cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2020)" : 14 Documents clear
Studi Cross Sectional Pelayanan Informasi Obat Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Keberhasilan Terapi Pasien Usia Lanjut Di Rawatan Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang Helmi Arifin; Widya Kardela; Hafizah Hafizah
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.997 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.270

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin. Diabetes pada usia lanjut berbeda secara metabolik dengan diabetes pada kelompok usia lainnya, sehingga diperlukan pendekatan terapi pada kelompok usia ini. Salah satu permasalahan utama pengobatan Diabetes melitus (DM) tipe 2 adalah rendahnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan kurangnya pemahaman terhadap instruksi pengobatan hipoglikemik oral pada terapi DM tipe 2. Kepatuhan dalam mencapai keberhasilan pengobatan dapat ditingkatkan dengan pemberian informasi obat (PIO) yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan informasi obat Diabetes melitus tipe 2 terhadap keberhasilan terapi pasien usia lanjut di RSUP DR. M. DJAMIL Padang. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional yang dilakukan pada bulan April - Juli 2019 dengan sampel 18 responden pasien Diabetes melitus tipe 2. Kuesioner yang digunakan telah dilakukan uji validitas serta reabilitas. Penentuan sampel dilakukan dengan cara non probability sampling, berdasarkan kriteria inklusi dari penelitian. Berdasarkan uji regresi linear didapatkan nilai T = 1,999 p= 0,000 (p < 0,05) dan nilai R square sebesar 0,382 atau 38,25%. Pelayanan informasi obat  berpengaruh terhadap keberhasilan terapi pasien diabetes melitus tipe 2 usia lanjut.
Aktivitas Anti-inflamasi dan Daya Hambat Siklooksigenase-2 Ekstrak Etanol Daun Tembelekan (Lantana camara L.) Ifora Ifora; Fitra Fauziah; Suci Asmi Mayora
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.597 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.261

Abstract

Prostaglandin, salah satu mediator yang bertanggung jawab terhadap proses inflamasi, disintesis dari asam arakidonat dengan katalisasi enzim siklooksigenase (COX). Inflamasi merupakan suatu respon protektif normal terhadap kerusakan jaringan yang dimediasi oleh enzim siklooksigenase-2 (COX-2). Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas antiinflamasi dan daya hambatnya terhadap enzim COX-2 dari ekstrak etanol daun tembelekan (Lantana camara L.). Hewan yang digunakan pada penelitian ini ialah tikus putih jantan yang dibagi menjadi enam kelompok yaitu dosis 100 mg/kg BB, dosis 200 mg/kg BB, dosis 400 mg/kg BB, pembanding (Celecoxib), kontrol positif dan kontrol negatif. Pengujian aktivitas antiinflamasi dilakukan dengan cara menginduksi telapak kaki tikus dengan karagen kemudian diukur volume udemnya menggunakan pletismometer dan pengukuran daya hambat COX-2 menggunakan microplate readers. Hasil uji analisis Anova satu arah menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tembelekan dosis 100 mg/kg BB, dosis 200 mg/kg BB, dan dosis 400 mg/kg BB memiliki daya hambat radang dan memiliki daya hambat COX-2 secara signifikan (p < 0,05). Berdasarkan uji lanjut Duncan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun tembelekan memiliki efek antiinflamasi dan daya hambat terhadap COX-2 lebih baik pada dosis 100 mg/kg BB dan dosis 200 mg/kg BBmg/kg BB.
Penetapan Kadar Beta Karoten Pada Beberapa Jenis Cabai Kering Dan Segar Dengan Spektrofotometri Uv-Vis Sestry Misfadhila; Rusdi Rusdi; Boy Chandra; Arma Yunita
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.817 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.266

Abstract

Penelitian tentang penetapan kadar beta karoten pada beberapa jenis cabai telah dilakukan. Analisis dilakukan terhadap sampel cabai keriting merah dan hijau  serta cabai rawit merah dan hijau yang segar dan kering. Sampel diekstraksi dengan pelarut n-heksan dan aseton menggunakan metode ekstraksi cair-cair. Fraksi n-heksan selanjutnya dianalisis dengan spektrofotometer pada panjang gelombang maksimum beta karoten yaitu 449,00 nm. Kadar beta karoten rata-rata untuk cabai keriting merah segar adalah 0,0225 %, cabai keriting merah kering 0,0236 %, cabai keriting hijau segar 0,0192 %, cabai keriting hijau kering 0,0225 %. Untuk sampel cabai rawit merah segar diperoleh kadar beta karoten 0,0165 %, cabai rawit merah kering 0,0197 %, cabai rawit hijau segar 0,0115 %, cabai rawit hijau kering 0,0122 %. Analisis statistik dengan ANOVA satu arah menunjukkan bahwa nilai sig. 0,000 (P<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat  perbedaan kadar beta karoten pada sampel cabai keriting merah dan hijau yang segar dan kering serta cabai rawit merah dan hijau yang segar dan kering.
Efek Analgetik Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Pada Mencit Putih Jantan Erlina Rustam; Helmi Arifin
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.594 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.262

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang efek analgetik dari ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum sanctum L.) pada mencit putih jantan dengan metoda plat panas. Penelitian ini menggunakan 5 kelmpok mencit putih jantan yang tiap kelompoknya terdiri dari 5 ekor, yaitu kontrol negative (vehiculum) dan pembanding (asammefenamat 65 mg/kgBB) masing-masing satu kelompok dan tiga kelompok lainnya perlakuan terhadap 3 tingkatan dosis ekstrak yang diberikan secara oral yaitu 200mg/kgBB, 400mg/kgBB dan 800mg/kgBB. Pengamatan dilakukan setiap setengah jam selama 3 jam. Induksi nyeri secara termik menggunakan plat panas. Parameter yang di amati berupa lamanya waktu (detik) yang diperlukan mencit untuk bertahan di atas plat panas mulai dari induksi sampai mencit melompat karena merasa panas. Analisa data dilakukan dengan ANOVA. Hasil penelitian menujukkan bahwa ketiga tingkatan dosis ekstrak yang diberikan mempunyai efek yang berbeda dengan kelompok kontrol negative. Semakin besar dosis ekstrak yang diberikan semakin besar pula efekanalgetik yang diberikan oleh sampel uji.
Isolasi dan Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etil Asetat Jamur Endofit dari Daun Matoa (Pometia pinnata) Anzharni Fajrina; Dwi Dinni Aulia Bakhtra; Agnes Enda Mawarni
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.881 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dari ekstrak etil asetat jamur endofit yang diisolasi dari daun matoa (Pometia pinnata). Isolasi jamur endofit menggunakan metode tuang dengan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Hasil isolasi didapatkan 3 isolat jamur endofit dengan kode PpD1, PpD2, dan PpD3. Isolat jamur endofit  tersebut dikultivasi dengan medium beras selama 4 minggu dan diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Ekstrak etil asetat kemudian diuji aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Candida albicans dengan menggunakan metode difusi agar. Ekstrak etil asetat jamur endofit PpD3 memiliki diameter paling besar dengan rata-rata diameter hambat 13,378 mm pada bakteri Staphylococcus aureus, ekstrak etil asetat jamur endofit PpD3 9,396 mm pada bakteri Pseudomonas aeruginosa dan pada ekstrak etil asetat jamur endofit PpD2 9,048 mm pada jamur Candida albicans. Pengujian aktivitas antimikroba menunjukkan semua esktrak etil asetat jamur endofit daun matoa memiliki aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Candida albicans. Hasil uji fitokima menunjukkan ekstrak etil asetat jamur endofit daun matoa mengandung senyawa flavonoid, fenol dan tanin.
Uji Efek Antifertilitas Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga (Epipremium pinnatum (L.) Engl.) pada Mencit Betina Sri Oktavia; Ifora Ifora; Aprianto Aprianto
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.308 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.258

Abstract

Ekstrak etanol daun ekor naga (Epipremium pinnatum (L.) Engl.) memiliki efek sitotoksik yang berpotensi mematikan sel sehingga obat-obat yang mempunyai aktifitas antikanker berpotensi menyebabkan gangguan pada proses pembuahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antifertilitas ekstrak etanol daun ekor naga pada mencit putih betina. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 16 ekor mencit betina yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang diberikan suspensi Na CMC 0,5% dan kelompok dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Pemberian ekstrak secara peroral selama 18 hari. Parameter yang diamati adalah jumlah fetus dan tapak implantasi mencit putih betina setelah perlakuan berakhir. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terhadap jumlah fetus dan tapak implantasi mencit tidak berpengaruh secara signifikan (P>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak etanol daun ekor naga (Epipremium pinnatum (L.) Engl.) tidak memiliki efek antifertilitas pada mencit putih betina.
Perbandingan Metode Sokletasi dengan Maserasi terhadap Daya Aktivitas Antioksidan Bunga Tasbih (Canna hybrida Hort.) Irene Puspa Dewi; Siti Maisaroh; Verawaty Verawaty
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.851 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.263

Abstract

Bunga tasbih mengandung antosianin yang merupakan suatu senyawa yang termasuk golongan flavonoid. Antosianin dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang menghambat, mencegah dan menghilangkan kerusakan oksidatif pada molekul target. Untuk mendapatkan senyawa antosianin, dilakukan proses ekstraksi yang memiliki berbagai macam metode. Metode ekstraksi yang beranekaragam tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode sokletasi dengan maserasi terhadap daya antioksidan ekstrak etanol bunga tasbih. Metode pengujian daya antiosidan ekstrak etanol bunga tasbih yang digunakan adalah metode DPPH. Hasil penelitian yang didapat adalah IC50 ekstrak etanol bunga tasbih yang diektraksi dengan metode sokletasi adalah 26,5 µg/mL dan termasuk memiliki daya antioksidan yang sangat kuat. IC50 ekstrak etanol bunga tasbih yang diekstraksi dengan metode maserasi adalah 32,7 µg/mL dan termasuk memiliki daya antioksidan yang kuat. Sebagai pembanding digunakan Vitamin C yang memiliki IC50 adalah 5,3 µg/mL dan termasuk memiliki daya antioksidan yang sangat kuat. Dari data tersebut, disimpulkan bahwa daya antioksidan ekstrak etanol bunga tasbih yang diekstraksi dengan metode sokletasi lebih kuat dibandingkan daya antioksidan ekstrak etanol bunga tasbih yang diekstraksi dengan metode maserasi.
Penetapan Kadar Flavonoid Rutin pada Daun Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz) Secara Spektrofotometri Sinar Tampak Zikra Azizah; Fauziah Elvis; Zulharmita Zulharmita; Sestry Misfadhila; Boy Chandra; Rina Desni Yetti
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.604 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.268

Abstract

Penelitian tentang penetapan kadar flavonoid rutin pada daun ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) secara spektrofotometri sinar tampak telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid rutin pada daun ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) dengan menggunakan spektrofotometer sinar tampak. Penetuan kadar flavonoid rutin pada daun ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) ditentukan berdasarkan nilai absorbansi yang di ukur pada panjang gelombang sinar tampak 416 nm dengan penambahan pereaksi aluminium klorida dan menggunakan pembanding rutin. Hasil penelitian menunjukan kadar flavonoid yang diperoleh dari daun ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) adalah 4,987% dimana kadar tersebut dihitung sebagai kadar flavonoid rutin yang terdapat pada daun ubi kayu (Manihot esculenta Crantz).
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Emulgel dari Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose) dengan Kombinasi Gelling Agent Rina Wahyuni; Henni Rosaini; Indra Makmur; Feni Azwar
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.407 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.259

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose)  diduga mengandung senyawa-senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan emulgel ekstrak etanol kulit buah naga  merah dan bagaimana pengaruh pemberian ekstrak etanol dari kulit buah naga sehingga dapat  menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak etanol dibuat dalam 5 formula masing-masing formula mengandung ekstrak etanol sebanyak 1% dan masing-masing formula mengandung kombinasi gelling agent yang berbeda-beda. Klindamysin digunakan sebagai kontrol positif dan CMC 1% digunakan sebagai kontrol negatif. Parameter yang diamati adalah luasnya diameter zona hambat. Data yang diperoleh dianalisis secara dekriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah dapat menghambat pertumbuhan antibakteri sebanyak 6,18 mm hanya pada formula IV dan dikategorikan sedang.
Pengaruh Variasi Perbandingan Mol Ca/P Dalam Pembuatan Hidroksiapatit dari Tulang Ikan Tenggiri (Scomberomorus guttatus) Lia Anggresani; Santi Perawat; Fitri Diana; Deny Sutrisno
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.385 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.264

Abstract

Hidroksiapatit (HAp) merupakan molekul kristalin tersusun dari fosfor, kalsium digunakan secara luas untuk pembuatan implan karena kesamaannya dengan fase mineral tulang dan gigi serta bersifat biokompatibel, bioaktif, osteokonduktif. HAp dapat dibuat dari limbah tulang ikan tenggiri (Scomberomorus guttatus) diperoleh kadar kalisum sebesar 50,814% hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan dalam cangkang kerang 44,39% dan cangkang telur 40,48%. Pembuatan HAp berpori dilakukan dengan metode presipitasi dibuat dari tulang ikan tenggiri sebagai prekursor kalsium direaksikan dengan (NH4)2HPO4  sebagai prekursor fosfat dengan variasi perbandingan mol Ca/P 1,6; 1,67; dan 1,70. Bubuk CaO yang diperoleh ditambah (NH4)2HPO4 hingga didapatkan endapan kemudian dioven serta di furnace suhu 900˚C, kemudian dibuat HAp berpori dengan penambahan kitosan. Karakterisasi HAp dilakukan menggunakan XRF, XRD, SEM, PSA dan Hardness Tester. Difraksi sinar-X terbentuk memberikan puncak sudut 2θ pada perbandingan mol Ca/P 1,6 dan 1,67 didapatkan HAp serta TCP pada perbandingan 1,70 didapatkan HAp murni, analisa XRD memperlihatkan senyawa berbentuk kristal hexagonal. hasil PSA didapatkan ukuran partikel pada perbandingan mol Ca/P 1,70 adalah 0,794 µm, Ca/P 1,6 didapatkan 1,058 µm dan Ca/P 1,67 didapatkan 1,109 µm. Uji hardness tester didapat nilai tertinggi pada variasi mol Ca/P 1,67 sebesar 241,8 N. Analisis SEM didapatkan hasil pada masing-masing sampel adalah berbentuk bulat tidak beraturan (irregular). Pembuatan HAp dari tulang ikan tenggiri dengan metode presipitasi dapat terbentuk pada semua variasi perbandingan mol Ca/P, didapatkan hasil berupa HAp dan TCP pada variasi perbandingan mol Ca/P 1,6 dan 1,67 serta variasi perbandingan mol Ca/P 1,70 diperoleh HAp tanpa adanya TCP

Page 1 of 2 | Total Record : 14