cover
Contact Name
Ari Khusuma
Contact Email
khusumaari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
khusumaari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)
ISSN : 23564075     EISSN : 26562456     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JAMBS (Jurnal Analis Medika Bio Sains) is a journal that provides a forum for publishing articles related to food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology. Scientific articles dealing with the following topics in food analysis, mikrobiology, hematolgy, clinical chemistry, parasitology, immunoserology, histology.
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Penyimpanan dan Penambahan Kurma Ajwa Terhadap Aktivitas Antioksidan Infused Water Stroberi dan Wortel Luh Putu Rahayu Candra Dewi; Indah Lestari; Christ Kartika Rahayuningsih; Maruni Wiwin Diarti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i1.274

Abstract

Radikal bebas merupakan senyawa yang sangat reaktif dan dapat merusak molekul pembentuk sel dalam tubuh sehingga terjadi kemunduran fungsi organ dan memicu timbulnya penyakit degeneratif. Infused water merupakan alternatif dalam proses detoksifikasi radikal bebas sekaligus pemenuhan kebutuhan cairan tubuh harian. Stroberi banyak dijadikan sebagai bahan utama infused water karena kandungan vitamin C yang tinggi dan dikombinasikan dengan wortel yang kaya akan beta karoten sedangkan kurma ajwa dijadikan sebagai penambah cita rasa. Kandungan antioksidan total dalam infused water mudah mengalami degradasi fisik maupun kimia selama proses penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan dan penambahan kurma ajwa terhadap aktivitas antioksidan infused water stroberi dan wortel. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan post test only control group design yang dilaksanakan di Laboratorium Proteomik Institute Tropical Disease Universitas Airlangga dan Laboratorium Kimia AMAMI Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Surabaya pada bulan Oktober 2019 sampai Juni 2020. Penelitian ini terdiri dari dua kelompok infused water dengan dan tanpa penambahan kurma ajwa yang disimpan selama 0 jam sebagai kontrol, 2 jam dengan pengisian ulang pertama dan 4 jam dengan pengisian ulang kedua pada suhu ruang (±28oC) dan suhu refrigerator (±10oC). Masing - masing sampel diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH yang dinyatakan dengan IC50 sedangkan untuk uji organoleptik dilakukan secara hedonik oleh panelis. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa penyimpanan dan penambahan kurma ajwa berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan infused water stroberi dan wortel (p<0,05). Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari infused water dengan penambahan kurma pada penyimpanan suhu ruang selama 2 jam dengan nilai IC50 sebesar 206,53 ppm yang menandakan aktivitas antioksidan sedang.
Modifikasi Bak Pengecatan pada Pembuatan Sediaan Apusan Darah Tepi Miftahul Jannah; Affan Ardiyanto
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.265

Abstract

Pembuatan preparat apusan darah tepi menjadi suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang tenaga laboratorium kesehatan. Sediaan apusan darah tepi merupakan bagian yang penting dari rangkaian pemeriksaan hematologi. Proses mengering-anginkan ini merupakan bagian penting yang dilakukan sebelum sediaan apusan darah tepi difiksasi dengan metil alkohol dan  bagian penting setelah selesai proses pengecatan. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses kering-anginkan sediaan apusan darah ini yang menjadi latar belakang membuat modifikasi bak pengecatan pada pembuatan sediaan apusan darah.Tujuan penelitian ialah melakukan modifikasi terhadap bak pengecatan pada pembuatan preparat apusan darah tepi dan mengefisienkan waktu pembuatan preparat apusan darah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan memodifikasi bak pengecatan yang terbuat dari bahan akrilik berukuran 30cm x 10cm x 10cm yang ditambahkan kipas mini berukuran 4 cmx 4cm x1 cm. Untuk menghidupkan kipas mini digunakan power bank dengan pengatur kecepatan. Dilakukan uji fungsi dan uji efektifitas waktu pengeringan. Pada bak pengecatan standar rata-rata waktu pengeringan sediaan apusan darah ialah 6 menit 5 detik, bak pengecatan modifikasi dengan kecepatan 1000 rpm ialah 4 menit 32 detik, kecepatan 2000 rpm ialah 2 menit 14 detik,kecepatan 3000 rpm ialah 1 menit 58 detik dan kecepatan 4000 rpm ialah 1 menit 28 detik. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas dan uji bivariat pada perangkat lunak SPSS versi 19. Hasil analisis uji normalitas metode Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal dan uji bivariat metode Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna waktu pengeringan sediaan apusan darah tepi menggunakan alat modifikasi bak pengecatan sediaan apusan darah tepi. Untuk uji kualitas gambaran sel darah merah dan sel darah putih memiliki kualitas sama menggunakan bak pengecatan standar dengan modifikasi bak pengecatan pada pembuatan sediaan apusan darah tepi.
Incidence of Soil Transmitted Helminth (STH) Infection in School-Age Children in the Archipelago of North Sulawesi Indra Elisabet Lalangpuling; Janiver Bawataa; Dionysius Sumenge; Jonas Sumampou
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.276

Abstract

Archipelagic areas are areas that are still lacking in the application of good sanitation life. One of the infectious diseases related to sanitation is worm infection. This study aims to identify the presence or absence of Soil Transmitted Helminth (STH) intestinal parasitic infection in children in the archipelago. This research was carried out at the Bethel Alo Christian Education Foundation Elementary School, Talaud Regency. This research is a descriptive research. The sampling technique is Porposive sampling, the sample of this research is 35 samples. After microscopic examination using faecal samples, it was found that 5 samples were positive for helminthiasis while 30 other samples were negative. Of the 5 samples, 2 positive samples of Ascaris lumbricoides worm eggs, 2 samples of Trichuris trichiura, and 1 sample of mixed infection of Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura. The results showed as many as 5 positive samples or 14.29% of the 35 samples consisting of 2 samples or 5.71% of Ascaris lumbricoides, 5.71% of Trichuris trichiura, and 1 sample of Mix infection or 2.85%.
Perbedaan Hasil Pemeriksaan Widal Metode Slide menggunakan Sampel Serum dan Plasma EDTA pada Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik Nurul Badriyah; Arif Mulyanto; Dita Pratiwi Kusuma Wardani; Retno Sulistyowati
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.283

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri S. typhi dan S. paratyphi. Penyakit demam tifoid termasuk penyakit menular. Penularan disebabkan karena makanan atau minuman yang disajikan tidak bersih dan tingkat higenis individu sanitasi lingkungan. Pemeriksaan widal merupakan suatu pemeriksaan serologis untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri S. typhi yang berdasarkan reaksi aglutinasi antara antigen dengan antibodi yang disebut aglutinin, dengan mengukur aglutinasi titer antibodi terhadap antigen O dan H dalam sampel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai titer pada pemeriksaan widal yaitu metode slide sampel serum dan plasma EDTA dengan rancangan cros sectional sampel yang digunakan sebanyak 26. Pada Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik. Data yang dihasilkan dianalisis dengan uji univariat dan uji pearson chi square. Hasil penelitian ini didapatkan hasil pada serum terbanyak yaitu pada titer 1/320 (61,5%) sedangkan pada plasma EDTA terbanyak yaitu pada titer 1/80 (46,2%) yang menunjukan nilai p velue 0,0247 (p >0,05), maka berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara pemeriksaan widal menggunakan sampel serum dan plasma EDTA antigen O dan H.       
Analisis Konsentrasi Letal Dan Waktu Letal Isolat Jamur Aspergillus Niger Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti Ni Diah Kadek Sinta Cahyani; Ida Bagus Rai Wiadnya; Ari Khusuma; I Wayan Getas
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.264

Abstract

Latar Belakang: Nyamuk Aedes aegypti merupakan penyebab utama penyakit DBD, kasus DBD di dunia pada tahun 2015 sebanyak 3,2 juta kasus. Di Indonesia pada tahun 2018 terdapat 65.602 kasus. Upaya pengendalian terhadap vektor DBD telah banyak dilakukan baik dengan menggunakan insektisida kimia dan alami salah satunya dengan jamur Aspergillus niger sebagai fungi entomopatogen. Tujuan Penelitian: Mengetahui konsentrasi letal dan waktu letal dari isolat jamur Aspergillus niger terhadap nyamuk Aedes aegypti.  Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan dengan 3 konsentrasi isolat jamur Aspergillus niger yaitu 10-5, 10-6, 10-7 spora/ml dengan 6 replikasi. Penelitian ini menggunakan obat nyamuk semprot sebagai kontrol positif. Data diperoleh dianalisa secara statistik menggunakan analisis probit. Hasil Penelitian: Konsentrasi isolat jamur Aspergillus niger yang efektif terhadap nyamuk Aedes aegypti adalah konsentrasi 10-7. Hasil analisis probit uji patogenitas isolat jamur Aspergillus niger terhadap nyamuk Aedes aegypti dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan LC50, LC70, LC90 adalah 6,1 x 107 spora/ml, 8,5 x 107 spora/ml, 1,1 x 108 spora/ml dan diketahui LT50, LT70, LT90 berturut-turut adalah 1,919 jam, 1,510 jam, 1,184 jam. Kesimpulan: Konsentrasi isolat jamur Aspergillus niger secara signifikan memberikan pengaruh terhadap kematian nyamuk Aedes aegypti.
Human Immunodefiency Virus Infection in Tuberculosis Patients at Kotaraja Health Center of Papua Herlando Sinaga; Ester Rampa; Anni Erna Woriori
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.275

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that attacks white blood cells and causes the human immune system to decrease. Tuberculosis in HIV patients is an opportunistic infection that will aggravate the disease infection in patients. Examination of HIV (Human Immunodeficiency Virus) in Tuberculosis Patients was carried out at the Kotaraja Health Center. This study was conducted for 1 month starting from May 17, 2019, to June 07, 2019. The purpose of this study was to determine HIV in tuberculosis patients at the Kotaraja Health Center. This type of research is descriptive with a laboratory test approach. The sample used is a serum sample with a diagnosis of HIV. The method used in this examination is the Rapid Test method. The results of HIV testing on tuberculosis patients, sample data obtained from HIV tuberculosis co-infected respondents amounted to 30 HIV respondents who  took  tuberculosis  treatment >6-9 months, negative 6 patients (20%).
Analisis Jumlah dan Jenis Bakteri Coccus Gram Positif pada Sisa Sampel Darah di Spuit Sofiyan Dwi Arfi; Erna Kristinawati; Ari Khusuma
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.270

Abstract

.Background: One of the problems in the field of health services that can increase the mortality rate is nosocomial infection. Waste containing pathogenic bacteria can serve as a medium for the spread of disease for health facility workers, sufferers and the public. One of the medical devices that have a high risk factor as an intermediary for infection is a syringe. Bacterial contamination of the syringe after use cannot be ignored. Therefore, further research is needed on waste in health facilities to determine infectious diseases caused by residual blood samples in the syringe. Research Objectives: To determine the presence of gram-positive coccus bacteria in the remaining blood sample in the syringe. Methods: This study used a descriptive observational method with a cross sectional approach to time. The sample size in this study was 14 samples with a sampling technique that is total sampling. Results: It was found that Staphylococcus aureus and Staphylococcus cohnii were found each of the 14 samples. Conclusion: There are gram-positive coccus bacteria, namely Staphylococcus cohnii and Staphylococcus aureus. 
Efek protein rekombinan MPT64 Mycobacterium tuberculosis terhadap proliferasi sel T dan Sel B secara in vitro Fihirrudin Fihirrudin; Nurul Inayati; Lalu Unsun Nidhal; Raudatul Jannah
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.278

Abstract

Mycobacterium protein tuberkulosis (MPT) 64 merupakan protein imunogenik yang disandi oleh gen Rv1980c dan berada pada lokasi Regions of Diffrences (RD) 2. Protein MPT64 di prediksi sebagai antigen dari M. tuberculosis yang pertama kali berinteraksi dengan sistem imun tubuh dari host. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proliferasi sel T dan sel B yang di induksi dengan protein MPT64 secara invitro. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental yaitu melakukan uji proliferasi terhadap sel T dan sel B yang di induksi dengan protein MPT64 pada media RPMI. Purifikasi protein MPT 64 dilakukan dengan kolom Protino™ Ni-NTA System. Uji proliferasi sel T dan sel B dilakukan dengan Metode MTT, dimana hasil optical dencity nya (OD) di baca dengan ELISA reader pada panjang gelombang 595 nm. Data nilai Optical dencity hasil uji MTT di analisis dengan uji statistik One Way Anova. Hasil menunjukkan bahwa Rata-rata OD proliferasi sel T yang di induksi dengan protein MPT64 10 μg/ml, 5 μg/ml, 2,5 μg/ml dan 1,25 μg/ml masing-masing adalah 0.276, 0.202, 0.184 dan 0.178. Rata-rata OD proliferasi sel B yang di induksi dengan protein MPT64 10 μg/ml, 5 μg/ml, 2,5 μg/ml dan 1,25 μg/ml masing-masing adalah 0.434, 0.380, 0.285 dan 0.251. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan pada setiap perlakuan dengan nilai probabilitas (p=0,011) <0,05. Protein MPT64 konsentrasi 10 μg/ml menunjukkan hasil yang paling optimal dalam menginduksi proliferasi sel T dan sel B secara invitro.
Kadar Ureum, Kreatinin, Serum Iron (SI) dan Total Iron Binding Capacity (TIBC) pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) sebelum dan setelah Hemodialisis Pancawati Ariami; Siti Zaetun; Aan Gunaifi; Maruni Wiwin Diarti
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.279

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar ureum, kreatinin, SI (serum iron) dan TIBC dalam darah sebelum dan sesudah hemodialisis. Jenis penelitian ini obervasional deskriptif.  Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pasien CKD RSUD Kota Mataram yang melakukan Hemodialisis. Sampel dalam penelitian ini menggunakan serum  pasien CKD yang melakukan Hemodialisis. Besar sampel 46 responden, Data  yang dikumpulkan kadar ureum, kreatinin, SI (serum iron) dan TIBC pada pasien CKD di RSUD Kota Mataram dianalis menggunakan uji Wilcoxon signed Rank Test pada tingkat kepercayaan 95% p α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar ureum, kreatinin, SI (serum iron) dan TIBC pada pasien CKD sebelum melakukan  hemodialisis berturut-turut sebesar 133,3 mg/dL ; 8,86 mg/dL ; 65,2 µg/dL ; dan 259,7 µg/dL. Rerata kadar ureum, kreatinin, SI (serum iron) dan TIBC pada pasien CKD setelah melakukan  hemodialisis berturut-turut sebesar 66,6 mg/dL ; 4,51 mg/dL ; 40,4 µg/dL ; dan 203,8 µg/dL. Kesimpulan hemodialisis berpengaruh terhadap kadar ureum, kreatinin, SI (serum iron) dan TIBC pada pasien CKD.
Korelasi Antara Kadar Asam Urat Dalam Darah dan Kristal Asam Urat Dalam Urine Pada Penderita Tuberkulosis Disertai Hiperurisemia Nisrina Yola Khairunnisa; I Gusti Ayu Nyoman Danuyanti; Yudha Anggit Jiwantoro
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.258

Abstract

Tuberculosis is a contagious infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. In tuberculosis patients increased levels of uric acid in the blood. Hyperuricemia is the levels of uric acid in the blood that exceeds the normal limits. The research objective in this study was to determine the correlation between the levels of uric acid in the blood and uric acid crystals in the urine in patients with tuberculosis accompanied by hyperuricemia. The research method used in this study was survey analytic with a cross sectional approach. The research used in this study population was all patients with tuberculosis who check in Health Centers of Mataram and samples total of 24 people. Data analysis used a statistical test Spearman Rank correlation. The results showed that levels of uric acid in the blood that is 8.2 mg/dl while on uric acid crystals in urine mean 0.6/fild of view uric acid crystals. The results indicated a correlation between the levels of uric acid in the blood and uric acid crystals in the urine in patients with tuberculosis accompanied by hyperuricemia. The results of the statistical test Rank Spearman showed a p value of 0.041 < 0.05 and the results of the coefficient correlation showed a value -0.419, its mean the strength of the correlation is medium. The conclusion of this study is that the patients with tuberculosis accompanied by hyperuricemia there is a correlation between the levels of uric acid in the blood and uric acid crystals in the urine.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 12, No 1 (2025): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 2 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 9, No 1 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 2 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 5, No 1 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ANALIS MEDIKA BIO SAINS Vol 2, No 2 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS) Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Analis Medika Bio Sains More Issue