cover
Contact Name
Jurnal Artefak
Contact Email
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Artefak
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23555726     EISSN : 25800027     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ARTEPAK, diterbitkan olah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoritis yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan profesi guru IPS, kajian Sejarah Lokal & Nasional, Kebudayaan, dan Pendidikan. Diterbitkan secara berkala Dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2024): April" : 10 Documents clear
Persepsi Guru dan Siswa Terhadap Model Pembelajaran Project Based Learning dalam Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Kebomas Febriani, Shovi Wiranata; Widiadi, Aditya Nugroho
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.13692

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan baru pemerintah dengan mengimplementasikan model pembelajaran project-based learning. Model ini telah diterapkan pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kebomas sejak Kurikulum 2013. Melalui model tersebut, siswa belajar mandiri dengan mengeksplorasi, mengolah, dan membuat produk sesuai minat dan potensi mereka. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi guru dan siswa terhadap penerapan model project-based learning dalam persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kebomas. Pendekatan kualitatif digunakan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menurut guru, model ini mampu menumbuhkan minat, bakat, dan potensi siswa. Sedangkan bagi siswa, pelaksanaannya membuat mereka tertarik belajar sejarah karena pembelajaran lebih menyenangkan dengan menghasilkan proyek, yang tidak pernah dilakukan guru lain sebelumnya.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Sejarah pada Kelas X di Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo Fitri, Dian Alya; Aziz, M. Faris Abdil; Fajriyah, Izzatul
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.13965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Perencanaan pembelajaran sejarah dalam implementasi kurikulum merdeka pada kelas X di Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo, (2) Pelaksanaan kurikulum merdeka dalam pembelajaran sejarah kelas X di Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo, (3) Evaluasi kegiatan pembelajaran sejarah berdasarkan kurikulum Merdeka kelas X di Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Sumber data diperoleh dari informan guru dan siswa sejarah, dokumen dan pelaksanaan pembelajaran sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran sejarah dengan kurikulum merdeka mencakup capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dalam modul ajar (2) Pelaksanaan kurikulum Merdeka menghasilkan proses pembelajaran sejarah yang efektif sesuai dengan modul ajar dengan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning. Terdapat moving class yang ditujukan untuk membedakan kelas minat sesuai dengan pilihan masing-masing siswa, (3) Evaluasi pembelajaran sejarah dengan kurikulum merdeka menggunakan assesmen kompetensi awal, formatif dan sumatif. Kendala yang dialami siswa adalah tentang pemahaman pembelajaran moving class. Upaya mengatasinya adalah siswa memilih moving class sesuai dengan minatnya. Dapat disimpulkan bahwa implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran sejarah pada kelas X di Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo berjalan cukup baik.
Mabokuy Sebagai Wujud Kesadaran Ecoliteracy Masyarakat Purwaraja – Rajadesa Kusmayadi, Yadi; Sudarto, Sudarto
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.14135

Abstract

Mabokuy hadir sebagai bentuk kreasi seni modern yang menggabungkan antara unsur seni kerajinan dan pertunjukan merupakan hasil pemikiran, keahlian, keterampilan, olah rasa, dan khayalan seniman dengan realitas yang terjadi saat ini. Lahir atas dasar keprihatinan terutama makin terkikisnya kesadaran budaya dan hilangnya ketakdiman masyarakat terhadap alam. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi, mendeskripsikan secara utuh dan komprehensif wujud kesenian Mabukuy, mengungkapkan nilai kearifan lokal dan maknanya dalam menjaga tradisi leluhur serta mempertahankan kelestarian lingkungan. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna filosofis bambu dalam kesenian ini sebagai simbol keberanian, keindahan alam, kekuatan, ketangguhan, ketahanan, keluwesan, kesetiaan, dan penghormatan. Hal ini tercermin dalam berbagai jenis kesenian dan tradisi Sunda yang menggunakan bambu sebagai bagian penting dari unsur-unsur budaya dan kehidupan masyarakatnya. Nilai yang tak terkira dari kesenian ini adalah kekuatan ekspresif mempromosikan budaya berkelanjutan dan membangun kesadaran selain sebagai sarana hiburan dan edukasi masyarakat.
Implikasi Multikulturalisme dalam Pembelajaran Sejarah Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Persatuan Indonesia Maulidan, Aldi Cahya; Darmawan, Wawan
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.13671

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena keragaman yang ada di Indonesia, baik dalam bahasa, agama, suku, ras, adat, dan budaya. Agar semangat persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia tetap hidup di tengah ancaman disintegrasi bangsa, pembelajaran yang didasarkan pada nilai-nilai kebhinekaan sangat penting. Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan rasa kebangsaan adalah dengan mempelajari sejarah dan menanamkan nilai dan arti multikultural. Studi literatur atau kajian literatur digunakan dalam penelitian ini. Sumber penelitian adalah buku dan jurnal yang relevan. 1. Penentuan topik penelitian, 2. Identifikasi kata kunci, 3. Pencarian literatur, 4. Pemilihan literatur, 5. Tinjauan literatur, 6. Penyusunan kerangka konseptual, 7. Analisis literatur, 8. Tinjauan literatur penulisan, 9. Revisi dan perbaikan, dan 10. Penambahan literatur. Proses analisis terdiri dari tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah diperlukan untuk meningkatkan kerukunan antar suku, agama, dan kelompok sosial lainnya. Hal ini dapat dicapai dengan bekerja sama dengan menggunakan prinsip-prinsip kebersamaan, kesetaraan, dan saling menghormati yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika, yang berkontribusi pada integrasi nasional bangsa Indonesia.
Pengembangan Permainan Uno Card Menjadi Media Pembelajaran Interaktif dalam Pengenalan Tokoh Sejarah Lokal Lampung Kelas XIF.4 di SMAN 1 Sukoharjo Lathifah, Nuri Muthi; Rachmedita, Valensy; Ekwandari, Yustina Sri
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.13681

Abstract

Media pembelajaran berbasis permainan menjadi salah satu media pembelajaran yang mendukung dalam proses belajar yang menyenangkan bagi siswa. Untuk itu, perlu diterapkannya media pembelajaran yang sesuai dengan proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pengembangan permainan Uno Card menjadi media pembelajaran interaktif yang layak dalam pengenalan tokoh sejarah lokal Lampung Kelas XIF.4 di SMAN 1 Sukoharjo. Media pembelajaran interaktif permainan ini diberi nama UnoChrono EduPlay. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D). Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dengan lima tahapan, yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian dari validasi ahli media mendapatkan persentase nilai 92% dalam kategori sangat valid, validasi ahli materi mendapatkan persentase nilai 95% termasuk dalam kategori sangat valid, dan praktisi pendidikan (guru sejarah) mendapatkan persentase nilai 98% termasuk dalam kategori sangat valid. Pada hasil belajar atau uji coba siswa diperoleh nilai rata-rata 71,66 dengan persentase 80,55%. Hal itu menunjukkan permainan UnoChrono EduPlay dapat menjadi media pembelajaran interaktif yang layak digunakan.
Memotret Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran Sejarah Lokal Upaya Membangkitkan Semangat Nasionalisme Kuwoto, M. Ari; Saputra, Erwin
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.10271

Abstract

Dalam memahami negara dengan keragaman budaya seperti Indonesia, konsep pendidikan multikultural sangat penting. Pendidikan sangat berguna untuk mengembangkan multikulturalisme. Konsep pendidikan sejarah bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme dan demokratis serta kesadaran multikultural. Satuan sejarah yang melihat heterogenitas masyarakat Indonesia adalah sejarah lokal dan negara Indonesia yang berkembang dengan keragaman bahasa, agama, suku, ras, adat istiadat, dan budaya. Keberagaman ini tidak terlepas dari proses kesinambungan narasi. Menumbuhkan nilai dan makna multikultural melalui pembelajaran sejarah merupakan langkah yang tepat dan mendasar untuk memperkokoh rasa kebangsaan. Tujuan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi 1) peran manfaat pendidikan sejarah lokal untuk meningkatkan kesadaran multikultural; dan 2) ide-ide yang efektif tentang pengajaran sejarah lokal untuk meningkatkan kesadaran multikultural. Kajian sejarah lokal dapat membantu siswa memahami sejarah keragaman masyarakat. Lima model dapat digunakan untuk menyampaikan sejarah lokal: belajar dari pengalaman sebelumnya; melakukan studi kasus perbedaan; membuat pendekatan pembelajaran baru; membuat kurikulum baru; dan 5) mengintegrasikan pembelajaran sejarah lokal ke dalam materi sejarah nasional. Penelitian ini menggunakan kajian pustaka deskritif kualitatif, dengan penggambaran pentingnya pembelajaran sejarah lokal dalam membangkitkan semangat nasionalisme. Hasil dari penelitian untuk dapat penumbuhkan jiwa cinta tanah air pada setiap siswa dengan menegakkan nilai-nilai kebangsaan dan negara.
Tinjauan Historis Implikasi Nasionalisasi Perusahaan Perkebunan Karet di Sumatera Utara Tahun 1958-1960 Royani, Reni; Triaristina, Aprilia; Sinaga, Risma Margaretha
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.14122

Abstract

Nasionalisasi perusahaan Belanda di Indonesia memiliki Implikasi terhadap Perusahaan perkebunan karet di wilayah Sumatera Utara pada tahun 1958-1960. Penelitian ini dilakukan  dengan tujuan untuk mengetahui implikasi nasionalisasi perusahaan perkebunan karet di Sumatera Utara Tahun 1958-1960. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian historis dengan empat langkah penelitian yaitu heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan kepustakaan. Kemudian analisis data dilakukan menggunakan cara analisis data historis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nasionalisasi perusahaan perkebunan karet membawa perubahan baik dari sisi internal maupun eksternal nya. Dari segi internalnya terjadi perubahan pada manajemen perusahaan, kebijakan perusahaan dan hasil produksi. Pada sisi eksternalnya terjadi perubahan pada penanaman modal perusahaan perkebunan karet. Perubahan-perubahan yang terjadi pasca nasionalisasi ini memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi perusahaan tersebut untuk kedepannya.
Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Pada Mata Pelajaran Sejarah dan IPS di Sekolah Menengah Pertama Banjar Agung Rusdiana, Yusinta Tia; Apriana, Apriana; Yuliarni, Yuliarni
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.14064

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang didorong oleh rasa ingin tahu penulis untuk menggali motivasi siswa melalui model pembelajaran Inkuiri. Analis data dalam penelitian tindakan ini menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran dilakukan melalui 3 pertemuan, penelitian pembelajaran dilaksanakan, proses pembelajaran dilakukan dalam 3 pertemuan melalui siklus I, siklus II dan siklus III. (2) Penerapan model pembelajaran inkuiri pada Siklus I belum berhasil. Setelah pertemuan siklus II ada siswa yang sudah mencapai KKM, ada pula yang belum, dan dengan melanjutkan ke semester III siswa sudah mencapai tingkat yang diinginkan. KKM.
Inkulturasi Budaya Jawa Pada Komunitas Pemuda Gereja Kristen Jawa (GKJ) Baki, Kabupaten Sukoharjo Halim, Chandra; Raharjo, Yoel Kurniawan; Puri, Anindita Dewangga
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.12872

Abstract

Perkabaran injil atau misi kristen selain dilakukan oleh Zending juga dilakukan oleh orang-orang pribumi, salah satunya Kyai Sadrakh. Pada periode-periode berikutnya, jemaat asuhan Sadrakh kemudian menjadi Gereja Kristen Jawa. Corak Gereja Kristen Jawa terlihat dari inkulturasi budaya jawa dalam kegiatan-kegiatan gerejawi. Penelitian ini bertujuan untuk memotret dan menganalisis inkulturasi kebudayaan Jawa di GKJ Baki, Sukoharjo khususnya bagaimana pemuda memahami kebudayaan jawa di gereja tersebut. Metode yang digunakan riset kualitatif-studi kasus dengan pendekatan interpretatif. Sumber data diperoleh dari observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan Pendeta dan beberapa pemuda gereja, serta dokumentasi dari buku-buku dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil Penelitian ditemukan bahwa pemuda gereja yang tergabung dalam Komisi Pemuda dan Remaja mengenal dan memahami budaya jawa seperti seni musik jawa yang digunakan dalam liturgi gereja, seni pertunjukan seperti ketoprak kontemporer jawa yang menggunakan lakon alkitab. Selain itu pemuda diajarkan pranata sosial jawa tentang tradisi jawa di gereja, seperti menghormati orang yang lebih tua dan sebagainya.
Makna Sesaji Sedekah Bumi di Desa Triguno Kecamatan Pucakwangi Ristiani, Ristiani; Fardani, Much Arsyad; Riswari, Lovika Ardana
Jurnal Artefak Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i1.13202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan serta macam dan makna sesaji sedekah bumi di Desa Triguno Kecamatan Pucakwangi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi dan pendekatan etnosemantik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data/kesimpulan. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 8 tahap pelaksanaan sedekah bumi yaitu: warga berkumpul di punden, persembahan sesaji kembang boreh, pembakaran upet, pembukaan acara, sambutan, kondangan atau selametan , pagelaran wayang serta kethoprak. Dan ada 14 macam sesaji sedekah bumi serta maknanya yaitu: tumpeng memiliki makna bersungguh-sungguh, ayam panggang jawa (ingkung) memiliki makna berdoa dengan kesungguhan hati, ikan bandeng simbol keberuntungan, tumis memiliki makna bersyukur, pisang simbol kebahagiaan, bugis bermakna usaha keras akan mendapatkan hasil yang manis, tape bermakna sabar dalam segala proses, jajanan pasar bermakna sedekah untuk keselamatan hidup, rempeyek simbol kebersamaan, telur simbol kesuburan, kendi sebagai wadah sumber kehidupan, kemenyan sebagai sarana berdoa memohon keselamatan, kembang boreh dan upet simbol tolak balak. Dapat disimpulkan bahwa sesaji ialah salah satu bagian penting karena mencakup keselamatan manusia di bumi dan merupakan budaya nenek moyang yang diyakini dapat memberi pengaruh positif maka tetap dilestarikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10