cover
Contact Name
Moh Aziz Arifin
Contact Email
cendekiafillia@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fp.uniska@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
ISSN : 25025597     EISSN : 25986325     DOI : -
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia is a scientific journal that was published in 2016, this journal contains scientific writings, summaries of research results, discussion of literature and articles on community service information related to the field of animal husbandry.
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
Penggunaan Em4 Dan Aditif Berbeda Pada Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) Eko Marhaeniyanto; Stefania Santisia Marawali; Rosyida Fajri Rinanti
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i2.2375

Abstract

Produktivitas ternak ditentukan oleh ketersediaan pakan berkualitas secara berkelanjutan. Pada musim penghujan hijauan pakan tersedia melimpah, namun dimusim kemarau ketersediaan pakan terbatas. Strategi pengawetan hijauan perlu dilakukan pada saat produktivitas hijauan tinggi yaitu teknologi silase. Penelitian bertujuan mengetahui fermentasi rumput Gajah (Pennisetum purpureum cv.King) menggunakan EM4 3%, dan level aditif Mollases 5%, Onggok 5%, Dedak padi 5 % pengaruhnya terhadap kandungan nutrien, pH dan penampilan fisik silase. Perlakuan pembuatan silase meliputi : S0 = Rumput Gajah tanpa EM4 dan tanpa zat adiktif; SEM = Rumput Gajah + EM4 3% + Mollases 5%; SEO = Rumput Gajah + EM4 3% + Onggok 5%; SED= Rumput Gajah + EM4 3% + Dedak padi 5%. Kandungan nutrien mengalami penurunan sangat nyata (P<0,01). Nilai pH silase pada kisaran 4,98 sampai dengan 5,82. Pembuatan silase rumput Gajah dengan ditambahkan EM4 3% dan Dedak padi 5% (b/b) menghasilkan penurunan nutrien kurang dari 5%, nilai pH 4,98 dan penampilan fisik silase baik dari segi warna, aroma, tekstur dan jamur.
Profil Peternak Rakyat Sapi Perah Peranakan Friesien Holstein Laktasi Pada Kelompok Ternak Desa Pesanggrahan, Kota Batu Ariani Trisna Murti; Rosyida Fajri Rinanti; Hidayati Karamina
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i2.2687

Abstract

This research was conducted on February 1, 2022 to March 1, 2022 in the PFH Lactation cattle group in Pesanggrahan Village, Batu City. Pesanggrahan Village Community. The research objectives of the formulation of the problem are 1) to analyze and find out how the profile of smallholder dairy farmers of Friesien Holstein lactation in the lactating PFH cattle group in Pesanggrahan Village, Batu City. 2) to analyze and determine the milk production of lactating Friesien Holstein Crossbreeds in the Lactation PFH Cattle group in Pesanggrahan Village, Batu City. This type of descriptive research is research conducted by searching/exploring (exploration) and an action that aims to obtain explanations and clarification of certain problems (clarification) regarding a phenomenon or social reality. The dairy farmer profile includes: 1) Respondent's identity, namely education level, age, sex, and length of breeding, 2) Ownership scale of Friesien Holstein Lactation cattle, 3) Type of feeding, and 4) Frequency of feeding. The conclusions that can be drawn during the implementation of the study are 1) The profile of smallholder dairy farmers of PFH Lactation are of productive age, with the most recent education level being elementary school. Most breeders have more than 10 years of experience and are dominated by small-scale small-scale farmers, 2) Dairy cow milk production in Pesanggrahan Village is on a medium – low scale, with the highest number in Toyomerto Hamlet. The density of milk in Pesanggrahan Village is still relatively low. Keywords: profile of smallholder farmers, PFH dairy cows, lactation, milk production
Mekanisme Konsumsi Kefir Pada Penurunan Kolesterol Darah Rosyida Fajri Rinanti; Budi Utomo; Yuli Arif Tribudi
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i2.2333

Abstract

Kefir adalah minuman probiotik hasil olahan susu fermentasi yang banyak dikenal masyarakat karena manfaatnya. Salah satu manfaat yang diketahui adalah menurunkan kadar kolesterol darah. Kefir mengandung lebih dari 50 jenis mikroorganisme termasuk bakteri probiotik. Produk probiotik dikenal dapat membantu mengurangi kolesterol melalui aktifitas BAL (Bakteri Asam Laktat). Review ini berusaha menjelaskan bagaimana mekanisme BAL dalam menurunkan kolesterol pada darah. Hasil review menunjukkan bahwa penurunan kolesterol oleh kefir disebabkan oleh mekanisme dekonjugasi garam empedu dan aktivitas BSH oleh BAL
Keragaman Sifat Kualitatif Dan Kuantitatif Kambing Jawarandu Betina Pada Peternakan Rakyat Dan Industri Di Kalimantan Timur Surya Nur Rahmatullah; Rawa Swuandana; A Sulaiman
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i2.2391

Abstract

The ewe Jawarandu goat is one type of livestock that is currently developing both on smallholder farms and industrial-scale farms. The effect of the application of management on goats productivity is reflected in the quality of the qualitative and quantitative traits that develop in goats. This study aims to determine the qualitative and quantitative characteristics of ewe Jawarandu goats in smallholder farms and livestock industries in East Kalimantan. This research was conducted in two places, namely community farms in Lempake Village, Samarinda Utara District, and at PT. Equalindo Farm, Tenggarong Seberang, East Kalimantan. The study used a purposive sampling method, namely the collection technique according to the criteria determined by the researcher, with goats aged 6-24 months. Sampling data using total sampling with all the population according to the criteria as a sample. The results of study stated that the ewe Jawarandu goats in East Kalimantan were dominated by white-brown goats. The results of quantitative characteristics show that average body size in smallholder farms is sequentially higher at body length 57.81±7.35, chest circumference 63.5±6.62, shoulder height 61.31±5.96, and body weight 23. ,65±7.35, while on an industrial scale, the average value was lower with successively at body length 52.54±3.83, chest circumference 60.72±4.28, shoulder height 56.18±5.79 and body weight 19.53±3.42. Several factors that can affect the qualitative and quantitative differences in goats in two different managements are related to the application of management, especially livestock selection, and factors adaptation to the environment. The relationship between selection and adaptation affects goat's productivity.
Evaluasi Kualitas Fisik Maggot Dengan Level Pemberian Saccharomyces cerevisiae Sebagai Kandidat Penganti Tepung Ikan Pada Pakan Ayam Lestariningsih Lestariningsih; Subhan Ansori; Nining Haryuni
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i2.2914

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik maggot yang difermnetasi dengan menggunakan Saccharomyces cerevisia. Adapun kualitas fisik tersebut meliputi pH, bau, warna dan tekstur maggot setelah difermentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata pH dari yang tertinggi yakni level pemberian 0% (7,75±0,50), level pemberian 0,5% (7,50±0,58), level pemberian 1% (7,50±0,58), level pemberian 1,5% (7,25±0,50) dan level pemberian 2% (6,00±0,82). Rata – rata tekstur dari yang terendah yakni level pemberian 0% (2,81±0,01), level pemberian 0,5% (3,00±0,01), level pemberian 1% (3,16±0,04), level pemberian 1,5% (3,40±0,01) dan level pemberian 2% (3,52±0,02). Rata – rata bau maggot setelah difermentasi dari yang terendah yakni level pemberian 0,5% (1,88±0,01), level pemberian 0% (2,89±0,02), level pemberian 1% (2,94±0,07), level pemberian 1,5% (3,07±0,02) dan level pemberian 2% (3,29±0,01). Sedangkan rata – rata pada warna maggot yakni dengan level pemberian 0% (1,72±0,03), level pemberian 0,5% (1,79±0,09), level pemberian 1% (1,87±0,07), level pemberian 1,5% (2,02±0,13) dan level pemberian 2% (2,33±0,39). Kesimpulannya bahwa level pemberian Saccharomyces cerevisia memberikan dampak yang sagat berbeda nyata terhadap kualitas fisik maggot yang meliputi pH, bau, tekstur dan warna. Perlakuan level pemberian 2% memberikan dampak yang paling optimal terhadap kualitas fisik maggot.
Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Petelur Lidani Farm Di Kecamatan Wates Ardina Tanjungsari; Yohana Febrin Melinia; Sapta Andaruisworo; Yuniati Yuniati
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i2.3058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan pendapatan peternakan ayam petelur di Lidani Farm. Penelitian ini merupakan penelitian survei, yang merupakan metode pengumpulan data dari suatu populasi untuk menentukan susunan dan karakteristik umumnya. Data penelitian ini dikumpulkan dari data primer dan sekunder. Pendekatan yang digunakan menggabungkan teknik kuantitatif dan kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk menganalisis kelayakan aspek teknis dan metode kuantitatif untuk menganalisis kelayakan aspek finansial usaha peternakan Lidani Farm. Hasil penelitian di Lidani Farm Kecamatan Wates menunjukkan bahwa dari segi teknis, lokasi ini cukup layak sebagai lokasi pengembangan ayam petelur. Lokasi peternakan tidak jauh dari pemukiman, namun peternakan Lidani mampu mengatasi permasalahan lingkungan dengan sangat baik. Dari segi finansial dikatakan dapat dikembangkan Nilai R/C 1,09>1 menunjukkan bahwa usaha tersebut layak, NPV sebesar Rp 46.395.625>0 menunjukkan bahwa usaha tersebut layak atau tidak, 25,35%> SOCC menunjukkan layak, dan Net B/C 1,55 > 1 menunjukkan bahwa usaha tersebut layak, BEP harga 1.198 /Rp/butir, BEP produksi 479,58 kg berarti usaha tersebut layak dan PBP lebih muda 0,267 bulan dari usia investasi, maka bisnis tersebut layak.
Pengaruh Morfometrik Serta Indeks Ukuran Tubuh Terhadap Litter Size Pada Berbagai Paritas Kambing Lokal Indonesia Surya Nur Rahmatullah; Riski Ayu Marinda; Suhardi Suhardi; K. Indana; A. Sulaiman
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i2.2467

Abstract

Pengembangan produktivitas indukan merupakan bagian yang sangat penting dalam peningkatan populasi ternak terutama kambing sebagai hewan prolifik. Alternatif metode yang digunakan sebagai acuan dalam upaya meningkatkan kualitas indukan adalah dengan menetapkan standar menggunakan indeks ukuran tubuh ternak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh morfometrik dan indeks ukuran tubuh terhadap litter size pada kambing lokal Indonesia diberbagai paritas. Penelitian ini dilakukan di 2 (dua) lokasi yaitu Kelurahan Lempake, Samarinda dan PT. Equalindo Farm, Kutai Kartanegara. Penelitian dilaksanakan Desember 2021 sampai Februari 2022 dengan metode purposive sampling serta pengambilan sampel dengan total sampling yaitu pengambilan sampel sesuai dengan kriteria-kriteria yang ditentukan peneliti yaitu kambing Peranakan Etawa dan Jawarandu betina yang telah mengalami paritas 1 sampai paritas 4. Analisis regresi dan korelasi digunakan sebagai analisis data penelitian. Hasil penelitian pada sifat kualitatif menunjukkan pada kambing Peranakan Etawa (PE) menunjukan warna bulu yang dominan hitam putih dengan presentase 84,61%, sedangkan pada Jawarandu didominasi warna hitam dengan presentase 33,33%. Pengamatan pada paritas terhadap ukuran tubuh kambing PE dan Jawarandu yang menunjukan bahwa semakin bertambahnya paritas indukan berpengaruh pada penambahan morfometrik pada indukan tersebut. kondisi morfometrik kambing mampu memberikan pengaruh terhadap Dengan adanya indeks ukuran tubuh peternak maupun industri dapat melakukan seleksi dalam memilih induk kambing. Sedangkan pada pengaruh indeks ukuran tubuh terhadap litter size menunjukan bahwa semakin besar indeks ukuran tubuh maka semakin besar litter size yang akan dihasilkan oleh induk kambing.
Kasus Fascioliasis dan Paramphistomosis pada Pemeriksaan Hewan Kurban di Masjid Nurul Iman Surabaya Lailia Dwi Kusuma Wardhani; Dyah Widhowati; Nurul Hidayah
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i2.2551

Abstract

Pemeriksaan hewan kurban merupakan kegiatan yang dilakukan pada hari raya Idul Adha. Kegiatan dapat dilaksanakan di tempat pemotongan hewan kurban baik di RPH maupun diluar RPH (masjid) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di saat pandemi Covid-19. Pemeriksaan hewan kurban bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan jaminan daging kurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Studi pemeriksaan hewan kurban di Masjid Nurul Iman Surabaya dilaksanakan pada tanggal 20 dan 21 Juni 2021 yang terdiri dari dua pemeriksaan yakni antemortem dan postmortem. Sebanyak 79 hewan ternak kurban terdiri dari 19 ekor sapi dan 60 ekor kambing. Hasil studi didapatkan, pada pemeriksaan antemortem terdapat 6 ekor kambing yang mengalami sedikit leleran hidung namun masih sehat sehingga tetap diperbolehkan untuk disembelih. Pemeriksaan postmortem mendapatkan hasil yakni semua daging/karkas hewan kurban baik namun pada pemeriksaan organ hati terdapat 3 (3,79%) ekor terdapat cacing Fasciola sp. dan 1 (1,26%) ekor terdapat cacing Paramphistomum sp. pada pemeriksaan rumen. Organ hewan ternak yang terdapat cacing dilakukan pengafkiran. Kata Kunci : Hewan Kurban, Fasciolosis, Paramphistomiosis, Masjid Nurul Iman
Potensi Komoditas Unggulan Peternakan Kabupaten Kediri Nastiti Winahyu
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i2.2386

Abstract

Kabupaten Kediri merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki daerah strategis dalam pengembangan komoditas peternakan. Namun pemetaan komoditas perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing komparatif di masing-masing sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan keunggulan komoditas peternakan sektor basis dan non-basis di wilayah Kabupaten Kediri berdasarkan populasi dan produksi peternakan. Berdasarkan analisis Location Quotient (LQ) menunjukkan bahwa Kabupaten Kediri berdasarkan populasi menjadi basis dari komoditas sapi potong, kambing dan domba, serta ayam petelur. Hal ini menandakan bahwa kecukupan permintaan dalam lingkup wilayah telah terpenuhi dan dapat dialirkan ke wilayah luar Kabupaten Kediri. Komoditas basis berdasarkan hasil produksi yaitu komoditas ayam petelur, kambing dan domba, serta sapi potong. Identifikasi komoditas basis dan non-basis ini dapat dijadikan acuan perumusan kebijakan oleh stakeholder terkait secara lebih spesifik, tepat, dan sesuai berdasarkan populasi dan produksi yang dimiliki oleh masing-masing sektor peternakan di Kabupaten Kediri.
Evaluasi Produktivitas Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dengan Level Penambahan Pupuk Kompos Hasil Media Maggot Lestariningsih Lestariningsih; Saher Saher; Anna Lidiyawati
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.2744

Abstract

Tujuan…diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi produktivitas rumput gajah (pennisetum purpureum) dengan tingkat penambahan pupuk kompos media maggot meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2022 selama 3 minggu yang berlokasi di Desa Selorejo Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan metode penelitian lapang eksperimental 5 perlakuan 4 ulangan. Sampel yang di gunakan sebanyak 20. Perlakuan yang digunakan adalah variasi jumlah media maggot yaitu P0 : tanah+media maggot 0%, P1 : tanah+media maggot 1,5%, P2 : tanah+media maggot 3%, P3 : tanah+media maggot 4,5%, dan P4 : tanah+media maggot 6%. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman. Banyak daun, dan panjang daun. Dari hasil penelitian tersebut rata-rata pada perlakuan P0 : tinggi tanaman (16,08±0,83), jumlah daun (7,00±2,36), panjang daun (26±2,46), P1 : tinggi tanaman (16,08±2,75), jumlah daun (9,25±1,00), panjang daun (28,67±3,28), P2 : tinggi tanaman (14,00±0,61), jumlah daun (13,17±3,27), panjang daun (27,67±1,91), P3 : tinggi tanaman (13,42±1,83), jumlah daun (11,00±2,46), panjang daun (24,75±1,91), P4 : tinggi tanaman (14.33±1,22), jumlah daun (12,58±3,30), panjang daun (26,00±1,66). Hasil tinggi tanaman didapatkan pemberian berbagai dosis media maggot tidak berpengaruh nyata P(<0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun rumput gajah yang disebabkan kandungan unsur hara pada bahan organik media maggot belum terurai secara maksimal dan membutuhkan waktu 1-3 bulan untuk terurai dengan tanah.