cover
Contact Name
Andreas Christian Louk
Contact Email
andreas.louk@staf.undana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfisika@undana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
ISSN : 25035274     EISSN : 26571900     DOI : https://doi.org/10.35508/fisa
Jurnal Fisika – Fisika Sains dan Aplikasinya diterbitkan oleh Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknk - Universitas Nusa Cendana secara berkala (setiap 6 bulan) yaitu setiap bulan April dan Oktober, dengan tujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan bidang Fisika beserta dengan terapan ilmu fisika. Artikel yang dipublikasi dalam Jurnal FiSA dapat berupa Artikel Penelitian maupun Artikel Konseptual (non-penelitian).
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
PENGARUH VARIASI JARAK CHECK VALVE KATUP LIMBAH TERHADAP EFISIENSI POMPA HIDRAM Defmit B.N Riwu; Jack C.A Pah; Simplisius Fridolin Akoit
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.625 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v5i1.2269

Abstract

Abstrak Pompa Hidram merupakan suatu alat yang digunakan untuk menaikan air dari tempat rendah ketempat yang tinggi secara Automatic dengan energi, pompa hidram bekerja tanpa menggunakan bahan bakar atau tambahan energi dari luar dan bahan yang digunakan menggunakan pipa PVC, karena ekonomis dan lebih mudah diperbaiki bila ada kerusakan. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan menggunakan metode experimental dengan variabel bebasnya yaitu variasi jarak Check Valve katup limbah (4 cm,8 cm,dan12 cm), diameter Check Valve yang digunakan 2 in. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui debit pemompaan, debit limbah, jumlah ketukan, Efisiensi D’abussion dan Rankine. hasilnya menunjukan Efisiensi tertinggi terdapat pada jarak Check Valve4 cm diameter katup limbah 2,5 in sebesar 76,46 % untuk efisiensi D’abussion,dan 68,29 %untuk efisiensi Rankine. Sedangkan efisiensi terendah terdapat pada variasi jarak 12 cm katup limbah 2,5 in sebesar 75,13 % untuk efisiensi D’abussion, dan 67,42 % untuk efisiensi Rankine. Kata kunci: Diameter katup limbah, diameter katup pengantar, efisiensi pompa, Check Valve. Abstract Hydraulic Pump is a device used to raise water from low to high places Automatically with energy, hydram pump works without using fuel or additional energy from outside and the material used uses PVC pipes, because it is economical and easier to repair when there is damage. In this study the research method used was using an experimental method with independent variables namely Check Valve waste valve distance variations (4 cm, 8 cm, and 12 cm), Check Valve diameter used 2 in. This research was conducted to determine pumping discharge, waste discharge, total knock, D'Aabussion and Rankine Efficiency. the results showed the highest efficiency was found at the Check Valve distance of 4 cm in diameter of 2.5 in sewage valve at 76.46% for D'Abussion efficiency, and 68.29% for Rankine efficiency. While the lowest efficiency is in the 12 cm distance variation of 2.5 in. Sewage valves at 75.13% for D'Aabussion efficiency and 67.42% for Rankine efficiency. Keywords: Waste valve diameter, delivery valve diameter, pump efficiency,Check Valve.
IDENTIFIKASI POLA DISTRIBUSI STRESS COLOUMB PADA GEMPABUMI 2 AGUSTUS 2019 DI TUGU HILIR, INDONESIA Umbu Harti Mala; Juliany Ningsih Mohamad; Bernandus Bernandus; Valentinus G. V. Putra
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.123 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v5i1.2381

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola distribusi perubahan stress coulomb yang dapat digunakan untuk melihat gempabumi susulan yang terjadi dalam jarak dan dalam rentang waktu yang dekat. Penelitian ini menggunakan data gempabumi yang terjadi pada 2 agustus 2019 dengan Mw 6,9 di Tugu Hilir, Indonesia, pada koordinat 104,825 BT dan 7,267 LS dengan kedalaman 52,8 km (USGS) memiliki mekanisme fokus (Strike, dip, rake) adalah (201°, 49°, 54°). Data ini kemudian diolah dengan menggunkan software coulomb 3.3 pada matlab. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa gempabumi ini gempabumi ini memiliki peningkatan stress coulomb (≤ 1,0 bar) berarah timurlaut-baratdaya dan merupakan daerah gempabumi susulan terjadi. Sedangkan daerah penurunan stress coulomb (≤ -1,0 bar) berarah barat-laut tenggara. Kata kunci: gempabumi, perubahan stress coulomb, coulomb3.3, USGS, Tugu Hilir. Abstract This research aims to Identifed the distribution coulomb stress changed that can be used to seesthe subsequent earthquake that occurs within a short distanceand time span. This research uses earthquake data on 2 August 2019 with Mw 6.9 in Tugu Hilir, Indonesia, at 104.825°E and 7.267°S, with 52.8 km depth (USGS). The focus mechanism (strike, dip, rake) is (201°, 49°, 54°). This data prosessed by using Coulomb 3.3 software in MATLAB. The result found that this main earthquake had an increase coulomb stress changed (≤ 1.0 bar) in the northeast-southwest and was a subsequent earthquake area. Whereas the area of decrese of coulomb stress changed (≤ -1.0 bar) in the northwest-southeast. Keywords: earthquake, coulomb stress changed, coulomb 3.3, USGS, Tugu Hilir
STUDI PENGHITUNG PACKING FRACTION MENGGUNAKAN FISIKA CITRA Valentinus G. V. Putra; Juliany Ningsih Mohamad
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.813 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v5i1.2384

Abstract

Abstrak Packing fraction menunjukkan derajat susunan serat pada suatu benang, yang dihitung berdasarkan perbandingan antara volume serat terhadap volume benang atau lua serat total terhadap luas benang. Pada kondisi panjang serat dan panjang benang memiliki panjang yang sama, maka untuk menghitung volume serat maupun volume benang dapat didekati dengan penghitungan luas permukaan serat total dan luas permukaan benang. Penghitungan rasio luas permukaan serat terhadap luas permukaan benang yang akurat sangatlah sulit didapatkan dikarenakan bentuk permukaan serat yang sembarang dan perhitungan kalkulus matematika yang rumit. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan suatu metode fisika citra untuk menghitung luasan permukaan serat sembarang. Pada penelitian ini telah didapatkan suatu metode untuk mengukur nilai Packing fraction dengan lebih baik menggunakan metode pengolahan citra untuk mendapatkan luasan acak serat. Kata Kunci: packing fraction; benang; tekstil; image processing Abstract The Study Calculation of Packing fraction using physics of imaging. Packing fraction shows the degree of arrangement of fibers in a yarn, which is calculated based on the ratio between the volume of fiber to the volume of yarn or total fiber area to yarn area. In the condition of fiber length and yarn length have the same length, then to calculate volume of fiber and volume of yarn it can be approached by calculating the total fiber surface area and yarn surface area. Precise calculation of the fiber surface area to yarn surface area is very difficult to obtain due to the arbitrary shape of the fiber surface and complex mathematical calculation. To overcome this problem, we need an image processing method to calculate the surface area of any fiber. In this research, a method for measuring the value of Packing fraction has been better obtained using an image processing method to obtain a random area of ​​fiber. Keywords: packing fraction; yarn; textile; image processing
RADIATION MEASUREMENT OF RADIOISOTOPE IN MINERAL DEPOSIT AT SUBDISTRICT OF MIDDLE KUPANG WEST TIMOR ISLAND INDONESIA Bartholomeus Pasangka; Frederika Rambu Ngana
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.837 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v5i1.2388

Abstract

The general objective of this work was investigation of radioisotope distribution and accumulation center in mineral deposit at sub-district of Middle Kupang West Timor Island Indonesia. The purposes of research were: to map of radioisotope distribution in the mineral deposit, to estimate area of radioisotope accumulation center in the mineral deposit, to establish range of nuclear radiation counts in the center region of radioisotope content in mineral deposit. The general methods used in this research were observation, survey, mapping, analysis, and interpretation. Procedures detail of research consists of: observe and identify the potential region and plot gridding, calibrate equipment necessary, measure background count in around of survey location and nuclear radiation in the survey location, plot of three dimensions curve and contour after corrected by background count. Based on geology information or geology data (drilling data) three depth levels determined (about 20 m, 40 m and 60 m), Radiation powers were calculated for estimation of accumulation center of radioisotope in deposit mineral, and contour and three dimensions curves of radiation power of radioisotope in deposit mineral were plotted. Results: Based on three dimensional curves and contour map (radiation counts and radiation powers on three levels) of radioisotope in mineral deposit respectively was distributed on area 3.00 x 106 m2, and 1.56 x 104 m2. The interval of radiation counts of radioisotope in mineral deposit was 10 counts per minute-137 counts per minute. Keywords: Radiation, measurement, radioisotope, mineral, deposit
SISTEM KONTROL SUHU PADA PENGERING IKAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 Fredy M. Baitanu; Ali Warsito; Jonshon Tarigan
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v5i2.903

Abstract

Abstrak Telah dirancang sebuah sistem kontrol secara loop tertutup pada unit pengeringan ikan menggunakan sensor LM35, mikrokontroler ATmega8535, seven segment serta beberapa komponen elektronika yang tesedia dipasaran. Sistem dikendalikan oleh mikrokontroler ATmega8535 untuk pengambilan data suhu menggunakan sensor LM35 dan menampilkan data suhu melalui seven segment, serta mengontrol pemanas melalui aktuator. Hasil pengukuran nilai suhu akan dibandingkan dengan nilai setpoint, sehingga diperoleh selisih nilai yang akan digunakan sebagai indikator untuk melakukan proses pengontrolan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengontrolan bekerja dengan baik dalam merespon setiap perubahan suhu udara. Ketika suhu di bawah setpoint 53°C maka aktuator akan berada dalam kondisi on sehingga pemanas aktif, sebaliknya jika suhu berada di atas setpoint 53°C maka aktuator akan berada dalam kondisi off untuk mematikan heater. Hasil pengeringan selama 4 jam menunjukkan bahwa pengeringan ikan pada massabasah ikan 200 gram, yaitu pada keadaan ventilasi atas kotak pengeringan terbukaakan menghasilkan massa kering90 gram. Pengujian selama 4 jam pada keadaan ventilasi kotak pengeringan tertutup akan menghasilkan massa kering 130 gram. Selain itu, pengeringan secara tradisional selama 12 jam dengan massa basah ikan 200-gram akan menghasilkan massa kering 90 gram.Kata Kunci: Suhu, pengeringan ikan; mikrokontroler Atmega8535; seven segment; aktuator Abstract A closed-loop control system of temperatures in fish drying unit using LM35 sensor, ATmega8535 microcontroller, seven segment and also some of the available electronic market components has been designed. The system is controlled by a microcontroller ATmega8535 for temperature data collection using LM35 sensor and temperature data is displayed on seven segments, as well as heating control via actuators. The measurement results will be compared with the value of the temperature set point value in order to obtain the difference in value to be used as an indicator for process control. The results show that the control works well in response to any changes in air temperature. If the setpoint temperature below 53°C, the actuator will in on condition that the heating is on, otherwise if the temperature is above 53°C setpoint then the actuator will on condition to turn the heater off. Drying for 4 hours results show that the drying fish on the fish wet mass of 200 grams, which is the state of the top vents open drying box will produce a dry mass of 90 grams. Testing for 4 hours in a drying box vents closed state will produce 130 grams of dry mass. In addition, traditional drying for 12 hours with 200 grams of fish wet mass will produce 90 grams of dry mass.Keywords: Temperature; drying fish; ATmega8535 microcontroller; seven segments; actuators.
RANCANG BANGUN LEMARI PENGERING DAUN MARUNGGA (Moringa Oleifera) Ben Vasco Tarigan; Jefri S. Bale; Matheus M. Dwinanto; Muhamad Jafri; Daud P. Mangesa; Dominggus G. H. Adoe
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v5i2.1760

Abstract

Abstrak Pohon Marungga merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki manfaat yang besar. Untuk daunnya sendiri dapat dijakdikan menjadi suplemen gizi dan juga sebagai bahan dasar kosmetik. Daun Marungga sendiri dapat dijadikan bubuk untuk selanjutnya diproses ke dalam berbagai kebutuhan. Sebelum dijadikan bubuk, sebelumnya daun tersebut harus dikeringkan. Pengeringan manual selama ini membutuhkan waktu yang panjang dan tidak higienis. Pada penelitian ini diperoleh hasil, proses pengeringan selama 19 jam diperolehhasil penurunan kelembaban tidak bisa dilakukan secara cepat. Hal ini disebabkan karena temperatur dalam ruangan tidak mampu memanaskan udara sekitar dengan cepat sehingga proses pengeringan cenderung lebih lambat. Dengan beban pengeringan 20 kg daun Marungga mentah, diperoleh sekitar 3 kg daun kering.Kata kunci: marungga; perpindahan panas; lemari Abstract Marungga tree is one of the plants that have great benefits. The leaves themselves can be transformed into nutritional supplements and also as a cosmetic base ingredient. Marungga leaves themselves can be used as a powder for further processing into various needs. Before being made into powder, the leaf must be dried beforehand. Manual drying so far requires a long time and is not hygienic. In this study the results were obtained, the drying process for19 hours obtained the result of humidity reduction could not be done quickly. This is because the temperature in the room is not able to heat the surrounding air quickly so the drying process tends to be slower. With a drying load of 20 kg of raw Marungga leaves, about 3 kg of dried leaves are obtained.Keywords: marungga; heat transfer; cabinets
IDENTIFIKASI ASPEK GELOMBANG BUNYI KELUARAN ALAT MUSIK SASANDO TRADISIONAL DAN SASANDO ELEKTRIK Martince Aryani Jusuf Kaba; ali warsito; laura A.S lapono
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v5i2.1960

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi aspek gelombang bunyi alat musik sasando tradisional dan sasando elektrik. Subjek penelitian ini adalah bunyi alat musik sasando tradisional dan sasando elektrik yang bertipe sasando biola dengan jumlah dawai 32. Bunyi alat musik sasando direkam dengan mikrofon Havit Straight M-80 dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Wavepad sound editor. Aspek gelombang bunyi ditentukan dengan menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT). Sampel original bunyi sasando tradisional dan sasando elektrik dengan rentang frekuensi dari 86 Hz sampai 1206 Hz dan 97 Hz sampai 1077 Hz. Rentang intensitas dari sasando tradisional dan sasando elektrik secara berturut-turut (-45,95398906) dB sampai (-12,38564365) dB dan (-33,44661942) dB sampai (-9,780729931) dB. Kemudian dengan perangkat lunak excel diperoleh grafik data bunyi sasando tradisional dan sasando elektrik berupa grafik intensitas, frekuensi dan noise. Setelah dilakukan filter terhadap sampel original bunyi sasando tradisional dan sasando elektrik, yang mempengaruhi kualitas gelombang bunyi adalah adalah rentang noise pada sampel bunyi dari pengolahan data -2 dB sampai 0 dB dan -4,22 dB sampai -0,14 dB dengan persentase noise 0 % sampai 8,27 % dan 0,57 % sampai 22,76 %. Sebagian besar persentasi noise berpengaruh pada bunyi asli. Kata Kunci: Sasando, sampel original, mikrofon Havit Straight M-80, Wavepad sound editor, metode Fast Fourier Transform (FFT), frekuensi, intensitas, noise. ABSTRACT Research has been conducted on the identification of aspects of the sound waves of traditional Sasando musical instruments and Sasando electric. The subject of this research is the sound of traditional Sasando musical instruments and Sasando electric type of Sasando violin with 32 strings. The sounds of Sasando musical instruments were recorded with the Havit Straight M-80 microphone and analyzed using Wavepad sound editor software. Sound wave aspects are determined using the Fast Fourier Transform (FFT) method. Original samples of traditional Sasando sound and Sasando electric range in frequency from 86 Hz to 1206 Hz and 97 Hz to 1077 Hz. The intensity ranges from traditional Sasando and Sasando electric are (-45,95398906) dB to (-12,38564365) dB and (-33,44661942) dB to (-9,780729931) dB. Then with Excel software obtained data graphs of traditional Sasando sound and Sasando electric in the form of graphs of intensity, frequency and noise. After filtering the original samples of traditional Sasando sound and Sasando electric, what affects the sound wave quality is the range of noise in the sound sample from data processing of -2 dB to 0 dB and -4.22 dB to -0.14 dB with a percentage of noise 0 % to 8.27% and 0.57% to 22.76%. Most of the noise percentage affects the original sound. Keywords: Sasando, original sample, Havit Straight M-80 microphone, Wavepad sound editor, Fast Fourier Transform (FFT) method, frequency, intensity, noise.
OPTIMALISASI PENERIMAAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI PADA PERMUKAAN PANEL SURYA (SOLAR CELL) MENGGUNAKAN CERMIN Soni A Kaban; Muhamad Jafri; Gusnawati Gusnawati
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v5i2.2243

Abstract

Abstrak Energi surya merupakan salah satu energi yang bias dikonversi menjadi energi listrik dengan menggunakan panel surya (photovoltaic solar). Pada penelitian ini, dirancang panel surya dengan cermin datar sebagai reflektor scanning dengan empat buah reflektor pada empat sisi panel surya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mendapatkan keluaran panel surya yang optimal menggunakan cemin sebagai media reflektornya dan mendapatkan konfigurasi penempatan cermin untuk meningkatkan keluaran arus dan tegangan panel surya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan melakukan percobaan terhadap objek bahan penelitian dengan kemiringan reflektor cermin 30o, 45o, dan 60o. Dengan penambahan reflector cermin pada panel surya menyebabkan peningkatan keluaran panel surya pada pukul 12.00 Wita. Panel tanpa reflektor mengahasilkan Arus 2,1 Ampere, Tegangan 6,52 Volt. Panel reflektor 30o menghasilkan Arus 1,89 Ampere, Tegangan 6,25 Volt, Panel reflektor 45o, Arus 2,33 Ampere, Tegangan 6,15 Volt dan Panel reflektor Arus 3,02 Ampere, dan Tegangan 6,41 Volt.Kata kunci: Energi; fotovoltaik; panel surya; cermin. Abstract Solar energy is one of the energies that can be converted into electrical energy using solar panels (photovoltaic solar). In this study, a solar panel with a flat mirror as a scanning reflector was designed with four reflectors on the four sides of the solar panel. The objectives to be achieved in this study are to obtain optimal solar panel output using the mirror as a reflector medium and obtain a mirror placement configuration to increase the current and voltage output of the solar panels. The method used in this research is an experimental method by conducting experiments on the object of the research material with a mirror reflector tilt of 30o, 45o, and 60o. With the addition of a mirror reflector on the solar panel, it causes an increase in the output of the solar panel at 12.00 GMT+08. The panel without a reflector produces a current of 2.1 Ampere, a voltage of 6.52 volts. The 30o-reflector panel produces a current of 1.89 Amperes, a Voltage of 6.25 Volts, a 450 Reflector Panel, a Current of 2.33 Amperes, a Voltage of 6.15 Volts and a Current 3.02 Amperes of Reflector Panel, and a Voltage of 6.41 Volts. Keywords: Energy; photovoltaic; solar panel; mirror
INTERPRETASI POLA PENYEBARAN BATUAN DAN DAERAH TERAKUMULASI AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK DESA OEMATNUNU KABUPATEN KUPANG Oktavianus Kette; Hadi I. Sutaji; Bernandus Bernandus
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v5i2.2284

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian interpretasi pola penyebaran batuan dan daerah terakumulasi air tanah menggunakan metode magnetik di Desa Oematnunu Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola sebaran batuan dan daerah terakumulasinya air tanah serta membuat pemetaannya. Akuisisi data dilakukan dengan Proton Precession Magnetometer (PPM) tipe GSM–19T dan data yang diperoleh berupa nilai medan magnet total serta variasi harian yang diolah serta diinterpretasikan secara kualitatif dan kuantitatif. Interpretasi kualitatif menunjukkan nilai anomali medan magnet total berkisar -250 nT sampai 450 nT dan terbagi atas anomali medan magnet rendah pada kisaran -250 nT sampai -10 nT, anomali medan magnet sedang dengan kisaran nilai -10 nT sampai 110 nT serta anomali medan magnet tinggi di kisaran 110 nT sampai 450 nT. Untuk interpretasi kuantitatif menunjukkan struktur batuan yang diduga berupa batu pasir (aquifer) berada di bagian utara hingga barat laut dengan kedalaman sekitar 0 m - 100 m. Kata kunci: Metode magnetic; suspeptibilitas; akuifer; Oematnunu Abstract Interpretation of rock distribution patterns and areas groundwater accumulation using magnetic methods in Oematnunu Village Kupang District. The purpose of this research was to determine the pattern distribution of rocks and areas of groundwater accumulation and to make the mapping. The acquisition data was carried out by using the GSM-19T Proton Precession Magnetometer (PPM) and the data obtained in the form of total magnetic field values and daily variations were processed and interpreted qualitatively and quantitatively. The qualitative interpretation shows the total magnetic field anomaly values ranging from -250 nT to 450 nT and is divided into low magnetic field anomalies in the range -250 nT to -10 nT, moderate magnetic field anomalies with values ranging from -10 nT to 110 nT, and high magnetic field anomalies. in the range 110 nT to 450 nT. For quantitative interpretation, it shows the rock structure which is thought to be sandstone (aquifer) in the north to the northwest with a depth of about 0 m - 100 m.Keywords: Magnetic method; suspension; aquifer; Oematnunu
ANALISIS POLA HUJAN DAN DISTRIBUSI HUJAN BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT DI PULAU FLORES Elisabet Marlin Lesik; Hery Leo Sianturi; Apolinaris S Geru; Bernandus Bernandus
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v5i2.2451

Abstract

Abstrak Telah dilakukan analisis pola dan distribusi hujan berdasarkan ketinggian tempat di pulau Flores. Data rata-rata bulanan untuk mendapatkan pola curah hujan, data curah hujan harian ke dasarian untuk mendapatkan data curah hujan dan data periode curah hujan selama musim hujan. Penelitian ini menggunakan software Geographic Information System (GIS) untuk membuat peta distribusi curah hujan dan di analisis menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mendeteksi perbedaan nilai tengah variabel pengamatan pada elevasi yang berbeda. Berdasarkan grafik pola hujan yang ada di pulau Flores adalah pola hujan monsunal. Hasil dari perhitungan menggunakan RAL, diperoleh nilai populasi pengamatan P1 pada ketinggian tempat (0-300 m dpl) dengan curah hujan rata-rata 851,75 mm dan periode musim hujan rata-rata 10,50 dasarian. P2 pada ketinggian tempat (301-600 m dpl) memiliki curah hujan rata-rata 1367,75 mm dan periode musimhujan rata-rata 13,75 dasarian. P3 pada ketinggian tempat (601-900 m dpl) memiliki curah hujan rata-rata 1875,25 mm dan periode musim hujan rata-rata 15,75 dasarian. P4 pada ketinggian tempat (901-1200 m dpl) memiliki curah hujan rata-rata 3164,50 mm dan periode musim hujan rata-rata 22,25 dasarian. Hal ini menunjukan ketinggian tempat memiliki pengaruh terhadap curah hujan dan periode musim hujan di pulau Flores.Kata Kunci: Pola hujan; curah hujan; periode musim hujan; Geographic Information System (GIS); Rancangan Acak Lengkap (RAL). Abstract An analysis of rainfall patterns and distribution based on altitude on the island of Flores has been done. Monthly average data to get rainfall patterns, daily to basic rainfall data to get rainfall data, and rainfall period data during the rainy season. This study used Geographic Information System (GIS) software to create rainfall distribution maps and is analyzed using the Completely Randomized Design (CRD) method to detect differences in mean values of observational variables at different elevations. Based on a chart of rain patterns on Flores island is a monsoonal rain pattern. The results of calculations using RAL, observational population obtained values P1 at altitude (0-300 m asl) with an average rainfall of 851.75 mm and an average rainy season period of 10.50 dasarian. P2 at altitude (301-600 m asl) has an average rainfall of 1367.75 mm and an average rainy season period of 13.75 dasarian. P3 at altitude (601-900 m above sea level) has an average rainfall of 1875.25 mm and an average rainy season period of 15.75 dasarian. P4 at altitude (901-1200 m asl) has an average rainfall of 3164.50 mm and an average rainy season period of 22.25 dasarian. This shows that altitude has an influence on rainfall and the rainy season period on Flores Island. Keywords: Rain patterns; rainfall, periods of the rainy season; Geographic Information System (GIS); Completely Randomized Design (CRD).

Page 10 of 22 | Total Record : 214