cover
Contact Name
EVI YESIFINA DUMARISTA
Contact Email
napitupulu.fina70@gmail.com
Phone
+6285797777585
Journal Mail Official
jurnalliterasi@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Jl. R.E. Martadinata No.150 Ciamis Jawa Barat email: jurnalliterasi@gmail.com
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya
Published by Universitas Galuh
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya telah terindek Sinta 5 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RistekDikti) Republik Indonesia sebagai pencapaian untuk jurnal yang memiliki kualitas dalam manajemen dan publikasi. Selanjutnya, Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannyatelah diindeks oleh situs pengindeksan berikut, seperti: Science and Technology Index (SINTA) Google Scholar Portal Garuda
Articles 252 Documents
PROBLEMATIKA BUDAYA LITERASI MEMBACA DI SEKOLAH: SEBUAH PERBANDINGAN Ramdhani, Marlinda; Pratama, Januari Rizki
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.15003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika atua masalah-masalah terkait budaya literasi membaca siswa SMA di sekolah rujukan GLS (Gerakan Literasi Sekolah). dan nonrujukan GLS. Penelitian ini menjadi penting dilakukan karena penelitian penerapan program peningkatan literasi siswa di sekolah, khususnya di NTB belum banyak dilakukan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif perbandingan dengan jenis penelitian studi kasus situs ganda. Dua situs tersebut adalah sekolah rujukan dan nonrujukan yang berada di Lombok Timur, NTB. Hasil penelitian ini menunjukkan sekolah rujukan GLS mengalami kendala terkait sarana dan prasarana yang kurang berfungsi, motivasi dan kebiasaan membaca siswa yang rendah, dan program literasi sekolah yang tidak berjalan maksimal, sedangkan sekolah nonrujukan GLS mengalami kendala terkait sarana perpustakaan dan pojok baca yang kurang mempuni, motivasi dna lingkungan bermain siswa yang kurang literat, dan belum adanya program khusus terkait literasi di sekolah.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Menganalisis Unsur Pembangun Cerita Pendek dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning dan Pendekatan Teaching at The Right Level Siswa Kelas XI IPS 2 SMAN 1 Baregbeg Maulid, Jamjam Jamaatul; Suci, Intan Permata; Purwita, Hersa; Rini, Shinta; Rohayati, Nia
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.16356

Abstract

Salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik  kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Baregbeg adalah menganalisis unsur pembangun cerita pendek. Kompetensi dasar tersebut telah dipelajari oleh peserta didik namun hasil yang diperoleh ternyata masih banyak peserta didik yang belum mampu mencapai KKM 75 yang telah ditetapkan. Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dapat atau tidaknya model pembelajaran  dalam meningkatkan kemampuan menganalisis unsur pembangun cerita pendek pada peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Baregbeg Ciamis  Tahun Ajaran 2024-2025.  Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus, terdiri dari empat tahap yaitu merencanakan, melaksanakan tindakan, mengamati, dan melaksanakan refleksi. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik tes.Pada siklus pertama, pembelajaran menganalisis unsur pembangun teks cerpen menunjukkan sebanyak 13 orang peserta didik (43%) telah berhasil mencapai KKM dan sebanyak 17 orang peserta didik (57%) yang belum mencapai KKM. Sedangkan, pada siklus kedua, seluruh peserta didik (100%) telah berhasil mencapai KKM yang ditentukan dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 78. Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan menganalisis unsur pembangun teks cerpen dari siklus kesatu dan siklus kedua. Artinya, hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima. Model pembelajaran Discovery Learning dan Pendekatan Teaching at The Right Level dapat meningkatkan kemampuan menganalisis unsur pembangun teks cerpen pada peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Baregbeg tahun ajaran 2024-2025.
Makna Dibalik Kisah Tempat Situs Sejarah Panji Laras dan Nyai Ageng Mamah di Kabupaten Sampang Valentina, Ajeng Kartika; Pratikno, Ahmad Sudi
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.15036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui situs sejarah yang ada di Sampang terutama sejarah Panji Laras dan Nyai Ageng Mamah lebih lanjut dan melihat salah satu situs yang ada di Sampang. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif di sebuah situs. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu : observasi, dokumentasi, dan eksplorasi. Subjek penelitian berupa situs Rato Ebuh yang ada di Sampang. Hasil menunjukkan bahwa situs sejarah itu adalah situs yang menyimpan banyak sejarah.
ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 4 TAHUN MENGGUNAKAN PERHITUNGAN MEAN LENGTH OF UTTERANCE DALAM ASPEK FONOLOGI Nandisa, Zikra Aura; Setiawan, Hendra
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.16572

Abstract

Perkembangan keahlian dalam pemerolehan bahasa pada seorang anak sesuai dengan sisi biologis yang berkembang pada tubuh anak tersebut, sehingga bahasa yang diperoleh antara satu anak dengan anak lain memiliki perbedaan meskipun memiliki usia yang sama. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan perkembangan pemerolehan bahasa dalam aspek fonologi pada anak usia 4 tahun dengan perhitungan mean utterance length (MLU). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualititatif dengan teknik simak libat cakap. Pengumpulan data dilakukan dengan merangsang anak R untuk berbicara kemudian direkam menggunakan perekam audio. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa anak R memiliki keterlambatan dalam kemampuan berbahasanya dibandingkan dengan anak seusianya. Perkembangan kemampuan berbahasa anak R masuk pada fase II, yaitu setara dengan anak usia 2 tahun. Anak R juga memiliki keterbatasan dalam pelafalan fonem /r/ dan /s/ sehingga terjadinya perubahan bunyi pada fonem dua fonem tersebut dan adanya peleburan atau proses menghilangkan fonem pada sebuah kata.
PERSEPSI SISWA TERHADAP KETERAMPILAN MEMIRSA (VIEWING) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Sarwoyo, V
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.16488

Abstract

ABSTRAKSalah satu jenis keterampilan berbahasa yang baru muncul dan dinyatakan secara eksplisit di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia sesuai Kurikulum Merdeka adalah keterampilan memirsa. Memirsa yang dimaksud di dalam Kurikulum Merdeka ini berbeda dengan membaca meskipun keduanya berfokus pada indera penglihatan atau mata. Membaca berfokus pada bahasa berwujud tulisan, sedangkan memirsa berfokus pada bahasa yang berwujud visual seperti gambar atau foto. Sebagai sebuah keterampilan berbahasa yang tergolong baru di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah, sangat penting bagi guru untuk mengetahui persepsi para siswa terhadap keterampilan memirsa ini sehingga dapat dijadikan masukan yang berharga untuk merancang pembelajaran memirsa yang bermakna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan angket. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah pertama, sebagian besar siswa yang menjadi responden yakni 83,4% lebih menyukai bahasa gambar atau visual daripada bahasa berwujud tulisan. Hal ini karena mereka yakini bahwa gambar membahasakan lebih banyak informasi daripada teks tertulis dan gambar membantu mereka memahami informasi dengan lebih mudah.  Kedua, sebanyak 92,69% siswa yang menjadi responden paling menyukai buku yang berisi perpaduan teks dan gambar dibandingkan dengan buku yang hanya mengandung teks tertulis. Hal ini karena mereka meyakini bahwa teks dengan gambar akan mempermudah mereka dalam memahami informasi. Ketiga, sejumlah 85,6% siswa paling suka melihat gambar, foto, dan video dibandingkan membaca novel yang berisi teks tulis dan hal ini yang membuat waktu mereka untuk melihat foto, gambar, dan video lebih banyak daripada untuk membaca teks tulis.Kata Kunci: memirsa, literasi, visual, multimodal  ABSTRACTOne type of language skill that has just emerged and is stated explicitly in Indonesian Language subjects according to the Kurikulum Merdeka is viewing skills. Viewing as referred to in the Kurikulum Merdeka is different from reading, even though both focus on the sense of sight or eyes. Reading focusses on written language, while viewing focusses on visual language such as pictures or photos. As a relatively new language skill in Indonesian language learning at school, it is important for teachers to know students' perceptions of this viewing skill so that it can be used as valuable input for designing meaningful viewing learning. This research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques using questionnaires. The results obtained from this research are first, the majority of students who were respondents, namely 83.4%, preferred pictorial or visual language to written language. This is because they believe that images convey more information than written text, and images help them understand information more easily. Second, as many as 92.69% of students who were respondents most liked books that contained a combination of text and images compared to books that only contained written text. This is because they believe that text with images will make it easier for them to understand the information. Third, 85.6% of students prefer looking at pictures, photos, and videos more than reading novels that contain written text, and this means they spend more time looking at photos, pictures, and videos than reading written text.Keywords: viewing, literacy, visual, multimodal
STRUKTUR CERITA RAKYAT MASYARAKAT KAMPUNG ADAT KUTA Mulyani, Sri; Noviadi, Andri; Sondarika, Wulan; Herdiana, Herdiana; Andini, Siti
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.16680

Abstract

Kajian struktur yang merupakan bagian dari cerita rakyat yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis. Penelitian ini dapat menjadi solusi dalam mengatasi kepunahan sebuah aset budaya bangsa dan merupakan aset kebuadayaan daerah yang merupakan salah satu kearifan lokal yang kini semakin hari semakin dilupakan dan hilang di telan jaman seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi yang semakin pesat. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif etnografi. Objek yang diteliti yakni lingkungan dan masyarakat sekitar kampung adat kuta termasuk kuncen yang beraada di kampung adat tersebut. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara terhadapa masyarakat dan kuncen/ juru kunci. Adapun hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah terinventarisasinya cerita rakyat masayarakat adat kampung kuta sebagai sebuah cerita rakyat yang dapat terdokuemntasikan dalam bentuk sebuah tulisan atau buku yang dapat di baca dan dipelajari oleh semua kalangan. Dengan hasil tersebut, semoga nantinya dapat menjadi bahan rujukan para praktisi, akademisi dan budayawan dalam rangka mengembangkan dan menjaga kelstarian sebuah kearifan lokal dalam bentuk cerita rakyat yang ada di wilayah Tambaksari Rancah Kabupaten Ciamis.
ANALISIS WACANA KRITIS VAN LEEUWEN PADA WACANA ‘MAIN DUA KAKI PROFESOR EDDY’ DALAM BERITA DETIK.COM Mashud, Mashud; Ferdiansa, Deni; Hamzah, Nur Afifah
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.15374

Abstract

ABSTRAKMedia memiliki kekuasaan dalam mengonstruksi persepsi yang ingin ditampilkan dalam pemberitaan. persepsi dircekontekstualisakan dengan cara menghadirkan dan menghilangkan aktor sosial dalam sebuah wacana. Van Leeuwen merupakan figur analis wacana kritis pertama yang mengemukakan teori aktor dan praktik sosial dalam sebuah wacana. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah teks berita pada media daring detik.com yang dirilis pada tanggal 7 Desember 2023. Data dalam penelitian adalah frasa, klausa, dan kalimat yang berkaitan dengan teori eksklusi dan inklusi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan didalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori wacana dan praktik sosial Van Leeuwen. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 153 strategi wacana dari total 128 data wacana yang digunakan oleh detik.com. Adapun strategi yang digunakan, yaitu eksklusi yang terdiri dari pasivasi dan nominalisasi. Strategi inklusi mencakup strategi nominasi, aktivasi, generiksasi, spesifikasi, identifikasi, asosiasi dan fungsionalisasi.Kata Kunci: Analisis Wacana kritis, Van Leeuwen, Eddy Hiariej, Korupsi, Detik.com.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DALAM MENENTUKAN FAKTA DAN OPINI DALAM TEKS ARGUMENTASI DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTU MEDIA PEMBELAJARAN QUIZIZ Indayanti, Ade Irna; Caesar, Tiara; Agustini, Rina; -, Husen
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.16431

Abstract

Salah satu capaian pembelajaran di fase F (kelas XI) semester ganjil yaitu peserta didik mampu mengidentifikasi kalimat opini dan kalimat fakta pada sebuah teks argumentasi.  Namun, kenyatannya peserta didik kelas XI Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) 2 SMK Negeri 2 Ciamis tahun ajaran 2024/2025 mengalami kesulitan sehingga belum mampu mencapai KKTP. Upaya yang dilakukan penulis yaitu dengan penerapan model problem based learning berbantu quizizz.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dapat atau tidaknya model pembelajaran Problem Based Learning berbantu Quizizz sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar dalam kemampuan mengidentifikasi kalimat opini dan kalimat fakta pada sebuah teks argumentasi. Metode penelitian yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI DPIB 2 SMKN 2 Ciamis tahun ajaran 2024/2025, yang berjumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data mencakup tes, observasi, dan dokumentasi. Sebelum tindakan kelas dilakukan, data menunjukkan bahwa 24 siswa (75%) belum mencapai KKTP, sedangkan 8 siswa (25%) telah mencapai KKTP. Pada siklus kesatu pembelajaran mengidentifikasi kalimat fakta dan kalimat opini dalam teks argumentasi  sebanyak 14 orang (43,75%) telah mencapai KKTP dan 18 orang (56,25%) belum mencapai KKTP yang sudah ditentukan yaitu 75. Sedangkan pada siklus kedua sebanyak 29 orang (90,6%) telah mencapai KKTP dan 3 orang (9,4%) belum mencapai KKTP.Berdasarkan uji Wilcoxon diketahui bahwa Whitung pada jumlah positif yakni 0 lebih kecil daripada Wtabel (126,2) dalam taraf signifikansi 1% (0,01). Data tersebut mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan bantuan media pembelajaran Quizizz berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kalimat fakta dan opini dalam teks argumentasi di kelas XI DPIB 2 SMK Negeri 2 Ciamis tahun ajaran 2024/2025. Ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian dapat diterima.
ANALISIS KATA MAJEMUK PADA JUDUL FILM HOROR INDONESIA: KAJIAN MORFOLOGI Sholihah, Husniatin; Utami, Sri
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.15278

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memberikan wawasan baru tentang tren penggunaan judul film horor yang singkat dan padat. Judul-judul tersebut berupa gabungan dua kata yang membentuk makna baru yang disebut kata majemuk. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian adalah judul-judul film horor Indonesia. Sumber data berupa 20 judul film horor Indonesia yang rilis tahun 2023-2024. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mendata sesuai tujuan penelitian dengan teknik dokumentasi dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data dan pemilihan data sesuai tujuan penelitian, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah data berupa kata majemuk dalam judul-judul film horor Indonesia. Dari data tersebut, kemudian diklasifikasikan sesuai dengan jenis kata majemuk yakni dari kategori struktur dan komponen. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 20 judul film horor Indonesia yang tergolong ke dalam kata majemuk. Dengan rincian 5 judul film horor berupa kata majemuk berpelengkap, 4 judul film horor berupa kata majemuk berangkai, 3 judul film horor berupa kata majemuk eksosentris, dan 8 judul film horor berupa kata majemuk endosentris.Penelitian ini dilakukan untuk memberikan wawasan baru tentang tren penggunaan judul film horor yang singkat dan padat. Judul-judul tersebut berupa gabungan dua kata yang membentuk makna baru yang disebut kata majemuk. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Objek dalam penelitian adalah judul-judul film horor Indonesia. Sumber data berupa 20 judul film horor Indonesia yang rilis tahun 2023-2024. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mendata sesuai tujuan penelitian dengan teknik dokumentasi dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data dan pemilihan data sesuai tujuan penelitian, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah data berupa kata majemuk dalam judul-judul film horor Indonesia. Dari data tersebut, kemudian diklasifikasikan sesuai dengan jenis kata majemuk yakni dari kategori struktur dan komponen. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 20 judul film horor Indonesia yang tergolong ke dalam kata majemuk. Dengan rincian 5 judul film horor berupa kata majemuk berpelengkap, 4 judul film horor berupa kata majemuk berangkai, 3 judul film horor berupa kata majemuk eksosentris, dan 8 judul film horor berupa kata majemuk endosentris.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI INFORMASI CERITA SEJARAH DALAM SEBUAH TEKS EKSPLANASI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Yollanda, Yollanda; Bisma, Muhamad Fahmi Bisma Fahmi; Rini, Shinta; Rohayati, M.Pd., Nia
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.16374

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik kelas XII dalam mengidentifikasi informasi dalam teks cerita sejarah dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Baregbeg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model discovery learning efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi orientasi, rangkaian kejadian, komplikasi, dan resolusi dalam teks cerita sejarah. Melalui kegiatan pembelajaran yang aktif dan berpusat pada siswa, siswa mampu menemukan sendiri konsep-konsep penting dalam teks sejarah. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penggunaan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan peserta didik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah. Dalam peningkatan kemampuan mengidentifikasi informasi, yang mencakup orientasi, rangkaian kejadian yang saling berkaitan, komplikasi dan resolusi dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning yang terdiri dari dua siklus dengan siklus kesatu menunjukan hasil bahwa dari jumlah keseluruhan peserta didik kelas XII IPS 3 di SMA Negeri 1 Baregbeg yang terdiri dari 29 orang terdapat peserta didik yang sudah mencapai KKM sebanyak sebanyak 17 orang (59%) dan peserta didik yang belum mencapai KKM sebanyak 12 orang (41%). Sedangkan pada siklus kedua, kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi informasi, yang mencakup orientasi, rangkaian kejadian yang saling berkaitan, komplikasi dan resolusi mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari hasil post test yang dilakukan bahwa peserta didik kelas XII IPS 3 di SMA Negeri 1 Baregbeg yang terdiri dari 29 orang, terdapat peserta didik yang sudah mencapai KKM sebanyak 26 orang (90%) dan peserta didik yang belum mencapai KKM sebanyak 3 orang (10%).  Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning mampu meningkatkan kemampuan mengidentifikasi informasi, yang mencakup orientasi, rangkaian kejadian yang saling berkaitan, komplikasi dan resolusi pada peserta didik kelas XII IPS 3 di SMA Negeri 1 Baregbeg tahun ajaran 2024/2025.  Penelitian ini mengkaji efektivitas model pembelajaran discovery learning dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Baregbeg dalam mengidentifikasi informasi teks cerita sejarah. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan siswa setelah penerapan model tersebut. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pendidik untuk mempertimbangkan penggunaan model discovery learning dalam pembelajaran teks cerita sejarah, mengingat kemampuan mengidentifikasi informasi merupakan keterampilan esensial dalam proses membaca dan memahami teks.Kata kunci: discovery learning, teks cerita sejarah, identifikasi informasi, penelitian tindakan kelasABSTRACTThis study aims to improve the ability of XII grade students in identifying information in historical story text by using the discovery learning model. This class action research was conducted on students of class XII IPS 3 SMA Negeri 1 Baregbeg. The results showed that the discovery learning model was effective in improving students' ability to identify orientation, sequence of events, complications, and resolution in historical story texts. Through active and student-centred learning activities, students are able to discover important concepts in historical texts on their own. The implication of this research is the importance of using learning models that are in accordance with the characteristics of the material and students to improve the quality of history learning. In improving the ability to identify information, which includes orientation, a series of interrelated events, complications and resolutions using the discovery learning model consisting of two cycles with the first cycle showing the results that from the total number of students in class XII IPS 3 at SMA Negeri 1 Baregbeg consisting of 29 people there are students who have reached the KKM as many as 17 people (59%) and students who have not reached the KKM as many as 12 people (41%). Whereas in the second cycle, the ability of students to identify information, which includes orientation, a series of interrelated events, complications and resolutions has increased. It can be seen from the results of the post test that students of class XII IPS 3 at SMA Negeri 1 Baregbeg consisting of 29 people, there are 26 students who have reached the KKM (90%) and 3 students who have not reached the KKM (10%).  Thus, the author concludes that the use of the discovery learning model is able to improve the ability to identify information, which includes orientation, a series of interrelated events, complications and resolutions in class XII IPS 3 students at SMA Negeri 1 Baregbeg in the 2024/2025 school year.  This study examines the effectiveness of the discovery learning model in improving the ability of students of class XII IPS 3 SMA Negeri 1 Baregbeg in identifying information in historical story texts. The results showed a significant improvement in students' abilities after the application of the model. The findings provide important implications for educators to consider using the discovery learning model in learning historical story texts, considering that the ability to identify information is an essential skill in the process of reading and understanding texts.Keywords: discovery learning, historical story texts, information identification, classroom action research.