cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, STIKES Mandala Waluya Kendari Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
Studi Etnofarmasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Di Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan Fadhil, Andi Raihan; Sinthary, Venna; Rijai, Laode
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Special Issue for 18th Mulawarman Pharmaceu
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.502

Abstract

Masyarakat Indonesia telah lama memanfaatkan tumbuhan sebagai alternatif dalam mengobati berbagai penyakit. Di Duampanua, sebuah wilayah di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, alamnya sangat melimpah. Mayoritas penduduknya adalah suku Bugis yang mengandalkan tumbuhan lokal sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Duampanua, beserta proses persiapannya dan penggunaannya dalam pengobatan penyakit. Penelitian ini melibatkan survei tumbuhan etnofarmasi yang dilakukan melalui tokoh masyarakat dan individu yang memiliki pengetahuan tentang tumbuhan obat, menggunakan metode purpose sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Duampanua masih mempertahankan tradisi etnofarmasi. Sebanyak 35 keluarga dan 61 spesies tumbuhan diidentifikasi, digunakan baik secara individual maupun dalam ramuan, disiapkan dengan cara direbus dan diperas, dan diadminisrasikan melalui pemberian oral, aplikasi topikal, atau berkumur untuk mengobati penyakit.
Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus dan Hipertensi dalam Program Penyakit Kronis (Prolanis) di Indonesia: Narative Review Rahmawati, Dewi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Special Issue for 18th Mulawarman Pharmaceu
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.531

Abstract

Penyakit kronis menurut WHO tahun 2008 menyumbang kematian hampir sepertiga dari jumlah kematian. Prolanis merupakan sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan Prolanis berfokus pada dua penyakit: hipertensi dan diabetes. Dua penyakit ini memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia. menganalisis tingkat kualitas hidup pasien diabetes melitus dan hipertensi dalam Prolanis di Indonesia dan faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien melalui tinjauan review. Penelusuran literatur dilakukan di bulan Juni-Juli 2023 menggunakan mesin pencari google scholar. Jurnal dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi melalui proses penilaian kritis. Hasil tinjauan dari 18 jurnal menunjukan secara sistematik menunjukkan kualitas hidup pasien kategori baik yang mempengaruhi oleh beberapa faktor keaktifan peserta dalam grup, dukungan lingkungan dan konseling apoteker.
Karakteristik dan Pola Pengobatan Analgesik pada Pasien Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit X Samarinda Mulahaera M. H, Andi; Rusli, Rolan; Sobah, Nurus
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Special Issue for 18th Mulawarman Pharmaceu
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.532

Abstract

Metode bedah yang dikenal sebagai operasi caesar digunakan untuk membantu wanita yang tidak dapat melahirkan secara alami. Salah satu efek dari operasi ini ialah timbulnya rasa sakit, yang diobati dengan analgesik. Tujuan dari penulisan ini ialah untuk mengetahui gambaran dan tren terapi analgesik pada pasien di RSIA X Samarinda yang menjalani operasi caesar. Jumlah sampel sebanyak 72 pasien diperoleh dengan melakukan penulisan secara retrospektif menggunakan strategi purposive sampling berdasarkan data medis. Temuan penulisan mengungkapkan bahwa 44,4% pasien termasuk dalam kelompok kehamilan risiko tinggi, usia kehamilan maksimal antara 36 dan 41 minggu, 52,7% pasien bekerja, dan 43,05% pasien tidak bekerja. Ketorolac 30mg ialah analgesik yang paling banyak digunakan (28%). Suntikan intravena ialah metode pemberian yang paling sering digunakan (38,3%). Penurunan skor nyeri terbesar, yang terjadi pada 36% pasien, ialah 1.
Pristane modulates specific changes on T cell dependent pathway of lupus in non-F1 BALB/c mice Indriyanti, Niken; Arifianti, Lusiana; Soeroso, Joewono; Khotib, Junaidi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Special Issue for 18th Mulawarman Pharmaceu
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.533

Abstract

Animal modeling for lupus is a crucial step in the process of discovering efficacious drugs. There are many drug candidates that have potential benefits for the treatment of lupus, but finding an appropriate model remains challenging. The appropriate model based on the literature is an induction model that uses 2,6,10,14 tetramethylpentadecane (TMPD) in female Balb/c mice. The TMPD increases the probability of damage beyond lupus, to the joint and kidneys. Therefore, the purpose of this study was to develop a lupus model by TMPD to test a drug candidate. The experimental method was measuring many biomarkers involved in the TMPD mechanism to obtain lupus-like disease mice. We measured CD4+CD25+FOXP3+ and CD4+CD62L+ T-regs, CD123+IFN-?+ dendritic cells (flow cytometry); total leukocytes (Turk staining); anti-Sm antibody (ELISA); and renal and joint histology (HE staining). After the 6th month, there were reduction (p<0.05) of the T regulatory percentage of CD4+CD25L+ T cells (Naïve=19.39±3.06%, TMPD-treated=5.72±3.43%) and CD25+FOXP3 + T cells (Naïve=10.32±4.47%, TMPD-treated=7.70±4.47%), meanwhile, the IFN-? increased significantly (p<0.05), (Naïve=6.92±8.67%, TMPD-treated=11.42±0.95%), and the total leukocytes increased (p<0.05) (Naïve=9,800±1,698, TMPD-treated=17,500±1,490 cells/mm3). The anti-Sm antibody was also present in the TMPD-treated mice as one cause which led to renal and joint structural disorders. The biomarkers were analyzed by using Independent T-test, so this positive lupus model with its tested biomarkers is valid and can be used to test drugs for lupus.
Pemanfaatan Pewarna Alami dari Bunga Asoka (Ixora coccinea) pada Formulasi Lip Cream Nanda, Chintiya Vera; Kurniati, Dwi Elfira; Indriyanti, Niken
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Special Issue for 18th Mulawarman Pharmaceu
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.534

Abstract

Bunga asoka (Ixora coccinea) mengandung pigmen untuk dimanfaatkan menjadi pewarna alami dalam bidang kosmetik. Tujuan dari  penelitian ini adalah meneliti manfaat ekstrak etanol dari bunga asoka yang menjadi pewarna alami terutama dalam produk lip cream. Studi dimulai melalui ekstrasi bunga asoka menggunakan pendekatan maserasi dimana pelarut etanolnya adalah 96% serta asam sitrat. Kemudian dilaksanakan pengoptimasian basis menggunakan lilin carnauba serta lilin candelilla, kemudian diformulasikan dengan ekstrak bunga asoka dan dievaluasi kualitasnya melalui uji organoleptik, pH, stabilitas sediaan, iritasi, daya lekat, viskositas, homogenitas, uji hedonik. Ekstraksi menghasilkan rendemen sebesar 27,1%. B3, B4, dan B5 adalah basis yang memenuhi kriteria lip cream dengan basis terbaik yaitu B3. Lip cream dengan konsentrasi ekstrak bunga asoka 2%, 4%, serta 6% memberikan hasil berupa warna masing-masing cokelat muda, cokelat sedikit merah, serta merah. Hasil evaluasi menunjukkan aroma khas cokelat, konsistensi semipadat, dan homogenitas yang sesuai dengan persyaratan lip cream. Namun, F3 menunjukkan ketidakstabilan dan tidak memenuhi persyaratan pH. Kesimpulan akhir menunjukkan bahwa F1 dan F2 merupakan formula yang lulus uji kriteria lip cream, sementara F3 adalah formula yang paling disukai. Kesimpulannya adalah hasil pengekstraksian etanol bunga asoka bisa dipergunakan menjadi pewarna alami dalam produk lip cream.
Efektivitas Ekstrak Kratom (Mitragyna speciose) pada Inhibisi Withdrawal Syndrome Model Adiksi Morfin Indriyanti, Niken; Hajrah, Hajrah; Priastomo, Mukti; Samsul, Erwin; Prabowo, Wisnu Cahyo; Prasetya, Fajar
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Special Issue for 18th Mulawarman Pharmaceu
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.535

Abstract

Kratom (Mitragyna speciose) secara empiris banyak digunakan di area Kalimantan untuk berbagai keluhan yang berkaitan dengan nyeri. Banyak hasil penelitian bahwa tanaman ini mampu mengatasi kecanduan narkotik, dan sebaliknya. Maka, penelitian ini mengukur potensi kratom pada penanganan gejala withdrawal syndrome adiksi morfin. Pengujian dilakukan secara in vivo pada model mencit yang diinduksi adiksi morfin. Hasil yang didapatkan berupa aktivitas penekanan gejala adiksi pada parameter perilaku psikomotorik, sensitivitas saraf pendengaran, dan sensitivitas saraf mata terhadap cahaya. Pemberian bahan uji aman pada parameter bilirubin dan urobilinogen, serta parameter ginjal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menelusuri efek terhadap organ otak dan limpa. Ekstrak kratom memiliki multiple compounds yang memungkinkan adanya penekanan aktivitas adiksi. Maka disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol kratom dengan dosis 4 mg/kgBB mencit mampu menekan gejala withdrawal syndrome pada model adiksi morfin.
Formulasi Sediaan Pewarna Alis Eyebrow dye dari Tinta Cumi-Cumi (Loligo sp.) Zebaothi I.D.G, Militani; Sulistiarini, Riski; Badawi, Satriani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Special Issue for 18th Mulawarman Pharmaceu
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.537

Abstract

Pewarna alis merupakan produk kecantikan dekoratif untuk wajah yang digunakan pada rambut alis mata untuk membentuk dan mempertegas alis. Tinta cumi (Loligo sp.) merupakan sebuah tinta berwarna hitam yang terdapat didalam kantong tinta cumi (Loligo sp.) yang memiliki manfaat salah satunya dapat digunakan sebagai pigment pewarna hitam alami serta memiliki manfaat sebagai antioksidan, sehingga cocok digunakan dalam sediaan kosmetik. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pembuatan formula sediaan pewarna alis dari tinta cumi (Loligo sp), mengetahui sifat fisik pewarna alis dari tinta cumi (Loligo sp.) dan mengetahui formula pewarna alis dari tinta cumi (Loligo sp.) yang terbaik. Metode menggunakan serbuk tinta cumi (Loligo sp.) yang divariasikan dalam F1, F2 dan F3 sebanyak 1%, 1,5% dan 2%, setiap formula ditambahkan titanium dioxide, talc, kaolin, microcrystalline wax, beeswax, hydrogened castor oil, metil paraben, petrolatum, stearic acid, lanolin oil, liquid paraffin dan aquadest. Lalu dievaluasikan dalam 28 hari pada suhu ruang (25-30oC) dengan uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji daya oles, uji waktu mengering, uji iritasi dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinta cumi efektif digunakan untuk pewarna hitam alami pada kosmetik dan aman pada kulit. 
Potensi Aktivitas Emulgel Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) yang Mengandung Xanthon Pada Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus Silvyana, Annysa Ellycornia; Rahayu, Feronika Evma; Suripah, Suripah; Febriana, Veny
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.432

Abstract

Jerawat timbul dikarenakan adanya sumbatan pada kelenjar minyak kulit, maka pelepasan minyak pada kulit tersumbat, bengkak, dan mengering menjadi isi jerawat. Jerawat pada kulit ini bisa disebabkan adanya bakteri P. acnes, S. epidermidis, S. aureus. Manggis adalah buah tropis yang mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan buah lainnya.  Kandungan yang terdapat di dalam kulit manggis yaitu xanton, antosianin, dan tannin. Senyawa xanton pada tanaman memiliki efek antioksidan, atimikroba, antikanker, antiinflamasi, dan aktivitas sitotoksin. Emulgel bersifat hydrofobic memiliki kemampuan tinggi menembus kulit. Emulgel yang digunakan pada kulit luar terdapat beberapa sifat yang menguntungkan seperti menjadi tiksotropik, mudah menyebar, mudah dilepas, emolient, larut dalam air, umur simpan tahan lama, ramah lingkungan, dan penampilan menarik. Penelitian aktivitas emulgel ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L) yang mengandung xanton pada bakteri staphylococcus epidermidis dan staphylococcus aureus telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh formulasi emulgel ekstrak kulit manggis yang ditambah pengawet dengan formulasi tanpa penambahan pengawet. Jerawat terjadi karena adanya peradangan kelenjar minyak pada kulit, sehingga pelepasan minyak pada kulit tersumbat, bengkak serta mengering menjadi isi jerawat. Xanton merupakan senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri sehingga pada penelitian ini dilakukan pengujian emulgel terhadap bakteri staphylococcus epidermidis dan staphylococcus aureus yang termasuk bakteri penyebab terjadi jerawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emulgel xanthon tanpa penambahan memiliki aktivitas antibakteri dengan zona hambat 25 mm sedangkan pada emulgel yang ditambahkan menunjukkan zona hambat 15 mm. Hal ini diketahui bahwa emulgel ekstrak kulit manggis memiliki aktivitas antibakteri.
Formulasi Bedak Padat Sebagai Pelindung Wajah Dari Sinar Uv Kombinasi Ekstrak Kulit Pisang Ambon (Musax Paradisiaca L.) dan Ekstrak Bengkuang (Pachyrhizus Erosus (L.) Urb.) Wijayani, Wike; Pramiastuti, Oktariani; Alfiraza, Ery Nourika
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.462

Abstract

Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kemerahan pada kulit, kulit terbakar, dan risiko kanker kulit akibat radiasi sinar ultraviolet. Kulit pisang ambon mengandung senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, glikosida, antosianin, dan terpenoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Ekstrak bengkuang mengandung vitamin C, saponin, dan flavonoid yang berfungsi sebagai tabir surya alami dan dapat menghilangkan noda hitam pada kulit. Bedak padat merupakan produk kosmetik yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari sekaligus memberikan warna yang merata pada kulit wajah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi bedak padat dengan kombinasi ekstrak kulit pisang ambon dan bengkuang, menguji sifat fisik, dan menilai kemampuan proteksi terhadap sinar UV. Bedak padat diformulasikan dalam tiga variasi dengan perbandingan ekstrak kulit pisang ambon dan bengkuang yaitu F1 (4%:2%), F2 (3%:3%), dan F3 (2%:4%). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang ambon mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, dan vitamin C, sedangkan ekstrak bengkuang mengandung alkaloid, flavonoid, dan vitamin C. Berdasarkan pengujian fisik, seluruh formulasi menunjukkan homogenitas, pH, daya lekat, dan kerapuhan yang memenuhi standar kosmetik. Berdasarkan pengujian SPF, formulasi F1 memiliki nilai SPF 6,97 yang termasuk dalam kategori proteksi ekstra terhadap sinar UV, sementara F2 dan F3 memiliki nilai SPF masing-masing 5,63 dan 5,68 yang tergolong proteksi sedang. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa formulasi bedak padat yang dibuat, khususnya F1 mampu memberikan proteksi terhadap sinar UV, menunjukkan potensi sebagai produk kosmetik pelindung matahari yang efektif.
Formulasi dan Uji Efektivitas Acne Spot Gel Kstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Marina, Marina; Zahran, Izal; Ervianingsih, Ervianingsih
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.501

Abstract

Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat jerawat yaitu daun ketepeng cina (Cassia alata L.). Daun ketepeng cina memiliki kandungan senyawa kimia alkaloid, saponin tanin steroid, antrakuinon, flavonoid glikosida, alatinon. Tujuan dari penelitian untuk memformulasikan sediaan totol jerawat ekstrak daun ketepeng cina dan melakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acne dengan menggunakan metode difusi cakram. Dibuat 3 formula dengan variasi konsentrasi ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L.) yaitu 5%, 10% dan 15%. Kemudian dilakukan uji kestabilan fisik dengan parameter uji meliputi organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH, iritasi. Hasil penelitian berdasarkan uji stabilitas fisik didapatkan bahwa secara organoleptis, pH, daya sebar, iritasi, untuk 4 formula stabil selama penyimpanan. Berdasarkan uji antibakteri gel totol jerawat terhadap Popionibacterium acne, didapatkan hasil bahwa konsentrasi ekstrak daun ketepeng cina berpengaruh terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne hasil pada konsentrasi 5%, 10% dan 15% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne dengan zona hambat yang dihasilkan yaitu sedang, kuat dan sangat kuat.