cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)
ISSN : 23564075     EISSN : 26562456     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JAMBS (Jurnal Analis Medika Bio Sains) is a journal that provides a forum for publishing articles related to food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology. Scientific articles dealing with the following topics in food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Hematocrite Values With High Measurement Of Eritrosit After Centrifugation On Serum Making Yunan Jiwintarum; Lalu Srigede; Rifki Khalidi Asyhaer
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v7i2.193

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah nilai hematokrit darah dapat diukur dengan pengukuran tinggi endapan eritrosit setelah disentrifugasi pada pembuatan serum.  Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Banyaknya perlakuan ada tiga, yaitu pembuatan serum dengan sentrifugasi kecepatan 3000 rpm selama 5 menit, 10 menit, dan 15 menit.  Data yang dikumpulkan berupa nilai hematokrit dengan sentrifugasi pada pembuatan serum dibandingkan dengan nilai hematokrit dengan metode mikrohematokrit. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan bahwa rerata nilai hematokrit dengan metode mikrohematokrit adalah 46%, sedangkan rerata nilai hematokrit dengan pengukuran tinggi endapan eritrosit pada pembuatan serum setelah disentrifugasi selama 5 menit, 10 menit, dan 15 menit adalah 58,5%, 57,6%, dan 48,1%. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan hasil pemeriksaan metode mikrohematokrit dan pemeriksaan dengan sentrifugasi 5 menit maupun 10 menit. Sedangkan antara metode mikrohematokrit dan pemeriksaan dengan sentrifugasi 15 menit tidak ada perbedaan yang signifikan. Kesimpulan : Pengukuran tinggi endapan eritrosit setelah disentrifugasi selama 15 menit pada pembuatan serum dapat digunakan untuk pemeriksaan hematokrit.
Indeks Formula Eritrosit Untuk Uji Skrining Talasemia Beta Minor Doni Setiawan; Hendri Setiawan; Ary Nurmalasari
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.247

Abstract

Erythrocyte indices have been used as the first indicator in screening for beta-thalassemia minor. However, iron deficiency in hemoglobinopathies can reduce the sensitivity of screening, and the spectrum of mutations of different hemoglobinopathies between populations will result in discontinuation of the results of different erythrocyte indices. The research objective in this study was to determine the description of the erythrocyte indices used to screen for beta-thalassemia trait in Ciamis. The research method used in this study was a quantitative descriptive, using a cross-sectional study, data collection had been done during March-May 2021. The subjects of this study were 104 parents of a beta-thalassemia trait who have children with a beta-thalassemia major in Ciamis. The examination parameters used were complete blood count, with processing twenty-six erythrocyte formula index values. Ninety-two respondents were included in the inclusion criteria. The results of the erythrocyte indices in beta-thalassemia trait are England and Fraser, RBC, Mentzer, Srivastava, Shine and Lal, Ricerca, Green and King, Das Gupta, Jayabose, Telmissani-MCHD, Telmissani-MDH, Huber-Herklotz, Kerman I, Kerman II, Sirdah, Ehsani, Keikhaei, Nishad, Wongprachum, Sehgal, Pornprasert, Sirachainan, Bordbar, Matos and Carvalho and CRUISE has cut-off value in that range according to previous studies. Only the Bessman erythrocyte indices has a value of 17, exceeding the cut-off. Twenty-five erythrocyte indices with cut-off value according to previous studies can be used for beta-thalassemia screening in Ciamis, except for the Bessman erythrocyte indices.
Uji Kontaminasi Bakteri Pada Spons Pencuci Piring Ibu Rumah Tangga Berdasarkan Lama Penggunaan Arista Suci Andini; Putri Sari Uswatun Hasanah; Syuhriatin Syuhriatin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.238

Abstract

Spons pencuci piring merupakan tempat yang ideal untuk mikroorganisme seperti bakteri berbahaya dan patogen lainnya seperti e-coli, Staphylococcus aureus, dan salmonela. Spons umumnya digunakan di dapur untuk keperluan mencuci peralatan rumah tangga seperti piring, gelas, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang terdapat pada spons pencuci piring yang digunakan oleh ibu rumah tangga. Identifikasi dilakukan dengan metode inokulasi rendaman air spons pencuci piring dimana metode ini berfungsi untuk mengetahui spesies bakteri kontaminan yang tumbuh pada sampel. Penelitian ini menggunakan 3 populasi responden yang dengan rentang waktu penggunaan yang berbeda antara 2 minggu, 4 minggu, dan 6 minggu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kontaminasi bakteri pada rentang waktu 6 minggu. Hasil identifikasi menunjukkan mikroba yang tumbuh adalah E-coli yang merupakan bakteri pathogen. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa sampel spons dengan pemakaian lebih dari 4 minggu menunjukan hasil Positif kontaminasi bakteri  E-coli sehinggadapat disimpulkan  rentang waktu yang aman dalam penggunaan spons untuk diganti adalah adalah 4 minggu.
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kadar Alkohol Arak (Ballo’) di Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulfi Upi Hasan; Fadillah Fadillah
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.249

Abstract

Arak is one traditional drink types that is included in the alcoholic beverage class. It is obtained from fermented foods containing sugar. One of alcohol type that is tested for levels is ethanol. This is a transparent liquid that easily evaporates and mixes with water. One of the factors that affect ethanol content is the lenght of fermentation. This research aimed to know the lenght effect of fermentation on alcohol level of arak (Ballo’) at Binamu subdistrict of Jeneponto regency with variety of time namely 0, 1, 3, 5 until 7 days. This research is expected to be recommended to community about the suggested length of fermentation. Method of research was experimental using sample of fresh ballo’ that had distinctive and sweet smell. The result of research indicated that the length variant of fermentation for 0 day was 5,52%, 1 day was 9,81%, 3 days were 19,66%, 5 days were 21,15 % and 7 days were 18,92%. The obtained level achieved quality standard based on National Agency of Drug and Food Control (BPOM) No. 14/2016 and according to result of statistical test obtained, the fermentation lenght has a very significant effect on the ethanol content produced.
Prevalensi dan Hubungan Higiene Sanitasi Terhadap Kontaminasi Telur STH pada Sayur Kemangi (Ocimum basilicum L.) yang Dijual Sebagai Hidangan Lalapan di Kecamatan Semarang Barat Benaya Yamin; Rizka Anindya Priaryuningtyas; Reswari Galuh
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.227

Abstract

Sayur lalapan merupakan makanan pendamping yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di Pulau Jawa. Salah satu jenis sayuran yang umum dikonsumsi sebagai lalapan adalah kemangi (Ocimum basilicum L.). Sayur lalapan dapat berperan sebagai sumber infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) karena dikonsumsi dalam keadaan mentah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui prevalensi dan pengaruh hygiene sanitasi terhadap kontaminasi STH pada daun kemangi yang dijual sebagai lalapan di Kecamatan Semarang Barat. Peneltian dilakukan secara deskriptif dan eksperimental. Penelitian deskriptif merupakan penelitian cross-sectional pada 40 pedagang kaki lima (PKL) ayam goreng yang menggunakan kemangi sebagai lalapan di Kecamatan Semarang Barat. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan metode sedimentasi. Penelitian eksperimental dilakukan pada sampel kemangi dengan 4 perlakuan: control, pencucian air terendam, pencucian air mengalir, dan pencucian dengan sabun pencuci sayuran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat prevalensi kontaminasi STH sebesar 25% pada lalapan kemangi di Semarang Barat. Hasil uji Regresi Ordinal menunjukkan kebiasaan mencuci sayuran dan sumber air tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p > 0,05), sementara perilaku mencuci tangan menunjukkan pengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap kontaminasi STH pada lalapan kemangi. Uji chi-square menunjukkan perlakuan pencucian air terendam dan air mengalir tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Pencucian dengan sabun sayur dapat menghilangkan 100% kontaminasi telur STH pada kemangi. PKL sebaiknya melakukan pencucian kemangi dengan air sabun untuk menurunkan resiko infeksi STH pada para konsumen.
Hubungan Antara Kandidiasis Pada urine Wanita Penderita Diabetes Mellitus Dengan Nilai Positivitas Glukosuria Di Wilayah Kerja Puskesmas Narmada Fatima Az-zahro; Erna Kristinawati; Zainal Fikri
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.239

Abstract

Kandidiasis pada daerah kewanitaan dapat menyebabkan gatal dan keputihan yang sering dianggap sebagai hal yang umun dan tidak berbahaya. Salah satu faktor predisposisi yang dapat mengubah sifat saprofit Candida sp. menjadi patogen yaitu diabetes mellitus. Hiperglikemia pada penderita diabetes mellitus yang tidak terkontrol menyebabkan filtrasi glomerulus pada ginjal mengandung lebih banyak glukosa daripada yang direabsorpsi sehingga terjadi glukosuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kandidiasis pada urine wanita penderita Diabetes Mellitus dengan nilai positivitas glukosuria di wilayah kerja Puskesmas Narmada.Penelitian ini merupakan penelitian Survei Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 orang. Sampel urin pada wanita penderita Diabetes Mellitus diperiksa glukosurianya terlebih dahulu, kemudian urine disentrifuge dan diamati keberadaan jamur penyebab Kandidiasis pada sedimen urinnya. Berdasarkan pemeriksaan glukosuria dan kandidiasis, dari 8 sampel yang positif (+1) glukosuria terdapat 1 sampel positif kandidiasis, dari 3 sampel yang positif (+2) glukosuria terdapat 2 sampel yang positif kandidiasis, dan 13 sampel lainnya negatif glukosuria maupun kandidiasis. Hasil uji Chi square menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0,007 < 0,05.Secara statistik, ada hubungan antara kandidiasis pada urine wanita penderita diabetes mellitus dengan nilai positivitas glukosuria di wilayah kerja Puskesmas Narmada. Namun bila dikaji secara klinis, maka keduanya tidaklah berhubungan, sebab kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus yang ≥200 mg/dL merupakan ambang batas ginjal yang seharusnya dapat menyebabkan timbulnya glukosuria, sehingga apabila glukosurianya negatif maka kandidiasisnya pun akan negatif.
Perbandingan Kadar Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF- α) Pada Tukang Parkir 1-3 Tahun dan >3 Tahun Dengan Metode ELISA Ahmad Hidayat; Aprilia Indra Kartika; Meutia Srikandi Fitria
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.237

Abstract

Polusi udara terdiri atas campuran substansi-substansi kimia dalam bentuk gas dan zat-zat radikal bebas. Radikal bebas yang masuk ke dalam saluran napas secara langsung dapat mengganggu mekanisme pertahanan antioksidan tubuh serta dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan atau oksidasi pada lipid, protein dan DNA pada sel. Radikal bebas yang masuk akan di detoksifikasi oleh sel makrofag, neutrofil, eosinofil dan sel epitel. Hasil dari detoksifikasi radikal bebas oleh sistem pertahanan tubuh berupa Reactive Oxygen Species (ROS), yang kemudian memicu pelepasan sitokin-sitokin proinflmasi salah satunya ialah Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-????). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar TNF-???? pada tukang parkir 1-3 tahun dan >3 tahun menggunakan metode ELISA, sampel yang digunakan adalah tukang parkir dengan lama kerja 1-3 tahun sebanyak 10 serum dan >3 tahun sebanyak 10 serum. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar rata-rata TNF-???? pada sampel serum tukang parkir dengan lama kerja >3 tahun (1995.0565 pg/ml) lebih tinggi dibandingkan dengan masa kerja 1-3 tahun (1962.7485 pg/ml) sehingga lebih beresiko terkena penyakit paru obstruktif kronis, kanker paru, penyakit jantung koroner, aterosklerosis dan penyakit kardiovaskuler.
Potensi Air Kelapa Muda Dan Air Kelapa Obat Terhadap Pertumbuhan Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) Dengan Metode Dilusi Finda Rizky Putri Prabowo; Ikhsan Mujahid; Arif Mulyanto
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.235

Abstract

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus merupakan strain S. aureus yang telah resisten terhadap aktivitas antibiotik golongan β-laktam, termasuk golongan penicillinase-resistant penicillins (oxcacillin, methicillin, nafcillin, cloxacillin, dicloxacillin), cephalosporin dan carbapenem. Kelapa yang sering dimanfaatkan sebagai obat yaitu kelapa muda kulit hijau dan kelapa obat atau sering disebut dengan kelapa wulung yang ditandai dengan bagian mesokarp (sabut) berwarna merah muda. Kelapa wulung memiliki khasiat untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan air kelapa muda dan air kelapa obat dalam mempengaruhi pertumbuhan bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Penelitian ini dilakukan secara true eksperimental dengan rancangan pre test post test control group design. Terdiri dari 6 kelompok dengan 2 kelompok sebagai kontrol positif dan kontrol negatif serta 4 kelompok diberi perlakuan air kelapa muda kulit hijau, air kelapa muda kulit coklat, air kelapa obat kulit hijau, dan air kelapa obat kulit coklat. Jumlah bakteri sebelum dan sesudah perlakuan dihitung secara langsung menggunakan haemocytometer dan tidak langsung ditumbuhkan pada medium MHA. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli-Oktober 2020. Data dianalisis dengan uji repeated ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh air kelapa terhadap jumlah bakteri MRSA dengan metode langsung, metode tidak langsung, dan perbandingan antara metode langsung dan tidak langsung. Air kelapa obat kulit coklat paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri MRSA dengan penurunan jumlah bakteri 8,2 x 105 ± 5,27 x 105 CFU/mL sebelum perlakuan menjadi 1,7 x 105 ± 9,01 x 104CFU/mL setelah perlakuan pada metode tidak langsung.
Efektivitas Madu Dalam Kemasan Terhadap Rasa Tanpa Testis Bakteri Salmonella typhi Bastian Darwin; Melli Marlina
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.241

Abstract

Demam tifoid atau typhus abdominalis adalah suatu infeksi akut yang terjadi pada usus halus disebabkan oleh bakteri gram negatif Salmonella typhi yang ditransmisikan melalui makanan maupun minuman yang terkontaminasi oleh feses atau urin dari orang terinfeksi. Madu kemasan adalah madu yang dibuat dari madu murni pilihan yang sebelumnya telah diproses sedemikian rupa secara steril dan higienis kemudian dikemas dengan berbagai ukuran dan harga yang lebih terjangkau dari pada madu alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas madu kemasan terhadap daya hambat bakteri Salmonella typhi. Jenis penelitian ini dilakukan dalam bentuk eksperimen murni yang dianalisa secara diskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk diagram sederhana. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang dengan menggunakan metode disk difusi cakram kertas. Hasil penelitian ini didapatkan rata – rata efektivitas madu kemasan terhadap daya hambat bakteri Salmonella typhi pada konsentrasi 25% tidak terbentuk, 50% sebesar 2,4 mm dan 75% sebesar 5,4 mm dengan uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0,006. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu madu  kemasan dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% tidak memiliki efektivitas terhadap daya hambat bakteri Salmonella typhi.
Pengaruh Hemolisis Terhadap Nilai Trombosit Dengan Menggunakan Metode Direct Counting Nurmalita Putri Nugrahena; Tantri Analisawati Sudarsono; Linda Wijayanti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.228

Abstract

Hemolisis yaitu pecahnya sel darah merah dan keluarnya hemoglobin ke plasma. Hemolisis dapat terjadi secara in vitro dan in vivo. Sampel yang hemolisis dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat menyebabkan kesalahan diagnosis, terapi dan prevensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh hemolisis terhadap nilai trombosit dengan menggunakan metode penghitungan serta penilaian trombosit dari sampel darah yang tidak lisis dan dilisiskan secara in vitro. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental pada bulan Juli 2020 di Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 14 sampel.Perhitungan nilai trombosit dilakukan menggunakan metode penghitungan langsung.  

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 2 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ANALIS MEDIKA BIO SAINS Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains More Issue