cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)
ISSN : 23564075     EISSN : 26562456     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JAMBS (Jurnal Analis Medika Bio Sains) is a journal that provides a forum for publishing articles related to food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology. Scientific articles dealing with the following topics in food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Hubungan Titer Widal Dengan Jumlah Limfosit Dan Trombosit Pada Pasien Demam Typhoid Di Puskesmas Gunungsari Lombok Barat Fitriyani Fitriyani; Iswari Pauzi; Yudha Anggit Jiwantoro
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.245

Abstract

Demam typhoid merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Infeksi Salmonella typhi bersifat bakterimia yang masuk ke dalam usus halus kemudian menyebar ke sumsum tulang. Diagnosis Samonella typhi menggunakan uji widal dan pemeriksaan darah rutin. Uji Widal dan pemeriksaan darah rutin untuk melihat mekanisme tubuh terhadap limfosit dan trombosit yang diproduksi di sumsum tulang dan berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap adanya infeksi. Bila bakteri ini sampai ke sumsum tulang maka akan menghambat pembentukan limfosit dan trombosit. Hal ini juga disebabkan adanya endotoksin dari bakteri sehingga pada kasus demam typhoid terjadinya limfositosis dan trombositopenia. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan titer widal dengan jumlah limfosit dan trombosit pada pasien demam typhoid. Metode penelitian: Observasional Analitik. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 24 sampel dengan menggunakan data primer. Data yang dikumpulkan berupa titer widal dengan jumlah limfosit dan trombosit. Kemudian diolah menggunakan uji statistik Korelasi Person. Hasil Penelitian: Rerata limfosit pada antigen O dengan titer 1/160 adalah 24,84%, titer 1/320 adalah 43,95%, rerata trombosit dengan titer 1/160 adalah 312.000 µL dan titer 1/320 adalah 230.750 µL. Sedangkan pada antigen H rerata jumlah limfosit dengan titer 1/160 adalah  35,48% dan titer 1/320 adalah 39,86%. Rerata jumlah trombosit dengan titer 1/160 adalah 196.670 µL dan titer 1/320 adalah 158.000 µL. Hasil uji statistik p>0,05. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan titer widal dengan jumlah limfosit dan trombosit pada pasien demam typhoid di Puskesmas Gunungsari Lombok Barat.
Hubungan Kepadatan Parasit Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Penderita Malaria Asimtomatik Di Gunung Sari Ermadiana Agustin; Ersandhi Resnhaleksmana; I Wayan Getas
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.260

Abstract

Malaria is an infectious disease that still provides a high morbidity rate in the world.  Malaria affects almost all blood components, one of which is hemoglobin levels. In malaria infection, there is a decrease in hemoglobin levels due to the destruction of excessive red blood cells by the malaria parasite. Asymptomatic malaria infection plays an important role in malaria transmission as it is a major influence on ongoing treatment-based malaria control programs. The research objective in this study was to know the effects of parasite density on hemoglobin levels in patients with Asymptomatic Malaria disease in Gunung Sari. The research study used is an analytic observational study with a Cross-Sectional approach with the Accidental sampling method and the Consecutive sampling method. The result of the study is out of the 14 samples diagnosed with asymptomatic malaria, 12 people (85.7%) had a mild degree of parasitemia based on parasite density calculations (8-800 / μl), and 2 people (14.3%) had moderate degrees of parasitemia (801- 8800 / μl). As many as 6 people (42.9%) had normal Hb levels, and 8 people (57.1%) had Hb levels below normal values. The conclusion of this study proved that there is a significant correlation between parasite density and hemoglobin levels in asymptomatic malaria patients in Gunung Sari. 
Profil differential count pada penderita hepatitis B di RSUD Patut Patuh Patju Kabupaten Lombok Barat aini aini aini; Ika Nurfajri Mentari; Laelatur Zahrah
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.253

Abstract

Hepatitis B merupakan penyakit sistemik yang menyerang organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B, penyakit ini bersifat menular. Hepatitis masih menjadi masalah kesehatan di dunia terutama di Negara berkembang termasuk Indonesia. Hepatitis B dapat dideteksi dengan pemeriksaan immunokromatografi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan differential count. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil differential count / hitung jenis leukosit pada penderita Hepatitis B. Penelitian ini bersifat Deskriptif Observasional Analitik dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional Analitik. Penelitian dilakukan di RSUD Patut Patuh Patju terhadap 48 sampel pasien hepatitis dengan HBsAg positif. Hasil yang didapat berupa pemeriksaan Differential count untuk jenis leukosit yang normal Basofil 46 orang (95,83%) Eosinofil 12 orang (25%) Neutrofil 19 orang (39,59%) Limposit 9 orang (18,75%) Monosit 35 orang (72,91%). Untuk jenis basofil tidak mengalami penurunan frekuensi 0 (0%), dan yang mengalami penurunan eosinofil 26 orang (54,16 %) neutrofil 1 orang (2,08%) limposit 39 orang (81,25 %) monosit 1 orang (2,08 %) .Jenis leukosit yang mengalami peningkatan basofil 2 orang (4,16%) eosinofil 10 orang (20,83 %) neutrofil 28 (58,33 %) limposit 0 (0%) monosit 12 orang (25 %). 
Perbedaan Jumlah Trombosit Pada Produk Trombosit Konsentrat (TC) Yang Berasal Dari Kantong Darah 350 Ml Dan 450 Ml di UTD PMI Kota Surabaya Tahun 2019 Yustisia Amalia; Wiwid Samsulhadi; Darmawati Darmawati
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.243

Abstract

Salah satu produk darah yang di hasilkan oleh UTD adalah trombosit, Untuk menjamin kualitas dan kuantitas trombosit dapat dinilai dari jumlah trombosit, suhu simpan, goyangan, permeabilitas kantong darah, dan pH serta ada tidaknya kontaminasi bakteri. Trombosit didapat dari Whole Blood( WB ) yang ditampung ke dalam sistem kantong darah steril dengan kantong transfer yang terintegrasi, kandungan trombosit tersuspensi didalam plasma, pengawasan mutu komponen trombosit dapat dilakukan dengan pemeriksaan jumlah trombosit terhadap produk TC yang telah dihasilkan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah trombosit per unit pada produk TC antara volume kantong darah 350 ml dan 450 ml. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan penedekatan cross-sectional. Data yang didapatkan dianalisa secara langsung, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari  sampai October 2019  di Laboratorium Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Kota Surabaya. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini merupakan hasil data pemeriksaan sampel produk TC yang berjumlah 44 sampel produk TC.Dari hasil penelitian membuktikan bahwa Jumlah trombosit dalam suatu produk TC yang dapat dikoleksi, dapat dipengaruhi oleh volume kantong darah whole blood sebagai bahan awal dari pembuatan suatu produk TC.
Perbedaan Waktu Penambahan Reagen AHG Berpengaruh Terhadap Hasil Pemeriksaan Uji Silang Serasi Metode Tabung Syaqina Rassajati; Diani Mentari; Relita Pebrina; Hieronymus Rayi Prasetya
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.267

Abstract

Transfusi darah adalah proses pemberian darah dari seseorang (donor) kepada orang lain (resipien) yang bertujuan untuk mengganti darah hilang akibat perdarahan, mengatasi shock, memelihara serta mempertahankan kesehatan resipien. Analisis pretransfusi khususnya pada uji serologi sangat diperlukan untuk menjamin darah yang ditransfusikan aman dan tidak menyebabkan reaksi transfusi. Proses pencocokan darah donor dan dengan darah pasien/resipien dilakukan melalui uji. uji silang serasi (crossmatch). Uji silang serasi dapat dilakukan melalui 2 metode yaitu yaitu menggunakan tabung dan gel card. Uji silang serasi metode tabung terdiri dari 3 fase yaitu fase 1, fase 2 dan fase 3. Pada Fase 3 merupakan tahapan yang paling berpengaruh, karena ada penambahan Anti Human Globulin (AHG). Reagen AHG berisi immunoglobulin yang berfungsi sebagai penghubung antibodi inkomplit (antibodi IgG yang menyelubungi eritrosit), sehingga akan terdeteksi melalui terbentuknya aglutinasi (gumpalan). Namun perlu diketahui bahwa ikatan antar antibodi tidak dapat bertahan lama. Ikatan antar antibodi (AHG dan antibodi inkomplit) dapat terlepas kembali (disosiasi), sehingga hasil pemeriksaan dapat menjadi false negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah waktu penambahan AHG mempengaruhi derajad aglutinasi pada saat uji silang serasi. Penelitian ini menggunakan metode uji silang serasi metode tabung dengan menggunakan golongan darah O rhesus positif sebagai sampel. Analisis data dilakukan melalui pengamatan derajat aglutinasi pada tiap fase uji silang serasi. Pada penelitian ini, adanya perbedaan waktu penambahan AHG mempengaruhi hasil pemeriksaan uji silang serasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah efektifitas penambahan AHG pada uji silang serasi metode tabung yaitu pada menit ke 2-10 menit.
Efektifitas Penggunaan Platelet Agitator Terhadap Jumlah Trombosit Di UTD PMI Kota Surabaya Tahun 2019 Sasi Widuri; Putu Ayu Dhana Reswari; Faradila Nuraeni
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.244

Abstract

Selama penyimpanan, aktivitas metabolic dari trombosit dan residual leukosit berlanjut untuk mengkonsumsi nutrient dan menghasilkan produk metabolik yang berbahaya. Aktivasi faktor pembekuan, celular debris, dan enzim proteolitik ditemukan dalam plasma suspensi yang berefek kurang baik terhadap trombosit. Banyak perubahan structural pada sitoskeleton trombosit dan antigen di membrane permukaan selama penyimpanan dan berhubungan dengan buruknya recovery dan survival post transfusi in vivo. Tes in vitro yang digunakan untuk menilai perubahan pada trombosit umumnya hanya jumlah trombosit, volume konsentrat, pH selama 5 hari, dan leukosit. Komponen Trombosit harus disimpan pada Platelet Agitator dengan suhu penyimpanan 22oC ± 2oC. Penelitian ini dilaksanakan di UTD PMI Kota Surabaya. Untuk melihat efektifitas penyimpanan komponen Trombosit pada Platelet Agitator. Berdasarkan hasil uji mutu internal untuk produk TC di UTD PMI Kota Surabaya pada tahun 2019 dari 30 kantong darah. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan Januari – April 2019. Hasil penelitian : Kadar Trombosit mengalami kenaikan kualitas baik pada produk komponen darah Trombosit sebanyak 15 kantong darah (100%) dan mengalami penurunan kualitas kadar trombosit kurang baik sebelum menggunakan alat platelet agitator sebanyak 6 kantong darah (40%). Kesimpulan :Kadar Trombosit setelah menggunakan alat platelet agitator terdapat 15 kantong darah (100%) yang memenuhi spesifikasi. 
Edukasi Video “Pelai Berangkak” Terhadap Kepatuhan Pencegahan Penularan Malaria Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Penimbung Kurnia Rizki; Annisa Yuniarni
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.261

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium dan penularannya melalui vektor nyamuk Anopheles. Malaria dapat mewabah kembali jika program pencegahan tidak terus dilakukan. Pada kehamilan malaria dapat  menyebabkan terjadi perubahan suplai nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin menjadi terhambat, sehingga pertumbuhan janin dalam kandungan mengalami gannguan. Media penyuluhan dengan audio visual memberikan stimulus terhadap mata (penglihatan) dan telinga (pendengaran), Penggunaan video “pelai berangkak” untuk edukasi malaria diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan masyarakat khususnya ibu hamil dalam pencegahan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil terhadap pencegahan penularan malaria dengan pemberian video edukasi “pelai berangkak”. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment besar sampel 26 orang ibu hamil. dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh. dengan analisa data menggunakan analisis paired T-Test menggunakan software SPSS 16. Hasil uji Mann-Whitney menunjukan bahwa beda mean perilaku setelah intervensi pada kelompok PPT (Mean=7.58; SD=19.42) dan Vidio (Mean=19.42; SD=0.51) berbeda secara signifikan (p<0.001) yang menunjukkan bahwa kepatuhan ibu hamil terhadap pencegahan penularan malaria setelah intervensi video edukasi “Pelai Berangkak” mengalami peningkatan yang signifikan. Sehingga, kepatuhan ibu hamil terhadap pencegahan penularan malaria setelah intervensi video edukasi “Pelai Berangkak” lebih baik dibandingkan dengan kepatuhan ibu hamil setelah diintervensi menggunakan ppt.
Pengaruh Konsumsi Tuak Terhadap Kadar Asam Urat Pada Masyarakat Dewasa di Desa Jagaraga Timur Ni Komang Juliantini; Fihiruddin Fihiruddin; Yudha Anggit Jiwantoro
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.256

Abstract

Tuak is a type of alcoholic drink made from palm sugar. Excessive consumption of tuak continuously can increase the levels of uric acid in the body. Uric acid is the end product of purine metabolism. This study aimed to determine the effect of tuak consumption of uric acid levels in the adult community in East Jagaraga Village. This research is an analytical observation using a cross-sectional approach. The sampling technique was a simple random sampling of 48 people, namely 24 adults that consumed tuak and 24 adults who did not consume tuak. Data analysis in SPSS used an independent sample t-test. The average uric acid levels in 24 respondents that consumed and did not consume tuak were 7.46 mg/dl and 4.92 mg/dl, respectively. The results show that there is an effect of tuak consumption uric acid levels in the adult community in the East Jagaraga Village, this is shown in a probability value (p = 0.000) <0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted. From these results, it can be concluded that the consumption of tuak in the long term affects increasing uric acid levels.
Analisi Kandungan Timbal (Pb) Pada Air Sumur Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Kalipancur Kabupaten Purbalingga Dewi Kristiya Nugra Heny; Kurnia Ritma Dhanti; Dita Pratiwi Kusuma Wardani
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.224

Abstract

Air memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan manusia sebagai sumber air minum. Salah satu penyebab pencemaran air adalah logam berat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kandungan timbal (Pb) pada air sumur di sekitar TPA Kalipancur Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif pada bulan Agustus 2020 di Laboratorium Kimia Analisis dan Biologi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sebanyak 10 sampel air sumur diambil dengan radius 100-500 m dari TPA Kalipancur. Kadar timbal (Pb) diukur menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) dan dianalisis secara deskriptif numerik. Hasil penelitian menunjukkan kandungan timbal (Pb) pada seluruh sampel air sumur di sekitar TPA Kalipancur Kabupaten Purbalingga sebesar <0,01 mg/L. 
Pengaruh Pencucian Darah Domba dengan NaCl 0,85% Terhadap Pertumbuhan Bakteri Neisseria gonorrhoeae Pada Media CAP Agrijanti Agrijanti; Meidiana Intan Suryawatie Yomo; Ari Khusuma; Lale Budi Kusuma Dewi
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.259

Abstract

Neisseria gonorrhoeae is a fastidious organism. The growth medium for the bacterial culture of Neisseria gonorrhoeae is a Chocolate Agar Plate (CAP) medium enriched with additional nutrients such as sheep blood, vancomisin, nystatin, and isovitaleX. in general, the making of  CAP  is not washed (defibrinated) the sheep blood, in this research, the sheep blood was washed (defibrinated) with NaCl 0.85%. The purpose of the research is to determine the effect of washed sheep blood with NaCl 0.85% on the growth of Neisseria gonorrhoeae in CAP. The method of this research is a pre-experiment conducted in a laboratory to find out a symptom or effect that arises as a result of the treatment of the sample. The treatment in this research is CAP washed of sheep blood and CAP with unwashed sheep blood as a control. The result is the colonies that grew on CAP treatment were better than colonies that grew on CAP control. The conclusion of this research is there is an effect of washed sheep blood with NaCl 0.85% on the growth of Neisseria gonorrhoeae in CAP medium. Neisseria gonorrhoeae adalah organisme yang bersifat fastidious. Media pertumbuhan untuk kultur bakteri Neisseria gonorrhoeae merupakan media Chocolate Agar Plate (CAP) yang diperkaya dengan nutrisi tambahan seperti darah domba, vancomisin, nistatin, dan isovitaleX. Untuk pembuatan media CAP pada umumnya tidak dilakukan pencucian darah domba, pada penelitian ini dilakukan pencucian darah domba dengan NaCl 0,85%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pencucian darah domba dengan NaCl 0,85% terhadap pertumbuhan bakteri Neisseria gonorrhoeae pada media CAP. Metode penelitian ini merupakan pre eksperiment yang dilakukan di laboratorium untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul sebagai akibat adanya perlakuan terhadap sampel. Perlakuan pada penelitian ini yaitu CAP dengan pencucian darah domba dan CAP yang tidak dilakukan pencucian darah domba sebagai kontrol. Hasil pertumbuhan koloni pada CAP perlakuan lebih baik daripada pertumbuhan koloni pada CAP kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pencucian darah domba dengan NaCl 0,85% terhadap pertumbuhan bakteri Neisseria gonorrhoeae pada media CAP.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 2 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ANALIS MEDIKA BIO SAINS Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains More Issue