cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)
ISSN : 23564075     EISSN : 26562456     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JAMBS (Jurnal Analis Medika Bio Sains) is a journal that provides a forum for publishing articles related to food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology. Scientific articles dealing with the following topics in food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Desain Sekuen Primer Dan Probe Quantitative Polymerase Chain Reaction Gen Spesifik RLEP Mycobacterium Leprae Asryadin Adhin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v7i1.159

Abstract

Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Diagnosis infeksi penting untuk tujuan studi epidemiologis, penegakan diagnosa serta pemberian terapi pengobatan yang tepat pada pasien terinfeksi. Kusta tahap awal sulit didiagnosis hanya melalui kriteria klinis karena sensitivitas pewarnaan yang cukup rendah. Selain itu, tes serologis berdasarkan antigen M. leprae  spesifik tidak mendeteksi semua kasus klinis karena sebagian besar pasien pada tahap infeksi paucibacillary (PB) tidak memberikan tingkat respons antibodi yang signifikan. Pengembangan metode deteksi M. leprae  berbasis qPCR dengan target sekuen gen RLEP penting dilakukan sehingga dapat dijadikan alternatif metode deteksi yang lebih baik Dalam penelitian ini, desain sekuen pasangan primer dan probe menggunakan teknologi bioinformatika.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan desain sekuen pasangan primer dan probe untuk pemeriksaan M. leprae  berbasis kuantitatif Polymerase Chain Reaction  menggunakan sekuen gen RLEP. Desain penelitian adalah deskriptif dengan jenis studi cross sectional. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian diperoleh : primer forward : 5’-GTGCGGCCACATTGACCA-3’ ’; primer reverse : 3’-GGCTGTGCTGAAGGCGATATC-5’ ’'dengan panjang amplikon 126 pasang basa, dan sekuen probe : 5’-CGCCGACACCTCAAGGCCA-3’. Sekuen pasangan primer dan probe memenuhi syarat untuk q-PCR.
Deteksi Metichilin Resistance Staphylococcus Aureus (MRSA) Pada Peralatan Medis Yang Digunakan Di Ruang Rawat Inap RSUD Provinsi NTB Santy Pristianingrum; Baiq Lely Zainiati; Zainul Muttaqin; Fergy Desy Puspita; Rolly Arman
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i1.220

Abstract

Methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah jenis bakteri yang timbul karena resistensi terhadap antibiotik, di pusat layanan kesehatan penyebaran bakteri-bakteri yang mengalami resistensi tersebut dapat melalui sentuhan pasien dengan tenaga medis atau peralatan medis yang digunakan di fasilitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan MRSA, resistensinya terhadap antibiotik serta mendeteksi keberadaan MRSA SSCmec tipe III. Sampel dari diafragma stetoskop dan manset tensimeter di ruang rawat inap RSUD Provinsi NTB, diperiksa secara mikrobiologi dan secara molekuler menggunakan teknik PCR (Polimerase Chain Reaction) menggunakan primer SSCmec Tipe III. Selama bulan Januari hingga Februari 2018 didapatkan sebanyak 20 sampel swab diafragma stetoskop dan 18 swab manset tensimeter. Pengambilan sampel dilakukan pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2018.  Hasil penelitian ditemukan sebanyak 2 isolat dari swab diafragma stetoskop (10%) dan 2 dari manset tensimeter (11.1%)  terdeteksi sebagai MRSA. Dari empat isolate tersebut semuanya masih sensitive terhadap Vancomycin, tiga isolate  resisten Clindamycin, Cefoxitin, dan Oxacilin, serta 1 isolat resisten Cefoxitin dan Oxacilin. Hasil pemeriksaan PCR pada 4 isolat MRSA menunjukkan tidak ditemukan MRSA SSCmec tipe III.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Areca catechu L. Dalam Menghambat Pertumbuhan Salmonella typhi Mega Selpiah; aini aini; Jumari Ustiawaty
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i1.210

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang merupakan penyakit endemik yang dapat menyerang banyak orang dan masih menjadi masalah kesehatan di daerah tropis terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Berbagai upaya pencegahan, pengobatan dan terapi yang telah dilakukan untuk mengurangi permasalahan infeksi bakteri. Alternatif baru yang terus diteliti dan dikembangkan adalah pengobatan menggunakan tanaman herbal. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dalam pengobatan infeksi bakteri adalah tumbuhan pinang (Areca catechu L.) yang memiliki kandungan senyawa sebagai antibakteri seperti alkaloid, flavonoid dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji buah pinang (Areca catechu L.) dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi, untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak biji buah pinang (Areca catechu L.) dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilusi cair yang digambarkan sebagai efek bakteriostatik dan dilusi padat yang digambarkan sebagai efek bakterisidal. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratories dengan desain the post only control group desain dengan menggunakan analisa data uji statistik versi 16. Hasil penelitian ini adalah ekstrak biji buah pinang (Areca catechu L.) mampu menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak biji buah pinang (Areca catechu L.) didapatkan pada konsentrasi 1%. Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak biji buah pinang (Areca catechu L.) tidak didapatkan karena pada semua media Nutrient agar terdapat pertumbuhan bakteri. Adanya pertumbuhan bakteri tersebut memberikan makna bahwa ekstrak biji buah pinang (Areca catechu L.) hanya mampu menghambat (bakteriostatik) namun tidak mampu membunuh 
Variasi Waktu Pembacaan Setelah Stop Solution Terhadap Nilai Absorbansi Anti HBS Metode Elisa Budi - Santosa
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v7i2.192

Abstract

Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) is a biochemical technique used in the field of immunology to presence detection of antibodies or antigens in a sample. After providing a stop solution, it is necessary to know the right time for the absorbance reading. The purpose of this study was to determine the anti HBs titer with absorbance reading time variation (immediate, 30 minutes and 60 minutes). This research is an experimental study. The study population was D4 Health Analyst University Student Muhammadiyah Semarang Class 2018 after hepatitis B vaccination as many as 20. To know the difference in variation during the reading, Kruskal-Wallis test was conducted. The results showed the average absorbance at an immediate reading, 30, and 60 minutes complete in complete 1,931, 1,489, 1,276. Kruskal-Wallis statistical analysis obtained a p value of 0.00. The conclusion is obtained between the variation of absorbance reading time on the ELISA method
Efektivitas Penggunaan Cuka Apel (Apple Cider Vinegar) Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Staphylococcus Aureus Yang Diisolasi Dari Ulkus Diabetes Mellitus Alfiah Novianty; Agrijanti Agrijanti; Ari Khusuma
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i1.200

Abstract

Diabetic ulcers are a chronic complication of Diabetes Mellitus in the form of open sores on the surface of the skin. Staphylococcus aureus bacteria is one of the bacteria that causes infection in wounds. Staphylococcus aureus bacteria will flourish in areas that have infections. An increasingly severe infection will cause gangrene. As it is known that Apple vinegar contains chemicals that are as antibacterial. Therefore apple vinegar can be used as a treatment in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria. This study used a quasi-experimental design with 6 treatments, namely Tetracycline Antibiotics as a negative control of growth, sterile aquadest as a positive control of growth and apple vinegar with concentrations of 100%, 50%, 25%, and 12.5%. Then performed a statistical test using Kruskal Wallis with a confidence level of 95% or α = 0.05. Result: Sample Diabetic Foot Ulcer positively contained Staphylococcus aureus. Test the sensitivity that is done by using vinegar apple effective to inhibit the growth of Staphylococcus aureus at concentrations of 50% with a power resistor of 21.75 mm and a concentration of 100% by 24 mm. Conclusion: Apple Cider Vinegar effective to inhibit the growth of Staphylococcus aureus was isolated from Ulcer Foot Diabetic.
Inventarisasi Bahan Tambahan Makanan (BTM) Penyebab Positif Palsu Pada Uji Kualitatif Boraks Dengan Filtrat Ubi Ungu (Ipomoea Batatas L) Arista Suci Andini; Syuhriatin Syuhriatin; Diaul Maftuha
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v7i2.184

Abstract

Natrium Tetraborate (boraks) merupakan jenis bahan tambahan makanan (BTM) berfungsi sebagai sebagai pengawet  yang dilarang Kementerian Kesehatan RI No 235/Menkes/VI/1984. Konsumsi makanan yang mengandung boraks dapat  menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, ginjal, demam, anuria, koma, bahkan kematian. Analisa kualitatif boraks kini mulai dikembangkan memanfaatkan bahan-bahan alam, salah satunya ubi ungu. Ekstrak Ubi Ungu dapat digunakan sebagai pendeteksi boraks karena ekstrak Ubi Ungu mengandung senyawa antosianin. antosianin dapat mendeteksi adanya kandungan boraks pada makanan akan tetapi sering terjadi positif palsu pada uji. Penelitian ini dilakukan di Kesehatan Pengujian Kalibrasi dan Penunjang Medis Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan tujuan untuk mengetahui BTM yang menyebabkan munculnya positif palsu deteksi borak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Bahan tambahan makanan dengan hasil positif palsu pada uji kualitatif boraks dengan filtrat ubi ungu (Ipomoea Batatas L) yaitu Natrium Benzoat, Monosodium Glutamat, Natrium Tripoliposfat, Natrium Bikarbonat, Bikarbonat, Natrium Karbonat, Natrium Polipospat, dan Carboxyl Methyl Cellulose
Faktor Koreksi Nilai Laju Endap Darah (LED) Pada Penderita Tuberkulosis Menggunakan Metode Westergren dan Wintrobe Rizki Amalia Dewi; Siti Zaetun; Yudha Anggit Jiwantoro
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i1.215

Abstract

Pemeriksaan LED bermanfaat untuk memantau perjalanan penyakit dan memantau keberhasilan terapi penyakit kronik misalnya arthritis rheumatoid dan tuberculosis. Metode pemeriksaan LED diantaranya metode westergren dan wintrobe, kedua metode ini merupakan cara manual. Tujuan penelitian pada penelitian ini untuk mengetahui faktor koreksi nilai laju endap darah pada penderita tuberkulosis menggunakan metode westergren dan wintrobe. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat pre-eksperimen dengan 2 kelompok perlakuan LED yaitu diuji dengan metode westergren dan wintrobe. Hasil penelitian  didapatkan jumlah hasil pemeriksaan LED metode westergren 622 mm/jam dengan rerata 38,875 mm/jam dan jumlah hasil pemeriksaan LED metode wintrobe 520 mm/jam dengan rerata 32,5 mm/jam. Rentang nilai metode westergren 12-115 mm/jam, rentang nilai metode wintrobe 18-47 mm/jam kemudian hasil pemeriksaan LED dari metode westergren dan wintrobe dikalikan dengan faktor koreksi kemudian hasil perkalian akan dimasukkan dalam rentang nilai masing-masing metode, metode yang hasil perhitungannya lebih banyak berada dalam rentang nilai adalah metode yang lebih baik untuk melakukan pemeriksaan LED. Uji normalitas dan homogenitas tidak berdistribusi normal dan tidak homogen, maka dilanjutkan dengan uji statistik Mann Whitney. Dari tabel hasil analisis Mann Whitney menunjukkan nilai p 0,895 > 0,05. Karena nilai p lebih besar dari α 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara dua kelompok dengan begitu Ha ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini metode westergren adalah metode yang paling baik digunakan untuk melakukan pemeriksaan LED dari pada metode wintrobe karena hasil pemeriksaan metode westergren yang telah dikalikan dengan faktor koreksi lebih banyak berada dalam rentang nilai yaitu 15 hasil perkalian (93,75%).
Efek Imunostimulator Kubis (Brassica Oleracea Var. Capitata Alba) Terhadap Titer Imunoglobulin G (Ig G) Pada Kelinci Yang Diinduksi Dengan Sel Darah Merah Domba Nurul Inayati; Fihiruddin Fihiruddin; I Wayan Getas
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v7i2.196

Abstract

Kubis (Brassica aloracae var.capitata alba) adalah salah satu sayuran yang berpotensi sebagai imunostimulator. Kubis banyak megandung nutrien yang mempunyai nutrisi tinggi seperti vitamin, mineral, dietary fiber, glukosinolates, polyphenol dan phenolic acid. Disamping itu juga kubis mengandung peptida yang berperan sebagai imunoglobulin production stimulating factor (IPSF) sehingga dapat berfungsi sebagai imunostimulator yang akan dapat meningkatkan sistem imun tubuh dengan cara merangsang peningkatan sistem fagositik dan produksi interleukin 5. Penelitian ini merupakan penelitian ekprimental dengan desain statistic group comparation yang bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kubis (Brassica oleracea capitata alba) untuk meningkatkan pembentukan immunoglobulin G (IgG) pada kelinci yang diinduksi dengan sel darah merah domba 2 %. Hewan coba yang digunakan dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hewan coba yang akan digunakan adalah kelinci dengan berat 700 – 800 gr sebanyak 20 ekor yang akan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah dengan uji heamaglutinasi dengan mengamati terjadinya aglutinasi antara serum yang diambil dari darah kelinci dengan sel darah merah domba   (SDMD) 2 %. Rata-rata titer Imunoglobulin G (IgG) pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing adalah 2.26 µl/ml dan 1.62 µl/ml. Hasil uji statistik dengan paired t test dengan tingkat kepercayaan 0,95 % menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan ( p < 0,05) antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yaitu dengan nilai signifikannya adalah 0,043.
Skrining Penyakit Menular Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Umum Daerah Kwaingga Kabupaten Keerom Rini Prastyawati; Tika Romadhonni; Thiara Pradasari
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i1.205

Abstract

A research entitled Infectious Disease Screening for Pregnant Women at the Kwaingga, Keerom Regency. The purpose of this study was to determine the results of Hepatitis B and Syphilis screening in pregnant women at Kwaingga Keerom Regional Hospital. The population in this study were all patients who came for antenatal care at the Kwaingga Keerom District Hospital. The sample in this study was the blood of pregnant women used as serum with a total sample of 30 samples. The examination method is the immunochromatography method. This screening was carried out for 1 month, from January 20 to February 25, 2020. HBsAg and TP Rapid examination results obtained for HBsAg as many as 7% positive infected with Hepatitis B and 93% other negative results, and the results of TP Rapid examination were obtained results as much as 3% positive for syphilis and 97% were negative. so, from the results of HBsAg and TP Rapid examination, positive samples of hepatitis B and syphilis were still obtained in pregnant women at Kwaingga Keerom Regional Hospital.
Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelayakan Donor Darah di STIKes Santa Elisabeth Medan Tahun 2019 Paska Ramawati Situmorang; Widya Yanti Sihotang; Lilis Novitarum
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v7i2.195

Abstract

Donor darah adalah kegiatan menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Angka kematian akibat tidak tersedianya cadangan darah untuk transfusi pada negara berkembang relatif tinggi. Indonesia memiliki tingkat penyumbang sebanyak 6-10 orang per 1000 penduduk  yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan beberapa negara kecil di Asia. Meskipun ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah secara sukarela, tetapi banyak masyarakat yang gagal mendonorkan darahnya karena berbagai alasan kesehatan sehingga penting dilakukannya identifikasi masalah-masalah yang membuat calon pendonor darah  gagal memberikan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi status kelayakan donor darah dari dosen/mahasiswa STIKes Santa Elisabeth Medan tahun 2019 dan dianalisis berdasarkan hasil pemeriksaan dengan metode Naive Bayes Classifier. Data dievaluasi secara statistik menggunakan uji Chi square. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, karakteristik umum calon pendonor darah adalah mahasiswa/i, perempuan, kelompok usia 16-35 tahun, berat badan >50 kg dan status hemoglobin normal. Kami menemukan hanya ada 38.85% responden yang memiliki status “Boleh Donor” dengan karakteristik umum golongan darah 0 terbanyak, perempuan, usia 16-35 tahun, berat badan >50 kg dan semua responden memiliki kadar hemoglobin normal. Berdasarkan uji statistik yang dilakukan, terdapat hubungan erat antara berat badan dengan kondisi hemoglobin normal dan kondisi hemoglobin normal dengan status kelayakan donor, sedangkan jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kondisi hemoglobin maupun status kelayakan donor darah.  

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 2 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ANALIS MEDIKA BIO SAINS Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains More Issue