cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, STIKES Mandala Waluya Kendari Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Apotek X Periode Februari Tahun 2024 Putri, Annisa Dwi Marita; Harsono, Samuel Budi; Sarimanah, Jamilah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.561

Abstract

Pelayanan kefarmasian tidak lepas dari kualitas pelayanan apotek itu sendiri. Hal ini sangat berkaitan erat dengan kepuasan pasien, dimana kepuasan pasien merupakan cerminan kualitas pelayanan kesehatan yang mereka terima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di Apotek X berdasarkan kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan bukti fisik secara parsial dan keseluruhan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode SERVQUAL (Service Quality) dengan dimensi Tangible (bukti nyata), Reliability (kehandalan), Responsiveness (ketanggapan), Assurance (jaminan), Empathy (keramahan). Sampel dalam penelitian ini adalah pasien atau keluarga pasien yang menerima pelayanan kefarmasian dan termasuk dalam kriteria inklusi dan teknik pengambilan sampel yang dilakukan yaitu purposive sampling. Analisis data menggunakan metode analisis gap (kesenjangan) yang dihasilkan dari skor harapan dan skor kenyataan pelayanan kefarmasian di Apotek X yang telah diukur dengan skala likert. Hasil dari penelitian ini pasien merasa puas pada dimensi tangible, responsiveness, dan empathy dengan nilai masing-masing gap 0,0533; 0,0150;0,0267. Hasil pada dimensi reliability dan assurance menyatakan bahwa pasien merasa tidak puas terhadap pelayanan kefarmasian dengan nilai masingmasing gap adalah -0,0367; -0,0033. Secara keseluruhan menunjukkan bahwa pasien merasa puas dengan nilai gap 0,011.
Pengembangan Formula Sediaan Lipstik dari Kombinasi Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis L.) dan Daun Pacar (Lawsonia inermis L.) Sebagai Pewarna Alami Rahmayanti, Mayu; Haryadi, Mahardika Chory; Syarifuddin, Sadli; Nastiti, Ginanjar Putri; Anggraini, Dwi; Hasanah, Imrotul; Amiruddin, Muhammad
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.570

Abstract

Lipstik merupakan suatu produk kosmetik yang paling banyak digunakan oleh konsumen, khususnya wanita. Namun, berdasarkan laporan BPOM mulai tahun 2018 hingga 2022, telah ditemukan banyak peredaran kosmetika ilegal yang beredar di pasaran karena mengandung zat warna berbahaya berupa pewarna Merah K3 dan Merah K10. Oleh karena itu, dibutuhkan zat warna alternatif untuk membuat sediaan lipstik agar kesehatan konsumen terjamin. Contoh tanaman yang bisa dijadikan sebagai zat warna alternatif yaitu daun jati muda (Tectona grandis L.) dan daun pacar (Lawsonia inermis L.). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan lipstik ekstrak kombinasi daun jati muda (Tectona grandis L.) dan daun pacar (Lawsonia inermis L.) yang memenuhi semua standar evaluasi fisik sediaan lipstik. Daun jati muda diekstraksi dengan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE), sedangkan daun pacar diekstraksi dengan metode maserasi. Uji evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji oles, uji kekerasan, uji titik lebur, dan uji stabilitas cycling test. Hasil yang diperoleh yaitu semua sediaan lipstik telah memenuhi standar evaluasi sediaan lipstik tapi tidak stabil pada siklus keenam. Kesimpulan penelitian ini yaitu sediaan lipstik memenuhi standar karakteristik sediaan lipstik yang baik tapi tidak stabil setelah uji stabilitas cycling test pada parameter uji pH, uji titik lebur, dan uji kekerasan.
Formulasi dan Aktivitas Antibakteri Sediaan Tisu Basah Ekstrak Etanol Bonggol Nanas (Ananas comosus L.) Hikma, Nurul; Yusuf, Muhammad; Ikhsan, Mifta Kaherati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.577

Abstract

Sumber daya alam Indonesia  memiliki manfaat yang sangat besar dan beragam, salah satunya adalah bermanfaat terhadap pembuatan bahan baku kosmetik untuk kecantikan. Ada berbagai macam produk kecantikan yang telah dihasilkan dari bahan alam salah satunya adalah Tisu basah yang berfungsi sebagai antibakteri serta dapat melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus L.) menjadi sediaan Tisu Basah, mengetahui stabilitas mutu fisik serta mengetahui daya terima sediaan Tisu Basah melalui uji hedonik. Sediaan Tisu Basah dibuat 4 formulasi dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak sebanyak 3%, 4%, 5% serta tanpa ekstrak selanjutnya dilakukan pengujian seperti uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji kestabilan berat, uji antibakteri, uji iritasi kulit serta uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan sediaan Tisu Basah sebelum dan setelah Cycling test memiliki bau yang khas dengan warna putih gading dan tekstur yang berserat,  pH 4,74-5,44, kestabilan berat 1,14%-2,70%, dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 3%-5%, serta tidak mengiritasi kulit. Pada uji hedonik sebelum dan setelah Cycling test formula 2 memiliki daya terima yang baik. Ekstrak bonggol Nanas dapat diformulasikan menjadi sediaan Tisu Basah yang stabil secara fisik dan kimia serta memberikan efek antibakteri dan tidak mengiritasi kulit hewan uji.
Pengaruh Ekstrak Etanol 96 % Daun Asam Jawa terhadap Kadar Katalase Darah Mencit yang Dipapar Asap Rokok Saputri, Gusti Ayu Rai; Putri, Restika Ananda; Hermawan, Dessy
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.583

Abstract

Asap rokok mengandung bahan kimia toksik yang berperan sebagai pemicu pembentukan radikal bebas dan berujung pada keadaan stress oksidatif yang ditandai dengan penurunan kadar katalase darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol 96% daun Asam Jawa  (Tamarindus indica L.) dengan variasi dosis 150, 200, dan 250 mg/25 gBB terhadap kadar katalase darah mencit yang dipapar asap rokok. Metode penelitian ini yaitu eksperimental dengan pendekatan Pre and post control group design. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu K 1 (hanya diberi pakan dan minum), K 2 perlakuan negatif (diberi paparan asap rokok dan CMC-Na 0,5%), K 3 perlakuan positif (diberi paparan asap rokok dan Vitamin E), K 4, K 5, dan K 6 diberi paparan asap rokok dan ekstrak daun Asam Jawa  dosis 150, 200, dan 250 mg/25 gBB. Pengukuran aktivitas katalase dilakukan secara Spektrofotometri pada panjang gelombang 280 nm. Hasil penelitian menunjukan rerata kadar katalase darah pada K 1, K 2, K 3, K 4, K 5 dan K 6 secara berurutan adalah 0,158 U/mg, 0,029 U/mg, 0,220 U/mg, 0,184 U/mg, 0,272 U/mg dan 0,303 U/mg dengan uji One-Way ANOVA didapatkan nilai p=0,001 (p<0.05). Uji post hoc Duncan  memiliki perbedaan tingkat signifikansi pada kelompok yang berbeda masing-masing kosentrasi. Semakin besar kosentrasi yang ditambahkan semakin signifikan dampaknya terhadap kadar katalase darah yang dipapar asap rokok.
Isolasi dan Uji Aktivitas Antibakteri dari Bakteri Endofit Daun Matoa (Pometia pinnata J.R. & G. Forst.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Rusli, Nurul Azmi; Wahyuningsih, Sri; Irwan, Irwan; Farid, Nurfiddin
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.590

Abstract

Daun matoa mengandung metabolit sekunder yang memberikan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Tanaman tingkat tinggi mengandung bakteri endofit yang mampu menghasilkan metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri endofit dari Daun Matoa (Pometia pinnata J.R. & G. Forst.) dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta jenis isolat bakteri endofit tersebut. Metode penelitian merupakan eksperimental laboratorium, isolasi bakteri endofit Daun Matoa dilakukan dengan metode penanaman langsung. Isolat yang dihasilkan diuji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode difusi agar dengan paper disk. Identifikasi bakteri endofit dilakukan secara makroskopik, mikroskopik, media selektif dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daun Matoa menghasilkan 4 isolat bakteri endofit yaitu BE 1, BE 2, BE 3, dan BE 4. Keempat isolat bakteri endofit memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Dimana rata-rata diameter zona hambat terhadap Staphylococcus aureus pada isolat BE 1, BE 2, BE 3 dan BE 4 berturut-turut yaitu 23,6 mm, 25,3 mm, 28,3 mm dan 30,3 mm yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Sedangkan terhadap Escherichia coli pada isolat BE 1, BE 2, BE 3, dan BE 4 berturut-turut sebesar 19,6 mm, 20 mm, 23 mm dan 24,6 mm yang masuk kedalam kategori kuat hingga sangat kuat. Jadi, Daun Matoa mengandung bakteri endofit yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Isolat BE 1 merupakan Escherichia sp., BE 2 yaitu Staphylococcus sp., sedangkan BE 3 dan BE 4 merupakan Pseudomonas sp.
Uji Efek Analgetik Ekstrak Daun Kayu Putih (Melaleuca leucadendra) Terhadap Mencit Jantan (Mus musculus) yang Diinduksi Formalin 1% Mewar, Djulfikri; Mahulauw, Muhammad Azril Hardiman; Ibrahim, Marisa Anggia; Pelu, Aulia Debby; Baktiar, Nurhasfiana
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.592

Abstract

Melaleuca leucadendra merupakan salah satu tanaman khas maluku yang secaratradisional digunakan untuk mengobati nyeri. Nyeri merupakan suatu kejadiansensori dan emosi yang tidak nyaman dan berhubungan dengan kerusakan padajaringan atau berpotensi terjadinya kerusakan pada jaringan. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui efek analgetik ekstrak daun M leucadendra pada mencit jantan (Musmusculus) yang diinduksi formalin 1% dengan melihat parameter fenotip hentakankaki dan jilatan kaki. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit jantan dibagi dalam dalam 5 kelompok yang terdiri dari 5 ekor mencit. Kelompok I sebagai (kontrol negatif), kelompok II, III dan IV (kelompok perlakuan) yang diberi EKP dengan dosis masing-masing 10%, 20% dan 40%, kelompok V sebagai (kontrol positif). Pemberian sediaan uji diberikan secara intraplantar. Hasil penelitian menunjukan bahwa mencityang diberikan ekstrak M leucadendra 40% mengurangi jumlah hentakan kaki denganjumlah persen proteksi 90.72. Mencit yang diberi ekstrak M leucadendra 40% jugamemiliki efek analgetik ditandai dengan berkurangnya jumlah jilatan kaki selama 60menit dengan jumlah persen proteksi 75.98. Penurunan hentakan dan jilatan yangsignifikan terlihat pada semua kelompok perlakuan termasuk kelompok yang diberiekstrak M leucadendra 40% (p<0,0001). Efek analgetik ekstrak M leucadendra 40%sebanding dengan krim metil salisilat 30%. Kesimpulan, ekstrak M leucadendra dengandosis 40% memberikan efek analgetik pada mencit yang mungkin berguna untukmengatasi nyeri pada manusia.
Potensi Nanogel Limbah Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Sebagai Antioksidan Pencegah Penuaan Dini Pada Kulit Wajah Idham, Syamsinar; Ervianingsih, Ervianingsih; Arini, Arini; Rasyid, Rizky Nayzila
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.598

Abstract

Setelah Brasil, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tertinggi kedua di dunia. Saatini semakin banyak orang yang memilih menggunakan pengobatan tradisional karenakemudahan hidup dan semakin populernya pengobatan kontemporer. Berdasarkan pengetahuan yang tinggi, salah satu cara paling sederhana untuk mendapatkanantioksidan adalah melalui limbah biji alpukat (Persea americana Mill.). Penelitiansebelumnya menunjukkan bahwa kandungan metabolit pada alpukat memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan sangat penting untuk melindungi jaringan tubuh darikerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Sebagai upaya menghentikan penuaan dini akibat radikal bebas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji aktivitas antioksidan formulasi nano gel dari limbah biji alpukat (Persea americana Mill.) dengan metode DPPH yang sebelumnya diawali dengan uji daya lekat dengan melihat seberapa lama daya lekat yang dihasilkan dari sediaan, uji stabilitas dengan melihat bagaimana kestabilan suatu sediaan dengan suhu penyimpanan yang ekstrim, uji homogenitas dengan melihat apakah sediaan yang dibuat tercampur rata, uji daya sebar dengan melihat seberapa lebar ukuran daya sebar suatu sediaan , uji pH dengan melihat apakah pH dari sediaan aman untuk kulit wajah, dan uji mutu organoleptik dengan melihat berbagai bentuk dari sediaan. Berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, setiap formulasi pada penelitian ini memenuhi persyaratan nano gel yang baik berdasarkan literatur. Dimana uji organoleptik pada F1, F2, Dan F3 mempunyai bentuk gel, berwarna orange kecoklatan, dan memiliki aroma alpukat yang tidak mengalami perubahan selama selama pengujian. Hasil uji pH F1 5, F2 5 dan F3 5; uji daya sebar F1 3,9cm, F2 3,1cm dan F3 3,9cm; uji homogenitas F1, F2 dan F3 semuanya homogen; uji daya lekat F1 3,46 detik, F2 1 detik dan F3 2,54 detik; kemudian uji stabilitas uji yang terbaik pada F1; dan ujiantioksidan F1 52.72 kuat, F2 227.16 sangat lemah dan F3 140.54 sedang. Dari ketiga Formula tersebut gel yang paling baik dari segi fisik dan efektivitas adalah formula 1.
Formulasi Sediaan Mouthwash Antibakteri Infusa Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan Daun Serai (Cymbopogon citrates) Terhadap Streptococcus mutans Rahmah, Andi Fikrah; Mursyid, Murni; Hurria, Hurria; Meylany, Fhany; Husna, Asmaul; Nabilah, Andi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.600

Abstract

Kesehatan rongga mulut sangat penting karena memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu penyakit gigi ini adalah karies gigi yang merupakan salah satu penyakit multifaktorial yang menyebabkan kerusakan jaringan keras gigi, yang dimana penggunaan moutwash dengan bahan kimia sintetis untuk jangka waktu yang lama berisiko pada kesehatan yang bisa menimbulkan efek samping pada penggunanya. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif lain dalam mengatasi masalah kesehatan rongga mulut dengan menggunakan bahan alam yang murah, aman, dan efektif. Bahan alam yang berkhasiat sebagai antibakteri adalah daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) menggandung zat aktif berupa flavonoid, saponin, fenol, tanin, glikosida, minyak atsiri dan triterpenoid dan daun serai (Cymbopogon citratus) yang mengandung senyawa berupa alkaloid, flavonoid, dan beberapa monoterpen. Tujuan penelitian ini untuk membuat Inovasi sediaan mouthwash antibakteri infusa daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan daun serai (Cymbopogon citrates) dan mengetahui efektivitas dari sediaan mouthwash terhadap Streptococcus mutans. Hasil penelitian menunjukkan pada uji organoleptis, uji pH, uji stabilitas, uji viskositas telah memenuhi persyaratan evaluasi sediaan. Sedangkan pada uji aktivitas antibakteri untuk konsentrasi yang paling efektif adalah Formula 3 dengan diameter zona hambat 18,12 mm dengan kategori kuat.
Evaluasi Kinerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit Swasta X di Karanganyar Dengan Metode Balanced Scorecard Muslihatin, Muslihatin; Peranginangin, Jason Merari; Wijayanti, Tri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.603

Abstract

Metode BSC merupakan salah satu alat ukur yang efisien dalam mengukur kinerja rumah sakit. IFRS Swasta X di Karanganyar belum pernah melakukan analisis kualitas sistem pelayanan terhadap pelanggan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas IFRS Swasta X di Karanganyar melalui metode BSC dengan melihat dari perspektif: keuangan, bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan, kepuasan pelanggan, serta didukung analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data secara retrospektif dan concurrent yang dilaksanakan di IFRS Swasta X di Karanganyar. Data dianalisis secara deskriptif analitik dan dibandingkan terhadap standar. Uji gap lima dimensi kualitas pelayanan antara kenyataan dan harapan diolah menggunakan metode Wilcoxon, selanjutnya dilakukan analisis SWOT. Hasil penelitian membuktikan bahwa kinerja IFRS Swasta X Karanganyar dengan pendekatan perspektif keuangan TOR 1-48 kali, GPM dan GROS memenuhi standar; perspektif proses bisnis internal yang meliputi ketersediaan obat tercapai 100%, dispensing time obat belum memenuhi standar, kepatuhan FORNAS 80,95±0,87%; perspektif bisnis pembelajaran dan pertumbuhan yang meliputi kepuasan, semangat kerja, dan turn over karyawan telah memenuhi standar, serta SIMRS perlu dilakukan pengembangan; perspektif pelanggan dan keterjaringan pasien tinggi. Analisis SWOT IFRS Swasta X di Karanganyar perlu menyusun strategi pengembangan untuk jangka panjang. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja IFRS Swasta X di Karanganyar dengan pendekatan BSC perspektif keuangan, bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan, dan pelanggan telah memenuhi standar operasional rumah sakit.
Preliminary study: ?-glucosidase Inhibition Ethanolic Extract from Pogeh-Pogeh (Alpinia denticulata (Ridl.) Holttum) Putra, Nanda; Al-Amin, Jihan Hanifah; Wahyuni, Fitratul
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.609

Abstract

?-glucosidase inhibitor is a potential antidiabetic drug in controlling the blood glucose in diabetic patients. This study aims to screen the inhibitory activity of various parts of Alpinia denticulata against the ?-glucosidase enzyme through in-vitro testing. As a preliminary study, the 70% ethanolic extract of the Alpinia denticulata including rhizome, stem, leaf, and fruit was evaluated for inhibition of ?-glucosidase, together with total phenolic content and the toxicity based on the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Each part of the plant extract showed a higher IC50 value than acarbose as a positive control (IC50 of fruit extract = 14.39 ?g/ml, IC50 of leaf extract 6.13 ?g/ml, IC50 of stem extract 20.57 ?g/ml, rhizome extract 126.67 ?g/ml and acarbose 172.02 ?g/ml). Interestingly, each of the extract also showed different quantities of total phenolic content in the same order as their IC50 in inhibiting ?-glucosidase activity. Additionally, the BSLT showed that only the leaf and stem are in the non-toxic group. Based on the assay, it suggested that this plant has the potential to be investigated as an antidiabetic drug.