cover
Contact Name
EVI YESIFINA DUMARISTA
Contact Email
napitupulu.fina70@gmail.com
Phone
+6285797777585
Journal Mail Official
jurnalliterasi@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Jl. R.E. Martadinata No.150 Ciamis Jawa Barat email: jurnalliterasi@gmail.com
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya
Published by Universitas Galuh
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya telah terindek Sinta 5 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RistekDikti) Republik Indonesia sebagai pencapaian untuk jurnal yang memiliki kualitas dalam manajemen dan publikasi. Selanjutnya, Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannyatelah diindeks oleh situs pengindeksan berikut, seperti: Science and Technology Index (SINTA) Google Scholar Portal Garuda
Articles 252 Documents
ANALISIS HIERARKI KEBUTUHAN ABRAHAM MASLOW DALAM CERPEN “PELAJARAN MENGARANG” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA Sugara, Hendry; Hanifa, Maula
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 1 (2024): JURNAL LITERASI APRIL 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i1.13628

Abstract

Karya sastra merupakan sebuah representasi dari sebuah kehidupan. Banyak jenis karya sastra, salah satunya adalah cerita pendek (cerpen). Karya sastra dapat dianalisis dengan menggunakan ilmu psikologi atau biasa disebut dengan psikologi sastra. Sudah banyak penelitian tentang psikologi sastra dengan teori dan objek penelitian yang berbeda. Penelian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan objek penelitian cerpen yang berjudul “Pelajaran Mengarang” karya Seno Gumira Ajidarma yang akan dikaji dengan menggunakan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Cerpen ini dipilih karena memiliki banyak nilai-nilai yang terkadung di dalamnya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tokoh utama yang bernama Sandra mendapatkan seluruh kebutuhan psikologis sesuai dengan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow, yaitu 1) kebutuhan fisiologis, 2) kebutuhan rasa aman, 3) kebutuhan kasih sayang, 4) kebutuhan penghargaan, dan 5) kebutuhan aktualisasi diri. Kata Kunci: Hierarki Kebutuhan, Cerpen
ANALISIS PENGGUNAAN KALIMAT MAJEMUK PADA MEDIA DARING TEMPO.COM Falasifah, Falasifah; Hasanah, Salma Fairuz
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 1 (2024): JURNAL LITERASI APRIL 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i1.9330

Abstract

Tingginya angka penggunaan media digital mempengaruhi akses masyarakat terhadap internet dan media sosial. Hal ini memicu munculnya banyak saluran media online, yang mengarah ke jurnalisme online. Setiap media online memiliki ciri khas tersendiri, dan peneliti ingin mengetahui gaya bahasa yang terdapat pada media online ditinjau dari aspek kalimat majemuk. Ada tiga tahap dalam penelitian ini, yaitu pertama tahap penyediaan data, penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik catat. Kedua tahap analisis data, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, agar bisa mengetahui kalimat majemuk yang terdapat pada media daring Tempo.co, sehingga bisa mengelompokkan nya ke dalam jenis-jenis kalimat majemuk. Dan ketiga tahap penyajian hasil analisis data, penelitian ini disajikan secara informal dan formal.
CAMPUR KODE DALAM KONTEN YOUTUBE AMELICANO “KE SUWON UNTUK SUPPORT MEGAWATI HANGESTRI PERTIWI” Wiradika, Asmaul Husna Cantika; Sulistyawati, Rr.
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 1 (2024): JURNAL LITERASI APRIL 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i1.13401

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan 1) penggunaan campur kode dalam konten Youtube Amelicano “Ke Suwon Untuk Support Megawati Hangestri Pertiwi”, 2) bentuk-bentuk campur kode dalam konten Youtube Amelicano “Ke Suwon Untuk Support Megawati Hangestri Pertiwi”. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif serta pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik simak catat yang mana peneliti menyimak atau mengamati penggunaan bahasa yang diujarkan. Hasil dari penelitian ini menggunakan teori Nursaid dan Marjusman Maksan yaitu terdapat dua jenis campur kode, yakni campur kode ke dalam (inner code mixing) dan campur kode ke luar (outer code mixing). Hasil dalam penelitian ini terdapat 20 data ujaran berupa campur kode ke luar dengan pengujarannya yakni kata dan frasa. Selain itu, dari semua ujaran terdapat 18 bentuk unsur kata dan 6 bentuk unsur frasa. Penggunaan campur kode ke luar yang diujarkan oleh Amelia Tantono yaitu berupa ujaran bahasa Indonesia dengan bahasa Korea serta ujaran bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Ujaran yang diucapkan oleh Amelia Tantono seringkali terjadinya campur kode ke luar. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sebuah pengetahuan mengenai bentuk campur kode dan dapat sebagai acuan peneliti dalam memahami bentuk – bentuk campur kode.
PERBANDINGAN PUISI “HANYA” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DAN “MATA HITAM” KARYA W.S RENDRA: KAJIAN INTERTEKSTUALITAS Hastuti, Khayya Meilina Eka; Fadhila, Hana Jihan; Wulandari, Yosi
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 1 (2024): JURNAL LITERASI APRIL 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i1.13295

Abstract

Latar belakang penelitian adalah adanya kesamaan tema dalam puisi "Hanya" oleh Sapardi Djoko Damono dan "Mata Hitam" oleh WS Rendra. Tujuan penelitian adalah membandingkan dan mendeskripsikan persamaan dan perbedaan dua puisi yang bersifat romantisme dengan pendekatan intertekstualitas dan teori kajian interpretasi makna (hermeneutika) dalam sastra perbandingan. Artikel ini dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif.  Hasil analisis penelitian ini adalah persamaan pada struktur puisi yaitu tema, makna, dan diksi, sedangkan perbedaannya pada judul, jumlah baris, jumlah bait, gaya penulisan, dan amanat. Dengan demikian, kedua karya ini memiliki relevansi tema romantisme yang disajikan dengan gaya bahasa yang berbeda sesuai dengan karakteristik pengarangnya. Kehadiran pengaruh teks ‘kerinduan’ pada pengalaman masing-masing penyair memberikan simbol-simbol rindu yang dimaknai dalam ruang-ruang berbeda dan memberikan penafsiran rindu sebagai makna sesungguhnya dan representasi perasaan manusia.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TATARAN MORFOLOGI PADA SURAT KABAR KEDAULATAN RAKYAT Fatikah, Erlinda Salsabila Putri; Anggraini, Deri
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 1 (2024): JURNAL LITERASI APRIL 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i1.13149

Abstract

Adanya kesalahan dalam penulisan surat kabar atau koran pada tataran morfologi perlu dilakukan kegiatan analisis kesalahan berbahasa. Analisis kesalahan berbahasa pada tataran morfologi bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan dalam penggunaan kaidah kebahasaan yang tidak sesuai dengan norma kaidah bahasa pada berita melalui media cetak seperti surat kabar atau koran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis yaitu dengan membaca dan mencatat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi pada surat kabar kedaulatan rakyat meliputi kesalahan dalam penggunaan sufiks (-nya), sufiks (-kan), kesalahan dalam penggunaan prefiks (ber-), prefiks (mem-), prefiks (men-), prefiks (di-), prefiks (pe-), kesalahan dalam penulisan kata depan (preposisi), dan kesalahan dalam penulisan kata dasar serta kesalahan dalam penulisan kata ulang. Dengan demikian, diharapkan kepada wartawan supaya lebih berhati-hati dalam menulis dan menyajikan berita khususnya  berita yang disajikan dalam bentuk media cetak seperti surat kabari atau koran.
MAKNA KONTEKSTUAL DIKSI IKLAN DI TIKTOK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MEMAKNAI INFORMASI TEKS IKLAN SMP Faturrohmah, Sherly Alifiana; Utami, Sintowati Rini; Ansoriyah, Siti
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.15492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kontekstual diksi iklan produk kecantikan di TikTok dan implikasinya terhadap memaknai informasi teks iklan kelas VIII SMP secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi, yaitu menganalisis dokumen berupa data diksi iklan khususnya produk kecantikan di TikTok berdasarkan makna kontekstual dan pemakaian diksi. Hasil penelitian menyatakan bahwa data yang ditemukan dalam diksi iklan produk kecantikan di TikTok tahun 2023-2024, yaitu sebanyak 96 data makna kontekstual dengan 96 data wujud konteks dan 192 data pemakaian diksi. Pada 96 data wujud konteks, terbagi menjadi, 4 data konteks orangan (4%), 7 data konteks situasi (7%), 6 data konteks tujuan (6%), 24 data konteks formal/tidaknya pembicaraan (25%), 6 data konteks suasana hati pembicara/pendengar (6%), 4 data konteks waktu (4%), 3 data konteks tempat (4%), 26 data konteks objek atau bidang pemakaian (27%), 4 data konteks kelengkapan alat bicara/dengar pada pembicara/pendengar (4%), 4 data konteks kebahasaan (4%), 2 data konteks bahasa (2%), 4 data konteks kalimat (4%), dan 2 data konteks wacana (2%). Selanjutnya, pada 192 data pemakaian diksi, terbagi menjadi, 8 data kata umum (4%), 88 data kata khusus (46%), 23 data kata konkret (12%), dan 73 data kata abstrak (38%). Hasil penelitian ini selanjutnya dapat diimplikasikan menjadi alternatif dari materi teks iklan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII fase D pada elemen menyimak dengan pembelajaran memaknai informasi teks iklan.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN TEKS PIDATO PERSUASIF KELAS IX B SMP NEGERI 2 CIAMIS TAHUN AJARAN 2024/2025 Fadila, Sonia Nurul; Srihartatik, Atik; Adelia, Anisa; Hidayat, Taufik; Fathiya, Aida
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.16335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran teks pidato persuasif melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) di kelas IX B SMP Negeri 2 Ciamis tahun ajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa pada materi teks pidato persuasif, yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti model pembelajaran yang kurang interaktif dan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian adalah 32 siswa kelas IX B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Langkah-langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa meliputi pendahuluan, inti, dan penutup. Dalam kegiatan pendahuluan guru mengawali pembelajaran menggunakan ice breaking untuk membangkitkan motivasi dan merangsang konsentrasi siswa. Kegiatan inti siswa melakukan permainan dengan berkelompok dalam pembelajaran teks pidato persuasif. Kegiatan penutup melibatkan siswa melakukan evaluasi dari hasil proses belajarnya dan refleksi bersama. 2) model pembelajaran kooperatif tipe TGT berhasil meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran pidato persuasif. Hal ini terlihat dari peningkatan motivasi, antusias, dan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran serta hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pembelajaran teks pidato persuasif setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.Kata kunci: motivasi dan hasil belajar siswa, teks pidato persuasif, model pembelajaran kooperatif tipe TGT
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGANALISIS STRUKTUR DAN KAIDAH KEBAHASAAN DALAM TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI (LHO) DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Ropiah, Hani Siti; Rochlik, Genisa Gading; Adhim, Muhammad Fauzan; Agustina, Rina; Husen, Husen
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.16514

Abstract

Salah satu kompetensi dasar pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) kelas X yang wajib dipahami oleh peserta didik antara lain ialah kompetensi menganalisis struktur serta kaidah kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi. Walaupun demikian pada kenyataanya di kelas X Teknik Otomotif 4 SMKN 2 Ciamis tahun ajaran 2024/ 2025 masih ada peserta didik yang belum mampu menggapai KKTP. Untuk menangani kasus tersebut, penulis melakukan suatu penelitian.Penelitian yang dicoba bertujuan guna mengetahui dapat ataupun tidaknya model pembelajaran Problem Based Learning berbantu media pembelajaran Teka- teki Silang serta Ice Breaking Clep Boom Pen sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar dalam kemampuan menganalisis struktur serta kaidah kebahasaan dalam bacaan laporan hasil observasi di kelas X Teknik Otomotif 4 SMKN 2 Ciamis tahuan ajaran 2024/ 2025. Prosedur penelitian penulis gunakan merupakan penelitian tindakan kelas( PTK) dengan memakai teknik pengumpulan data berbentuk wawancara, metode observasi, serta metode tes.Saat sebelum pelaksanaan tindakan peserta didik yang belum menggapai KKTP sebanyak 24 orang alias 67% sebaliknya partisipan didik yang telah menggapai KKTP sebanyak 12 orang alias 33%. Sementara itu setelah terdapat tindakan pada siklus kesatu Peserta didik yang belum menggapai KKTP sebanyak 8 orang alias 22% sementara itu yang peserta didik yang telah menggapai KKTP sebanyak 28 orang alias 78%.Pada siklus kedua seluruh peserta didik 100% telah menggapai KKTP yang sudah diresmikan ialah 75.Berlandaskan uji wilcoxon dikenal jika nilai Wilcoxon hitung lebih kecil dari pada Wilcoxon tabel ialah nilai Whitung pada jumlah positif yaitu 3, 5 lebih kecil dari pada Wtabel( 116, 9) dalam taraf siginifikansi 5%( 0, 05). Sehingga bisa ditafsirkan jika data pada siklus kesatu serta kedua membuktikan terdapatnya perbedaan sehingga bisa disimpulkan terdapatnya peningkatan yang signifikan dari siklus pertama ke siklus kedua. Berlandaskan uji statistik yang sudah dicoba tersebut menguatkan hasil jika model pembelajaran Problem Based Learning berbantu media pembelajaran Teka- teki Silang serta Ice Breaking Clep Boom Pen guna meningkatkan motivasi belajar dalam kemampuan menganalisis struktur serta kaidah kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi pada peserta didik kelas X Teknik Otomotif 4 SMKN 2 Ciamis tahun ajaran 2024/ 2025 berhasil serta bisa diterima.
VARIASI BENTUK INTERJEKSI DALAM NOVEL INDONESIA PASCAREFORMASI: ANALISIS STILISTIKA Mahfuddin, Mahfuddin Mahfuddin
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.14853

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menemukan variasi bentuk interjeksi dalam novel Indonesia pascareformasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian diambil melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan interactive model. Lalu, validasi data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menemukan sepuluh bentuk interjeksi dasar yang dimanfaatkan pengarang pascareformasi untuk mengekspresikan perasaan emosional, yaitu bentuk: (1) kejijikan; (2) kekesalan; (3) kekaguman/kepuasan; (4) harapan; (5) kesyukuran; (6) keheranan; (7) kekagetan; (8) ajakan; (9) panggilan; dan (10) simpulan. Sementara, interjeksi turunan atau modifikasi melahirkan beberapa kata yang dipotong, diplintir, atau ditambah dari bentuk asalnya untuk menghasilkan efek tertentu. Misalnya, bentuk kekesalan memakai kata ndemit, nyet, dan taek. Kemudian, bentuk yuk. hayo, dan ayok dipakai sebagai ekspresi panggilan. Lalu, ditemukan penggunaan bahasa asing atau daerah yang diserap untuk mendapatkan efek psikologis tertentu. Misalnya, Hyang Widi, Sang Hyang Jagat (Hyang Jagat), astagfirullah, masya Allah atau subhanallah mengungkapkan kekaguman, keterkejutan, atau takjub. Terakhir, bentuk please, good luck, oke, atau sorry sebagai ekspresi interjeksi harapan.Kata Kunci: Variasi, Interjeksi, pascareformasi
Implementasi Pendekatan Teaching At The Right Level (Tarl) Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi Teks Biografi Kelas X Di Sma N 2 Surakarta Lina, Yulina Puspitasari; Rakhmawati, Ani
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 8, No 2 (2024): JURNAL LITERASI OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v8i2.15048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan implementasi pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) melalui pembelajaran berdiferensiasi pada materi Teks Biografi Kelas X. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran, informasi guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Surakarta, dokumen terkait dengan Teaching at The Right Level (TaRL) melalui pembelajaran berdiferensiasi, serta catatan lapangan proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) melalui pembelajaran berdiferensiasi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) melalui pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan tahap-tahap pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) yakni mengklasifikasikan kebutuhan belajar peserta didik, menyusun rancangan pembelajaran berdiferensiasi dan pelaksanaannya, serta melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pembelajaran.