cover
Contact Name
Moh Aziz Arifin
Contact Email
cendekiafillia@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fp.uniska@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
ISSN : 25025597     EISSN : 25986325     DOI : -
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia is a scientific journal that was published in 2016, this journal contains scientific writings, summaries of research results, discussion of literature and articles on community service information related to the field of animal husbandry.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Analisis Pendapatan Peternak Sapi di Masa Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bireuen, Aceh Chairul Fadli; Yayuk Kurnia Risna; Koji Al Adam; Nanda Fatmala; Sitti Zubaidah; Muhammad Resthu
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.3434

Abstract

Penyakit merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas Sapi. Munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berdampak pada aspek penjualan dan pendapatan peternak, khususnya petani-peternak. Penentuan sampel dilakuan secara Purposive sampling sedangkan populasi dalam penelitian ini merupakan semua peternak sapi di Kecamatan Peusangan yang telah lama berusaha ternak sapi. Penentuan sampel dilakukan secara accidental sampling artinya daerah penelitian dipilih berdasarkan tujuan tertentu yang dipandang sesuai dengan tujuan penelitian. Besar sampel peternak 30 orang dianggap telah mewakili populasi. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah pendapataan usaha ternak sapi di Kecamatan Peusangan. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari peternak, rata-rata penerimaan dan biaya produksi dari usaha ternak sapi di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen per tahun per peternak adalah sebesar Rp 48.790. dan Rp. 37.666.667. Pendapatan usaha ternak sapi di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen cukup menguntungkan dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 11. 082.333/ peternak/ tahun dengan rasio R/C bernilai lebih dari 1.
Pengaruh Jenis Limbah Sayuran Terhadap Produktivitas Maggot Muhammad Sabiqun Nada; Lestariningsih Lestariningsih; Anna Lidyawati
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.2745

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis limbah terhadap produktivitas maggot yang terdiri dari densitas populasi, panjang, bobot, dan laju pertumbuhan spesifik (SGR). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga jumlah sampel sebanyak 20 dengan bobot maggot rata-rata 80 gram/biopond. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian jenis pakan yaitu P0 : kotoran ayam (80 gram), P1 : kotoran Ayam (40 gram)+ limbah sawi (40 gram), P2 : kotoran ayam (40 gram) + limbah kubis (40 gram), P3 : kotoran ayam (40 gram) + limbah daun singkong (40 gram), Dan P4 : kotoran ayam (40 gram) + sisa nasi (40 gram). Variabel yang diamati yaitu dari densitas populasi, panjang, bobot, dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) pada maggot. Dari hasil penelitian tersebut rata-rata pada perlakuan P0 : densitas populasi (5,44±0,68) , panjang (2,39±1,30), bobot (26±4,97), dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) (3,71 ±0,71), P1 : densitas populasi (2,98±0,35) , panjang (3,49±0,58), bobot (32,50±6,19), dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) (4,64±0,88), P2 : densitas populasi (5,39±0,40) , panjang (3,90±0,48), bobot (19,50±4,04), dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) (2,79±0,58), P3 : densitas populasi (5,13±0,23) , panjang (3,59±1,54), bobot (19±5,60), dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) (2,71±0,80), dan P4 : densitas populasi (9,34±0,76), panjang (5,51±0,86), bobot (53,75±3,86), dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) (7,68±0,55). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan jika perlakuan P4 yakni pemberian kotoran ayam (40 gram) dan sisa nasi (40 gram) lebih optimal terhadap densitas populasi, panjang, bobot, dan laju pertumbuhan spesifik (SGR).
Analisis Pemasaran Kambing PE Pada Kelompok Tani Samajaya di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kota Banjarbaru Sugiarti Sugiarti; Neni Widaningsih; Siti Dharmawati
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.2753

Abstract

Abstract This study aims to determine the chain of marketing channels for PE goats at the Samajaya Farmer Group. Location this research was carried out in the Samajaya Farmers Group, North Landasan Ulin Village, Banjarbaru City. This location was determined by purposive sampling. This research will be conducted for 3 months, from February to April 2022. The sample of breeders used is 18 farmers. The data collected in this study are primary data and secondary data. The observed variables include marketing channels and marketing margins. The data analysis used is descriptive analysis based on surveys and observations made, and by calculating the share margin for each marketing channel. There are 2 marketing channels for the Samajaya cattle group, namely: Farmer à consumers and farmers à collectors à consumer. The marketing margin of goats to collector traders is Rp. 800,000 while for consumers there is no marketing margin, while Farmer's share for collectors is 68.63% and consumers are 100%. Keywords: Marketing Analysis, PE Goat, Livestock Groups
Pengaruh Dosis Molases Dan Waktu Ensilase Terhadap Kualitas Fisik Silase Ransum Komplit Limbah Tanaman Jagung Brilian Desca Dianingtyas; Amiril Mukmin; Ian Dewa Saputra
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.2864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level pemberian molases dengan perbedaan lama proses ensilase terhadap karakteristik fisik silase ransum komplit berbasis limbah tanaman jagung. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi jerami jagung (batang dan daun), molases, bahan konsentrat (pollard, bungkil kelapa, dan bungkil kedelai). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor yang terdiri dari faktor A yang merupakan level molasses (0%, 5%, 10%) dan faktor B yang merupakan lama proses ensilase (7 hari, 14 hari, 21 hari, 28 hari) dan diulang sebanyak 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara level molases dan lama proses ensilase memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tekstur, warna, bau silase serta keberadaan jamur. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi penambahan molases sebesar 5% dengan lama ensilase selama 21 hari menunjukkan silase ransum komplit berbasis limbah tanaman jagung dengan kualitas terbaik.
Kualitas Kefir Susu Sapi Dengan Penambahan Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) Sebagai Pangan Fungsional Ismiarti Ismiarti; Musthika Year Syah; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.3043

Abstract

Kefir sinbiotik susu sapi merupakan pengembangan produk perpaduan antara probiotik dan prebiotik yang diharapkan memberikan manfaat fungsional bagi host. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas kefir susu sapi dengan penambahan tepung porang (Amorphophallus oncophyllus) terhadap free fatty acid (FFA), pH, kadar air, dan total bakteri asam laktat (BAL). Bahan yang digunakan berupa susu sapi dari peternakan rakyat di Kabupaten Semarang, tepung porang, dan biji kefir. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 5 (lima) ulangan. Perlakuan terdiri atas P0: kefir + 0% tepung porang (kontrol), P1: kefir + 0.3% tepung porang, P2: kefir + 0.4% tepung porang, dan P3: kefir + 0.5% tepung porang. Data signifikan dilanjutkan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Rerata FFA pada perlakuan P0, P1, P2, dan P3 secara berturut turut 5,23; 4,85; 4,98, dan 4,81%, serta rerata pH secara berturut-turut 4,16; 4,15; 4,16, dan 4,17. Rerata kadar air secara berturut-turut 90,22; 89,18; 89,35, dan 89,41%, dan rerata total BAL secara berturut-turut 7,96; 7,25; 8,06, dan 8,48 log CFU/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung porang pada kefir berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap FFA namun tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap pH, kadar air, dan total BAL. Kesimpulannya, penambahan tepung porang sampai dengan 0.5% belum efektif untuk meningkatkan kualitas kefir.
Frekuensi Fenotip Dan Genotip Sifat Kualitatif Ayam Kampung Di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Norah Rut Hutagalung; Bercomien J. Papilaya; Rajab Rajab
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.3294

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui frekuensi fenotip dan genotip sifat kualitatif ayam Kampung di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Bahan penelitian yang digunakan adalah 72 ekor ayam Kampung (Gallus gallus domesticus). Data sifat kualitatif berupa warna bulu, corak bulu, pola bulu, kerlip bulu, warna shank, dan tipe jengger dianalisis secara deskritif berdasarkan frekuensi fenotipe dan genotipnya. Hasil penelitian menunjukkan corak bulu lurik pada jantan dan betina masing-masing adalah 44.83% dan 32.56%. Pola bulu jantan dan betina didominasi pola bulu hitam yaitu masing-masing 58.62% dan 46.51%. Frekuensi fenotipe yang paling banyak ditemukan adalah warna bulu berwarna, pola warna bulu liar, corak lurik, kerlip bulu emas, warna shank kuning/putih, dan bentuk jengger tunggal. Frekuensi genotipe yang paling banyak ditemukan adalah gen i (warna bulu berwarna), ee (pola bulu Columbian), B (corak bulu polos), s (kerlip bulu emas), Id (warna shank kuning/putih), dan p (tipe jengger tunggal). Sifat kualitatif ayam kampung di Kecamatan Nusaniwe menunjukkan tingkat keragaman yang cukup tinggi baik fenotip maupun genotipnya.
Pengaruh Teknik Silase Pakan Komplit Tersuplementasi Ampas Tahu Berprotein Kasar Berlebih pada Domba Secara InVivo Tekad Urip Pambudi Sujarnoko; dwi budiono; Dudi Firmansyah; Tenti Rahmawati
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.3420

Abstract

Tofu dregs are feed ingredients with high nutritional content and easy to rot. Therefore a silage storage technique is needed to preserve and reduce environmental pollution. The process of preserving high-protein feed by silage has a weakness in the process of lowering the pH. This happens because the ammonia from the deamination process is alkaline . The silage processing can converting some nutrients into organic acids which can improve livestock health and production. The Complete feed silage which was supplemented with tofu dregs was carried out on thin-tailed local rams aged 8-10 months and body weight 16-18 kg. The rams were grouped to 4 groups. The first gorup was P0 = complete feed which was suplemented with tofu dregs without silage processing compared to P1 = P0 + silage processing which was fermented for at least 14 days. The data then analyzed using t-independent method in a randomized block design on the basis of body weight. The results of the study showed that the average dry matter consumption of livestock was not significantly different P>0.1, the increase in monthly weight was higher in group P1 with a P value <0.05, the silage process increased the efficiency of p<0.05. Both treatment had no effect on cholesterol, blood urea nitrogen (BUN), glucose, red blood grains and white blood grains. So it can be concluded that feeding by silage is better than fresh . Keywords: Silage, rams, tofu dregs
Performa Produksi dan Kualitas Telur Burung Puyuh yang Diberi Tepung Wortel (Daucus carrota L.) sebagai Sumber β-Karotein Alami dalam Ransum Muhammad Tahir; Andi Pertiwi Damayanti; Muhammad Asril Adjis; Sri Sarjuni
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.3444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung wortel terhadap produksi dan kualitas fisik telur burung puyuh. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiap unit percobaan ditempatkan 3 ekor burung puyuh umur 10 minggu, sehingga jumlah ternak bercobaan yang digunakan sebanyak 75 ekor burung puyuh umur 10 minggu dengan bobot badan 130-140 g/ekor. Perlakuan yang diamati adalah R0 (Ransum Kontrol tanpa penggunaan tepung wortel), R1 (99% ransum kontrol + 1% Tepung Wortel), R2 (98% ransum kontrol + 2% tepung Wortel, R3 (97% ransum kontrol0 + 3% tepung wortel dan R4 (96 rnsum control + 4% tepung Worte)l. Variabel yang diamati untuk mengetahui performa produksi adalah konsumsi ransum, total produksi telu, konversi ransum dan persenatse produksi harian (HDP), sedangkan variable yang diamati untuk mengetahui kualitas fisik terur adalah bobot telur, persentase kerabang telur, persentase putih telur (albumin), persentase kuning telur (yolk) dan Skor warna kuning telur. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung wortel 1-4% memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, produksi telur harian (HDP), total produksi telur, konversi ransum, berat telur dan skor warna kuning telur, namun berpengaruh tuidak nyata (P>0,05) terhadap persentase albumin, kuning telur dan kerabang telur. Penambahan tepung wortel hingga 4% sebagai sumber β-karotein alami dalam ransum dapat meningkatkan produksi telur, berat telur, efisiensi ransum dan skor warna kuning telur, namun tidak mempengaruhi persentase masing-masing komponen telur Kata kunci: Burung Puyuh, Produksi telur, Kualitas Telur dan Tepung Wortel (Daucus carrota L.),
Inovasi Sistem Perkandangan Ayam Broiler Di Wilayah Luas Lahan Terbatas Onny Nurihayanti
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.3445

Abstract

Usaha budidaya ayam broiler merupakan sektor peternakan yang paling efisien untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat. Dari tahun ke tahun, populasi ayam broiler mengalami peningkatan. Sedangkan pertambahan populasi penduduk di Indonesia menyebabkan semakin sempitnya lahan untuk beternak, sehingga diperlukan inovasi perkandangan broiler di wilayah lahan terbatas, namun tidak menurunkan produktifitas ayam. Penelitian ini dilakukan dengan observasi ke lokasi peternakan yang telah menerapkan inovasi sistem perkandangan di lahan terbatas. Parameter yang diamati dalam observasi ini adalah topografi dan kondisi lingkungan areal kandang, konstruksi kandang, manajemen kondisi di dalam kandang dan produktifitas ayam. Hasil observasi menunjukkan bahwa kandang broiler tersebut menerapkan sistem semi closed-house bertingkat dengan tipe lantai gabungan postal – slatt (postal panggung bertingkat). Sistem perkandangan ini terbukti dapat memberikan kenyamanan (comfort zone) bagi ayam dan menciptakan micro-climate (iklim mikro) yang ideal di dalam kandang, sehingga produktifitas ayam terjaga dengan baik.
Analisis Saluran Pemasaran Sapi Potong Di Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru Matatula, Michel J.; Rajab, Rajab; Kewilaa, Arnold I.
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i2.4011

Abstract

Saluran pemasaran merupakan elemen yang sangat penting dalam kegiatan pemasaran sapi potong mulai dari peternak hingga ke konsumen akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran sapi potong di Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru. Penelitian menggunakan metode survei, sampel dipilih secara purpusive sampling untuk peternak maupun pedagang. Penelitian berlangsung pada bulan Februari hingga Maret 2023. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui saluran pemasaran, analisis margin pemasaran dan farmer’s share untuk mengetahui tingkat efisiensi setiap saluran pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 saluran pemasaran sapi potong di Kecamatan Lolong Guba, sebanyak 83 % peternak menggunakan saluran pemasaran I. Margin pemasaran berkisar antara Rp. 387.500 sampai dengan Rp. 1.162.500,- Saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran II dengan nilai farmer’s share sebesar 90,04 %.