cover
Contact Name
Moh Aziz Arifin
Contact Email
cendekiafillia@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fp.uniska@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
ISSN : 25025597     EISSN : 25986325     DOI : -
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia is a scientific journal that was published in 2016, this journal contains scientific writings, summaries of research results, discussion of literature and articles on community service information related to the field of animal husbandry.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Analisis Ekonomi Tiga Jenis Itik Dengan Pemberian Tiga Jenis Ransum Sugiarti, Sugiarti; Fitriani, Fitriani; Widaningsih, Neni
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v6i2.1683

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Jenis ransum apa yang cocok digunakan untuk menghasilkan nilai ekonomis yang paling baik dan Jenis itik apa yang cocok digunakan untuk menghasilkan nilai ekonomis yang paling baik dari analisis ekonomi yang dilakukan. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Faperta Uniska di Desa Bentok Kampung Kecamatan Bati - Bati Kabupaten Tanah Laut. Penelitian menggunakan tiga jenis itik yaitu Itik Peking, Itik Mojosari dan Itik Mojosari Alabio dengan jenis ransum yaitu ransum broiler (BR1), ransum puyuh (PP3) dan ransum mix (RM). Sehingga terdapat Sembilan perlakuan dengan tiga ulangan. Analisa ekonomi yang dilihat adalah analisa laba/rugi dan analisa IOFC. Laba terbesar terdapat pada perlakuan P4 sebesar Rp 138.860 dan laba terkecil terdapat pada perlakuan P9 sebesar Rp 121.250; diperoleh IOFC terbesar terdapat pada perlakuan P4 sebesar Rp 140.824 dan IOFC terkecil terdapat pada perlakuan P3 sebesar Rp 122.962 dan Efisiensi pakan pada P3 = Itik peking diberi ransum mix (RM) dengan IOFC Rp 122.962.
Kajian Persepsi Anggota Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Di Kabupaten Kediri Terhadap Aspek Reproduksi Sapi Didik Rudiono; A.R. Hibrida; R.D. Mardani; F.S. Dwijayanti
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v6i2.2073

Abstract

Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) merupakan sistem pemberdayaan peternak yang dibina oleh perguruan tinggi dengan tujuan untuk mewujudkan peternak berjamaah, mandiri, dan berdaulat. SPR diinisiasi oleh IPB dan ditindaklanjuti oleh UNISKA. Penelitian bertujuan mengkaji persepsi anggota SPR binaan UNISKA terhadap aspek reproduksi sapi.Penelitian merupakan quasi eksperimen menggunakan 3 (tiga) SPR sebagai perlakuan; yaitu: P1: SPR Mojo; P2: SPR Kandat; dan P3: SPR Plosoklaten. Analisis menggunakan RAL dengan ulangan tidak sama. Bila uji F nyata maka dilakukan uji lanjut dengan LSD. Data berupa data kualitatif dan diperoleh melalui survey dengan kuesioner tertutup. Parameter reproduksi yang diamati meliputi: siklus berahi, tanda berahi, saat mulai berahi, arti penting berahi, kawin suntik (IB), cara pengawinan betina, pengecekan identitas straw, pelaku IB, pemilihan straw dalam IB, saat tepat untuk IB, saat terlambat untuk IB, teknis pelaksanaan IB, skor S/C, penggunaan pejantan, pemilihan pejantan pemacek, tanda sapi bunting muda, tanda sapi bunting tua, tanda sapi akan beranak, dan jarak beranak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi antarSPR dengan latar belakang kultur berbeda sehingga diduga menghasilkan kinerja yang berbeda. Disarankan untuk melakukan adopsi dan adaptasi kelebihan dari setiap kultur SPR untuk meningkatkan kinerja setiap SPR; dan pada saat yang sama mengeleminir kelemahan dari setiap SPR.
Performa Ayam Kampung Periode Starter Pada Peternakan Rakyat yang Diberi Ampas Sagu Dalam Ransum Rajab Rajab; Tabita Naomi Ralahalu
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v6i2.1461

Abstract

Sagoo by product can be used with purpose of poultry alternative feed pakan, such as fed energy source of Kampong chicken, caused by the content of energy metabolism of sago by product reach 2340 Kcal/kg, crude protein 3.40%, and crude fibre 11.61%. This research aims was to know the performance of Kampong chicken on starter period given by feed with contain sago by product, as representing form of application of exploiting of local feed source especially waste of sago processing which was a lot of there in Maluku Province. The Research study was conducted in rural ranch of Kampong chicken, and take place during two months. This research used the experimental method to compare the performa of Kampong chicken on starter period (0- 4 week of age) which rearing by local breeder. The results showed the performance of Kampong chicken given by feed with contain sagoo by product were 27.11 – 32.85 g/tail/day, 10.19 – 13.49 g/tail/day, 2.43 – 2.66, and 0 % respectively for feed consumtion, average daily gain, feed convertion rate, and mortality rate. It can be concluded than sagoo by product can be used as Kampong chicken feed on starter period.
Faktor Faktor Pengambilan Keputusan Pembelian Masyarakat Terhadap Produk Daging Sapi Segar Dan Produk Olahan Di Kota Wisata Batu Karunia Setyowati Suroto; Ariani Trisna Murti; Farida Kusuma Astuti
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v6i2.1859

Abstract

Batu Tourism City is a city with many tourist destinations where there are many places to eat around tourist attractions and hotels that require businesses and households to meet the needs of food ingredients, one of which is beef, both fresh and processed. The research was conducted in Pasar Besar, Pasar Gentengan, and Pasar Pesanggrahan in Kota Wisata Batu on April 8, 2021 – August 8, 2021. The aim of this study was to determine the factors that influence public purchasing decisions for fresh and processed beef simultaneously and partially. The sampling of the research was carried out using the accidental sampling method with a total of 100 respondents. The samples used are consumers who buy fresh and processed meat in the three markets. Primary data processing analysis uses multiple linear regression approach with SPSS 22 measuring instrument. The results of calculating primary processing that all independent variables, product, price, place, promotion, and service provide a positive relationship and correlation of 0.724 or 72% on consumer purchasing decisions. in buying fresh and processed beef products at the study site, while the remaining 28% was influenced by independent variables outside the study. The conclusion that can be drawn from the results of the study is that the independent variables that have a dominant influence are the price and place variables which have an influence of 0.299 and 0.274 respectively. The promotion variable produces a value of 0.089 so it has no significant effect on consumer purchasing decisions. Suggestions from the research are that the market should promote directly through print media so that consumers can find out and automatically increase consumer interest in buying fresh and processed meat in Batu Tourism City.
Pengaruh Penambahan Tepung Black Soldier Fly (Hermtia Illucens) dalam Pakan Komersil terhadap Performans, Kadar Protein dan Lemak Ayam Kampung Jantan Super Lailia Dwi Kusuma Wardhani; Roeswandono Roeswandono; Dian Ayu Kartikasari
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v6i2.1670

Abstract

Ayam Kampung Jantan Super merupakan salah satu ternak penghasil daging yang cukup potensial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat asal protein hewani. Penggunaan pakan ternak yang berkualitas merupakan salah satu faktor penting penentu keberhasilan peternakan. Pakan yang berkualitas itu sendiri terdiri dari beberapa komponen penting salah satunya adalah protein. Maggot atau larva dari lalat Black Soldier Fly (Hermatia illucens) merupakan salah satu pakan yang memenuhi persyaratan sumber protein. Protein terlibat dalam pembentukan jaringan tubuh dan terlibat aktif dalam metabolisme vital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh penambahan tepung maggot atau Black Soldier Fly (Hermtia illucens) pada pakan komersil terhadap performans, kadar protein dan lemak daging ayam jantan kampung super. Sebanyak 24 ekor ayam kampung digunakan sebagai sampel dengan empat perlakuan. Komposisi pakan tiap perlakuan berbeda dengan P0 menggunakan 100% pakan komersil, P1 pakan komersil 90% dan tepung manggot 10%, P2 pakan komersil 80% dan tepung manggot 20%, P3 pakan komersil 70% dan tepung manggot 30%. Perlakuan selama 28 hari. Pemeriksaan hasil berupa data performans meliputi penghitungan berat badan dan konsumsi pakan, serta kadar protein dan lemak. Data hasil dianalisis melalui Analysis of Varian (ANOVA). Hasil penelitian didapatkan data adanya perbedaan yang nyata pada kelompok control dengan kelompok perlakuan pada tiap parameter perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung manggot pada pakan komersil dapat meningkatkan performa ayam, meningkatkan kadar protein dan menurunkan kadar lemak pada daging ayam kampung jantan super. Kata Kunci : tepung black soldier fly, performans, kadar protein, kadar lemak, ayam kampung jantan super
Analisis Finansial Usaha Peternakan Sapi Potong Pada Peternakan Rakyat Di Kecamatan Letti Kabupaten Maluku Barat Daya Michel Johan Matatula; Rajab Rajab
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i1.2191

Abstract

Analisis finansial penting dilakukan dalam memberikan gambaran tentang kelayakan usaha berdasarkan perbandingan antara pemanfaatan faktor produksi (input) dengan revenue atau penerimaan (output). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha sapi potong pada peternakan rakyat di Kecamatan Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya. Penelitian menggunakan metode survei, sampel yang dipilih secara purposive sampling untuk desa maupun peternak. Penelitian berlangsung sejak bulan April 2021 sampai dengan Mei 2021. Analisis finansial dilakukan berdasarkan kriteria kelayakan usaha yaitu tingkat pendapatan peternak, benefit cost rasio (BCR), net present value (NPV) dan internal rate of return (IRR). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan peternak adalah sebesar Rp 6.522.285 selama 3 tahun ; besarnya nilai BCR adalah 1.20 ; NVP adalah 2.769.176 dan IRR adalah 31,68 persen.
Kasus Orf Pada Kambing di Desa Megasari Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan Lailia Dwi Kusuma Wardhani; Basuki Suryo Jatmiko; Rizqi Khofifaturrahmah
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i1.2102

Abstract

Penyakit orf merupakan penyakit endemik pada domba dan kambing, Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan jaringan terinfeksi atau benda yang terkontaminasi Kasus orf yang menyerang pada kambing PE di peternakan Barokah desa Megasari kabupaten Kotabaru dilaksanakan dengan metode mengamati secara langsung yaitu memantau kondisi, recording dan wawancara dengan beberapa pihak terkait, baik itu dokter hewan, pemilik ternak dan petugas kandang di peternakan Barokah. Awal mula kambing PE datang berjumlah 41 ekor dari Malang menuju Kotabaru. Selang beberapa hari muncul dengan gejala nafsu makan turun, keratitis, mata merah, berair dan belekkan, terdapat juga mata kambing yang pupilnya berwarna putih seperti katarak serta konjungtivitis yang didiagnosa penyakit pink eye, kemudian disertai batuk dan bersin, beberapa hari selanjutnya kambing PE muncul gejala keropeng berbentuk seperti bunga kol pada kulit disekitar bibir mulut, yang diduga merupakan penyakit orf. Dari 41 ekor kambing PE di peternakan Barokah telah mati 6 ekor, sedangkan kambing yang tersisa telah dinyatakan sembuh.
Kinerja Induk Sapi Peranakan Ongole di Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang Panjono Panjono; Atien Priyanti; Aryogi Aryogi; Ahmad Romadhoni Surya Putra; Bayu Andri Atmoko; Hamdani Maulana; Bryan Wisnu Prabowo
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i1.2344

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja induk sapi Peranakan Ongole (PO) di Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kragan selama dua bulan, yaitu November-Desember 2021.Data kinerja induk diperoleh melalui wawancara dengan 38 peternak sapi PO dan pengamatan langsung pada 84 ekor induk sapi PO. Data kinerja induk terdiri dari umur pertama estrus dan kawin, service per conception (S/C), lama bunting, umur pertama beranak, umur sapih, kawin setelah beranak, dan jarak beranak. Data dihitung rata-rata dan standar deviasinya, kemudiandibahas secara deskriptif kuantitatif. Pengaturan khusus untuk pengawinan sapi diterapkan oleh peternak sapi PO. Dalam penentuan birahi, peternak biasanya mengamati perubahan kondisi tubuh dan tingkah laku. Tanda birahi yang sering digunakan yaitu pada vulva terlihat memerah, mengeluarkan lendir, dan terasa hangat. Sapi terlihat mengibas-ngibaskan ekor serta mengendus-endus organ genital. Peternak akan mengawinkan sapinya apabila sudah menunjukkan tanda menaiki ternak lain. Rata-rata induk sapi PO pertama kali birahi pada umur 21,71±5,67 bulan dan langsung dikawinkan oleh peternak dengan S/C sebesar 2,29±1,25 kali untuk kawin alam dan 1,86±1,15 untuk inseminasi buatan. Lama bunting sapi sekitar 9,05±0,23 bulan dan beranak pertama pada umur 33,58 bulan. Anak sapi disapih pada umur 4,63±1,15 bulan, dan induk dikawinkan kembali 4,50±1,13 bulan setelah beranak dan jarak beranak induk selama 13,76±1,24 bulan. Secara umum, kinerja reproduksi induk sapi Peranakan Ongole di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang sudah cukup baik berdasarkan jarak beranak sebesar 13,76 Bulan. Namun demikian, kinerja reproduksi tersebut masih bisa dan perlu ditingkatkan lagi seperti S/C, umur sapih, dan kawin setelah beranaknya.
Pengaruh Konsentrasi Penambahan Eugenol Daun Cengkeh Terhadap Kecernaan Nutrien Ransum Pada Ayam Pedaging Muhammad Tahir; Hafsah Hafsah; Andi Pertiwi Damayanti; Rizal Y. Tantu
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i1.2340

Abstract

Kandungan eugenol yang cukup besar dalam minyak atsiri daun cengkeh dapat berperan sebagai antimikroba, antioksidan sehingga dapat digunakan sebagai zat bioaktif pengganti antibiotik sintetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar eugenol dalam pakan terhadap nilai kecernaan nutrien ransum pada ayam pedaging. Eugenol yang digunakan diekstraksi dari bahan daun cengkeh yang diperoleh dari kebun petani di Sulawesi Tengah. Pengujian kecernaan nutrisi pakan dilakukan di Kandang percobaan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako. Analisa kandungan bahan kering, protein kasar dan gross energi ransum dan ekskreta dilaksanakan di Laboratorium Kimia Makanan Ternak Universitas Hasanuddin Makassar. Percobaan studi kecernaan nutrisi pakan dilakukan dengan menggunakan 25 ekor ayam pedaging (broiler) umur 6 minggu dengan bobot badan berkisar 1,97 ± 0,092 kg. Pada percobaan ini ditambahkan eugenol pada ransum basal dengan 5 perlakuan yaitu: E0 = ransum basal + 0% eugenol; E1 = ransum basal + 0,5% eugenol; E2 = ransum basal + 1% eugenol; E3 = ransum basal + 1,5% eugenol; E4 = ransum basal + 2% eugenol. Variabel yang diamati adalah nilai kecernaan protein, bahan kering dan energi metabolis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kecernaan yang lebih tinggi adalah penambahan eugenol minyak atsiri daun cengkeh 1,5% pada ransum (E3) dengan kecernaan protein, bahan kering dan energi metabolis masing-masing sebesar 80,3%, 61,5%, dan 68,9%.
Pengaruh Metode Perendaman Telur Retak dengan berbagai Konsentrasi Larutan Garam Terhadap Kualiats Internal Telur Ayam Ras Nonok Supartini; Dionisius ` Naga; Sri Handayani
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i1.2368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode perendaman larutan garam selama penyimpanan terhadap kualitas telur retak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).Terdapat 6 perlakuan pada level garam yang berbeda yang di larutkan pada volume air 500 ml, dan 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 3 butir telur sebagai satuan percobaan dengan perendaman selama 15 menit dengan lama penyimpanan selama 14 hari menggunakan suhu ruang, Data dari hasil pengamatan (observasi) dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf nyata 5 % dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Indikator kualitas telur yang diamati adalah Indeks putih telur adalah perbandingan tinggi putih telur (albumen) kental (mm) dengan rata-rata garis tengahnya (mm). Alat yang digunakan untuk mengukur indeks putih telur adalah jangka sorong dan Indeks Kuning Telur (IKT) adalah perbandingan tinggi kuning telur (mm) dengan lebar kuning telur (mm). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, pengaruh lama penyimpanan telur retak terhadap kualitas telur ayam ras dengan metode perendaman larutan garam memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap indeks putih telur dan indeks kuning telur. Hasil penelitian ini yang memberikan pengaruh terbaik terdapat pada perlakuan 4 dengan konsentrasi 1 % terhadap indeks kuning telur.

Page 10 of 18 | Total Record : 180