categories. while for leadership competence, 72.9% of Hajj and Umrah mentors are in the very high category, 20.4% are in the high category, and 6.7% are in the medium category. Implication - Overall, the combination of personal and leadership competencies is key in shaping effective mentors in the mentoring process. Originality/Value - Combine strong personal characteristics with the ability to lead by example and you will make a significant impact in guiding, supporting and inspiring your pilgrims to achieve their goals.