cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Behavioral psychology of men and women in Islam Abdillah, Aufa
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23074

Abstract

Purpose - This research aims to explore gender roles in the context of behavioral psychology from an Islamic perspective, focusing on the neuropsychological differences between men and women. Method - The methodology employed is a qualitative library-based approach, involving the analysis of relevant literature sources, including journals, books, and Islamic texts. This study collects data from reputable academic sources and Islamic texts to build a comprehensive understanding of gender roles and the associated neuropsychological aspects. Result - The findings indicate that the gender roles described in Islam may reflect certain neuropsychological function differences, which can influence the quality of life and dynamics of social interactions. It is important to note that while biological and psychological differences between men and women exist, both are often viewed as having equal social responsibilities within religious and moral contexts. Implication - This study implies that there is a need for Muslim men and women to be aware of their obligations according to sharia and nature . Originality/Value - The specialty of this study is that it explains neuropsychological concepts to understand the psychological behavior of women and men. *** Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran gender dalam konteks psikologi perilaku dari perspektif Islam, dengan fokus pada perbedaan neuropsikologis antara pria dan wanita. Metode - Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan, yang melibatkan analisis sumber-sumber literatur yang relevan, termasuk jurnal, buku, dan teks-teks Islam. Penelitian ini mengumpulkan data dari sumber-sumber akademis terkemuka dan teks-teks Islam untuk membangun pemahaman yang komprehensif tentang peran gender dan aspek-aspek neuropsikologis yang terkait. Hasil - Temuan menunjukkan bahwa peran gender yang dijelaskan dalam Islam dapat mencerminkan perbedaan fungsi neuropsikologis tertentu, yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan dinamika interaksi sosial. Penting untuk dicatat bahwa meskipun terdapat perbedaan biologis dan psikologis antara laki-laki dan perempuan, keduanya sering dipandang memiliki tanggung jawab sosial yang sama dalam konteks agama dan moral. Implikasi - Penelitian ini menyiratkan bahwa ada kebutuhan bagi pria dan wanita Muslim untuk menyadari kewajiban mereka sesuai dengan syariah dan kodrat. Orisinalitas/Nilai - Nilai dari penelitian ini adalah mampu menjelaskan konsep neuropsikologi untuk memahami perilaku psikologis perempuan dan laki-laki.
The latest religious practices of da’i influencer and content creator in digital da’wah Aida, Bakhita; Supena, Ilyas; Sulthon, Muhammad
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23378

Abstract

Purpose - The aim of this research is to describe new religious practices in digital media. Method - Digital ethnography and literature review are the methods used in this research. Result - A new form of religious practice has emerged, conducted by influencers (A'yun, Ulfi, and Hijrapedia). This includes online muroja'ah, online Quran waqf, and online umrah substitutes. All three clearly indicate the existence of negotiations between offline and online spaces. Implication - This research definitively shows the shift from conventional preaching to digital methods without diminishing traditional religious authority. It is a definitive reference point for other new religious practices. Originality/Value - This research offers originality by revealing how digital media reshapes religious practices, introducing unique forms such as online muroja’ah, Quran waqf, and umrah substitutes led by influencers. It bridges the gap between traditional and digital spaces, challenging conventional sociological views and providing new insights into the evolution of religion in the digital age. *** Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan praktik-praktik keagamaan baru di media digital. Metode - Etnografi digital dan tinjauan literatur adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil - Bentuk praktik keagamaan baru telah muncul, yang dilakukan oleh para influencer (A'yun, Ulfi, dan Hijrapedia). Hal ini mencakup muroja'ah online, wakaf Alquran online, dan pengganti umrah online. Ketiganya dengan jelas menunjukkan adanya negosiasi antara ruang luring dan daring. Implikasi - Penelitian ini secara definitif menunjukkan pergeseran dari da’wah konvensional ke metode digital tanpa mengurangi otoritas keagamaan tradisional. Penelitian ini merupakan titik referensi yang pasti untuk praktik-praktik keagamaan baru lainnya. Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini menawarkan orisinalitas dengan mengungkapkan bagaimana media digital membentuk kembali praktik keagamaan, memperkenalkan bentuk-bentuk unik seperti muroja'ah daring, wakaf Alquran, dan pengganti umrah yang dipimpin oleh influencer. Penelitian ini menjembatani kesenjangan antara ruang tradisional dan digital, menantang pandangan sosiologis konvensional dan memberikan wawasan baru tentang evolusi agama di era digital
Reification of religious figures in azab genre religious sinetron: An interpretative phenomenological analysis Haroni, Nanang; Arianti, Gusmia; Weaham, Muhammadroflee; Hamid, Abdul
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23506

Abstract

Purpose - To examine the phenomenon of reification in the presence of religious figures in Indonesian "azab" genre religious television series through the lens of Axel Honneth's theory of recognition. Method - This study employs an interpretative phenomenological analysis (IPA) and collects data through in-depth interviews with six informants (religious figures/actors, TV producers, directors, scriptwriters) involved in the production of "azab" genre religious television series. Results - This study indicates that individuals involved in the production of "azab" genre television series tend to neglect the antecedents of recognition—as per Honneth's concept of reification—such as the formation of identity and the role of media as a platform for da'wah. This neglect of recognition is influenced by interpersonal dynamics among workers and the market-driven pressures of the production environment. Implications -  This article offers a deeper understanding of the reality of the commodification of religion (Islam) and the perspectives of audiences who consume religious television, which is often positioned as a means of da'wah. Originality/Value - Theoretically, this article offers a new perspective on the dynamics and representation of religion (Islam) in the media. Through this, it is possible to develop academic critical strategies towards media and stakeholders who have a responsibility to improve religious broadcasting on television. *** Tujuan - Mengkaji fenomena reifikasi dalam kehadiran tokoh agama pada sinetron religi genre "azab" di Indonesia melalui lensa teori pengakuan Axel Honneth. Metode – Penelitian menggunakan metode Analisis Fenomenologi Interpretatif dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan enam informan (tokoh agama/pemain, produser TV, sutradara, penulis skenario) yang terlibat dalam produksi sinetron religi genre "azab." Hasil – Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang terlibat dalam produksi serial televisi bergenre "azab" cenderung melupakan pengakuan anteseden—seturut konsep reifikasi Axel Honneth-- terkait makna dan identitas diri,  juga tentang aspek lain seperti  media sebagai platform dakwah, serta peran tokoh agama di dalamnya. Kondisi melupakan pengakuan ini dipengaruhi dinamika interpersonal di antara pekerja dan tekanan lingkungan produksi yang digerakkan pasar. Implikasi – Artikel ini menyuguhkan kedalaman realitas pemaknaan isu-isu agama (Islam) dari perspektif pelaku industri sinetron religi yang secara umum diklaim sebagai sarana dakwah untuk melengkapi perspektif yang relatif populer dalam kajian media dan agama seperti komodifikasi. Orisinalitas/ Nilai – Artikel ini menampilkan cara pandang baru dalam melihat dinamika hubungan sekaligus representasi agama (Islam) di media. Melalui ini, dimungkinkan pengembangan strategi kritik akademik terhadap media dan stakeholder yang memiliki kaitan tanggungjawab dengan pentingnya memperbaiki siaran agama di televisi.
Personal and leadership competencies of hajj and umrah mentors: A quantitative and qualitative analysis Rahman, Arif; Solahudin, Dindin; Herman, Herman; Alawiyah, Tuti; Ahmad, Zaidi bin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23507

Abstract

Purpose - The main objective of this study is to understand how different aspects of Hajj and Umrah mentors' personal and leadership competencies influence pilgrims' experiences and the success of the mentoring process. Method- This research will make a significant contribution to the development of more effective and holistic Hajj and Umrah mentoring theory and practice. It combines objective and in-depth data analysis using a mixed methods design that combines the benefits of quantitative and qualitative approaches in a comprehensive study.The research participants consisted of 20 Hajj and Umrah mentors who were selected based on their experience, knowledge, or position relevant to the research topic. Information from the research participants was obtained through in-depth interviews and focus group discussions to explore their views, experiences and perceptions related to the research topic. Result - Based on quantitative and qualitative analysis of data obtained from research participants, it can be concluded that for personal competence consisting of five aspects where for the four categories the mentor is in the very high and high categories. while for leadership competence, 72.9% of Hajj and Umrah mentors are in the very high category, 20.4% are in the high category, and 6.7% are in the medium category. Implication - Overall, the combination of personal and leadership competencies is key in shaping effective mentors in the mentoring process. Originality/Value - Combine strong personal characteristics with the ability to lead by example and you will make a significant impact in guiding, supporting and inspiring your pilgrims to achieve their goals.
Traumatic counseling: An alternative problem solving post traumatic stress disorder for natural disaster victims in Indonesia Wangsanata, Susana Aditiya; Jamalullael, Jaiz; Khakim, Lukman; Maulidawati, Maulidawati; Andres Sanjaya, Lari
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23536

Abstract

Purpose - The purpose of this study is to explain traumatic counseling services as an alternative problem solving for Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) in Natural Disaster Victims in Indonesia. Method - This research method is a literature explaining the form of traumatic counseling services and psychological injuries for victims of natural disasters. Data sources are collected from previous research results, valid official government website sources and relevant to the focus of this research problem. Data analysis uses content analysis that focuses on text, images and audio in the context of traumatic counseling and PTSD for victims of natural disasters. Result  -  The results of this study indicate that traumatic counseling is suitable for treating PTSD for victims of natural disasters in Indonesia. The psychological condition of victims of natural disasters has psychological wounds from events and experiences that leave a mark so that it has an impact on the psychological health of the victims. This impact affects the sustainability of the victim's life, so that healing psychological trauma with counseling services. The approach in counseling services can use two models, namely SEFT and CBT. The two models are suitable for reducing PTSD in victims of natural disasters. Implication – The findings of this study are that there is a relevant meeting point between traumatic counseling and psychological injuries of natural disaster victims with PTSD disorders. With traumatic counseling, it is hoped that natural disaster victims will be able to determine the right direction to overcome PTSD of natural disaster victims in Indonesia in the future. Originality/Value - This study is unique because it is able to position traumatic counseling as an appropriate preventive service for natural disaster victims in Indonesia. *** Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan layanan konseling traumatik sebagai alternatif pemecahan masalah Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Korban Bencana Alam di Indonesia. Metode - Metode penelitian ini adalah literatur yang menjelaskan bentuk layanan konseling traumatik dan luka psikologis bagi korban bencana alam. Sumber data dikumpulkan dari hasil penelitian terdahulu, sumber website resmi pemerintah yang valid dan relevan dengan fokus masalah penelitian ini. Analisis data menggunakan analisis isi yang berfokus pada teks, gambar dan audio dalam konteks konseling traumatik dan PTSD bagi korban bencana alam. Hasil - Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konseling traumatik cocok digunakan untuk menangani PTSD bagi korban bencana alam di Indonesia. Kondisi psikologis korban bencana alam memiliki luka psikologis dari kejadian dan pengalaman yang membekas sehingga berdampak pada kesehatan psikologis korban. Dampak tersebut berpengaruh pada keberlangsungan hidup korban, sehingga penyembuhan trauma psikologis dengan layanan konseling. Pendekatan dalam layanan konseling dapat menggunakan dua model, yaitu SEFT dan CBT. Kedua model tersebut cocok digunakan untuk mengurangi PTSD pada korban bencana alam. Implikasi - Temuan dari penelitian ini adalah adanya titik temu yang relevan antara konseling traumatik dengan luka psikologis korban bencana alam dengan gangguan PTSD. Dengan adanya konseling traumatik, diharapkan korban bencana alam dapat menentukan arah yang tepat untuk mengatasi PTSD korban bencana alam di Indonesia di masa yang akan datang. Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini memberikan kontribusi mengenai posisi, arah dan tujuan layanan konseling traumatik dalam mengatasi PTSD korban bencana alam di Indonesia. Penelitian ini memiliki keunikan karena mampu memposisikan konseling traumatik sebagai layanan preventif yang tepat bagi korban bencana alam di Indonesia.
Representing Rumah Tahfidz in strengthening of socio-political agenda in contemporary Indonesia: Motive, contestation, and perception Mizwar Hasyim, Nanang; Izudin, Ahmad; Yafik Mursyid, Achmad
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23557

Abstract

Purpose - This study explores the important role of music in practical implications for the modern Islamic da'wah context. Method - This study uses library research, with integrative and connective literature analysis as the main method, to connect various perspectives from various previous studies. Result  -  Music in Islamic da'wah is not just a means of conveying messages but a transformative force capable of stirring emotions, building deep spiritual bonds, and challenging the traditional boundaries of da'wah. With its ability to trigger emotional feelings, compassion, and spiritual reflection, music can make religious messages more alive and relevant amidst the dynamics of the modern world. Implication – The use of music in conveying Islamic messages through da'wah must consider ethics, content regulations, and understanding of different cultures. In facing this challenge, intercultural collaboration, education, and awareness of the impact of music in a religious context are needed. Originality/Value - Music is not just a medium but a tool capable of helping individuals internalize religious values, facilitating more profound understanding, and stimulating deep spiritual reflection in humans.*** Tujuan - Penelitian ini mengeksplorasi peran penting musik dalam implikasi praktis untuk konteks dakwah Islam modern. Metode - Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan, dengan analisis literatur integratif dan konektif sebagai metode utama, untuk menghubungkan berbagai perspektif dari berbagai penelitian sebelumnya. Hasil - Musik dalam dakwah Islam bukan hanya sekedar alat penyampai pesan, melainkan sebuah kekuatan transformatif yang mampu menggugah emosi, membangun ikatan spiritual yang mendalam, dan menantang batas-batas tradisional dakwah. Dengan kemampuannya untuk memicu perasaan emosional, kasih sayang, dan refleksi spiritual, musik dapat membuat pesan-pesan agama menjadi lebih hidup dan relevan di tengah dinamika dunia modern. Implikasi - Penggunaan musik dalam menyampaikan pesan-pesan Islam melalui dakwah harus memperhatikan etika, regulasi konten, dan pemahaman terhadap budaya yang berbeda. Dalam menghadapi tantangan ini, kolaborasi antar budaya, pendidikan, dan kesadaran akan dampak musik dalam konteks agama sangat dibutuhkan. Orisinalitas/ Nilai - Musik bukan hanya sekedar media, melainkan alat yang mampu membantu individu untuk menginternalisasi nilai-nilai agama, memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam, dan menstimulasi refleksi spiritual yang dalam pada diri manusia.
Environmental sustainability in Indonesian pesantren: Integrating pious principles and da’wah efforts Alam, Lukis; Alam, Meredian; Samaalee, Abdunrorma; Suyatno, Suyatno
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23607

Abstract

Purpose - This article examined the role of environmentalism within Java pesantren, Indonesia, focusing on how faith-based teachings and da’wah can support sustainability practices. Method - The article focuses on the pesantren communities in Java, Indonesia. It employs a qualitative that incorporates fieldwork and document analysis to investigate the interplay between environmental consciousness, religious instruction, and sustainable practices. Data was gathered through in-depth interviews and participant observation involving pesantren leaders, educators, and students, offering a comprehensive insight into the community. Result  -  The article's findings indicate a significant impact of religious teachings on environmental awareness and sustainable practices within pesantren. Environmental efforts, implicitly tied to da’wah and rooted in spiritual principles, positively influence the inclination of students and community members to engage in sustainability initiatives. Implication – The article shows that including faith-based education and dawah in environmental practices can greatly support sustainability efforts in faith-based institutions. This integration is essential for raising environmental awareness and encouraging proactive measures among community members. Originality - As an original attempt, this research eludates environmental awareness into understanding the influence of religious instruction, implicitly through da’wah, on sustainable practices within pesantren communities.*** Tujuan - Artikel ini mengkaji peran lingkungan hidup dalam pesantren di Jawa, Indonesia, dengan fokus pada bagaimana ajaran berbasis keagamaan dan da’wah dapat mendukung praktik keberlanjutan pelestarian lingkungan. Metode- Artikel ini berfokus pada komunitas pesantren di Jawa, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan kerja lapangan dan analisis dokumen untuk menyelidiki keterkaitan antara kesadaran lingkungan, pengajaran agama, dan praktik berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif yang melibatkan para pemimpin pesantren, pendidik, dan santri, sehingga memberikan wawasan yang komprehensif tentang komunitas tersebut. Hasil  -  Artikel mencermati pengajaran agama terhadap kesadaran lingkungan dan praktik berkelanjutan pelestarian lingkungan di dalam pesantren. Pengajaran dan dakwah terkait dengan prinsip-prinsip keislaman dan spiritualitas telah mempengaruhi prinsip dan perilaku santri serta  masyarakat di pesantren untuk terlibat keberlanjutan pelestarian lingkungan. Implikasi – Kontribusi artikel ini mendorong pesantren di Jawa, Indonesia sebagai lembaga yang konsisten dalam pengajaran keislaman dan dakwah untuk senantiasa menginisiasi kesadaran lingkungan. Proses ini penting karena menjadi instrumen utama dalam melihat dan memahami tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan Orisinalitas/Nilai- Riset ini orisinal dalam mengurai kesadaran lingkungan yang didasarkan atas praktik dan pengajaran keislaman serta aktivitas da’wah di komunitas pesantren.
Addressing cyberloafing behaviors: The Efficacy of psychological interventions through mauidzah hasanah Farmawati, Cintami; Abdelgafar, Basma I.; Pavlova, Olga Sergeyevna
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.23653

Abstract

Purpose - This research aims to find out how addressing  cyberloafing behavior: the efficacy of psychological intervention through Mauidzah Hasanah Method - This research is qualitative research. The subjects in the research were three employees. Data collection methods use interviews, observation and documentation. The data analysis used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Result  -  The results of the research show that psychological intervention through mauidzah hasanah can handle cyberloafing behavior by using forms of mauidzah hasanah such as advice, guidance and teaching (spiritual formation), success stories containing wisdom, and positive messages. Meanwhile, the description of cyberloafing behavior includes causes, forms, motivation, impact of cyberloafing behavior and minor cyberloafing.. Implication – The implications of this research show that psychological intervention through mauidzah hasanah is a complementary approach in helping someone achieve mental and spiritual health, especially cyberloafing behavior problems. Psychological interventions provide a scientific basis for addressing emotional and behavioral problems, while mauidzah hasanah adds a moral and spiritual dimension that strengthens a person's motivation to change. With the right combination, the two can provide a more holistic and meaningful solution for individuals in facing life's challenges. Originality/Value - Intervention based on mauidzah hasanah is a spiritual and moral approach to influence a person's behavior through conveying values that touch the heart and awareness. This approach is relevant in dealing with cyberloafing behavior, which often arises from weak self-control, lack of awareness of responsibility, or being tempted by digital distractions.*** Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengatasi perilaku cyberloafing: kemanjuran intervensi psikologi melalui mauidzah hasanah. Metode - Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian berjumlah tiga karyawan. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil  -  Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi psikologi melalui mauidzah hasanah dapat menangani perilaku cyberloafing dengan menggunakan bentuk-bentuk mauidzah hasanah seperti nasihat, bimbingan dan pengajaran (pembinaan spiritual), kisah-kisah sukses yang mengandung hikmah, dan pesan-pesan positif. Sedangkan gambaran perilaku cyberloafing meliputi penyebab, bentuk, motivasi, dampak perilaku cyberloafing dan minor cyberloafing. Implikasi – Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi psikologi melalui mauidzah hasanah merupakan pendekatan yang saling melengkapi dalam membantu seseorang mencapai kesehatan mental dan spiritual terutama masalah perilaku cyberloafing. Intervensi psikologis memberikan landasan ilmiah untuk mengatasi masalah emosional dan perilaku, sementara mauidzah hasanah menambahkan dimensi moral dan spiritual yang memperkuat motivasi seseorang untuk berubah. Dengan kombinasi yang tepat, keduanya dapat memberikan solusi yang lebih holistik dan bermakna bagi individu dalam menghadapi tantangan hidup. Orisinalitas/Nilai - Intervensi berbasis mauidzhah hasanah adalah pendekatan spiritual dan moral untuk memengaruhi perilaku seseorang melalui penyampaian nilai-nilai yang menyentuh hati dan kesadaran. Pendekatan ini dapat menangani perilaku cyberloafing, yang sering kali muncul akibat lemahnya kontrol diri, kurangnya kesadaran tanggung jawab, atau tergoda oleh distraksi digital.
Digital da’wah on religious moderation for Madurese women merchants in Tapal Kuda, Indonesia Ilaihi, Wahyu; Zuhriyah, Luluk Fikri; Yusuf, M.
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v44.2.24972

Abstract

Purpose - The purpose of this study was to examine the extent of da’wah by analyzing the assets of understanding, strategies for developing knowledge, and the results of understanding digital literacy in moderating religion among Madurese ethnic women in the Tapal Kuda area. Method - The study used the Asset-Based Community Development (ABCD) method, focusing on Pasar Induk (the main market) in Situbondo, which represents a hub of daily activities where Madurese women dominate as traders. Data collection involved participatory observation and mentoring, with a focus on identifying various types of assets. Result - The results showed that Madurese women possess several assets, namely physical assets, human assets, and social and institutional assets. The mentoring process revealed an increase in awareness among the women about utilizing these assets for digital literacy to better understand religious moderation in their daily lives. Implication –The method suggests improving digital literacy skills and awareness among marginalized groups to promote religious moderation and empower their economic activities. Originality/Value - This research is the first study to explore the integration of digital literacy and da’wah for religious moderation specifically among Madurese women merchants in a market setting, using the ABCD method as an intervention framework.*** Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana dakwah dengan menganalisis aset pemahaman, strategi pengembangan pengetahuan, dan hasil pemahaman literasi digital dalam memoderasi agama di kalangan perempuan etnis Madura di wilayah Tapal Kuda. Metode - Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset (ABCD), dengan fokus pada Pasar Induk di Situbondo, yang merupakan pusat kegiatan sehari-hari di mana perempuan Madura mendominasi sebagai pedagang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan pendampingan, dengan fokus pada identifikasi berbagai jenis aset. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Madura memiliki beberapa aset, yaitu aset fisik, aset manusia, dan aset sosial dan kelembagaan. Proses pendampingan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran di antara para perempuan untuk memanfaatkan aset-aset tersebut untuk literasi digital agar lebih memahami moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi - Metode ini menunjukkan peningkatan keterampilan literasi digital dan kesadaran di antara kelompok-kelompok yang terpinggirkan untuk mempromosikan moderasi beragama dan memberdayakan kegiatan ekonomi mereka. Keaslian/Nilai - Penelitian ini adalah studi pertama yang mengeksplorasi integrasi literasi digital dan dakwah untuk moderasi beragama secara khusus di kalangan pedagang perempuan Madura di lingkungan pasar, menggunakan metode ABCD sebagai kerangka kerja intervensi.
The role of nusantara ulama’s da’wah in islamic moderation: A critique of blackwater and peripheral in Islamic studies Sa’dullah, Sa’dullah; Hajam, Hajam
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.25373

Abstract

Purpose - This study aims to analyze the role of Nusantara ulama’s da’wah in promoting Islamic moderation as a response to global narratives that often marginalize peripheral Islamic traditions, as represented by the Blackwater symbol. Method - This research employs a qualitative approach using the library research method. Data were collected from various literature sources and analyzed descriptively and analytically. Result  -  The findings indicate that Nusantara ulama play a significant role in fostering Islamic moderation by integrating Islamic values with local wisdom. Nusantara Islam, characterized by its tolerance, inclusiveness, and flexibility, has proven to be a relevant model for Islamic moderation in global discourse. The narrative of Nusantara Islam addresses critiques of the marginalization of Southeast Asia as "peripheral Islam". It demonstrates that Islam can develop peacefully through processes of vernacularization and indigenization without losing its universal essence. Implication – This study underscores the importance of strengthening the study of Nusantara Islam in global discourse to offer an alternative to Islam's often conflictual and homogenizing narratives. Originality/Value - This research contributes by linking the da’wah of Nusantara ulama and the concept of Islamic moderation with critiques of global symbolism, such as Blackwater. *** Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran da’wah ulama Nusantara dalam mempromosikan moderasi Islam sebagai respons terhadap narasi global yang seringkali mengabaikan tradisi Islam di pinggiran, sebagaimana diwakili oleh simbol Blackwater. Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian perpustakaan. Data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur dan dianalisis secara deskriptif dan analitis. Hasil  -  Temuan menunjukkan bahwa ulama Nusantara memainkan peran penting dalam memajukan moderasi Islam dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kebijaksanaan lokal. Islam Nusantara, yang ditandai dengan toleransi, inklusivitas, dan fleksibilitas, telah terbukti menjadi model yang relevan untuk moderasi Islam dalam diskursus global. Narasi Islam Nusantara menanggapi kritik terhadap marginalisasi Asia Tenggara sebagai “Islam periferal”. Ia menunjukkan bahwa Islam dapat berkembang secara damai melalui proses vernacularisasi dan indigenisasi tanpa kehilangan esensi universalnya. Implikasi – Penelitian ini menekankan pentingnya memperkuat studi Islam Nusantara dalam diskursus global untuk menawarkan alternatif terhadap narasi Islam yang seringkali konflik dan homogenisasi. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini berkontribusi dengan menghubungkan dakwah ulama Nusantara dan konsep moderasi Islam dengan kritik terhadap simbolisme global, seperti Blackwater.